Implementasi Form Transaksi Pembelian Bahan Baku

Top PDF Implementasi Form Transaksi Pembelian Bahan Baku:

BIAYA TRANSAKSI PADA PROSES PEMBELIAN BAHAN BAKU INDUSTRI BATIK DI KABUPATEN BANGKALAN

BIAYA TRANSAKSI PADA PROSES PEMBELIAN BAHAN BAKU INDUSTRI BATIK DI KABUPATEN BANGKALAN

gentongan, dan motif burung merak, sedangkan motif batik Sampang, Pamekasan, Sumenep lebih terkesan dinamis dan simpel ketiga daerah ini tidak mempunyai motif batik yang khas. (2) tingkatan warna, batik Bangkalan cenderung lebih gelap dan pekat, menggunakan teknik penambahan warna sikat (polet), sedangkan batik Sampang, Pamekasan, dan Sumenep cenderung lebih terang dan cerah, pada teknik penambahan warna menggunakan teknik batik kombinasi (tulis dan cap). (3) Pengaruh budaya lokal terhadap batik Madura di Bangkalan yaitu masih mempertahankan warisan tradisi yang turun temurun yang meliputi bahan, teknik serta motif dan warna batiknya dan lebih tegas dalam menunjukkan jati dirinya sebagai batik khas pesisir, sedangkan Pengaruh budaya lokal terhadap batik Madura di Sampang, Pamekasan, dan Sumenep lebih kepada inovasi dan kreasi yang justru dikembangkan menjadi motif baru dan berbagai eksperimen terhadap warna sehingga menjadikan batik Sampang, Pamekasan, dan Sumenep kaya akan motif dan warna. (4) dari sisi pelaku usaha batik di Bangkalan terdiri dari beberapa kelompok orang yang masing masing kelompok tersebut mengerjakan salah satu simpul proses dalam proses pembatikan kain batik atau pembatikan. Para pelaku usaha tersebut yaiti: penyedia input, pengrajin batik, penyedia jasa pencelup warna dan penglorot malam, pengusaha, dan pedagang. Tiga kabupaten yang lain (Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) para pelaku usaha masih menjadi satu, mulai dari proses input sampai output batik di pegang oleh satu pengusaha.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

BIAYA TRANSAKSI PADA PROSES PEMBELIAN BAHAN BAKU INDUSTRI BATIK DI KABUPATEN BANGKALAN

BIAYA TRANSAKSI PADA PROSES PEMBELIAN BAHAN BAKU INDUSTRI BATIK DI KABUPATEN BANGKALAN

Biaya transaksi merupakan salah satu faktor terpenting dalam mengukur kinerja organisasi usaha dalam satu sistem pertukaran (transaksi). Biaya transaksi mencakup berbagai biaya yang dikeluarkan organisasi dalam suatu rangkaian proses input dan output organisasi usaha. Biaya tersebut mulai dari biaya memperoleh informasi bahan baku, informasi kualitas barang, informasi pasar, dan informasi teknologi, informasi pasar barang, dan berbagai informasi lainnya terkait operasional organisasi. Besar kecilnya biaya transaksi ini dapat menjadi penentu dari tinggi rendahnya tingkat efisiensi dalam suatu industri.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

BIAYA TRANSAKSI PADA PROSES PEMBELIAN BAHAN BAKU INDUSTRI BATIK DI KABUPATEN BANGKALAN

BIAYA TRANSAKSI PADA PROSES PEMBELIAN BAHAN BAKU INDUSTRI BATIK DI KABUPATEN BANGKALAN

gentongan, dan motif burung merak, sedangkan motif batik Sampang, Pamekasan, Sumenep lebih terkesan dinamis dan simpel ketiga daerah ini tidak mempunyai motif batik yang khas. (2) tingkatan warna, batik Bangkalan cenderung lebih gelap dan pekat, menggunakan teknik penambahan warna sikat (polet), sedangkan batik Sampang, Pamekasan, dan Sumenep cenderung lebih terang dan cerah, pada teknik penambahan warna menggunakan teknik batik kombinasi (tulis dan cap). (3) Pengaruh budaya lokal terhadap batik Madura di Bangkalan yaitu masih mempertahankan warisan tradisi yang turun temurun yang meliputi bahan, teknik serta motif dan warna batiknya dan lebih tegas dalam menunjukkan jati dirinya sebagai batik khas pesisir, sedangkan Pengaruh budaya lokal terhadap batik Madura di Sampang, Pamekasan, dan Sumenep lebih kepada inovasi dan kreasi yang justru dikembangkan menjadi motif baru dan berbagai eksperimen terhadap warna sehingga menjadikan batik Sampang, Pamekasan, dan Sumenep kaya akan motif dan warna. (4) dari sisi pelaku usaha batik di Bangkalan terdiri dari beberapa kelompok orang yang masing-masing kelompok tersebut mengerjakan salah satu simpul proses dalam proses pembatikan kain batik atau pembatikan. Para pelaku usaha tersebut yaiti: penyedia input, pengrajin batik, penyedia jasa pencelup warna dan penglorot malam, pengusaha, dan pedagang. Tiga kabupaten yang lain (Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) para pelaku usaha masih menjadi satu, mulai dari proses input sampai output batik di pegang oleh satu pengusaha.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

BIAYA TRANSAKSI PADA PROSES PEMBELIAN BAHAN BAKU INDUSTRI BATIK DI KABUPATEN BANGKALAN

BIAYA TRANSAKSI PADA PROSES PEMBELIAN BAHAN BAKU INDUSTRI BATIK DI KABUPATEN BANGKALAN

menggambar motif secara langsung ke kain, maupun dengan cara mencontek/ngeblat (menaruh motif di belakang kain dasar) dari motif yang telah dibuat orang lain atau motif yang telah ada sebelumnya. Implikasi pola organisasi industri batik terhadap biaya transaksi mempunyai dampak yang sangat besar, pola organisasi dalam industri batik di kabupaten bangkalan tidak terdiri dari satu kesatuan utuh mulai dari proses penyediaan input sampai dengan output (kain batik tulis). Penyedia input, pengusaha, pengrajin batik, penyedia jasa pewarna, dan pedagang berdiri sendiri. Dalam teori ekonomi kelembagaan hal ini menyebabkan tingginya biaya transaksi. Adanya beberapa pelaku usaha dalam industri batik menyebabkan semakin banyaknya biaya-biaya yang harus ditanggung oleh pihak-pihak yang melakukan pertukaran baik berupa informasi maupun dalam bentuk barang. Biaya inilah yang disebut dengan biaya transaksi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Tinjauan Atas Sistem Informasi Akuntansi Pada Transaksi Pembelian Bahan Baku Pada PT. Bumi Bersama

Tinjauan Atas Sistem Informasi Akuntansi Pada Transaksi Pembelian Bahan Baku Pada PT. Bumi Bersama

Dalam pelaksanaan sistem informasi akuntansi pembelian di PT. BUMI BERSAMA belum dijalankan sepenuhnya sesuai dengan standar operasional perusahaan, sehingga pengolahan akuntansi secara manual memiliki lebih banyak resiko. Misal, dalam hal yang paling sederhana yaitu penginputan jurnal, seringkali terjadi penggandaan, atau dua kali input dengan nomor atau kode voucher yang sama tapi transaksi yang berbeda. Hal ini dapat berakibat pada tidak balance-nya buku besar dan laporan keuangan yang dibuat nantinya dan keterlambatan informasi pada satu bagian di perusahaan, akan memperlambat kinerja bagian yang lain,
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Informasi Transaksi dan Pembelian Stok Bahan Baku pada Pelayanan Jasa Irit Laundry

Perancangan Sistem Informasi Transaksi dan Pembelian Stok Bahan Baku pada Pelayanan Jasa Irit Laundry

Diajukan sebagai salah satu syarat kelulusan pada Program Studi Sistem Informasi Jenjang S1 (Strata 1). Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer[r]

1 Baca lebih lajut

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN BAHAN BAKU ROKOK

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN BAHAN BAKU ROKOK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah “Sistem akuntansi merupakan organisasi formulir, catatan, dan laporan, yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan” (Mulyadi, 2001:299). Pembelian sendiri dapat didefinisikan sebagai transaksi yang dilaksanakan guna mendapatkan barang ataupun jasa dari pihak lain. Sedangkan bahan baku adalah bahan utama yang mendukung proses produksi dalam menghasilkan suatu produk. Jadi, sistem akuntansi pembelian bahan baku dapat diartikan sebagai organisasi formulir, catatan, dan laporan pembelian bahan baku yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
Baca lebih lanjut

184 Baca lebih lajut

EVALUASI SISTEM PEMBELIAN BAHAN BAKU PADA CV. HANDAYANI

EVALUASI SISTEM PEMBELIAN BAHAN BAKU PADA CV. HANDAYANI

Dalam proses produksi, bahan baku menjadi salah satu kunci penting kualitas suatu produk. Bahan baku dinilai sebagai penentu kualitas hasil produksi. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, perusahaan sering melakukan transaksi pembelian bahan baku. Perusahaan harus dapat menentukan jumlah bahan baku yang akan dibeli. Pemilihan bahan baku yang tepat akan menghasilkan kualitas hasil produksi yang bagus. Sistem pembelian bahan baku harus dirancang dengan sebaik mungkin dengan prosedur yang benar disertai dengan bukti-bukti transaksi yang memadai.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN BAHAN BAKU SECARA KREDIT

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN BAHAN BAKU SECARA KREDIT

Account payable procedures adalah catatan utang berupa kartu utang yang diselenggarakan untuk tiap kreditur, yang memperlihatkan catatan mengenai nomor faktur dari pemasok, jumlah yang terutang, jumlah pembayaran, dan saldo utang. Dokumen yang digunakan dalam account payable procedures yaitu faktur dari pemasok dan kuitansi tanda terima uang yang ditanda tangani oleh pemasok, atau tembusan surat pemberitahuan (remittance advice) yang dikirim ke pemasok yang berisi keterangan untuk apa pembayaran tersebut dilakukan. Catatan akuntansi yang digunakan adalah kartu utang , jurnal pembelian , dan jurnal pengeluaran kas. Kartu utang digunakan untuk mencatat mutasi dan saldo utang kepada tiap kreditur, jurnal pembelian digunakan untuk mencatat transaksi pembelian dan jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat transaksi pembayaran utang dan pengeluaran kas yang lain.
Baca lebih lanjut

162 Baca lebih lajut

Evaluasi sistem pembelian bahan baku pada CV. Handayani 3369

Evaluasi sistem pembelian bahan baku pada CV. Handayani 3369

Dalam proses produksi, bahan baku menjadi salah satu kunci penting kualitas suatu produk. Bahan baku dinilai sebagai penentu kualitas hasil produksi. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, perusahaan sering melakukan transaksi pembelian bahan baku. Perusahaan harus dapat menentukan jumlah bahan baku yang akan dibeli. Pemilihan bahan baku yang tepat akan menghasilkan kualitas hasil produksi yang bagus. Sistem pembelian bahan baku harus dirancang dengan sebaik mungkin dengan prosedur yang benar disertai dengan bukti-bukti transaksi yang memadai.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku untuk Proyek

Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku untuk Proyek

Objek penelitian kali ini adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pembangunan (construction), di mana informasi mengenai kegiatan transaksi pembelian bahan bakunya masih bersifat manual. Sehingga banyak ditemukannya kekurangan-kekurangan di dalam alur informasinya, seperti kurangnya formulir standar yang di gunakan, kurangnya laporan perusahaan yang digunakan dan belum adanya integrasi antar bagian. Masalah lain yang di temukan adalah tidak adanya nomor urut tercetak pada setiap formulir, kode bahan baku dan sering hilangnya formulir yang menyebabkan kesalahan dalam pencatatan laporan akhir bulannya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Sistem Akuntansi Pembelian Bahan Baku pada CV. Aneka Ilmu Semarang.

