sel kelamin

Top PDF sel kelamin:

RPP KD 3.2 RPP KD 3.2 PPMG

RPP KD 3.2 RPP KD 3.2 PPMG

 Hasil dari perkembanganbiakan generatif menghasilkan individu baru yang bervariasi dari dua induk dan mengalami peleburan 2 sel kelamin yang berbeda, sedangkan hasil dari perkembangbiakan vegetatif menghasilkan individu baru yang sama dengan induknya karena hanya memiliki satu induk saja dan tidak mengalami peleburan sel kelamin.

15 Baca lebih lajut

2. Laporan Penelitian 2013 Bulubabi

2. Laporan Penelitian 2013 Bulubabi

Biota-biota laut yang dibudidayakan merupakan komoditas yang mempunyai nilai ekonomi, biota ini hanya dapat hidup pada habitat tertentu, populasinya makin menurun dari tahun ke tahun. Untuk menunjang kegiatan budidaya maka dilakukan pemurniaan (isolasi) jasad pakan untuk masing-masing biota. Dalam usaha menghasilkan benih, pemilihan induk (kondisi fisik, ukuran) dan kesiapan gonadnya untuk mengeluarkan sel-sel kelaminnya merupakan langkah pertama yang harus diketahui. Individu calon induk harus dipelihara dengan baik agar semua proses biologisnya termasuk reproduksinya berjalan dengan lancar. Setelah teknik pemijahan induk untuk memperoleh telur yang memenuhi syarat baik ditinjau dari segi jumlah maupun mutu dapat dikuasai, maka tahap budidaya selanjutnya yang harus dikuasai adalah pemeliharaan larva dan juvenilnya. Penelitian budidaya non ikan dilakukan di Laboratorium Budidaya UPT. Balai Konsevasi Biota Laut Ambon, Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI dan di desa Alang, desa Morela Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah sebagai tempat Pengambilan induk dan sebagai tempat penangkaran induk. Tujuan dari kegiatan ini adalah menghasilkan benih. Sasaran yang hendak dicapai adalah dapat meningkatkan keterampilan serta ketahanan pangan. Metode penelitian yang digunakan adalah sebelum dilakukan perangsangan, induk-induk dibersihkan cangkangnya dari organisme-organisme penempel (fouling organism) dan zat-zat kapur, lumut dan lain-lain yang menempel dengan cara mengikat/mengangkat kotoran dibagian luar cangkang. Perangsangan induk dilakukan dengan cara membuat induk stres melalui pemberian aerasi kencang, penaikan suhu air, suntikan dengan suspense gonad, dan pemberian air mengalir. Pengamatan perkembangan telur, larva dan juvenil dilakukan dengan mengambil sampel secaara acak pada awal pemijahan dan pada jam-jam tertentu setelah telur mengalami pembuahan sampai menjadi larva dan juvenil. Hasil percobaan yang dilakukan perangsangan siput mata bulan dengan pemberian air mengalir terhadap induk-induk siput mata bulan dan menghasilkan induk siput yang memijah. Induk siput mengeluarkan sel-sel kelaminnya yang didahului dengan pengeluaran sel-sel kelamin jantan berupa sperma yang berwarna kabut putih. Selang beberapa menit kemudian (sekitar 5 – 10 menit) diikuti dengan pengeluaran sel-sel kelamin betina berupa butiran-butiran telur yang berwarna kebiru-biruan; Individu yang memijah sebanyak 2 individu dimana yang mengeluarkan sel kelamin jantan sebanyak 1 individu dan mengeluarkan sel kelamin betina sebanyak 1 individu. Total individu yang dirangsang dengan perlakuan dengan aerasi kuat sebanyak 20 individu.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Ringkasan Materi Sistem Reproduksi. docx

Ringkasan Materi Sistem Reproduksi. docx

Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, manusia perlu bereproduksi. Sejak usia remaja, sistem reproduksi pria dan wanita telah menghasilkan sel sel kelamin. Sel sel kelamin pria dan wanita bergabung melalui reprosuksi seksual untuk membentuk kehidupan baru. Pada manusia, reproduksi berlangsung secara seksual. Alat reproduksi pada manusia berupa alat kelamin pada pri dan wanita. Sistem reproduksi pada wanita berfungsi untuk menghasilkan gamet betina yakni ovum melalui peristiwa oogenesis, kemudian menyedikan lingkungan yang cocok yntuk terjadi fertilisasi oleh sperma dan perkembangan janin dan pengeluaran janin. Sistem reproduksi pada pria terdiri dari saluran reproduksi, kelenjar reproduksi dan alat kelamin luar.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Materi IPA Kelas 9 SMP/MTs 03. IPA KLS 9 BAB 2

