Top PDF Analisis Kesalahan dalam Mengerjakan Soal Geometri

Analisis Kesalahan dalam Mengerjakan Soal Geometri

Analisis Kesalahan dalam Mengerjakan Soal Geometri

Banyak siswa yang belum dapat memahami konsep Matematika dengan baik, terutama pada jenjang sekolah menengah. Menurut Pomalo (2015) bahwa banyaknya kesalahan siswa dalam mengerjakan soal bisa menjadi petunjuk sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi. Menurut Sutisna (2010) kesulitan belajar matematika adalah suatu keadaan dimana siswa mendapatkan hambatan, gangguan, atau kendala dalam menerima dan menyerap pelajaran serta usaha mereka untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan dalam pelajaran matematika. Kesulitan tersebut cenderung terkait dengan objek matematika itu sendiri yang sifatnya abstrak, sehingga beberapa siswa sulit untuk memahaminya. kesalahan siswa. Penyebab kesalahan siswa harus segera mendapat pemecahan yang tuntas. Pemecahan ini ditempuh dengan cara menganalisis akar permasalahan yang menjadi penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal. Selanjutnya, diupayakan alternatif pemecahannya, sehingga kesalahan yang sama tidak terulang lagi dan dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran siswa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Geometri Siswa Kelas XI SMK Bina Warga Lemahabang

Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Geometri Siswa Kelas XI SMK Bina Warga Lemahabang

Soal-soal geometri mengandung gambar dan simbol-simbol yang abstrak sehingga butuh penalaran yang tinggi siswa untuk menyelesaikan permasalahan dalam soal geometri. Tingkat penalaran siswa dalam menjawab soal geometri sangatlah rendah. Sehingga siswa kurang memahami dalam mengaplikasikan konsepnya, dan kurang tepat dalam penulisan rumus untuk menyelesaikan soal tersebut. Sehingga dapat memicu tingkat ketelitian siswa dalam menjawab soal. Sejalan dengan hal tersebut Titi Solfitri dan Yenita Roza menyatakan bahwa kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal-soal, salah satunya yaitu corelles error yang disebut juga sebagai kesalahan kecerobohan atau kurang cermat. Kesalahan dalam proses penyelesaian sering dijumpai dalam menyelesaikan soal matematika, dan dalam penelitian kesalahan yang diamati fokusnya kepada kesalahan tentang konsep, prosedur, dan kesalahan operasi atau kecerobohan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS X DALAM MENGERJAKAN SOAL MATERI POKOK VEKTOR - UNS Institutional Repository

ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS X DALAM MENGERJAKAN SOAL MATERI POKOK VEKTOR - UNS Institutional Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan dan penyebab terjadinya kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal pada materi pokok Vektor. Penelitian merupakan deskriptif kualitatif yang dilakukan pada siswa kelas X IPA 2 di SMAN 2 Karanganyar yang terdiri dari 37 siswa. Sampel penelitian dipilih sebanyak 8 siswa dari 37 siswa kelas XI IPA 2 dengan menggunakan teknik sampel bertujuan. Siswa yang dipilih yaitu siswa yang melakukan kesalahan umum siswa lain, serta kesalahan siswa yang lebih bervariasi dan menarik untuk diteliti. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, tes dan wawancara. Validasi data menggunakan teknik triangulasi data, yaitu membandingkan data hasil observasi guru dan siswa, data hasil tes ulangan harian dan data hasil wawancara dari beberapa siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Geometri Siswa Kelas XI SMK Bina Warga Lemahabang

Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Geometri Siswa Kelas XI SMK Bina Warga Lemahabang

