teologi Kristen

Top PDF teologi Kristen:

TEOLOGI KRISTEN MODERN DI EROPA

TEOLOGI KRISTEN MODERN DI EROPA

filsafat eksistensialis. Oleh karena itu Barth memutuskan untuk mulai kembali dan pada tahun 1932 muncullah jilid pertama dari Dogmatika Gerejawi. Selama hidupnya tidak kurang dari 12 jilid yang tebal dari Dogmatika Gere- jawi telah diterbitkan, yang secara kasar kurang lebih 6 juta kata. Bagian-bagian dari jilid ke-13 yang tidak lengkap kemudian diterbitkan oleh Barth dan kawan-kawannya. Dogmatika Gereja- wi tidak ada bandingannya dalam hal panjang dan ketelitiannya. Bahkan Ikhtisar Teologi karya Thomas Aquino kelihatan kecil bila dibandingkan karya ini. Paus Pius XII, yang membuat rumusan “yang tidak dapat salah” dari kenaikan Maria ke Surga dalam tulisannya Munificentissimus Deus, menyebut Barth sebagai teolog terbesar setelah Santo Thomas Aquino, suatu penghormatan yang luar biasa. Sungguh menarik, meskipun Barth sangat kritis terhadap Katolisisme-Roma, tulisan- tulisannya mendapat perhatian dan penilaian positif dari banyak sarjana Katolik, seperti Hans Kung. Barth sendiri memberi komentar bahwa uraian yang paling komprehensif, analisis yang paling mendalam, bahkan evaluasi yang paling menarik dari Dogmatika Gerejawi dan karya lainnya sampai sekarang (1958) datang dari kubu Katolik, memang ada beberapa pengecualian misalnya Berkouwer. 24
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

TEOLOGI KRISTEN MODERN DI AFRIKA

TEOLOGI KRISTEN MODERN DI AFRIKA

bahwa orang kafir yang bertobat tidak perlu disunat dan menjadi Yahudi. Mbiti setuju bahwa para pekabar Injil zaman dulu adalah laki-laki dan perempuan yang saleh tulus ikhlas dan mempunyai dedikasi. Tetapi mereka bukan teolog dan mereka hidup pada zaman di mana terdapat anggapan bahwa keunggulan kebudayaan Eropa sudah terbukti dengan sendirinya. Akibatnya ialah bahwa Kekristenan yang dibawa oleh misi Kristen tidak benar-benar bertemu dengan kepercayaan tradisional dan filsafat Afrika. Perkembangan pesat dari Gereja-gereja Mandiri -yang mendapat simpati dari Mbiti, meskipun bukannya tanpa kritik – adalah salah satu hasil dari kegagalan tersebut (Lane, 2005: 267).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

TRINITAS DAN SIFAT TUHAN: Studi Analisis Perbandingan Antara Teologi Kristen dan Teologi Islam

TRINITAS DAN SIFAT TUHAN: Studi Analisis Perbandingan Antara Teologi Kristen dan Teologi Islam

Agama Kristen yang ditemui nabi Muhammad dan kaum muslimin awal dapat dikatakan amat berbeda dengan agama Kristen yang kita kenal sekarang. Sekitar tahun 600an M ada sekelompok khusus umat Kristen yang melembagakan gereja besar yang belakangan terpisah dan kini terpecah menjadi gereja Katolik Roma, gereja ortodoks Timur dan gereja Protstan. Namun ada pula segolong umat Kristen yang telah keluar dari gereja besar tersebut seperti golongan heretik (bid`ah). Yang disebut terakhir ini sering disebut sebagai golongan Monofisit (golongan Yakobit dan Copt) dan golongan Nestorian. Keduanya dianut oleh sebagian besar umat Kristen Mesir, Palestina, Syiria dan Iraq (Watt: 1996,1) serta wilayah lainya yang diperintah kekhalifahan Islam. Namun bukan berarti penyimpangan mereka karena terpengaruh oleh pemikiran Islam, 7 tetapi lebih terpengaruh oleh kecenderungan
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

TEOLOGI KRISTEN TENTANG KERJA VOCATION

TEOLOGI KRISTEN TENTANG KERJA VOCATION

Dua cara hidup yang telah diberikan oleh hukum Kristus kepada Gereja-Nya. Satu adalah mengatasi alam, dan melampaui kehidupan biasa manusia hidup; itu berarti dilarang menikah, mempunyai anak, menyimpan harta benda atau menjadi kaya, melainkan benar-benar terpisah secara total dari kehidupan biasa manusia pada umumnya, menyerahkan diri untuk melayani Allah sendiri dalam kekayaan kasih surgawi!... Oleh karena itu, inilah bentuk sempurna kehidupan Kristen. Dan yang lain, lebih rendah hati, lebih manusiawi, meng- izinkan manusia bersatu dalam perkawinan dan mempunyai anak, bertanggung jawab kepada pemerintah, memberi perintah kepada tentara untuk berperang demi kebenaran; kepentingan sekuler setara dengan kepentingan agama; bagi orang-orang seperti ini waktu retret dan bekerja dipisahkan dari waktu untuk mendengarkan hal-hal yang suci. Mereka termasuk dalam golongan orang-orang saleh tingkat kedua... (Stevens 2008:57).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KRISTENISASI (Tinjauan Teologi Kristen)

KRISTENISASI (Tinjauan Teologi Kristen)

Khususnya dalam gereja Protes- tan, terdapat banyak aliran yang masing- masing melakukan kristenisasi sendiri atau bersama-sama gereja lainnya.. Beberapa gereja tersebut ada yang menjadi anggota PGI (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia) dan ada yang tidak. Beberapa gereja yang menjadi anggota PGI antara lain: Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), Gereja Pro- testan Maluku (GPM), Gereja Protestan di Bali (GKPB),Gereja protestan di Indonesia Bag. Barat (GKBB), Gereja Protestan di Indonesia (GPI), Gereja Protestan Indonesia Gorontalo (GPIG), Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID), Gereja Protestan Indonesia
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

TEOLOGI KRISTEN MODERN DI ASIA

TEOLOGI KRISTEN MODERN DI ASIA

eksegese, teologi biblika, teologi dokmatik (secara tematis atau historis), sejarah gereja, hukum gereja dan sebagainya. Para teolog, di lain pihak, harus melakukan refleksi teologis, yaitu mereka harus merefleksikan pengalaman kontem- porer. Sejauh para mahasiswa teologi pada umumnya dan dalam hal-hal tertentu- juga melakukan refleksi teologis, maka upaya itu merupakan salah satu tugas mahasiswa teologi. Sesungguhnya, dalam hal demikian, itulah tugas yang paling penting. Untuk itu mereka perlu memahami situasi kehidupan masyarakat masa kini melalui pengalaman dan analisis serta pengertian akan sjarah kese- lamatan melalui pemahaman Alkitab. Sekarang ini, para teolog harus mela- kukan baik mempelajari teologi mau- pun melakukan refleksi teologis. Teta- pi kedua hal itu tidaklah persis sama. 8) Mengapa produk teologis Barat tidak esensial dalam rangka melaku- kan refleksi pempribumian teologi Afrika dan Asia? Jawaban segera dan superficial adalah karena para teolog tidak dapat menghasilkan teologi Afrika dan Asia dengan dengan menerapkan produk teologi Barat. Tetapi bukankah produk teologis dalam Alkitab juga sama terkaitnya pada budaya? Memang, dan janganlah dilupakan. Setelah mengatakan hal tersebut, seraya senantiasa membiarkannya tersimpan di belakang benak para teolog, para
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Filsafat Teologi dan Antropologi teologi

Filsafat Teologi dan Antropologi teologi

Mengaplikasikan teologi Kristen dalam kehidupan sehari-hari tidaklah mudah karena teologi itu masih bersifat abstrak dalam pemikiran kita seperti kasih. Matius 22:37b “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Matius 22:39b “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Ini merupakan salah satu teologi Kristen tentang hukum yang terutama, dimana kita diperintahkan untuk mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap apa yang kita miliki. Kita sebagai orang percaya yang sudah lahir baru harus melakukan hukum ini, karena identitas kita sebagai orang Kristen adalah mengasihi, mungkin banyak di agama lain juga mengajarkan tentang kasih, tetapi kasih seperti apa yang mereka ajarkan ? Di dalam Alkitab sangat jelas dikatakan mengasihi Tuhan kita dengan segenap apa yang kita miliki dan kita juga mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PROSPEK TEOLOGI SEBAGAI ILMU1

PROSPEK TEOLOGI SEBAGAI ILMU1

Apa yang menjadi penalaran bahwa teologi biblika bisa dibahas sebagai ilmu? Kita mempunyai suatu keyakinan teologi bahwa teologi Kristen adalah suatu respon terhadap penyataan Ilahi (pewahyuan). Tanpa penyataan dari Allah, tidak akan ada norma bagi suatu kehidupan. Bagi teologi, ada suatu keyakinan dasar bahwa penyataan itu ada dua, yaitu penyataan umum yang di dalam ciptaan dan penyataan khusus yaitu Alkitab dan Yesus Kristus. Seorang teolog mengatakan bahwa di dalam dunia ini ada dua buku, yaitu “buku firman-Nya” dan “buku karya-Nya” oleh Sir Francis Bacon. Bila demikian, maka ada harmoni antara ilmu teologi dan ilmu alam karena keduanya adalah penyataan dari Allah.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

1 INSTRUMEN 2 AGAMA KRISTEN SD kelas II (Edit Psbk)

1 INSTRUMEN 2 AGAMA KRISTEN SD kelas II (Edit Psbk)

Deskripsi Istilah yang digunakan sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia dan / atau adalah istilah teknis yang telah baku digunakan dalam agama/teologi Kristen yang dijelaskan secara [r]

10 Baca lebih lajut

View of REKONSTRUKSI MISI GEREJA DI ABAD 21

View of REKONSTRUKSI MISI GEREJA DI ABAD 21

Syntax Literate, Vol. 1, No. 4 Desember 2016 : 1-13 5 demikian Pelagius menganggap penyaliban Yesus bukanlah dalam rangka untuk menebus dosa manusia sehingga Yesus bukanlah juru selamat melainkan sebatas guru yang perbuatannya patut diteladani. Pemahaman ini ditentang oleg Agustinus, menurutnya manusia sangat berdosa sehingga tidak memiliki daya untuk berbuat apa- apa selain menerima anugrah Allah. Oleh sebab itu kematian Yesus Kristus di salib dan kebangkitanNya adalah pusat teologi Kristen. Selain pertentangannya dengan pendapat Pelagius, Agustinus juga menentang kaum Donatis yang bermukim di Afrika Utara. Menurutnya, kaum Donatis yang mengklaim benar dan kudus lebih berdosa daripada orang-orang berdosa lainnya. Agustinus tidak mengatakan bahwa gereja dan para pemimpinnya bebas dari dosa, melainkan harus disadari bahwa di dalam gereja kita juga akan menemukan orang-orang yang masih berlumuran dosa. Oleh sebab itu semua orang dalam gereja adalah orang berdosa. Agustinus menekankan bahwa kehadiran gereja bukanlah menjadi tempat perlindungan dari dunia melainkan hadir demi perbaikan dunia. Akan tetapi yang kemudian menjadi fatal adalah pandangan Agustinus kemudian menimbulkan paradigma kekudusan melekat pada diri Gereja sehingga barangsiapa yang keberadaannya tidak dalam gereja (Katolik) menjadi tidak selamat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kristologi dalam Paham Pluralisme Agama Suatu Kajian Kristologi Alkitabiah Terhadap Pandangan Kristologi dalam Pluralisme T1 712007702 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kristologi dalam Paham Pluralisme Agama Suatu Kajian Kristologi Alkitabiah Terhadap Pandangan Kristologi dalam Pluralisme T1 712007702 BAB V

Dalam upaya menafsir ulang teologi Kristen, maka hal pertama yang mereka lakukan adalah menolak dan membuang doktrin-doktrin utama yang fundamental demi tujuan mencapai persatuan dan kesatuan agama-agama. Doktrin utama yang ditolak oleh kaum pluralis ialah isu Kristologi yang merupakan salah satu isu yang paling penting dalam teologi Kristen, keseluruhan doktrin sangat bergantung pada pemahan yang benar terhadap kristologi yang Alkitabiah, sebab tidak dapat dipungkiri bahwa tegaknya pemahaman tentang Yesus yang benar akan menopang keseluruhan konsep iman orang Kristen.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

REORIENTASI TEOLOGI ISLAM DALAM KONTEKS

REORIENTASI TEOLOGI ISLAM DALAM KONTEKS

Pendekatan teologi normatif dalam memahami agama secara harfiah dapat diartikan sebagai upaya memahami agama dengan menggunakan ilmu ketuhanan yang bertolak dari suatu keyakinan dalam wujud empirik dari suatu agama yang dianggap sebagai yang paling benar dibandingkan dengan yang lainnya. Amin Abdullah mengatakan, bahwa teologi sebagaimana kita ketahui tidak bisa pasti mengacu kepada agama tertentu. Loyalitas terhadap kelompok sendiri, komitmen dan dedikasi yang tinggi serta penggunakanaan bahasa yang bersifat subjektif, yakni bahasa sebagai pelaku bukan sebagai pengamat adalah merupakan ciri yang melekat pada bentuk pemikiran teologi (Nata, 1998:28). Karena sifat dasarnya yang partikularistik, maka dengan mudah kita dapat menemukan teologi Kristen Katolik, teologi Kristen Protestan dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Teologi Trinitas dan Teologi Penciptaan

Teologi Trinitas dan Teologi Penciptaan

Dari teologi penciptaan dan teori evolusi, tentunya ada sebuah pertanyaan yang belum terjawab yaitu bagaimana kaitannya. Dalam penjelasan di atas, tampak bahwa teologi mengenai penciptaan mau menyampaikan relasi antara Allah dan manusia. Teologi ini tidak menyampaikan mengenai teori ilmiah mengenai bagaimana proses penciptaan terjadi. Kemudian hal itu juga berlaku dengan Kejadian 1-2 yang menyatakan tentang penciptaan. Penjelasan teologis di atas, mau menyampaikan bahwa asal-usul, perkembangan dan akhir hidup manusia didasarkan pada Allah. 12 Selain itu tampak bahwa penciptaan itu bukan hanya
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tanggung Jawab Politik GPIB dalam Perspektif Teologi Politik T2 752012016 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Tanggung Jawab Politik GPIB dalam Perspektif Teologi Politik T2 752012016 BAB V

b. Rumusan Teologi Politik GPIB belum menjawab tantangan jaman, (realitas sosial) karena terpengaruh dengan sejarah masa lalu sebagai gereja negara dan sistem pemerintahan gereja menganut Presbiterial Sinodal yang beraliran Calvinis.

2 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Misi Nommensen dengan HKBP Kini (Suatu Perbandingan Antara Pemahaman dan Praktek Misi Nommensen dengan HKBP Kini)

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Misi Nommensen dengan HKBP Kini (Suatu Perbandingan Antara Pemahaman dan Praktek Misi Nommensen dengan HKBP Kini)

Gereja melaksanakan Pekabaran Injil karena adanya upaya penggenapan Amanat Agung yang diperintahkan Tuhan Yesus kepada nurid-muridNya. Pekabaran Injil yang dilakukan oleh gereja merupakan penggenapan Misi untuk menghadirkan Kerajaan Allah. Gereja melaksanakan Pekabaran Injil atas perintah Allah Tritunggal. Seperti Allah Bapa mengutus Putra dan Allah Putra mengutus Roh Kudus, ketiga-Nya mengutus gereja ke tengah-tengah dunia. Penginjilan merupakan tugas-panggilan utama semua orang Kristen, yang tidak dapat ditawar, diubah ataupun ditunda. Tujuan penginjilan bukanlah sekedar suatu upaya untuk melakukan ‘penanaman gereja’ secara fisik ataupun hanya untuk pertambahan jumlah orang kristen. Sebaliknya, penginjilan bertujuan agar melalui iman kepada Tuhan Yesus seseorang dapat mengalami perubahan dan pembaharuan orientasi hidup (transformasi) untuk secara konsisten hidup dalam nilai-nilai iman Kristen (Roma 12:2).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

View of Teologi Islam: dari Teologi Klasik hingga Teologi Kontemporer

View of Teologi Islam: dari Teologi Klasik hingga Teologi Kontemporer

Sungguh dunia modern memiliki implikasi-implikasi tertentu bagi kaum Muslim. Permasalahan yang muncul dalam dunia modern baik pada awal abad 20 atau abad 21 seperti sekarang tidak dapat ditemukan sama sekali atau bukanlah suatu hal mainstream di masa-masa awal Islam atau bahkan pada masa abad pertengahan di mana Islam merajai laju pengetahuan. Dewasa ini, kajian teologi hanya berkutat pada masalah ketuhanan (teosentris) dan tidak mengaitkan diskursusnya dengan persoalan kemanusiaan universal (antroposentris), maka lambat laun ia akan menjadi out of date. Sebab, teologi atau pemikiran kalam yang bercorak demikian dapat dipastikan akan kehilangan relevansi sosial dengan tantangan-tantangan aktual masa kini: isu-isu kemanusiaan universal, pluralisme keagamaan, kemiskinan struktural, kerusakan lingkungan, dan sebagainya. 8
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

T1 712008035 Daftar Pustaka

T1 712008035 Daftar Pustaka

Setyawan, Yusak B., Hand-outs Eklesiologi, Salatiga: Fakultas Teologi, Universitas Kristen Satya Wacana, 2011 Simanjuntak, Julianto, Perlengkapan Seorang Konselor: Catatan Kuliah dan Re[r]

2 Baca lebih lajut

PROS Retnowati, Wiranto HU Transformasi Model Social abstract

PROS Retnowati, Wiranto HU Transformasi Model Social abstract

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatNya sehingga Konser Karya Ilmiah Nasional (KKIN) 2016 Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB)-Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dapat terselenggara. KKIN 2016 adalah kegiatan Seminar berskala Nasional, dalam bentuk pemaparan hasil penelitian para peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi yang secara langsung ditelaah, didiskusikan, serta dinilai oleh para reviewer. Melalui KKIN 2016 diharapkan terjadi komunikasi interaktif dan intensif para ilmuwan, praktisi, dan masyarakat yang pada akhirnya akan bermuara pada publikasi dan desiminasi hasil kajian ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh para akademisi maupun masyarakat luas. Tema yang diangkat KKIN 2016 ini adalah “Komunikasi Hasil-hasil Riset, Pengabdian Masyarakat, dan Produk-Produk Unggulan yang Berdaya Saing”.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

filsafat teologi dan antropologi teologi

filsafat teologi dan antropologi teologi

Penulis perlu disiplin, jika kamu tidak disiplin maka kamu bukan murid2 Yesus, mengikut teladan dan menjadi teladan. Yesus mengajak mereka untuk riset bukan hanya sekedar berbicara. Tidak hanya berteologi dari awan2 tetapi juga riset, teologi tidak hanya ngomong tetapi juga riset dan menghasilkan karya.

10 Baca lebih lajut

Teologi Lokal versus Teologi Feminis Seb

Teologi Lokal versus Teologi Feminis Seb

menyatakan, bahwa "Dalam penggambaran tentang wanita, kakawin menunjukkan pandangan dan peran patriarkal yang secara eksklusif berkenaan dengan kepuasan fisikalitas dan seksualitas perempuan. Wanita terlihat pasif dan rapuh, patuh dan penurut. Dengan memingit wanita, kontrol laki-laki terhadap wanita terjamin. ... Pada saat yang sama representasi kakawin mengagumi dan menekan wanita, memarjinalisasikan bahkan pada saat mereka sepakat menghormatinya." (Creese, 2012:270-271). Dalam Kakawin, perempuan hampir selalu ditempatkan sebagai objekt sastra. Dia ditempatkan sebagai objek yang ditekan di satu sisi, tapi dia juga sekaligus sebagai objek yang dipuja, dalam arti sebagai objek erotis kaum laki-laki, yang dipuja kecantikannya, yang dihormati sebagai ibu yang melahirkan anak- anaknya, sebagai bunga yang harus diproteksi sehingga menjadi over-protected. Yang pasti tetap menjadi objek. Ini merupakan konteks kita di Indonesia. Pola pandang seperti para penulis kakawin ini toh masih tetap dipunyai oleh pola pandang masyarakat masa kini. Dengan membangun teologi yang berdasarkan konteksnya (teologia in loco), maka hal ini akan berbenturan dengan pembangunan teologi feminis, yang menghargai perempuan. Untuk itulah benar yang dikatakan Rocky Gerung dalam makalahnya yang berjudul "Feminisme versus Kearifan Lokal?" yang diterbitkan pada Jurnal Perempuan 57 tahun 2008. Seringkali banyak teolog berkata, bahwa kita harus memelihara warisan budaya kita, harus memelihara kearifan lokal. Hal ini tentu sangat baik dan memang harus kita lakukan. Tetapi terhadap masalah feminisme ini, kita akan berbenturan. Untuk itu tidak jarang di dalam membangun teologi feminisme, maka orang akan membuat sebuah
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Show all 8579 documents...