Return Saham

Top PDF Return Saham:

PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED, OPERATING CASH FLOW, RESIDUAL INCOME, EARNINGS, OPERATING LEVERAGE, DAN MARKET VALUE ADDED TERHADAP RETURN SAHAM.

PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED, OPERATING CASH FLOW, RESIDUAL INCOME, EARNINGS, OPERATING LEVERAGE, DAN MARKET VALUE ADDED TERHADAP RETURN SAHAM.

Menurut Trisnawati (2009) dan Tiswiyanti (2011) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa earnings tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pradhono dan Christiawan (2004) yang meneliti tentang pengaruh EVA, residual income, earnings dan MVA terhadap return saham di perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang consumer goods yang menyatakan bahwa earnings mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap return saham. Mengacu pada hal tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP TINGKAT RETURN SAHAM PERUSAHAAN SEKTOR MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2013

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP TINGKAT RETURN SAHAM PERUSAHAAN SEKTOR MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2013

tersedia bagi pemegang saham atas modal yang diinvestasikan. ROE ini menunjukkan bahwa seberapa baik perusahaan dalam mengelola sumber dana modalnya guna memperoleh laba, apabila perusahaan baik dalam mengelola modalnya maka perusahaan dapat memperoleh laba yang besar, ini menjadi indikator bahwa semakin tinggi ROE maka semakin tinggi perusahaan memperoleh laba dan dapat meningkatkan return saham kepada pemegang saham, dengan pendapat tersebut maka ROE dapat mempengaruhi return saham. Jullimursyida dkk (2008) dalam penelitiannya Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Terhadap Return Saham Di Bursa Efek Indonesia yakni Return On Equity (ROE) memiliki pengaruh postif terhadap return saham. Nurjanti dan Hamidah (2011) dalam penelitiannya rasio keuangan dan pengaruhnya terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index, mengemukakan bahwa ROE (Return On Equity) berpengaruh positif terhadap harga saham.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK YANG TERDAFTAR DI JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) TAHUN 2013 - 2015 - UMBY repository

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK YANG TERDAFTAR DI JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) TAHUN 2013 - 2015 - UMBY repository

perbandigan kinerja keuangan perusahaan dengan metode ROA, EVS dan pengaruhnya terhadap return saham yang bergabung dalam indeks LQ 45 di Bursa Efek Jakarta. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil terdapat pengaruh secara sigifikan kinerja keuangan yang diukur dengan metode ROA terhadap return saham, dan tidak terdapat pengaruh signifikan dengan metode EVA. Hal ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh basuki dalam teapon (2009) yang melakukan penelitian mengenai pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan. Penelitianya menggunakan periode pengamatan selama satu tahun yaitu tahun 2003. Dari penelitianya ditemukan bahwa
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Dampak Stock Split Terhadap Return Saham Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2011-2015.

Dampak Stock Split Terhadap Return Saham Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2011-2015.

Inkonsistensi dari beberapa hasil penelitian tentang adanya perbedaan dari setiap variabel yang signifikan antara sebelum dan sesudah adanya aktivitas stock split menunjukkan bahwa masih terdapat research gap dan fenomena gap akibat pemecahan saham. Perbedaan hasil penelitian tentang perubahan return saham, aktivitas volume perdagangan dan abnormal return saham akibat pemecahan yang ada merupakan suatu permasalahan yang dapat diangkat dan dianalisis untuk mengetahui kebenaran trading range theory dan signaling theory terhadap peristiwa pemecahan saham
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN PENGARUHRETURN SAHAM, VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DAN VARIAN RETURN SAHAM TERHADAP BID-ASK SPREAD SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA (PERIODE 2006-2010).

KESIMPULAN DAN SARAN PENGARUHRETURN SAHAM, VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DAN VARIAN RETURN SAHAM TERHADAP BID-ASK SPREAD SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA (PERIODE 2006-2010).

6. Varian return saham merupakan variabel independen yang paling dominan mempengaruhi bid-ask spread. Meskipun negatif, nilai koefisien sebesar -0,286623 lebih berpengaruh dibandingkan return saham yang hanya -0,005885 dan volume perdagangan saham sebesar 0,012618. Pengaruh ini semakin terlihat bila dilakukan analisis regresi tanpa C (constant). Varian return saham terlihat sangat dominan dengan nilai koefisien sebesar 4,360954.

64 Baca lebih lajut

Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas, dan Penilaian Pasar Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur.

Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas, dan Penilaian Pasar Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur.