Geometri mengandung gambar dan simbol-simbol yang abstrak sehingga butuh penalaran yang tinggi. Kebanyakan siswa kurang memahami materi geometri, sehingga ketika siswa dihadapkan dengan soal geometri akan terjadi kesalahan dalam pengerjaannya. Oleh karena itu, perlu adanya identifikasi dari kesalahan-kesalahan siswa dalam menjawab soal-soal geometri. Adapun, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal geometri dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi kesalahan siswa dalam menjawab soal geomerti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AK SMK Bina Warga Lemahabang. Pengambilan sampelnya yaitu dengan teknik purposive sampling berdasarkan hasil tes siswa. Cara dalam menganalisis hasil tes siswa dilakukan dengan mengidentifikasi data yang diperoleh dari hasil tes siswa lalu disimpulkan jenis- jenis kesalahannya. Adapun hasil analisis soal dan jawaban siswa, diketahui bahwa faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan adalah (1) kesalahan dalam memahami konsep (2) kurangnya tingkat penalaran siswa untuk mencapai sebuah ruang. (3) kurang teliti (4) kurang menguasai materi (5) kesalahan dalam menuliskan formula.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Mengerjakan Soal Geometri SMP

Negeri di Kabupaten Ciamis

Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Mengerjakan Soal Geometri SMP Negeri di Kabupaten Ciamis

Kesulitan faktual lainnya yang terletak pada kesulitan dalam menyebutkan apa yang ditanya. Kesulitan dalam menentukan apa yang ditanya merupakan kesulitan yang paling sedikit dialami oleh siswa dalam menyelesaikan tes diagnostik dalam mengerjakan soal geometri berdasarkan tes diagnostik. Sama halnya dengan kesulitan dalam menentukan apa yang diketahui, siswa pun membaca soal tanpa memahami soal tersebut sehingga salah dalam menentukan apa yang ditanya sebagaimana diungkapkan oleh Nathan, et al (2002: 4) bahwa siswa kesulitan dalam memahami perintah- perintah dari permasalahan. Siswa mampu membaca soal dengan baik, namun keliru dalam mengingat dan menuliskan simbol yang berkaitan dengan apa yang ditanya. Hal ini sesuai dengan kajian Newman (White, 2005: 17) bahwa kesalahan siswa dapat terjadi ketika siswa salah dalam membaca/menulis simbol sehingga siswa tidak dapat melanjutkan ke tahapan penyelesaian soal selanjutnya.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Analisis Kesalahan Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Kanjuruhan Malang dalam Menyelesaikan Soal Geometri

Analisis Kesalahan Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Kanjuruhan Malang dalam Menyelesaikan Soal Geometri

Hasil observasi dan wawancara awal pada saat pembelajaran KPMS 2, mahasiswa menemui kesalahan mengajarkan materi geometri terutama saat menerangkan pengerjaan soal geometri pada siswa. Kesalahan Pengerjaan soal geometri analitik diantaranya adalah: (1) Kesalahan Konsep, lemah konsep diakibatkan siswa tidak aktif dalam perkuliahan, (2) Kesalahan Strategi, salah dalam memilih cara atau rumus serta tidak mengetahui penggunaannya, (3) Kesalahan Hitung, kurang ketelitian dalam menghitung, (4) Kesalahan Sistematik, pemilihan yang salah atas teknik ekstrapolasi. Penelitian yang lain mengenai analisis kesulitan (Imswatama & Muhassanah, 2016). Kesulitan belajar matematikan mahasiswa terletak pada pengetahuan faktual 12,2%, pengetahuan konseptual 19,7%, pengetahuan prosedural 20,7%, dan pengetahuan metakognitif 47,4%. Jenis kesulitan belajar matematika yang dialami peserta didik adalah kesulitan mengingat fakta 1,9%, kesulitan mengingat konsep 13,1%, kesulitan memahami fakta 8%, kesulitan memahami konsep 5,2%, kesulitan menerapkan konsep 0,9%, kesulitan menerapkan prosedur 0,9%, kesulitan menganalisis prosedur 7%, kesulitan mengevaluasi konsep 0,5%, kesulitan mengevaluasi prosedur 8,9%, kesulitan mengomunikasikan metakognitif 47,4%, kesulitan meneliti fakta 2,3%, dan kesulitan meneliti prosedur 3,8% (Kumalasari & Sugiman, 2015).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL-SOAL PADA MATERI POKOK KALOR DI KELAS VII SMP NEGERI I PURWANTORO

