KOMUNIKASI ORANG TUA

Top PDF KOMUNIKASI ORANG TUA:

PENGARUH KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP P

PENGARUH KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP P

Prestasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu dari dalam dan dari luar. Faktor yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah faktor dari luar, antara lain komunikasi orang tua. Orang tua termasuk dalam lingkungan pendidikan atau dapat dikatakan sebagai lembaga pendidikan, mempunyai tanggung-jawab akan keberhasilan pendidikan anaknya. Dalam kegiatan belajar anak, komunikasi orang tua sangat penting. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak dapat diwujudkan dengan memperhatikan kemajuan pendidikan anak terlibat dalam kegiatan belajar, menciptkan kondisi belajar yang baik, memberi bimbingan belajar, memberi motivasi belajar, menyediakan fasilitas belajar yang lengkap agar tercapai prestasi belajar yang optimal.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK RE

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK RE

Komunikasi antara orangtua dengan anak harus dibangun secara harmonis untuk menanamkan pendidikan yang baik pada anak. Buruknya kualitas komunikasi orangtua dengan anak berdampak buruk bagi keutuhan dan keharmonisan keluarga. Seperti contoh, kurangnya pola komunikasi orang tua terhadap anak tentang berinternet sehat di Surabaya sehingga mengakibatkan menjadi penyalahgunaan internet oleh anak yang merupakan akibat dari buruknya komunikasi interpersonal yang terjalin dalam keluarga. Perkembangan emosi anak dipengaruhi oleh perubahan pola interaksi dan pola komunikasi dalam keluarga.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Komunikasi orang tua dengan guru dalam membangun kemadirian siswa di TK Bait Qur'an at-tafkir Ciputat-Tangerang

Komunikasi orang tua dengan guru dalam membangun kemadirian siswa di TK Bait Qur'an at-tafkir Ciputat-Tangerang

Peneliti melihat adanya komunikasi antara orang tua siswa dengan pihak sekolah Bait Qur'any yang menggunakan model komunikasi Sailer, proses komunikasinya dilakukan secara primer dan sekunder serta bentuk komunikasinya adalah menggunakan komunikasi antar pribadi dan kelompok. Kemandirian siswa dan siswi TK B Bait Qur'any At-Tafkir BSH mencapai 74,7%, BSB mencapai 13% MM mencapai 8, 4% dan BM mencapai 0,3%, tingkat kemandirian tersebut pengruh dari komunikasi orang tua dengan guru yang dibangun di TK Bait Qur'any untuk menyamakan visi,misi dan tujuan pendidikan siswa/siswinya, dari program-program komunikasinya seperti CAS, buku penghubung, komunitas sekolah ibu, komunitas bait qur'any, pembagian rencana pembelajaran setiap bulan, dan konsultasi, TK Bait Qur'any berusaha untuk menjalin hubungan dengan para orang tua, dan sling bekerjasama dalam merealisasikan visi, misi dan tujuan pendidikan sehingga selalu berada dalam rel yang sama dalam mendidik anak.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI ORANG TUA DEN

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI ORANG TUA DEN

Tahapan-tahapan proses dalam mencapai komunikasi orang tua secara positif ditandai oleh kepercayaan terhadap diri sendiri, orang lain dan segala sesuatu diluar dirinya, sehingga tidak pernah merasa tersisih dan kesepian. Siswa yang mampu berinteraksi terhadap sosialnya dan mendapatkan kepercayaan diri yang baik mempunyai ciri bertindak mandiri dengan membuat pilihan dan mengambil keputusan sendiri, seperti menjalin relasi dengan orang lain, memiliki tanggung jawab serta mampu bertindak dengan segera. memiliki keyakinan yang kuat, memiliki persepsi diri yang positif serta suka mencari tantangan baru dan mau melibatkan diri dengan lingkungan yang lebih luas, mengungkapkan perasaannya dengan spontan, dan mampu mempengaruhi orang lain.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hubungan Komunikasi Orang Tua dengan Ana

Hubungan Komunikasi Orang Tua dengan Ana

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah SWT atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayahNya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “PENGARUH KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuskesan berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagian dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kulaitas Komunikasi Orang Tua-Anak dengan Kepercayanaan Diri PAda Siswa Sekolah Modelling.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kulaitas Komunikasi Orang Tua-Anak dengan Kepercayanaan Diri PAda Siswa Sekolah Modelling.

Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahannya yaitu apakah ada hubungan antara kualitas komunikasi orang tua-anak dengan kepercayaan diri pada siswa sekolah modelling?. Hal ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan judul ”Hubungan antara Kualitas Komunikasi Orang Tua-Anak dengan Kepercayaan Diri pada Siswa Sekolah Modelling”.

8 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak yang Pengemis).

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak yang Pengemis).

Selain mengetahui rahasia-rahasia dan trik-trik mengemis, mereka juga memiliki kepiawaian serta pengalaman yang dapat menyesatkan (mengaburkan) anggapan masyarakat, dan memilih celah-celah yang strategis. Selain itu mereka juga memiliki berbagai pola mengemis yang dinamis, seperti bagaimana cara-cara menarik simpati dan belas kasihan orang lain yang menjadi sasaran. Misalnya di antara mereka ada yang mengamen, bawa anak kecil, pura-pura luka, bawa map sumbangan yang tidak jelas, mengeluh keluarganya sakit padahal tidak, ada yang mengemis dengan mengamen atau bermain musik yang jelas hukumnya haram, ada juga yang mengemis dengan memakai pakaian rapi, pakai jas dan lainnya, dan puluhan cara lainnya untuk menipu dan membohongi manusia.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN TINGKAT KENAKALAN REMAJA DI LINGKUNGAN TIRTA DELI KECAMATAN TANJUNG MORAWA A.

HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN TINGKAT KENAKALAN REMAJA DI LINGKUNGAN TIRTA DELI KECAMATAN TANJUNG MORAWA A.

Broken home adalah suatu keadaan keluarga yang masih utuh akan tetapi karena masing- masing anggota keluarga (ayah dan ibu) mempunyai kesibukan masing-masing sehingga mereka tidak sempat memberi perhatian mereka terhadap anaknya. Tuntutan ekonomi juga membuat orang tua sibuk bekerja untuk mencari uang daripada meluangkan waktu untuk berkomunikasi dendan anaknya. Hal ini terlihat pada keluarga yang secara ekonomis kurang mampu, sehingga orang tua harus mencari nafkah dan tidak ada waktu untuk mengasuh anaknya. Keadaan ini jelas tidak menguntungkan perkembangan anak sehingga anak yang demikian mudah mengalami frustasi.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Komunikasi Orang Tua dan Pembentukan Kepribadian Anak

Komunikasi Orang Tua dan Pembentukan Kepribadian Anak

Menurut Gertrude Jaeger (1977), peran agen sosialisasi pada tahap awal ini, terutama orang tua, sangat penting. Sang anak (khususnya pada masyarakat modern Barat) sangat tergantung pada orang tua dan apa yang terjadi antara orang tua dan anak pada tahap ini jarang diketahui orang luar. Pada tahap ini, bayi belajar bekomunikasi secara verbal dan nonverbal; ia mulai berkomunikasi bukan saja melalui pendengaran dan penglihatan, tetapi juga melalui pancaindera lain, terutama sentuhan fisik. Kemampuan berbahasa ditanamkan pada tahap ini. Sang anak mulai memasuki play stage dalam proses pengambilan peran orang lain.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak yang Pengemis).

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak yang Pengemis).

Sejak bayi manusia menjadi Homo Sociologius (makhluk hidup), atau barang kali lebih sering didengar sebagai makhluk sosial, yaitu manusia yang hidup bersama dengan orang lain di dalam masyarakat, dia telah melakukan komunikasi dengan sesamanya untuk memenuhi kepntingan- kepentingan dirinya maupun bagi kepentingan orang lain. Makhluk muda itu mulai mengerti siapa dirinya, siapa orang yang dihadapinya, apa saja peran mereka, dan apa pula peran dirinya dalam berintaraksi dengan pihak lain tersebut, setelah itu manusia muda akan semakin berkembang itu justru tidak akan pernah dapat menghindari diri dari yang namanya komunikasi. (Sutaryo, 2005 : 1).
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK HIPERAKTIF (Studi DeskriptifKualitatif Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Hiperaktif di Surabaya)

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK HIPERAKTIF (Studi DeskriptifKualitatif Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Hiperaktif di Surabaya)

Dari pengertian di atas maka suatu pola komunikasi adalah bentuk atau pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan pesan yang mengaitkan dua komponen, yaitu gambaran atau rencana yang meliputi langkah-langkah pada suatu aktifitas, dengan komponen-komponen yang merupakan bagian penting atas terjadinya hubungan komunikasi antar manusia atau kelompok dan organisasi. Terdapat tiga pola komunikasi hubungan orang tua dan anak, yaitu : Authoritarian (cenderung brsikap bermusuhan), Permissive (cenderung berperilaku bebas), Authoritative (cenderung terhindar dari kegelisahan dan kekacauan) (Yusuf,2001:51).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK HIPERAKTIF (Studi DeskriptifKualitatif Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Hiperaktif di Surabaya).

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK HIPERAKTIF (Studi DeskriptifKualitatif Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Hiperaktif di Surabaya).

Sejak bayi manusia menjadi Homo sociologius (makhluk hidup), atau barang kali sering didengar sebagai makhluk sosial, yaitu manusia yang hidup bersama dengan orang lain di dalam masyarakat, dia telah melakukan komunikasi dengan sesamanya untuk memenuhi kepentingan-kepentingan dirinya maupun bagi kepentingan orang lain. Makhluk muda itu mulai mengerti siapa dirinya, siapa orang yang dihadapinya, apa saja peran mereka, dan apa pula peran dirinya dalam berinteraksi dengan pihak lain tersebut, setelah itu manusia muda yang akan semakin berkembang justru tidak akan pernah dapat menghindari diri dari yang namanya komunikasi (Sutaryo, 2005 : 1).
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (STUDY DESKRIPTIF KUALITATIF POLA KOMUNIKASI ORANG TUA YANG BERPROFESI SEBAGAI POLITISI DENGAN ANAK USIA REMAJA).

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK (STUDY DESKRIPTIF KUALITATIF POLA KOMUNIKASI ORANG TUA YANG BERPROFESI SEBAGAI POLITISI DENGAN ANAK USIA REMAJA).

Dalam penelitian ini, peneliti berusaha melihat bagaimana pola komunikasi yang dilakukan oleh orang tua sebagai Polisi dengan anak kandung yang menginjak remaja agar tidak terkena pengaruh negatif dari faktor lingkungan yang berubah dan pengaruh teknologi. Mengingat orang tua adalah sebagai panutan maka tingkah laku anak harus sesuai dengan kepribadian orang tua, tujuannya dari penelitian ini agar dapat menjadi pembelajaran bagi orang tua. Terdapat tiga pola komunikasi dalam lingkungan keluarga antara orang tua dengan anak (Yusuf, 2001 : 51) yaitu : Authotarian (cenderung bersikap bermusuhan), Permissif (cenderung berperilaku bebas) dan Authorative (cenderung terhindar dari kegelisahan dan kekacauan). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam bagan berikut ini :
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kualitas Komunikasi Orang Tua Anak dengan Pengendalian Dorongan Seksual Sebelum Menikah Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kualitas Komunikasi Orang Tua Anak dengan Pengendalian Dorongan Seksual Sebelum Menikah Pada Remaja.

Menurut Sarwono (1997), karena sifat kemudaannya remaja kurang dapat mengendalikan diri. Terutama kalau yang harus dikendalikan itu adalah perasaannya, termasuk perasaan tentang seks. Ketidakmampuan mengendalikan dorongan seksual bagi sebagian orang akan menyebabkan penyimpangan seksualitas. Bila dorongan itu berhasil untuk pertama kalinya, maka seterusnya akan lebih mudah dilakukan. Bagi remaja, penyesuaian seksual bukanlah sesuatu yang mudah dan ringan, karena tanpa terelakkan akan memunculkan kecemasan, kekhawatiran serta stres bahkan dapat pula menjadi satu problema khusus, apalagi bila remaja hidup dalam masyarakat yang menempatkan seks dengan persepsi negatif.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

TELAAH TERHADAP BUKU  MENDIDIK ANAK KREATIF ALA EINSTEIN  TELAAH TERHADAP BUKU MENDIDIK ANAK KREATIF ALA EINSTEIN MENURUT IMAM MUSBIKIN.

