Theobroma cacao L

Top PDF Theobroma cacao L:

PENGARUH 2,4-D (2,4-Diklorofenoksiasetat) DAN BAP (6 – Benzil amino purine) TERHADAP KEBERHASILAN EMBRIOGENESIS SOMATIK BUNGA KAKAO (Theobroma cacao, L.) - repository perpustakaan

PENGARUH 2,4-D (2,4-Diklorofenoksiasetat) DAN BAP (6 – Benzil amino purine) TERHADAP KEBERHASILAN EMBRIOGENESIS SOMATIK BUNGA KAKAO (Theobroma cacao, L.) - repository perpustakaan

Maximova, S.N., L. Alemanno, A. Young, N. Ferriere, A. Traore & M.J. Guiltinan. 2002. Efficiency, genotypic variability and celluler origin of primary and secondary somatic embyogenesis of Theobroma cacao L. In Vitro Cell Development Biology Plant. 38: 252-259

7 Baca lebih lajut

SIFAT FISIKA DAN KIMIA EKSTRAK PEKTIN DARI KULIT BUAH COKLAT (theobroma cacao L) PADA BEBERAPA TINGKAT PERBEDAAN SUHU DAN pH SELAMA PROSES EKSTRAKSI.

SIFAT FISIKA DAN KIMIA EKSTRAK PEKTIN DARI KULIT BUAH COKLAT (theobroma cacao L) PADA BEBERAPA TINGKAT PERBEDAAN SUHU DAN pH SELAMA PROSES EKSTRAKSI.

01009 SIFAT FISIKA DAN KIMIA EKSTRAK PEKTIN DARI KULIT BUAH COKLAT theobroma cacao L PADA BEBERAPA TINGKAT PERBEDAAN SUHU DAN pH SELAMA PROSES EKSTRAKSI Novizar, Yulidia Marwan Nomor K[r]

1 Baca lebih lajut

DAYA ADHESI Streptococcus mutans PADA NETROFIL YANG DIINKUBASI EKSTRAK POLIFENOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao L)

DAYA ADHESI Streptococcus mutans PADA NETROFIL YANG DIINKUBASI EKSTRAK POLIFENOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao L)

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang berjudul “ Daya Adhesi Streptococcus Mutans Pada Netrofil Yang Diinkubasi Ekstrak Polifenol Biji Kakao (Theobroma cacao L) ” adalah benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan diinstitusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN 6-benzylamino purine (BAP) DAN VITAMIN UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN INDUKSI EMBRIO SOMATIK KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO - repository perpustakaan

PENGARUH PENAMBAHAN 6-benzylamino purine (BAP) DAN VITAMIN UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN INDUKSI EMBRIO SOMATIK KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO - repository perpustakaan

Li, Z., Traore, A., Maximova, S & Guiltinan, M. J. (1998). Somatic embryogenesis and plant regeneration from floral explant of cacao (Theobroma cacao L.) using thidiazuron. In Vitro Celluler Development Biology Plant, 34, 293-299.

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L) 3% dalam Bentuk Obat Kumur terhadap Akumulasi Plak pada Mahasiswa FKG USU Angkatan 2011

Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L) 3% dalam Bentuk Obat Kumur terhadap Akumulasi Plak pada Mahasiswa FKG USU Angkatan 2011

Obat kumur bahan kimia yang digunakan untuk mengobati penyakit periodontal mengandung alkohol yang memiliki efek samping serostomia dan perubahan warna gigi yang permanen jika pemakaian pada jangka panjang, sehingga lebih dianjurkan menggunakan obat herbal. Indonesia kaya akan sumber bahan obat tradisional (herbal) salah satunya adalah kakao (Theobroma cacao L) yang berpotensi sebagai antioksidan dan antimikroba alami. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao L) konsentrasi 3% dalam bentuk obat kumur terhadap akumulasi plak. Penelitian ini adalah penelitian pre-posttest control group design dengan rancangan penelitian double blind study. Sebanyak 40 orang mahasiswa FKG USU angkatan 2011 dipilih
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

SIFAT FISIKA DAN KIMIA EKSTRAK PEKTIN DARI KULIT BUAH COKLAT (theobroma cacao L) PADA BEBERAPA TINGKAT PERBEDAAN SUHU DAN pH SELAMA PROSES EKSTRAKSI.

SIFAT FISIKA DAN KIMIA EKSTRAK PEKTIN DARI KULIT BUAH COKLAT (theobroma cacao L) PADA BEBERAPA TINGKAT PERBEDAAN SUHU DAN pH SELAMA PROSES EKSTRAKSI.

SIFAT FISIKA DAN KIMIA EKSTRAK PEKTIN DARI KULIT BUAH COKLAT theobroma cacao L PADA BEBERAPA TINGKAT PERBEDAAN SUHU DAN pH SELAMA PROSES EKSTRAKSI Novizar, Yulidia Marwan Nomor Kontrak [r]

1 Baca lebih lajut

EFEK SENYAWA POLIFENOL EKSTRAK BIJI KAKAO (Theobroma cacao L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Lactobacillus acidophilus

EFEK SENYAWA POLIFENOL EKSTRAK BIJI KAKAO (Theobroma cacao L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Lactobacillus acidophilus

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “ Efek Senyawa Polifenol Ekstrak Biji Kakao (Theobroma cacao L) terhadap Pertumbuhan Bakteri Lactobacillus acidophilus ” adalah benar – benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi manapun, dan bukan hasil karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

17 Baca lebih lajut

KARAKTER FISIOLOGIS DAN AGRONOMIS BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) YANG

KARAKTER FISIOLOGIS DAN AGRONOMIS BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) YANG

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kakao terbesar di dunia. Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) adalah tanaman komersial yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia selain tanaman karet, kelapa sawit, dan kopi. Berdasarkan data Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (2008), kebutuhan bibit kakao pada tahun 2008 sebanyak 75 juta per tahun, baik kebutuhan untuk revitalisasi maupun untuk program diluar revitalisasi. Bahan tanam yang dapat disediakan hanya sekitar 36 – 50 juta (48 – 67%) per tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan bibit kakao perlu ditingkatkan. Penyediaan bibit kakao harus memperhatikan kualitas dari bibit yang dihasilkan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

EVALUASI KRITERIA KESESUAIAN LAHAN KOMODITI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DI DESA LUTUENG KECAMATAN MANE KABUPATEN PIDIE

EVALUASI KRITERIA KESESUAIAN LAHAN KOMODITI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DI DESA LUTUENG KECAMATAN MANE KABUPATEN PIDIE

DI DESA LUTUENG KECAMATAN MANE KABUPATEN PIDIE ABSTRACT RINGKASAN Hermawan Kurnia 0905101060002 – Evaluasi Kriteria Kesesuaian Lahan Komoditi Kakao Theobroma cacao L.. di Desa Lutue[r]

1 Baca lebih lajut

ANALISIS EFEK EKSTRAK POLIFENOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao L) TERHADAP UKURAN DAN MORFOLOGI Streptococcus mutans MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM)

ANALISIS EFEK EKSTRAK POLIFENOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao L) TERHADAP UKURAN DAN MORFOLOGI Streptococcus mutans MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM)

Analisis Efek Ekstrak Polifenol Biji Kakao (Theobroma cacao L) Terhadap Ukuran Dan Morfologi Streptococcus mutans Menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM); Nisdian Apriningtyaswati; 091610101051; 2013; 54 halaman; Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.

18 Baca lebih lajut

Formulasi sediaan lipstik ekstrak etanol biji coklat (Theobroma Cacao L.) dalam bentuk creamy - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formulasi sediaan lipstik ekstrak etanol biji coklat (Theobroma Cacao L.) dalam bentuk creamy - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pewarna bibir (lipstik) merupakan salah satu bentuk kosmetik riasan (dekoratif). Penggunaan zat warna pada lipstik memiliki peranan yang penting. Pewarna lipstik dapat dibedakan menjadi pewarna sintetik dan alami. Pewarna sintetik yang digunakan di pasaran bukan untuk kosmetik, misalnya saja rhodamin B yang menyebabkan iritasi pada bibir dan jika digunakan terus menerus akan menyebabkan kanker hati karena rhodamin B bersifat karsinogenik. Biji coklat (Theobroma cacao L.) dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam sediaan lipstik. Biji coklat (Theobroma cacao L.) termasuk dalam famili Sterculiaceae. Antosianin merupakan pigmen pewarna alami yang terdapat pada biji coklat (Theobroma cacao L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol biji coklat dapat digunakan sebagai pewarna dan bagaimana pengaruh penggunaan konsentrasi ekstrak etanol biji coklat pada sediaan lipstik creamy terhadap sifat mutu fisik, efektivitas, efikasi dan aseptabilitas sediaan. Penelitian ini menggunakan 3 konsentrasi ekstrak etanol biji coklat yaitu 12,14 dan 16%. Ekstrak biji coklat didapatkan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan asam sitrat 2%. Sediaan lipstick creamy yang dihasilkan akan di uji mutu fisik sediaan ini meliputi organoleptis, homogenitas, uji stabilitas pH dan viskositas. Uji efektivitas meliputi uji daya oles, uji daya sebar dan uji daya lekat . Uji keamanan digunakan uji iritasi dan uji aseptabilitas menggunakan hedonik tes. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji coklat dijadikan sebagai pewarna alternatif yang baik dan dapat diformulasikan sebagai sediaan lipstik bahan alam sesuai dengan parameter uji organoleptis, uji daya oles dan uji hedonik.. Hasil evaluasi menunjukkan sediaan lipstik memenuhi uji sifat mutu fisik, uji keamanan, uji aseptabilitas dan uji efektivitas sediaan. Penggunaan konsentrasi yang berbeda mempengaruhi hasil pengamatan evaluasi uji viskositas dan daya sebar. Dapat disimpulkan bahwa formula II dengan konsentrasi 14% merupakan formula yang paling baik di antara ke tiga formula sediaan lipstik creamy.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

OPTIMASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN LEMAK KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN BASIS VANISHING CREAM

OPTIMASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN LEMAK KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN BASIS VANISHING CREAM

Berdasarkan uraian diatas, akan dilakukan penelitian sediaan tentang vanishing cream atau krim tipe m/a dengan berbagai kadar (10%, 15%, 20%). Digunakan sediaan krim karena dari penelitian sebelumnya yaitu ekstrak biji kakao menggunkaan sediaan krim yaitu basis vanishing cream, selain itu sediaan vanishing cream bersifat mudah dicuci dan tidak lengket. Pada penelitian ini akan dilakukan evaluasi karakteristik fisika, kimia, aseptabilitas dan efektivitas daya antioksidan sediaan krim lemak kakao (Theobroma cacao L.). Dilakukan uji daya antioksidan karena pada penelitian sebelumnya belum dilakukan pengujian antioksidan pada krim ekstrak biji kakao. Untuk pengujian efektivitas antioksidan dalam lemak kakao (Theobroma cacao L) secara in vitro dilakukan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis yang diamati pada panjang gelombang 400-700.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Aplikasi Kompos Kulit Kakao Sebagai Media Tanam dan Efisiensi Pupuk Anorganik Pada Pembibitan Tanaman Kakao (Theobroma cacao .L)

Aplikasi Kompos Kulit Kakao Sebagai Media Tanam dan Efisiensi Pupuk Anorganik Pada Pembibitan Tanaman Kakao (Theobroma cacao .L)

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang berjudul ” Aplikasi Kompos Kulit Kakao Sebagai Media Tanam dan Efisiensi Pupuk Anorganik Pada Pembibitan Tanaman Kakao (Theobroma cacao .L)” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika disebutkan sumbernya dan belum pernah diajukan pada institusi mana pun serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