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL-SOAL PADA MATERI POKOK KALOR DI KELAS VII SMP NEGERI I PURWANTORO

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII di SMP Negeri I Purwantoro pada pokok bahasan Kalor yang berjumlah 32 siswa. Sampel pada penelitian ini dipilih sebanyak 10 siswa dari 32 siswa dengan pengambilan sampel bertujuan mengungkap jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dan penyebabnya. Teknik pengumpulan data adalah dengan teknik observasi, tes, dan

17 Baca lebih lajut

DESKRIPSI KESALAHAN SISWA MENGERJAKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DI SD

DESKRIPSI KESALAHAN SISWA MENGERJAKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DI SD

Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap persiapan antara lain: (1) Meminta izin kepada kepala SDN 23 Bekut kecamatan Tebas untuk melakukan penelitian khususnya di kelas V; (2) Meminta izin kepada wali kelas V SDN 23 Bekut kecamatan Tebas; (3) Melakukan studi pendahuluan; (4) Menyusun desain penelitian; (5) Menyusun instrument penelitian berupa tes dan pedoman wawancara; (6) Seminar desain penelitian; (7) Merevisi desain penelitian berdasarkan hasil seminar desain; (8) Melakukan validasi instrumen penelitian; (9) Melakukan uji coba soal yang dilakukan di SDN 21 Sempadung kecamatan Tebas di kelas V, sekolah ini dipilih sebagai tempat uji coba karena sekolah ini memiliki akreditasi A yang setara dengan SDN 23 Bekut kecamatan Tebas yang akan dijadikan sebagai tempat melaksanakan penelitian; (10) Menganalisis data hasil uji coba untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen penelitian; (11) Menganalisis tingkat kesukaran dan daya beda setiap butir soal yang telah diuji cobakan; (12) Berdasarkan hasil analisis, selanjutnya soal siap dijadikan sebagai alat pengumpul data.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL-SOAL PADA MATERI LISTRIK DINAMIS DITINJAU DARI LANGKAH MENYELESAIKAN SOAL PADA SISWA SMA.

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL-SOAL PADA MATERI LISTRIK DINAMIS DITINJAU DARI LANGKAH MENYELESAIKAN SOAL PADA SISWA SMA.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa kelas X SMA Negeri 1 Surakarta dalam menyelesaikan soal- soal pada materi Listrik Dinamis, (2) faktor-faktor penyebab siswa kelas X SMA Negeri 1 Surakarta melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal pada materi Listrik Dinamis.

18 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA GEOMETRI BERRDASARKAN PROSEDUR NEWMAN

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA GEOMETRI BERRDASARKAN PROSEDUR NEWMAN

Comprehension errors  Students can already understand the problem but have not captured the information contained in the question  Students do not know what is known or what is in t[r]

43 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI MENGGUNAKAN TTMC TEST PADA PEMBELAJARAN CTL DENGAN PROBLEM BASED LEARNING

ANALISIS KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI MENGGUNAKAN TTMC TEST PADA PEMBELAJARAN CTL DENGAN PROBLEM BASED LEARNING

Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran harus disertai dengan penilaian hasil belajar untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Uno (2008) menyatakan bahwa tujuan dilakukan evaluasi atau penilaian adalah untuk menjawab apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil yang diinginkan atau direncanakan dengan kenyataan di lapangan. Selain itu, dari hasil evaluasi tersebut dapat ditindaklanjuti dengan melakukan pelacakan terhadap kesalahan siswa dalam menyelesaikan setiap permasalahan sehingga dapat dijadikan pedoman guru untuk pembelajaran berikutnya. Hal ini juga dapat membantu guru mengetahui dimana letak kesalahan siswa dalam memahami materi yang telah disampaikan sehingga guru dapat memberikan solusi yang tepat guna meminimalkan terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Evaluasi yang dilakukan di SMP Negeri 19 Semarang hanya digunakan untuk menyoroti mampu tidaknya siswa dalam mengerjakan soal. Langkah untuk melakukan penyelidikan terhadap jenis kesalahan dan penyebab kesalahan siswa pada materi geometri belum dilakukan oleh guru matematika di SMP N 19 Semarang sebelumnya.
Baca lebih lanjut

