KOMUNIKASI ORANG TUA

Top PDF KOMUNIKASI ORANG TUA:

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK RE

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK RE

Komunikasi antara orangtua dengan anak harus dibangun secara harmonis untuk menanamkan pendidikan yang baik pada anak. Buruknya kualitas komunikasi orangtua dengan anak berdampak buruk bagi keutuhan dan keharmonisan keluarga. Seperti contoh, kurangnya pola komunikasi orang tua terhadap anak tentang berinternet sehat di Surabaya sehingga mengakibatkan menjadi penyalahgunaan internet oleh anak yang merupakan akibat dari buruknya komunikasi interpersonal yang terjalin dalam keluarga. Perkembangan emosi anak dipengaruhi oleh perubahan pola interaksi dan pola komunikasi dalam keluarga.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Perancangan Kampanye Sosial Komunikasi Orang Tua Dan Anak

Perancangan Kampanye Sosial Komunikasi Orang Tua Dan Anak

Strategi perancangan yang akan dilakukan dan diuraikan dari permasalahan mengenai komunikasi orang tua dan anak, yaitu membuat media kampanye yang akan dilakukan selama satu tahun dengan tahap pertama pada empat bulan pertama yaitu bertujuan untuk mengingatkan dan mengajak orang tua untuk mulai memperhatikan anaknya dalam kegiatan sehari-hari dengan melakukan aktivitas keluarga dirumah yang menyenangkan. Orang tua diharapkan bisa berkomunikasi yang baik dengan anak agar tidak melupakan tata nilai yang ada di Indonesia karena terpengaruh budaya luar melalui pemberian fasilitas seperti internet atau smartphone.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP P

PENGARUH KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP P

Dalam bidang pendidikan,orang tua mempunyai fungsi sebagai sumber pendidikan utama, karena segala pengetahuan dan kecerdasan intelektual manusia diperoleh pertama- tama dari orang tua dan anggota keluarga sendiri Di sekolah, waktu belajar siswa sangat terbatas. Strategi dan pendekatan belajar juga sangat ditentukan oleh keadaan siswa dalam satu kelas, sehingga pendekatan yang sesuai kebutuhan individual siswa tidak dapat diperhatikan sepenuhnya oleh guru. Kebutuhan dan karakter siswa lebih banyak dikenal oleh orang tua di rumah. Dengan demikian, tingkat intensitas komunikasi orang tua terhadap kegiatan belajar anak di rumah akan memberi pengaruh positif terhadap tingkat prestasi belajar siswa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hubungan Komunikasi Orang Tua dengan Ana

