Positive Word of Mouth

Top PDF Positive Word of Mouth:

The Institution Image and Trust and Their Effect on the Positive Word of Mouth

The Institution Image and Trust and Their Effect on the Positive Word of Mouth

Secondly, for universities of K, WK, STIE “P”, and “W”, trust does not affect the positive word of mouth, there are three aspects that need to be paid attention by these universities. They are physical buildings, services provided, and advertising activities which can really increase the image. So, they have to increase the students’ services in their management department and its potentiality in future. More importantly, for university STIE “P”, both institution image and trust do not affect the positive word of mouth. This research proved that at STIE “P” the institution image and trust have not yet become the factors that make the students tell positively about their college to other parties or friends.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Brand Equity Terhadap Kepuasan Pelanggan Untuk Meningkatkan Positive Word Of Mouth (Studi Pada Pelanggan Toko Online Lazada.co.id)

Pengaruh Brand Equity Terhadap Kepuasan Pelanggan Untuk Meningkatkan Positive Word Of Mouth (Studi Pada Pelanggan Toko Online Lazada.co.id)

This research aimis to analyse the influence of brand equity to customersatisfaction to increasepositive word of mouth (astudyon customer online store Lazada.co.id) at SMA Negeri 1 & SMA Negeri 2 Medan. This research type is explanatory associative research. Population of this research is every student of SMA Negeri 1 & SMA Negeri 2 who ever buying online at least 2 times and have total samples taken are 100 people that are taken using purposive sampling technique. Primary data collection is taken using questionnaires, interviews and secondary data using literature studies. The hypothesis is tested using path analysis. Simultaneously, brand awarenss, brand association, perceived quality, and brand loyalty are affecting positively and significantly to customer satiscaction. Then, only brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty, and customer satisfaction are also affecting positively and significantly to positive word of mouth. Partially, only brand awareness, perceived quality, and brand loyalty affecting positively and significantly to customer satisfaction, then only perceived quality, and customer satisfaction to positive word of mouth.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH BRAND LOVE SEBAGAI FAKTORMEDIASI ANTARA CUSTOMER SATISFACTION PENGARUH BRAND LOVE SEBAGAI FAKTOR MEDIASI ANTARA CUSTOMER SATISFACTION TERHADAP BRAND LOYALTY DAN POSITIVE WORD OF MOUTH PRODUK NOTEBOOK (Studi Eksplanatif Pada Mahasiswa Pengguna Not

PENGARUH BRAND LOVE SEBAGAI FAKTORMEDIASI ANTARA CUSTOMER SATISFACTION PENGARUH BRAND LOVE SEBAGAI FAKTOR MEDIASI ANTARA CUSTOMER SATISFACTION TERHADAP BRAND LOYALTY DAN POSITIVE WORD OF MOUTH PRODUK NOTEBOOK (Studi Eksplanatif Pada Mahasiswa Pengguna Not

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran brand love sebagai faktor mediasi antara customer satisfaction terhadap brand loyalty dan positive word of mouth dapat dibuktikan dimana apabila responden memiliki perasaan cinta atau lebih dari sekedar menyukai karena tingginya kepuasaan terhadap notebook merek Acer Aspire, maka hal tersebut akan mendukung adanya keinginan responden untuk menyebarkan kata-kata positif tentang notebook merek Acer Aspire dan menciptakan kesetiaan terhadap notebook merek Acer Aspire. Begitu juga dengan teori action-assembly dimana teori tersebut menunjukkan bahwa perilaku konsumen dalam pengalamannya menggunakan sebuah produk dapat menimbulkan sebuah tindakan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH HARGA, REKREASI DAN PEMBELIAN IMPULSIF TERHADAP POSITIVE WORD OF MOUTH MELALUI KESESUAIAN HARAPAN DI MATAHARI DEPARTMENT STORE SURABAYA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH HARGA, REKREASI DAN PEMBELIAN IMPULSIF TERHADAP POSITIVE WORD OF MOUTH MELALUI KESESUAIAN HARAPAN DI MATAHARI DEPARTMENT STORE SURABAYA - Perbanas Institutional Repository

The purpose of this study is to examine empirical the effects of Price, Recreation, and Impulsive Buying to Positive Word of Mouth through Expectation Congruence in Matahari Department Store Surabaya. This research used primary data with survey method and used questionnaires. This research involved 100 customers in Matahari Department Store Surabaya. In this research used dependent variable was Positive Word of Mouth, independent variable were used Price, Recreation, and Impulsive Buying also intervening variable was Expectation Congruence. The result of Warp PLS 4.0 that Price, Recreation, and Impulsive Buying have a significant effect to Expectation Congruence and then Expectation Congruence have a significant effect to Positive Word of Mouth. Keywords : Price, Recreation, Impulsive Buying, Expectation Congruence,
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH CITRA MEREK GLOBAL, POSITIVE WORD OF MOUTH, PERSEPSI NEGARA MANUFAKTUR TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU MEREK ADIDAS MADE IN INDONESIA (Studi Pada Pengguna Sepatu Adidas di Yogyakarta)

PENGARUH CITRA MEREK GLOBAL, POSITIVE WORD OF MOUTH, PERSEPSI NEGARA MANUFAKTUR TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU MEREK ADIDAS MADE IN INDONESIA (Studi Pada Pengguna Sepatu Adidas di Yogyakarta)

Bentuk-bentuk grup yang paling penting antara lain keluarga, teman dekat serta,rekan kerja . Lebih lanjut Brown et.al (2005) mengatakan Words of Mouth (WOM) terjadi ketika pelanggan berbicara kepada orang lain mengenai pendapatnya tentang suatu merek, produk, layanan atau perusahaan tertentu kepada orang lain. Apabila pelanggan menyebarkan opininya mengenai kebaikan produk maka disebut sebagai positif WOM tetapi bila pelanggan menyebar luaskan opininya mengenai keburukan produk maka disebut sebagai negatif WOM. Positif WoM dapat berarti apabila seseorang melakukan bisnis dengan suatu perusahaan dan melakukan rekomendasi kepada orang lain mengenai perusahaan tersebut dan memuji kualitas perusahaan terebut (Brown et.al, 2005)
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE QUALITY TERHADAP POSITIVE WORD OF MOUTH (WOM).

PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE QUALITY TERHADAP POSITIVE WORD OF MOUTH (WOM).

Heritage city tour held by Bandung Trails is one form of existing heritage tourism promotion in Bandung. Relics of historic buildings in colonial times became the attraction offered in the heritage city tour. The number of heritage city tour participants has decreased in 2010 and 2013. one of the causes is the word of mouth that made by participants after attending a heritage city tour was not too good. Therefore, Bandung Trails using customer experience quality to provide a superior experience for each participant. The purpose of this research was to obtain the findings regarding the application of customer experience quality by Bandung Trails against participants of the heritage city tour, the attitude of the participants after following heritage city tour to do positive WOM and influence customer experience quality against the desire to make positive WOM after following heritage city tour. This type of research is descriptive and verifikatif by using cross sectional method. The respondents in this study of 100 respondents came from participants who had followed the heritage city tour by using the technique of sampling, random sampling. In this study, the independent variable are (X) the customer experience quality consisting of helpfulness, value for time, customer recognition, problem solving, personalization, accessibility and competence, while the dependent variable (Y) in this study are positive WOM. Technique of data analysis used path analysis using SPSS 20. The results of this research show that customer experience quality in categories is quite high. The Sub has the highest valuation of the variables is the promise the lowest variable fulfillment while the sub is the value for time. Variable positive WOM in this research is at a high enough categories with the same value on each indicator. In simultaneous trials, showed the existence of the correlation of customer experience quality and positive WOM. Meanwhile, in a partial test, there are two sub-variables of customer experience quality has no effect on positive WOM that is value for time and customer recognition. As for the suggestion to the Bandung Trails is to further enhance the implementation of the value for time and customer recognition so that the wishes of participants doing positive WOM is getting high.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Pengaruh Affection With Service terhadap Customer Participation, Customer Cooperation, dan Positive Word of Mouth pada Pelanggan Salon R&D di Kota Bandung.

Pengaruh Affection With Service terhadap Customer Participation, Customer Cooperation, dan Positive Word of Mouth pada Pelanggan Salon R&D di Kota Bandung.

Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menguji dan menganalisis ada tidaknya Pengaruh Affection with Service Terhadap Customer Participation, Customer Cooperation, dan Positive Word of Mouth pada Pelanggan Salon R&D di Kota Bandung. Industri jasa tidak hanya memberikan jasa yang disediakan tetapi menyediakan sarana bagi konsumen untuk dapat melakukan aktifitasnya. Oleh karena itu perusahaan harus memulai memikirkan pentingnya pelayanan bagi pelanggan secara lebih matang. Sampel yang diambil adalah para pelanggan Salon R&D dengan minimal 2 kali kunjungan. Kuesioner disebarkan kepada 263 responden tetapi hanya 160 responden yang menjadi responden representative. Dari 3 hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, ketiganya dapat terjawab bahwa adanya pengaruh Affection with Service terhadap Customer Participation, Customer Cooperation, dan Positive Word of Mouth. Implikasi manajerial yang dapat diajukan yaitu agar Salon R&D lebih memahami perilaku konsumen dengan memberikan fasilitas-fasilitas yang baik dan harga terjangkau yang mampu mengembangkan Salon R&D dan menarik para pelanggan lainnya serta admin yang selalu fast respons dalam melayani pelanggan.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Linking of Positive Emotional Display, Relationship Quality and Positive Word of Mouth: The Case of Priority Banking Customers - Repositori Universitas Andalas

Linking of Positive Emotional Display, Relationship Quality and Positive Word of Mouth: The Case of Priority Banking Customers - Repositori Universitas Andalas

According to Niedenthal (1990), individuals are very skilled at processing information originating from faces. This means that facial expression of service provider for example can provide customers they serve with important clues when they appraise the provider’s emotional state, e.g. happy-unhappy and excited-disgust feelings. As customer’s satisfaction with a service encounter is strongly influenced by their emotion (Oliver, 1997), the displaying of positive emotion by service provider during service encounter(s) can influence customer’s satisfaction and trust as amongst the outcomes. Past studies found that an increase of customer’s positive affect as a consequence of employee’s positive emotional display resulted in higher customer satisfaction (Price et al., 1999; Pugh, 2001; Grandey, 2003; Grandey et al., 2002). Affect-as-information model from social psychology area for example suggests that individuals rely on their mood as information cues to help them form an attitude or make judgment or evaluation (Schwarz, 1990; Schwartz & Clore, 1988) of the relationship quality from services they encounter like satisfaction, trust and commitment.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH CITRA MEREK GLOBAL, POSITIVE WORD OF MOUTH, PERSEPSI NEGARA MANUFAKTUR TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU MEREK ADIDAS MADE IN INDONESIA (Studi Pada Pengguna Sepatu Adidas di Yogyakarta)

PENGARUH CITRA MEREK GLOBAL, POSITIVE WORD OF MOUTH, PERSEPSI NEGARA MANUFAKTUR TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU MEREK ADIDAS MADE IN INDONESIA (Studi Pada Pengguna Sepatu Adidas di Yogyakarta)

Word of mouth adalah kegiatan pemasaran yang memicu konsumen untuk membicarakan, mempromosikan, merekomendasikan hingga menjual merek suatu produk kepada calon konsumen lainnya. Terdapat dua sumber utama yang menghasilkan word of mouth diantaranya yaitu Reference Group dan Opinion Leader.Peter dan Olson (2000) menegaskan bahwa sebuah kelompok terdiri dari dua atau lebih orang yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang sama, serta mempunyai latar belakang yang sama dan tidak berbadan hukum.

13 Baca lebih lajut

PENGARUH RESTAURANT EXPERIENCES TERHADAP POSITIVE WORD OF MOUTH MOTIVATIONS PADA RESTORAN KHAS INDONESIA DI BANDAR LAMPUNG

PENGARUH RESTAURANT EXPERIENCES TERHADAP POSITIVE WORD OF MOUTH MOTIVATIONS PADA RESTORAN KHAS INDONESIA DI BANDAR LAMPUNG

35 timbal balik dari pengalaman konsumen mengenai pemenuhan kesesuaian harapan konsumen dengan produk yang dikonsumsinya, Konsumen yang memberikann positive WOM kepada konsumen lain akan suatu perlahan akan membuat perusahaan tersebut berhasil. Selain itu, motif ini juga dapat didukung oleh teori ekuitas, dimana menurut Oliver dan Swan, (1989) ekuitas teori menunjukkan setiap individu menginginkan pertukaran setara dan adil. Kaitanya dengan bidang rumah makan bahwa konsumen yang terpenuhi harapanya memalui restaurant experiences yang dirasakanya akan memberikann dukungan terhadap rumah makan dan membantu rumah makan itu agar tetap sukses. Pernyatan ini di perkuat dengan Hennig-Thurau et al. (2004) dalam penelitiannya yang telah menguji validitas komponen ; “I am so satisfied with the restaurant experience that I want to help the restaurant to be successful”, dan “In my opinion, good restaurant companies should be supported”, sebagai respon positive WOM dalam keinginan konsumen membantu rumah makan.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

MENCIPTAKAN POSITIVE WORD OF MOUTH INTENTION MELALUI REPUTASI, KEPUASAN RELASIONAL DAN CUSTOMER-COMPANY IDENTIFICATION (Creating Positive Word of Mouth Intention by Reputation, Satisfaction Relational and Customer-Company Identification) Nunung Ghoniyah )

MENCIPTAKAN POSITIVE WORD OF MOUTH INTENTION MELALUI REPUTASI, KEPUASAN RELASIONAL DAN CUSTOMER-COMPANY IDENTIFICATION (Creating Positive Word of Mouth Intention by Reputation, Satisfaction Relational and Customer-Company Identification) Nunung Ghoniyah )

Riset-riset sebelumnya tentang perilaku organisasi,marketing and manajemen, telah menunjukkan bahwa kedekatan konsumen dengan perusahaan mempengaruhi berbagai macam perilaku yang mengarah pada dukungan yang positif terhadap perusahaan (Fombrun dan Van Riel, 2003, Bhattacharya et al., 2003; Mael dan Ashforth, 1992). Bhattacharya dan Sen (2003) berargumen, ketika konsumen merasa dekat dengan perusahaan, mereka akan menjadi ‘champions of the companies’ dan dengan antusias mempromosikan perusahaan kepada orang lain. Fombrun dan Van Riel (2003) menyatakan bahwa semakin dekat seorang konsumen dengan sebuah perusahaan, semakin suka konsumen mengajak orang lain untuk mendukung perusahaan tersebut, bahkan mereka bersedia bertindak sebagai duta perusahaan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUA (2)

PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUA (2)

This Study aims to identify the influence of service quality on satisfaction and positive word of mouth on the students of Faculty of Ekonomics University of Muhammadiyah Yogyakarta. Information obtainer from this study is very important for the institution as a material considenration in taking policy in the field of service quality on satisfaction and positive word of mouth on the student. The subjects in this study is the students of Faculty of Ekonomics Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. The sampling techigve with Quota Sampling. Method of data collection method using question from with the dissemination of the questionnaire obtained 150 respondens. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). The results of this research show that tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy as a dimension of the quality service had a positive and significant effect on satisfaction and positive word of mouth.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

Menurut Ali Hasan (2013:133) word of mouth merupakan upaya mengantarkan-menyampaikan pesan bisnis kepada orang lain, keluarga, teman, dan rekan bisnis. Selain itu Ali Hasan (2013:93) mengutarakan bahwa konsumen yang percaya pada penyedia jasa atau terlihat dalam proses pembelian cenderung untuk berpartisipasi dalam rekomendasi mulut ke mulut (word of mouth) dan pembelaan terhadap penyelia jasa sebagai bagian dari keinginan untuk meningkatkan keinginan untuk meningkatkan komitmen mereka sendiri.

Baca lebih lajut

PENGARUH IDENTITAS MEREK, KOMITMEN MEREK, KEPERCAYAAN MEREK TERHADAP WORD OF MOUTH PRODUK IPHONE DI SURABAYA ARTIKEL ILMIAH Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Jurusan Manajemen

PENGARUH IDENTITAS MEREK, KOMITMEN MEREK, KEPERCAYAAN MEREK TERHADAP WORD OF MOUTH PRODUK IPHONE DI SURABAYA ARTIKEL ILMIAH Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Jurusan Manajemen

In the current era of globalization, rapid technological developments led to increasing business competition. At this time, the smartphone has become a necessity for most people in the various countries, the information required by the community, encouraging technology creates sophisticated smartphone, so there are some smartphones that large-scale industria lworld are now competing in the competitive business that is Apple. This can occur due to a more rapid increase sales of competitors, on the other hand can also be indicated commitment and communication mouth (wordof mouth) to their Phone product that affects whether or not rapid sales growth impact on the iPhone's market share decreased. 120 Questionnaire collected data is checked by using a 22:00 AMOS software in structural equation modeling style and all assumptions were confirmed. Creation of trust also can increase the desire began to use or use sustainably for the prospect or customer. In the study the result of a brand identity affects the brand commitment, brand trust and also WOM.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP TERCIPTANYAWORD OFMOUTH PADA RESTORAN UJE BP DI KOTA PADANG (Studi Kasus Restoran Uje BP) - Repositori Universitas Andalas

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP TERCIPTANYAWORD OFMOUTH PADA RESTORAN UJE BP DI KOTA PADANG (Studi Kasus Restoran Uje BP) - Repositori Universitas Andalas

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu media yang menjadi sumber terbaik untuk mendapatkan informasi dari sebuah restoran adalah komunikasi Word Of Mouth. Restoran menjadi tempat untuk bertemu dan bersosialisasi dengan kenalan atau teman baru,menjalin hubungan bisnis dan perilaku makan dan minum di retoran memberikan nilai tersendiri. Salah satu restoran yang ada di Kota Padang adalah restoran Uje BP. Uje BP merupakan salah satu restoran yang telah di buka sejak tahun 2008 sampai saat sekarang ini. Hidangan utama di restoran Uje BP di antaranya pecel ayam,pecel lele,dan nasi goreng. Di samping itu restoran Uje BP juga menyajikan beberapa minuman spesial seperti Es Walikota dan juga beberapa hidangan lokal.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP PURCHASE

PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP PURCHASE

of Mouth) bisa menjadi metode promosi yang efektif karena pada umumnya disampaikan dari konsumen oleh konsumen dan untuk konsumen, sehingga konsumen yang puas dapat menjadi media iklan bagi perusahaan. kemudian Tsoukatos dan Rand (dalam Norizan Kassim & Nor Asiah Abdullah (2010), berargumen bahwa strategi defensive dapat lebih menguntungkan melalui peningkatan cross selling, mungkin pada harga yang lebih tinggi, dan kata positif dari komunikasi WOM yang bersifat mengajak. Menurut Hasan (2013:133) Word of Mouth merupakan upaya mengantarkan dan menyampaikan pesan bisnis kepada orang lain, keluarga, teman dan rekan bisnis. Selain itu, Hasan (2013:93) menuturkan bahwa konsumen yang percaya pada penyedia jasa atau terlibat dalam proses pembelian cenderung untuk berpartisipasi dalam rekomendasi mulut ke mulut (Word of Mouth) dan pembelaan terhadap penyedia jasa sebagai bagian dari keinginan untuk meningkatkan keinginan untuk meningkatkan komitmen mereka.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  DETERMINAN KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN: STUDI CARREFOUR YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN DETERMINAN KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN: STUDI CARREFOUR YOGYAKARTA.

Penelitian ini adalah sebuah replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Bloemer dan Odekerken-Schroden (2002) di kota Flemish, Belgia. Penelitian ini dilakukan dengan pengukuran citra toko, positive affect, consumer relationship proneness, kepuasan, kepercayaan, komitmen, word of mouth (WOM), sensitivitas harga, niat pembelian dan keluhan pelanggan. Hasil penelitian yang dilakukan Bloemer dan Odekerken-Schroden (2002) menunjukkan bahwa setiap variabel memiliki pengaruh yang positif. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa komitmen seharusnya menjadi tujuan utama supermarket yang mengusahakan maksud pembelian yang positif.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH INERSIA KONSUMEN DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP NIAT BELI ULANG SECARA ONLINE DENGAN POSITIVE WORD-OF-MOUTH SEBAGAI PEMODERASI (STUDI PADA KONSUMEN ZALORA.CO.ID DI KALANGAN MAHASISWA/I FAKULTAS EKONOMI UNSYIAH)

PENGARUH INERSIA KONSUMEN DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP NIAT BELI ULANG SECARA ONLINE DENGAN POSITIVE WORD-OF-MOUTH SEBAGAI PEMODERASI (STUDI PADA KONSUMEN ZALORA.CO.ID DI KALANGAN MAHASISWA/I FAKULTAS EKONOMI UNSYIAH)

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh inersia konsumen dan kepuasan pelanggan terhadap niat beli ulang secara online pada konsumen Zalora.co.id. Objek dalam penelitian ini adalah pengaruh inersia konsumen dan kepuasan pelanggan terhadap niat beli ulang secara online dengan positive word-of-mouth sebagai pemoderasi pada mahasiswa/i Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang didapat dari penyebaran kuisioner (angket) kepada 100 responden yang dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program komputer SPSS. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji statistik yaitu secara parsial (uji-t) dan secara simultan (uji-F) dengan tingkat signifikansi (α) sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yang terdiri dari variabel inersia konsumen (X1) dan kepuasan pelanggan (X2) berpengaruh positif terhadap niat beli ulang (Y), Positive word-of-mouth (Z) berpengaruh negatif dalam memoderasi pengaruh antara inersia konsumen terhadap niat beli ulang, namun berpengaruh positif dalam memoderasi pengaruh antara kepuasan pelanggan terhadap niat beli ulang.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Model Komunikasi Word of Mouth Melalui Twitter  MODEL KOMUNIKASI WORD OF MOUTH MELALUI TWITTER (Studi Eksploratif Model Komunikasi Word of Mouth Melalui Twitter pada Brand Kalimilk).

Model Komunikasi Word of Mouth Melalui Twitter MODEL KOMUNIKASI WORD OF MOUTH MELALUI TWITTER (Studi Eksploratif Model Komunikasi Word of Mouth Melalui Twitter pada Brand Kalimilk).

Salam terimakasih untuk sahabat tercinta Tuhan Yesus yang memberikan dorongan semangat dengan caranya yang unik sehingga penulis masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan karya tulis tugas akhir yang berjudul “Model Komunikasi Word of mouth Melalui Twitter : Studi Eksploratif Kualitatif Model Komunikasi Word of mouth Melalui Twitter pada Brand Kalimilk”

Baca lebih lajut

Pemasaran Lewat Word of Mouth

Pemasaran Lewat Word of Mouth

Hasil dari temuan penelitian dapat direkomendasikan beberapa implikasi kebijakan sesuai dengan prioritas yang dapat diberikan sebagai masukan bagi pihak manajemen. Berikut ini diuraikan beberapa saran alternatif yang bersifat strategis yaitu: (1) Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan agar kepuasan nasabah untuk dapat terus ditingkatkan untuk meningkatkan word of mouth positif nasabah. Faktor diutamakan yaitu faktor Process merupakan variabel diskriminan yang paling dominan mempengaruhi kecenderungan nasabah untuk merekomendasikan (word of mouth positif), disusul faktor Product dan Price; (2) Faktor Place (lokasi) perlu mendapat perhatian mengingat hasil analisis menunjukkan tidak validnya faktor ini sebagai faktor pembentuk bauran pemasaran. Dengan demikian, disarankan agar pihak manajemen dapat mempertimbangkan perluasan jaringan kantor layanan agar dapat memperluas cakupan area pemasaran sekaligus memudahkan nasabah untuk mendapatkan pelayanan; (3) Penelitian ini menggunakan konsep bauran pemasaran untuk mengukur tingkat kepuasan nasabah sebagai pilot study. Disarankan untuk penelitian mendatang untuk menggunakan konsep kualitas layanan sebagai predictor perilaku word of mouth sebagaimana yang dilakukan oleh Sweeney, et,al (2007, 2008), Chaniotakis dan Lymperopoulos (2009), Sandy Ng, et.al (2011), dan Xuehua Wang, (2011). (4) Penelitian ini terbatas pada sampel yang berjumlah 50 sehingga tidak bisa dilakukan analisis yang lebih kompleks seperti Struktural Equation Modeling. Dengan demikian, disarankan agar penelitian lanjutan untuk membanyak sampel dan menggunakan teknik analisis yang lebih kompleks seperti Struktural Equation Modeling.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...