446 Baca lebih lajut

Analisis kesalahan siswa kelas X PIIS 1 SMA Negeri 2 Yogyakarta dalam mengerjakan soal-soal trigonometri tahun pelajaran 2013/2014 - USD Repository

Analisis kesalahan siswa kelas X PIIS 1 SMA Negeri 2 Yogyakarta dalam mengerjakan soal-soal trigonometri tahun pelajaran 2013/2014 - USD Repository

Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan (miskonsepsi) pada topik tertentu dan mendapatkan masukan tentang respons siswa untuk memperbaiki kelemahannya. Tes diagnostik digunakan untuk menentukan elemen-elemen dalam suatu mata pelajaran yang mempunyai kelemahan-kelemahan khusus dan menyediakan alat untuk menemukan penyebab kekurangan tersebut (Brueckner & Melby,1981). Tes diagnostik terutama terkait dengan kemampuan atau keterampilan (sebagai contoh: membaca, perhitungan, ejaan). Tes diagnostik berisikan butir-butir yang dirasa sulit bagi siswa. diagnostik dilakukan untuk mengamati dan merekam kesalahan yang terjadi pada siswa dan melihat apakah ada pola kesalahan yang terjadi (Mehrens & Lehmann, 1973).
Baca lebih lanjut

180 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN MENGERJAKAN SOAL SISI TEGAK LIMAS SEGIEMPAT SISWA KELAS IX MTs NU SALAM TAHUN PELAJARAN 20132014

ANALISIS KESALAHAN MENGERJAKAN SOAL SISI TEGAK LIMAS SEGIEMPAT SISWA KELAS IX MTs NU SALAM TAHUN PELAJARAN 20132014

Beberapa karakteristik penelitian kualitatif adalah sampelnya bisa hanya sedikit, waktunya relatif lama, data tidak dipilih secara acak, dan tidak bisa digeneralisasikan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs NU Salam berjumlah 36 siswa yang diambil berdasarkan teknik purposive sample, dimana siswa kelas IX MTs NU Salam pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014 cukup mengalami permasalahan yang sesuai dengan penelitian Obyek penelitian ini adalah kesalahan siswa dalam mengerjakan soal matematika pada materi sisi tegak limas segiempat. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Tes adalah suatu alat untuk mengumpulkan informasi (Eko,2012:50). Pada umumnya, tes berbentuk sejumlah pertanyaan yang disampaikan kepada sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan atau tingkat perkembangan salah satu atau beberapa aspek psikologis di dalam dirinya. Tes yang diberikan merupakan tes diagnostik. Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa, sehingga dengan kelemahan-kelemahan tersebut dapat diambil langkah yang tepat untuk mengatasi kelemahan yang ada (Suharsimi,2012:48).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

REMEDIASI KESALAHAN SISWA SMA MENGERJAKAN SOAL KALOR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE

REMEDIASI KESALAHAN SISWA SMA MENGERJAKAN SOAL KALOR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penurunan jumlah kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal pada materi kalor setelah diremediasi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS). Bentuk penelitian berupa pre-experimental design dengan rancangan one group pretest-postest. Sampel penelitian ini terdiri dari 22 siswa kelas X IPA yang dipilih dengan teknik intact group (kelompok utuh). Alat pengumpul data yang digunakan berupa tes yang diberikan di awal penelitian (pre-test) dan tes di akhir penelitian (post-test) yang bersifat paralel. Skor validitas dan reliabilitas yaitu 4 (sedang) dan 0,5 (sedang). Berdasarkan hasil analisis data penurunan jumlah siswa yang melakukan kesalahan pada tiap soal untuk kesalahan menuliskan rumus sebesar 53,41%; memasukkan angka 39,77%; menghitung 30,68% dan menuliskan satuan 56,81%. Model pembelajaran kooperatif tipe TPS efektif dalam meremediasi dengan nilai sebesar 0,83 kategori tinggi. Penelitian ini dapat dijadikan alternatif oleh guru untuk meremediasi kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN DALAM PENYELESAIAN SOALMATEMATIKA BERBASIS TIMSS KONTEN GEOMETRI PADA SISWA Analisis Kesalahan Dalam Penyelesaian Soal Matematika Berbasis Timss Konten Geometri Pada Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 1 Mojosongo Tahun 2015/2016

