Suparto Brata

Top PDF Suparto Brata:

JEJAK JEJAK POSKOLONIALITAS NOVEL PARA PAWESTRI PEJUWANG KARYA SUPARTO BRATA

JEJAK JEJAK POSKOLONIALITAS NOVEL PARA PAWESTRI PEJUWANG KARYA SUPARTO BRATA

Pada akhirnya, melalui segala penelusuran yang telah dilakukan, pertama- tama dapat dinyatakan bahwa teks Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata yang menjadi objek penelitian ini adalah teks poskolonial karena terdapat jejak- jejak pokolonialitas di dalamnya. Jejak pertama terlihat dari segi bahasa, yang meliputi kanonisitas dan kejanggalan peristiwa. Kanonisitas dalam teks PPP ini tidak nampak karena baik dari segi bentuk dan isi teks novel PPP tampil secara berbeda dengan teks-teks karya sastra lain yang mendahuluinya. Hal menunjukkan bahwa novel PPP ini bukan karya sastra saduran dan tidak menunjukkan adannya gejala kanonisasi dengan meniru atau melakukan inovasi terhadap karya sastra lain. Namun, dari subsider kedua, ditemukan banyak peristiwa janggal dalam teks PPP ini. Kejanggalan di novel ini terwujud oleh adanya peralihan satu keadaan ke keadaan lain yang tidak wajar atau tanpa alasan yang logis serta tidak dapat dipahami secara rasional oleh pembaca. Kejanggalan- kejanggalan itu, seperti yang telah dipaparkan pada bab empat, berwujud perpindahan, kesialan, kehilangan, dan kematian yang dialami tokoh-toko PPP. Kejanggalan ini yang kemudian dilihat sebagai kegagapan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH CERITA DETEKTIF TRADISIONAL BARAT TERHADAP NOVEL INDONESIA MENCARI SARANG ANGIN DAN KREMIL KARYA SUPARTO BRATA

PENGARUH CERITA DETEKTIF TRADISIONAL BARAT TERHADAP NOVEL INDONESIA MENCARI SARANG ANGIN DAN KREMIL KARYA SUPARTO BRATA

buku cerita berbahasa Belanda hingga muncul gerakan anti-Belanda tahun 1956 yang membuat buku-buku berbahasa Belanda menghilang dari perpustakaan- perpustakaan. Buku-buku berbahasa Belanda dibakar atau dibawa kembali ke Belanda oleh orang-orang Belanda yang terusir dari Indonesia. Rupanya hal itu menjadi berkah tersendiri bagi Suparto Brata karena seiring menghilangnya buku-buku berbahasa Belanda, buku-buku berbahasa Inggris justru membanjiri pasar loak di Surabaya dengan harga yang sangat murah. Meskipun kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas, Suparto Brata rajin membeli dan membaca buku-buku berbahasa Inggris terbitan Penguin yang berlabel mystery & crime. Buku-buku itu kemungkinan awalanya milik orang-orang Belanda yang meninggalkan Indonesia. Dari kebiasaan membaca buku-buku cerita detektif dari pasar loak itu, ia mengenal karangan Dorothy L. Sayers, Hilda Lawrence, Margery Allingham, Ngaio Marsh, Katharine Farrar, Agatha Christie, John Dickson Carr, dan Freeman Wills Crofts. Ia juga membaca karya-karya Perry Mason (pengarang detektif Inggris) dan terkesan oleh karya-karya Georges Simenon (pengarang detektif dari Perancis).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

JENIS JENIS REPETISI PADA NOVEL KUNARPA TAN BISA KANDHA KARYA SUPARTO BRATA

JENIS JENIS REPETISI PADA NOVEL KUNARPA TAN BISA KANDHA KARYA SUPARTO BRATA

Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana. Pendekatan metodologis yaitu dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat yang diperoleh dari novel Kunarpa Tan Bisa Kandha karya Suparto Brata. Setelah data diperoleh, data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode agih. Sumber data penelitian ini adalah kalimat dalam novel Kunarpa Tan Bisa Kandha karya Suparto Brata yang diindikasi memiliki repetisi antarkalimat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ROMAN GEDHONG SETAN KARYA SUPARTO BRATA (Suatu Kajian Stilistika).

ROMAN GEDHONG SETAN KARYA SUPARTO BRATA (Suatu Kajian Stilistika).

This research is a descriptive qualitative research. The data in this research is a written data which were lines in the roman Gedhong Setan by Suparto Brata: tonal aspect, diction, figure of language, and imagery. Source of data are used in this research is the roman Gedhong Setan by Suparto Brata. The population in this research is the entire text of the roman Gedhong Setan by Suparto Brata contained in the data source. A sample data of this research in roman Gedhong Setan texts that contain aspects of sound, diction, style, and image which represents a population. Data collecting is reading method, using basic notice technique.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ROMAN GEDHONG SETAN KARYA SUPARTO BRATA (Suatu Kajian Stilistika)

ROMAN GEDHONG SETAN KARYA SUPARTO BRATA (Suatu Kajian Stilistika)

This research is a descriptive qualitative research. The data in this research is a written data which were lines in the roman Gedhong Setan by Suparto Brata: tonal aspect, diction, figure of language, and imagery. Source of data are used in this research is the roman Gedhong Setan by Suparto Brata. The population in this research is the entire text of the roman Gedhong Setan by Suparto Brata contained in the data source. A sample data of this research in roman Gedhong Setan texts that contain aspects of sound, diction, style, and image which represents a population. Data collecting is reading method, using basic notice technique.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Novel Suparto Brata’s Omnibus Karya Suparto Brata (Pendekatan Sosiologi Sastra Dan Nilai Pendidikan) KrisnaS441008011

Novel Suparto Brata’s Omnibus Karya Suparto Brata (Pendekatan Sosiologi Sastra Dan Nilai Pendidikan) KrisnaS441008011

Alasan yang kedua yaitu SBO sungguh sangat menarik. Di setiap novelnya memiliki kekhasan masing-masing. Seperti halnya dalam novel clemang-clemong , terdapat beberapa kata yang bagi sebagian orang dianggap tabu. Dalam novel Astirin Mbalela kita bisa melihat keberanian Astirin dalam menentang tradisi kawin paksa dan petualangannya saat pergi ke Surabaya. Selanjutnya Suparto Brata menyajikan adegan menegangkan dengan gaya khas detektif dalam novel Bekasi Remeng- remeng. Semuanya dikemas dengan tangan dingin Suparto Brata. Pembaca juga disuguhkan dengan alur cerita yang menawan. Tidak mudah ditebak! Pembaca akan terus dibuat penasaran dan bertanya-tanya tentang peristiwa selanjutnya. Istilah seperti suspense dan surprise juga dihadirkan dalam cerita Astirin Mbalela. Suspense yang membuat pembaca penasaran dan ingin terus membacanya, sedangkan surprise adalah hal yang memberi kejutan bagi pembaca dalam cerita tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Human Trafficking dalam Novel Astirin Mbalela Karya Suparto Brata.

Human Trafficking dalam Novel Astirin Mbalela Karya Suparto Brata.

Novel Astirin Mbalela karyane Suparto Brata yaiku salah sawijining karya sastra sing duweni kekuwatan ing sajroning crita ngenani masalah manungsa lan kamunangsanan sing miyak dedagangan manungsa (human trafficking). Human trafficking sing dijlentrehake sajroning novel Astirin Mbalela yaiku ngenani gambaran kang nyata sing dumadi ing masyarakat utamane ngenani wong-wong cilik utawa klas ngisor utamane wong wadon sing dibungkus sarana karya sastra. Kayata human trafficking kang nyata, pengarang nyritakake ngenani wujud-wujud kegiyatan human trafficking ing novel Astirin Mbalela.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

GAYA BAHASA DALAM NOVEL SER! SER! PLONG! KARYA SUPARTO BRATA.

GAYA BAHASA DALAM NOVEL SER! SER! PLONG! KARYA SUPARTO BRATA.

Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya bahasa dalam Ser! Ser! Plong! karya Suparto Brata yang mencakup kategori leksikal, kategori gramatikal, bahasa figuratif, serta konteks dan kohesi. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengungkap gaya bahasa yang digunakan dalam novel Ser! Ser! Plong! karya Suparto Brata yang mencakup kategori leksikal, kategori gramatikal, bahasa figuratif, serta konteks dan kohesi.

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Kajian Stilistika Roman “Cocak Nguntal Elo” Dalam Kumpulan Roman Telu: Ser!, Randha, Cocak Karya Suparto Brata

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Kajian Stilistika Roman “Cocak Nguntal Elo” Dalam Kumpulan Roman Telu: Ser!, Randha, Cocak Karya Suparto Brata

Pada umumnya penulis sastra/pengarang pasti berusaha memperlihatkan ciri-ciri individualisme, originalitas, dan gaya masing-masing sehingga masyarakat akan lebih mudah dalam memahami bahasa yang digunakan dalam setiap karya sastranya. Begitu juga dengan Suparto Brata, dalam roman karyanya memiliki kekhasan tersendiri pada setiap kata dalam kalimat yang digunakannya, terdapat adanya pemanfaatan aspek-aspek bunyi bahasa, penggunaan unsur-unsur gramatika, diksi atau pemilihan kosakata, gaya bahasa dan pencitraan.

8 Baca lebih lajut

Anafora Gramatikal dan Leksikal dalam Novel Garuda Putih Karangan Suparto Brata.

Anafora Gramatikal dan Leksikal dalam Novel Garuda Putih Karangan Suparto Brata.

Dalam novel Garuda Putih karya Suparto Brata banyak ditemukan adanya anafora. Suparto Brata menggunakan anafora sebagai salah satu cara untuk mempertahankan kekohesifan dalam novelnya. Anafora berfungsi untuk memberikan variasi pengulangan pada sebuah wacana. Wacana yang di dalamnya mengandung anafora akan terlihat lebih menarik dan bervariatif, jika dibandingkan dengan wacana yang tidak mengandung anafora. Wacana yang tidak memakai anafora akan terlihat monoton dan membosankan, bahkan dapat membuat pembaca cepat jenuh.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

(ABSTRAK) ALUR NOVEL EMPRIT ABUNTUT BEDHUG KARYA SUPARTO BRATA.

(ABSTRAK) ALUR NOVEL EMPRIT ABUNTUT BEDHUG KARYA SUPARTO BRATA.

Emprit Abuntut Bedhug merupakan novel berbahasa Jawa. Karya sastra Jawa modern ini ditulis oleh Suparto Brata pada tahun 1963 di Surabaya. diterbitkan tahun 1963 dan dicetak ulang pada tahun 2007. Persoalan yang dimunculkan dalam novel ini adalah penemuan potongan tangan di dalam kantong oleh Jarot. Persoalan inilah yang mewarnai jalan cerita novel ini.

Baca lebih lajut

GAYA BAHASA DALAM CERBUNG CINTRONG TRAJU PAPAT KARYA SUPARTO BRATA.

GAYA BAHASA DALAM CERBUNG CINTRONG TRAJU PAPAT KARYA SUPARTO BRATA.

Banyak sekali karya-karya yang telah diciptakan oleh Suparto Brata antara lain menulis berita, feature, ulasan, artikel, dan cerita fiksi sejak tahun 1951. Menulis bahasa Jawa sejak 1958, menulis cerita pendek, novel, drama, naskah sinetron, buku sejarah dalam bahasa Jawa dan Indonesia, serta beberapa tulisan yang dikerjakan bersama dan dengan riset,yaitu risalah atau proses Hari Jadi Kota Surabaya bersama dengan Kolonel Laut Dokter Sugiyarto Tirtoatmojo, buku Master Plan Surabaya 2000 bersama Ir. Johan Silas, menulis buku Pertempuran 10 November 1945 bersama Drs. Aminuddin dan Drs. Soedjijo, menulis Sejarah Pers Jawa Timur dan menulis Sejarah Panglima-Panglima Brawijaya (1945-1990).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MENGGUGAT ETIKA JAWA DALAM NOVEL DONYANE WONG CULIKA KARYA SUPARTO BRATA

MENGGUGAT ETIKA JAWA DALAM NOVEL DONYANE WONG CULIKA KARYA SUPARTO BRATA

laku nista amoral (Ahamd, 2003). Seks memang bukan segalanya, akan tetapi adalah realitas bahwa dalam rimba diskursif-simbolis—sastra termasuk di dalamnya—pokok persoalan seks senantiasa mendapat tempat yang istimewa (cf. Rakow & Kranich, 1991). DWC, yang tebalnya 553 halaman, merupakan novel modern berbahasa Jawa paling tebal sampai saat ini. Penerbitan novel itu bukan tanpa pengorbanan, sejak Trem (2000) Suparto Brata menerbitkannya dengan biaya sendiri karena tidak ada penerbit yang mau mempublikasikan dengan alasan sulit dijual, hal yang sama dilakukan pula pada DWC. Menurut Prabowo (2004), Suparto Brata menerbitkan buku-bukunya bukan karena uang atau hadiah, tetapi keinginannya untuk mewujudkan sastra Jawa sebagai sastra buku dan sastra dunia (Nursyahid, 2004 . Hal itu telah terbukti dengan dua kali penghargaan Hadiah Sastera Rancage 2001 dan 2005 kepada Suparto Brata dari Yayasan Rancage.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

WACANA NOVEL JARING KALAMANGGA KARYA SUPARTO BRATA (Suatu Tinjauan Kohesi dan Koherensi)

WACANA NOVEL JARING KALAMANGGA KARYA SUPARTO BRATA (Suatu Tinjauan Kohesi dan Koherensi)

Novel Jaring Kalamangga yang menjadi kajian penelitian ini merupakan buah karya dari Suparto Brata. Suparto Brata adalah seorang penulis sastra Jawa modern yang produktif pada tahun 1960-an sampai 1970-an. Karyanya berbentuk cerita pendek (cerpen), cerita bersambung (cerbung), dan novel sudah mencapai puluhan jumlahnya. Namanya sudah tercatat dalam buku Five Thousand Personalities of The World 1998 terbitan The American Biographical Institute, Raleight, North Carolina 27622 USA. Tahun 2007 Suparto Brata dipilih menjadi salah satu dari tiga sastrawan Indonesia yang mendapat penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional Indonesia dan menerima hadiah The S.E.A. Write Awards dari Kerajaan Thailand.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

NILAI KEGIGIHAN HIDUP SEORANG WANITA DALAM NOVEL CINTRONG PAJU-PAT KARYA SUPARTO BRATA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH (SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA).

NILAI KEGIGIHAN HIDUP SEORANG WANITA DALAM NOVEL CINTRONG PAJU-PAT KARYA SUPARTO BRATA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH (SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA).

Metode ingkang kaginakaken wonten ing panaliten punika metode panaliten deskreptif kualitatif. Data wonten ing panaliten punika arupi asil telaah dokumen novel Cintrong Paju-Pat anggitan Suparto Brata. Sumber data panaliten punika saking kalih sumber, inggih punika sumber data primer arupi novel Cintrong Paju-Pat anggitan Suparto Brata lan sumber sekunder arupi artikel saha jurnal sae nasional ugi internasional saking internet saha asil wawanrembag kaliyan guru lan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Cepu. Teknik pangempalan data wonten panaliten punika teknik pustaka, teknik simak lan catat. Teknik analisis data ngginakaken model analisis interaktif ingkang awujud saking tiga tingkatan inggih punika: (1) Reduksi data, (2) Sajian data, (3) Penarikan simpulan lan verifikasi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

GAYA BAHASA DALAM NOVEL DOM SUMURUP ING BANYU KARYA SUPARTO BRATA.

GAYA BAHASA DALAM NOVEL DOM SUMURUP ING BANYU KARYA SUPARTO BRATA.

Banyak sekali karya-karya yang diciptakan oleh Suparto Brata diantaranya menulis berita, feature, ulasan, artikel, dan cerita fiksi sejak tahun 1951. Menulis bahasa Jawa sejak tahun 1958, yaitu menulis cerita pendek, novel, drama, naskah sinetron, buku sejarah dalam bahasa Jawa dan Indonesia, serta beberapa tulisan yang dikerjakan bersama dan dengan riset, yaitu risalah atau proses Hari Jadi Kota Surabaya bersama dengan Kolonel Laut Dokter Sugiayarto Tirtoatmojo, buku Master Plan Surabaya 2000 bersama Ir. Johan Silas, menulis buku Pertempuran 10 November 1945 bersama Drs. Aminuddin dan Drs. Soedjijo, menulis Sejarah Pers Jawa Timur dan menulis Sejarah Panglima-Panglima Brawijaya (1945-1990).
Baca lebih lanjut

314 Baca lebih lajut

TUTURAN EKSPRESIF PADA NOVEL NONA SEKRETARIS KARYA SUPARTO BRATA

TUTURAN EKSPRESIF PADA NOVEL NONA SEKRETARIS KARYA SUPARTO BRATA

Kata kunci: tuturan ekspresif, bentuk tuturan ekspresif, fungsi tuturan, novel. Tuturan ekspresif adalah tuturan yang dilakukan dengan maksud agar tuturannya diartikan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan dalam tuturan untuk mengungkapkan sikap psikologis penutur terhadap suatu keadaan. Tuturan ekspresif banyak ditemukan di novel Nona Sekretaris. Hal ini dikarenakan dalam novel dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan sehingga menimbulkan munculnya variasi tuturan ekspresif. Novel Nona Sekretaris merupakan salah satu novel berbahasa Jawa yang dikarang oleh Suparto Brata. Tuturan ekspresif dalam novel Nona Sekretaris mempunyai bentuk dan fungsi. Masalah penelitian ini meliputi apa sajakah bentuk dan fungsi tuturan ekspresif yang terdapat dalam novel Nona Sekretaris Karya Suparto Brata. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi (1) bentuk tuturan ekspresif yang terdapat dalam novel yang berjudul Nona Sekretaris Karya Suparto Brata (2) fungsi tuturan ekspresif yang terdapat dalam novel yang berjudul Nona Sekretaris Karya Suparto Brata.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KOHESI DALAM NOVEL KELANGAN SATANG KARYA SUPARTO BRATA.

KOHESI DALAM NOVEL KELANGAN SATANG KARYA SUPARTO BRATA.

Data penelitian ini adalah data kebahasaan, yaitu satuan-satuan lingual yang berupa tuturan-tuturan, kalimat, dan klausa dari novel Kelangan Satang karya Suparto Brata. Data kebahasaan tersebut berupa tuturan-tuturan, kalimat, atau klausa yang di dalamnya terdapat alat-alat wacana baik aspek gramatikal maupun leksikal yang mendukung kepaduan wacana. Objek penelitian yang dianalisis adalah kohesi gramatikal dan leksikal, serta peran kohesi dalam memunculkan alur cerita novel. Metode penyediaan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, sedangkan dalam penerapan metode simak ini menggunakan teknik sadap sebagai teknik dasar. Metode yang digunakan untuk menganalisis kohesi gramatikal dan kohesi leksikal novel Kelangan Satang adalah metode agih. Teknik yang digunakan adalah teknik bagi unsur langsung (BUL). Teknik analasis data yang digunakan sebagai teknik lanjutan dari teknik BUL adalah teknik ganti, teknik lesap, dan teknik perluas.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TRAGEDI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KUNARPA TAN BISA KANDHA KARYA SUPARTO BRATA (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA).

TRAGEDI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KUNARPA TAN BISA KANDHA KARYA SUPARTO BRATA (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA).

“Marga nalika ing bis Akaskowe bekah -bekuh kepengin nyingkirake Bu Sulun, kancamu sak bis kuwi nyaguhi ngleksanakake. Nanging, imbalane kowe kudu brejanji minangka imbalane, yakuwi kudu genti ijolmrejaya utawa uga nyingkirake Janawi. Dadi, angel yen ditlusur apa gandheng-cenengekaro rajapati kuwi mau. Kowe ora ana gegayutane sing nglarake ati karo Janawi, wong mau ora ana sebabe sing maton kena apa kudu mrejaya Bu Suln Prabu utawa Mbakyu Trianah. Mangga, Pak Polisi, kula aturi nangkep durjana sing merjaya Bu Sulun Prabu! Kae, Mas Dewaji!” wusana omonge Handaka karo nudingi wong sing dikarepke. (Suparto Brata, 2009: no 2 , hlm 150)
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

PENYULIHAN DALAM NOVEL “EMPRIT ABUNTUT BEDHUG” KARYA SUPARTO BRATA

PENYULIHAN DALAM NOVEL “EMPRIT ABUNTUT BEDHUG” KARYA SUPARTO BRATA

Kesimpulan dan hasil penelitian ini adalah (1) tipe-tipe penyulihan yang terdapat dalam novel EAB yaitu penyulihan nominal, frasal, verbal. Penyulihan nominal dalam novel EAB karya Suparto Brata berkategori : kata dengan kata, kata dengan frasa, frasa dengan kata, frasa nominal dengan frasa nominal, dan kata dengan klitika; (2) fungsi sintaktik dalam novel EAB berupa subjek sebagai konstituen tersulih, predikat konstituen tersulih, dan objek konstituen tersulih; (3) penggantian satuan lingual tertentu dengan satuan lingual lain dalam novel EAB karya Suparto Brata berfungsi untuk (a) menghadirkan variasi bentuk, (b) menghilangkan kemonotonan, (c) memperoleh unsur pembeda, dan (d) menciptakan dinamisasi narasi; (4) penyulihan dalam novel EAB karya Suparto Brata kebanyakan konstituen tersulih berposisi atau bersifat anaforis, meskipun juga ada yang bersifat kataforis atau keduanya. Sedangkan jarak konstituen antara unsur tersulih dengan konstituen penyulih ada yang dekat jaraknya dan ada pula yang jauh jaraknya. Jauh dekatnya jarak antara unsur penyulih dan unsur tersulih dapat dilihat dalam kalimat dalam satu paragraf, antarkalimat dalam satu paragraf, dan kalimat antarparagraf.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 152 documents...