Top PDF ANALISA BIAYA PENGOLAHAN SAMPAH DI KOTA JEMBER

ANALISA BIAYA PENGOLAHAN SAMPAH DI KOTA JEMBER

ANALISA BIAYA PENGOLAHAN SAMPAH DI KOTA JEMBER

Keywords: Pengolahan Sampah Jumlah penduduk Kota Jember yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya yang merupakan salah satu faktor Selain juga dipengaruhi oleh jumlah industri, pasar, rumah sakit, sekolah, kantor dan lain-lain, karena membawa dampak pada kenaikan sampah, oleh karena itu sampah yang ada harus dihancurkan agar tidak mengganggu lingkungan.

2 Baca lebih lajut

ANALISA MANFAAT BIAYA PROYEK PEMBAHARUAN UNIT PENGOLAHAN SAMPAH KOTA GRESIK DENGAN TEKNOLOGI HYDROTHERMAL

ANALISA MANFAAT BIAYA PROYEK PEMBAHARUAN UNIT PENGOLAHAN SAMPAH KOTA GRESIK DENGAN TEKNOLOGI HYDROTHERMAL

Proyek pembaharuan unit pengolahan sampah kota Gresik perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pengolahan sampah kota menjadi bahan bakar alternatif pengganti semen, Refused Derived Fuels (RDF). Beberapa permasalahan yang ditemukan dalam sistem pengolahan sampah saat ini, diantaranya produksi RDF hanya mencapai 1% dari target, kadar air melebihi standar, dan kalori yang kurang dari standar. Terdapat alternatif pembaharuan yakni dengan teknologi hydrothermal. Dalam penelitian ini dilakukan analisa manfaat dan biaya yang timbul akibat adanya proyek pembaharuan tersebut, sehingga dapat diketahui kelayakan investasinya. Metode yang digunakan adalah metode perbandingan manfaat dan biaya, Benefit Cost Ratio (BCR). Metode ini digunakan untuk menaksir kemanfaatan proyek, dan membandingkan dengan biaya yang timbul selama masa investasi proyek., yaitu selama 20 tahun umur mesin pengolah sampah hydrothermal dan tingkat suku bunga 12%. Dari hasil analisa diperoleh nilai manfaat total senilai Rp. 4. 968.800.000 per tahun. Sedangkan biaya yang muncul adalah biaya investasi awal senilai Rp. 13.245.898.932 dan biaya operasional & maintenance senilai Rp. 3.068.117.397. Nilai BCR yang dihasilkan dari perbandingan manfaat dengan biaya adalah 1,07. Nilai BCR yang lebih dari 1 menunjukkan proyek dapat dilaksanakan dan layak. Analisa sensitivitas menunjukkan nilai tersebut masih layak hingga tingkat suku bunga kurang dari 14%.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN NILAI MANFAAT DAN BIAYA DARI PENGOLAHAN SAMPAH DI TPA TLEKUNG KOTA BATU

PERBANDINGAN NILAI MANFAAT DAN BIAYA DARI PENGOLAHAN SAMPAH DI TPA TLEKUNG KOTA BATU

Dengan adanya pemulung dan pegawai TPA yang lebih tepatnya keterlibatannya dalam mereduksi sampah yang dapat di daur ulang kembali, sehingga terdapat manfaat yang diper[r]

8 Baca lebih lajut

ANALISA BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN PENGANGKUT SAMPAH KOTA MALANG (Studi Kasus : Pengangkutan Sampah dari TPS Kec. Blimbing ke TPA Supiturang, Malang)

ANALISA BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN PENGANGKUT SAMPAH KOTA MALANG (Studi Kasus : Pengangkutan Sampah dari TPS Kec. Blimbing ke TPA Supiturang, Malang)

Dibuat: 2009-11-06 , dengan 7 file(s). Keywords: Biaya Operasional Kendaraan abstraksi Sampah merupakan suatu masalah di kota-kota besar tak terkecuali Kota Malang. Permasalahan yang sering terjadi adalah perpindahan sampah dari TPS ke TPA atau dengan kata lain dalam sistem pengangkutannya. Kota Malang terbagi menjadi 5 Kecamatan dan untuk Kecamatan Blimbing sendiri terbagi lagi menjadi 11 Kelurahan. Dari beberapa kelurahan tersebut tersebar 18 TPS yang berarti mempunyai 18 rute pengangkutan sampah untuk tiap harinya.

2 Baca lebih lajut

ANALISA BIAYA OPERASIONAL PENGANGKUTAN SAMPAH KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG (Studi Kasus : Pengangkutan Sampah dari TPS Kecamatan Sukun ke TPA Supit Urang, Kota Malang)

ANALISA BIAYA OPERASIONAL PENGANGKUTAN SAMPAH KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG (Studi Kasus : Pengangkutan Sampah dari TPS Kecamatan Sukun ke TPA Supit Urang, Kota Malang)

Dibuat: 2009-06-23 , dengan 7 file(s). Keywords: Biaya Operasional, Jumlah Armada ABSTRAK Dalam pengangkutan sampah di kota besar seperti kota Malang diharapkan mempunyai suatu sistem pengangkutan sampah yang baik agar tidak terjadi penumpukan sampah di tempat timbunan maupun di TPS. Kelancaran pengangkutan sampah di kota Malang khususnya

1 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN PRIMER LIMBAH TEKSTIL DENGAN ELEKTROKOAGULASI DAN ANALISA BIAYA OPERASI

PENGOLAHAN PRIMER LIMBAH TEKSTIL DENGAN ELEKTROKOAGULASI DAN ANALISA BIAYA OPERASI

Limbah industri tekstil di area pinggir kota Surabaya mempunyai karakteristik dengan perbandingan COD dan BOD = 5.57. Limbah jenis ini sulit untuk dibiodegradasi. Studi ini mempelajari teknologi elektrokoagulasi untuk mengolah limbah tekstil dengan menghilangkan warna, Total Suspended Solid (TSS) dan Chemical Oxygen Demand (COD). Percobaan Batch pada suhu kamar dilakukan untuk mempelajari pengaruh pH, jarak elektroda pada penghilangan warna,TSS dan COD dan membandingkan biaya operasinya jika menggunakan pengolahan kimia. Effisiensi penghilangan tertinggi untuk warna (91,96%), TSS (49,17%), dan COD (29,67%) terjadi pada pH awal 4.0 dan jarak elektroda 2 cm dengan elektroda Al/Al. Waktu optimum penghilangan warna adalah 10 menit.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISA BIAYA DAN PENDAPATAN INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU DI KABUPATEN KUBU RAYA

ANALISA BIAYA DAN PENDAPATAN INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU DI KABUPATEN KUBU RAYA

olahan dalam bentuk barang-barang seperti meja, kursi, lemari, kusen danl ain-lain. Usaha industri mebel dengan bahan baku utama kayu merupakan usaha tradisional yang telah berkembang sejak lama dan sebagian dilakukan secara turun temurun dalam melayani kebutuhan masyarakat kota Pontianak dan sekitarnya, serta sebagai wadah peningkatan kesejahteraan rakyat.

6 Baca lebih lajut

BIAYA PENGANGKUTAN SAMPAH DENGAN DUMPTRUK (STUDI KASUS KOTA MALANG)

BIAYA PENGANGKUTAN SAMPAH DENGAN DUMPTRUK (STUDI KASUS KOTA MALANG)

Hasil penelitian sebelumnya pada tahun 2010 menyebutkan bahwa di Kecamatan Klojen mampu melayani pengangkutan sampah sebesar 47,18%, Kecamatan Sukun 45,38%, Kecamatan Kedungkandang 34,8%, dan Kecamatan Blimbing 46,04% (Burhamtoro,2012). Pelayanan pengangkutan sampah Kota Malang masih jauh dari yang disyaratkan sesuai peraturan menteri pekerjaan umum nomor 21/PRT/M/2006 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan sistem pengelolaan sampah (KNSP-SPP), tingkat pelayanan sampah diharapkan mencapai 70% Biaya pengolahan sampah terdiri dari dua jenis: biaya langsung dan tidak langsung. Biaya langsung meliputi semua pengeluaran langsung yang dikeluarkan dalam pengelolaan sampah di suatu daerah. Ini juga mencakup sumber daya yang digunakan dalam pengembangan, administrasi dan operasi hak pengelolaan limbah dari penyimpanan untuk pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan. Sebaliknya, biaya tidak langsung mengacu pada eksternal jumlah biaya yang dikeluarkan menurut sistem pengelolaan limbah yang ada. Biaya ini meliputi kerusakan lingkungan biaya penyimpanan bahaya, dan praktek pengumpulan pembuangan (Sakawi,2011). Menurut Apaydin (2007), dalam system pengelolaan sampah, biaya pengangkutan sampah mencapai 85% dari total pengeluaran pengelolaan sampah. Berdasarkan besarnya persentase tersebut maka diperlukan efisiensi pengangkutan, agar biaya pengangkutan dapat optimal. Pada umumnya perhitungan biaya pengangkutan berdasarkan berat barang yang diangkut, namun tidak mempertimbangkan pada kondisi lalu lintas yang dilaluinya. Sehingga diperlukan perhitungan biaya pengangkutan berdasarkan kondisilalu lintas yang ada.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Tanjung Pinggir Kota Pematangsiantar

Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Tanjung Pinggir Kota Pematangsiantar

3. Analisa Kebutuhan 3.1 Kepastian KPBU memiliki dasar pemikiran teknis dan ekonomi Pemikiran teknis dan ekonomi KPBU Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Tanjung Pinggir Kota Pematangsiantar didasarkan pada jumlah volume sampah yang melebihi kapasitas daya tampung sehingga terjadi penumpukan sampah yang mengakibatkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan dan estetika serta bagaimana pengolahan dan pemrosesan akhir sampah untuk mengatasi penumpukan sampah yang ada juga menghasilkan nilai tambah bagi daerah.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Evaluasi Ekonomi dan Sosial Unit Pengolahan Sampah (UPS) Kota Depok

Evaluasi Ekonomi dan Sosial Unit Pengolahan Sampah (UPS) Kota Depok

Bartone et al. (1990) menyatakan MSWM sebagian besar berupa pelayanan yang mensyaratkan adanya peralatan dan fasilitas khusus dan umumnya menghabiskan antara 20-50 persen anggaran dana operasional pemerintah. Pembiayaan MSWM dapat diperoleh dari penerimaan pemerintah seperti pajak lokal dan retribusi bagi pengguna jasa. Untuk memulihkan biaya (cost recovery), perancang suatu proyek MSWM harus memperhitungkan pelayanan persampahan sebagai suatu private good dan juga public good. Perhitungan tersebut dilakukan karena MSWM menyediakan pelayanan terhadap kebutuhan rumah tangga ataupun pengusaha (privat) serta memberikan dampak positif terhadap sektor kesehatan publik dan lingkungan hidup lokal. Oleh karenanya, dalam menentukan cara memulihkan biaya MSWM, perancang proyek harus merencanakan sebagian porsi pemulihan biaya dari manfaat dari sektor swasta/privat sedangkan untuk manfaat sosial/publik dapat dibayar oleh pemerintah.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

ANALISA EFEKTIFITAS BIAYA PEMASARAN BERDASARKAN DAERAH PEMASARAN PADA UD. RAHMAT JAYA DI JEMBER

ANALISA EFEKTIFITAS BIAYA PEMASARAN BERDASARKAN DAERAH PEMASARAN PADA UD. RAHMAT JAYA DI JEMBER

BAB 3. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Singkat Berdirinya Perusahaan Perusahaan UD. Rahmat Jaya adalah perusahaan yang bergerak di dalam industri pembuatan batu piring, pertama kali didirikan oleh Bapak H. Rasiyo, SE pada tahun 2002. pada awalnya, Bapak H. Rasiyo, SE merintis usaha pada tahun 1998 tepatnya pada bulan Mei dengan mendirikan usaha perorangan yaitu usaha jual beli batu alam termasuk batu pring dengan menyewa gedung sebagai tempat pengolahan bahan baku tepatnya didaerah Kotok Kalisat-Jember. Dalam perkembangannya terlihat bahwa usaha batu piring yang mempunyai potensi untuk meningkatkan usahanya ketimbang batu yang lainnya, sehingga perusahaan lebih memfokuskan usahanya pada batu piring. Pada saat itulah perusahaan tersebuat banyak menerima order dari kosumen dari berbagai daerah di dalam ataupun di luar pulau Jawa karena pada saat itu pesaingan tidak bergitu ketat. Pada tahun 1999 Bapak H. Rasiyo bergabungt dengan CV. Rajawali karena pada saat itu ada permintaan dari luar negeri yaitu dari Jepang. Pada saat itulah perusahaan tersebut mengalami perkembangan yang sangat cepat. Perkembangan tersebut diikuti oleh keluarnya surat izin perdagangan (SIUP) No. 97/13-7/pk/V/2000 pada tanggal 11 Mei 2000. Surat izin perdagangan tersebut sebagai surat izin berdirinya UD. Rahmat Jaya sebagai perusahaan yang sepenuhnya dikelola oleh Bapak Rasiyo. Tahun 2006 tepatnya bulan Juli, tempat usaha direlokasi didaerah Biting Arjasa-Jember.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

Pengelolaan Sampah Dengan Prinsip 3r Di Kota Solok (Studi Tentang Perilaku Dan Analisa Biaya Dan Manfaat Pengomposan Skala Kawasan Pemukiman Di Kelurahan Ix Korong).

