Kinerja Jaringan Jalan

Top PDF Kinerja Jaringan Jalan:

evaluasi kinerja jaringan jalan di kabupaten labuhanbatu selatan

evaluasi kinerja jaringan jalan di kabupaten labuhanbatu selatan

Berdasarkan pertimbangan di atas maka diperlukan studi penelitian Evaluasi Kinerja jaringan jalan untuk dapat mengetahui dengan nyata bagaimana kondisi sistem transportasi di suatu kabupaten yang semestinya, dalam rangka peningkatan pelayanan transportasi dan dapat mengembangkan potensi lokalnya. Kinerja jaringan jalan pada dasarnya harus memenuhi Standar pelayanan Minimum (SPM) jalan sebagai indikator.

15 Baca lebih lajut

STUDI EVALUASI KINERJA JARINGAN JALAN DI KAWASAN SAWOJAJAR KOTA MALANG SETELAH DIOPERASIKANNYA JEMBATAN SULFAT

STUDI EVALUASI KINERJA JARINGAN JALAN DI KAWASAN SAWOJAJAR KOTA MALANG SETELAH DIOPERASIKANNYA JEMBATAN SULFAT

Kinerja jaringan Jalan Ranugrati – Jalan Terusan Sulfat – Jalan Tumenggung Suryo – Jalan Ciliwung merupakan jaringan jalan yang mengakses sebagian besar masyarakat yang berasal dari kawasan pemukiman Sawojajar dan sekitarnya ke kawasan pusat-pusat kegiatan masyarakat di Kota Malang. Dalam hal ini akan membawa pengaruh dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Malang, mengingat masyarakat yang datang tidak hanyalah warga Kota Malang saja melainkan juga warga Sehingga arus lalu lintas yang terjadi pada kawasan tersebut semakin padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja ruas jalan dan kinerja simpang yang berada di kawasan Sawojajar Kota Malang.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Jaringan Jalan Sebelum dan Sesudah Pembangunan Jalan Margonda-Cinere, Depok.

Analisis Kinerja Jaringan Jalan Sebelum dan Sesudah Pembangunan Jalan Margonda-Cinere, Depok.

Kota Depok merupakan wilayah penyangga bagi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Untuk melayani kegiatan komuter di koridor Utara-Selatan dan sebaliknya antara Jakarta-Depok, terdapat tiga ruas jalan yang menjadi alternatif yaitu Jalan Cinere, Jalan Margonda Raya dan Jalan Raya Bogor. Sedangkan untuk koridor Barat-Timur dan sebaliknya baru dilayani oleh Jalan Raya Sawangan. Untuk meringankan jaringan jalan khususnya koridor Barat-Timur diperlukan pembangunan Jalan Margonda-Cinere. Dengan dibangunnya Jalan Margonda – Cinere diharapkan beban volume lalu lintas pada jalan-jalan di kota Depok dapat tersebar lebih merata. Untuk meyakini kebenaran hal ini, maka perlu dilakukan survei analisis lalu lintas dan kinerja jaringan jalan.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

evaluasi kinerja jaringan jalan di kabupaten labuhanbatu selatan

evaluasi kinerja jaringan jalan di kabupaten labuhanbatu selatan

Berdasarkan pertimbangan di atas maka diperlukan studi penelitian Evaluasi Kinerja jaringan jalan untuk dapat mengetahui dengan nyata bagaimana kondisi sistem transportasi di suatu kabupaten yang semestinya, dalam rangka peningkatan pelayanan transportasi dan dapat mengembangkan potensi lokalnya. Kinerja jaringan jalan pada dasarnya harus memenuhi Standar pelayanan Minimum (SPM) jalan sebagai indikator.

1 Baca lebih lajut

PENGARUH JALAN TOL SOLO-KERTOSONO DAN SOLO-SEMARANG TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN KOTA SURAKARTA.

PENGARUH JALAN TOL SOLO-KERTOSONO DAN SOLO-SEMARANG TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN KOTA SURAKARTA.

Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta. Survai dilakukan pada 13 zona internal dan 4 zona eksternal. NVK diperoleh dengan membandingkan volume lalu lintas dengan kapasitas jalan. Volume lalu lintas didapat dari pembebanan MAT (Matriks Asal Tujuan) ke jaringan jalan menggunakan program EMME/3 dengan metode User Equilibrium. Kapasitas dan basis data jaringan jalan lainnya sebelumnya dihitung berdasarkan MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia). NVK < 0,8 berada pada kondisi stabil , 0,8 ≤ NVK < 1 adalah kondisi tidak stabil, dan NVK ≥ 1 adalah kondisi kritis. Perbandingan NVK tahun 2020 sebelum dan sesudah jalan tol beroperasi dilakukan untuk mengetahui pengaruh adanya jalan tol terhadap kinerja jaringan jalan Kota Surakarta.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh jalan tol solo-kertosono dan solo-semarang terhadap kinerja jaringan jalan kota Surakarta COVER

Pengaruh jalan tol solo-kertosono dan solo-semarang terhadap kinerja jaringan jalan kota Surakarta COVER

Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta. Survai dilakukan pada 13 zona internal dan 4 zona eksternal. NVK diperoleh dengan membandingkan volume lalu lintas dengan kapasitas jalan. Volume lalu lintas didapat dari pembebanan MAT (Matriks Asal Tujuan) ke jaringan jalan menggunakan program EMME/3 dengan metode User Equilibrium . Kapasitas dan basis data jaringan jalan lainnya sebelumnya dihitung berdasarkan MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia). NVK < 0,8 berada pada kondisi stabil , 0,8 ≤ NVK < 1 adalah kondisi tidak stabil, dan NVK ≥ 1 adalah kondisi kritis. Perbandingan NVK tahun 2020 sebelum dan sesudah jalan tol beroperasi dilakukan untuk mengetahui pengaruh adanya jalan tol terhadap kinerja jaringan jalan Kota Surakarta.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH PERGERAKAN CANDRA SUPERSTORE TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN DISEKITARNYA

PENGARUH PERGERAKAN CANDRA SUPERSTORE TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN DISEKITARNYA

Kapasitas didefinisikan sebagai arus maksimum mwlalui suatu titik di jalan yang dapat dipertahankan per satuan jam pada kondisi tertentu. Untuk jalan dua lajur dua arah, kapasitas ditentikan untuk arus dua arah (kombinasi dua arah). Tetapi untuk jalan dengan banyak lajur, arus dipisahkan per arah dan kapasitas ditentukan per lajur. Nilai kapasitas diamati melalui pengumpulan data lapangan selama memungkinkan. Karena lokasi yang mempunyai arus mendekati kapasitas segmen jalan sedikit ( sebagaimana terlihat dari kapasitas simpang sepanjang jalan), kapasitas juga diperkirakan dari anailisa kondisi iringan lalu lintas, dan secara teorotis dengan mengasumsikan hubungan matematik antara kerapatan, kecepatan, dan arus.
Baca lebih lanjut

200 Baca lebih lajut

evaluasi kinerja jaringan jalan di kabupaten labuhanbatu selatan

evaluasi kinerja jaringan jalan di kabupaten labuhanbatu selatan

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terpadat di dunia. Hal ini memicu kebutuhan sarana dan prasarana untuk akses aktivitas menjadi bertambah. Sarana dan prasarana yang ada juga perlu ditingkatkan layanannya agar mampu mendukung proses aktivitas yang dilakukan. Dimana tingkat pelayanan jalan harus mampu melayani kebutuhan ruang gerak penduduk dengan optimal. Untuk mengoptimalkan pelayanan jalan perlu dilaksanakan pengkajian terhadap kinerja jaringan jalan sehingga jaringan jalan yang ada mampu melayani kebutuhan masyarakat.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Evaluasi Kinerja Jaringan Jalan Kota Surakarta Terhadap Kebijakan Sistem Satu Arah.

Evaluasi Kinerja Jaringan Jalan Kota Surakarta Terhadap Kebijakan Sistem Satu Arah.

Pertumbuhan ekonomi Kota Surakarta menjadikan aktifitas pergerakan di pusat- pusat kota maupun daerah sekitar meningkat, sehingga menimbulkan peningkatan volume kendaraan di dalam kota dan mengakibatkan permasalahan transportasi kota. Oleh karena itu, suatu kebijakan diterapkan sebagai upaya mengatasi permasalahan transportasi. Penelitian ini akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah dengan membandingkan nisbah volume kapasitas (NVK) pada kondisi jaringan jalan sebelum dan sesudah diberlakukan sistem satu arah pada tahun 2016.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA JARINGAN JALAN DI PROVINSI LAMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN PEMODELAN TRANSPORTASI

ANALISIS KINERJA JARINGAN JALAN DI PROVINSI LAMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN PEMODELAN TRANSPORTASI

Interaksi antara sistem kegiatan dan sistem jaringan menghasilkan pergerakan manusia dan/atau barang dalam bentuk pergerakan kendaraan dan/atau orang. Suatu sistem pergerakan yang aman, cepat, nyaman, murah, handal dan sesuai dengan lingkungannya dapat tercipta jika pergerakan tersebut diatur oleh sistem rekayasa dan manajemen lalulintas yang baik. Permasalahan kemacetan yang selalu terjadi di perkotaaan timbul karena kebutuhan akan transportasi lebih besar dari prasarana transportasi yang tersedia ataupun prasarana transportasi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya seperti contohnya parkir di badan jalan yang akan mengurangi kapasitas jalan atau digunakannya badan jalan untuk tempat berjualan sehingga terjadi juga pengurangan kapasitas jalan dan bertambahnya hambatan samping.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

evaluasi kinerja jaringan jalan di kabupaten labuhanbatu selatan

evaluasi kinerja jaringan jalan di kabupaten labuhanbatu selatan

Hasil analisis menunjukkan nilai IPJ Kabupaten Labuhan Batu pada tahun 2009 adalah 3,173 dimana masih dibawah skor rata – rata nasional yaitu 5,68. Indeks aksesibilitas kabupaten labuhan batu sebesar 0,2 sudah memenuhi persyaratan SPM yaitu > 0,05, sedangkan indeks mobilitas Kabupaten Labuhan Batu lebih rendah dari SPM sebesar 0,5 dan masih dibawah persyaratan SPM yaitu > 2,0 Kaitannya dengan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara menghitung SPM jaringan jalan dan sebagai perbandingan terhadap hasil penelitian.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

evaluasi kinerja jaringan jalan di kabupaten labuhanbatu selatan Chapter III V

evaluasi kinerja jaringan jalan di kabupaten labuhanbatu selatan Chapter III V

Mobilitas adalah ukuran kualitas pelayanan jalan diukur oleh kemudahan per individu masyarakat melakukan perjalanan melalui jalan untuk mencapai tujuannya .Jalan yang digunakan oleh sejumlah orang, akan dirasakan berbeda atau berkurang kemudahannya jika digunakan oleh jumlah orang yang lebih banyak. Ukuran mobilitas adalah panjang jalan dibagi oleh jumlah orang yang dilayaninya.Dalam konteks jaringan jalan, mobilitas jaringan jalan dievaluasi dari keterhubungan antar PK (Pusat Kegiatan) dalam wilayah yang dilayani oleh jaringan jalan sesuai statusnya dan banyaknya jumlah penduduk yang harus dilayani oleh jaringan jalan tersebut. Nilai mobilitas adalah rasio antara jumlah total panjang jalan yang menghubungkan semua pusat kegiatan terhadap jumlah total penduduk yang ada di dalam wilayah yang harus dilayani jaringan jalan sesuai dengan statusnya, dinyatakan dengan satuan Km/(10 000 jiwa). Dimana dirumuskan, sebagi berikut:
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Analisis Bangkitan Lalulintas Sebagai Dampak Pembangunan Hotel (Studi Kasus: Hotel Asoka, Yogyakarta)

Analisis Bangkitan Lalulintas Sebagai Dampak Pembangunan Hotel (Studi Kasus: Hotel Asoka, Yogyakarta)

Tingginya animo masyarakat Indonesia datang untuk berwisata ke Yogyakarta, mendorong para investor untuk berinvestasi di bidang pariwisata terutama di bidang hotel dan penginapan. Pada akhirnya, pembangunan hotel dan penginapan di Kota Yogyakarta dirasa kurang bisa dikendalikan sehingga banyak memiliki dampak, terutama dampak lalulintas. Salah satu hotel baru yang akan dibangun di Kota Yogyakarta adalah hotel Asoka yang terletak di Jl. PAnembahan Senopati No.2, Kalurahan Ngupasa, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan ingin menghitung seberapa besar dampak lalulintas dalam hal ini adalah bangkitan lalulintas yang diakibatkan oleh hotel Asoka, baik saat kegiatan konstruksi maupun saat kegiatan operasional hotel. Metode yang digunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 untun menentukan analisis kinerja jaringan jalan, yaitu ruas Jalan Panembahan Senopati dan Simpang Gondomanan. Dari hasil analisis yang dilakukan, kinerja pada ruas Jalan Panembahan Senopati masih pada LOS B (DS<0,7), simpang tak bersinyal Sayidan pada LOS C (rata-rata tundaan 11-20 detik/kend) dan simpang bersinyal Gondokusuman pada LOS F (tundaan (detik/kend) > 60). Dari deskripsi rencana kegiatan, analisis prediksi pada tahap konstruksi akan membangkitakan 5 kendaraat berat (HV)/jam yaitu saat kegiatan mobilisasi alat dan bahan. Sedangkan analisis prediksi saat kegiatan operasional akan membangkitkan 10 mobil dan 10 motor (kend/jam). Nilainya masih sama yaitu kinerja pada ruas Jalan Panembahan Senopati masih pada LOS B dan simpang bersinyal Gondokusuman pada LOS F. Dari hasil analisis yang dilakukan, diberikan rekomendasi-rekomendasi untuk meminimalisir dampak lalulintas. Sehingga diharapkan dapat membantu untuk mengurangi dampak yang akan ditimbulkan baik saat kegiatan konstruksi maupun operasional hotel.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KINERJA KORIDOR JARINGAN JALAN KALIURANG DAN JALAN PARANGTRITIS, PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

KINERJA KORIDOR JARINGAN JALAN KALIURANG DAN JALAN PARANGTRITIS, PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Menurut Tamin (2000:7), jalan atau jalan raya merupakan salah satu sistem prasarana transportasi selain jalan rel, bandar udara, dan pelabuhan laut. Pada dasarnya sistem prasarana transportasi mempunyai dua peran utama, yakni (1) sebagai alat bantu untuk mengarahkan pembangunan di daerah perkotaan, (2) sebagai sarana bagi pergerakan manusia dan/ atau barang yang timbul akibat adanya kegiatan di daerah perkotaan tersebut. Dengan adanya pembangunan jalan dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang menyebabkan mobilitas seseorang meningkat sehingga kebutuhan pergerakan pun meningkat. Hal ini dapat menyebabkan sistem prasarana transportasi tersebut menjadi rentan terhadap permasalahan-permasalahan lalu lintas. Permasalahan yang berkaitan dengan kinerja jaringan jalan pada umumnya terjadi ketika sarana transportasi, baik dari segi jalan, kendaraan, dan sarana pendukung lainnya belum mampu mengimbangi perkembangan yang ada di masyarakat. Pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang besar menyebabkan meningkatnya aktivitas pemenuhan kebutuhan yang tentunya meningkatkan pula kebutuhan akan alat transportasi, baik itu yang pribadi maupun yang umum.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

OPTIMALISASI KINERJA SIMPANG EMPAT PASAR KLEWER SAMPAI SIMPANG EMPAT MATAHARI SINGOSAREN.

OPTIMALISASI KINERJA SIMPANG EMPAT PASAR KLEWER SAMPAI SIMPANG EMPAT MATAHARI SINGOSAREN.

Masalah umum yang dihadapi oleh kota–kota besar adalah kemacetan lalulintas Masalah ini timbul akibat pertumbuhan sarana transportasi yang jauh lebih cepat melebihi pertumbuhan prasarana jalan. Agar kegiatan transportasi khususnya transportasi darat dapat berjalan dengan lancar, maka perlu pembangunan prasarana jalan dan pengaturan-pengaturan yang efektif seperti lampu lalulintas (traffic light).

4 Baca lebih lajut

Daftar Jaringan Jalan

Daftar Jaringan Jalan

9 057 12K 5,54 - 6,34 Jalan SP. Teuku Umar - Batu Belig 0,800 --> 10 059 11K 2,06 - 5,35 Jalan Raya Puputan Nitimandala 3,340 11 059 12K 2,45 - 3,92 Jalan Cok Agung Tresna Nitimandala 2,150 12 059 13K 4,21 - 4,56 Jalan Basuki Rahmat Nitimandala 0,350 13 059 14K 4,64 - 4,92 Jalan DR. Muardi Nitimandala 0,280 14 059 15K 3,54 - 4,17 Jalan Tantular Nitimandala 0,630 15 059 16K 3,66 - 4,29 Jalan Kusumaatmaja Nitimandala 0,630 16 059 17K 3,87 - 4,51 Jalan Ir. Juanda Nitimandala 0,640 17 059 18K 4,22 - 4,86 Jalan D.I. Panjaitan Nitimandala 0,640 18 059 19K 6,61 - 6,41 Jalan Prof. Moch Yamin Nitimandala 0,800 19 059 1AK 3,83 - 4,02 Jalan Cut Nya Dien Nitimandala 0,200 20 059 1BK 4,00 - 3,21 Jalan S. Parman Nitimandala 0,210
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II DINAS PERHUBUNGAN KOTA MEDAN A. Sejarah Ringkas - Sistem Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada Dinas Perhubungan Kota Medan

BAB II DINAS PERHUBUNGAN KOTA MEDAN A. Sejarah Ringkas - Sistem Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada Dinas Perhubungan Kota Medan

Sebagai gambaran umum Dinas Perhubungan Kota Medan sebelum tahun 2002 semula bernama Cabang Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (LLAJR) yang berada di bawah induk Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (LLAJR) Tingkat I Provinsi Sumatera Utara yang kemudian diubah namanya menjadi Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (LLAJR) sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.32 Tahun 2002 tentang penyerahan sebagian wewenang pemerintah pusat tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan kepada daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sampai sekarang dikenal dengan nama Dinas Perhubungan Kota Medan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengembangan Sistem Rekomendasi Rute Paling Optimum Dengan Algoritme Voronoi Continuous K Nearest Neighbor (VCKNN), Progressive Incremental Network Expansion (PINE), Voronoi-Based Network Nearest Neighbor (VN3), Berbasis Webgis

Pengembangan Sistem Rekomendasi Rute Paling Optimum Dengan Algoritme Voronoi Continuous K Nearest Neighbor (VCKNN), Progressive Incremental Network Expansion (PINE), Voronoi-Based Network Nearest Neighbor (VN3), Berbasis Webgis

Algoritme yang digunakan dalam penelitian ini adalah VCKNN, PINE , VN3 karena dalam algoritme tersebut menggunakan voronoi poligon dimana poligon tersebut berfungsi untuk membuat perhitungan jaringan jalan menjadi lebih efisien, meskipun data jaringan jalan yang digunakan sangat besar, hal ini dikarenakan perhitungan jalur hanya dilakukan pada setiap segmen jalan di voronoi tertentu berdasarkan tetangga dari voronoi tersebut (Safar, 2005).

Baca lebih lajut

PEMANFAATAN CITRA RESOLUSI TINGGI UNTUK KAJIAN KINERJA JALAN PADA POLA JARINGAN JALAN GRID KOTA SURAKARTA

PEMANFAATAN CITRA RESOLUSI TINGGI UNTUK KAJIAN KINERJA JALAN PADA POLA JARINGAN JALAN GRID KOTA SURAKARTA

Analisis kapasitas jalan memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa besar kapasitas jalan masing – masing ruas jalan Kota Surakarta. Dengan mengetahui kapasitas jalan maka dapat diperkirakan jumlah arus kendaraan maksimal yang dapat ditampung pada ruas jalan selama kondisi tertentu. Perhitungan kapasitas jalan dipengaruhi oleh kapasitas dasar jalan, pembagian arah, hambatan samping dan ukuran kota berdasarkan jumlah penduduk. Analisis Tingkat Pelayanan Jalan

Baca lebih lajut

PENENTUAN LOKASI OPTIMUM JALUR PIPA PDAM BARU DENGAN METODE LEAST COST PATH SERTA ANALISIS DEBIT DAN TEKANAN AIRNYA DI KECAMATAN GAMPING DAN SEKITARNYA

PENENTUAN LOKASI OPTIMUM JALUR PIPA PDAM BARU DENGAN METODE LEAST COST PATH SERTA ANALISIS DEBIT DAN TEKANAN AIRNYA DI KECAMATAN GAMPING DAN SEKITARNYA

Hasil analisis cost path menjadi dasar pemetaan jalur rekomendasi pipa PDAM baru yang bertujuan untuk melayani 3 unit pelayanan yaitu Unit Gamping, Unit Sidomoyo dan Unit Godean Moyudan. Berdasarkan 4 jalur yang dihasilkan masih terdapat 1,7 % jalur yang perlu di sesuaikan dengan parameter yang ada yaitu untuk mengikuti jaringan jalan agar jalur yang ada dapat menjadi jalur yang baik untuk di rekomendasikan atau melewati lahan yang dapat di lalui misalnya kebun di antara pemukiman. Setelah dilakukan konversi data dari raster ke bentuk vektor dan disesuaikan jalurnya dengan jaringan jalan maka di dapatkan total panjang jalur yaitu 17.764,15 meter atau 17,76415 kilometer dan untuk panjang masing-masing jalurnya dapat di lihat pada Tabel 1.6.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...