Hubungan Komunikasi Orang Tua dengan Ana

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan utama bagi seseorang karena disanalah seseorang mulai mengenal segala sesuatunya hingga mereka menjadi tau dan mengerti. Dimana semua ini tidak akan terlepas dari tanggung jawab keluarga terutama orang tua yang memegang peran penting bagi kehidupan anaknya, oleh karena itu orang tua bertanggung jawab atas proses pembentukan perilaku anak, sehingga diharapkann selalu memberikan arahan, memantau, mengawasi dan membimbing perkembangan anak melalui interaksi antara orang tua dengan anak dalam lingkungan keluarga. Namun, dalam kehidupan saat ini peranan orang tua sebagai pendidik anak semakin memperhatinkan. Banyak sekali orang tua yang menjadikan kesibukan bekerja sebagai alasan desakan kebutuhan ekonomi, profesional serta hobi. Padahal, tanpa kita sadari hal tersebut membuat kedekatan orang tua dan anaknya semakin berkurang. Kondisi tersebut yang apabila tanpa kita sadari lama-kelamaan akan menjadi penghalang terhadap hubungan orang tua dengan anak. Dalam hal ini, anak akan tumbuh berkembang semakin dewasa dan perlu diingat pada saat anak tumbuh semakin dewasa komunikasi adalah masalah kebiasaan. Jika anak sudah dibiasakan berkomunikasi sejak masih dalam kandungan maka komunikasi tersebut berpeluang besar tidak akan mengalami kerenggangan. Sementara, seseorang yang disebut anak tidak akan terus menerus menjadi anak-anak melainkan bertumbuh kembang menjadi dewasa. Perubahan anak akan membawa pula perubahan cara berkomunikasi kepada orang tua.. Perubahan anak menjadi dewasa juga sering kali membuat orang tua merasa perilaku anaknya seperti tidak logis dan tidak sesuai dengan akal sehat, maka untuk memahami anak, membina kehidupan jasmaniah, kecerdasaan, perkembangan sosial dan emosionalnya, orang tua dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang erilaku ankanya, karena dari situlah dasar perilaku anka tersebut. Banyak orang tua yang tidak ada masalah dengan perubahan tersebut, namun banyak juga yang mengalami konflik disebabkan karena perubahan cara berkomunikasi Dan pada waktu orang tua menyadari kekurangan ini, keadaan sudah menjadi terlanjur untuk diselamatkan. Fakta pun menunjukan bahwa karena perubahan anak menjadi dewasa sering kali menyebabkan komunikasi orang tua dan anak menjadi sedikit terhambat pula. Agar komunikasi senantiasa bebas dan terbuka, maka pandangan orang tu terhadap anak harus pula bertambah sesuai perkembangan anak.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Komunikasi orang tua dengan guru dalam membangun kemadirian siswa di TK Bait Qur'an at-tafkir Ciputat-Tangerang

Komunikasi orang tua dengan guru dalam membangun kemadirian siswa di TK Bait Qur'an at-tafkir Ciputat-Tangerang

Peneliti melihat adanya komunikasi antara orang tua siswa dengan pihak sekolah Bait Qur'any yang menggunakan model komunikasi Sailer, proses komunikasinya dilakukan secara primer dan sekunder serta bentuk komunikasinya adalah menggunakan komunikasi antar pribadi dan kelompok. Kemandirian siswa dan siswi TK B Bait Qur'any At-Tafkir BSH mencapai 74,7%, BSB mencapai 13% MM mencapai 8, 4% dan BM mencapai 0,3%, tingkat kemandirian tersebut pengruh dari komunikasi orang tua dengan guru yang dibangun di TK Bait Qur'any untuk menyamakan visi,misi dan tujuan pendidikan siswa/siswinya, dari program-program komunikasinya seperti CAS, buku penghubung, komunitas sekolah ibu, komunitas bait qur'any, pembagian rencana pembelajaran setiap bulan, dan konsultasi, TK Bait Qur'any berusaha untuk menjalin hubungan dengan para orang tua, dan sling bekerjasama dalam merealisasikan visi, misi dan tujuan pendidikan sehingga selalu berada dalam rel yang sama dalam mendidik anak.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI ORANG TUA DEN

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI ORANG TUA DEN

Komunikasi keluarga penting dalam membentuk suatu keluarga yang harmonis,dimana untuk mencapai keluarga yang harmonis semua anggota keluarga harus didorong untuk diambil bagian dalam percakapan mengemukan pendapat,gagasan serta menceritakan pengalamam-pengalaman komunikasi komunikasi orang tua anak adalah suatu proses hubungan antara oraang tua,yaitu ibu dan ayah anak. Yang merupakan jalinan yang mampu memberi rasa aman bagi anak melalui suatu hubungan yang memungkinkan kedua nya untuk saling berkomunikasi sehinga ada nya keterbukaan. Percaya diri dalam menghadapi masalah. Komunikasi antara orang tua.anak dalam keluarga merupakan interaksi yang terjadi antara angota keluarga dan merupkan dasar dari pekembangan anak (dalam Prasetyo .dkk.2000)
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Implementasi Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Bidang Pendidikan

Implementasi Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Bidang Pendidikan

Anak, keluarga, dan masa depan bangsa merupakan tiga hal yang saling berkaitan. Di antara tiga hal itu, keluarga mempunyai kedudukan kunci dan sentral. Perkembangan dimulai dan dimungkinkan dalam keluarga. Oleh karenanya, pengaruh keluarga amat besar pada proses perkembangan, pengembangan potensi, dan pembentukan pribadi anak. Komunikasi orang tua dengan anak, pergaulan antara orang tua dan anak, sikap pergaulan orang tua terhadap anaknya, serta rasa dan penerimaan tanggung jawab orang tua terhadap anaknya akan membawa dampak pada kehidupan anak di masa kini, dan juga di hari tua. Demikian pula dengan anak ketika memasuki sekolah. Peranan dan partisipasi orang tua masih tetap dibutuhkan lewat bimbingan belajar kepada anak, pengawasan di luar jam sekolah, ataupun dalam bentuk kerjasama dengan sekolah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kulaitas Komunikasi Orang Tua-Anak dengan Kepercayanaan Diri PAda Siswa Sekolah Modelling.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kulaitas Komunikasi Orang Tua-Anak dengan Kepercayanaan Diri PAda Siswa Sekolah Modelling.

Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahannya yaitu apakah ada hubungan antara kualitas komunikasi orang tua-anak dengan kepercayaan diri pada siswa sekolah modelling?. Hal ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan judul ”Hubungan antara Kualitas Komunikasi Orang Tua-Anak dengan Kepercayaan Diri pada Siswa Sekolah Modelling”.

8 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK HIPERAKTIF (Studi DeskriptifKualitatif Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Hiperaktif di Surabaya).

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK HIPERAKTIF (Studi DeskriptifKualitatif Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Hiperaktif di Surabaya).

Seperti yang kita ketahui sekarang, bahwa banyak kesulitan yang di alami oleh para orang tua dalam mengatasi anak-anaknya yang termasuk dalam kategori anak yang menderita AD/HD atau sering disebut anak yang hiperaktif.Anak-anak yang AD/HD juga mempunya beberapa karakteristik tersendiri yaitu : Hiperaktivitas (rangsangan berlebih), impulsivitas (tidak berfikir dahulu sebelum bertindak) dan kesulitan mematuhi peraturan. Khususnya tipe impulsive-hiperaktif, melakukan pola penggangguan. Mereka menggangu orang lain dengan cara mengajak mengobrol, menyentuh, atau menggangu permainan teman-temannya. Mereka juga mencari perhatian melalui cara-cara yang tidak tepat atau berlebihan.Anak yang ADHD membuat kehidupan keluarga menjadi sangat terganggu dan tertekan. Tidak peduli betapa keras para orang tua mengarahkan, anak-anak mereka terus saja melakukakan kegiatan apa yang mereka suka.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (STUDY DESKRIPTIF KUALITATIF POLA KOMUNIKASI ORANG TUA YANG BERPROFESI SEBAGAI POLITISI DENGAN ANAK USIA REMAJA).

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (STUDY DESKRIPTIF KUALITATIF POLA KOMUNIKASI ORANG TUA YANG BERPROFESI SEBAGAI POLITISI DENGAN ANAK USIA REMAJA).

remaja masyarakat sekitar, apalagi orang tua selalu meninggalkan anaknya untuk berpindah tugas dinas. Orang tua dalam hal ini harus memberikan nasehat-nasehat kepada anaknya yang menginjak usia remaja, agar anak tidak terjerumus terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari dampak pergaulan remaja. Kepribadian dan perilaku anak harus sesuai dengan ajaran agama yang dianut oleh orang tuanya, karena agama merupakan dasar moral dalam diri individu. Karena itu, Sebagai orang tua bisa menanamkan kepribadian dan norma-norma Islam didalam pribadi anak, dibutuhkan suatu komunikasi antara orang tua dengan anak. Komunikasi antara orang tua dengan anak sangat penting dalam menghadapi perkembangan remaja, yang tujuannya agar anak tidak salah paham menghadapi perkembangan remaja, yang tujuannya agar anak tidak salah dalam pergaulan. Oleh karena itu orang tua harus membekali bimbingan dan pendidikan anak, agar tidak terjerumus hal negatif (Problema kenakalan remaja).
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN TINGKAT KENAKALAN REMAJA DI LINGKUNGAN TIRTA DELI KECAMATAN TANJUNG MORAWA A.

HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN TINGKAT KENAKALAN REMAJA DI LINGKUNGAN TIRTA DELI KECAMATAN TANJUNG MORAWA A.

Broken home adalah suatu keadaan keluarga yang masih utuh akan tetapi karena masing- masing anggota keluarga (ayah dan ibu) mempunyai kesibukan masing-masing sehingga mereka tidak sempat memberi perhatian mereka terhadap anaknya. Tuntutan ekonomi juga membuat orang tua sibuk bekerja untuk mencari uang daripada meluangkan waktu untuk berkomunikasi dendan anaknya. Hal ini terlihat pada keluarga yang secara ekonomis kurang mampu, sehingga orang tua harus mencari nafkah dan tidak ada waktu untuk mengasuh anaknya. Keadaan ini jelas tidak menguntungkan perkembangan anak sehingga anak yang demikian mudah mengalami frustasi.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK HIPERAKTIF (Studi DeskriptifKualitatif Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Hiperaktif di Surabaya)

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK HIPERAKTIF (Studi DeskriptifKualitatif Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Hiperaktif di Surabaya)

Komunikasi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menanam nilai-nilai.Komunikasi didalam keluarga antara orang tua dan anak sangatlah penting untuk membentuk kepribadian anak, apabila terjadi komunikasi yang baik maka anak akan memiliki sikap kemandirian. Kemandirian adalah sifat seseorang tidak tergantung pada orang lain. Anak akan berusaha menggunakan segenap kemampuan inisiatif, daya kreasi, kecerdasan, dengan baik. Dengan kemampuan ini justru merupakan tantangan untuk membuktikan kretifitasnya. Dengan hal ini akan mendorong diri dapat mengaktualisasikan dirinya dengan sebaik-baiknya (Dariyo, 2002:82).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kualitas Komunikasi Orang Tua Anak dengan Pengendalian Dorongan Seksual Sebelum Menikah Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kualitas Komunikasi Orang Tua Anak dengan Pengendalian Dorongan Seksual Sebelum Menikah Pada Remaja.

Hal ini didukung oleh hasil penelitian dari Laily dan Matulessy (2004) yang menyimpulkan bahwa para orang tua memakai semua pola komunikasi dalam mengkomunikasikan masalah seksual kepada anaknya, namun orang tua hendaknya tetap mempertahankan pola sex expressive, yaitu orang tua tidak berbelit-belit ketika melakukan pendekatan masalah seks kepada anaknya, karena pola ini merupakan pola komunikasi yang paling ideal dalam menyampaikan masalah seksual kepada anaknya. Orang tua memperkenalkan seks sebagai sesuatu yang sehat dan positif serta menekankan kepada anaknya bahwa seks yang dilakukan tidak pada ”tempat dan waktu” yang tepat hanya akan merugikan diri sendiri.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Komunikasi Orang Tua dan Pembentukan Kepribadian Anak

Komunikasi Orang Tua dan Pembentukan Kepribadian Anak

dan elektronik—merupakan bentuk komunikasi yang menjangkau sejumlah besar orang. Media massa diidentifikasikan sebagai suatu agen sosialisasi yang berpengaruh pula terhadap perilaku khalayaknya. Peningkatan teknologi yang memungkinkan peningkatan kualitas pesan serta peningkatan frekuensi penerpaan masyarakat pun memberi peluang bagi media massa untuk berperan sebagai agen sosialisasi yang semakin penting. Pesan-pesan yang ditayangkan melalui media elektronik dapat mengarahkan khalayak ke arah perilaku prososial maupun antisosial. Penayangan berkesinambungan dari lapoan mengenai perang atau penayangan film-film seri dan film kartun yang menonjolkan kekerasan dianggap sebagai faktor yang memicu perilaku agresif anak-anak yang melihatnya. Penayangan adegan-adegan yang menjurus pornografi di layar TV sering dikaitkan dengan perubahan moralitas serta peningkatan pelanggaran susila di masyarakat. Iklan-iklan yang ditayangkan melalui media massa mempunyai potensi untuk pemicu perubahan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat. Media massa pun sering digunakan untuk mengukur, membentuk atau mempengaruhi pendapat umum. Sedangkan pola sosialisasi dapat dijelaskan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (STUDY DESKRIPTIF KUALITATIF POLA KOMUNIKASI ORANG TUA YANG BERPROFESI SEBAGAI POLITISI DENGAN ANAK USIA REMAJA)

