Pewarisan Budaya untuk Melestarikan Jati Diri Bangsa

Top PDF Pewarisan Budaya untuk Melestarikan Jati Diri Bangsa:

TEMA 4 SUB D Pewarisan Budaya untuk melestarikan Jati Diri Bangsa

TEMA 4 SUB D Pewarisan Budaya untuk melestarikan Jati Diri Bangsa

4.4 Merumuskan alternative tindakan nyata dan melaksanakannya sebagai bentuk partisipasi dalam mengatasi masalah lingkungan alam, social, budaya, dan ekonomi sengai akibat adanya dinam[r]

5 Baca lebih lajut

UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA LATAR BELAKANG

UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA LATAR BELAKANG

Koentjaraningrat kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar, beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu. Bila dilihat dari bahasa inggris kata kebudayaan berasal darikata latin colera yang berarti mengolah atau menngerjakan, yang kemudian berkembang menjadi kata culture yang diartikan sebagai daya dan usaha manusia untuk merubah alam.Banyak berbagai definisi dari kebudayaan, namun terlepas dari itu semua kebudayaan pada hekekatnya mempunyai jiwa yang akan terus hidup, karena kebudayaan terus mengalir pada diri manusia dalam kehidupannya. Kebuyaan akan terus tercipta dari masa kemasa, dari tempat ketempat dan dari orang keorang. Disetiap waktu unsur kebudayaan akan selalu hadir didalamnya misalnya disaat orang berjalan dia akan membawa kebudaan dari daerahnya, misalnya orang dari jepang akan cenderung berjalan cepat dibangding orang jawa yang akan berjalan cenderung lebih santai, hal itu karena pada diri pribadi setiap manusia akan membawa kebudayaan entah itu adat istiadat, kebiasaan, ataupun norma aturan yang mereka pegang. Kebudayaan akan tetap ada jika jiwa yang dimilikinya masih tetap ada. Budaya-budaya baru akan terus muncul dan terus mengikis budaya yeng telah ada, munculnya budaya baru bukanlah hal yang negative ataupun hal yang merugikan kerena secara alamiah manusia akan menciptakan budaya entah itu diciptakan secara sengaja ataupun budaya yang muncul secara tidak sengaja. Namun hal tersebut akan berubah menjadi salah ketika budaya yang telah ada ditinggalkan begitu saja yang akan menyebabkan budaya itu kehilangan jiwanya sehingga secara bertahap budaya itu akan menghilang digantikan dengan kebudayan yang baru.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. budaya karena dapat membantu melestarikan warisan budaya sebagai jati diri

BAB I PENDAHULUAN. budaya karena dapat membantu melestarikan warisan budaya sebagai jati diri

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata budaya merupakan salah satu jenis pariwisata yang memanfaatkan perkembangan potensi hasil budaya manusia sebagai objek daya tariknya. Jenis wisata ini dapat memberikan manfaat dalam bidang sosial budaya karena dapat membantu melestarikan warisan budaya sebagai jati diri masyarakat lokal yang memiliki kebudayaan tersebut. Dewasa ini, pariwisata budaya berkembang dengan cepat karena adanya tren baru di kalangan wisatawan yaitu kecenderungan untuk mencari sesuatu yang unik dan autentik dari suatu kebudayaan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN BAHASA DAERAH (SUNDA) DI KALANGAN REMAJA DALAM MELESTARIKAN BAHASA NASIONAL UNTUK MEMBANGUN JATI DIRI BANGSA

PENGGUNAAN BAHASA DAERAH (SUNDA) DI KALANGAN REMAJA DALAM MELESTARIKAN BAHASA NASIONAL UNTUK MEMBANGUN JATI DIRI BANGSA

sosial sejarah, adat istiadat dan kebiasaan. Sehingga dengan banyaknya perbedaan yang terjadi kadang membuat bahasa yang berada pada suatu daerah telah musnah dan tid[r]

13 Baca lebih lajut

Review Jurnal Budaya Bangsa Jati Diri da

Review Jurnal Budaya Bangsa Jati Diri da

Sebenarnya sepuluh unsur kebudayaan menurut Prof. Heddy kurang lebih sudah tercakup dalam tujuh unsur kebudayaan menurut Koetjaraningrat. Contohnya, unsur transportasi, yang sebenarnya bisa dimasukkan ke dalam sistim peralatan hidup dan teknologi. Lalu, klasifikasi, yang bisa dimasukkan ke dalam ilmu pengetahuan. Tapi hal yang menarik adalah ketika unsur permainan masuk menjadi salah satu unsur kebudayaan yang dipisahkan dengan unsur-unsur yang lain. Ini nampaknya sesuai dengan penjabaran di awal pada jurnal tersebut bahwa manusia adalah homo ludens, yaitu mahluk yang selalu bermain. Unsur ini mungkin sulit untuk dimasukkan ke salah satu dari tujuh unsur kebudayaan versi Koentjaraningrat. Kalau pun bisa, permainan akan lebih condong kepada sistem mata pencaharian hidup sebagai pemenuhan kebutuhan dari kebosanan. Yang menjadi sulit karena ia (permainan) mengandung atau berkaitan dengan unsur-unsur lainnya, seperti: kesenian, olahraga, pengetahuan dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Nusantara: Upaya Melestarikan Budaya Bangsa

Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Nusantara: Upaya Melestarikan Budaya Bangsa

Pada situasi yang gawat, Nyimas Padmawati bermimpi melihat tujuh guriang di puncak gunung. Salah seorang dari mereka membawa Layang Salaka Domas. Mereka juga berkata, negeri itu akan aman bila yang mengambilnya seorang ksatria. Setelah permaisuri menceritakan kepada suaminya, Prabu Siliwangi kemudian meminta Guru Gantangan untuk melepaskan Pangeran Mundinglaya. Mundinglaya pun kemudian ditugasi untuk mengambil Layang Salaka Domas. Bagi Mundinglaya tugas ini merupakan pembebasan dirinya sedang bagi Sunten Jaya, saudara tirinya situasi itu merupakan cara menyingkirkan musuhnya karena pamannya akan dibunuh oleh Jonggrang Kalapitung. Selama seminggu Mundinglaya diajarkan ilmu perang oleh patih Lengser. Dalam perjalanan ke Jabaning Langit, Mundinglaya lebih banyak minta petunjuk dan berpasrah diri pada Tuhan. Ketika menuju Tanjung Barat, ia bertemu dengan Dewi Kania atau Dewi Kinawati. Setelah melalui perjuangan cukup berat melawan para guriang, mundinglaya dapat membawa pulang Layang Salaka Domas itu. Mundinglaya kemudian sampai di Pajajaran. Prabu Siliwangi kemudian menobatkan Mundinglaya sebagai Raja Pajajaran menggantikannya dengan gelar Mundinglaya Dikusumah. Tidak lama berselang, ia menikah dengan Dewi Kinawati.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PELATIHAN KARAWITAN PADA GENERASI MUDA DALAM RANGKA MENCINTAI DAN MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA.

PELATIHAN KARAWITAN PADA GENERASI MUDA DALAM RANGKA MENCINTAI DAN MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA.

Jelaslah dari manfaat serta esensi dari pelatihan karawitan sangat penting untuk diberikan kepada remaja dan pemuda sebagai bentuk konservasi budaya dan dalam rangka menciptakan pendidikan karakter bangsa. Salah satunya sasaran yang tepat adalah siswa sekolah dasar, menengah dan atas. Karena merekalah para generasi penerus bangsa nantinya yang turut serta mempertahankan kebudayaan serta jati diri bangsa nantinya. Karawitan merupakan salah satu wujud kebudayaan bangsa yang perlu dipertahankan.

23 Baca lebih lajut

Aplikasi Permainan untuk Melestarikan Budaya Riau

Aplikasi Permainan untuk Melestarikan Budaya Riau

Indonesia merupakan sebuah bangsa yang memiliki beragam budaya lokal. Kebudayaan lokal adalah suatu kebiasaan dan adat istiadat daerah tertentu yang lahir secara alamiah, berkembang, dan sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah. Budaya lokal dapat langsung dikenali dari bahasa yang digunakan di antara mereka. Bahasa merupakan simbol identitas, jati diri, dan pengikat di antara suku bangsa. Selain bahasa, budaya lokal juga identik dengan pakaian, rumah adat, senjata tradisional, seni musik dan seni tari. Di Indonesia sejak 2009 hingga 2017, setidaknya ada 7.241 karya budaya yang tercatat dan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia [1] dan juga memiliki sekitar 300 kelompok etnis atau suku bangsa, lebih tepatnya terdapat 1.340 suku bangsa di Tanah Air menurut sensus BPS tahun 2010 [2]. Salah satu budaya lokal di Indonesia adalah budaya Riau. Riau merupakan salah satu provinsi yang terdapat di pulau Sumatera. Riau memiliki suku asli yaitu suku melayu dan bahasa yang digunakan Bahasa Melayu. Provinsi Riau juga memiliki banyak suku pendatang antara lain suku Jawa 29.20%, Batak 12.55%, Minangkabau 12.29%, Banjar 4.13%, Bugis 1.94%, Tionghoa 1.85%, Sunda 1.41%, Nias 1.29% dan suku lainnya 2.14% [3]. Dengan adanya perubahan jumlah dan komposisi penduduk membuat masyarakat mulai terbuka akan kebudayaan lain dan cenderung berubah lebih cepat. Kurangnya media dalam memperkenalkan kebudayaan Riau membuat semakin kurangnya rasa
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Membangun Jati Diri Bangsa Melalui Budaya, Pendidikan Karakter, Dan Sopan Santun Berbahasa

Membangun Jati Diri Bangsa Melalui Budaya, Pendidikan Karakter, Dan Sopan Santun Berbahasa

Keteladanan guru dalam berbagai aktivitasnya akan menjadi cermin siswanya. Oleh karena itu, sosok guru yang bisa diteladani siswa sangat penting. Guru yang suka dan terbiasa membaca, meneliti, disiplin, ramah, berakhlak misalnya akan menjadi teladan yang baik bagi siswanya, demikian juga sebaliknya. Sebagaimana telah dikemukakan, yang menjadi persoalan adalah bagaimana menjadi sosok guru yang bisa diteladani, karena agar bisa diteladani dibutuhkan berbagai upaya agar seorang guru memenuhi standar kelayakan tertentu sehingga ia memang patut dicontoh siswanya. Memberi contoh atau memberi teladan merupakan suatu tindakan yang sudah dilakukan guru, tetapi untuk menjadi contoh atau menjadi teladan tidaklah mudah. Ada 7 hal yang perlu diperhatikan untuk bisa menjadi teladan:
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA GLOBAL TERHADAP PERKEMBANGAN PENUTUR BAHASA INDONESIA SEBAGAI JATI DIRI BANGSA

PENGARUH BUDAYA GLOBAL TERHADAP PERKEMBANGAN PENUTUR BAHASA INDONESIA SEBAGAI JATI DIRI BANGSA

Bahasa Indonesia secara perlahan-lahan namun pasti tumbuh dan berkembang terus. Akhir-akhir ini perkembangannya itu menjadi demikian pesatnya sehingga bahasa itu menjelma menjadi bahasa modern, yang kaya akan kosa kata dan mantap dalam struktur. Disadari atau tidak, seiring dengan berjalannya waktu dan pengaruh budaya global, tentu bahasa Indonesia juga mengalami hambatan dalam perkembangan dan penggunaan bagi penuturnya. Bisa jadi generasi muda dan masyarakat kita masih banyak yang belum tahu tentang kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia. Mereka lupa bahwa bahasa Indonesia sebenarnya memiliki fungsi sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, identitas nasional, alat perhubungan atarwarga, antardaerah, dan antarbudaya, dan alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia. Dengan demikian, betapa pentingnya bahasa Indonesia untuk selalu kita kembangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

RITUAL BEREQE SASAK UNTUK MELESTARIKAN NILAI SOSIAL RELIGIUS DAN JATI DIRI MASYARAKAT

RITUAL BEREQE SASAK UNTUK MELESTARIKAN NILAI SOSIAL RELIGIUS DAN JATI DIRI MASYARAKAT

riligius, dipihak lain melihat aspek yang di lubuk hati, riak getar nurani, totalitas kedalam pribadi manusia. Dengan demikian, riligius bersifat mengatasi lebih dalam dan lebih luas dari agama yang tempak formal dan resmi. Berhubungan dengan pernyataan tersebut di atas, di dalam tradisi ritual Bereqe Sasak Lombok terungkap nilai agama atau religiusnya. Adapun nilai riligius yang terindikasi dari pernyataan dan keyakinan bahwa ritual ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. atas dianuggrahinya seorang putra sebagai genarasi penerusnya. Selain hal tersebut, mereka atau pelaku tradisi ini berkeyakinan dengan melaksanakan ritual ini berarti telah mensucikan kotoran yang terdapat di ujung penis seorang anak laki-laki, dengan demikian anak tersebut diyakini dan dikatakan sudah termasuk awal menerima islam sebagai agamanya. Hal ini, tertuang di akhir bait tembag yang dibacakan oleh pujangga. Adapun tujuan dari pelaksanaan prosesi Bereqe tersebut adalah sebagai ungkapan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas terlaksananya gawe atas terkhitannya anak yang bersangkutan. Kemudian sebagai wujud pelestarian budaya. Karena bagi masyarakat Lombok kalau tidak melaksanakan adat dikira berkhianat atas peninggalan nenek moyang dan akan mendapat tulah manuh (kualat).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA DISUSUN OLEH : NAMA : SANTI MARLINAH KELAS : 1EA26 NPM :

ANALISIS UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA DISUSUN OLEH : NAMA : SANTI MARLINAH KELAS : 1EA26 NPM :

mampu meningkatkan kualitas hidup.. Penggunaan media elektronik dimaksimalkan untuk memberikan informasi-informasi yang harus disampaikan kepada Wisatawan dan masyarakat agar dapat saling menghargai budayanya. Kepentingan ekonomi jangan sampai di trade off dengan kepentingan budaya. Pembangunan berkelanjutan dari budaya berarti bagaimana upaya kita bersama agar kondisi perilaku tidak begitus aja mencabut diri kita dari apa yang sudah menjadi kebiasaan, norma, nilai kita bersama, tapi tetap berubah dengan dinamis sesuai dengan kehendak zaman tapa lepas dari apa yang memberi kita satu identitas tertentu. Boleh hidup modern didalam artian lebih efektif dan efisien tapi tetap menghargai norma nilai dan kebiasaan perilaku luhur yang memberi kita identitas sebagai orang Indonesia.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Bagaimana jati diri bangsa indonesia sekarang

Bagaimana jati diri bangsa indonesia sekarang

- Tidak, karena akan merusak kepribadian bangsa Indonesia yang seharusnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila sebagai jati diri bangsa Indonesia. Untuk itu kita perlu menyaring budaya- budaya yang mengglobalisasi hingga masuk ke negara kita danmelindungi budaya bangsa kita melalui pengajaran nilai – nilai budaya bangsa Indonesia yang sesuai jati diri bangsa

2 Baca lebih lajut

BAHASA YANG MEMBENTUK JATI DIRI DAN KARAKTER BANGSA. Oleh Oktavianus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

BAHASA YANG MEMBENTUK JATI DIRI DAN KARAKTER BANGSA. Oleh Oktavianus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Kajian terhadap nilai masuk kepada bidang filsafat. Dari sudut pandang fisafat nilai, ada dua kata yang dapat memudahkan kita memahami pengertian nilai. Nilai (value) adalah sesuatu yang berharga (worth) dan sesuatu yang mengandung kebaikan (goodness) terhadap sesuatu atau pihak lain. Sebagai contoh, uang mengandung nilai karena uang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan manusia. Kebernilaian dan keberhargaan mobil terletak pada fungsinya sebagai alat transportasi. Pakaian mengandung nilai karena pakaian dapat melindungi tubuh manusia. Air menjadi bernilai karena dapat menghilangkan dahaga. Telepon genggam menjadi bernilai karena dapat memudahkan komunikasi. Dokter menjadi bernilai karena profesinya mengobati orang sakit. Guru menjadi bernilai karena profesinya memberikan ilmu kepada orang lain.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Kajian Etnomatematika Dan Jati Diri Bangsa

Kajian Etnomatematika Dan Jati Diri Bangsa

Selain etnomatematika, terdapat kajian filologi yang merupakan salah satu disiplin ilmu yang dibutuhkan sebagai sarana untuk menguraikan nilai-nilai kehidupan zaman dahulu atau untuk meneliti manuskrip-manuskrip lama yang dimuat di dalam warisan berupa tulisan sebagai hasil kebudayaan manusia zaman dahulu. Sebagai contoh penelitian Mulyani et al (2016) yang mendeskripsikan dan menganalisis tumbuhan herbal yang dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional terhadap penyakit dalam manuskrip Jawa, yaitu Serat Primbon Jampi Jawi Jilid I koleksi Reksapustaka Mangkunegaran Surakarta. Deskripsi dilakukan untuk tumbuhan herbal yang bermanfaat sebagai pengobatan tradisional terhadap penyakit dan analisis kandungan beserta khasiatnya. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa (1) pengobatan tradisional Jawa yang ditemukan adalah untuk penyakit cacingan dan disentri (berak berdarah); (2) bahan ramuan/resep pengobatan berupa: akar (bakung), kayu/ kulit kayu (cendana, kayu timur, dan mesoyi), daun (asam, lampes, dan trawas), buah (adas, cabe, jambe, dan pala), biji (jinten hitam dan ketumbar), bunga (cengkih dan apen), umbi (bawang putih), dan rimpang (bengle, dringo, dan temuireng). Bahan- bahan lain sebagai pelengkap adalah air tawar panas, garam, ikan kutuk, dan tajin. (3) Cara pengolahan ramuan/resep: (a) dibakar, (b) dikukus dalam tanakan nasi, (c) dikunyah, (d) dihaluskan/ di-pipis, dan (e) direbus. Dan (4) metode pengobatan dengan cara cekok (diminum) dan sembur (pengobatan luar) (Mulyani et al, 2017). Contoh deskripsi tersebut semestinya dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap sebuah karya budaya berwujud primbon yang memiliki kandungan ilmiah tentang kesehatan. Dan tentunya menambah rasa ingin tahu untuk mengkaji banyak hasil budaya lain yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

DEKONSTRUKSI JATI DIRI BANGSA MINANGKABAU.

DEKONSTRUKSI JATI DIRI BANGSA MINANGKABAU.

Dalam penelitian ditemukan dekonstruksi teks dan dekonstruksi jejak. Teks dan jejak tragedi jati diri tidak hanya pada bangsa Minangkabau tetapi juga untuk seluruh bangsa- bangsa di Indonesia. Tragedi itu adalah rekayasa politik kekuasaan dengan cara mengacaukan defenisi bangsa. Padahal Indonesia bukanlah sebuah bangsa tetapi multi- bangsa atau multi-nation. Koentjaraningrat mengukuhkan konsep “sukubangsa” yang merupakan konsep kamuplase politik kekuasaan sentralistik, bukan konsep realitas sosio- budaya antropologis.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

REVITALISASI JATI DIRI BANGSA SEBAGAI PE

REVITALISASI JATI DIRI BANGSA SEBAGAI PE

Kondisi masyarakat Indonesia yang kian memprihatinkan dan semakin kehilangan jati diri memaksa kita untuk ikut bertanggung jawab serta berperan penting dalam perbaikan kerusakan sosial yang sedang terjadi. Krisis identitas yang saat ini melanda masyarakat merupakan persoalan serius yang seharusnya sudah bisa diprediksi jauh-jauh hari sebelumnya. Sejak bergulirnya reformasi 1998, instabilitas berbagai dimensi kehidupan mengakibatkan semakin merosotnya kultur-kultur masyarakat Indonesia, kehalusan budi, kerukunan, toleransi, serta solidaritas sosial telah hilang dan hanyut akibat derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang penuh paradoks. Krisis identitas yang melanda menyadarkan kita bahwa upaya pelestarian budaya semakin perlu digalakkan sebagai komitmen konstitusional sebagaimana telah dirumuskan oleh pendiri bangsa dan dituangkan dalam UUD 1945.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kajian Etnomatematika Dan Jati Diri Bangsa

Kajian Etnomatematika Dan Jati Diri Bangsa

Selain etnomatematika, terdapat kajian filologi yang merupakan salah satu disiplin ilmu yang dibutuhkan sebagai sarana untuk menguraikan nilai-nilai kehidupan zaman dahulu atau untuk meneliti manuskrip-manuskrip lama yang dimuat di dalam warisan berupa tulisan sebagai hasil kebudayaan manusia zaman dahulu. Sebagai contoh penelitian Mulyani et al (2016) yang mendeskripsikan dan menganalisis tumbuhan herbal yang dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional terhadap penyakit dalam manuskrip Jawa, yaitu Serat Primbon Jampi Jawi Jilid I koleksi Reksapustaka Mangkunegaran Surakarta. Deskripsi dilakukan untuk tumbuhan herbal yang bermanfaat sebagai pengobatan tradisional terhadap penyakit dan analisis kandungan beserta khasiatnya. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa (1) pengobatan tradisional Jawa yang ditemukan adalah untuk penyakit cacingan dan disentri (berak berdarah); (2) bahan ramuan/resep pengobatan berupa: akar (bakung), kayu/ kulit kayu (cendana, kayu timur, dan mesoyi), daun (asam, lampes, dan trawas), buah (adas, cabe, jambe, dan pala), biji (jinten hitam dan ketumbar), bunga (cengkih dan apen), umbi (bawang putih), dan rimpang (bengle, dringo, dan temuireng). Bahan- bahan lain sebagai pelengkap adalah air tawar panas, garam, ikan kutuk, dan tajin. (3) Cara pengolahan ramuan/resep: (a) dibakar, (b) dikukus dalam tanakan nasi, (c) dikunyah, (d) dihaluskan/ di-pipis, dan (e) direbus. Dan (4) metode pengobatan dengan cara cekok (diminum) dan sembur (pengobatan luar) (Mulyani et al, 2017). Contoh deskripsi tersebut semestinya dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap sebuah karya budaya berwujud primbon yang memiliki kandungan ilmiah tentang kesehatan. Dan tentunya menambah rasa ingin tahu untuk mengkaji banyak hasil budaya lain yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kajian Etnomatematika Dan Jati Diri Bangsa

Kajian Etnomatematika Dan Jati Diri Bangsa

Jati diri atau disebut juga identitas merupakan ciri khas yang menandai seseorang, sekelompok orang, atau suatu bangsa. Jati diri bangsa adalah pandangan hidup yang berkembang di dalam masyarakat yang menjadi kesepakatan bersama, berisi konsep, prinsip, dan nilai dasar yang diangkat menjadi dasar negara sebagai landasan statis, ideologi nasional, dan sebagai landasan dinamis bagi bangsa yang bersangkutan dalam menghadapi segala permasalahan menuju cita-citanya. Tidak ada suatu bangsa yang hidup terpisah dari akar budayanya dan tidak ada suatu bangsa yang hidup tanpa pengaruh dari luar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang hidup dengan kelenturan budayanya untuk mengadaptasi unsur-unsur luar yang dianggap baik dan dapat memperkaya nilai-nilai lokal yang dimiliki. Ketidakmampuan beradaptasi dengan budaya luar akan menempatkan bangsa tersebut ke dalam kekeringan atau kekerdilan identitas. Pada akhirnya terobsesi dengan budaya luar dan pada saat yang sama mencampakkan tradisi dan nilai baik lokal sehingga menjadikan bangsa tersebut kehilangan identitas. Akibatnya bangsa tersebut tidak pernah menjadi dirinya sendiri. Bangsa Indonesia menjadikan Pancasila menjadi sebagai jati diri bangsa yang mengandung arti bahwa Pancasila menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang tidak akan ditemukan pada bangsa lain berikut dengan semboyan bhineka tunggal ika.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR

PENGEMBANGAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR

Keywords: Traditional Games, Learning, Physical Education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan tradisional, melestarikan budaya bangsa, dan sebagai materi dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan langkahlangkah: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4), validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba produk, (9) revisi produk, (10) produksi masal. Uji coba skala kecil dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 1 Muara Ciujung Timur berjumlah 30 siswa, uji coba skala besar di Sekolah Dasar Negeri 1 Rangkasbitung Barat dengan jumlah 30 siswa, dan Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Karima jumlah 20 siswa, jumlah siswa 80. Penelitian pengembangan ini menghasilkan lima macam permainan tradisional yakni (1) permainan Panting, (2) permainan Lempar Kaleng, (3) permainan Pikak, (4) permianan Cascasan dan, (5) permainan Yeye. Dari penilaian melalui angket oleh para ahli, praktisi, dan siswa pada uji coba skala kecil dan uji coba skala besar, kemudian dianalisa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data bahwa permainan tradisional yang dikembangkan menunjukkan kemajuan yang signifikan dan dinyatakan sangat baik dan layak, dengan demikian sangat disarankan kepada guru pendidikan jasmani untuk menerapkan permainan tradisional ini pada siswa Sekolah Dasar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...