Perubahan Kecepatan

Top PDF Perubahan Kecepatan:

Perubahan Kecepatan Aliran Sungai Akibat Perubahan Pelurusan Sungai | Barid | Jurnal Semesta Teknika 850 2483 1 SM

Perubahan Kecepatan Aliran Sungai Akibat Perubahan Pelurusan Sungai | Barid | Jurnal Semesta Teknika 850 2483 1 SM

Penanganan run off dengan secepat cepatnya cenderung hanya menyelesaikan masalah pada sub DAS tersebut dalam jangka pendek dan akan memberikan resiko banjir pada daerah yang lebih hilir. Dalam jangka panjang dimungkinkan banjir juga akan bergeser pula pada sub DAS tersebut juga. Penyelesaian banjir yang sekarang sering dilakukan adalah normalisasi sungai. Salahsatu unsur normalisasi sungai adalah pemberian tanggul sungai. Tujuan. penelitian ini adalah mengetahui perubahan kecepatan akibat pembuatan tanggul.Tanggul berguna untuk memperlancar aliran sungai dan mengganti fungsi bantaran sungai menjadi lahan pemukiman. Dinding tanggul umumnya terbuat dari bahan yang lebih halus daripada dinding alam sungai. Perubahan kekasaran sungai ini menjadikan berubahnya kedalaman, radius hidraulik dan kecepatan aliran. Penghitungan kecepatan secara teoritis dilakukan dengan persamaan manning pada sungai sebelum dan sesudah ada tanggul. Besarnya perubahan diperoleh dengan membandingkan kedalaman, radius hidraulik, dan kecepatan sebelum dan sesudah ada tanggul.Hasil analisis yang telah dilakukan dari kondisi tanpa tanggul menjadi dengan tanggul untuk Q 5 tahun : di P 394 tinggi muka air
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penentuan anomali perubahan kecepatan gelombang primer dengan kecepatan gelombang sekunder (vp/vs) pada daerah Papua Barat :studi kasus gempa bumi Manokwari

Penentuan anomali perubahan kecepatan gelombang primer dengan kecepatan gelombang sekunder (vp/vs) pada daerah Papua Barat :studi kasus gempa bumi Manokwari

Studi penentuan nilai anomali merupakan salah satu studi yang digunakan sebagai precursor gempa bumi, sekaligus untuk mengetahui kondisi perubahan susunan batuan dibawah permukaan bumi akibat terjadinya gempa bumi berdasarkan perubahan kecepatan gelombang primer dan kecepatan gelombang sekunder. Daerah penelitian bearada di koordinat 1,6673 o LU – 2,8333 o LS ; 132 o BT – 136 o BT, daerah ini mempunyai intensitas terjadi gempa besar dengan studi kasus gempa bumi Manokwari. Penelitian ini menggunakan diagram wadati yang merupakan pendekatan metode least square. Hasil interpretasi menunjukan perubahan nilai dari bulan September 2008 – Januari 2009 semakin meningkat dengan anomali 1,023%. Nilai Januari 2009 merupakan nilai tertinggi karena pada bulan tersebut terjadi gempa bumi besar. Sedangkan dari bulan Januari 2009 – Juni 2009 terjadi penurunan nilai
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

ANALISIS PERUBAHAN KECEPATAN ALIRAN PADA MUARA SUNGAI PALU

ANALISIS PERUBAHAN KECEPATAN ALIRAN PADA MUARA SUNGAI PALU

Muara dimana pasang surut merupakan factor dominan dalam sirkulasi aliran di muara, yakni apabila tinggi pasang surut cukup besar, maka volume air pasang yang masuk ke sungai sangat besar. Air tersebut akan berakumulasi dengan air dari hulu sungai. Pada waktu air surut, volume air yang sangat besar tersebut mengalir keluar dalam periode waktu tertentu yang tergantung pada tipe pasang surut. Dengan demikian kecepatan arus selama air surut tersebut besar, yang cukup potensial untuk membentuk muara sungai. Muara sungai tipe ini berbentuk corong atau lonceng.

12 Baca lebih lajut

Perubahan Kecepatan Aliran Sungai Akibat Perubahan Pelurusan Sungai | Suyanto | Jurnal Semesta Teknika 853 2489 1 SM

Perubahan Kecepatan Aliran Sungai Akibat Perubahan Pelurusan Sungai | Suyanto | Jurnal Semesta Teknika 853 2489 1 SM

Untuk baja karbon rendah mild steel struktur mikro akan berubah dari permukaan keinti dengan struktur hypereutectoid pada permukaan, lebih dalam menunjukkan struktur eutectoid dan tetap [r]

8 Baca lebih lajut

Perubahan Kecepatan Aliran Sungai Akibat Perubahan Pelurusan Sungai | Sriyono | Jurnal Semesta Teknika 851 2485 1 SM

Perubahan Kecepatan Aliran Sungai Akibat Perubahan Pelurusan Sungai | Sriyono | Jurnal Semesta Teknika 851 2485 1 SM

Selain itu juga bertujuan untuk menentukan formula empirik hasil analisis dimensi debit aliran Q yang melalui pipa berpori.Penelitian dilakukan dengan cara membuat eksperimen fisik d[r]

10 Baca lebih lajut

TEKNIK TENAGA LISTRIK MOTOR ARUS SEARAH

TEKNIK TENAGA LISTRIK MOTOR ARUS SEARAH

Pada waktu start bisa memberi momen yang besar dengan arus start yang rendah juga dapat memberi perubahan kecepatan atau beban dengan arus start yang rendah juga dapat memberi perubahan kecepatan atau beban dengan arus kecil dibandingkan motor tipe lain, tetapi kecepatan akan lebih besar bila beban rendah atau bebannya ringan dan dalam hal ini pengaturan kecepatannya bisa diatur melalui tegangan suplai.

14 Baca lebih lajut

225 Pemodelan dan Verifikasi Aliran Dua Fase (Air-Udara) di Belokan 90

225 Pemodelan dan Verifikasi Aliran Dua Fase (Air-Udara) di Belokan 90

Penyebab terjadinya pergolakan yang ditandai dengan meningkatnya proporsi volumetrik udara ( β ) dikarenakan perubahan kecepatan aliran dari kedua fluida yang mana kecepatan fluida udara meningkat dan kecepatan fluida air yang semakin pelan sehingga saat melintasi belokan 90 0 mengalami pergolakan akibat dari gaya sentrifugal yang besar dari arah horizontal ke vertikal dan pengaruh gaya gravitasi yang terjadi pada fluida air semakin besar. Untuk fenomena flow pattern tersebut, fluida air memiliki peranan yang penting dikarenakan
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaturan Output Generator Induksi dengan Static Synchronous Compensator (STATCOM) pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Pengaturan Output Generator Induksi dengan Static Synchronous Compensator (STATCOM) pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Energi angin merupakan energi terbarukan yang dapat digunakan untuk suplai tambahan kebutuhan energi listrik. Pada wilayah persawahan dan tepi pantai, energi angin memiliki potensi yang besar dalam memberi tambahan suplai daya kebutuhan energi listrik Pemanfaatan energi angin memiliki kendala pada kecepatan angin yang berubah-ubah yang menyebabkan frekuensi dan tegangan output pembangkitan tidak stabil. Generator induksi merupakan salah satu solusi karena tidak harus diputar pada kecepatan tetap. Pada tugas akhir ini, penulis membahas pengaturan output generator induksi dengan static synchronous compensator pada pembangkit listrik tenaga angin. Melalui pengaturan ini, akan diuji output generator induksi berupa tegangan, frekuensi, daya aktif, dan daya reaktif. Metode yang digunakan ialah dengan mengubah jumlah kutub generator induksi dan perubahan kecepatan angin. Penelitian diakukan dengan menggunakan software simulasi PSIM. Hasil yang didapat ialah, STATCOM mampu mempertahankan keluaran tegangan pada 285 Volt dan frekuensi pada 50 Hz pada kondisi perubahan kecepatan angin dan perubahan jumlah kutub generator induksi.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

PENGUJIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN POSISI PELAT PHOTOVOLTAIC HORIZONTAL

PENGUJIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN POSISI PELAT PHOTOVOLTAIC HORIZONTAL

Pemanfaatan energi surya sebagai PLTS sangat diminati dan mulai dikembangkan diselu- ruh pelosok negeri dengan melakukan banyak sekali penelitian serta pengujian. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan energi surya sebagai PLTS. Faktor-faktor yang mempengarui pengoptimalan energi surya men- jadi energi listrik yaitu: pengaruh cuaca, kelem- baban, temperatur, posisi sel surya serta arah angin yang terdapat pada permukaan sel surya. Apabila ada yang menutupi lapisan luar sel surya, maka cahaya yang akan diterima oleh semi konduktor akan berkurang dan akan berimbas secara langsung terhadap proses konversi energi. Penelitian mengenaii efektifitas sel surya terhadap perubahan kecepatan angin, kelem- baban, temperatur dan arah angin sangat diper- lukan. Hasil penelitian diharapkan didapatkannya referensi mengenai kemampuan sel surya dalam menghasilkan energi listrik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Hidraulika Drive Pipe pada Pompa Hidram

Hidraulika Drive Pipe pada Pompa Hidram

Analisis hidraulika yang akan dilakukan dalam pipa penghantar tersebut merupakan analisis awal sebagai dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya. Analisis hidraulika pada drive pipe pompa hidram yang dimaksud dalam makalah ini adalah analisis perubahan kecepatan aliran air terhadap perubahan waktu yang terjadi dalam drive pipe dan analisis gaya angkat yang terjadi pada waste valve dengan menggunakan metode analisis dimensi. Metode tersebut adalah Buckingham Method atau Pi Theorem Methode. Analisis dimensi ini akan memberikan suatu hasil paramater-paramater non-dimensional. Analisis dimensi ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk men- generalisasi hasil penelitian nantinya, sehingga hasil penelitian dapat berlaku lebih luas. Penelitian ini mempertahankan elevasi muka air pada sumber tetap atau selalu konstan agar supaya didapatkan debit aliran atau pemompaan yang konstan juga. Persamaan pengarah yang digunakan dalam analisis hidraulika yaitu persamaan energi aliran fluida yang dikemukakan oleh Bernoully untuk aliran fluida real dan Hukum Newton II tentang massa. Hukum Newton II berlaku sebagai persamaan pengarah untuk dinamika aliran yang terjadi dalam pipa penghantar. Persamaan Bernoulli
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Ulangan Tengah Semester 1

Ulangan Tengah Semester 1

Percepatan adalah perubahan kecepatan dan atau arah dalam selang waktu tertentu. Percepatan merupakan besaran vektor. Percepatan berharga positif jika kecepatan suatu benda bertambah dalam selang waktu tertentu. Percepatan berharga negatif jika kecepatan suatu benda berkurang dalam selang waktu tertentu.

9 Baca lebih lajut

T1 192007029 Full text

T1 192007029 Full text

Didalam gerak ayunan ini besarnya kecepatan simpangan maksimum dari kayu menurun seiring dengan bertambahnya waktu dan laju perubahan kecepatan maksimum ini juga sangat dipengaruhi oleh panjang kayu dan jari-jari bola seperti yang terlihat pada Gambar 8 untuk batang kayu yang semakin panjang dan diameter bola yang semakin besar, perubahan kecepatan tetap sama.

20 Baca lebih lajut

HASIL DAN PEMBAHASAN  Desain Generator Magnet Permanen Untuk Sepeda Statis.

HASIL DAN PEMBAHASAN Desain Generator Magnet Permanen Untuk Sepeda Statis.

Pada percobaan kedua ini, arus mengalir ke dalam akumulator karena ada beban yang menarik arus yaitu akumulator itu sendiri. Grafik pada gambar 4.3. menunjukan besarnya arus yang mengalir dalam akumulator tiap perubahan kecepatan putar rotor (RPM).

15 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Peningkatan produktifitas dilakukan dengan cara perubahan kecepatan otomatis yang handal agar sesuai dengan perubahan variasi beban. Perubahan pembebanan yang terjadi dengan ketidakpastiannya perlu dilakukan pengamatan sehingga bisa dilakukan adaptasi pada proses pengaturan kecepatan motor DC, kemudian kecepatan motor DC akan bekerja sesuai dengan model supaya menghasilkan benda kerja yang diinginkan.

1 Baca lebih lajut

Bab II Dasar Teori 2.1. Gelombang ulrasonik - Perancangan Prototipe Anemometer Berbasis Gelombang Suara Ultrasonik Frekuensi Rendah

Bab II Dasar Teori 2.1. Gelombang ulrasonik - Perancangan Prototipe Anemometer Berbasis Gelombang Suara Ultrasonik Frekuensi Rendah

Untuk mengukur perubahan kecepatan pergerakan udara yang menjadi media perambatan gelombang ultrasonik dilakukan dengan mengukur perubahan waktu tempuhnya perambatan gelombang ultrasonik itu sendiri. Kecepatan perambatan gelombang akan bernilai resultan terhadap arah dan kecepatan pergerakan udara, yang mana akan bernilai selisih saat arah kedua kecepatan tersebut berlawanan dan berakumulasi saat arah keduanya adalah sama. Sebagai gambaran terhadap fenomena ini, ilustrasi arah perambatan akan disajikan bersama dengan persamaan resultan kecepatan perambatan gelombang seperti pada Gambar 2.1.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

gerak lurus berubah beraturan

gerak lurus berubah beraturan

Dengan pita kertas hasil cacahan Ticker timer Kecepatan rata – rata dapat dihitung ditentukan dengan V = Panjang pita Waktu untuk mencacah Percepatan : Perubahan kecepatan tiap satu [r]

2 Baca lebih lajut

Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa Menggunakan Metode Flux Vector Control Berbasis Self-Tuning PI

Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa Menggunakan Metode Flux Vector Control Berbasis Self-Tuning PI

Berdasarkan kelemahan dari motor induksi tersebut maka dibutuhkan suatu cara untuk melakukan pengaturan kecepatan motor induksi agar dapat berputar sesuai dengan kecepatan yang diinginkan meskipun terjadi perubahan parameter dan terjadi penambahan beban. Metode yang dipilih adalah dengan menggunakan metode flux vector control (FOC) dimana dengan metode ini motor induksi akan mampu memiliki respon torsi dan fluks rotor yang sama dengan motor dc penguatan terpisah [2]. Untuk mengkompensasi perubahan parameter dan beban dari motor induksi terhadap perubahan kecepatan motor, kontroler yang dipilih adalah dengan menggunakan self-tuning regulator tipe PI agar tetap mampu mempertahankan kecepatan sesuai nilai kecepatan yang diinginkan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

laporan fisika Glbb dan Glb

laporan fisika Glbb dan Glb

4. Suatu gerak partikel dikatakan bergerak lurus beraturan (GLB) jika melalui suatu lintasan yang lurus, kecepatan konstan,tidak ada perubahan kecepatan terhadap waktu, sehingga perpatan sama dengan nol. Karena jika suatu partikel memiliki percepatan baik itu dipercepat maupun diperlambat maka partikel tersebut dinamakan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Dengan selang vertikal adalah nilai sin ɵ dan selang horizontal adalah nilai cos ɵ. Sehingga cosθ sinθ =tanθ =v . Dari hasil tersebut menunjukkan kcepatan konstan yang merupakan kriteria GLB .dan tentunya harus ditinjau pula dari lintasan yang lurus.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Untuk meningkatkan produktifitas dan mutu produksi perlu dilakukan perubahan kecepatan otomatis yang handal agar sesuai dengan diameter benda kerja. Perubahan pembebanan yang terjadi dengan ketidakpastiannya maka perlu dilakukan pengamatan sehingga bisa dilakukan adaptasi pada proses pengaturan kecepatan spindle, kemudian kecepatan spindle akan bekerja sesuai dengan model supaya menghasilkan benda kerja yang diinginkan. Perubahan diameter benda kerja akan dideteksi oleh sensor posisi (encoder), yang akan diterjemahkan dalam bentuk perubahan tegangan untuk diproses pada kontroler dan sinyal kontrol memicu driver untuk mengatur kecepatan putar motor DC.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Perlakuan Bahan Pengisi Kemasan terhadap Mutu Fisik Buah Pepaya Varietas IPB 9 (Callina) Selama Transportasi

Pengaruh Perlakuan Bahan Pengisi Kemasan terhadap Mutu Fisik Buah Pepaya Varietas IPB 9 (Callina) Selama Transportasi

Berdasarkan Gambar 33 dapat dilihat bahwa pada kecepatan total kerusakan mekanis tertinggi beberapa jam pasca simulasi transportasi adalah kemasan buah pepaya dengan perlakuan bahan pengisi cacahan kertas koran dengan posisi penyusunan vertikal (KKV) hal ini disebabkan karena pada saat simulasi berlangsung buah pepaya dengan posisi vertikal cenderung lebih mendapatkan gaya pembebanan dari segala arah ketika terjadi guncangan, selain itu pada posisi vertikal dengan kondisi fisik dan dimensi dari buah pepaya yang tidak semua sama persis (beragam) maka setiap pepaya akan mempertahankan posisi mereka masing-masing untuk mempertahankan kesetimbangan mereka ketika terjadi guncangan. Kerusakan mekanis yang terjadi sebagian besar terdapat pada pangkal dan ujung buah pepaya, karena disaat dilakuaknnya simulasi transportasi yang terjadi adalah gaya transversal, yaitu gaya yang menyebabkan terjadinya guncangan ke atas-bawah pada saat berlangsungnya simulasi transportasi dan buah pepaya juga akan bergerak ke atas-bawah mengikuti guncangan yang terjadi sehingga akan menyebabkan kerusakan mekanis pada ujung dan pangkal buah pepaya. Sedangkan kecepatan total kerusakan mekanis terendah pada kemasan buah pepaya dengan perlakuan kemasan bahan pengisi cacahan kertas koran dengan posisi penyusunan horizontal (KKH), hal ini dikarenakan buah pepaya dengan posisi penyusunan horizontal lebih mudah mendapatkan posisi setimbang ketika terjadi guncangan selama simulasi transportasi berlangsung sehingga buah pepaya cenderung tidak banyak bergerak. Gaya atau pembebanan yang di dapatkan buah pepaya juga tersebar secara merata, sehingga kondisi buah pepaya lebih stabil. Pada hari penyimpanan ke-2 kecepatan total kerusakan mekanis pada pepaya menurun drastis dibandingkan dengan pada saat beberapa jam pasca simulasi transportasi, penurunan kecepatan total kerusakan mekanis yang drastis terjadi pada kemasan KNH. Pada hari penyimpanan selanjutnya rata-rata kecepatan total kerusakan mekanis pada buah pepaya menurun sampai pada penyimpanan hari ke-8. Data nilai kecepatan perubahan total kerusakan mekanis pada Lampiran 6.
Baca lebih lanjut

199 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects