Reaksi kondensasi

Top PDF Reaksi kondensasi:

REAKSI KONDENSASI ALDOL ANTARA FURFURAL DAN ASETON MENGGUNAKAN KATALIS MgOγ-Al

REAKSI KONDENSASI ALDOL ANTARA FURFURAL DAN ASETON MENGGUNAKAN KATALIS MgOγ-Al

Selain metode konvensional, reaksi kondensasi dapat dilakukan dengan menggunakan metode Microwave Assisted Organic Synthesis (MAOS). Keunggulan dari metode MAOS ialah memerlukan waktu reaksi dalam orde menit, kebutuhan pelarut kecil dan menghasilkan rendemen lebih tinggi dibanding reaksi yang sama dengan metode konvensional. Rawal [6] melaporkan reaksi kondensasi aldol silang antara berbagai macam aldehid aromatik dan sikloalkanon dengan katalis zirkonia sulfat menggunakan radiasi gelombang microwave. Hasilnya adalah peningkatan produk (79-99%) pada suhu reaksi yang lebih rendah (120-140 °C) dan waktu reaksi 20 menit. Sedangkan pada pemanasan termal diperoleh produk sebesar 63-96% pada suhu 170 °C setelah 4 jam.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

STUDI TEMPERATUR REAKSI KONDENSASI TERHADAP SINTESIS SENYAWA TURUNAN FURFURAL DENGAN ASETON

STUDI TEMPERATUR REAKSI KONDENSASI TERHADAP SINTESIS SENYAWA TURUNAN FURFURAL DENGAN ASETON

Reaksi kondensasi dilakukan dengan mereaksikan furfural dan aseton dengan perbandingan mol 1:1 menggunakan katalis NaOH 10% pada temperatur 0 °C, 30 °C, dan 60 °C selama 4 jam. Prediksi produk yang dihasilkan dapat dilihat pada Gambar 1. Pembentukan produk pertama (P1) terjadi melalui reaksi kondensasi Claisen Schmidt antara C=O karbonil pada furfural dengan ion enolat dari aseton. Enolat ini dihasilkan dari eliminasi

7 Baca lebih lajut

SINTESIS ASAM P-HIDROKSISINAMAT MENGGUNAKAN KATALIS PIRIDIN BERDASARKAN REAKSI KONDENSASI KNOEVENAGEL

SINTESIS ASAM P-HIDROKSISINAMAT MENGGUNAKAN KATALIS PIRIDIN BERDASARKAN REAKSI KONDENSASI KNOEVENAGEL

Suatu senyawa β -hidroksi karbonil yang terbentuk dari reaksi kondensasi dengan mudah dapat mengalami dehidrasi menjadi bentuk konjugasi α , β - unsaturated (enon). Hampir semua alkohol sangat mudah terdehidrasi bila dilarutkan dalam asam atau basa, tetapi gugus hidroksi yang terikat pada atom karbon β mempunyai ciri-ciri tertentu. Pada kondisi basa, hidrogen α dapat diserang oleh suatu nukleofil sehingga nantinya gugus hidroksi akan berperan sebagai gugus pergi. Sedangkan pada kondisi asam, gugus hidroksi akan terprotonasi menjadi molekul air sehingga dengan adanya resonansi air tersebut dapat hilang (McMurry, 2003).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

OPTIMASI WAKTU REAKSI KONDENSASI ANTARA 3,4-DIMETOKSIASETOFENON DAN 3,4-DIMETOKSIBENZALDEHID.

OPTIMASI WAKTU REAKSI KONDENSASI ANTARA 3,4-DIMETOKSIASETOFENON DAN 3,4-DIMETOKSIBENZALDEHID.

Karbanion ini akan bereaksi dengan 3,4-dimetoksibenzaldehid dengan menyerang karbon gugus karbonil melalui reaksi kondensasi menghasilkan ion alkoksida. Hasil kondensasi ini mengalami transfer proton dari molekul air mengahsilkan β -hidroksiketon. Tahap reaksi selanjutnya adalah dehidrasi senyawa β -hidroksiketon, hal ini dipercepat dengan adanya Hα pada senyawa β -hidroksiketon yang mudah lepas dengan adanya basa kemudian membentuk produk. Hasil dari pengadukan dalam berbagai variasi waktu disimpen dalam semalam agar senyawa kalkon mengalami dehidrasi untuk membentuk senyawa produk. Mekanisme yang terjadi dapat yang terjadia pada bahan antara 3,4- dimetoksibenzaldehid dan 3,4 dimetoksiasetofenon yaitu :
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Modifikasi Struktur Etil ρ-metoksisinamat melalui Reaksi Kondensasi Aldol dengan Etil Metil Keton

Modifikasi Struktur Etil ρ-metoksisinamat melalui Reaksi Kondensasi Aldol dengan Etil Metil Keton

Pada reaksi kondensasi aldol ini, dilakukan denga nmelarutkan NaOH dalam 1 ml aquades. Larutan NaOH kemudian ditambahkan senyawa 4-metoksibenzaldehid yang telah dicampur dengan etil metil keton. Campuran tersebut distirer pada suhu ruang. Reaksi ini dilakukan optimasi untuk mendapatkan hasil modifikasi yang sempurna. Optimasi dilakukan dengan mereaksikan selama 4 jam, 7 jam dan 24 jam. Reaksi dimonitoring dengan menggunakan KLT eluen heksan-etil asetat (4:1) dan GCMS. Berdasarkan hasil KLT, tidak terlihat perbedaan dikarenakan nilai Rf antara senyawa aldehid dan hasil kondensasi aldol yang sama (gambar 4.14). Oleh karena itu harus dilakukan pemeriksaan hasil reaksi menggunakan GCMS. Dari hasil GCMS dapat dilihat perbedaan banyaknya perubahan senyawa aldehid menjadi senyawa
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Mempelajari Sintesis Senyawa Tabir Surya Melalui Modifikasi Reaksi Kondensasi Aldol Silang

Mempelajari Sintesis Senyawa Tabir Surya Melalui Modifikasi Reaksi Kondensasi Aldol Silang

Benzalaseton dan turuannya adalah senyawa yang sangat potensial digunakan sebagai tabir surya. Senyawa tersebut dapat disintesis menggunakan bahan dasar aseton dan benzaldehida atau turunannya melalui reaksi kondensasi aldol silang. Kondensasi aldol silang adalah suatu reaksi yang simpel dan mudah dilakukan. Reaksi dapat dilakukan dalam kondisi asam maupun basa. Mekanisme reaksi kondensasi dalam katalis asam mengikuti menkanisme enol, sedangkan jika kondisi basa mengikuti mekanisme enolat. Ada tiga jenis senyawa yang dapat disintesis menggunakan bahan dasar aseton sebagai enol atau enolat dengan benzaldehida atau turunannya. Senyawa pertama didapat dengan satu kali kondensasi aldol silang antara aseton dengan benzaldehida atau turunannya dengan perbandingan mol 1:1 membentuk benzalaseton dan turunannya. Senyawa kedua diperoleh jika perbandingan diubah menjadi 1 : 2 sehingga terbentuk dibenzalaseton atau turunannya dengan melalui dobel kondensasi aldol silang. Senyawa ketiga adalah dibenzalaseton asimetris yang dapat disintesis dengan dobel kondensasi aldol silang antara aseton dengan 2 jenis benzaldehida atau turunannya dengan perbandingan mol 1 : 1 : 1.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Katalis Bifungsional NiMgO untuk Reaksi Kondensasi dan Hidrogenasi Furfural dalam Satu Tahap Menghasilkan Senyawa Turunan Alkana C8  C13

Katalis Bifungsional NiMgO untuk Reaksi Kondensasi dan Hidrogenasi Furfural dalam Satu Tahap Menghasilkan Senyawa Turunan Alkana C8  C13

Perkembangan penggunaan katalis heterogen saat ini adalah desain katalis yang berfungsi ganda atau katalis bifungsional, yaitu satu katalis mempunyai sisi asam Lewis dan basa Lewis sekaligus. Katalis ini berperan ganda untuk dua reaksi yang berbeda. Penelitian yang dilaporkan oleh Dedsuksophon dkk tentang reaksi kondensasi dan hidrogenasi satu tahap pada furfural dengan katalis bifungsional Pd/Al 2 O 3 menghasilkan konversi produk

8 Baca lebih lajut

Optimasi Suhu dan Konsentrasi Reaktan Reaksi Kondensasi Senyawa Hasil Oksidasi Etil pmetoksisinamat dengan Asetofenon

Optimasi Suhu dan Konsentrasi Reaktan Reaksi Kondensasi Senyawa Hasil Oksidasi Etil pmetoksisinamat dengan Asetofenon

Dilakukan juga reaksi kondensasi pada suhu 45 O C dengan membandingkan dua konsentrasi asetofenon 1:1 dan 1:2. Adapun tujuan diakukannya reaksi pada suhu 45 O C adalah untuk melihat pengaruh suhu dalam reaksi sintesis. Goldberg (2002) menyatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi laju reaksi, salah satunya adalah suhu dimana secara umum, semakin tinggi suhu pada suatu sistem, maka akan semakin cepat reaksi kimia berlangsung. Menaikkan suhu berarti menambahkan energi, sehingga energi kinetik molekul molekul akan meningkat. Akibatnya molekul-molekul yang bereaksi menjadi lebih aktif mengadakan tumbukan. Dengan kata lain, kenaikan suhu menyebabkan gerakan molekul makin cepat sehingga kemungkinan tumbukan yang efektif makin banyak terjadi sehingga dengan meningkatnya suhu maka akan meningkatkan energi kinetik sehingga reaksi berlangsung lebih cepat (Favretto,2010).
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Optimasi Daya dan Waktu Iradiasi Microwave pada Reaksi Kondensasi Senyawa Etil p-metoksisinamat dengan Aseton

Optimasi Daya dan Waktu Iradiasi Microwave pada Reaksi Kondensasi Senyawa Etil p-metoksisinamat dengan Aseton

Senyawa 4-metoksi benzaldehid sebanyak 60 mg (0,44 mmol) dimasukkan dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 33,310 µL (0,44 mmol) aseton dan 1,1 mL NaOH 10%. Campuran beberapa senyawa tersebut dihomogenisasi menggunakan vorteks. Campuran yang telah homogen tersebut ditempatkan dalam microwave yang berada di samping wadah berisi es. Campuran tersebut diiradiasi pada daya 600 W selama 20 menit (berdasarkan optimasi pada gambar 4.7), dengan setiap interval 10 detik dimasukkan dalam wadah es dan kembali diiradiasi. Pemilihan daya dan waktu tersebut dirasa optimal dikarenakan pada daya dan waktu tersebut senyawa hasil kondensasi sudah terbentuk, namun pada daya dan waktu lebih dari itu ada kemungkinan senyawa masih terbentuk. Kemudian fungsi pendinginan pada interval 10 detik pada saat reaksi yaitu untuk menjaga agar senyawa aldehid yang digunakan tetap stabil. Campuran dinetralisasi menggunakan HCl dan selanjutnya dipartisi menggunakan campuran etil asetat dan n-heksan dengan perbandingan 1:1. Fase etil asetat dipisahkan dan diuapkan.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Sintesis senyawa 2-(4`-hidroksibenzilidena) sikloheksana-1,3-dion dari sikloheksana-1,3-dion dan 4-hidroksibezaldehid dengan katalis kalium hidroksida - USD Repository

Sintesis senyawa 2-(4`-hidroksibenzilidena) sikloheksana-1,3-dion dari sikloheksana-1,3-dion dan 4-hidroksibezaldehid dengan katalis kalium hidroksida - USD Repository

A. Sintesis Senyawa 2-(4'-hidroksibenzilidena)sikloheksana-1,3-dion Sintesis senyawa 2-(4'-hidroksibenzilidena)sikloheksana-1,3-dion dilakukan dengan mereaksikan starting material sikloheksana-1,3-dion dan 4- hidroksibenzaldehid dalam pelarut aquades dengan katalis kalium hidroksida (KOH) berdasarkan prinsip reaksi kondensasi aldol silang. Sikloheksana-1,3-dion merupakan suatu senyawa yang memiliki dua gugus keton dengan enam hidrogen alpha sedangkan 4-hidroksibenzaldehid adalah suatu aldehida yang tidak memiliki hidrogen alpha dengan gugus –OH tersubstitusi pada posisi para dari gugus aldehidnya. Kedua senyawa tersebut memungkinkan untuk bereaksi melalui reaksi kondensasi aldol silang menghasilkan senyawa 2-(4'- hidroksibenzilidena)sikloheksana-1,3-dion. Reaksi tersebut dapat berjalan sebab reaksi kondensasi aldol silang adalah reaksi antara suatu senyawa karbonil yang memiliki hidrogen alpha dalam hal ini adalah senyawa sikloheksana-1,3-dion dengan suatu senyawa karbonil lain yang tidak memiliki hidrogen alpha dalam hal ini adalah senyawa 4-hidroksi benzaldehid dengan katalis basa (KOH).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

METODA PENELITIAN Bahan dan Alat

METODA PENELITIAN Bahan dan Alat

Reaksi kondensasi dilakukan pada temperatur 100 o C selama 8 jam. Setelah reaksi kondensasi selesai, produk disaring dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator . Untuk mengetahui pengaruh pelarut, reaksi kondensasi juga dilakukan menggunakan 40 mL pelarut air dengan perbandingan mol furfural:aseton adalah 1:1. Selanjutnya dilakukan reaksi hidrogenasi terhadap produk hasil reaksi kondensasi. Reaksi hidrogenasi dilakukan pada temperatur 120 o C selama 7 jam dengan 5 mL pelarut isopropanol dan atmosfer gas H 2 hingga tekanan 50 psi
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

SINTESIS SENYAWA ANALOG KURKUMIN 3,6-BIS-(4 -HIDROKSI-3’-METOKSIBENZILIDIN)-PIPERAZIN-2,5-’ DION DENGAN KATALIS HCl.

SINTESIS SENYAWA ANALOG KURKUMIN 3,6-BIS-(4 -HIDROKSI-3’-METOKSIBENZILIDIN)-PIPERAZIN-2,5-’ DION DENGAN KATALIS HCl.

Tidak adanya gugus metilen aktif dibandingkan kurkumin memudahkan terjadinya reaksi antara C α pada piperazin-2,5-dion dengan C δ+ dari gugus karbonil 4-hidroksi 3-metoksi benzaldehida karena tidak adanya kompetisi dengan reaksi kondensasi Knoevenagel (Fessenden and Fessenden, 1999). Meskipun sifat asam dari hidrogen α kurang kuat, dengan adanya katalis asam dari HCl memudahkan terbentuknya struktur enol yang memberikan karakter karbanion karbon α. Atas pertimbangan tersebut senyawa 3,6-bis-(4 ’ -hidroksi-3 ’ - metoksibenzilidin)-piperazin-2,5-dion dapat dikembangkan sebagai senyawa hasil modifikasi kurkumin untuk mendapatkan stabilitas dan aktivitas yang lebih baik. 9. Analisis Reaksi Sintesis dan Elusidasi Struktur
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Isolasi Lignin dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Isolasi Lignin dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)

Proses pulping merupakan proses pelarutan lignin (delignifikasi). Menurut Bahar (1983), selama pemasakan terjadi reaksi cepat dimana terjadi pemutusan ikatan lignin karbohidrat sehingga lignin yang lepas larut dalam larutan pemasak, serta reaksi lambat dimana terjadi kondensasi dan polimerisasi kembali yang menyebabkan lignin tidak larut dalam larutan pemasak. Reaksi kondensasi lignin dapat terjadi dalam proses delignifikasi karena suasana asam akan secara langsung terjadi, yaitu dengan keluarnya gugus asetil dari serpih kayu selama pemasakan (Schroeter, 1991).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Variasi Rasio Mol sikloheksanon-Benzaldehida pada Sintesis Benzilidinsikloheksanon.

Pengaruh Variasi Rasio Mol sikloheksanon-Benzaldehida pada Sintesis Benzilidinsikloheksanon.

Reaksi kondensasi aldol silang pada sintesis benzilidinsikloheksanon terjadi karena adanya reaksi antara benzaldehida dengan sikloheksanon yang mempunyai Hα dengan menggunakan katalis basa NaOH. Pada tahap awal terjadi pemben- tukan karbanion dari sikloheksanon yang direaksikan dengan larutan basa NaOH. Reaksi ini terjadi melalui serangan ion OH - ke Hα pada senyawa sikloheksanon yang menghasilkan ion enolat. Ion enolat berperan sebagai nukleofil yang bereaksi dengan gugus karbonil dari benzaldehida membentuk ion alkoksida. Hasil reaksi tersebut mengalami dehidrasi, sehingga terbentuk benzilidinsiklo- heksanon. Mekanisme reaksinya ditunjukkan pada Gambar 20 berikut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

SINTESIS P-HIDROKSIKALKON DARI P-NITROKALKON MELALUI REAKSI SUBSTITUSI TERHADAP GARAM DIAZONIUM KALKON.

SINTESIS P-HIDROKSIKALKON DARI P-NITROKALKON MELALUI REAKSI SUBSTITUSI TERHADAP GARAM DIAZONIUM KALKON.

Tahap pertama adalah reaksi kondensasi Claisen Schmidt antara p-nitroasetofenon dengan benzaldehid dengan katalisator NaOH. Tahap ke dua adalah reduksi gugus nitro menggunakan serbuk Fe dalam HCl. Tahap ke tiga adalah reaksi substitusi nukleofilik melalui garam diazonium senyawa hasil sintesis tahap ke dua. Hasil sintesis setiap tahap ditentukan titik leleh dan diidentifikasi dengan KLT, spektrometer IR, dan spektrometer 1 H-

Baca lebih lajut

Sintesis Basa Schiff Dari Hasil Kondensasi Sinamaldehida Dengan Etilendiamin dan Fenilhidrazin Serta Pemanfaatannya Sebagai Inhibitor Korosi Pada Logam Seng

Sintesis Basa Schiff Dari Hasil Kondensasi Sinamaldehida Dengan Etilendiamin dan Fenilhidrazin Serta Pemanfaatannya Sebagai Inhibitor Korosi Pada Logam Seng

Telah dilakukan sintesis Basa Schiff melalui reaksi kondensasi sinamaldehida dengan dua sumber amina primer yaitu etilendiamin (Basa Schiff I) dan fenilhidrazin (Basa Schiff II). Kondensasi sinamaldehida dengan etilendiamin dilakukan dengan cara refluks dalam pelarut etanol selama 5 jam, sedangkan untuk fenilhidrazin dilakukan dengan cara refluks dalam pelarut etanol selama 1 jam. Dari 13,2 g sinamaldehida yang dikondensasikan dengan 2,4 g etilendiamin dihasilkan 8,40 g Basa Schiff yang kemudian dianalisa melalui spektroskopi FT-IR menunjukkan adanya uluran C=N pada puncak spektrum daerah bilangan gelombang 1627,92 cm -1 . Reaksi lainnya pada 13,2 g sinamaldehida yang dikondensasikan dengan fenilhidrazin 5,4 g dihasilkan 9,54 g Basa Schiff yang kemudian dianalisa melalui spektroskopi FT-IR menunjukkan adanya uluran C=N pada puncak spektrum daerah bilangan gelombang 1597,06 cm -1 . Analisa dengan spektroskopi UV-Vis memberikan pita serapan 403 nm untuk basa schiff I dan 360 nm untuk basa schiff II. Hasil pengujian efisiensi inhibitor korosi Basa Schiff terhadap logam seng dalam HCl 0,1 N memberikan nilai efisiensi terbesar adalah Basa Schiff hasil reaksi sinamaldehida dengan etilendiamin (Basa Schiff I) pada konsentrasi 7000 ppm yaitu sebesar 90,17 %. Sedangkan untuk sinamaldehida, etilendiamin, fenilhidrazin dan Basa Schiff hasil reaksi sinamaldehida dengan fenilhidrazin (Basa Schiff II) hanya sebesar 58,18 %, 50,04 %, 35,01 % dan 78,47 %.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) KIMIA ORGANIK [ 4(1) ]

