Pengalaman Berwirausaha

Top PDF Pengalaman Berwirausaha:

Pengaruh Modal Usaha, Pengalaman Berwirausaha Dan Daya Inovasi Terhadap Pengembangan Produk UKM Songkok Desa Kroman Kecamatan Gresik - UMG REPOSITORY

Pengaruh Modal Usaha, Pengalaman Berwirausaha Dan Daya Inovasi Terhadap Pengembangan Produk UKM Songkok Desa Kroman Kecamatan Gresik - UMG REPOSITORY

Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer (langsung). Data primer yaitu data yang berasal langsung dari sumber data yang dikumpulkan secara khusus dan berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti. Sumber data yang digunakan diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner kepada responden yang dijadikan sampel dalam penelitian. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data yang berhubungan dengan variabel independen yaitu modal usaha, pengalaman berwirausaha, dan inovasi produk produk dan variabel dependen pengembangan produk.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERSEPSI PEDAGANG KAKI LIMA TENTANG KONSEP BUSINESS ENTITY DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN, BESARNYA MODAL USAHA, DAN PENGALAMAN BERWIRAUSAHA Survei : Pedagang Kaki Lima dalam kelompok resto PKL di Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta SKRIPSI Diajukan Untuk

PERSEPSI PEDAGANG KAKI LIMA TENTANG KONSEP BUSINESS ENTITY DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN, BESARNYA MODAL USAHA, DAN PENGALAMAN BERWIRAUSAHA Survei : Pedagang Kaki Lima dalam kelompok resto PKL di Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta SKRIPSI Diajukan Untuk

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kami bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul “Persepsi Pedagang Kaki Lima Tentang Konsep Business Entity Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan, Besarnya Modal Usaha dan Pengalaman Berwirausaha.” Kegiatan penelitian ini merupakan kegiatan ilmiah wajib bagi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir atau skripsi yang merupakan prasyarat kelulusan pada Program Studi Pendidikan Akuntansi, JPIPS, FKIP.

144 Baca lebih lajut

Persepsi pedagang kaki lima tentang konsep business entity ditinjau dari tingkat pendidikan, besarnya modal usaha, dan pengalaman berwirausaha survei: pedagang kaki lima dalam kelompok resto PKL di kecamatan Depok Sleman Yogyakarta.

Persepsi pedagang kaki lima tentang konsep business entity ditinjau dari tingkat pendidikan, besarnya modal usaha, dan pengalaman berwirausaha survei: pedagang kaki lima dalam kelompok resto PKL di kecamatan Depok Sleman Yogyakarta.

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kami bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul “Persepsi Pedagang Kaki Lima Tentang Konsep Business Entity Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan, Besarnya Modal Usaha dan Pengalaman Berwirausaha.” Kegiatan penelitian ini merupakan kegiatan ilmiah wajib bagi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir atau skripsi yang merupakan prasyarat kelulusan pada Program Studi Pendidikan Akuntansi, JPIPS, FKIP.

146 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGALAMAN BERWIRAUSAHA DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA  Pengaruh Pengalaman Berwirausaha Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Angkatan 2011 Universitas Muhamma

PENGARUH PENGALAMAN BERWIRAUSAHA DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA Pengaruh Pengalaman Berwirausaha Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Angkatan 2011 Universitas Muhamma

masing-masing variabel bebas bernilai positif, artinya variabel pengalaman berwirausaha dan lingkungan keluarga secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap variabel minat berwirausaha. Nilai 11,484, yang berarti pengalaman berwirausaha dan lingkungan keluarga dianggap konstan, maka minat berwirausaha akan sama dengan 11,484. Nilai 0,289, yang berarti jika pengalaman berwirausaha meningkat satu poin maka skor minat berwirausaha akan meningkat sebesar 0,289. Nilai 0,451, yang berarti jika lingkungan keluarga meningkat satu poin maka skor minat berwirausaha akan meningkat sebesar 0,451. Selanjutnya analisis pengujian hipotesis (uji t) digunakan untuk menguji apakah terdapat pengaruh positif atau untuk mengetahui signifikansi pengaruh masing-masing variabel (pengalaman berwirausaha dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha). Penghitungan SPSS For Windows 17.0, Kriteria pengujiannya adalah Ho diterima apabila -t (/2;n-k-1) < t < t (/2;n-k-1)
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Pengalaman Berwirausaha Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Angkatan 2011 Universitas Muhammadiyah Surakarta.

PENDAHULUAN Pengaruh Pengalaman Berwirausaha Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Angkatan 2011 Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Seiring dengan meningkatnya penduduk Indonesia, saat ini sudah mencapai lebih dari 230 juta jiwa, bertambah pula kebutuhan pangan, papan, lapangan pekerjaan, dan pendidikan yang harus terpenuhi. Menurut Nasrun (2010), “ Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia menghadapi masalah keterbatasan kesempatan kerja bagi para lulusan perguruan tinggi, Laporan Internasional Labor Organization (ILO) mencatat jumlah pengangguran terbuka pada tahun 2009 di Indonesia berjumlah 9,6 juta jiwa (7,6%) dan 10% diantaranya adalah sarjana”. Data dari Badan Pusat Statistik Indonesia mendukung pernyataan ILO tersebut yang menunjukkan sebagian dari jumlah pengangguran di Indonesia adalah mereka yang berpendidikan Diploma atau Akademi dan lulusan Perguruan Tinggi. Pengangguran umumnya terjadi karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja yang mampu menyerapnya atau disebabkan keengganan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri. Sebenarnya, kalau seseorang mampu menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri akan berdampak positif untuk orang lain juga. Banyak lulusan perguruan tinggi yang belum mampu berwirausaha, sedangkan sebuah negara agar bisa maju idealnya memiliki wirausahawan sebanyak 5% dari total penduduknya yang dapat menjadi keunggulan daya saing bangsa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh jenis pendidikan dan pengalaman berwirausaha terhadap hubungan antara locus of control dengan perilaku inovatif : studi kasus mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma.

Pengaruh jenis pendidikan dan pengalaman berwirausaha terhadap hubungan antara locus of control dengan perilaku inovatif : studi kasus mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma.

Sebagian besar keberhasilan usaha, khususnya usaha kecil sangat ditentukan oleh faktor wirausaha. Kepribadian wirausaha merupakan faktor utama, menyusul sesudahnya kemampuan, teknologi, dan demografi. Faktor kepribadian wirausaha di sini tidak lain adalah sifat-sifat wirausaha. Menurut Sukardi (Prihatin, 2003:53) sembilan sifat yang ada pada wirausaha: sifat instrumental, sifat prestatif, sifat keluwesan bergaul, sifat kerja keras, sifat keyakinan diri (locus of control), sifat pengambilan resiko yang diperhitungkan, sifat swa-kendali, sifat inovatif, dan sifat mandiri. Faktor kemampuan dalam wirausaha berarti kemampuan berkreativitas yang akan menghasilkan sebuah perilaku inovatif untuk keberlangsungan sebuah usaha. Faktor teknologi yang diperlukan dalam wirausaha sangat didukung oleh adanya sebuah perilaku inovatif, dengan adanya perilaku inovatif seseorang mampu memikirkan dan menemukan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk keberlangsungan usahanya. Faktor demografi dari wirausaha, yaitu usia, pengalaman, dan pendidikan merupakan faktor-faktor yang melekat pada diri wirausaha.
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

PENGARUH JENIS PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN BERWIRAUSAHA TERHADAP HUBUNGAN ANTARA LOCUS OF CONTROL DENGAN PERILAKU INOVATIF

PENGARUH JENIS PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN BERWIRAUSAHA TERHADAP HUBUNGAN ANTARA LOCUS OF CONTROL DENGAN PERILAKU INOVATIF

Sebagian besar keberhasilan usaha, khususnya usaha kecil sangat ditentukan oleh faktor wirausaha. Kepribadian wirausaha merupakan faktor utama, menyusul sesudahnya kemampuan, teknologi, dan demografi. Faktor kepribadian wirausaha di sini tidak lain adalah sifat-sifat wirausaha. Menurut Sukardi (Prihatin, 2003:53) sembilan sifat yang ada pada wirausaha: sifat instrumental, sifat prestatif, sifat keluwesan bergaul, sifat kerja keras, sifat keyakinan diri (locus of control), sifat pengambilan resiko yang diperhitungkan, sifat swa-kendali, sifat inovatif, dan sifat mandiri. Faktor kemampuan dalam wirausaha berarti kemampuan berkreativitas yang akan menghasilkan sebuah perilaku inovatif untuk keberlangsungan sebuah usaha. Faktor teknologi yang diperlukan dalam wirausaha sangat didukung oleh adanya sebuah perilaku inovatif, dengan adanya perilaku inovatif seseorang mampu memikirkan dan menemukan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk keberlangsungan usahanya. Faktor demografi dari wirausaha, yaitu usia, pengalaman, dan pendidikan merupakan faktor-faktor yang melekat pada diri wirausaha.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGALAMAN BERWIRAUSAHA DAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN TERHADAP KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA

PENGARUH PENGALAMAN BERWIRAUSAHA DAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN TERHADAP KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA

Pada era sekarang ini kesenjangan antara jumlah lapangan kerja yang tersedia dengan jumlah lulusan universitas cukup besar sehingga jumlah pengangguran terdidik akan meningkat setiap tahunnya dan akan menimbulkan persaingan ketat di dunia kerja. Maka dari itu, mahasiswa lebih memilih berwirausaha yang nantinya setelah lulus bisa dijadikan bekal untuk bertahan dengan kreativitas ditengah keterbatasan lapangan kerja. Hal tersebut didukung oleh pendapat Sudrajad (2012: 18) yang menyatakan bahwa dalam menanggulangi kemiskinan dan pengangguran sangat diperlukan tumbuhnya wirausahawan baru yang kreatif dan inovatif yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

PENGARUH TINGKAT PENGALAMAN BERWIRAUSAHA. pdf

PENGARUH TINGKAT PENGALAMAN BERWIRAUSAHA. pdf

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pengalaman berwirausaha, produktivitas, dan inovasi terhadap pengembangan usaha kulit lumpia. Tipe penelitian ini adalah explanatory research, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling atau sampel jenuh. Sampelnya berjumlah 30 pengusaha kulit lumpia pada UMKM Kulit Lumpia. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linier sederhana dan regresi linier berganda, koefisien determinasi, uji signifikansi (uji t) dan uji F dengan alat bantu menggunakan sistem SPSS 16.0.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGALAMAN BERWIRAUSAHA DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA  Pengaruh Pengalaman Berwirausaha Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Angkatan 2011 Universitas Muhammadiyah Sura

PENGARUH PENGALAMAN BERWIRAUSAHA DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA Pengaruh Pengalaman Berwirausaha Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Angkatan 2011 Universitas Muhammadiyah Sura

sumbangan efektif sebesar 31,9%. Hasil perhitungan R 2 diperoleh 0,356 berarti 35,6% minat berwirausaha dipengaruhi oleh pengalaman berwirausaha dan lingkungan keluarga, sisanya sebesar 64,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

17 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - PERBEDAAN KECERDASAN MENGHADAPI HAMBATAN (ADVERSITY QUOTIENT) ANTARA YANG BERWIRAUSAHA DENGAN YANG TIDAK BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA - Repository Fakultas Ekonomi UN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - PERBEDAAN KECERDASAN MENGHADAPI HAMBATAN (ADVERSITY QUOTIENT) ANTARA YANG BERWIRAUSAHA DENGAN YANG TIDAK BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA - Repository Fakultas Ekonomi UN

Pengalaman ini bisa diperoleh dari bimbingan sejak kecil yang diberikan oleh orang tua yang berprofesi wirausaha, atau dari pengalaman bekerja pada suatu organisasi entrepreneurial. Namun sangat disayangkan masih banyak mahasiswa belum memiliki pengalaman yang cukup untuk berwirausaha atau dapat dikatakan usaha yang dijalankan memang baru pertama kali, ketika pengalaman berwirausaha sedikit, mahasiswa akan kesulitan untuk mengatasi permasalahan dengan cepat dan tepat terkait bidang usaha yang dijalankan.

10 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK N 1 NGAWEN KELAS XI TKR.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK N 1 NGAWEN KELAS XI TKR.

pengusaha dianggap sebagai penyelamat bagi mereka yang membutuhkan lapangan kerja, menjadi pemilik usaha dengan memperkerjakan orang lain merupakan hal yang sangat mulia (Kasmir, 2007: 7). Menurut Lydia selaku Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini disela pembukaan job fair Selaras Dikdudi 2014 di SMKN 2 Surabaya pada hari Sabtu 25 Januari 2014 mengatakan Nanti kalau kalian lulus, jangan jadi karyawan, PNS, tapi wirausahawan" (http://surabaya.tribunnews.com/ 2014/01/25/cegah-pengangguran-lulusan-smk-diminta-jadi-wirausahawan). Berwirausaha jelas memberikan mamberikan manfaat yang besar bagi negara Indonesia dan salah satu cara mengatasi masalah pengangguran, selain itu berwirausaha juga bisa memberikan penghasilan yang lebih banyak dibandingkan menjadi pegawai, karena gaji sebagai pegawai itu tidak besar, contohnya upah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ini bisa dilihat dari Surat Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 279/KEP/2013 yang bersumber dari http://www. nakertrans.jogjaprov.go.id/contentdetil.php?kat=brta&id=MTI5&fle =Y29ud GVudC5waHA=&lback=a2F0PWJydGE= sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja Industri dan Lingkungan Keluarga Terhadap Intensi Berwirausaha Siswa SMK Negeri 1 Sukoharjo Tahun 2016.

Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja Industri dan Lingkungan Keluarga Terhadap Intensi Berwirausaha Siswa SMK Negeri 1 Sukoharjo Tahun 2016.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) pengaruh pengalaman praktik kerja industri terhadap intensi berwirausaha siswa; (2) pengaruh lingkungan keluarga terhadap intensi berwirausaha siswa; (3) pengaruh pengalaman praktik kerja industri dan lingkungan keluarga terhadap intensi berwirausaha siswa.

Baca lebih lajut

this PDF file Kajian Model Empiris Perilaku Berwirausaha UKM DIY dan Jawa Tengah | Wijaya | Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 2 PB

this PDF file Kajian Model Empiris Perilaku Berwirausaha UKM DIY dan Jawa Tengah | Wijaya | Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 2 PB

Selain sikap dan norma subjektif, kontrol keprila- kuan yang dirasakan yang dispesifikasikan dalam bentuk efikasi diri, merupakan kondisi dimana individu percaya bahwa suatu perilaku mudah atau sulit untuk dilakukan. Ini mencakup juga pengalaman masa lalu disamping rintangan-rintangan yang ada, yang dipertimbangkan oleh individu tersebut. Kontrol keperilakuan sangat memperhatikan beberapa kendala realistis yang mungkin ada (Dharmmesta, 1998). Secara langsung kontrol keperilakuan memiliki peran terhadap perilaku. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara efikasi diri dan intensi berwirausaha (Ramayah & Harun, 2005; Kristiansen & Indarti, 2003; Zhao et al, 2005; Fitzsimmons & Douglas, 2006; Shook & Bratianu, 2008; Hmieleski & Corbett, 2006; Linan, 2008; Marco et al, 2006). Berdasarkan metaanalisis dalam pengukuran kesa- lahan sampling diperoleh korelasi antara efikasi diri dengan intensi sebesar 0,365 (Wijaya, 2008). Model teoritis dalam penelitian seperti pada Gambar 1.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGAN BELAJAR KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA PROGRAM SMK MINI PONDOK PESANTREN | - | Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis 7005 14765 1 SM

ANALISIS PENGAN BELAJAR KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA PROGRAM SMK MINI PONDOK PESANTREN | - | Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis 7005 14765 1 SM

rencana penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh variabel yang satu terhadap variabel yang lainnya, maka penelitian termasuk ke dalam penelitian penjelasan (explanatory research). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengalaman belajar kewirausahaan (X) dan minat berwirausahan (Y) sebagai variabel terikat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan metode kuisioner atau angket yang sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya. Peneliti menggunakan Skala Likert dengan rentang antara 1 sampai 5 dalam menyusun kuisioner ini. Instrumen yang dikembangkan akan dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya. Untuk construct validity akan dilakukan uji validitas dengan menggunakan SPSS 12. Construct validity instrument akan ditentukan oleh koefisien corelation per item to total. Instrumen dikatakan valid jika koefisien corelation positif dan signifikan. Tes reliabilitas akan dilihat dari koefisien alpha cronbach. Untuk menganalisis penelitian ini digunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan pembelajaran kewirausahaan dan minat berwirausaha, dan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha. Sampel penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh, dimana semua anggota populasi menjadi sampel penelitian yang berjumlah 62 siswa sebagai peserta program SMK Mini Pondok Pesantren di SMK Nahdlatul Ulama Sunan Ampel Poncokusumo Malang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

this PDF file PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA SISWA SMK | Farida | Tata Arta 1 SM

this PDF file PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA SISWA SMK | Farida | Tata Arta 1 SM

Berbagai bentuk kegiatan kewirausahaan ser- ing kali dapat diprediksi dari beberapa hal. Salah satu faktor pendukung berwirausaha adalah adanya keinginan. Keinginan ini oleh Fishbein dan Ajzen disebut sebagai intensi yaitu komponen dalam diri individu yang mengacu pada keinginan untuk melakukan tingkah laku tertentu (Wijaya, 2007: 119). Intensi berwirausaha merupakan representasi dari tindakan yang direncanakan untuk melakukan perilaku kewirausahaan. Menurut Reynolds & Mil- ler dalam Tung (2011: 34) “understood enterpre- neur intention as the personal commitment of the potential entrepreneur to start up” (intensi kewirausahaan dipahami sebagai komitmen pribadi dari calon wirausaha untuk memulai bisnis baru).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Minat dan peluang berwirausaha pada mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Minat dan peluang berwirausaha pada mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Pembangunan sumber daya manusia perlu dilaksanakan secara menyeluruh, terarah, dan terpadu di berbagai bidang. Minat berwirausaha akan menjadikan seseorang untuk lebih giat mencari dan memanfaatkan peluang usaha dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Minat tidak dibawa sejak lahir tetapi tumbuh dan berkembang sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro yang diperoleh selama kuliah merupakan modal dasar yang dapat digunakan untuk berwirausaha. Pengetahuan, keterampilan serta kemampuan kerja yang dimiliki oleh mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro dapat mendorong akan tumbuhnya minat untuk berwirausaha. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Seberapa tinggi minat dan peluang berwirausaha mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN PRESTASI BELAJAR KEJURUAN DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII TKR SMK COKROAMINOTO 2 BANJARNEGARA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

HUBUNGAN PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN PRESTASI BELAJAR KEJURUAN DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII TKR SMK COKROAMINOTO 2 BANJARNEGARA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

1,66) atau p (0,000 < 0,05) sehingga prestasi belajar kejuruan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap minat berwirausaha. Harga koefisien determinasi variabel prestasi belajar kejuruan dengan variabel minat berwirausaha sebesar 0,170, Hal ini menunjukkan bahwa variabel prestasi belajar kejuruan memiliki hubungan dengan minat berwirausaha siswa kelas XII TKR SMK Cokroaminoto 2 Banjarnegara tahun pelajaran 2015/2016 sebesar 17% sedangkan 83% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti.

10 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Minat Berwirausaha Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKSW

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Minat Berwirausaha Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKSW

Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan SI di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang Minat Berwirausaha Mahasiswa FKIP PendidikanEkonomi UKSW.

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGALAMAN MAGANG TERHADAP NIAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA (STUDI PADA MAGANG MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI DI MINI MARKET TANIA FKIP UNS).

PENGARUH PENGALAMAN MAGANG TERHADAP NIAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA (STUDI PADA MAGANG MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI DI MINI MARKET TANIA FKIP UNS).

Puji syukur peneliti panjatkan kehadiran Tuhan YME, karena telah memberikan rahmat dan karunia-Nya berupa ilmu, inspirasi, kesehatan dan keselamatan. Atas kehendak-Nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PENGARUH PENGALAMAN MAGANG TERHADAP NIAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA (STUDI PADA MAGANG MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI DI MINI MARET TANIA FKIP UNS).

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...