INDUKSI SOMATIK EMBRIOGENESIS PRIMER KAKAO (Theobroma cacao L.) MELALUI EKSPLAN

INDUKSI SOMATIK EMBRIOGENESIS PRIMER KAKAO (Theobroma cacao L.) MELALUI EKSPLAN

The need of quality cocoa seeds progressively increases. The needs of Cocoa seedlings is higher and higher. There are several techniques of cocoa propagation that can be applied but still have not been able to meet the needs of cocoa seeds constrained by a long time, so that it is necessary to implement effective propagation, one of which is by somatic embryogenesis. However, this technique needs appropriate methods such as the selection of explants and growth regulating substances because not all explants are capable of forming somatic embryogenesis. The research was conducted to induce primary somatic embryogenesis of cocoa (Theobroma cacao L.) through petals and staminodes explants by using 2.4-D and BAP. The experiment was conducted at Laboratory of Tissue Culture, Faculty of Agriculture, University of Jember. The research was designed using completely randomized design (CRD), which consisted of two factors: factors concentration combination of growth regulating substances and types of explant. The results showed that treatment of 3 ppm 2.4-D + 1.5 ppm BAP using staminodes produced callus formation percentage of 54.94%, callus fresh weight of 1.09 g with white, crumb structure. Meanwhile, the parameter of the fastest time of callus formation was found in the treatment of 1 ppm 2.4-D + 0.5 ppm BAP, that is, 7.2 days. Staminodes explants were the most responsive to produce callus percentage of 50.34%.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA BEBERAPA JENIS MEDIA INVIGORASI VIABILITY AND VIGOR COCOA SEEDS (Theobroma cacao L.) IN SOME DIFFERENT INVIGORATION MEDIA

VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA BEBERAPA JENIS MEDIA INVIGORASI VIABILITY AND VIGOR COCOA SEEDS (Theobroma cacao L.) IN SOME DIFFERENT INVIGORATION MEDIA

Produktivitas kakao (Theobroma cacao L.) mulai menurun setelah tanaman berumur 25 tahun. Oleh karena itu, kebutuhan benih kakao sangat diperlukan untuk rehabilitasi dan penanaman kembali. Namun, kebun induk benih kakao masih sangat terbatas, hanya disediakan oleh perkebunan besar dan terletak berjauhan dengan perkebunan rakyat sehingga memerlukan waktu relatif lama selama pengiriman yang dapat menurunkan mutu fisiologis benih. Di samping itu, benih kakao bersifat rekalsitran, yaitu benih yang memiliki daya simpan rendah, cepat kehilangan viabilitas pada berbagai kondisi penyimpanan, tidak memiliki masa dorman dan berkadar air tinggi. Solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kembali mutu benih yang telah mengalami kemunduran selama pengiriman ialah perlakuan invigorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media invigorasi terbaik terhadap peningkatan viabilitas dan vigor benih kakao. Penelitian dilaksanakan di Ruang Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya pada Bulan Maret- Mei 2015. 6 jenis perlakuan media invigorasi (kontrol, matriconditioning dengan arang sekam, matriconditioning dengan cocopeat, matriconditioning dengan batu bata, osmoconditioning dengan air kelapa muda, dan osmoconditioning dengan larutan KNO 3 ) diuji menggunakan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Viabilitas Benih dan Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L) pada Beberapa Tingkat Kelembaban dan Media Simpan - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Viabilitas Benih dan Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L) pada Beberapa Tingkat Kelembaban dan Media Simpan - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Benih kakao termasuk benih rekalsitran dengan masa hidup singkat dan tidak mudah untuk disimpan sebab kadar airnya tinggi, menyebabkan benih mudah terkontaminasi mikroba dan lebih cepat mengalami kemunduran. Media penyimpanan benih yang digunakan hendaknya dapat mempertahankan kelembaban disekitar benih. Salah satu peran media penyimpanan benih yakni mampu memelihara keseimbangan kelembaban bagi kebutuhan benih yang disimpan. Kadar air benih dalam penyimpanan masih dapat dipertahankan sampai batas tertentu dengan menggunakan media simpan arang sekam dan serbuk gergaji. Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus atas berkat dan kurniaNya penulis dapat melaksanakan penelitian dan menyelesaikan skripsi dengan judul “ Viabilitas Benih dan Pertumbuhan Bibit Kakao ( Theobroma cacao L) pada Beberapa Tingkat Kelembaban dan Media Simpan” yang merupakan syarat penyelesaian studi sebagai Sarjana Pertanian. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penelitian dan penyusunan skripsi :
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN 6-furfurylamino purine (KINETIN) DAN Kalium sulfat (K2SO4) UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN INDUKSI EMBRYO SOMATIK KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO - repository perpustakaan

