Starting Motor Induksi 3 Fasa

Top PDF Starting Motor Induksi 3 Fasa:

Pengujian Arus Pada Modul Praktikum Starting Motor Induksi 3 Fasa Dengan Metode Dol, Wye-Delta, Dan Soft Starting - ITS Repository

Pengujian Arus Pada Modul Praktikum Starting Motor Induksi 3 Fasa Dengan Metode Dol, Wye-Delta, Dan Soft Starting - ITS Repository

Motor induksi adalah alat listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor Induksi mempunyai banyak keunggulan di segi teknis maupun ekonomis, karena itu motor induksi terutama jenis motor induksi 3 fasa banyak digunakan pada dunia industri. Motor induksi terutama jenis motor induksi 3 fasa memerlukan suatu metode untuk pengasutan motor. Metode pengasutan (starting) motor induksi 3 fasa yang akan dibahas antara lain metode DOL, Wye-Delta, dan Soft Starting. Akan tetapi motor induksi juga mempunyai kekurangan, antara lain arus awal yang besar yang dapat mengakibatkan penurunan tegangan sistem dan mengganggu kerja sistem peralatan lain dalam satu saluran. Arus awal Soft Starting akan dibandingkan dengan arus awal starting menggunakan metode DOL dan Wye-Delta dimana sistem perbandingan itu dilakukan dengan menggunakan satu modul yang dapat berfungsi untuk menstart motor dengan menggunakan ketiga metode tersebut secara bergantian dengan menampilkan nilai arus realtime dan arus lonjakan pada tampilan LCD. Hasil dari dari Modul Starting Motor Induksi 3 Fasa yaitu motor berputar menggunakan metode DOL dengan tegangan 380v, menggunakan metode Wye-Delta dengan dua kali tegangan input yaitu 380v untuk Star dan 220v untuk Delta, menggunakan metode Soft Starting tegangan input yang bertahap mulai 1% hingga 100% dari tegangan 380v Delta.
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

ANALISA PENGASUTAN SOFT STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA

ANALISA PENGASUTAN SOFT STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA

Puji Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, dengan segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah dikaruniakan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Akhir ini yang berjudul “Analisa Pengasutan Soft Starting Motor Induksi 3 Fasa ” yang dibuat untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendididkan Diploma III Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik.

15 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN STARTING MOTOR INDUKSI TIGA FASA HUBUNG BINTANG-SEGITIGA DILENGKAPI PENGAMAN TIGA FASA BERBASIS RASPBERRY PI

RANCANG BANGUN STARTING MOTOR INDUKSI TIGA FASA HUBUNG BINTANG-SEGITIGA DILENGKAPI PENGAMAN TIGA FASA BERBASIS RASPBERRY PI

Sumber tegangan yang digunakan untuk menyuplai mesin industri ada 3 penghantar seperti fasa R, S, dan T. Pada saat mesin produksi bekerja dan salah satu fasa atau lebih tidak terhubung, maka akan timbul adanya ketidak seimbangan antara fasa menyebabkan panas yang berlebihan dan merusak mesin itu sendiri. Pada saat ganguan tersebut pengaman 3 fasa memutuskan aliran daya ke motor atau secara langsung memberhentikan kerja dari motor induksi 3 fasa. Dengan metode sebelumnya telah membahas mengenai starting motor induksi 3 fasa dan menjawab semua masalah, akan tetapi dengan penelitian ini menambahkan fitur selain menentukan starting motor hubung bintang (Y)-segitiga ( ∆ ), proteksi pengkopelan 3 fasa dengan adanya pengaman 3 fasa maka supply ke mesin dapat diproteksi dari hubungan antara fasa yang baik, serta adanya rekaman aktifitas mesin selama bekerja.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

[7] Priahutama, Aditya Bakti, Perancangan Modul Soft Starting Motor Induksi 3 Fasa dengan Atmega 8535, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang, 2010[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Stator adalah bagian terluar dari motor yang merupakan bagian yang diam dan tempat mengalirkan arus fasa (Gambar 2.2(a)). Stator terdiri atas tumpukan laminasi inti yang memiliki alur yang menjadi tempat kumparan dililitkan yang berbentuk silindris. Tiap elemen laminasi inti dibentuk dari lembaran besi(Gambar 2.2(b)). Alur pada tumpukan laminasi inti diisolasi dengan kertas (Gambar 2.2(c)). Tiap lembaran besi tersebut memiliki beberapa alur dan beberapa lubang pengikat untuk menyatukan inti. Tiap kumparan tersebar dalam alur yang disebut belitan fasa yang terpisah secara listrik sebesar 120 0 . Kawat kumparan yang digunakan terbuat dari tembaga yang dilapisi dengan isolasi tipis. Kemudian tumpukan inti dan belitan stator diletakkan dalam cangkang silindris (Gambar 2.2(c)). Berikut ini contoh lempengan laminasi inti, lempengan inti yang disatukan, belitan stator yang telah dilekatkan pada cangkang luar untuk motor induksi 3 fasa. Berikut konstruksi stator dan laminasi-laminasi stator ditunjukkan pada Gambar 2.2 berikut:
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Motor induksi merupakan motor AC yang paling luas digunakan dan dapat dijumpai dalam setiap penggunaannya pada industri-industri, pembangkit listrik, ataupun dalam rumah tangga. Motor induksi bekerja dengan adanya perbedaan antara medan putar distator dan dirotor atau yang disebut slip. Motor induksi memiliki kelebihan tertentu yaitu kontruksinya yang kuat, sederhana, handal, serta berbiaya murah. Disamping itu motor induksi juga memiliki efisiensi yang tinggi saat berbeban penuh dan tidak membutuhkan perawatan yang banyak. Jika dibandingkan dengan motor arus searah (dc), motor induksi ini masih memiliki beberapa kekurangan khususnya dalam hal pengaturan kecepatan. Dimana pada motor induksi pengaturan kecepatannya masih sukar dilakukan,sementara pada motor DC hal ini sangat jarang ditemukan [1].
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Analisis Perbandingan Torsi Start dan Arus Start, Dengan Menggunakan Pengasutan Autotrafo,Star Delta, dan Dol Direct Online Pada Motor Induksi 3 Fasa.. Medan: Departemen Teknik Ele[r]

2 Baca lebih lajut

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Oleh sebab itu perlu dilakukan percobaan dan analisis untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tegangan tidak seimbang terhadap unjuk kerja motor induksi 3 fasa dengan berbagai metode starting yang digunakan dalam pengoperasiannya. Sehingga dapat diperhatikan bagaimana relevansinya terhadap operasi motor induksi pada tegangan yang tidak seimbang dengan menggunakan metode pengasutanmotor induksi 3 fasa.

4 Baca lebih lajut

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Motor induksi 3 fasa merupakan motor AC yang paling sering digunakan dalam dunia industri dan rumah tangga, hal ini disebabkan konstruksinya yang sederhana dan kehandalannya yang tangguh. Motor induksi dapat dioperasikan dengan starting langsung, Y- ∆ , dan autotransformer. Motor induksi disuplai oleh tegangan 3 fasa yang seimbang agar dapat beroperasi dengan baik. Namun apabila suplai tegangannya tidak seimbang akan mempengaruhi unjuk kerja motor induksi 3 fasa.

13 Baca lebih lajut

PENGUJIAN KARATERISTIK PENGASUTAN MOTOR INDUKSI 3 FASA ROTOR SANGKAR MENGGUNAKAN METODE SOFT STARTING

PENGUJIAN KARATERISTIK PENGASUTAN MOTOR INDUKSI 3 FASA ROTOR SANGKAR MENGGUNAKAN METODE SOFT STARTING

Cara lain untuk mengurangi arus inrush yang tinggi yang timbul pada saat pengasutan motor besar dan tetap dapat mempertahankan sistem adalah menggunakan cara pengasutan dengan kapasitor. Komponen induktif yang tinggi dari arus pengasutan reaktif normal akan dikompensir oleh kapasitor tambahan pada bus motor (hanya pada saat pengasutan motor). Pengasutan motor dapat melengkapi informasi untuk memilih ukuran optimal pada kapasitor pengasutan dan menentukan lamanya waktu untuk kapasitor itu mendapat energy, ini dapat juga diterapkan apakah kapasitor dan motor dapat dihubungkan dalam waktu yang bersamaan, atau karena kerugian tegangan yang melampaui batas yang diakibatkan oleh arus transient pengisian kapasitor yang menambah arus inrush motor, kapasitor harus dihubungkan sesaat lebih dulu dari motor.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Motor induksi 3 fasa merupakan motor AC yang paling sering digunakan dalam dunia industri dan rumah tangga, hal ini disebabkan konstruksinya yang sederhana dan kehandalannya yang tangguh. Motor induksi dapat dioperasikan dengan starting langsung, Y- ∆ , dan autotransformer. Motor induksi disuplai oleh tegangan 3 fasa yang seimbang agar dapat beroperasi dengan baik. Namun apabila suplai tegangannya tidak seimbang akan mempengaruhi unjuk kerja motor induksi 3 fasa.

1 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Motor induksi yang langsung dihidupkan tanpa menggunakan metode- metode pengasutan akan menarik arus 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh dan hanya akan menghasilkan torsi 1,5 sampai 2,5 kali torsi beban penuh. Arus yang besar akan mengakibatkan drop tegangan pada saluran sehingga dapat mengganggu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran tersebut. Untuk motor yang berdaya besar khususnya motor induksi 3 fasa akan membutuhkan arus starting yang besar seiring dengan motor yang berdaya besar, sehingga dengan daya motor diatas 30 HP keatas tidak dianjurkan untuk menghidupkan motor secara langsung tanpa menggunakan metode-metode pengasutan. Beberapa metode pengasutan yang paling umum digunakan yaitu Direct on line (DOL), Star-Delta, Auto-transformer, Resistansi Primer, Resistansi Sekunder, Inverter, dan SoftStarter. Dimana yang paling banyak digunakan pada lapangan yaitu metode DOL tetapi metode ini masih juga menghasilkan arus start yang besar. Jika terus dilakukan, maka akan menyebabkan memperpendek umur dari motor itu sendiri. Tulisan ini membahas tentang perbandingan antara pengasutan pada softstarter dan inverter pada arus start. Hasil analisis arus start pada pengasutan softstarter yaitu sebesar 789A yang dicapai dalam waktu 11s dan torsi maksimum yang dihasilkan oleh motor induksi 3 fasa yaitu sebesar 1,30 Nm. Sedangkan arus start pada pengasutan inverter yaitu sebesar 776A yang dicapai dalam waktu 19s. Kata Kunci : Motor induksi 3 fasa, Torsi, Pengasutan, Softstarter, Inverter
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

SOFT STARTING PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

SOFT STARTING PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Beberapa metode starting tradisional motor induksi diantaranya adalah DOL (Direct On Line), Y-  , auto-trafo, dan primary resistor, yang ternyata dalam pelaksanaannya masih menarik arus start yang besar, terlebih pada starting DOL. Pada starting Wye-Delta, perpindahan dari wye ke delta ternyata jugamenyebabkan hentakan yang cukup keras pada motor. Jika ini terus dilakukan, dikhawatirkan motor akan cepat mengalami kerusakan. Primary resistor adalah dengan menserikan tahanan dengan sumber tegangan dengan maksud untuk menahan atau mengurangi arus start yang masuk kedalam motor, tetapi jika ternyata terjadi lonjakan tegangan yang berlebih tahanan tidak cukup untuk membendung arus lebih yang lewat karena tahanan (R) tidak otomatis bertambah nilainya seiring dengan naiknya tegangan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perancangan Soft Starting pada Motor Induksi 3 Fasa Menggunakan Mikrokontroler Atmega328 - ITS Repository

Perancangan Soft Starting pada Motor Induksi 3 Fasa Menggunakan Mikrokontroler Atmega328 - ITS Repository

Mikrokontroler ATmega328 atau pada jaman sekarang bisa disebut dengan Arduino Uno sebagai platformnya secara sederhana, adalah chip yang menjadi otak dari sebuah rangkaian elektronika. Analoginya, jika pada komputer anda otak utama adalah chip processor Intel Core i7 (atau AMD) yang mengatur semua hardware dari mulai motherboard, RAM, hardisk, monitor, keyboard, dsb, maka pada rangkaian mikrokontroler Arduino, chip ATmega328 adalah otaknya, yang mengatur komponen lain yang terhubung dengan nya (misal led, sensor, motor). Jika pada komputer and software diinstall dengan Operating System Windows (atau Mac OSX / Linux) sebagai tuan rumah nya, pada microkontroler software berbentuk program yang langsung di 'bakar' (burn) langsung pada chip mikrokontroler yang bersangkutan, dengan 'bootloader' sebagai tuan rumahnya. Pada platform Arduino sekarang, chip yang populer digunakan adalah ATmega328. Platform Arduino, yang dibantu oleh dengan board-board Arduino, memudahkan anda melakukan memrograman chip ATmega328 untuk melakukan tugas yang anda tentukan.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

HALAMAN JUDUL - Implementasi Metode Soft Starting Pada Motor Induksi 3 Fasa - ITS Repository

HALAMAN JUDUL - Implementasi Metode Soft Starting Pada Motor Induksi 3 Fasa - ITS Repository

Permasalahan yang pasti pada motor induksi ialah saat motor diaktifkan, dimana arus awal motor atau arus start yang nilainya bisa mencapai lima kali sampai tujuh kali dari arus nominalnya. Penomena melonjaknya arus awal saat motor induksi di aktifkan tersebut dapat menyebabkan tejadinya drop tegangan pada pasokan tegangan. Pada pengaplikasian motor induksi dengan daya diatas 30 KW dapat mengakibatkan penurunan tegangan sistem dan mengganggu kerja sistem peralatan lain yang terhubung dalam satu saluran. Oleh karena itu berdasarkan penomena yang terjadi saat mengaktifkan motor induksi diperlukan suatu metode pengasutan dengan mengatur tegangan masukan pada motor induksi yang bertujuan untuk mengurangi nilai lonjakan arus awal. Metode pengasutan yang digunakan yaitu, metode soft starting, diharapkan dengan diterapkannya metode soft starting ini, tegangan dan arus dari sumber tenaga dapat mengalir masuk kedalam motor secara bertahap, sehingga arus awal saat motor diaktifkan tidak terlalu besar. Metode soft starting bertujuan untuk mendapatkan start motor yang terkendali, arus start yang kecil, dan mencapai kecepatan nominal yang konstan.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

DESAIN PROTOTIPE MOTOR INDUKSI 3 FASA Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa.

DESAIN PROTOTIPE MOTOR INDUKSI 3 FASA Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa.

Tugas Akhir ini dengan judul “ DESAIN PROTOTIPE MOTOR INDUKSI 3 FASA ” . Tugas Akhir ini telah diajukan dan dipertahankan di depan dewan penguji Tugas Akhir Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta, pada :

18 Baca lebih lajut

MOTOR INDUKSI SATU FASA DAN TIGA FASA

MOTOR INDUKSI SATU FASA DAN TIGA FASA

Motor induksi satu fasa dan tiga fasa tidak terjadi medan magnet putar, sehingga diperlukan suatu kumparan bantu untuk mengawali berputar. Motor induksi satu fasa memiliki dua belitan stator, yaitu belitan fasa utama (belitan U1 – U2) dan belitan fasa bantu (belitan Z1 – Z2). Rotor motor satu fasa dengan rotor tiga fasa berbentuk batang-batang kawat yang ujung- ujungnya dihubung singkat dan menyerupai bentuk sangkar tupai, maka sering disebut rotor sangkar. Belitan rotor yang dipotong oleh medan putar stator, menghasilkan tegangan induksi, interaksi antara medan putar stator dan medan magnet rotor menghasilkan torsi putar pada rotor.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengoperasian motor induksi 3 fasa menggunakan sistem tenaga 1 fasa

Pengoperasian motor induksi 3 fasa menggunakan sistem tenaga 1 fasa

Pada saat ini motor induksi 3 fasa sangat dibutuhkan pada daerah yang banyak terdapat industri kecil dan pada daerah yang hanya mempunyai sistem kelistrikan 1 fasa. Daerah tersebut memerlukan motor dengan daya penggerak yang besar tetapi yang bisa dioperasikan dengan baik dan normal pada sistem kelistrikan 1 fasa. Salah satu cara agar motor induksi dapat bekerja dengan baik dan normal adalah menambahkan rangkaian motor kapasitor pada motor induksi 3 fasa. Rangkaian kapasitor yang digunakan diletakkan pada sisi kumparan bantu atau sisi kumparan yang mempunyai impedansi yang lebih besar. Pada penelitian ini, untuk menunjang kinerja motor induksi 3 fasa dengan sistem kelistrikan 1 fasa ditambah dengan sensor arus ACS758 untuk mengukur nilai arus dari beban yang digunakan. Ketika sensor arus ACS758 mendeteksi adanya arus yang lewat, maka akan ditampilkan nilai arus tersebut pada LCD yang tersedia untuk memudahkan user dalam pembacaan nilai arus yang terukur. Motor induksi dapat bekerja dengan baik dan normal dengan sistem kelistrikan 1 fasa menggunakan rangkaian motor kapasitor. Pengukuran dengan sensor arus tersebut memiliki error dibawah 3%.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

BAB II DASAR TEORI 2.1 - Studi pengaruh perbaikan faktor daya terhadap regulasi tegangan dan efisiensi motor induksi tiga fasa sebagai generator induksi keluaran satu fasa

BAB II DASAR TEORI 2.1 - Studi pengaruh perbaikan faktor daya terhadap regulasi tegangan dan efisiensi motor induksi tiga fasa sebagai generator induksi keluaran satu fasa

Motor induksi tiga fasa rotor belitan merupakan salah satu mesin ac yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Motor induksi terdiri atas bagian stasioner (diam) dan bagian bergerak. Bagian stasioner yang disebut juga stator, terdiri dari inti-inti besi yang dipisah oleh celah udara dan membentuk rangkaian magnetik yang menghasilkan fluksi oleh adanya arus yang mengalir melalui kumparan-kumparan, sedangkan bagian bergerak yang disebut juga rotor terdiri dari pada konduktor yang dialiri arus, sehingga pada konduktor ini berinteraksi dengan fluksi yang dihasilkan stator yang akan menyebabkan timbulnya gaya. Setiap bagian stator dan rotor masing-masing memiliki terminal masukan. Masukan dari motor induksi berupa tegangan ac yang dihubungkan di terminal stator.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa.

NASKAH PUBLIKASI Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa.

Pada gambar 3. menunjukkan bahwa pada posisi tegangan 50 volt sampai 125 volt kaleng tidak dapat berputar, karena sisi-sisi kaleng yang sama sehingga tarikkan magnet dari stator tidak mampu memutarkan kaleng. Kaleng terbsebut terkesan bingung akan memutar ke arah kanan atau ke arah kiri. Hanya bergerak ke kanan dan ke kiri terus menerus. Pada tegangan 150 volt kaleng dapat berputar sangat pelan dan awal ketika hendak berputar sangat terasa berat dan RPM hanya 23,4 RPM. Tegangan di posisi 175 volt kecepatan putar bertambah tetapi masih sangat pelan hanya 38,9 RPM. Pada Tegangan 200 volt kecepatan putar mencapai 64,4 RPM. Hali ini disebabkan sisi-sisi kaleng sama rata sehingga tarikkan magnet sama kuat dan putaran tidak maksimal.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...