penyakit jantung koroner

Top PDF penyakit jantung koroner:

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang menyerang jantung. Jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kelainan pada organ tersebut dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung, sehingga mengakibatkan berkurangnya suplai oksigen dan nutrisi untuk menggerakkan jantung secara optimal. Penyempitan pembuluh darah tersebut disebabkan oleh pengendapan kalsium dan endapan lemak berwarna kuning yang dikenal dengan aterosklerosis (AHA, 2014).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Peranan High Sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP) pada Penyakit Jantung Koroner.

Peranan High Sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP) pada Penyakit Jantung Koroner.

Inflamasi pada arteri menyebabkan peningkatan produksi sitokin terutama interleukin 6, aktivasi factor pembekuan darah, peningkatan agregasi trombosit dan proliferasi sel otot polos. 12 Vahdat dkk. 13 menemukan bahwa peningkatan kadar Hs-CRP berkorelasi dengan gambaran elektrokardiogram pada penyakit arteri koroner. Perbedaan bermakna kadar Hs-CRP terlihat antara kontrol sehat dan subjek dengan penyakit jantung koroner. 11

6 Baca lebih lajut

REZA PENYAKIT JANTUNG KORONER

REZA PENYAKIT JANTUNG KORONER

Gejala Jantung Koroner pada kaum laki sedikit beda dari yang terjadi pada kaum wanita. Ini ungkapan dari beberapa ahli. Pada wanita biasanya Gejala Jantung koroner berupa sesak napas. Bila mengeluh sakit, serangannya lebih ke arah perut atau punggung bawah, dan biasanya disertai mual. Rasa sakit di dada tak hanya di sebelah kiri, bisa juga di kanan. Diagnosis Penyakit Jantung Koroner melalui gejala-gejala itu adakalanya sulit dilakukan, karena sering mirip dengan beberapa penyakit lain seperti maopause pada wanita seperti sakit punggung, berdebar-debar, berkeringat dingin, dll. Meskipun tidak sangat detail mengenai Gejala Jantung Koroner yang muncul, tetapi mualilah curiga bila Anda merasa terengah-engah disertai keringat dingin usai melakukan pekerjaan berat. Nyeri dada kiri (angina pektoris) merupakan ciri khas Gejala Penyakit Jantung Koroner. Dan juga dada serasa tertekan diikuti sesak napas. Kadang terasa ada tekanan di bahu atau leher seperti tercekik, dan nyeri di lengan kiri sampai jari-jari. Dalam beberapa kasus sakitnya malah terasa di rahang. Semua keluhan / gejala Jantung Koroner terjadi akibat penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah jantung.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Prevalensi Gambaran Elektrokardiografi Pasien Penyakit Jantung Koroner di CVCU RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2014

Prevalensi Gambaran Elektrokardiografi Pasien Penyakit Jantung Koroner di CVCU RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2014

Seperti yang kita ketahui, diagnosis pada penyakit jantung koroner adalah dengan menggunakan elektrokardiografi (EKG), dimana pada EKG ini akan dilakukan perekaman perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu. EKG dapat digunakan untuk mendiagnosis kecepatan denyut jantung yang tidak normal, gangguan irama jantung, serta kerusakan otot jantung (Bakpas et al., 2011).Sebagai suatu alat yang sederhana, praktis, dan relatif terjangkau, penggunaan EKG dapat membantu dalam mendiagnosis sebuah penyakit jantung khususnya pada penyakit jantung koroner.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Perbedaan Kadar LDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Dr. Moewardi.

DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Kadar LDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Dr. Moewardi.

Herman, I., Muhammad, S., dan Efrida. 2015. Hubungan Faktor Resiko yang dapat Dimodifikasi dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner di RS Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. vol. 4, no.2, pp. 369-75. International Diabetes Federation. 2013. IDF Diabetes Atlas. Sixth Edition.