Materi IPA Kelas 9 SMP/MTs 03. IPA KLS 9 BAB 2

Sistem perkembangbiakan pria tersusun dari organ luar yang terdiri dari penis dan skrotum. Perhatikan Gambar 2.1. Penis berfungsi sebagai organ perkembangbiakan dan saluran kencing. Di samping penis terdapat kantung yang disebut skrotum yang di dalamnya terdapat testis. Selama masa pubertas, dua testis mulai menghasilkan sperma, yaitu sel kelamin jantan. Sperma mempunyai struktur sebagai sel- sel tunggal yang tersusun dari kepala dan ekor. Ekor berfungsi untuk menggerakkan sperma, sedangkan kepala sperma mengandung informasi genetik. Skrotum juga berfungsi untuk membantu mengatur suhu yang sesuai untuk produksi sperma.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Bagian mata

Bagian mata

Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya. Apa yang dikenal orang sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid (x = n). Dengan demikian, terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus.Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium. Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum.Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri karena
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Jenis dan Fungsi Hormon Reproduksi

Jenis dan Fungsi Hormon Reproduksi

Masa pubertas, yaitu masa suatu gonad (kelenjar kelamin) mulai dapat menghasilkan sel-sel kelamin matang atau gamet, yang Anda kenal sebagai spermatozoa pada pria dan ovum pada wanita. Pria mengalami masa pubertas pada usia 14 – 16 tahun, sedangkan wanita mengalami masa pubertas lebih awal, yaitu pada usia 11 – 14 tahun.

2 Baca lebih lajut

Bab 9 Sistem Reproduksi

Bab 9 Sistem Reproduksi

Proses peleburan antara ovum dan sperma disebut fertilisasi. Fertilisasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu fertilisasi eksternal dan fertilisasi internal. Pada fertilisasi eksternal, telur dikeluarkan oleh induk betina dan dibuahi oleh sperma di luar tubuh (lingkungan). Adapun pada fertilisasi internal, sperma membuahi sel telur di dalam organ reproduksi betina. Manusia melakukan fertilisasi secara internal. Pada reproduksi seksual, diperlukan organ reproduksi khas yang berfungsi menghasilkan dan mengirimkan sel kelamin kepada lawan jenisnya. Apa sajakah organ reproduksi pada manusia? Bagaimana struktur dan fungsinya?
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Daya Hidup dan Abnormalitas Sperma Entok (Cairina moschata) yang ditampung 3 dan 6 Hari Sekali dalam Pengencer yang Berbeda - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Daya Hidup dan Abnormalitas Sperma Entok (Cairina moschata) yang ditampung 3 dan 6 Hari Sekali dalam Pengencer yang Berbeda - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Sepermatogenesis merupakan proses pembentukan sepermatozoa dari spermatogonia oleh sel testis ditubulus seminiferus (Sukra, 2000). proses pembentukan sperma dari spermagonium sampai terbentuknya sperma terjadi proses pembelahan sebanyak 2 kali yaitu mtosis dan miosis pada Ilustrasi 1. Proses spermatogenesis terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap proliferasi yang dimulai pada testis hewan sejak sebelum lahir sampai beberapa waktu setelah lahir, kemudian bakat sel kelamin yang ada pada lapisan basal dan tubulus seminiferus melepaskan diri dan membelah secara mitosis sampai dihasilkan banyak sel prermagonia. Tahap tumbuh yaitu spermagonia membelah diri secara mitosis sebanyak 4 kali sehingga menghasilkan 16 spermatosit primer (15-17 hari). tahap menjadi masak yaitu pembelahan miosis spermatosit primer menjadi spermatosit sekunder (15 hari) dan beberapa jam kemudian spermatosit sekunder akan berubah menjadi spermatid. Tahap terahir yaitu tahap transformasi, pada tahap ini terjadi proses metamorfosa seluler dari sel spermatid menjadi sel spermatozoa (15 menit) dan 1 sel spermatogonia akan menjadi 64 buah sel spermatozoa.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kes Repro SMAWates05

Kes Repro SMAWates05

Sistem reproduksi wanita meliputi ovarium (gonade), saluran kelamin (tuba uterina, uterus, dan vagina), dan alat kelamin luar. Fungsi sistem reproduksi wanita adalah untuk menghasilkan sel kelamin (gamet) betina yang disebut sel telur (oosit), menyediakan lingkungan yang cocok untuk pembuahan (fertilisasi), pertumbuhan zygote menjadi janin, dan pengeluaran janin.

6 Baca lebih lajut

TUGAS KELOMPOK 3 SISTEM REPRODUKSI HEWAN

TUGAS KELOMPOK 3 SISTEM REPRODUKSI HEWAN

Reproduksi merupakan proses penting bagi semua bentuk kehidupan. Tanpa melakukan reproduksi, tak satu spesies pun didunia ini yang mampu hidup lestari, begitu pula dengan hewan ternak baik betina maupun jantan. (Anonymous.2009 ). Reproduksi hewan jantan adalah suatu proses yang kompleks yang melibatkan seluruh tubuh hewan itu. Sistem reproduksi akan berfungsi bila makhluk hidup khususnya hewan ternak dalam hal ini sudah memasuki sexual maturity atau dewasa kelamin. Setelah mengalami dewasa kelamin, alat- alat reproduksinya akan mulai berkembang dan proses reproduksi dapat berlangsung baik ternak jantan maupun betina.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Hormon Seksual Terhadap Wanita

Pengaruh Hormon Seksual Terhadap Wanita

Bila sel telur yang keluar dari ovarium tidak dibuahi, produksi estrogen terhenti. Hal ini menyebabkan kadar estrogen dalam darah sangat rendah, akibatnya aktivitas pituari untuk memproduksi LH juga menurun. Penurunan produksi LH menyebabkan korpus luteum tidak dapat memproduksi Progesteron. Tidak adanya progesterone dalam darah menyebabkan penebalan dinding rahim tidak dapat dipertahankan, selanjutnya akan luruh dan terjadilah pendarahan. Inilah yang disebut Menstruasi.

10 Baca lebih lajut

MAKALAH BIOLOGI SISTEM REPRODUKSI MANUSI

MAKALAH BIOLOGI SISTEM REPRODUKSI MANUSI

Sistem reproduksi pria dan wanita berbeda. Pada reproduksi pria memiliki penis dan kelenjar testis untuk menghasilkan sperma, kematangan sel sperma ditandai dengan mimpi basah pada usia pubertas. Pada system reproduksi wanita memiliki vagina dan ovarium untuk menghasilkan ovum. Kematangan sel telur ditandai menstruasi pada usia antara 13-16 tahun. Apabila terjadi pertemu anantara sel sperma dan sel ovum akan terjadi kehamilan yang akan berkembang menjadi janin.

22 Baca lebih lajut

Makalah sistem reproduksi pria. docx

Makalah sistem reproduksi pria. docx

 Vesikula Seminalis - disebut kantong mani atau kantong semen. Jumlahnya sepasang, tetapi terikat menjadi satu kantong. Dinding vesikula seminalis dapat menghasilkan getah berwarna kekuningan yang banyak mengandung zat getah kelamin. Cairan ini yang mencukupi kebutuhan makanan bagi sel- sel sperma.

10 Baca lebih lajut

soal ksm propinsi 2013 mts biologi

soal ksm propinsi 2013 mts biologi

40. Manusia yang memiliki kemampuan untuk melihat dan membedakan warna dengan baik pada siang hari, tetapi manusia memiliki penglihatan yang kurang baik pada malam hari. Oleh sebab itu, kita menharapkan bahwa mata manusia memiliki lebih banyak atau lebih baik sel berbentuk…daripada sel berbentuk….

13 Baca lebih lajut

Sel | Karya Tulis Ilmiah Sel

Sel | Karya Tulis Ilmiah Sel

molekul-molekul lipid dalam dua lapisan tersebut tidak lain disebabkan oleh sifat-sifat khusus dari molekul lipid sendiri. Molekul fospolipid terdiri dari dua bagian; bagian hidrofilik dan hidrofobik. Hidrofilik merupakan gugus polar yang merupakan bagian kepala lipid yang menyenangi air, sedangkan hidrofobik merupakan gugus non polar yang merupakan bagian ekor lipid yang menjauhi air. Membran plasma berfungsi memfilter bahan-bahan yang melintasinya dengan tetap memelihara perbedaan kadar ion di luar dan di dalam sel. Bahan-bahan yang diperlukan oleh sel dapat masuk, sedangkan bahan-bahan yang merupakan limbah sel dapat melintas ke luar sel.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Gambaran Histopatologi Hati Kalong di Gorontalo