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (STUDY DESKRIPTIF KUALITATIF POLA KOMUNIKASI ORANG TUA YANG BERPROFESI SEBAGAI POLITISI DENGAN ANAK USIA REMAJA)

Fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting, dimana pada masa ini remaja memiliki sifat tergantung (dependence) terhadap orang tua ke arah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri dan perhatian terhadap nilai-nilai estetika dan isu-isu moral (Yusuf, 2001:184). Pada masa remaja adalah suatu usia yang serba labil dan untuk kematangan berpikir serta mempertimbangkan sesuatu masih campur aduk antara emosi (perasaan) dan rasio (logika), sifatnya coba-coba atau eksperimen sering muncul dan remaja selalu ingin tahu terhadap hal-hal tanpa melihat apakah itu bersifat negative atau positif.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak yang Pengemis).

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak yang Pengemis).

Secara ontologis dapat dilihat, bahwa komunikasi itu adalah perhubungan atau proses pemindahan, pengoperan arti, nilai, pesan melalui media atau lambang-lambang, apakah itu dengan bahasa lisan, tulisan, ataupun isyarat. Sedangkan secara aksiologis komunikasi diperlihatkan sebagai suatu proses pemindahan pesan dari komunikator kepada komunikan. Komunikator memberikan rangsangan (stimulus), sehingga sikap, ide, atau pemahaman dapat dimengerti oleh komunikator ataupun komunikan. Adapun secara epistomologis nampak bahwa komunikasi bertujuan untuk merubah tingkah laku seseorang, merubah pola pikir atau sikap orang lain (komunikan) untuk dapat membangun kebersamaan, mencapai ide yang sama demi tujuan yang sama pula.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak yang Pengemis).

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak yang Pengemis).

Sejak bayi manusia menjadi Homo Sociologius (makhluk hidup), atau barang kali lebih sering didengar sebagai makhluk sosial, yaitu manusia yang hidup bersama dengan orang lain di dalam masyarakat, dia telah melakukan komunikasi dengan sesamanya untuk memenuhi kepntingan- kepentingan dirinya maupun bagi kepentingan orang lain. Makhluk muda itu mulai mengerti siapa dirinya, siapa orang yang dihadapinya, apa saja peran mereka, dan apa pula peran dirinya dalam berintaraksi dengan pihak lain tersebut, setelah itu manusia muda akan semakin berkembang itu justru tidak akan pernah dapat menghindari diri dari yang namanya komunikasi. (Sutaryo, 2005 : 1).
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

TELAAH TERHADAP BUKU  MENDIDIK ANAK KREATIF ALA EINSTEIN  TELAAH TERHADAP BUKU MENDIDIK ANAK KREATIF ALA EINSTEIN MENURUT IMAM MUSBIKIN.

TELAAH TERHADAP BUKU MENDIDIK ANAK KREATIF ALA EINSTEIN TELAAH TERHADAP BUKU MENDIDIK ANAK KREATIF ALA EINSTEIN MENURUT IMAM MUSBIKIN.