5 Baca lebih lajut

FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KLINIS PENYAKIT JANTUNG KORONER (STUDI KASUS DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG).

FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KLINIS PENYAKIT JANTUNG KORONER (STUDI KASUS DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG).

Sutanti, 2010, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Klinis Penyakit Jantung Koroner (Studi Kasus di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang). Skripsi. Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Pembimbing : I. Widya Hary C, S.KM., M.Kes, II. Dina Nur Anggraini N, S.KM.

2 Baca lebih lajut

Patofisiologi Dan Penatalaksanaan Penyakit Jantung Koroner

Patofisiologi Dan Penatalaksanaan Penyakit Jantung Koroner

Faktor-faktor resiko untuk terjadinya keadaan ini adalah merokok, tekanan darah tinggi, peninggian nilai kolesterol didarah, kegemukan stress, diabetes mellitus dan riwayat keluarga yang kuat untuk Penyakit Jantung Koroner (6,8). Dengan bertambahnya umur penyakit ini akan lebih sering ada. pria mempunyai resiko lebih tinggi dari pada wanita, tetapi perbedaan ini dengan meningkatnya umur akan makin lama makin kecil.

8 Baca lebih lajut

PERBEDAAN RERATA KOLESTEROL TOTAL PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN  Perbedaan Rerata Kolesterol Total Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner.

PERBEDAAN RERATA KOLESTEROL TOTAL PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN Perbedaan Rerata Kolesterol Total Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Perbedaan Rerata Kolesterol Total Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner ”. Laporan skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat dalam meraih gelar sarjana di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

Penyakit Jantung Koroner Dan Hypertensi

Penyakit Jantung Koroner Dan Hypertensi

Penyakit jantung koroner ( PJK ) merupakan problema kesehatan utama di negara maju. Di Indonesia telah terjadi pergeseran kejadian Penyakit Jantung dan pembuluh darah dari urutan ke-l0 tahun 1980 menjadi urutan ke-8 tahun 1986. Sedangkan penyebab kematian tetap menduduki peringkat ke-3. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya Penyakit Jantung Koroner sehingga usaha pencegahan harus bentuk multifaktorial juga. Pencegahan harus diusahakan sedapat mungkin dengan cara pengendalian faktor faktor resiko PJK dan merupakan hal yang cukup penting dalam usaha pencegahan PJK, baik primer maupun sekunder. Pencegahan primer lebih ditujukan pada mereka yang sehat tetapi mempunyai resiko tinggi, sedangkan sekunder merupakan upaya memburuknya penyakit yang secara klinis telah diderita. Berbagai Penelitian telah dilakukan selama 50 tahun lebih dimana didapatlah variasi insidens PJK yang berbeda pada geografis dan keadaan sosial tertentu yang makin meningkat sejak tahun 1930 dan mulai tahun 1960 merupakan Penyebab Kematian utama di negara Industri. Mengapa didapatkan variasi insidens yang berbeda saat itu belum diketahui dengan pasti, akan tetapi didapatkan jelas terjadi pada keadaan keadaan tertentu. Penelitian epidemiologis akhirnya mendapatkan hubungan yang jelas antara kematian dengan pengaruh keadaan sosial, kebiasaan merokok, pola diet, exercise, dsb yang dapat dibuktikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya PJK antara lain: umur, kelamin ras, geografis, keadaan sosial, perubahan masa, kolesterol, hipertensi, merokok, diabetes, obesitas, exercise, diet, perilaku dan kebiasaan lainnya, stress serta keturunan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Latar belakang:Penyakit jantung koroner merupakan masalah kesehatan utama di Negara maju. Penyakit jantung koroner merupakan epidemi modern dan tidak dapat dihindari oleh faktor resiko penuan. Penyakit jantung ini dapat dicegah jika faktor resikonya dan pencegahan diketahui setiap orang.

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbedaan Intake Karbohidrat, Protein, Lemak, Dan Kolesterol Antara Penderita Penyakit Jantung Koroner Dan Penyakit Jantung Non Koroner Pasien Rawat Jalan Di RSUD Dr Moewardi.

PENDAHULUAN Perbedaan Intake Karbohidrat, Protein, Lemak, Dan Kolesterol Antara Penderita Penyakit Jantung Koroner Dan Penyakit Jantung Non Koroner Pasien Rawat Jalan Di RSUD Dr Moewardi.

Penyakit jantung koroner (PJK) penyebab kematian nomor satu di dunia. Sebelumnya menduduki peringkat ketiga (berdasarkan survei pada tahun 2006). Laporan Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian mendadak. Satu dari empat laki-laki dan satu dari lima perempuan meninggal pertahunnya karena penyakit jantung koroner yang merepresentasikan sekitar setengah kematian akibat penyakit kardiovaskular. Terjadinya penyakit jantung koroner antara perempuan dan laki-laki tidak ada perbedaannya untuk terkena penyakit jantung koroner, ada yang mengatakan bahwa perempuan lebih banyak terjadi penyakit jantung koroner merupakan kesimpulan yang salah, faktanya tidak banyak perbedaan antara perempuan dan laki-laki dalam insidensi penyakit ini dihitung berdasarkan harapan hidup yang lebih panjang (Huon, 2002).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Ruang Lingkup Penyakit Jantung Koroner (1)

Ruang Lingkup Penyakit Jantung Koroner (1)

Pada tahap pencegahan ini, dilakukan pada saat masih sehat.Tidak hanya untuk mengantisipasi penyakikit aterosklerosis saja tetapi juga penyakit- penyakit yang lain.Karena upaya ini bertujuan agar kondisi kesehatan tetep terjaga. Promosi kesehatan yang dilakukan adalah memberi penyuluhan tentang pengetahuan kesehatan khususnya penyakit jantung koroner, olahraga secara teratur, menyeimbangkan asupan gizi dalam tubuh, melakukan pemeriksaan secara berkala, dan pegetahuan secara genetis tentang riwayat penyakit.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Perilaku Pasien Penyakit Jantung Koroner Terhadap Diet Penyakit Jantung Koroner di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2010.

Perilaku Pasien Penyakit Jantung Koroner Terhadap Diet Penyakit Jantung Koroner di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2010.

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan karunia-Nya sehingga Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Perilaku Pasien Penyakit Jantung Koroner Terhadap Diet Penyakit Jantung Koroner di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2010” ini dapat diselesaikan. Karya tulis ini disusun sebagai tugas akhir mata kuliah Community Research Program (CRP) dan merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

77 Baca lebih lajut

MAKALAH PENYAKIT TROPIK PENYAKIT JANTUNG KORONER

MAKALAH PENYAKIT TROPIK PENYAKIT JANTUNG KORONER

mengalami aterosklerotik. Menaikkan aliran darah kolateral, dan menghambat agregasi trombosit. Bila serangan angina tidak respons dengan nitrat jangka pendek, maka harus diwaspadai adanya infark miokard. Efek samping obat adalah sakit kepala, dan flushing. ? Penyekat ? juga merupakan obat standar. Penyekat ? menghambat efek katekolamin pada sirkulasi dan reseptor ?-1 yang dapat menyebabkan penurunan konsumsi oksigen miokard. Pemberian penyekat ? dilakukan dengan target denyut jantung 50-60 per menit. Kontraindikasi terpenting pemberian penyekat ? adalah riwayat asma bronkial, serta disfungsi bilik kiri akut. ? Antagonis kalsium mempunyai efek vasodilatasi. Antagonis kalsium dapat mengurangi keluhan pada pasien yang telah mendapat nitrat atau penyekat ?; selain itu berguna pula pada pasien yang mempunyai kontraindikasi penggunaan penyekat ?. Antagonis kalsium tidak disarankan bila terdapat penurunan fungsi bilik kiri atau gangguan konduksi atrioventrikel. Rekomendasi pengobatan untuk memperbaiki prognosis pasien dengan angina stabil menurut ESC 2006 sbb.: 1. Pemberian Aspirin 75 mg per hari pada semua pasien tanpa kontraindikasi yang spesifik (cth. Perdarahan lambung yang aktif, alergi aspirin, atau riwayat intoleransi aspirin) (level evidence A). 2. Pengobatan statin untuk semua pasien dengan penyakit jantung koroner (level evidence A). 3. Pemberian ACE inhibitor pada pasien dengan indikasi pemberian ACE inhibitor, seperti hipertensi, disfungsi ventrikel kiri, riwayat miokard infark dengan disfungsi ventrikel kiri, atau diabetes (level evidence A). 4. Pemberian Beta-blocker secara oral pada pasien gagal jantung atau yang pernah mendapat infark miokard (level evidence A). Revaskularisasi Miokard Ada dua cara revaskularisasi yang telah terbukti baik pada PJK stabil yang disebabkan aterosklerotik koroner yaitu tindakan revaskularisasi pembedahan, bedah pintas koroner (coronary artery bypass surgery = CABG), dan tindakan intervensi perkutan (percutneous coronary intervention = PCI). Akhir-akhir ini kedua cara tersebut telah mengalami kemajuan pesat yaitu diperkenalkannya tindakan, off pump surgery dengan invasif minimal dan drug eluting stent (DES). Tujuan revaskularisasi adalah meningkatkan survival ataupun mencegah infark ataupun untuk menghilangkan gejala. Tindakan mana yang dipilih, tergantung pada risiko dan keluhan pasien. Tindakan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Epidemiologi Penyakit Jantung Koroner - Faktor-Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Penyakit Jantung Koroner Usia ≤ 45 Tahun Di RSUP H. Adam Malik, Medan 2009- 2011

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Epidemiologi Penyakit Jantung Koroner - Faktor-Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Penyakit Jantung Koroner Usia ≤ 45 Tahun Di RSUP H. Adam Malik, Medan 2009- 2011

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) kini telah menjadi pembunuh utama di Indonesia, khususnya hipertensi, stroke dan penyakit jantung koroner. Menurut WHO, penyakit kardiovaskular merupakan 28% penyebab kematian di negara-negara Asia- Pasifik, dimana penyakit ini banyak menyerang golongan usia produktif, terutama di negara-negara berkembang sehingga berpotensi mengurangi GDP (Gross Domestic Product) dan menambah angka kemiskinan. Di Indonesia sendiri penyakit jantung merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas paling tinggi, hal tersebut seiiring dengan meningkatnya umur harapan hidup, adanya perubahan pola gaya hidup, makin tinggi paparan faktor risiko, dan adanya kondisi lingkungan yang merugikan kesehatan seperti pencemaran udara dan rendahnya kondisi sosial ekonomi masyarakat.(Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2011).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Penyakit Periodontal Dan Penyakit Jantung Koroner (Aterosklerosis).

Penyakit Periodontal Dan Penyakit Jantung Koroner (Aterosklerosis).

Penyakit jantung koroner (CHD) dapat disebabkan oleh faktor genetik dan faktor resiko seperti merokok, hipertensi, diabetes, serum lipid yang abnormal dan umur. Dalam beberapa tahun terakhir konsep dari patogenesis terjadinya aterosklerosis dan kardiovaskuler telah meluas dari suatu pandangan yang semula etiologi utama karena lemak yang abnormal, sekarang ini perhatian tertuju pada proses inflamasi termasuk penyakit periodontal. Peran dari infeksi dipercaya bekerja sebagai stimulus inflamasi penting yang mengakibatkan aterogenesis. Proses inflamasi dapat melibatkan pembuluh darah secara langsung atau tidak langsung melalui penyesuaian hemostatik dan pemicu respon inflamasi sitemik. Bakteri dan produknya dapat merusak pembuluh darah secara langsung dengan mempengaruhi sel endotel, koagulasi darah, metabolisme lemak, monosit atau makrofag. Perubahan ini akan menyebabkan peningkatan resiko terjadinya aterosklerosis. Tingginya faktor- faktor inflamasi sistemik serta faktor hemostatik dapat meningkatkan inflamasi vaskuler dan mengakibatkan trombosis.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN SIMVASTATIN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

STUDI PENGGUNAAN SIMVASTATIN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Penyakit jantung koroner adalah suatu penyempitan arteri koroner internal yang disebabkan oleh adanya lesi dan aterosklerosis serta mengakibatkan kerusakan dinding pembuluh darah. Aterosklerosis koroner inilah yang menyebabkan lumen (lubang) arteri koroner menyempit dan akhirnya menyebabkan penyumbatan aliran darah ke jantung sehingga suplai darah menjadi tidak adekuat atau terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen yang di perlukan dengan persediaan oksigen yang di berikan oleh pembuluh darah koroner. Statin menurunkan kadar kolesterol dengan cara menginhibisi kerja enzim 3-hydroxy 3 methyl glutarylcoenzyme A(HMG CoA) reduktase pada sintesis kolesterol di hati. Simvastatin cenderung menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida dan meningkatkan kolesterol HDL. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan simvastatin pada pasien penyakit jantung koroner rawat inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo.Metode penelitian observasional berupa studi retrospektif pada pasien penyakit jantung koroner. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling, periode Januari 2015 sampai Juli 2016. Hasil dari penelitian ini adalahsimvastatin hanya digunakan tunggal (1x20 mg) PO 100%.Penggunaan simvastatin terkait dosis, frekuensi, rute, interval, dan lama pemberian sudah sesuai dengan guidelines yang ada.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan TME, atas berkat dan kurnai-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan judul „ tingkat pengetahuan,sikap dan perilaku pasien yang menderita penyakit jantung koroner(PJK) di Rumah Sakit Umum Daerah DR Pringadi, Medan mengenai PJK. ” .Proses penulisan Karya Tulisan Ilmiah ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang berhormat :

13 Baca lebih lajut

PENYAKIT JANTUNG KORONER

PENYAKIT JANTUNG KORONER

Untuk pencegahan penyakit jantung koroner hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi. Mulailah dengan mengkonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, padi-padian, makanan berserat lainnya dan ikan. Kurangi daging, makanan kecil (cemilan), dan makanan yang berkalori tinggi dan banyak mengandung lemak jenuh lainnya. Makanan yang banyak mengandung kolesterol tertimbun dalam dinding pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis yang menjadi pemicu penyakit jantung dan stroke. Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan. Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri, dan meningkatkan faktor pembekuan darah yang memicu penyakit jantung dan stroke. Perokok mempunyai peluang terkena stroke dan jantung koroner sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibanding dengan bukan perokok.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Hubungan derajat albuminuria dengan beratnya lesi arteri koroner pada pasein penyakit jantung koroner

Hubungan derajat albuminuria dengan beratnya lesi arteri koroner pada pasein penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) ialah penyakit jantung yang terutama disebabkan penyempitan arteri koronaria akibat proses aterosklerosis atau spasme atau kombinasi keduanya. 2 Manifestasi klinik PJK yang klasik adalah angina apektoris, yaitu suatu sindroma klinis dimana didapatkan sakit dada yang timbul pada waktu melakukan aktivitas karena adanya iskemia miokard. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi > 70% penyempitan arteri koronaria. Angina pectoris dapat muncul sebagai angina pectoris stabil (APS, stableangina) dan keadaan ini biasa berkembang menjadi lebih berat dan menimbulkan Sindroma Koroner Akut (SKA) atau dikenal sebagai serangan jantung mendadak (heart attack) yang bisa menyebabkan kematian. Beberapa definisi yang penting pada PJK adalah: 2,8,9
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...