Hukum Acara

Top PDF Hukum Acara:

HUKUM ACARA

HUKUM ACARA

Hukum Acara atau Hukum Formal adalah peraturan hukum yang mengatur tentang cara bagaimana mempertahankan dan menjalankan peraturan hukum material. Fungsinya menyelesaikan masalah yang memenuhi norma-norma larangan hukum material melalui suatu proses dengan berpedomankan kepada peraturan yang dicantumkan dalam hukum acara. Tugas hukum acara menjamin ditaatinya norma-norma hukum material oleh setiap individu. Jadi dapat dikatakan bahwa hukum acara itu sebagai alat penegak dari peraturan hukum material yang tidak membebankan kewajiban sosial dalam kehidupan manusia.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PIDANA.doc

HUKUM ACARA PIDANA.doc

Di dalam KUHAP ini dipertegas adanya asas legalitas demi terciptanya kepastian hukum dalam hukum acara pidana sehingga ketentuan hukum tak tertulis tidak dapat dijadikan dasar untuk melakukan tindakan dalam lingkup hukum acara pidana. Ditentukan pula bahwa ruang lingkup hukum acara pidana untuk melaksanakan tata cara peradilan dalam lingkungan peradilan umum pada semua tingkat peradilan, kaitannya dengan pemisahan lingkungan peradilan militer. Lingkup berlakunya hukum acara pidana ini adalah termasuk pengadilan khusus yang berada dalam lingkungan peradilan umum.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Hukum Acara Pidana

Hukum Acara Pidana

Pada tanggal 9 Oktober 1979 dalam pembicaraan tingkat I, Menteri kehakiman menyampaikan keterangan Pemerintah tentang Rancangan Undang-undang Hukum Acara Pidana dalam suatu rapat Paripurna DPR RI. Selanjutnya pada pembicaraan tingkat II yang dilakukan dalam Sidang Paripurna, fraksi-fraksi dalam DPRD RI, memberikan Pemandangan Umum terhadap Rancangan Undang-undang Hukum Acara Pidana, yang dilanjutkan dengan jawaban dari Pemerintah. Kemudian dilanjutkan pada pembicaraan tingkat III, dilakukan dalam sidang Komisi, maka telah diputuskan oleh Badan Musyawarah DPR RI, bahwa pembicaraan tingkat III Rancangan Undang-undang Hukum Acara Pidana dilakukan oleh Gabungan Komisi III + I DPR RI. Dalam Sidang gabungan (SIGAB) III + I DPR RI bersama Pemerintah mulai membicarakan Rancangan Undang-undang Hukum Acara Pidana pada tanggal 24 Nopember 1979 sampai 22 Mei 1980 di Gedung DPR RI Senayan Jakarta. Dalam pembicaraan jangka waktu tersebut terbatas pada pembahasan materi secara umum yang menghasilkan putusan penting yang terkenal dengan nama ”13 kesepakatan pendapat” yang mengandung materi pokok yang akan dituangkan dalam pasal-pasal Rancangan Undang-undang Hukum Acara Pidana.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

hukum acara perdata

hukum acara perdata

Hukum pembuktian merupakan bagian dari hukum acara yang memberikan aturan- aturan tentang bagaimana berlangsungnya suatu perkara di muka hakimpengadilan negeri (Law of Procedure), dalam memeriksa perkara pidana maupun perkara perdata. Hukum acara perdata pada pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum yang berlaku saat ini, belum terhimpun dalam satu kodifikasi dan masih tersebar dalam berbagai peraturan perundang- undangan, baik produk kolonial Hindia Belanda maupun produk nasional setelah Indonesia merdeka.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Hukum Acara Perdata

