Kecerdasan Emosional

Top PDF Kecerdasan Emosional:

PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER ROBOTIKA TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA.

PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER ROBOTIKA TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA.

cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu: sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah. Otak emosional sama terlibatnya dalam pemikiran seperti halnya keterlibatan otak nalar. Oleh karena itu, emosi sangat penting bagi rasionalitas. Liku-liku perasaan dengan pikiran, kemampuan emosional membimbing keputusan kita dari saat kesaat, bekerja bahu membahu dengan pikiran rasional, mendayagunakan atau tidak mendayagunakan pikiran-pikiran itu sendiri. Begitu pula otak nalar memainkan peran eksekutif dalam emosi kita kecuali pada saat-saat emosi mencuat lepas kendali dan otak emosional berjalan tak terkendalikan. Kita mempunyai dua otak, dua pikiran dan dua kecerdasan yang berlainan yaitu: kecerdasan rasional dan kecerdasan emosional. Keberhasilan kita dalam kehidupan ditentukan oleh keduanya tidak hanya IQ tetapi kecerdasan emosional-lah yang memegang peranan. Sungguh, intelektual tak dapat bekerja dengan sebaik-baiknya tanpa kecerdasan emosional (Goleman, 2000: 38).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Studi deskriptif kecerdasan emosional pada wiraniaga PT. Herbalife cabang Yogyakarta - USD Repository

Studi deskriptif kecerdasan emosional pada wiraniaga PT. Herbalife cabang Yogyakarta - USD Repository

Pencetus istilah Kecerdasan Emosional adalah, Peter Salovey dan John Mayer ( Shapiro, 1998 ) mengatakan bahwa kecerdasan emosional merupakan himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau dan mengandalkan perasaan dan emosi baik pada diri sendiri maupun pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan. Salovey ( dalam Perwitasari, 1998 ) menegaskan batasan kecerdasan emosional sebagai kemampuan untuk mengerti emosi, menggunakan dan memanfaatkan emosi untuk membantu pikiran, mengenal emosi dan pengetahuan emosi serta mengarahkan emosi secara reflektif sehingga menuju pada perkembangan emosi dan intelektual.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa Sekolah Dasar - USD Repository

Hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa Sekolah Dasar - USD Repository

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif oleh Sugiyono (2010: 14) diartikan sebagai penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian korelasi. Penelitian korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara bullying verbal dan kecerdasan emosional (Sukmadinata, 2008: 56). Penelitian ini tidak berarti memiliki sebab akibat dari variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Penelitian ini mencari hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional yang diterima siswa dari teman sebaya.
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

Pengaruh Kecerdasan Emosional Kecerdasan. dpf

Pengaruh Kecerdasan Emosional Kecerdasan. dpf

Covey (1997:292) menjelaskan kecerdasan spiritual sebagai komitmen individu pada sistem nilai dalam memanfaatkan sumber yang mengilhami dan mengangkat semangat individu, serta mengikat individu pada kebenaran tanpa batas waktu mengenai semua humanitas. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual lebih mampu mengendalikan individu terhadap nilai- nilai yang berasal dari dalam maupun dari luar untuk tetap berada pada jalan yang benar dan berperilaku etis. Atau dengan kata lain kecerdasan spiritual auditor dapat mengendalikan dirinya lebih kuat dibandingkan pengaruh nilai lainnya baik itu berupa kecerdasan emosional (EQ) maupun budaya organisasi dalam menentukan perilaku etisnya. Berdasarkan uraian diatas merumuskan hipotesis kedua sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN GROUP INVESTIGATION (GI) DITINJAU DARI KATEGORI KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI KELAS VII SMP NEGERI SE-KABUPATEN SRAGEN | Mutmainah | 6652 14131

EKSPERIMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN GROUP INVESTIGATION (GI) DITINJAU DARI KATEGORI KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI KELAS VII SMP NEGERI SE-KABUPATEN SRAGEN | Mutmainah | 6652 14131

Berdasarkan Tabel 5 dan rerata marginal pada Tabel 3, dapat disimpulkan bahwa KBMTT peserta didik dengan kategori kecerdasan emosional tinggi lebih baik dari peserta didik yang dengan kategori kecerdasan emosional sedang dan rendah. Selain itu, KBMTT peserta didik dengan kategori kecerdasan emosional sedang lebih baik dari peserta didik dengan kategori kecerdasan emosional rendah. Hasil tersebut juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Abdullah et al,. (2004) dalam penelitiannya juga menunjukkan bahwa pada peserta didik dengan tingkatan emosional yang tinggi dan kemampuan dalam mengatur emosinya bertanggung jawab terhadap tugas-tugas akademik dan cenderung lebih baik dalam tes yang sedang dihadapinya. Senada dengan hal tersebut hasil penelitian yang dilakukan oleh Nwadinigwe dan Azuka (2012) menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi akademik dimana tingkatan kecerdasan emosional seseorang berpengaruh terhadap kemampuan akademiknya. Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Hanifa juga menunjukkan bahwa peserta didik dengan tingkat kecerdasan emosional tinggi menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada peserta didik dengan tingkat kecerdasan emosional sedang dan rendah serta peserta didik dengan tingkat kecerdasan emosional sedang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada peserta didik dengan tingkat kecerdasan emosional rendah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Kecedasan Intelektual dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. BRI Cabang Binjai

Pengaruh Kecedasan Intelektual dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. BRI Cabang Binjai

Kecerdasan emosional berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. BRI Cabang Binjai hal ini disebabkan tidak terjadi pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja karyawan. Hal ini memberikan arti bahwa kecerdasan emosional adalah apabila kecerdasan emosional meningkat maka kinerja karyawan akan menurun sehingga karyawan tersebut tidak mampu untuk mengontrol dirinya untuk tetap bekerja dengan baik sehingga hasil yang diperoleh dalam pekerjaan akan merugikan dirinya sendiri dan perusahaan. Sehingga untuk menghindari hal tersebut maka perusahaaan harus mampu memahami tingkat kecerdasan emosional karyawannya yang begitu riskan untuk mengalami tingkat emosional yang tinggi karena keuntungan perusahaan berdasarkan jumlah nasabah yang akan melakukan transaksi. Dalam hal ini seorang karyawan yang berprestasi tidak dilihat dari kecerdasan emosionalnya melainkan dari dari hasil kinerja yang mampu menguntungkan perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI (The Influences Emotional Intelligence at Leadership And Organization)

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI (The Influences Emotional Intelligence at Leadership And Organization)

Dengan demikian seseorang pemimpin/manajer yang hebat bukanlah seseorang yang melakukan kesia-siaan dengan mempelajari bakat baru, akan tetapi mereka yang lebih fokus menyesuaikan bakat yang dimiliki dengan tuntutan peran (sebagai pemimpin). Jadi kecocokan antara peran, bakat ,kompetensi dan kecerdasan emosional adalah faktor penting dalam menentukan performa seorang pemimpin.

Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN kOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI POKOK TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMK DI KOTA MADIUN TAHUN PELAJARAN 2013 2014 | Wahyuni | 4504 9987 1 SM

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN kOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI POKOK TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMK DI KOTA MADIUN TAHUN PELAJARAN 2013 2014 | Wahyuni | 4504 9987 1 SM

Konsep kecerdasan emosional memang masih relatif baru. Oleh karena itu, belum dikenal sebagaimana kita mengenal hebatnya kecerdasan intelektual, juga belum banyak dikembangkan oleh dunia pendidikan. Sehingga konsep-konsep dan praktek pendidikan yang berlangsung masih cenderung mengedepankan kecerdasan intelektual. Sesuai dengan pendapat Spencer (2001:1), menerapkan struktur kecerdasan emosional sebagian dari pembelajaran pada semua level dan bahkan bisa diterapkan di berbagaii bidang kurikulum.