Salah satu cara untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi adalah dengan melihat kinerja perusahaan. Investor dapat menilai kinerja keuangan perusahaan melalui analisa laporan keuangan sebelum melakukan investasi. Kinerja keuangan yang baik pada suatu perusahaan akan memberikan tingkat return yang lebih tinggi dari pada perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang buruk. Namun ada beberapa faktor yang harus diperhatikan investor yang mempengaruhi return saham. Ada faktor yang bersifat fundamental namun ada juga faktor eksternal yang mempengaruhi return saham seperti GDP, inflasi dan tingkat suku bunga. Informasi fundamental merupakan informasi yang berhubungan dengan kondisi perusahaan (emiten) yang meliputi kondisi manajemen, organisasi, sumber daya manusia dan kondisi keuangan yang tercermin dalam kinerja keuangan perusahaan. Semakin baik kinerja perusahaan, maka semakin meningkat harga sahamnya, yang kemudian akan meningkatkan tingakat return sahamnya.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM: Studi Kasus pada PT Indosat Tbk. yang listed di Bursa Efek Indonesia Periode Juni 2009-Juni 2012.

PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM: Studi Kasus pada PT Indosat Tbk. yang listed di Bursa Efek Indonesia Periode Juni 2009-Juni 2012.

PT Indosat Tbk. adalah sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi yang lengkap dan terbesar kedua di Indonesia untuk jasa seluler. Tetapi dilihat dari segi tingkat pengembalian (return) berdasar capital gain mengalami penurunan. Karena alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan (return), dalam penelitian ini memperoleh capital gain. Untuk memperoleh return, seorang investor memerlukan berbagai analisis terhadap kinerja keuangan perusahaan, yang salah satunya diukur melalui rasio profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan return on equity (ROE). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran profitabilitas dan return saham serta untuk mengetahui pengaruh ROE terhadap return saham PT Indosat. Objek dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Indosat Tbk periode Juni 2009-Juni 2012. Tujuan penelitian yang digunakan adalah deskriptif verifikatif, dan metode yang digunakan adalah studi kasus, desain penelitiannya adalah time series design dengan teknik sampel jenuh. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana dengan software komputer SPSS 20 for windows. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh antara profitabilitas terhadap return saham.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - PENGARUH ARUS KAS, LABA AKUNTANSI, TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI INDEKS SRI KEHATI - Perbanas Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN - PENGARUH ARUS KAS, LABA AKUNTANSI, TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI INDEKS SRI KEHATI - Perbanas Institutional Repository

Laporan Arus Kas memberikan informasi yang berguna bagi investor tentang penerimaan dan pengeluaran kas selama periode berjalan (keisoet all, 2011: 204). Penerimaan dan pengeluaran kas dalam laporan arus kas terdiri dari aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan (Harahap,2012). Informasi arus kas akan dikatakan mempunyai makna apabila dengan dipublikasikan laporan arus kas menyebabkan investor bereaksi melakukan pembelian atau penjualan saham yang selanjutnya tercermin dalam harga saham, yang artinya laporan arus kas mempunyai kandungan informasi (Yocelyn & Christiawan, 2012).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PEMECAHAN SAHAM TERHADAP LIKUIDITAS DAN RETURN SAHAM

PEMECAHAN SAHAM TERHADAP LIKUIDITAS DAN RETURN SAHAM

Faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran saham salah satunya adalah tingkat harga saham. Harga saham yang semakin tinggi, semakin kecil saham itu dapat dibeli oleh kebanyakan orang. Manajemen perusahaan menginginkan sahamnya dimiliki secara luas untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Mereka berharap memiliki nilai pasar yang cukup rendah sehingga termasuk dalam batas kemampuan mayoritas investor potensial. Cara yang biasa dipakai agar sahamnya tetap berada dalam rentang perdagangan optimal adalah pemecahan saham (share split), sehingga daya beli investor terutama investor kecil akan meningkat karena nilai pasar saham berkurang.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - FAKTOR – FAKTOR FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUHI RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN INDEKS LQ-45 DI BEI PERIODE 2007-2011 - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - FAKTOR – FAKTOR FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUHI RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN INDEKS LQ-45 DI BEI PERIODE 2007-2011 - Perbanas Institutional Repository