Gambaran Histopatologi Hati Kalong di Gorontalo

Hati tersusun atas hepatosit yang terdapat dalam lobus-lobus. Lobus tersebut tersusun dari lobulus-lobulus. Hati memiliki vaskularisasi ganda yaitu dari vena porta dan arteri hepatica. Setiap lobulus terdapat vena sentralis dan membentuk vena hepatika. Tepi dari lobulus terdapat kumpulan dari tiga saluran atau sering disebut dengan segitiga porta yaitu terdiri dari vena porta, arteri hepatika, dan cabang terkecil dari duktus koledokus. Buluh limfe dan saraf juga terdapat di segitiga porta. Hepatosit satu dengan hepatosit lainnya dipisahkan oleh kapiler kecil yang disebut sinusoid. Darah dialirkan dari saluran portal yaitu vena porta dan arteri hepatika melalui sinusoid menuju tengah lobulus yaitu vena sentralis. Arah aliran empedu mengalir dari lobulus sentral yaitu melalui bile canaliculi menuju segitiga porta di tepi lobulus. Ruang Disse terdapat di antara sel endotel dan hepatosit yang di dalamnya terdapat sel stellate/ sel Ito. Sel Ito memiliki fungsi menyimpan vitamin A. Fungsi kekebalan dijalankan oleh sel Kupffer. Sel ini berada di atas sel endotel dari lumen sinusoid (Dellmann et al. 1992).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Kunci Jawaban Intan Pariwara Kelas 12 Bi

Kunci Jawaban Intan Pariwara Kelas 12 Bi

Protoplasma diisolasi dengan cara dihilangkan dinding selnya. Protoplasma yang diperoleh kemudian diuji viabilitasnya (aktivitas hidupnya) dengan cara melihat aktivitas organel. Fusi protoplasma dilakukan dalam suatu medan listrik. Setelah sel-sel tadi mengalami fusi, tahap selanjutnya adalah menyeleksi protoplasma yang dihasilkan. Setiap sel mempunyai spesifikasi tertentu. Protoplasma yang terseleksi kemudian dibiakkan. Fusi protoplasma pada sel hewan dan manusia sangat berguna terutama untuk menghasilkan hibridoma. Hibridoma merupakan hasil fusi yang terjadi antara sel pembentuk antibodi dan sel mieloma. Adapun pencangkokan gen atau DNA yang telah diisolasi ke dalam plasmid bakteri yang telah dipotong dengan enzim endonuklease restriksi. Pengisolasian DNA dari suatu organisme dengan memotongnya menjadi segmen-segmen kecil menggunakan enzim endonuklease restriksi merupakan tahapan proses dari teknik DNA rekombinan.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

Lampiran 1  PERBANDINGAN EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN STUDENT RECAP (IKHTISAR SISWA) DAN TOPICAL REVIEW (TINJAUAN TOPIK) TERHADAP PRESTASI BELAJAR ORGAN DAN PROSES REPRODUKSI PADA MANUSIA SISWA KELAS XI ATPH DAN ATP1 SMK NEGERI 1 MOJOSONGO BOYOLALI T

Lampiran 1 PERBANDINGAN EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN STUDENT RECAP (IKHTISAR SISWA) DAN TOPICAL REVIEW (TINJAUAN TOPIK) TERHADAP PRESTASI BELAJAR ORGAN DAN PROSES REPRODUKSI PADA MANUSIA SISWA KELAS XI ATPH DAN ATP1 SMK NEGERI 1 MOJOSONGO BOYOLALI T

Fertilisasi yaitu peleburan antara sel sperma dengan sel ovum yang telah matang dan menghasilkan zygote. Zygote akan menempel/implantasi pada dinding uterus dan tumbuh berkembang menjadi embrio dan janin. Keadaan demikian disebut dengan masa kehamilan. Janin akan keluar dari uterus setelah berusia 40 minggu/288 hari/9 bulan 10 hari. Peristiwa ini disebut dengan kelahiran.

117 Baca lebih lajut

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA docx

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA docx

menghubungkan rahim dengan ovarium melalui fimbria. Ujung yang satu dari tuba fallopii akan bermuara di rahim sedangkan ujung yang lain merupakan ujung bebas dan terhubung ke dalam rongga abdomen. Ujung yang bebas berbentuk seperti umbai dan bergerak bebas. Ujung ini disebut fimbria dan berguna untuk menangkap sel telur saat dilepaskan oleh ovarium. Dari fimbria, telur digerakkan oleh rambut-rambut halus yang terdapat di dalam saluran telur menuju ke dalam rahim.

24 Baca lebih lajut

biologi reproduksi pada manusia. docx

biologi reproduksi pada manusia. docx

Reproduksi secara fisiologis tidak vital bagi kehidupan individualdan meskipun siklus reproduksi suatu manusia berhenti, manusia tersebutmasih dapat bertahan hidup, sebagai contoh manusia yang dilakukanvasektomi pada organ reproduksinya (testes atau ovarium) atau mencapaimenopause dan andropouse tidak akan mati. Pada umumnya reproduksi barudapat berlangsung setelah manusia tersebut mencapai masa pubertas ataudewasa kelamin, dan hal ini diatur oleh kelenjar-kelenjar endokrin dan hormonyang dihasilkan dalam tubuh manusia.

28 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...