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Asuransi Ace Jaya Proteksi Medan

Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Asuransi Ace Jaya Proteksi Medan

Kecerdasan emosional dalam Martin (2003:41) ialah “kemampuan untuk memahami diri sendiri, untuk berempati terhadap perasaan orang lain dan untuk mengatur emosi, yang secara bersama berperan dalam peningkatan taraf hidup seseorang”. Napoleon Hills dalam Agustian (2005:102) menamakan kecerdasan emosional atau EQ sebagai kekuatan berpikir alam bawah sadar yang berfungsi sebagai tali kendali atau pendorong. Ia tidak digerakkan oleh sarana logis. Sementara menurut Robbins dan Judge (2008:335) kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mendeteksi serta mengelola petunjuk-petunjuk dan informasi emosional. Orang-orang yang mengenal emosi-emosi mereka sendiri dan mampu dengan baik membaca emosi orang lain dapat menjadi lebih efektif dalam pekerjaan mereka.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

KECERDASAN EMOSIONAl dalam PAI

KECERDASAN EMOSIONAl dalam PAI

Pembelajaran pendidikan Agama Islam pada aspek kognitif tetap dilaksanakan, akan tetapi aspek sikap perlu lebih ditekankan. Selama ini ada kesan bahwa ibadah mahdlah lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan muamalah maupun akhlaq. Dengan kesan demikian kecenderungan menganggap bahwa jika sudah mengerjakan shalat, puasa, zakat dan haji, lalu memandang kurang penting implementasi nilai-nilai ibadah tersebut dalam konteks muamalah dan akhlaq. Kecenderungan ini berimplikasi pada seseorang yang taat mengerjakan shalat tetapi tidak peduli dan tidak tenggang rasa dengan orang lain (kurang memiliki sikap empati). Atau pada orang-orang yang mengatasnamakan ajaran Islam justru bertindak emosional, saling menuduh dan bertindak brutal mengesampingkan nilai-nilai akhlaq Islami yang mengajarkan kecerdasan Emosional.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Konflik Peran Ganda dan Kecerdasan Emosional Terhadap Stres Kerja Karyawan Wanita Pada PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Tinjowan Kabupaten Simalungun

Pengaruh Konflik Peran Ganda dan Kecerdasan Emosional Terhadap Stres Kerja Karyawan Wanita Pada PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Tinjowan Kabupaten Simalungun

Menurut Goleman (2016 : 43) kecerdasan emosional merupakan ciri orang yang menonjol dalam kehidupan nyata: mereka yang memiliki hubungan dekat yang hangat dan menjadi bintang ditempat kerja. Sedangkan menurut Robbins (2007 : 335) kecerdasan emosional ( emotional intelegent- EI) adalah kemampuan seseorang untuk mendeteksi serta mengelola petunjuk-petunjuk dan informasi emosional. Pendapat lain dinyatakan oleh Kreitner (2014 : 141) bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk diri sendiri dan hubungan seseorang dengan cara yang dewasa dan kontruktif.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Kecerdasan Emosional Pustakawan dalam Melayani Pemustaka - Universitas Negeri Padang Repository

Kecerdasan Emosional Pustakawan dalam Melayani Pemustaka - Universitas Negeri Padang Repository

Pada dasarnya emosi tidak bisa direncanakan untuk dihilangkan. namun emosi perlu dikelola dengan baik agar tidak menjadi masalah. Emosi di sini dapat di artikan sebagai reaksi terhadap suatu peristiwa atau kejadian yang bisa disikapi dengan positif maupun negatif oleh penerimanya. Biasanya dalam menyikapi emosi ini kita cenderung menghindari dan berusaha menghilangkan emosi negatif. Namun hal ini sangat sulit dilakukan. Oleh karena itu, kecerdasan emosional sangat penting karena akan membantu kita dalam meminimalisir emosi-emosi negatif yang mungkin saja terjadi tanpa kita duga. Kecerdasan Emosional Pustakawan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI KELAS X

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI KELAS X

Kecerdasan intelektual (IQ) menurut Goleman hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja sama. Menurut Goleman, khusus pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi, mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan, terlalu kritis, rewel, terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya, maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. Karena sifat-sifat tersebut, jika seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala, sulit bergaul, mudah frustasi, tidak mudah percaya dengan orang lain, dan kurang peka terhadap kondisi lingkungan. Kondisi sebaliknya, dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP SELF EFFICACY, SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL ”.