Pengelolaan Sampah Dengan Prinsip 3r Di Kota Solok (Studi Tentang Perilaku Dan Analisa Biaya Dan Manfaat Pengomposan Skala Kawasan Pemukiman Di Kelurahan Ix Korong).

ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada pelaksanaan program pengelolaan sampah dengan prinsip 3R di Kelurahan IX Korong Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang perilaku masyarakat tentang pengelolaan sampah dengan prinsip 3R dan faktor yang mempengaruhinya serta untuk mengetahui analisa biaya dan manfaat pengomposan sampah organik skala kawasan pemukiman.

2 Baca lebih lajut

Pengelolaan Sampah Dengan Prinsip 3r Di Kota Solok (Studi Tentang Perilaku Dan Analisa Biaya Dan Manfaat Pengomposan Skala Kawasan Pemukiman Di Kelurahan Ix Korong).

Pengelolaan Sampah Dengan Prinsip 3r Di Kota Solok (Studi Tentang Perilaku Dan Analisa Biaya Dan Manfaat Pengomposan Skala Kawasan Pemukiman Di Kelurahan Ix Korong).

ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada pelaksanaan program pengelolaan sampah dengan prinsip 3R di Kelurahan IX Korong Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang perilaku masyarakat tentang pengelolaan sampah dengan prinsip 3R dan faktor yang mempengaruhinya serta untuk mengetahui analisa biaya dan manfaat pengomposan sampah organik skala kawasan pemukiman.

2 Baca lebih lajut

Analisis Kelayakan Bisnis Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) Kota Bogor

Analisis Kelayakan Bisnis Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) Kota Bogor

Menurut Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor 2010, biaya pengelolaan sampah pada TPA sanitary landfill diperkirakan jauh lebih tinggi dibandingkan pengelolaan sampah pada TPA open dumping karena diperlukan proses pengolahan lanjutan. Sehingga diperlukan usaha yang harus dilakukan secara terpadu dengan melakukan pengurangan sampah yang masuk ke TPA mulai dari sumber timbulan sampah. Melalui program kerja Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Tahun 2010, Pemerintah Kota Bogor berencana menerapkan sebuah model baru dalam pengelolaan sampah kota yaitu dengan penerapan instalasi pengolahan sampah terpadu (IPST), di beberapa kelurahan di Kota Bogor. Menurut beberapa referensi pengolahan sampah terpadu yang telah diterapkan di beberapa daerah seperti Bekasi, Bandung, Yogyakarta, dan Solo merupakan alternatif sistem pengelolaan sampah yang sasarannya tidak berorientasi kepada pembuangan dan pemusnahan sampah secara fisik saja, tetapi berorientasi kepada daur ulang dan pemanfaatan timbulan sampah tersebut 3 . Bagi Pemerintah Kota Bogor, infrastruktur IPST di beberapa kelurahan selain bertujuan untuk meminimalisasi jumlah sampah yang terangkut ke TPA sanitary landfill, juga bertujuan meningkatkan jangkauan wilayah layanan yang tidak terjangkau oleh armada kebersihan, sehingga meningkatkan kondisi kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekitar dan mencegah pencemaran lingkungan yang semakin parah. Model IPST merupakan paradigma baru dalam pengelolaan sampah sekaligus dunia usaha khususnya agribisnis. Model ini memiliki konsep daur ulang sampah atau dikenal dengan konsep 3R (reduce reuse recycle), yang
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