ANALISIS KESALAHAN DALAM PENYELESAIAN SOALMATEMATIKA BERBASIS TIMSS KONTEN GEOMETRI PADA SISWA Analisis Kesalahan Dalam Penyelesaian Soal Matematika Berbasis Timss Konten Geometri Pada Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 1 Mojosongo Tahun 2015/2016

TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) adalah studi internasional untuk kelas IV dan VIII dalam bidang matematika dan IPA yang diselenggarakan empat tahun sekali, TIIMS dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa berbagai negara di dunia sekaligus memperoleh informasi yang bermanfaat tentang konteks pendidikan matematika dan IPA (Hayat 2010: 8). Soal TIMSS dikembangkan berdasarkan 4 konten, yang meliputi: Bilangan, Aljabar, Geometri, Data dan Peluang. Pada konten Geometri ini berkaitan dengan pokok pelajaran phitagoras, lingkaran dan bangun datar yang merupakan materi pada tingkat SMP. Hasil Studi TIMSS tahun 2011 Indonesia berada di bawah rata-rata internasional jawaban benar pada semua aspek, 24% pada konten bilangan, 22% pada konten aljabar, 24% pada konten geometri dan 29% pada konten data dan peluang (Rosnawati, 2013: 204). Hal ini menunjukan bahwa kesulitan siswa dalam memecahkan soal geometri cukup tinggi, dengan hanya 24% soal yang dapat dijawab dengan benar. Untuk mengetahui jenis kesalahan serta presentasi kesalahan dalam penyelesaian soal matematika berbasis TIMSS konten geometri. Penulis tertarik untuk meneliti tentang “Analisis Kesalahan Dalam Penyelesaian Soal Matematika Berbasis TIMSS Konten Geometri Pada Siswa Kelas VIII Semester Genap Smp Negeri 1 Mojosongo Tahun 2015/2016”.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Identifikasi Kesalahan Siswa Kelas VII Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Geometri Dengan Newman’s Procedure

Identifikasi Kesalahan Siswa Kelas VII Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Geometri Dengan Newman’s Procedure

Adapun prosedur pelaksanaan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1. Dalam Gambar 1 dapat dilihat bahwa penelitian ini dimulai dengan memilih kelas VII C di SMP Negeri 8 Kediri untuk kelas penelitian. Kelas VII C dipilih karena kelas tersebut merupakan kelas yang heterogen dibandingkan kelas yang lainnya. Selanjutnya siswa diminta mengerjakan soal tes berupa soal cerita yang berhubungan dengan geometri (segitiga dan segiempat). Kemudian jawaban semua siswa di identifikasi letak kesalahan yang dilakukan berdasarkan Newman’s Procedure. Setelah melakukan identifikasi jawaban siswa ada dua hal yang dilakukan yakni menetukan alternatif penyelesaian dan pendeskripsian jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal geometri (segitiga dan segiempat). Hasil pendeskripsian jenis kesalahan siswa inilah yang nantinya akan ditulis dalam laporan penelitian.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal-soal Fisika Termodinamika Pada Siswa SMA Negeri 1 Magetan

Analisis Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal-soal Fisika Termodinamika Pada Siswa SMA Negeri 1 Magetan

