Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

Top PDF Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN):

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) PADA MASYARAKAT KARANGJATI KABUPATEN BLORA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) PADA MASYARAKAT KARANGJATI KABUPATEN BLORA

Sejak tahun 2008 sampai dengan 20013, penyakit demam berdarah di Kelurahan Karangjati Kabupaten Blora selalu ada dan trennya selalu naik. Masalah dalam penelitian ini adalah faktor apa sajakah yang mempengaruhi perilaku pemberantasan sarang nyamuk masyarakat Kelurahan Karangjati Kabupaten Blora. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku pemberantasan sarang nyamuk Masyarakat. Metode penelitian explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Responden dipilih secara random. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang terbukti berhubungan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue adalah pengetahuan, sikap, ketersediaan informasi, dan peran petugas kesehatan. Variabel yang tidak terbukti berhubungan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue adalah umur, pendidikan, jenis kelamin dan pendapatan. Simpulan penelitian, pengetahuan, sikap, ketersediaan informasi, dan peran petugas kesehatan berpengaruh terhadap perilaku pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue di masyarakat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

SKRIPSI GAMBARAN PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DI  Gambaran Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Di Desa Grogol Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.

SKRIPSI GAMBARAN PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DI Gambaran Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Di Desa Grogol Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.

Dengue fever has become a serious health problem in tropical and subtropical regions. Many government programs in dengue prevention efforts such as education or socialization 3M (Drain, Close and Bury), spraying or fogging, distribution and implementation of mutual aid abate. Community participation is still lacking in activities mosquito nest eradication (PSN) has spread dengue fever spreading. This study aims to reveal the PSN in the village of Grogol sub-district of Grogol district Sukoharjo. This research method using purely qualitative research. The population in this study all villagers who have been exposed to dengue Grogol years 2009-2011. The selection of the sample using purposive sampling method. The results are 60% respondents with positive bathtub larvae, 50% respondents did not close a reservoir of water and 10% contained larvae in water reservoirs, 60% respondents did not get rid of second-hand goods and 70% respondents hang clothes in the room.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Peran Lingkungan Sosial terhadap Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk di Kecamatan Ngemplak.

Peran Lingkungan Sosial terhadap Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk di Kecamatan Ngemplak.

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Pemerintah menetapkan upaya penanggulangan DBD dengan menekankan pada upaya pencegahan, diantaranya melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus (Menguras, Menutup, Memanfaatkan, serta upaya lain yang mendukung). Indikator keberhasilan kegiatan PSN di suatu wilayah dinilai dengan Angka Bebas Jentik (ABJ). Suatu wilayah dikatakan berhasil melaksanakan PSN bila terwujudnya ABJ lebih atau sama dengan 95%. Bila ABJ 95% penularan DBD dapat dicegah. PSN, sebagai bentuk perilaku kesehatan ditentukan oleh berbagai determinan perilaku, diantaranya adalah lingkungan sosial. Penelitian bertujuan untuk menganalisis peran lingkungan sosial terhadap perilaku PSN di Kecamatan Ngemplak, Boyolali
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Hubungan Tempat Perindukan Nyamuk dan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Kelurahan Benda Baru Kota Tangerang Selatan Tahun 2015

Hubungan Tempat Perindukan Nyamuk dan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Kelurahan Benda Baru Kota Tangerang Selatan Tahun 2015

D. Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Aedes aegypti Perilaku manusia merupakan hasil daripada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Dengan kata lain, perilaku merupakan respon/reaksi seorang individu terhadap stimulus yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya. Respon ini dapat bersifat pasif (tanpa tindakan : berpikir, berpendapat, bersikap) maupun aktif (melakukan tindakan). Sesuai dengan batasan ini, perilaku pemberantasan sarang nyamuk adalah kegiatan memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk penular DBD (Aedes aegypti) di tempat-tempat perkembangbiakannya. Menurut WHO (2009), perilaku PSN merupakan cara yang efektif untuk mencegah peningkatan kasus DBD.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI GAMBARAN PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DI  Gambaran Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Di Desa Grogol Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.

NASKAH PUBLIKASI GAMBARAN PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DI Gambaran Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Di Desa Grogol Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menjadi masalah kesehatan yang serius pada daerah tropis maupun subtropis. Sudah banyak program pemerintah dalam upaya pencegahan DBD seperti penyuluhan atau sosialisasi 3M (Menguras, Menutup and Mengubur), penyemprotan atau pengasapan, pembagian abate dan pelaksanaan gotong royong. Partisipasi masyarakat yang masih kurang dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menyebabkan persebaran DBD semakin meluas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi PSN di Desa Grogol Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif murni. Populasi dalam penelitian ini seluruh warga Desa Grogol yang pernah terkena DBD tahun 2009-2011. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian terdapat 60% responden dengan bak mandi positif jentik, 50% responden tidak menutup tempat penampungan air dan 10% terdapat jentik pada tempat penampungan air, 60% responden tidak menyingkirkan barang-barang bekas dan 70% responden menggantungkan pakaian di dalam kamar.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Tingkat Densitas Telur Nyamuk Aedes Aegypti Pada Ovitrap Di RW 01 Kelurahan Pamulang Barat Tahun 2015

Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Tingkat Densitas Telur Nyamuk Aedes Aegypti Pada Ovitrap Di RW 01 Kelurahan Pamulang Barat Tahun 2015

Saya Shela Ayu Puryandini selaku mahasiswa S-1 Jurusan Kesehatan Masyarakat, Peminatan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, sedang melakukan penelitian mengenai Hubungan Perilaku Masyarakat Terhadap Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Demam Berdarah Dengue (DBD) Dengan Tingkat Densitas Telur Nyamuk Aedes Aegypti Pada Ovitrap Di RW 01 Kelurahan Pamulang Barat Tahun 2015. Atas hal tersebut, saya mengharapkan kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner ini dengan lengkap dan jelas. Jawaban dan identitas anda akan dirahasiakan. Atas kesediaan dan kerjasamanya, saya mengucapkan terima kasih.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Praktik Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh Kader Kesehatan Dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Buffer Area Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang Tahun 2010.

Hubungan Antara Praktik Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh Kader Kesehatan Dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Buffer Area Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang Tahun 2010.

Pada tahun 2009, terdapat 51 kasus DBD di buffer area wilayah kerja KKP kelas II Semarang. Hasil survei epidemiologi penyakit DBD pada bulan Februari 2010 dapat diketahui bahwa ABJ 45%, sedangkan ABJ untuk daerah pemukiman adalah ≥95%. Kegiatan penanggulangan DBD di buffer area melalui kegiatan penyuluhan DBD, Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD), dan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) oleh kader kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara praktik penyuluhan DBD, PSN DBD, PJB oleh kader kesehatan dengan ABJ di buffer area KKP Kelas II Semarang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perilaku Masyarakat Tentang Program Pemberantasan Penyakit DBD di Kabupaten Minahasa Utara

Perilaku Masyarakat Tentang Program Pemberantasan Penyakit DBD di Kabupaten Minahasa Utara

Dari data yang diperoleh, bahwa sebagian besar menyambut baik/setuju terhadap kegiatan untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue. Hal ini terbukti dengan sikap setuju 345 (100%) terhadap tindakan PSN DBD, yaitu menguras dan menutup tempat penampungan air, mengubur/menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, juga bagi responden yang memiliki penampungan air karena sulit mendapatkan air, setuju untuk di berikan bubuk abate. Tetapi responden yang tidak setuju diberi bubuk abate karena mereka tidak menampung air. Juga mengenai penerapan metode Ovitrap yang sedang digalakkan oleh Dinas Kesehatan responden menyambut baik akan upaya tersebut karena dianggap sangat baik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap, Dan Motivasi Dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk Di Desa Kudu Baki Sukoharjo.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap, Dan Motivasi Dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk Di Desa Kudu Baki Sukoharjo.

6 Berdasarkan hasil survei pendahuluan dengan Kepala Puskesmas Baki mengatakan bahwa untuk PHBS di Kecamatan Baki masih kurang dan untuk mengubah perilaku manusia tidak mudah padahal sudah banyak kegiatan yang dilakukan oleh pihak puskesmas dengan kader. Menurut Bidan Desa Kudu, penyakit chikungunya bersifat endemis dimana setiap tahun ada warga yang menderita. Hal ini terjadi karena memang kurangnya pengetahuan dan sikap tentang PHBS di kalangan masyarakat. PHBS tentang pemberantasan sarang nyamuk dalam rumah tangga perlu dibiasakan, karena rumah tangga merupakan suatu bagian masyarakat terkecil di mana perubahan perilaku dapat membawa dampak besar dalam kehidupan dan tingkat kesehatan anggota keluarga di dalamnya. Rumah tangga sehat juga merupakan suatu aset dan modal utama pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE (PSN DBD)

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE (PSN DBD)

Hasil pengolahan data, diperoleh bahwa ada beberapa pertanyaan dalam kuesioner yang dijawab dengan tidak tepat oleh responden. Diantaranya adalah PSN DBD melalui 3M sebaiknya dilakukan oleh siapa, bagaimana cara pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue yang tepat, dimana tempat nyamuk Aedes aegypti berkembang biak, dimana nyamuk Aedes aegypti. Pertanyaan tersebut dianggap penting karena dapat menggambarkan bagaimana tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue dilakukan.

Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MAHASISWA TENTANG PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) TERHADAP KEBERADAAN JENTIK AEDES AEGYPTI

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MAHASISWA TENTANG PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) TERHADAP KEBERADAAN JENTIK AEDES AEGYPTI

Sebagian besar wilayah tropis dan subtropis sering ditemukan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama Asia Tenggara, Amerika Tengah, dan Karibia. Manusia adalah host DBD serta virus dengue dengan kategori famili Flaviridae dan genus Flavivirus sebagai agent. Media perantara virus dengue menuju host manusia yaitu melalui vektor nyamuk yang sudah terinfeksi, antara lain nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus (Chen et al., 2006). World Health Organization atau WHO menyimpulkan bahwa insiden terjadinya DBD di dunia mengalami perkembangan yang sangat pesat karena diperkirakan 390 juta terinfeksi oleh virus dengue per tahun. Kasus di Amerika, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat diperkirakan lebih dari 3,2 juta terjangkit DBD pada tahun 2015 (WHO, 2016).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh Keberadaan Jentik, Pengetahuan dan Praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Siantar Timur Kota Pematang Siantar Tahun 2014

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh Keberadaan Jentik, Pengetahuan dan Praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Siantar Timur Kota Pematang Siantar Tahun 2014

Hasil penelitian Supriyanto (2011) menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, praktik keluarga tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan Kota Semarang. Hal ini sesuai dengan Notoatmodjo (2002) yang menyatakan bahwa pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang, sehingga dalam konteks pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pengetahuan tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang dalam melakukan tindakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang pada akhirnya akan mencegah terjadinya penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan Sanitasi Lingkungan Pemukiman dan Pemberantasan Sarang Nyamuk Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Tinggi Kecamatan Binjai Timur Rahun 2016

Hubungan Sanitasi Lingkungan Pemukiman dan Pemberantasan Sarang Nyamuk Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Tinggi Kecamatan Binjai Timur Rahun 2016

Yudhastuti, R. dan Vidiyani, A. 2005. Hubungan kondisi lingkungan, kontainer, dan perilaku masyarakat dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti di daerah endemis demam berdarah dengue Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR.

Baca lebih lajut

Hubungan Frekuensi Pemberantasan Sarang Nyamuk Dan Angka Bebas Jentik Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Periode Januari-Desember Tahun 2012 Di Kota Medan

Hubungan Frekuensi Pemberantasan Sarang Nyamuk Dan Angka Bebas Jentik Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Periode Januari-Desember Tahun 2012 Di Kota Medan

Program PSN DBD dan PJB dilakukan oleh setiap wilayah puskesmas yang ada di Kota Medan, namun hingga saat ini kasus demam berdarah dengue yang ada di Kota Medan masih tinggi. Maka yang menjadi rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana Hubungan Frekuensi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Angka Bebas Jentik (ABJ) dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) pada periode Januari-Desember 2012 di Kota Medan.

Baca lebih lajut

KELOMPOK PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) SISKAMLING DBD DI KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN LUMAJANG

KELOMPOK PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) SISKAMLING DBD DI KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN LUMAJANG

Menurut teori Lawrence Green tahun 1980 yang dikutip dari Luthviatin, et al (2012:64) terdapat 3 faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku individu atau masyarakat, yaitu faktor pemudah (predisposing), pemungkin (enabling), dan penguat (reinforcing). Faktor pemudah meliputi usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dan kepercayaan terhadap nilai-nilai. Faktor pemungkin meliputi ketersediaan sarana/fasilitas dan kemudahan sarana/fasilitas, sedangkan faktor penguat meliputi dukungan tokoh masyarakat, tokoh agama, teman, anggota keluarga, dan petugas kesehatan. Dari kerangka konseptual di atas peneliti ingin membandingkan antara kelompok PSN siskamling DBD yang aktif dengan yang tidak aktif. Variabel-variabel yang ingin dibandingkan dari dua kelompok tersebut adalah pengetahuan, sikap, dan peran petugas kesehatan. Selain membandingkan antara dua kelompok PSN tersebut, peneliti ingin mendeskripsikan tentang kegiatan PSN siskamling DBD di Kecamatan Sukodono mulai dari awal pembentukan kelompok hingga evaluasi kesgiatan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER (DHF) DENGAN TINDAKAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DI DESA KUJUNG KECAMATAN WIDANG KABUPATEN TUBAN

HUBUNGAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER (DHF) DENGAN TINDAKAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DI DESA KUJUNG KECAMATAN WIDANG KABUPATEN TUBAN

maupun factor eksternal. Semakin tinggi tingkat kebersihan lingkungan maka semakin rendah terjadinya penyakit DBD. Faktor kedua biologis Pengendalian secara bioligis merupakan pengendalian perkembangan nyamuk dan jentiknya dengan menggunakan hewan atau tumbuhan. Seperti pemeliharaan ikan cupang pada kola/ sumur yang sudah tak terpakai atau menggunakan dengan bakteri Bt H-14. Faktor ketiga kimiawi Pengendalian secara kimiawi adalah cara pengendalian serta pembasmian nyamuk dan jentik dengan menggunakan bahan-bahan kimia. Diantaranya adalah : Pengasapan/togging dengan menggunakan malathion dan fenthion yang berguna untuk mengurangi kemungkinan penularan aides aegypti dengan batas tertentu. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat yang sering menjadi tempat penampungan air. Apabila faktor tersebut diatas mendukung maka tindakan PSN akan berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan dan sebaliknya jika faktor tersebut tidak mendukung maka akan timbul penyulit sehingga hal tersebut akan membawa dampak pada keluarga atau masyarakat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perilaku Masyarakat Dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Dengan Menguras, Menutup, Dan Mengubur (3M) Serta Faktor Yang Mempengaruhinya Di Kelurahan Cirendeu RW 09 Tahun 2011. MUWAWI SIREGAR FKIK

Perilaku Masyarakat Dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Dengan Menguras, Menutup, Dan Mengubur (3M) Serta Faktor Yang Mempengaruhinya Di Kelurahan Cirendeu RW 09 Tahun 2011. MUWAWI SIREGAR FKIK

Alat yang digunakan adalah mesin fog (pengasapan) dan penyemprotan dengan cara pengasapan tidak mempunyai efek residu. Untuk membasmi penularan virus dengue penyemprotan dilakukan dua siklus dengan interval 1 minggu. Pada penyemprotan siklus pertama, semua nyamuk yang mengandung virus dengue dan nyamuk-nyamuk lainnya akan mati. Tetapi akan segara muncul nyamuk-nyamuk baru yang diantaranya akan menghisap darah pada penderita viremia (pasien yang positif terinfaksi DBD) yang masih ada yang dapat menimbulkan terjadinya penularan kembali. Oleh karena itu perlu dilakukan penyemprotan yang pertama agar nymuk baru yang infektif tersebut akan terbasmi sebelum sempat menularkan pada orang lain. Tindakan penyemprotan dapat membasmi penularan, akan tetapi tindakan ini harus diikuti dengan pemberantasan terhadap jentiknya agar populasi nyamuk penular dapat tetap ditekan serendah-rendahnya. 3
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Promosi dan Survei Rumah Sehat dan PSN D

Promosi dan Survei Rumah Sehat dan PSN D

Culex tarsalis bisa menyelesaikan siklus hidupnya dalam tempo 14 hari pada 20 °C dan hanya sepuluh hari pada suhu 25 °C. Sebagian spesies mempunyai siklus hidup sependek empat hari atau hingga satu bulan.Larva nyamuk dikenal sebagai jentik dan didapati di sembarang bekas berisi air.Jentik bernafas melalui saluran udara yang terdapat pada ujung ekor.Pupa biasanya seaktif larva, tetapi bernafas melalui tanduk thorakis yang terdapat pada gelung thorakis. Kebanyakan jentik memakan mikroorganisme, tetapi beberapa jentik adalah pemangsa bagi jentik spesies lain. Sebagian larva nyamuk seperti Wyeomia hidup dalam keadaan luar biasa.Jentik-jentik spesies ini hidup dalam air tergenang dalam tumbuhan epifit atau di dalam air tergenang dalam pohon periuk kera.Jentik-jentik spesies genus Deinocerites hidup di dalam sarang ketam sepanjang pesisir pantai.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peran Keluarga Dan Petugas Puskesmas Terhadap Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Perumnas Helvetia Medan Tahun 2009

Peran Keluarga Dan Petugas Puskesmas Terhadap Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Perumnas Helvetia Medan Tahun 2009

dengue merupakan sumber penularan penyakit demam berdarah. Virus dengue berada dalam darah selama 4-7 hari mulai hari 1-2 hari sebelum demam. Bila penderita tersebut digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terhisap masuk dalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus akan memperbanyak diri dan tersebar diberbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk di dalam kelenjar liurnya. Kira-kira 1 minggu setelah mengisap darah penderita, nyamuk tersebut siap untuk menularkan kepada orang lain (masa inkubasi ekstrinsik). Virus ini akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu nyamuk aedes aegypti yang telah menghisap virus dengue itu menjadi penular (infektif) sepanjang hidupnya. Penularan ini terjadi karena setiap kali nyamuk menusuk/mengigit, sebelum menghisap darah akan mengeluarkan air liur melalui alat tusuknya (proboscis) agar darah yang diisap tidak membeku. Bersama air liur inilah virus dengue dipindahkan dari nyamuk ke orang lain (Depkes RI, 1992). 2.4.1. Tanda-tanda Penyakit DBD
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...