TELAAH TERHADAP BUKU MENDIDIK ANAK KREATIF ALA EINSTEIN TELAAH TERHADAP BUKU MENDIDIK ANAK KREATIF ALA EINSTEIN MENURUT IMAM MUSBIKIN.

Penelitian ini menemukan 3 aspek yang berhubungan dengan kreativitas, yaitu karakteristik anak kreatif, konsep dalam mendidik anak kreatif, pendorong kreativitas anak dan penghambat anak kreatif. Karakteristik anak kreatif meliputi anak kreatif memiliki rasa ingin tahu tinggi yang terlihat pada kebiasaan mereka yang sering sekali bertanya, anak kreatif juga memiliki ketekunan dalam mengerjakan tugasnya, mereka juga senang sekali protes apabila menemukan sesuatu yang meragukan. Sedangkan konsep dalam mendidik anak kreatif adalah memberikan permainan yang bisa merangsang kreativitas, membacakan dongeng kepada mereka agar hubungan antara orang tua dan anak berjalan harmonis, mengajarkan nilai-nilai kebaikan agar anak berakhlak mulia, mengajarkan membaca dan menulis agar banyak mendapat tambahan ilmu, memperdengarkan musik-musik instrumental. Sedangkan, hal-hal yang bisa mendorong kreativitas anak meliputi komunikasi orang tua dan anak berjalan baik karena sesungguhnya orang yang paling dekat dengan anak adalah orang tua, kabulkanlah semua keinginan mereka yang baik-baik agar imajinasi mereka tersalurkan, buatlah lingkungan anak senyaman mungkin agar anak merasa tenang dalam berkreasi, tidak memaksakan kehendak kepada anak agar tidak merasa terkekang. Sedangkan faktor penghambat anak kreatif diantaranya sikap orang tua yang terlalu disiplin kepada anak sehingga anak tidak bisa berekspresi, penyakit cacar karena bisa mengurangi rasa percaya diri karena bekas penyakit cacar, merokok karena dapat mengurangi intelegensi anak, tidak mendapat air susu ibu sehingga cara bergaulnya kurang luwes, dan pelukan dari orang tua kepada anak sehingga membuat anak merasa terlindungi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI ORANG TUA DENGA

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI ORANG TUA DENGA

Bagi anak yang memiliki keterbelakangan mental sangat susah untuk berkomunikasi kepada orang-orang disekitar sehingga menghambat perkembangan anak secara psikis maupun biologis. Ditambah lagi dengan ketidak pahaman orang tua dalam melakukan komunikasi dengan anak yang mengalami keterbelakangan mental misalnya anak yang mengalami keterbelakangan mental banyak orang tua menggunakan komunikasi seperti pada umumnya, padahal anak-anak ini membutuhkan perhatian khusus dan komunikasi dengan cara yang berbeda dari anak-anak normal lainnya, ketidak pahaman orang tua serta kesibukan orang tua membuat anak yang mengalami keterbelakangan mental menjadi semakin mengalami penurunan dalam proses komunikasi dan perkembangannya. Dalam penelitian ini peneliti akan meneliti bentuk komunikasi orang tua yang memiliki anak keterbelakangan mental. Dalam komunikasi keseharian atau sehari-hari orang tua biasanya berkomunikasi seperti berkomunikasi dengan anak-anak normal pada umumnya, padahal anak keterbelakangan mental merupakan anak yang dikategorikan anak berkebutuhan khusus misalnya dalam hal komunikasi harusnya menggunakan komunikasi yang dapat ia pahami sesuai dengan kondisi. Dalam berkomunikas orang tua belum memahami kondisi sehingga ketika berkomunikasi sering terjadi kesalahan. Melihat fenomena ini peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian terhadap orang tua tentang komunikasi orang tua dengan anak yang mengalami keterbelakangan mental. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Komunikasi Antar Pribadi Orang Tua dengan Anak yang Mengalami Keterbelakangan Mental. Dari uraian latar belakang di atas, maka peneliti dapat merumuskan Bagaimana komunikasi antar pribadi orang tua dengan anak yang mengalami keterbelakangan mental. Secara umum tujuan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsika komunikasi antar pribadi yang digunakan orang tua dengan anak yang mengalami keterbelakangan mental.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA  Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.