Hukum Acara Perdata

Dalam Hukum Acara Perdata dikenal dua teori tentang cara menyusun gugatan kepada pengadilan yaitu: (1) substantiering theory, teori ini menyatakan bahwa gugatan selain harus menyebutkan peristiwa hukum yang menjadi dasar gugatan, juga harus menyebut kejadian- kejadian nyata yang mendahului peristiwa hukum dan menjadi sebab timbulnya peristiwa hukum tersebut. Bagi penggugat yang menuntut suatu benda miliknya, di dalam gugatan itu ia tidak cukup hanya menyebut bahwa ia hanya pemilik benda itu, tetapi juga harus menyebutkan sejarah pemilikannya, misalnya karena membeli, mawaris, hadiah, dan sebagainya. (2) individualiserings theorie, teori ini menyatakan bahwa dalam gugatan cukup disebut peristiwa- peristiwa atau kejadian-kejadian yang menunjukkan adanya hubungan hukum yang menjadi dasar gugatan, tanpa harus menyebutkan kejadian-kejadian nyata yang mendahului dan menjadi sebab timbulnya kejadian-kejadian tersebut. Sejarah terjadinya atau sejarah adanya pemilikan hak milik atas benda itu dimasukkan dalam gugatan, karena hal itu dapat dikemukakan dalam persidangan dengan disertai bukti-bukti seperlunya. 33
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PIDANA

HUKUM ACARA PIDANA

Di Bidang Penuntutan ini hukum acara pidana mengenala dua asas, yaitu asas Legalitas dan asas Oportunitas. Adapun yang dimaksud asas Legalitas adalah bahwa apabila terjadi suatu tindakan pidana maka sudah menjadi kewajiban penutu umum untuk melakukan penuntutan ke pengadilan bagi peaku tindak pidana tersebut. Sebagai lawanya adalah asas oportunitas, yang menghendaki meskipun bukti-bukti yang dikumpulkan cukup untuk menjerat tersangka ke pengadilan namun penuntut umum berpendapat bahwa akan lebih banyak kerugian daripada keuntungan untuk kepentingan umum dengan menuntut tersangka daripada meuntutnya, maka penuntut umum wajib untuk mengenyampingkannya (seponeren). 10 [10]
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA

HUKUM ACARA PERDATA

Wirjono Prodjodikoro menyebutkan juga adat kebiasaan yang dianut oleh para hakim dalam melakukan pemeriksaan perkara perdata, sebagai sumber dari pada hukum acara perdata. Hukum acara perdata dimaksudkan untuk menjamin dilaksanakanya atau ditegakanya hukum perdata materiil, yang berarti mempertahankan tata hukum perdata, maka pada asasnya hukum acara perdata bersifat mengikat dan memaksa. Adat kebiasaan hakim yang tidak tertulis dalam melakukan pemeriksaan, tidak akan menjamin kepastian hukum.

12 Baca lebih lajut

MAKALAH HUKUM ACARA PIDANA Sejarah Hukum

MAKALAH HUKUM ACARA PIDANA Sejarah Hukum

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas anugerah dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini, adapun judul makalah ini adalah Penegakan Hukum Pidana pada Masa HIR dan KUHAP. Makalah ini mencakup tentang sistem penegakan hukum pidana pada masa HIR dan KUHAP.

4 Baca lebih lajut

Hukum Acara Pidana

Hukum Acara Pidana

H UKUM ACARA PI D AN A : M e n ca r i, m e m pe r t a h a n k a n , da n m e le t a k k a n su a t u k e be n a r a n be r da sa r k a n k e t e n t u a n da n pe dom a n y a n g dibe n a r k a n ole h u n da n g- u n da n g gu n a u n t u k m e n e n t u k a n k e sa la h a n t e r da k w a .

107 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PIDANA

HUKUM ACARA PIDANA

Hukum acara pidana ialah peraturan yang mengatur cara bagaimana badan pemerintah berhak menuntut jika terjadi suatu tindak pidana, cara bagaimana akan didapat suatu putusan pengadilan yang menjatuhkan suatu hukuman dapat dilaksanakan.

8 Baca lebih lajut

Hukum acara pidana 001

Hukum acara pidana 001

Jadi pembinaan para navi di lp tidak termasuk dalam acara pidana, dengan terciptanya KUHAP pertaama kali dikodifikasi dalam univikasi di indonesia dengan lengkap dalam arti meliputi seluruh proses pidana dari awal mencari kebenaran sampai pada kasasi, sampai meliputi pada peninjauan kembali/PK (Herzaining).

2 Baca lebih lajut

MAKALAH HUKUM ACARA PERDATA UPAYA HUKUM

MAKALAH HUKUM ACARA PERDATA UPAYA HUKUM

Upaya hukum merupakan upaya yang diberikan oleh undang-undang kepada seseorang atau badan hukum untuk hal tertentu untuk melawan putusan hakim sebagai tempat bagi pihak-pihak yang tidak puas dengan putusan hakim yang dianggap tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, tidak memenuhi rasa keadilan, karena hakim juga seorang manusia yang dapat melakukan kesalaha/kekhilafan sehingga salah memutuskan atau memihak salah satu pihak.

13 Baca lebih lajut

upaya hukum dalam hukum acara peradilan

upaya hukum dalam hukum acara peradilan

Sebenarnya dengan membaca judul bab IV, Bagian keempat sudah tersurat pengertian apa yang di maksud dengan upaya PK. Judulnya berbunyi: Pemeriksaan peninjauan kembali putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hokum tetap. Dari judul tersebut sudah jelas apa arti PK yakni“ pemeriksaan kembali” putusan pengadilan “ yang telah memperoleh kekuatan hokum tetap “ Disitulah letak sifat luar biasa upaya PK memeriksa dan mengadili atau memutus kembali putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hokum tetap. Padahal pada setiap putu sanya.Setiap putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hokum tetap, mutlak bersifat litisfiniriopperie. Artinya, setiap putusan yang telah memperoleh kekuatan hokum tetap. Sudah bersifat “final“ tidak bisa di ganggu gugat lagi. Pada diri putusan sudah terkandung segala macam kekuatatan hukum yang bersifat mutlak kepada para pihak, orang yang mendapatkan hak dari mereka atau kepada ahli waris mereka. Juga dengan sendirinya menurut hokum telah mempunyai kekuatan pembuktian yang mutlak kepada para pihak serta sekaligus mempunyai kekuatan eksekutorial yang mutlak kepada mereka.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA

HUKUM ACARA

• ”Untuk menemukan kebenaran terutama kebenaran materil setidak-tidaknya mendekati kebenaran, adalah kebenaran selengkap- lengkapnya dari suatu perkara pidana dengan menerapkan ketentuan hukum pidana secara jujur dan tepat, dengan tujuan untuk mencari siapa pelakunya yang dapat didakwakan melakukan suatu pelanggaran hukum, dan selanjutnya meminta pemeriksaan dan putusan dari pengadilan guna menemukan apakah terbukti bahwa suatu tindak pidana telah dilakukan dan apakah orang yang didakwa itu dapat dipersalahkan”.

113 Baca lebih lajut

Hukum Acara Perdata - Repository UNIKAMA HUKUM ACARA PERDATA

Hukum Acara Perdata - Repository UNIKAMA HUKUM ACARA PERDATA

2) Salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku. Yang dimaksud disini adalah kesalahan menerapkan hukum baik hukum formil maupun hukum materil, sedangkan melanggar hukum adalah penerapan hukum yang dilakukan oleh Judex facti salah atau bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku atau dapat juga diinterprestasikan penerapan hukum tersebut tidak tepat dilakukan oleh judex facti.

74 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA BAB I PENDAHULUAN - HUKUM ACARA PERDATA

HUKUM ACARA PERDATA BAB I PENDAHULUAN - HUKUM ACARA PERDATA

- Wirjono Projodikoro : rangkaian peraturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertindak terhadap dan di muka pengadilan dan cara bagaimana pengadilan harus bertindak satu sama lain untuk melaksanakan berjalannya peraturan-peraturan hukum perdata

6 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PIDANA 001

HUKUM ACARA PIDANA 001

8. Surat dakwaan : surat atau akta yang memuat perumusan dari tindak pidana yang didakwakan yang sementara dapat disumpulkan dari hasil penyidikan dari penyidik yang merupakan dasar bagi hukum untuk melakukan pemeriksaan dari sidang pengadilan Syarat pembuatan surat dakwaan

4 Baca lebih lajut

BAB II PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA 1. Wewenang Mengadakan Penyelidikan dan Penyidikan Oleh BNN - PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA OLEH BNN PADA PRAJURIT TNI Repository - UNAIR REPOSITORY

BAB II PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA 1. Wewenang Mengadakan Penyelidikan dan Penyidikan Oleh BNN - PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA OLEH BNN PADA PRAJURIT TNI Repository - UNAIR REPOSITORY

dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan, kecuali ditentukan lain dalam UU Narkotika yang baru tersebut. Maksud dari frase “dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan” adalah dilakukan berdasarkan peraturan perundangan-undangan yang lain jika memang ada lex specialis yang lebih spesifik yang mengatur tentang penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan disidang pengadilan, dalam hal ini kita ingat bahwa TNI memiliki lex specialis yang mengatur tentang penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan disidang pengadilan yaitu dalam UU Peradilan militer. Terlebih dalam frase terakhir pasal tersebut menyatakan bahwa “kecuali ditentukan lain dalam dalam UU No 35 tahun 2009” yang berarti bahwa jika dalam UU Narkotika yang baru tidak ditentukan secara khusus dan konkrit bahwa penyidik BNN berwenang melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika pada prajurit TNI, maka pada hakekat norma kewenangan dalam hukum administrasi, hal tersebut diartikan sebagai tidak berwenang. Pasal 73 UU Narkotika yang baru inilah yang menjadi rujukan serta penjelas pasal-pasal sebelumnya dimana UU Narkotika yang baru pada esensinya masih mengakui keberadaan undang-undang lainnya yang lebih spesialis yang mengatur mengenai tindak pidana narkotika, dalam hal ini adalah UU Peradilan Militer yang mengatur khusus tentang hukum acara bagi prajurit TNI. 2. Bagi penyidik Polri yang tertera dalam pasal 81 UU Narkotika yang baru
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS HUBUNGAN FUNGSIONAL ANTARA PENYIDIK DAN PENUNTUT UMUM DALAM PROSES PEMERIKSAAN PERKARA PIDANA | BASTIAN | Legal Opinion 5711 18863 2 PB

TINJAUAN YURIDIS HUBUNGAN FUNGSIONAL ANTARA PENYIDIK DAN PENUNTUT UMUM DALAM PROSES PEMERIKSAAN PERKARA PIDANA | BASTIAN | Legal Opinion 5711 18863 2 PB

Kecermatan penyelidikan itu bertujuan untuk mendapatkan bukti-bukti yang diperlukan yang terkait dengan peristiwa pelanggaran hukum pidana. Hal ini merupakan langkah yang sangat penting untuk menemukan dan menentukan peristiwa pelanggaran hukum atau bukan pelanggaran hukum, yang didukung oleh ketercukupan unsur-unsur hukum, dalam peristiwa tindak pidananya. Proses dimulainya penyelidikan dan penyidikan harus selalau berpedoman kepada hukum pormil atau hukum acara, baik hukum acara yang diatur didalam KUHAP, maupun hukum acara yang diluar KUHAP, termasuk juga hakikat dari kepentingan hukum itu sesndiri, karena hukum dalam perkara ini sangat menentukan arah indentifikasi peristiwa tentang ada dan tidak adanya peristiwa pidana yang telah dilanggar.- 2
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Istilah yang Berkaitan dengan Hukum

Istilah yang Berkaitan dengan Hukum

23. Hukum Perdata Internasional : keseluruhan kaedah dan asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas negara atau hukum yang mengatur hubungan hukum perdata antara para pelaku hukum yang masing-masing tunduk pada hukum perdata (nasional) yang berlainan.

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...