Sistem Akuntansi Pembelian Bahan Baku pada CV. Aneka Ilmu Semarang.

Bagi sebagian besar perusahaan, transaksi pembelian merupakan hal utama dalam menjalankan kegiatan produksinya. Pembelian bahan baku yang berkualitas akan menghasilkan produk yang berkualitas. Untuk melaksanakan kegiatan pembelian bahan baku tersebut diperlukan adanya sistem akuntansi pembelian bahan baku. Mengingat prosedur-prosedur pembelian yang cukup kompleks, perusahaan perlu memiliki fungsi- fungsi yang saling bekerjasama untuk mendukung suatu pengendalian intern yang baik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Sistem Akuntansi Pembelian Bahan Baku pada CV. Aneka Ilmu Semarang.

Sistem Akuntansi Pembelian Bahan Baku pada CV. Aneka Ilmu Semarang.

Kata Kunci : Sistem, pembelian Bagi sebagian besar perusahaan, transaksi pembelian merupakan hal utama dalam menjalankan kegiatan produksinya. Pembelian bahan baku yang berkualitas akan menghasilkan produk yang berkualitas. Untuk melaksanakan kegiatan pembelian bahan baku tersebut diperlukan adanya sistem akuntansi pembelian bahan baku. Mengingat prosedur-prosedur pembelian yang cukup kompleks, perusahaan perlu memiliki fungsi-fungsi yang saling bekerjasama untuk mendukung suatu pengendalian intern yang baik. Setiap sistem pembelian mempunyai kelebihan dan kelemahan, oleh karena itu perlu diteliti kelebihan dan kelemahan sehingga sistem pembelian mendekati sempurna. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana jaringan prosedur sistem akuntansi pembelian bahan baku pada CV. Aneka Ilmu Semarang? (2) Apa saja Kelemahan dan kelebihan sistem akuntansi pembelian bahan baku pada CV.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

Tinjauan Sistem Akuntansi Pembelian Bahan Baku Pada PT. Triharta Engineering

Tinjauan Sistem Akuntansi Pembelian Bahan Baku Pada PT. Triharta Engineering

Pengertian Pembelian menurut Soemarso SR dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Suatu Pengantar” adalah sebagai berikut : “Pembelian adalah proses transaksi antar pihak yang membutuhkan atau mengelola aktiva produktif, barang dagangan, dan jasa lainnya dengan pihak supplier, dimana transaksi tersebut dapat dilakukan tunai maupun kredit dengan atau tampa syarat”. [10]

63 Baca lebih lajut

EVALUASI SISTEM PEMBELIAN BAHAN BAKU BERAS PADA PT. PARAMA ADHIRAJASA

EVALUASI SISTEM PEMBELIAN BAHAN BAKU BERAS PADA PT. PARAMA ADHIRAJASA

3. Catatan yang digunakan PT. Parama Adhirajasa pada sistem pembelian bahan baku beras sudah cukup baik dan pencatatan transaksi dilakukan berdasarkan dokumen sumber, misalnya Kartu pembelian dibuat setelah kabag pembelian menerima nota timbang yang dibuat kabag penerimaan dan dicocokkan dengan surat order gudang beserta surat order pembelian. Jurnal pembelian dibuat kadiv admin setelah mendapat faktur dan kwitansi yang telah dicocokkan dengan surat order pembelian. Pelaksanaan pencatatannya pun tidak melibatkan aliran prosedur yang rumit.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Bahan Baku Pakaian Dalam PD. Hudayana

Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Bahan Baku Pakaian Dalam PD. Hudayana

