Situs Warisan Dunia UNESCO

Top PDF Situs Warisan Dunia UNESCO:

55 SITUS WARISAN DUNIA BUDDHIS

55 SITUS WARISAN DUNIA BUDDHIS

Dewa Siwa selama masa pemerintahan Kerajaan Khmer. Terletak di perbatasan Thailand-Kamboja, kompleks kuil ini sering menjadi saksi ketegangan kedua belah pihak. Pangeran Sihanouk selaku pemimpin kerajaan Kamboja akhirnya memutuskan untuk memberikan persembahan kepada para biksu dan membuat upacara resmi yang mengumumkan bahwa semua orang Thai diperkenankan untuk memasuki kawasan Preah Vihear tanpa visa. Pada 8 Juli 2008, Komite Warisan Dunia memutuskan untuk memasukkan Prasat Preah Vihear bersama dengan 26 situs lainnya kedalamnya Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO, meskipun mendapat protes dari pemerintah Thailand karena situs ini berada dalam wilayah sengketa kedua negara.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Tantangan Dalam Melestarikan Sistem Subak Sebagai Warisan Budaya Dunia Di Bali.

Tantangan Dalam Melestarikan Sistem Subak Sebagai Warisan Budaya Dunia Di Bali.

Regulasi atau peraturan yang mengatur subak secara internal disebut awig awig. Awig-awig adalah peraturan yang mengatur berbagai kegiatan, organisasi, hak dan kewajiban anggota para subak tersebut. Awig awig dapat diperluas dan ditambahkan dengan aturan tambahan , disebut pasuara (aturan tambahan. Pasuara biasanya dilakukan untuk beradaptasi dengan perubahan yang mungkin terjadi untuk memenuhi tuntutan para petani sebagai anggota subak. Sebagai aturan, awig awig terdiri dari Bab disebut Sarga dan Bagian disebut Palet, dan Pasal disebut Pawos. Cakupan Awig Awig dari Subak meliputi: nama dan tempat, prinsip-prinsip dasar, aturan keanggotaan, aturan aspek keagamaan, aturan aspek irigasi (persubakan), pengaturan denda,perubahan awig awig dan bab penutup. Awig awig biasanya dijelaskan dan ditulis dalam bahasa dan huruf Bali , meskipun belakangan ada evolusi awig awig ditulis dalam huruf Bali dan huruf Latin dan disahkan oleh Unsur Pemerintah sebagai Pembina Subak di tingkat Pemerintah kabupaten/Kota. Awig awig dapat ditambah dengan aturan tambahan yang disebut pasuara, sebagai tambahan aturan dalam menyesuaikan dengan kondisi dan situasi yang berkembang. Tidak semua awig awig subak dibuat secara tertulis dan disahkan oleh pihak berwenang, sebagian subak mencatat awig-awig secara sederhana atau bahkan tidak tertulis, namun demikian awig-awig subak sesalu dihormati dan diikuti oleh para anggota subak (Norken dkk, 2015). Selain awig-awig yang mengatur secara internal, pemerintah juga mengeluarkan peraturan berkaitan dengan subak berupa Peraturan Daerah (Perda), seperti: Peraturan Daerah Provinsi Bali No.02/PD/DPRD/1972 tentang Irigasi Daerah Provinsi Bali yang kemudian diperbaharui melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2012 tentang Subak. Ditingkat nasional lembaga subak juga mendapat pengakuan melalui Peraturan Pemerintah (PP) 20 tahun 2006 tentang Irigasi yang saat ini sudah tidak berlaku dan belum mempunyai pengganti. Sementara di tingkat internasional, UNESCO mengakui subak sebagai salah satu Situs Warisan dunia pada 29 Juni tahun 2012. Dengan demikian subak sudah bukan saja milik masyarakat Bali, namun juga mendapat pengakuan luas baik secara nasional maupun internasional.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Partisipasi Petani dalam Pengelolaan Warisan Budaya Dunia Catur Angga Batukaru.

Partisipasi Petani dalam Pengelolaan Warisan Budaya Dunia Catur Angga Batukaru.