Soal nomor 7 tentang penggunaan efisiensi mesin Carnot. Jenis kesalahan terbanyak yang dilakukan siswa adalah kesalahan terjemahan (49,45 %), kemudian diikuti kesalahan strategi (20,88 %), kesalahan konsep (13,19 %), dan kesalahan hitung (2,20 %). Berdasarkan hasil observasi ketika pembelajaran dan dari hasil catatan dan pekerjaan siswa, kesalahan siswa pada soal nomor 7 disebabkan adanya kesalahan terjemahan dalam mengartikan maksud soal. Kemudian siswa juga melakukan kesalahan strategi dalam penentuan langkah penyelesaian soal. Kemudian siswa juga melakukan kesalahan konsep karena tidak memperhatikan ketika pembelajaran. Selain itu, siswa juga melakukan kesalahan dalam melakukan operasi hitung. Berdasarkan hasil wawancara, kesalahan siswa pada soal nomor 7 disebabkan adanya kesalahan terjemahan karena siswa salah mengartikan maksud soal, dan kurang teliti dalam membaca serta memahami maksud soal. Siswa juga melakukan kesalahan strategi dalam penentuan langkah penyelesaian soal karena kurang teliti, kurang latihan dalam penyelesaian soal, dan kurang variasi dalam latihan penyelesaian soal. Kemudian siswa juga salah konsep karena siswa kurang belajar, kurang memperhatikan penjelasan guru, dan tidak berani mengajukan pertanyaan ketika ada materi yang belum dipahami. Selain itu, siswa juga melakukan kesalahan hitung karena kurang teliti dalam menghitung dan terburu-buru dalam mengerjakan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS SELF-EFFICACYDAN KESALAHAN DALAM MENGERJAKAN SOAL PENALARAN MATEMATISSISWA SMA - repository UPI T MTK 1201512 Title

ANALISIS SELF-EFFICACYDAN KESALAHAN DALAM MENGERJAKAN SOAL PENALARAN MATEMATISSISWA SMA - repository UPI T MTK 1201512 Title

ANALISIS SELF-EFFICACYDAN KESALAHAN DALAM MENGERJAKAN SOAL PENALARAN MATEMATISSISWA SMA TESIS Diajukanuntukmemenuhisebagiansyaratmemperolehgelar Magister PendidikanMatematika D[r]

3 Baca lebih lajut

Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Materi Pokok Menurut Tingkat Berpikir Geometri van Hiele

Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Materi Pokok Menurut Tingkat Berpikir Geometri van Hiele

Pada tingkat ini, siswa sudah memahami peranan definisi, aksioma, dan teorema pada geometri. Siswa sudah mampu membangun bukti-bukti sebagai cara mengembangkan teori geometri dan sudah mulai mampu menyusun bukti-bukti secara formal. Siswa mulai menghargai kebutuhan dari sistem logika yang berdasar pada kumpulan asumsi minimum dan di mana kebenaran lain dapat diturunkan. Siswa pada tingkat ini mampu bekerja dengan pernyataan-pernyataan abstrak tentang sifat-sifat geometris dan membuat kesimpulan lebih berdasar pada logika daripada naluri. Sebagai contoh, siswa dapat dengan jelas mengamati bahwa garis diagonal dari sebuah persegi panjang saling berpotongan, sebagaimana siswa pada tingkat rendahpun dapat melakukannya. Namun, pada tingkat 3 terdapat apresiasi akan kebutuhan untuk membuktikannya berdasarkan serangkaian pendapat deduktif. Di sisi lain, pemikir pada tingkat 2 mengikuti pendapat tetapi gagal mengapresiasi kebutuhannya. Ini berarti bahwa pada tingkat ini siswa sudah memahami proses berpikir yang bersifat deduktif-aksiomatis dan mampu menggunakan proses berpikir tersebut.
Baca lebih lanjut

199 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN DALAM PENYELESAIAN SOAL MATEMATIKA BERBASIS TIMSS KONTEN GEOMETRI PADA SISWA KELAS VIII  Analisis Kesalahan Dalam Penyelesaian Soal Matematika Berbasis Timss Konten Geometri Pada Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 1 Mojosongo Ta

ANALISIS KESALAHAN DALAM PENYELESAIAN SOAL MATEMATIKA BERBASIS TIMSS KONTEN GEOMETRI PADA SISWA KELAS VIII Analisis Kesalahan Dalam Penyelesaian Soal Matematika Berbasis Timss Konten Geometri Pada Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 1 Mojosongo Ta

Suwar Dewi Nurkhasanah/A410120179. ANALISIS KESALAHAN DALAM PENYELESAIAN SOAL MATEMATIKA BERBASIS TIMSS KONTEN GEOMETRI PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP NEGERI 1 MOJOSONGO TAHUN 2015/2016. Skripsi.Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.Agustus, 2016.

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects