SUSU TEMPE

Top PDF SUSU TEMPE:

PENGARUH PROPORSI SUSU SAPI : SUSU TEMPE SERTA KONSENTRASI ENZIM MICROBIAL RENNETTERHADAP KUALITAS KEJU COTTAGE.

PENGARUH PROPORSI SUSU SAPI : SUSU TEMPE SERTA KONSENTRASI ENZIM MICROBIAL RENNETTERHADAP KUALITAS KEJU COTTAGE.

Gambar 4.3menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi susu tempe dan semakin tinggi konsentrasi enzim microbial rennet akan menyebabkan rendemen keju cottage mengalami penurunan. Hal ini disebabkan kadar air merupakan faktor yang sangat penting untuk menentukan tekstur keju, yaitu kadar air yang semakin meningkat akan menyebabkan tekstur semakin lunak.Idris dan Thohari (1992) menyatakan bahwa kandungan air yang lebih tinggi pada keju lunak dikarenakan mengandung whey yang lebih banyak.Fox et al. (2000) juga menyatakan bahwa keasaman susu baikyang dihasilkan oleh biakan bakteri starter maupun pengasaman langsung, dapatmempengaruhi aktivitas bahan penggumpal selama penggumpalan, dan mempengaruhikekuatan curd, sehingga dapat mempengaruhi rendemen keju.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

PEMBUATAN SUSU TEMPE KAJIAN PENGARUH LAMA FERMENTASI TEMPE DAN PENGGUNAAN Carboxymethyl cellulose (CMC

PEMBUATAN SUSU TEMPE KAJIAN PENGARUH LAMA FERMENTASI TEMPE DAN PENGGUNAAN Carboxymethyl cellulose (CMC

Susu tempe merupakan produk hasil ekstraksi tempe dengan air sehingga diperoleh larutan dengan komponen padatan terlarut. Susu tempe adalah salah satu produk generasi kedua tempe selain tepung tempe, bubur bayi, susu tempe, biskuit, es krim, burger, sosis dan produk lain yang tidak lagi mempunyai bentuk khas tempe. Kini produk tempe telah berkembang sampai tiga generasi. Tempe generasi kedua meliputi tepung tempe, bubur bayi, susu tempe, biskuit, es krim, burger, sosis dan produk lain yang tidak lagi mempunyai bentuk khas tempe (Widowati, 2005). Menurut Susanto, T., S. Meita, dan W. Eni (1997) prinsip pembuatan sari tempe adalah ekstraksi tempe dengan air melalui tahap pembuatan yaitu pemotongan bentuk dadu, pengukusan 3 menit, penambahan air mendidih, penggilingan, penyaringan, penambahan bahan tambahan pangan (gula, garam, perisa, penstabil) dan pemanasan pada suhu 90 0 C. Susu tempe mempunyai kadar protein 2.5%.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH UMUR FERMENTASI TEMPE DAN PROPORSI DEKSTRIN TERHADAP KUALITAS SUSU TEMPE BUBUK Influence of Fermentation Time and Proportion of Dextrin to the Quality of Milk Tempeh Powder

PENGARUH UMUR FERMENTASI TEMPE DAN PROPORSI DEKSTRIN TERHADAP KUALITAS SUSU TEMPE BUBUK Influence of Fermentation Time and Proportion of Dextrin to the Quality of Milk Tempeh Powder

Pada Tabel 2 dapat dilihat terjadi penurunan tingkat kesukaan pada parameter warna, aroma dan rasa seiring dengan peningkatan faktor pada penelitian ini. Pada warna merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas susu tempe bubuk, konsumen cenderung lebih suka warna putih karena lebih menyerupai susu bubuk komersil pada umumnya. Umur fermentasi tempe memberikan pengaruh terhadap perubahan warna karena hifa yang tumbuh semakin banyak sehingga warna akan makin putih. Penambahan dekstrin juga berpengaruh, semakin banyak penambahan dekstrin mengakibatkan warna menjadi semakin putih.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PROPORSI SUSU SAPI : SUSU TEMPE SERTA KONSENTRASI ENZIM MICROBIAL RENNETTERHADAP KUALITAS KEJU COTTAGE

PENGARUH PROPORSI SUSU SAPI : SUSU TEMPE SERTA KONSENTRASI ENZIM MICROBIAL RENNETTERHADAP KUALITAS KEJU COTTAGE

Susutempemerupakan produk hasil ekstraksi tempe dengan air sehingga diperoleh larutan dengan komponen padatan terlarut. Konsumsi susu tempe selama lima hari oleh penderita hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.Susutempesama dengan tempe sebagai bahan bakunyamengandung vitamin B12(Anonim, 2011).

15 Baca lebih lajut

Intervensi bubuk susu tempe untuk memperbaiki gejala Klinis diare pada anak

Intervensi bubuk susu tempe untuk memperbaiki gejala Klinis diare pada anak

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara berkembang termasuk Indonesia. Berbagai studi menunjukkan bahwa tempe terbukti bermanfaat bagi penyembuhan diare. Namun demikian, dalam pemberiannya diperlukan strategi mengingat penderita diare umumnya mengalami penurunan nafsu makan dan mual serta tidak jarang disertai muntah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk bubuk susu tempe untuk mempercepat penyembuhan penderita diare dan menentukan dampak intervensi tempe dan produk bubuk susu tempe terhadap gejala klinis diare pada anak. Sebanyak 30 sampel anak usia 2-5 tahun dengan diare secara acak dibagi ke dalam tiga kelompok yang terdiri atas masing-masing 10 orang, yakni kelompok perlakuan susu tempe 1 sachet/ hari, susu tempe 2 sachet/ hari, dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intervensi bubuk susu tempe selama dua hari pada anak penderita diare akut secara nyata menurunkan frekuensi diare.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGARUH PERBANDINGAN SUSU CAIR DAN SUSU TEMPE TERHADAP KADAR PROTEIN, SIFAT ORGANOLEPTIK DAN DAYA TERIMA ES KRIM.

PENGARUH PERBANDINGAN SUSU CAIR DAN SUSU TEMPE TERHADAP KADAR PROTEIN, SIFAT ORGANOLEPTIK DAN DAYA TERIMA ES KRIM.

Es krim dianggap sebagai makanan beku yang harganya relatif mahal. Untuk membuat es krim yang baik diperlukan komposisi bahan–bahan yang tepat, salah satu bahan utama dalam pembuatan es krim berasal dari protein hewani yaitu susu. Manfaat dari susu adalah untuk memberikan nilai gizi yang cukup tinggi pada es krim agar dapat menghasilkan tekstur yang lembut. Kandungan es krim setiap 100 gram protein 7,4 gram , karbohidrat 37,6 gram, lemak 26,6 gram dan energi 416 kalori (Damayanthi, 2007).

4 Baca lebih lajut

kandungan nutrisi dan potensi pemanfaatan koro benguk

kandungan nutrisi dan potensi pemanfaatan koro benguk

Teknologi pembuatan susu tempe benguk hamper sama dengan pembuatan susu kedelai pada umumnya. Dalam teknologi pembuatan susu tempe benguk, biji benguk akan lebih aman kalau sudah dibuat tempe terlebih dahulu, oleh karena kandungan racun HCN nya sudah hamper tidak ada, sehingga aman untuk dikonsumsi. Teknologi yang dikembangkan seperti yang digunakan untuk membuat susu kedelai (Tri Radiyati, 1992) adalah sebagai berikut :

6 Baca lebih lajut

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TEKNIK ANALISA S

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TEKNIK ANALISA S

Protein memiliki peranan yang tidak kalah penting dengan karbohidrat dan lemak sehinga untuk memenuhi kebutuhan akan protein di dalam tubuh maka didapat dari salah satunya adalah bahan makanan. Contoh bahan makanan yang kaya akan protein adalah tempe dan susu, tempe merupakan sumber protein habati sedangkan susu merupakan sumber protein hewani.

27 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Teknologi pembuatan susu tempe benguk hampir sama dengan pembuatan susu kedelai pada umumnya. Dalam teknologi pembuatan susu tempe benguk, biji benguk akan lebih aman kalau sudah dibuat tempe terlebih dahulu, oleh karena kandungan racun HCN nya sudah hampir tidak ada, sehingga aman untuk dikonsumsi.

8 Baca lebih lajut

BUDAYA PENGOLAHAN PRODUK TEMPE GENERASI DUA DI SENTRA INDUSTRI KERAJINAN TEMPE KOTA MALANG (Processing Practice of Second Generation Tempeh Recipein Centre of Tempeh Home Industry in Malang)

BUDAYA PENGOLAHAN PRODUK TEMPE GENERASI DUA DI SENTRA INDUSTRI KERAJINAN TEMPE KOTA MALANG (Processing Practice of Second Generation Tempeh Recipein Centre of Tempeh Home Industry in Malang)

Meskipun tempe memiliki potensi yang tinggi, tetapi masyarakat Kota Malang belum memanfaatkannya untuk membantu pemecahan masalah gizi yang dimiliki. Masyarakat Kota Malang mengonsumsi tempe terbatas pada cara-cara konvensional seperti dalam bentuk tempe goreng, tempe bacem, mendoan, kering tempe, dan kripik tempe. Produk olahan tempe konvensional tersebut dikenal dengan tempe generasi pertama. Produk generasi ini memilki kelemahan antara lain jenis produk yang kurang beragam, tidak menarik selera makan, komposisi gizi kurang lengkap, potensi daya saing secara ekonomis terbatas terutama dengan produk dan budaya makan siap saji. Teknik pengolahan tempe konvensional tersebut perlu diperbaiki agar memiliki daya saing dengan makanan-makanan modern lainnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengubah komposisi dan cara pengolahan sehingga dihasilkan produk akhir di mana bentuk tempe tidak terlihat. Produk olahan tempe tersebut dikenal dengan tempe generasi dua, contoh susu tempe, brownies tempe, dan stik tempe.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Efek F100 dan formula tepung tempe terhadap kadar serum Fe dan hemoglobin pada anak gizi kurang | Iva | Jurnal Gizi Klinik Indonesia 15373 29281 1 SM

Efek F100 dan formula tepung tempe terhadap kadar serum Fe dan hemoglobin pada anak gizi kurang | Iva | Jurnal Gizi Klinik Indonesia 15373 29281 1 SM

aktivitas enzim yang dihasilkan oleh jamur rhizopus dapat meningkatkan kelarutan zat besi yaitu dari 24,29% pada kedelai mentah menjadi 40,52%. Hal ini menjelaskan bagaimana pada kelompok FTT dengan bahan dasar penyusun formulanya menggunakan besi dalam bentuk non-heme mampu memberikan kenaikan pada kadar Hb. Selain itu, tempe juga mempunyai kadar Fe yang lebih tinggi per 100 gram bahan keringnya dibandingkan susu sapi (15). Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang diterapkan secara klinis pada pasien sirosis hepatis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, diperoleh hasil peningkatan kadar Hb pada kelompok yang diberikan susu tempe, namun peningkatan tersebut secara statistik tidak bermakna karena kenaikan yang kecil dan waktu pemberian hanya 20 hari (6). Sama halnya dengan penelitian ini yang hanya diberikan selama 14 hari sedangkan waktu paruh eritrosit adalah 120 hari (16).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KAJ I AN AGRI BI S NI S KEDELAI PADA S ENTRA AGROINDUSTRI TEMPE DAN KERIPIK TEMPE “SANAN” ANGGOTA PRIMKOPTI “BANGKIT USAHA” MALANG

KAJ I AN AGRI BI S NI S KEDELAI PADA S ENTRA AGROINDUSTRI TEMPE DAN KERIPIK TEMPE “SANAN” ANGGOTA PRIMKOPTI “BANGKIT USAHA” MALANG

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengadaan input kedelai oleh pengrajin tempe berasal dari koperasi Primkopti “Bangkit Usaha”. Sedangkan pengadaan input tempe oleh pengrajin keripik tempe berasal dari pengrajin tempe dan merupakan hasil produksi tempe sendiri. (2) Faktor&faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi pada agroindustri tempe adalah bahan baku kedelai, tenaga kerja, ragi, dan bahan bakar. Faktor&faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi pada agroindustri keripik tempe adalah bahan baku tempe, tenaga kerja, bahan bakar, tepung (tepung beras dan tepung kanji), minyak goreng. (3) Harga pokok produksi tempe sebesar Rp. 4.541,32/Kg. Sedangkan harga pokok produksi keripik tempe sebesar Rp. 18.611,28/Kg. (4) Nilai tambah kedelai pada agroindustri tempe adalah positif ditunjukkan dengan nilai sebesar Rp 9.853,48 per kilogram bahan baku kedelai. Sedangkan nilai tambah tempe pada agroindustri keripik tempe juga positif ditunjukkan dengan nilai sebesar Rp 22.661,30 per kilogram bahan baku tempe.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teoritik 1. Tumbuhan Cempedak - Pengaruh Dosis Ragi Terhadap Kualitas Fisik Tempe Berbahan Dasar Biji Cempedak (Arthocarpus champeden) Melalui Uji Organoleptik - Digital Library IAIN Palangka Raya

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teoritik 1. Tumbuhan Cempedak - Pengaruh Dosis Ragi Terhadap Kualitas Fisik Tempe Berbahan Dasar Biji Cempedak (Arthocarpus champeden) Melalui Uji Organoleptik - Digital Library IAIN Palangka Raya

Biji cempedak mengandung sumber karbohidrat 36,7 gr per 100 gr, protein 4,2 gr per 100 gr, dan energi 165 kkal per 100 gr, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan bahan pengganti tepung yang potensial. Biji cempedak juga merupakan sumber mineral yang baik. Di dalam 100 gram biji cempedak terkandung fosfor 200 mg, kalsium 33 gr, dan besi 1,0 gr sehingga biji cempedak dapat bermanfaat sebagai pembangun tubuh dan mencegah terjadinya osteoporosis. 8 Berdasarkan rujukan inilah peneliti berasumsi bahwa biji cempedak yang diolah menjadi tempe akan meningkatkan nilai nutrisi yang terkandung didalam biji cempedak.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KAJ I AN AGRI BI S NI S KEDELAI PADA S ENTRA AGROINDUSTRI TEMPE DAN KERIPIK TEMPE “SANAN” ANGGOTA PRIMKOPTI “BANGKIT USAHA” MALANG

KAJ I AN AGRI BI S NI S KEDELAI PADA S ENTRA AGROINDUSTRI TEMPE DAN KERIPIK TEMPE “SANAN” ANGGOTA PRIMKOPTI “BANGKIT USAHA” MALANG

Agribusiness is agriculture of which organization and management is rationally designed to gain more commercial value maximally by producing goods and service demanded by market. Tempe diversification to be tempe chips is one of attempts to increase the additional value of tempe as raw material loved by most of Indonesian people, especially Malang people. This kind of agribusiness is an attempt to make tempe chips with tempe as the raw material, that is made from soybean, to be food that is ready to eat and light to consume, it is also crispy and delicious. Because it is made from tempe, the availability of tempe becomes the main factor in the production of tempe chips. The availability of tempe in the production of tempe chips is a must because it is the raw material. Without the availability of tempe, the production of tempe chips cannot be conducted.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Profil Protein Susu Kuda Dan Susu Kambing Pada Berbagai Kondisi Sds Page

Profil Protein Susu Kuda Dan Susu Kambing Pada Berbagai Kondisi Sds Page

Susu merupakan salah satu pangan hewani sumber protein yang memiliki nilai gizi tinggi dan memberikan berbagai manfaat kesehatan. Protein susu dapat terpisah menjadi bagian kasein dan whey. Susu kuda memiliki kandungan protein (21,4 g/kg) yang lebih tinggi dibandingkan dengan air susu ibu (ASI) (14,2 g/kg), namun lebih rendah dibanding susu sapi, susu kambing dan susu domba (32,5 g/kg, 34 g/kg, dan 54,5 g/kg). Kasein pada susu kuda (10,7 g/kg) dan susu kambing (24 g/kg) lebih rendah dibanding susu sapi dan susu domba (25,1 g/kg dan 43 g/kg), namun lebih tinggi dibanding ASI (3,7 g/kg). Protein whey susu kuda (8,3 g/kg) lebih tinggi dibandingkan dengan ASI, susu kambing dan susu sapi (7,6 g/kg, 7,4 g/kg dan 5,7 g/kg) (Malacarne et al. 2002, Potočnik et al. 2011). Komposisi susu dari spesies mamalia, termasuk susu kuda dan susu kambing, bervariasi tergantung pada faktor genetik, fisiologis, nutrisi serta kondisi lingkungan (Malacarne et al. 2002, Naert et al. 2013). Komposisi susu kuda dan susu kambing, dibandingkan susu sapi, susu domba, dan ASI sebagaimana tercantum pada Tabel 1.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Universitas Mataram E-mail) : suryaunram15gmail.com Diterima: 1 Februari 2017 Disetujui: 20 Februari 2017 ABSTRACT - View of RANCANG BANGUN MESIN PENCAMPUR KEDELAI DENGAN KAPANG (RAGI TEMPE) PADA INDUSTRI RUMAHAN DI DAERAH KOTA MATARAM

Universitas Mataram E-mail) : suryaunram15gmail.com Diterima: 1 Februari 2017 Disetujui: 20 Februari 2017 ABSTRACT - View of RANCANG BANGUN MESIN PENCAMPUR KEDELAI DENGAN KAPANG (RAGI TEMPE) PADA INDUSTRI RUMAHAN DI DAERAH KOTA MATARAM

Kekalik Jaya has been famous as a center of tempe production in Mataram City. Generally, the production of tempe use traditional method. One important process in tempe production is the mold fermentation phase. The quality of tempe is defined based on color, density, and the distribution of mold on its surface. Therefore, the mold mixing phase needs to be optimized to maintain its quality; the producer needs to be introduced with simple technology of mixing tool. Beside the tempe productions, some people in Sandubaya Mataram work as iron craftsman. The effort on designing this mixing tool is expected to increase relations between these industries. This tool is designed using engine as a driving source to rotate the cylinder tube. The power is transmitted to the cylinder using vanbelt. The cylinder rotates on certain speed, equipped with inside fin to distort the tempe ingredients, to mixed them well in accordance with the cylinder rotation.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

130919 AKJ 2010 12 14 Usaha Tempe Godhong

130919 AKJ 2010 12 14 Usaha Tempe Godhong

Dalam proses pembuatannya pun juga berbeda// Pengolahan yang dilakukan juga dua kali pengerjaan// Pertama kali kedelai kering di rendam/ kemudian di rebu/ dibersihkan/ dan selanjutnya perlu di rendam air dan direbus kembali// Berbeda dengan jenis tempe dengan jumlah besar/ hanya dengan 1 kali proses saja//

1 Baca lebih lajut

Show all 5774 documents...