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) KIMIA ORGANIK [ 4(1) ]

Matakuliah Organik II mempelajari tentang sifat-sifat, tata nama, pembuatan dan reaksi-reaksi senyawa karbonil. Materi Kimia Organik II meliputi: kimiawi senyawa karbonil, aldehida dan keton, asam karboksilat, turunan asam karboksilat dan substitusi asil nukleofilik, reaksi substitusi alfa karbonil, reaksi kondensasi karbonil, karbohidrat, protein, lemak dan asam nukleat.

Baca lebih lajut

SILABI PRAKT lifeskill KIMIA ORGANIK II

SILABI PRAKT lifeskill KIMIA ORGANIK II

Mata praktikum ini memuat bahasan tentang reaksi kondensasi aldol silang, isolasi bahan aktif dari bahan alam, sintesis bahan aktif yang berkhasiat obat seperti asam salisilat, identifikasi senyawa organik, kromatografi lapis tipis serta stereokimia senyawa dengan satu atom C kiral.

Baca lebih lajut

Isomerisasi eugenol menggunakan mg al hidrotalsit dengan radiasigelombang mikro

Isomerisasi eugenol menggunakan mg al hidrotalsit dengan radiasigelombang mikro

Hidrotalsit merupakan lempung anionik yang terdiri dari lapisan bermuatan positif dengan anion dan molekul air dalam daerah antar permukaan. (Rajamanthi et al, 2001). Senyawa hidrotalsit merupakan katalis basa heterogen yang dapat digunakan dalam reaksi yang berkataliskan basa seperti, kondensasi aldol, isomerisasi ikatan rangkap pada alkena, dan dehidrogenasi 2-propanol (Kishore dan Kannan, 2004). Hidrotalsit sebagai katalis mempunyai beberapa keuntungan diantaranya proses penanganannya mudah, mudah dipisahkan dengan produk, ramah lingkungan dan menghasilkan produk yang bagus (Kishore dan Kannan, 2002).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Sintesis 2-(4`-hidroksibenzilidena)-sikloheksana-1,3-dion dari sikloheksana-1,3-dion dan 4-hidroksibenzaldehida dengan katalis asam klorida - USD Repository

Sintesis 2-(4`-hidroksibenzilidena)-sikloheksana-1,3-dion dari sikloheksana-1,3-dion dan 4-hidroksibenzaldehida dengan katalis asam klorida - USD Repository

Senyawa modifikasi merupakan senyawa karbonil α,β -tak jenuh. Senyawa karbonil α,β -tak jenuh dapat diperoleh melalui reaksi kondensasi aldol silang yang melibatkan adisi nukleofilik suatu enol keton ke suatu aldehid yang melepaskan sebuah molekul air. Berdasarkan analisis tersebut, senyawa 2- (4ꞌ - hidroksibenzilidena)-sikloheksana-1,3-dion dapat disintesis melalui reaksi kondensasi aldol silang dengan mereaksikan sikloheksana-1,3-dion dan 4- hidroksibenzaldehida dengan menggunakan katalis asam klorida, dimana senyawa sikloheksana-1,3-dion yang memiliki hidrogen alfa (α) dapat membentuk enol keton yang berfungsi sebagai nukleofilik yang akan menyerang atom C karbonil pada senyawa 4-hidroksibenzaldehida sehingga menghasilkan senyawa 2- (4ꞌ - hidroksibenzilidena)-sikloheksana-1,3-dion dan melepaskan molekul air.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 5525 documents...