skripsi analisis aspek akuntansi dan csr atas pengolahan sampah di kota kendari

skripsi analisis aspek akuntansi dan csr atas pengolahan sampah di kota kendari

Sampah organik sejumlah 40 m³ di cacah pada mesin cacah, lalu dicampur dengan Inokulan setelah itu dimasukkan dalam komposter selama ± 20 hari, setelah itu pupuk kompos dikeluarkan dari komposter dan disaring dengan menggunakan alat penyaring lalu di kemas pada karung kemasan yang berisi 20 Kg pupuk kompos untuk dipasarkan. Proses pengomposan menghasilkan 300 karung pupuk kompos untuk satu kali pembuatan, jadi dalam satu tahun dapat menghasilkan 3.600 karung, Harga jual untuk 1 karung senilai Rp 20,000. Pada tabel 4.9 diperlihatkan Perhitungan biaya dan pendapatan pengolahan pupuk kompos. Pada tabel ini disajikan biaya tenaga kerja operator pengomposan satu orang dengan honor Rp250.000/bulan, tenaga kerja pengomposan Rp 13.000/orang/hari sebanyak 8 orang, biaya BBM, biaya sosialisasi dan pelatihan, biaya kemasan pupuk seharga Rp 1.250/kemasan, dan biaya Inokulan (mikroorganisme pengurai bahan organik) 6 botol/bulan dengan harga Rp 25.000/botol.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Makalah Analisa Pengolahan Sampah Plasti (1)

Makalah Analisa Pengolahan Sampah Plasti (1)

sampah plastik yang kita gunakan, reuse berarti menggunakan kembali barang yang masih layak digunakkan sebelum dibuang, dan recycle berarti mendaur ulang sampah yang hendak dibuang, menjadi sebuah produk atau benda yang lebih berguna. Yang dapat kita lakukan dengan mudah adalah reuse dan reduce , dengan melakukan reuse misalnya pada kantong plastik atau botol air mineral, kita sekaligus mengurangi sampah plastik yang kita buang. Pada Indonesia, sebelumnya pernah dilakukan upaya untuk mengurangi jumlah sampah plastik terutama dari kantong plastik yaitu dengan menerapkan kebijakan plastik berbayar , tetapi akhirnya program ini dihentikan karena dinilai kurang efektif. Dewasa ini produk – produk hasil daur ulang seperti tas, keranjang, plastik, dan payung, yang berbahan sampah plastik juga sudah mulai ditemukan, hal ini menandakan sudah ada kesadaran dari masyarakat Indonesia terhadapa masalah pencemaran lingkunagan akibat sampah plastik.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

1. Pengolahan Sampah PENGOLAHAN SAMPAH

1. Pengolahan Sampah PENGOLAHAN SAMPAH

- Sampah yang telah dicacah dimasukkan ke dalam bak sampah tertutup. Sampah dicampur dengan biofermentor. Leachate yang diperoleh dari hasil pengomposan juga sudah mengandung mikroba, sehingga dapat dimanfaatkan kembali pada proses pengomposan selanjutnya. Jika lama pengomposan yang diperlukan ± 30 hari, maka diperlukan 30 unit bak-bak dengan volume bak sampah sesuai dengan kapasitas pengolahan setiap hari. Atau bak dapat dirancang untuk menerima sampah selama 5 hari, maka jumlah bak sampah yang diperlukan menjadi 6 unit. Penggunaan cara ini, dapat mengurangi kebutuhan luas lahan, karena bak dapat dibangun ke atas.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Kajian Pengolahan Sampah Makanan Restoran di Kota Padang

Kajian Pengolahan Sampah Makanan Restoran di Kota Padang

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mendefinisikan sampah sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. Peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan seiring dengan pertumbuhan yang terjadi di wilayah tersebut, baik pertumbuhan penduduk maupun pertumbuhan timbulan sampah yang dipengaruhi oleh indeks pertumbuhan pangan, industri dan pendapatan perkapita.

5 Baca lebih lajut

KAJIAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH SAMPAH KOTA SURABAYA.

KAJIAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH SAMPAH KOTA SURABAYA.

Me!canisme dari !coagulasi adalah untuk menetralkan muatan listrik dipermukaan Ieoloid dengan menambahkan sejumlah bahan kimia berupa !coagulan yang bermuatan positif, sehin[r]

5 Baca lebih lajut

V. ANALISA PENGOLAHAN DATA. Berikut akan diberikan perbandingan biaya yang dikeluarkan oleh

V. ANALISA PENGOLAHAN DATA. Berikut akan diberikan perbandingan biaya yang dikeluarkan oleh

Untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pihak perusahaan berkaitan dengan masalah penggantian koinponen jarum ini, maka penulis mendapatkan ijin dari perusahaan untuk melakukan simul[r]

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...