PD.Hudayana adalah salah satu perusahaan yang bergelut di bidang bisnis konveksi pakaian dalam anak-anak. Pada PD.Hudayana ini memiliki 3 cabang home industry yang bertempat di Cicaheum, Cicadas, kiaracondong (Gg.soma) Bandung dan memiliki satu kantor yang bertempat di Jl.Babakan tangsi no.19 kiaracondong yang dimana kantor tersebut di pergunakan sebagai penyimpanan barang jadi (Gudang). PD.Hudayana ini memperkerjakan kurang lebih 15 karyawan dalam satu cabangnya. Sistem pembayaran yang digunakan pada prusahaan ini adalah pembayaran secara tunai. Dalam kegiatan sehari-hari perusahaan ini juga menggunakan pengolahan data yang bersifat manual, mulai dari pemebelian bahan baku, transaksi penjualan dengan konsumen yang masih mengunakan invoice atau nota manual, pencatatan pembelian bahan, hingga laporan penjualan yang hanya dituliskan didalam buku, Terlihat pada proses transaksi pembayaran dimana pegawai kesulitan menghitung harga total barang terutama jika konsumen memesan barang lebih dari satu item dengan jumlah banyak yang tentu saja rawan terjadi kesalahan perhitungan yang disebabkan oleh kesalahan manusia. Dokumen mudah hilang dan rusak oleh faktor-faktor dari luar. Kesalahan-kesalahan tersebut akan berakibat pada pembuatan laporan yang menjadi kurang bisa dipercaya kebenarannya dan pada akhirnya dapat merugikan perusahaan. Pembuatan laporan perhari atau perbulan terjadi kesulitan karena sekertaris harus mengumpulkan dan menuliskan satu persatu dokumen penjualan dan pembelian kedalam buku.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Penjualan Pembelian dan Produksi Bahan Baku pada Momis Bakery.

Sistem Informasi Penjualan Pembelian dan Produksi Bahan Baku pada Momis Bakery.

Momis Bakery terletak di kota Bandung. Momis Bakery menjual berbagai macam roti. Keseluruhan transaksi penjualan pembelian, inventori, perhitungan laporan masih bersifat manual. Hal ini tentu akan memakan waktu yang cukup lama dan rentan akan hilangnya nota transaksi. Untuk mengatasi masalah penjualan pembelian, inventory dan penghitungan laporan maka aplikasi ini dibuat, selain untuk memanage penjualan dan pembelian yang terjadi di Momis Bakery, ini juga membantu pihak Momis Bakery, untuk menghitung laporan lebih optimal dan cepat. Aplikasi dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP dan Structured Querry Language Server Express 2008 R2 sebagai dasar untuk membuat aplikasi. Penelitian ini telah menghasilkan aplikasi yang dapat memenuhi pembelian, penjualan, inventori, dan masalah laporan keuangan dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA VOLCANO BLOCK.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA VOLCANO BLOCK.

Dalam oraganisasi harus dipisahkan tiga fungsi pokok berikut ini: fungsi operasi, fungsi penyimpanan, dan fungsi akuntansi. Tidak ada satu pun transaksi yang dilaksanakan dari awal sampai akhir hanya oleh satu orang atau fungsi saja. Hal ini dimaksudkan agar selalu terjadi pengecekan intern dalam pelaksanaan suatu transaksi, sehingga kekayaan perusahaan terjamin keamanannya dan data akuntansi terjamin ketelitian dan keandalannya.

38 Baca lebih lajut

BAB IV PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN BAHAN BAKU

BAB IV PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN BAHAN BAKU

Perancangan antarmuka adalah sebuah sketsa tampilan form yang menjadi dasar pembuatan program aplikasi. Berikut ini adalah perancangan antarmuka yang penulis buat dalam Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku:

94 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Intern Pembelian Bahan Baku Pada Pt Dan Liris Sukoharjo

Sistem Pengendalian Intern Pembelian Bahan Baku Pada Pt Dan Liris Sukoharjo

Sistem akuntansi pembelian merupakan jaringan prosedur yang dirancang untuk menangani transaksi pembelian yang terjadi berulang- ulang guna menyediakan informasi yang dibutuhkan manajemen untuk memudahkan pengelolaan perusahaan. Dalam pelaksanaan sistem akuntansi pembelian tersebut, diperlukan sistem lain yang berfungsi untuk mengendalikan keseluruhan sistem yang dibuat oleh manajemen, yang disebut dengan sistem pengendalian intern. Sistem pengendalian intern sendiri meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen (Mulyadi, 2001: 163).
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...