Lanskap Budaya Provinsi Bali merupakan Situs Warisan Budaya Dunia yang diakui oleh UNESCO di tahun 2012. Lanskap Budaya Provinsi Bali dianggap mampu merefleksikan filosofi Tri Hita Karana dalam sistem pengairan tradisional, subak, pada sistem pertanian di Bali. Penerapan filosofi Tri Hita Karana dalam sistem pertanian di Bali telah berlangsung selama berabad-abad dan mampu menciptakan tidak saja keindahan bentang alam sawah berundak, akan tetapi juga kebudayaan pertanian yang kuat. Akan tetapi, derasnya arus pembangunan dan pariwisata di Bali mengancam keberadaan dan keberlangsungan sistem pengairan tradisional subak. Diakuinya Lanskap Budaya Provinsi Bali sebagai Situs Warisan Budaya Dunia merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi dan melestarikan sistem pengairan subak di Bali. Penelitian ini hendak melihat partisipasi masyarakat lokal, terutama petani, dalam pengelolaan Situs Lanskap Budaya Provinsi Bali dengan memfokuskan penelitian pada kawasan Catur Angga Batukaru yang terletak di Kabupaten Tabanan. Kawasan ini dipilih karena merupakan kawasan terluas dengan tingkat kompleksitas ekologi paling lengkap dibandingkan dengan kawasan lainnya dalam Lanskap Budaya Provinsi Bali. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi acuan pengelolaan berbasis masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pelestarian Situs Warisan Budaya Dunia di Bali.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Saat ini tercatat sangat banyak warisan budaya di beberapa negara yang terancam rusak bahan sudah rusak ataupun sudah hilang yang diakibatkan kurangnya perawatan dan perhatian khusus dari pemerintah negara tersebut ataupun disebabkan karena peperangan baik itu merupakan warisan budaya yang merupakan kategori warisan alam maupun cagar alam atau situs. Untuk mendapat pengakuan dunia atas warisan budaya nasional suatu negara, maka negara tersebut haruslah mengikuti tahapan dan format yang ditentukan UNESCO. Tahap pertama, cabang budaya tersebut harus terdaftar sebagai warisan budaya nasional. Setelah itu, baru bisa masuk ke tahap berikutnya untuk mendapat pengakuan dunia. Setelah pencatatan sebagai warisan budaya nasional, kemudian akan usulkan kepada warisan budaya dunia 9 . UNESCO telah menerbitkan empat konvensi, yaitu konvensi tahun 1972 mengenai perlindungan warisan dunia, konvensi tahun 2001 mengenai perlindungan benda warisan budaya bawah air, konvensi tahun 2003 mengenai perlindungan warisan budaya takbenda, dan terakhir konvensi tahun 2005 mengenai proteksi dan promosi keanekaragaman ekspresi budaya. Dari keempat konvensi tersebut, Indonesia telah meratifikasi konvensi tahun 1972 dan konvensi 2003 dan menyusul konvensi tahun 2005 10 . Dengan suatu negara meratifikasi konvensi tersebut maka suatu negara harus menjaga seluruh warisan budaya yang terdaftar di negaranya agar tidak mendapatkan sanksi dari pihak UNESCO dan dunia.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Tantangan dalam Melestarikan Sistem Subak sebagai Warisan Budaya Dunia di Bali.

Tantangan dalam Melestarikan Sistem Subak sebagai Warisan Budaya Dunia di Bali.

Regulasi atau peraturan yang mengatur subak secara internal disebut awig awig. Awig-awig adalah peraturan yang mengatur berbagai kegiatan, organisasi, hak dan kewajiban anggota para subak tersebut. Awig awig dapat diperluas dan ditambahkan dengan aturan tambahan , disebut pasuara (aturan tambahan. Pasuara biasanya dilakukan untuk beradaptasi dengan perubahan yang mungkin terjadi untuk memenuhi tuntutan para petani sebagai anggota subak. Sebagai aturan, awig awig terdiri dari Bab disebut Sarga dan Bagian disebut Palet, dan Pasal disebut Pawos. Cakupan Awig Awig dari Subak meliputi: nama dan tempat, prinsip-prinsip dasar, aturan keanggotaan, aturan aspek keagamaan, aturan aspek irigasi (persubakan), pengaturan denda,perubahan awig awig dan bab penutup. Awig awig biasanya dijelaskan dan ditulis dalam bahasa dan huruf Bali , meskipun belakangan ada evolusi awig awig ditulis dalam huruf Bali dan huruf Latin dan disahkan oleh Unsur Pemerintah sebagai Pembina Subak di tingkat Pemerintah kabupaten/Kota. Awig awig dapat ditambah dengan aturan tambahan yang disebut pasuara, sebagai tambahan aturan dalam menyesuaikan dengan kondisi dan situasi yang berkembang. Tidak semua awig awig subak dibuat secara tertulis dan disahkan oleh pihak berwenang, sebagian subak mencatat awig-awig secara sederhana atau bahkan tidak tertulis, namun demikian awig-awig subak sesalu dihormati dan diikuti oleh para anggota subak (Norken dkk, 2015). Selain awig-awig yang mengatur secara internal, pemerintah juga mengeluarkan peraturan berkaitan dengan subak berupa Peraturan Daerah (Perda), seperti: Peraturan Daerah Provinsi Bali No.02/PD/DPRD/1972 tentang Irigasi Daerah Provinsi Bali yang kemudian diperbaharui melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2012 tentang Subak. Ditingkat nasional lembaga subak juga mendapat pengakuan melalui Peraturan Pemerintah (PP) 20 tahun 2006 tentang Irigasi yang saat ini sudah tidak berlaku dan belum mempunyai pengganti. Sementara di tingkat internasional, UNESCO mengakui subak sebagai salah satu Situs Warisan dunia pada 29 Juni tahun 2012. Dengan demikian subak sudah bukan saja milik masyarakat Bali, namun juga mendapat pengakuan luas baik secara nasional maupun internasional.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MASALAH DALAM PENGELOLAAN KOTA LAMA SEMARANG SEBAGAI NOMINASI SITUS WARISAN DUNIA

MASALAH DALAM PENGELOLAAN KOTA LAMA SEMARANG SEBAGAI NOMINASI SITUS WARISAN DUNIA

World Heritage Sites atau Situs Warisan Dunia merupakan istilah yang ditujukan kepada tempat khusus seperti taman nasional, hutan, pegunungan, danau, gurun pasir, bangunan, kompleks, wilayah, pedesaan, dan kota yang telah dinominasikan oleh UNESCO (United Nations Educational, Sciencetific, and Cultural Organization) untuk program Warisan Dunia Internasional. Sebuah situs warisan dunia adalah suatu tempat budaya dan alam, serta benda yang memiliki arti penting bagi umat manusia dan menjadi sebuah warisan bagi generasi yang akan datang. Program ini bertujuan untuk menginventarisasi, menamakan, dan melestariakn tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Peran UNESCO dalam Perlindungan Angkor Wat Sebagai Warisan Budaya Dunia Tahun 2009-2013.

Peran UNESCO dalam Perlindungan Angkor Wat Sebagai Warisan Budaya Dunia Tahun 2009-2013.

Tulisan Somuncu & Yigit (2010) menggunakan konsep Warisan Budaya Dunia dan monitoring. Penelitian penulis juga menggunakan konsep yang sama yaitu Warisan Budaya Dunia namun penulis juga menggunakan konsep lainnya yaitu Organisasi Internasional dengan melihat pada perlindungan, identifikasi, rehabilitasi hingga konservasi. Penelitian penulis lebih mengkhususkan pada peran UNESCO dalam perlindungan Warisan Budaya Dunia sedangkan dalam tulisan Somuncu & Yigit (2010) lebih memfokuskan pada peran UNESCO dalam memonitor dan memberikan acuan dalam manajemen perlindungan melalui Convention Text 1972. Peran UNESCO dalam Somuncu & Yigit (2010) kurang dijelaskan secara detail dalam merencanakan manajemen perlindungan Warisan Budaya Dunia dan hanya memaparkan UNESCO sebagai sebuah organisasi yang bertugas untuk memasukkan sebuah situs sebagai Warisan Budaya Dunia. Tulisan Somuncu & Yigit (2010) memberikan kontribusi dalam penelitian penulis karena memaparkan pentingnya Warisan Budaya Dunia untuk melakukan manajemen perlindungan untuk melindungi status sebagai Warisan Budaya Dunia.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Partisipasi Petani dalam Pengelolaan Warisan Budaya Dunia Catur Angga Batukaru.

Partisipasi Petani dalam Pengelolaan Warisan Budaya Dunia Catur Angga Batukaru.

Salah satu upaya yang dilakukan UNESCO dalam memperkenalkan pentingnya budaya dalam pembangunan berkelanjutan adalah dengan memberikan status Warisan Budaya Dunia.Status ini diberikan kepada kawasan-kawasan maupun bentuk-bentuk kebudayaan yang dianggap memiliki nilai luar biasa dan universal (Outstanding Universal Value) dan terancam hilang atau punah sehingga perlu untuk dilindungi dan dilestarikan.Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO (2010:5) mampu memberikan penghasilan tambahan dari kunjungan wisatawan, penjualan kerajinan tangan, musik, dan produk-produk budaya lokal, termasuk juga memberikan lapangan pekerjaan baru kepada masyarakat setempat. Di Kolumbia misalnya, 650.000 wisatawan memberikan penghasilan ekonomi sebesar USD 800 juta. Sebesar USD 400 juta dari pendapatan Kolombia tersebut berasal dari penjualan kerajinan tangan (UNESCO, 2010:8). Di Australia, 15 kawasan yang masuk ke dalam Situs Warisan Budaya Dunia mampu memberikan pendapatan sebesar lebih dari AUSD 12 trilyun dengan lebih dari 40.000 lapangan pekerjaan (UNESCO, 2010:8).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PARTISIPASI PETANI DALAM PENGELOLAAN WARISAN BUDAYA DUNIA CATUR ANGGA BATUKARU.

PARTISIPASI PETANI DALAM PENGELOLAAN WARISAN BUDAYA DUNIA CATUR ANGGA BATUKARU.

Lanskap Budaya Provinsi Bali merupakan Situs Warisan Budaya Dunia yang diakui oleh UNESCO di tahun 2012. Situs tersebut terletak di Provinsi Bali dan terdiri dari empat kawasan yaitu Pura Ulun Danu Batur dan Danau Batur, Pura Taman Ayun, Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan, dan Catur Angga Batukaru. Keempat kawasan dalam Lanskap Budaya Provinsi Bali dianggap mampu merefleksikan filosofi Tri Hita Karana dalam sistem pengairan tradisional, subak, pada sistem pertanian di Bali. Penerapan filosofi Tri Hita Karana dalam sistem pertanian di Bali telah berlangsung selama berabad-abad dan mampu menciptakan tidak saja keindahan bentang alam sawah berundak, tetapi juga kebudayaan pertanian yang kuat.Akan tetapi, derasnya arus pembangunan dan pariwisata di Bali mengancam keberadaan dan keberlangsungan sistem pengairan tradisional subak.Diakuinya Lanskap Budaya Provinsi Bali sebagai Situs Warisan Budaya Dunia merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi dan melestarikan sistem pengairan subak di Bali.Pemberian status Warisan Budaya Dunia menyebabkan Pemerintah Indonesia harus menerapkan ketentuan pengelolaan yang diberlakukan oleh UNESCO.Penelitian ini hendak melihat partisipasi petani dalam pengelolaan Situs Lanskap Budaya Provinsi Bali dengan memfokuskan penelitian pada kawasan Catur Angga Batukaru di Kabupaten Tabanan.Kawasan ini dipilih karena merupakan kawasan terluas dengan tingkat kompleksitas ekologi paling lengkap dibandingkan dengan kawasan lainnya dalam Lanskap Budaya Provinsi Bali.Penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk melengkapi data dan informasi yang dibutuhkan dalam memahami partisipasi petani dalam pengelolaan kawasan Catur Angga Batukaru.Data kuantitatif diperoleh dari kuesioner berisi pertanyaan dan wawancara terstruktur untuk memperoleh pendapat dan gagasan dari petani yang dapat dituangkan dalam perencanaan pengelolaan dan pelestarian Catur Angga Batukaru.Data kualitatif berasal dari observasi dan analisa informasi yang diperoleh dengan teknik perencanaan partisipatif (participatory planning).Penelitian ini diharapkan mampu menjadi acuan pengelolaan berbasis masyarakat
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

REGISTER DALAM SITUS KOMUNITAS DUNIA MAYA

REGISTER DALAM SITUS KOMUNITAS DUNIA MAYA

internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, internet melambangkan pengetahuan informasi dan data secara ekstrim (id.wikipedia.org/wiki/internet). Fasilitas yang disediakan internet memberi kemudahan manusia untuk berkomunikasi. Salah satunya adalah dengan membentuk komunitas atau forum di dunia maya. Beberapa komunitas maya yang sering digunakan untuk menyampaikan gagasan dan memberikan informasi antara lain Kaskus, detik.com, KapanLagi, dan VIVAnews.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

III.1.2. Analisa Hasil Wawancara III.1.2.1. Hasil Wawancara dengan BPCB Jawa Tengah Pada hari Jumat 11 Maret 2016, penulis berkunjung ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa - 12.13.0064 Andy Darma Saputra BAB III

III.1.2. Analisa Hasil Wawancara III.1.2.1. Hasil Wawancara dengan BPCB Jawa Tengah Pada hari Jumat 11 Maret 2016, penulis berkunjung ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa - 12.13.0064 Andy Darma Saputra BAB III

Dari hasil data kuesioner di atas dengan total responden 73 orang mewakili generasi muda saat ini dan tinggal diperkotaan memang tidak sedikit yang tidak paham terhadap cagar budaya yang ada di kota tempat mereka tinggal saat ini sebanyak 42%. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa mereka dalam posisi antara tidak mendapatkan informasi tentang cagar budaya yang ada di kota mereka tinggal, atau justru mereka tidak mempedulikan adanya cagar budaya yang ada. Kemudian dari data tentang Situs Liyangan menunjukan dengan total 89%, banyak sekali anak generasi muda tersebut tidak mengetahui adanya temuan baru situs Liyangan yang padahal 77% anak muda tersebut berasal dari Jawa Tengah. Maka hal ini dapat menjadi indikasi bahwa adanya ketidaksampaian informasi mengenai situs Liyangan kepada anak generasi muda saat ini.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Katalog Web Site Air Minum dan Penyehata

Katalog Web Site Air Minum dan Penyehata

M enurunnya suplai air dunia telah berubah men- jadi masalah yang serius sejak tiga dekade yang lalu, sejak itu manajemen air dan penggu- naannya menjadi prioritas untuk diperbaiki. Kepedulian akan krisis air dunia yang dikombinasikan kegiatan bisnis, bagaimanapun juga telah membuat suatu konsepsi bahwa manajemen air yang efisien dan penggunaannya hanya dapat dibawa kedunia nyata dengan cara mengenali nilai ekonomis dari air, sehingga tidak dapat dihindari terjadinya suatu komodifikasi, komersialisasi, dan privatisasi pada air. Hal inilah yang menjadi kecenderungan dalam manajemen air di seluruh dunia dan di negara-negara berkembang khususnya.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Hak Menjual Pemilik Tanah yang Berasal Dari Harta Bersama

Analisis Yuridis Hak Menjual Pemilik Tanah yang Berasal Dari Harta Bersama

Harta bersama adalah harta yang diperoleh selama masa perkawinan suami isteri, demikian diatur dalam Undang-Undang Hukum Perdata khususnya dalam hal ini yang beragama kristen. Ketika seseorang meninggal dunia, hal ini akan menimbulkan sebuah akibat hukum yaitu bagaaimana pengurusan dan kelanjutan hak-hak dan kewajiban bagi seseorang yang telah meninggal dunia. Penyelesaiannya dalam hak-hak dan kewajiban sebagai akibat adanya peristiwa hukum karena meninggalnya seseorang diatur oleh hukum waris 1 . Jadi hukum waris itu dikatakan

21 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Potensi Batik Blora terhadap Perkembangan Perekonomian Masyarakat Blora T1 152010002 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Potensi Batik Blora terhadap Perkembangan Perekonomian Masyarakat Blora T1 152010002 BAB I

Berawal pada 3 September 2008 terjadi adanya pengakuan dari negara lain yang kemudian diterima secara resmi oleh UNESCO pada tanggal 9 Januari 2009. Tahap selanjutnya adalah pengujian tertutup oleh UNESCO di Paris pada tanggal 11 hingga 14 Mei 2009. Delegasi Malaysia sendiri menjadi saksi di antara 114 negara itu. Dalam prosesnya, batik Indonesia bersaing dengan kain yang bermotif dari malasyia, Jepang, Tiongkok, India, Afrika, Jerman dan Belanda. Setelah melalui beberapa persyaratan dan pengamatan dari badan PBB UNESCO, akhirnya UNESCO dengan kewenangan yang dimilikinya menetapkan batik sebagai salah satu warisan umat manusia yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadangkala suatu motif pun dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Budaya Cina Terhadap Motif Batik Lasem T1 152008001 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Budaya Cina Terhadap Motif Batik Lasem T1 152008001 BAB I

Batik Lasem pernah mengalami kemerosotan karena banyak saingan dan semenjak pengakuan UNESCO batik Indonesia mengalami berkembangan terutama batik Lasem. Sehingga batik Lasem sekarang kondisinya sangat berkembang pesat dan banyak pengusaha batik. Peran Pemerintah juga membantu dalam perkembangan batik Indonesia terutama batik Lasem (wawancara dengan Joko, 18 Juni 2012).

5 Baca lebih lajut

Kegiatan terbaru situs  Dunia Berpikir

Kegiatan terbaru situs Dunia Berpikir

Praktikum Praktikum PraktikumPraktikum FisikaFisikaFisikaFisika DasarDasarDasarDasar Siswo purnomo, S.Si 4th siswo0028@yahoo.co.idataupsiswo@gmail.com 3.3 3.3 3.33.3 PembahasanPembah[r]

4 Baca lebih lajut

PERAN DIPLOMASI HIBRIDA DALAM MEMPROMOSIKAN BATIK INDONESIA SEBAGAI WARISAN BUDAYA DUNIA

PERAN DIPLOMASI HIBRIDA DALAM MEMPROMOSIKAN BATIK INDONESIA SEBAGAI WARISAN BUDAYA DUNIA

Secara umum, sebelum batik sampai ke tangan konsumen dari produsen tentunya batik tersebut akan melalui proses distribusi dimana pendistribusian ini menyalurkan hasil-hasil batik tersebut. Pasar mengatur kehidupan sosial, termasuk ekonomi secara otomatis. Melalui perangkat yang kompleks dari suatu pertukaran yang terjadi, aktifitas ekonomin dari orang-orang yang berjarak dan yang tidak menyadari keberadaan satu sama lain dapat diatur. Banyak media untuk mendistribusikan batik selain menjualnya langsung di pasar, yaitu dengan media internet. Saat ini ba nyak sekali para penjual menciptakan „pasarnya‟ sendiri melalui dunia maya. Terbukti hal ini jauh lebih praktis dan mudah karena antara penjual dan calon pembeli tidak perlu bertatap muka secara langsung. Pendistribusian batik sampai ke luar negeri dengan berbagai model dan motif yang disesuaikan dengan kemajuan fashion masa kini.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Index of /ProdukHukum/kehutanan

Index of /ProdukHukum/kehutanan

Cagar Biosfer adalah situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerjasama dengan program MAB-UNESCO untuk mempromosikan konservasi keaneragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan, berdasarkan pada upaya masyarakat lokal dan ilmu pengetahuan yang handal. Sebagai kawasan yang menggambarkan keselarasan hubungan antara pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan perlindungan lingkungan, melalui kemitraan antara manusia dan alam, cagar biosfer adalah kawasan yang ideal untuk menguji dan mendemonstrasikan pendekatan-pendekatan yang mengarah kepada pembangunan yang berkelanjutan pada tingkat regional.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Tautan Politik antara Pengrajin Batik Pa

Tautan Politik antara Pengrajin Batik Pa

Sebagaimana telah disebutkan, Indonesia mendapatkan pengakuan dari Unesco yang memutuskan batik tulis Indonesia sebagai warisan pusaka dunia pada 2009. Menyusul pada 2014, Yogyakarta dinobatkan sebagai World City Batik oleh World Craft Council. Baik pengakuan dari Unesco maupun peno- batan World City Batik mendapatkan dukungan penting dari Paguyuban Pecinta Batik Sekar Jagad dan pihak keraton Yogyakarta. Dukungan tidak diberikan oleh politisi, baik anggota le- gislatif maupun partai politik. Padahal, untuk menjadi World City Batik dilakukan dengan cara tidak mudah, karena ada beberapa kriteria untuk menjadi kota batik dunia, antara lain, memiliki historical value, cultural value, transgeneration value, economic value, green value, global value, dan consistency value. Artinya, untuk tetap menjaga Yogyakarta se- bagai kota batik dunia, maka Yogyakarta harus tetap memenuhi tujuh kriteria tersebut. Pada 2015, ancaman pencabutan World City Batik terjadi karena persoalan regenerasi: minat generasi muda pada dunia perbatikan berada pada titik sangat mengkhawatirkan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...