Munawaroh (2012) menungkapkan komunikasi yang dilakukan remaja dan orang tua biasanya berkaitan dengan masalah yang dihadapi remaja, menjadi tanggung jawab orang tua. Komunikasi adalah adanya dialog dan kerjasama dalam segala hal dan hubungan timbal balik antara anggota keluarga, misal antara orang tua dan anaknya. Komunikasi orang tua merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan antara orang tua dan anak yang berlangsung secara tatap muka dan dua arah (interpersonal) dan disertai adanya niat atau intense dari kedua belah pihak.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Psikologi perkembangan anak  bahasa anak

Psikologi perkembangan anak bahasa anak

Menurut sebagian orang tua awal masa anak-anak adalah usia yang mengundang masalah atau usia sulit. Karena pada masa ini anak-anak dalam proses pengembangan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan. Orang tua juga menganggap masa anak-anak itu sebagai usia mainan. Karena anak mudah menghabiskan sebagian besar waktu bermain dengan mainannya.

Baca lebih lajut

komunikasi pada orang tua dengan

komunikasi pada orang tua dengan

Maksudnya, sungguh rendah diri adalah bagian dari rahmat yang kokoh bersemayam didalam jiwa. Dan juga bisa untuk menunjukan tujuan akhir. Kemudian Allah SWT memerintahkan para hambanya agar berkasih sayang kepada orang tua mereka dan mendo’akan mereka. Hendaknya engkau menyayangi keduanya sebagaimana keduanya menyayangimu dan juga lemah lembut kepada keduanya sebagaimana keduanya lemah lembut kepadamu. Karena keduanya telah menolongmu ketika kamu masih kecil, bodoh dan sangat membutuhkan sehingga keduanya mengutamakanmu dari pada diri mereka sendiri. Keduanya begadang dimalam hari, keduanya lapar demi mengenyangkanmu,keduanya berpakaian compang-camping demi memberikan pakaian untukmu, maka kamu tidak akan bisa mebalas kebaikan keduanya kecuali ketika keduanya telah lanjut usia sampai batas usia mereka tidak berdaya seperti kamu masih kecil,lalu kamu mengurusinya dengan baik sebagaimana keduanya telah mengurusmu dengan baik pula. Dengan demikian kedua orang tua memiliki hak untuk diutamakan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Berhubungan Terhadap Pernikahan Dini Pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Mapanget Kota Manado | Desiyanti | JIKMU 7443 14634 1 SM

Faktor-Faktor yang Berhubungan Terhadap Pernikahan Dini Pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Mapanget Kota Manado | Desiyanti | JIKMU 7443 14634 1 SM

Pernikahan dini (early mariage) merupakan suatu pernikahan yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki umur yang relatif muda. Umur yang relatif muda yang dimaksud tersebut adalah usia pubertas yaitu usia antara 10-19 tahun. Permasalahan kesehatan reproduksi dimulai dengan adanya pernikahan dini yang hasilnya yaitu pada perempuan usia 10-54 tahun terdapat 2,6 persen menikah pada usia kurang dari 15 tahun kemudian 23,9 persen menikah pada usia 15-19 tahun. Di Sulawesi Utara, usia menikah kurang dari 14 tahun adalah 0,5 persen, sedangkan usia menikah antara 15 tahun sampai 19 tahun adalah 33,5 persen. Banyaknya kejadian pernikahan pada usia muda yaitu usia dibawah 19 tahun yang merupakan salah satu permasalahan yang berkaitan dengan sistem reproduksi pada remaja yang sangat memerlukan perhatian khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini antara lain adalah faktor peran orang tua dalam komunikasi keluarga, pendidikan orang tua, pendidikan responden dan pekerjaan responden. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini adalah faktor peran orang tua dalam komunikasi keluarga, pendidikan orang tua dan pendidikan responden. Faktor yang paling dominan terhadap pernikahan dini dalam penelitian ini adalah peran orang tua dalam komunikasi keluarga. Oleh karena itu diharapkan masyarakat khususnya orang tua (keluarga) dapat meningkatkan dukungan dan kepedulian terhadap generasi muda agar menjadi lebih baik di masa yang akan datang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...