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP SELF EFFICACY, SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL ”.

Kompetensi emosional pertama kali dibahas oleh David McClalland (1973) dalam Goleman (2001), yang mengemukakan kata “kompetensi” dan merekomendasikan agar melakukan penelitian terkait kompetensi seiring dengan adanya pengaruh dari kompetensi ini pada penambahan nilai ekonomi perusahaan. Goleman (2001) mendefinisikan kompetensi emosional sebagai sebuah kemampuan pembelajaran yang berdasarkan pada kecerdasan emosional yang tujuan akhirnya adalah adanya peningkatan kinerja di tempat kerja. Kompetensi emosional menjadi dasar dibentuknya framework kecerdasan emosional. Framework kecerdasan emosional ini menjelaskan tentang potensi seseorang untuk menguasai komponen – komponen kecerdasan emosional yang terdiri dari:
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016. - Institutional Repository of IAIN Tulungagung BAB I   Copy

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP ISLAM SUNAN GUNUNG JATI NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016. - Institutional Repository of IAIN Tulungagung BAB I Copy

Tidak mudah untuk membentuk pribadi dengan kecerdasan emosional yang ideal, perlu kesabaran dan ketelitian. Usaha membentuk kecerdasan emosional ini bukanlah suatu yang harus membani orang tua dalam medidik anaknya, dan tidak ada orang tua yang sempurna. Satu hal penting yang perlu diingat adalah bahwa satu perubahan saja dapat memberikan efek yang luar biasa pada kehidupan anak kita. Dengan kata lain, menekan pada salah satu aspek (dalam kecerdasan emosional) akan mendatangkan efek bola salju.

15 Baca lebih lajut

Relevansi pendidikan Lawrence E. Shapiro dan pendidikan islam tentang mendidik kecerdasan emosional anak. - Electronic theses of IAIN Ponorogo

Relevansi pendidikan Lawrence E. Shapiro dan pendidikan islam tentang mendidik kecerdasan emosional anak. - Electronic theses of IAIN Ponorogo

didominasi kecerdasan intelektual saja, melainkan dalam pendidikan Islam juga perlu memberikan kemampuan mengenal dan mengelola emosi sendiri di samping mengenal emosi orang lain. Pada gilirannya, berdasarkan kepekaan serta pemahaman terhadap emosi tersebut, individu mampu membawa diri secara efektif dalam interaksi dengan orang lain. 86 Menurut Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, kecerdasan emosional dalam Islam adalah suatu kemampuan yang bersentral pada kalbu, yang mana dengan kemampuan tersebut akan dapat mengetahui, memahami, mengenali, dan merasakan keinginan atau kehendak lingkungannya dan dapat mengambil hikmah darinya, sehingga akan memeroleh kemudahan untuk berinteraksi, beradaptasi dengan bersosialisasi dengan baik, bermanfaat, membahagiakan, menyenangkan dan menyelamatkan. 87 Indikator hadirnya kecerdasan emosional antara lain: menabur kasih sayang di bumi, mengerti perasaan dan keadaan orang lain, menghargai dan menghormati diri sendiri dan orang lain serta memiliki sifat muraqabah (waspada dan mawas diri). 88
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Dampak Muatan Etika dalam Pengajaran Akuntansi Keuangan dan Audit terhadap Persepsi Etika Mahasiswa yang Dimoderasi oleh Kecerdasan Kognisi dan Kecerdasan Emosional: Studi Eksperimen Semu.

Dampak Muatan Etika dalam Pengajaran Akuntansi Keuangan dan Audit terhadap Persepsi Etika Mahasiswa yang Dimoderasi oleh Kecerdasan Kognisi dan Kecerdasan Emosional: Studi Eksperimen Semu.

4). Interaksi muatan etika, kecerdasan kognisi dan kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap persepsi etika. Hal ini bermakna bahwa semakin tinggi kecerdasan kognisi dan kecerdasan emosional mahasiswa maka semakin besar pengaruh pemberian muatan terhadap persepsi etika. Persepsi etika pada mahasiswa dengan kecerdasan kognisi dan kecerdasan emosional tinggi lebih baik karena mahasiswa kecerdasan kognisi dan kecerdasan emosional tinggi mempunyai pemahaman yang lebih baik tentang standard an teknik akuntansi dan dalam menentukan mana perilaku yang benar dan salah, sehingga lebih mampu mengidentifikasi perilaku etis dan tidak etis dan mengambil keputusan secara etis. 4).Pemberian muatan etika yang diintegrasikan dalam kurikulum dapat meningkatkan sensitifitas mahasiswa terhadap isu-isu etika. Dampak pemberian muatan etika akan semakin efektif jika mahasiswa juga dibekali dengan penguasaan standar dan teknik akuntansi, dan juga penguasaan emosi secara baik dalam berperilaku etis sehingga menghasilkan keputusan etis yang baik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Kecerdasan Emosional kecerdasan (1)

Pengaruh Kecerdasan Emosional kecerdasan (1)

Kinerja seorang auditor adalah merupakan hasil evaluasi terhadap pekerjaan auditor dalam pemeriksaan yang diukur berdasarkan standar audit yang berlaku. Didalam proses kinerjanya seorang auditor dihadapkan banyak tantangan untuk mewujudkan proses audit dan hasil audit yang transparan dan akuntabilitas. Banyak hal yang mempengaruhi seorang auditor dapat bertindak sesuai apa yang menjadi tanggung jawabnya dan kewajibanya. Dimulai dari kecerdasan emosional seorang auditor yang mempengaruhi kepekaan. Disamping itu kecerdasan secara intelektual juga mempengaruhi proses auditor didalam melakukan pemeriksaan, karena kecerdasan intelektual berkaitan dengan bagaimana sistem kerja dari seorang auditor dalam memecahkan masalah, dan yang terakhir etika profesi juga berkaitan sejauh mana moral seorang auditor dalam berkomitmen untuk menciptakan proses audit yang jujur, transparan, akuntabilitas dan dapat dipertanggung jawabpan
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Kecerdasan Emosional Dan Stres Kerja.

Kecerdasan Emosional Dan Stres Kerja.

ABSTRAK. Perawat yang bekerja di Instalasi Rawat Darurat (IRD) sangat rentan terhadap stres kerja. Stres kerja tersebut sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kepada pasien sehingga perawat membutuhkan kecerdasan emosional untuk mengatur suasana hati, mengendalikan stres, bertahan menghadapi frustasi, dan mengendalikan dorongan hati. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik korelasi dengan pendekatan kuantitatif dan metode cross sectional, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan tingkat stres kerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 25 responden dengan kriteria: tidak dalam masa cuti atau tugas belajar, bersedia menjadi responden, dan bukan kepala ruang. Penelitian dilakukan mulai tanggal 29 Juli 2006 sampai 9 Agustus 2006. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang negatif dan bermakna antara tingkat kecerdasan emosional dengan tingkat stres kerja perawat di IRD RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Rata-rata tingkat kecerdasan emosional dan tingkat stres kerja masing-masing dalam kategori sedang yaitu 80% dan 76%. Uji hipotesis menggunakan korelasi Product Moment dengan α = 0,05 didapatkan r=-0,465 dan p=0,019.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 7627 documents...