PENGARUH PENAMBAHAN 6-furfurylamino purine (KINETIN) DAN Kalium sulfat (K2SO4) UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN INDUKSI EMBRYO SOMATIK KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO - repository perpustakaan

Li, Z., Traore, A., Maximova, S., & Guiltinan, M. J. (1998). Somatic embryogenesis and plant regeneration from floral explant of cacao (Theobroma cacao L.) using thidiazuron. In Vitro Celluler Development Biology Plant, 34, 293-299.

6 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI DAN UJI STABILITAS ZAT WARNA ALAMI KULIT KAKAO (Theobroma cacao L.) DARI VARIETAS CRIOLLO DAN TRINITARIO PADA LARUTAN BUFFER YANG BERBEDA

IDENTIFIKASI DAN UJI STABILITAS ZAT WARNA ALAMI KULIT KAKAO (Theobroma cacao L.) DARI VARIETAS CRIOLLO DAN TRINITARIO PADA LARUTAN BUFFER YANG BERBEDA

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zat warna yang ada pada masing-masing varietas kulit kakao (Theobroma cacao L). Sekaligus untuk mengetahui stabilitas zat warna alami pada masing-masing varietas kulit kakao (Theobroma cacao L) pada larutan buffer yang berbeda.

1 Baca lebih lajut

Ekstraksi Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.)

Ekstraksi Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.)

Kulit buah Kakao (Theobroma cacao L.) yang digunakan adalah kulit dari buah yang telah matang dan berwarna kuning. Sampel diperoleh dari Jalan Sidrap Dalam, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Sampel yang digunakan berupa sampel kering, pengeringan dilakukan dengan cara menghindari kontak langsung dengan sinar matahari.

5 Baca lebih lajut

Efek Imunomodulasi Ekstrak Etanol Biji Kakao (Theobroma cacao L) terhadap Aktivitas dan Kapasitas Fagositosis Sel Makrofag Peritoneum Mencit yang Diinfeksi Bakteri Staphylococcus epidermidis

Efek Imunomodulasi Ekstrak Etanol Biji Kakao (Theobroma cacao L) terhadap Aktivitas dan Kapasitas Fagositosis Sel Makrofag Peritoneum Mencit yang Diinfeksi Bakteri Staphylococcus epidermidis

Cocoa beans (Theobroma cacao L) has been reported to stimulate immune response. Twenty Swiss Webster mice were divided into 5 equal groups. The first control group (negative control), received aquadest. The second control group (positive control), was given meniran extract (Phyllanthus niruri). The case group: group III received 0,23 mg/gr BW ethanolic extract of cocoa beans, group IV received 0,46 mg/gr BW, and group V received 0,92 mg/grBW. These were injected orally on day 1 until 7. On day 8, Staphylococcus epidermidis (SE) were injected intraperitoneally. The macrophages activities were counted on slide smears of mice peritoneal fluid by calculating the percentage of phagocytes which perform phagocytosis of 100 phagocytic cells. Phagocytic capacity was determined by the number of SE that phagocytosis by 50 phagocytic active cells. According to enhancement of dose, either the macrophages activities and capacities were found. The highest activity and capacity was achieved by the highest dose of ethanolic extract of cocoa beans (85±8,23% and 511±8,93). It can be concluded that ethanolic extract of cocoa beans increased phagocytosis activities and capacities of macrophages.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...