Earning Per Share (EPS) merupakan angka rasio pengukuran yang biasanya ditujukan pada para pemegang saham,didapat dari laba bersih dikurangi deviden (deviden payout) dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar. Sehingga Earning Per Share (EPS) merupakan jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode untuk tiap lembar saham yang beredar. Menurut Nachrowi (2006:71) dalam berinvestasi di bursa efek, investor akan memperlihatkan berbagai aspek, yang salah satunya adalah penghasilan per lembar saham (Earning Per Share atau EPS). EPS merupakan salah satu indikator yang dapat menunjukkan kinerja perusahaan, karena besar kecilnya EPS akan ditentukan oleh laba perusahaan. Darmadji dan Fakhruddin (2001:139) menjelaskan “Bahwa yang dimaksud dengan Earning Per Share (EPS) adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar keuntungan (return) yang diperoleh investor atau pemegang saham per saham”.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

ANALISIS DAMPAK PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP RETURN SAHAM DAN LIKUIDITAS SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS DAMPAK PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP RETURN SAHAM DAN LIKUIDITAS SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA

Different test results Paired T-Test showed that there have significant differences to the stock return and abnormal return but on trading volume there were no significant differences before and after the right issue at finance companies listed in Indonesia Stock Exchange Period (2007-2010).

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan Perkebunan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan Perkebunan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Untuk menganalisis kinerja perusahaan dapat digunakan rasio keuangan yang terbagi dalam empat kelompok, yaitu rasio likuiditas, aktivitas, hutang, dan profitabilitas. Dengan analisis tersebut, para analisis mencoba memperkirakan return saham dimasa yang akan datang dengan mengestimasi nilai dari faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham dimasa yang akan datang dan menerapkan hubungan faktor- faktor tersebut sehingga diperoleh taksiran return saham. Secara matematis actual return dapat diformulasikan sebagai berikut (Weston, 2004:95) :
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

ANALISIS DAMPAK PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP RETURN SAHAM DAN LIKUIDITAS SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS DAMPAK PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP RETURN SAHAM DAN LIKUIDITAS SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA

Different test results Paired T-Test showed that there have significant differences to the stock return and abnormal return but on trading volume there were no significant differences before and after the right issue at finance companies listed in Indonesia Stock Exchange Period (2007-2010).

17 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Risiko Keuangan - Analisis Fakor-Faktor Risiko Keuangan Yang Mempengaruhi Return Saham Dengan Earning Pershare Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Risiko Keuangan - Analisis Fakor-Faktor Risiko Keuangan Yang Mempengaruhi Return Saham Dengan Earning Pershare Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa

Sansaloni dan Monika (2003) meneliti tingkat kompetisi dan resiko pengujian sensitivitas return saham terhadap laba. Sansaloni dan Monika (2003) menggunakan 2 faktor yang diyakini mempunyai pengaruh terhadap hubungan laba-return yang diproksikan dengan earning response coefficient (ERC), yaitu tingkat kompetisi dan risiko. Sansaloni dan Monika (2003) mengambil sampel 30 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 1991 sampai dengan tahun 1995. Hasilnya dengan melakukan model regresi ditemukan tingkat kompetisi yang diproksikan dengan ROA (return on asset) tidak signifikan terhadap ERC, sedangkan untuk risiko yang di proksikan dengan DER (debt to equity ratio) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ERC. Hubungan negatif antara DER dan ERC mencerminkan bahwa investor kurang mengapresiasi saham-saham perusahaan yang mengandalkan hutang sebagai sumber pendanaan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH HARI PERDAGANGAN TERHADAP REAKSI PASAR PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ.

PENGARUH HARI PERDAGANGAN TERHADAP REAKSI PASAR PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ.

dilakukan Miller (1988) memperkuat argumentasi mengenai kecenderungan return saham negatif (terendah) pada hari perdagangan senin dibandingkan dengan hari perdagangan lainnya. Menurut Miller, return saham terendah terjadi pada hari perdagangan hari senin disebabkan karena selama akhir pekan hingga pada hari perdagangan senin, investor memiliki kecenderungan untuk menjual saham melebihi kecenderungan untuk membeli saham. Pada perdagangan saham hari senin pasar mengalami surplus permintaan jual (sell order) yang merupakan akumulasi dari permintaan jual selama akhir pekan pada saat pasar ditutup. Tingginya aksi jual pada hari perdagangan senin menurut hasil penelitian Dyl dan Maberly (1988) disebabkan oleh adanya kecenderungan informasi yang tidak menyenangkan (unfavorable information) datang ke pasar setelah perdagangan ditutup pada hari perdagangan jumat (akhir pekan).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - MONDAY EFFECT DAN WEEK FOUR EFFECT PADA INDEKS HARGA SAHAM LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - MONDAY EFFECT DAN WEEK FOUR EFFECT PADA INDEKS HARGA SAHAM LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