Penelitian ini menemukan 3 aspek yang berhubungan dengan kreativitas, yaitu karakteristik anak kreatif, konsep dalam mendidik anak kreatif, pendorong kreativitas anak dan penghambat anak kreatif. Karakteristik anak kreatif meliputi anak kreatif memiliki rasa ingin tahu tinggi yang terlihat pada kebiasaan mereka yang sering sekali bertanya, anak kreatif juga memiliki ketekunan dalam mengerjakan tugasnya, mereka juga senang sekali protes apabila menemukan sesuatu yang meragukan. Sedangkan konsep dalam mendidik anak kreatif adalah memberikan permainan yang bisa merangsang kreativitas, membacakan dongeng kepada mereka agar hubungan antara orang tua dan anak berjalan harmonis, mengajarkan nilai-nilai kebaikan agar anak berakhlak mulia, mengajarkan membaca dan menulis agar banyak mendapat tambahan ilmu, memperdengarkan musik-musik instrumental. Sedangkan, hal-hal yang bisa mendorong kreativitas anak meliputi komunikasi orang tua dan anak berjalan baik karena sesungguhnya orang yang paling dekat dengan anak adalah orang tua, kabulkanlah semua keinginan mereka yang baik-baik agar imajinasi mereka tersalurkan, buatlah lingkungan anak senyaman mungkin agar anak merasa tenang dalam berkreasi, tidak memaksakan kehendak kepada anak agar tidak merasa terkekang. Sedangkan faktor penghambat anak kreatif diantaranya sikap orang tua yang terlalu disiplin kepada anak sehingga anak tidak bisa berekspresi, penyakit cacar karena bisa mengurangi rasa percaya diri karena bekas penyakit cacar, merokok karena dapat mengurangi intelegensi anak, tidak mendapat air susu ibu sehingga cara bergaulnya kurang luwes, dan pelukan dari orang tua kepada anak sehingga membuat anak merasa terlindungi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA  Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.

Munawaroh (2012) menungkapkan komunikasi yang dilakukan remaja dan orang tua biasanya berkaitan dengan masalah yang dihadapi remaja, menjadi tanggung jawab orang tua. Komunikasi adalah adanya dialog dan kerjasama dalam segala hal dan hubungan timbal balik antara anggota keluarga, misal antara orang tua dan anaknya. Komunikasi orang tua merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan antara orang tua dan anak yang berlangsung secara tatap muka dan dua arah (interpersonal) dan disertai adanya niat atau intense dari kedua belah pihak.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI ORANG TUA DENGA

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI ORANG TUA DENGA

Bagi anak yang memiliki keterbelakangan mental sangat susah untuk berkomunikasi kepada orang-orang disekitar sehingga menghambat perkembangan anak secara psikis maupun biologis. Ditambah lagi dengan ketidak pahaman orang tua dalam melakukan komunikasi dengan anak yang mengalami keterbelakangan mental misalnya anak yang mengalami keterbelakangan mental banyak orang tua menggunakan komunikasi seperti pada umumnya, padahal anak-anak ini membutuhkan perhatian khusus dan komunikasi dengan cara yang berbeda dari anak-anak normal lainnya, ketidak pahaman orang tua serta kesibukan orang tua membuat anak yang mengalami keterbelakangan mental menjadi semakin mengalami penurunan dalam proses komunikasi dan perkembangannya. Dalam penelitian ini peneliti akan meneliti bentuk komunikasi orang tua yang memiliki anak keterbelakangan mental. Dalam komunikasi keseharian atau sehari-hari orang tua biasanya berkomunikasi seperti berkomunikasi dengan anak-anak normal pada umumnya, padahal anak keterbelakangan mental merupakan anak yang dikategorikan anak berkebutuhan khusus misalnya dalam hal komunikasi harusnya menggunakan komunikasi yang dapat ia pahami sesuai dengan kondisi. Dalam berkomunikas orang tua belum memahami kondisi sehingga ketika berkomunikasi sering terjadi kesalahan. Melihat fenomena ini peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian terhadap orang tua tentang komunikasi orang tua dengan anak yang mengalami keterbelakangan mental. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Komunikasi Antar Pribadi Orang Tua dengan Anak yang Mengalami Keterbelakangan Mental. Dari uraian latar belakang di atas, maka peneliti dapat merumuskan Bagaimana komunikasi antar pribadi orang tua dengan anak yang mengalami keterbelakangan mental. Secara umum tujuan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsika komunikasi antar pribadi yang digunakan orang tua dengan anak yang mengalami keterbelakangan mental.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...