Return pasar merupakan tingkat pengembalian atau keuntungan yang diperoleh dari pasar yang ada di Bursa Efek Indonesia. Manfat dari return pasar ini dapat digunakan sebagai standar evaluasi kinerja secara umum, yaitu dilihat dari indeks harga saham dan tingkat keuntungan yang ada di pasar. Pergerkan return pasar akan diikuti oleh pergerakan return saham, apabila return pasar meningkat maka return saham juga akan mengalami peningkatan. Menurut Husnan Suad (2005:103) apabila keadaan pasar membaik seperti yang ditunjukkan oleh indeks pasar yang tersedia, maka harga saham-saham individual pun akan merespon dengan baik dan akan mengalami peningkatan. Adapun rumus return pasar adalah :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS PERBANDINGAN MEAN VARIANCE, MEAN ABSOLUTE DEVIATION DAN MINIMAX DALAM PEMBENTUKAN PORTOFOLIO DI PASAR SAHAM INDONESIA.

ANALISIS PERBANDINGAN MEAN VARIANCE, MEAN ABSOLUTE DEVIATION DAN MINIMAX DALAM PEMBENTUKAN PORTOFOLIO DI PASAR SAHAM INDONESIA.

Portofolio optimal dapat dibentuk dengan menggunakan beberapa model. Salah satu model yang dapat digunakan adalah Mean Variance (MV). Model MV pertama kali diperkenalkan oleh Markowitz (1952). Markowitz menunjukkan bahwa risiko dapat diukur dengan menggunakan variansi dari nilai return saham yang sudah dipilih dan mean return sebagai ukuran return ekspektasi dari investasi. Model MV digunakan dalam pembentukan portofolio optimal dengan menggunakan teknik optimasi model kuadratik. Proses perhitungan model MV menggunakan matriks varians-kovarian sehingga untuk portofolio dengan skala besar proses pehitungan ini tidak efisien. Hal ini menjadi suatu kelemahan bagi model MV.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbandingan Penerapan Model CAPM dan AP (6)

Perbandingan Penerapan Model CAPM dan AP (6)

Dalam berinvestasi, baik dalam asset keuangan maupun asset riil seseorang atau perusahaan pasti akan mengharapkan pengembalian atas investasinya. Dalam investasi pada asset keuangan khususnya saham ada dua model untuk memprediksi return investasi. Model yang pertama yaitu model CAPM, model ini mengasumsikan bahwa return saham dipengaruhi satu faktor yaitu return market. Model yang kedua yaitu model APT, model ini mengasumsikan jika investor memiliki peluang untuk meningkatkan return tanpa meningkatkan risiko maka investor tersebut akan memanfaatkan peluang tersebut. Sehingga dalam model APT ini factor- faktor yang mempengaruhi return saham lebih banyak dari pada CAPM. Kedua model tersebut pada dasarnya dapat memprediksi return yang diharapkan investor, namun berbeda dalam variable yang digunakan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SAHAM-SAHAM DI INDEKS LQ 45 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL.

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SAHAM-SAHAM DI INDEKS LQ 45 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL.

antara return ekspektasi saham terhadap return bebas risiko yang kemudian dibagi risiko sistematis dan Cut of Rate (Ci) itu sendiri merupakan perbandingan antara varian return pasar dengan sensitivitas return saham individu terhadap variance error saham. Saham yang memiliki Excess Return to Beta (ERB) lebih besar dari Cut of Rate (Ci) dijadikan sebagai calon kandidat portofolio, sedangkan sebaliknya yaitu jika Cut of Rate (Ci) lebih besar dari Excess Return to Beta (ERB) maka saham tidak dimasukan dalam portofolio (Sulistyowati, 2012). Ali (2008) menyimpulkan bahwa Model Indeks Tunggal bekerja dengan baik dalam memperkirakan input ke model optimisasi dasar Markowitz. Model Indeks Tunggal merupakan teknik untuk mengukur besaran return dan risiko sebuah portofolio dengan asumsi bahwa pergerakan return saham hanya berhubungan dengan return pasar (Jogiyanto, 2013:369) dan Wahyuningrum (2010) juga menyatakan bahwa return saham dapat di lihat dengan memperhatikan return pasarnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...