Top PDF ANALISIS PENYADAPAN AMERIKA SERIKAT DAN

ANALISIS PENYADAPAN AMERIKA SERIKAT DAN

ANALISIS PENYADAPAN AMERIKA SERIKAT DAN

Pada tahun 1815, diselenggarakan Kongres Wina, dimana raja-raja yang menjadi peserta bersepakat untuk mengkodifikasikan kebiasaan-kebiasaan tersebut menjadi sebuah hukum tertulis. Kongres ini kurang berhasil, hanya membuat hukum kebiasaan yang ada menjadi tertulis, secara substansi tidak banyak berubah. Dalam beberapa tahun kemudian, sering diadakan upaya-upaya untuk mengkodifikasi hukum diplomatik ini. Upaya dari Liga Bangsa Bangsa tahun 1927, Konvensi Negara-Negara Amerika pada tahun 1928, Komisi Hukum Internasional Majelis Umum PBB tahun 1947. Namun semua upaya di atas kurang mendapatkan respon yang positif dan hanya beberapa negara saja yang meratifikasinya. Akibat sering terjadinya insiden diplomatik sebagai akibat perang dingin dan sering dilanggarnya ketentuan-ketentuan tentang hubungan diplomatik, atas usul delegasi Yugoslavia, Majelis Umum PBB menerima resolusi yang meminta Komisi Hukum Internasional untuk segera memprioritaskan kodifikasi mengenai hubungan dan kekebalan diplomatik. 2
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

A. Latar Belakang - PENYADAPAN LINTAS NEGARA/KEDAULATAN DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL

A. Latar Belakang - PENYADAPAN LINTAS NEGARA/KEDAULATAN DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL

Kegiatan penyadapan atau spionase dalam masa damai diartikan bahwa para pihak yang berkonflik baik pihak penyadap atau yang disadap tidak dalam masa perang bersenjata. Pada umumnya hukum internasional publik tidak mengatur secara khusus mengenai spionase dan penyadapan secara lintas negara. Akibatnya, spionase dan penyadapan lintas negara ini seakan- akan dilindungi oleh Lotus-Principle 18 dalam hukum internasional publik. Namun, negara yang disadap dapat mengkriminalisasi kegiatan spionase yang dilakukan oleh intilijen asing di wilayah kedaulatannya sesuai dengan aturan nasionalnya apabila pelaku berada di negara tersebut. Stelfan Tamon juga berpendapat mengenai kasus penyadapan Konselor Merkel bahwasannya Negara Asing, dalam hal ini pihak Amerika Serikat belum tentu melakukan perbuatan yang salah secara internasional ketika terlibat masalah spionase, sehingga pihak Jerman tidak berhak untuk menuntut permintaan maaf dari pihak Amerika. 19 Alison Pert 20 juga berpendapat mengenai kasus penyadapan yang dilakukan oleh Australia terhadap Indonesia bahwa dalam hukum nasional sebagian besar negara diatur mengenai spionase dan penyadapan, namun dalam lingkungan internasional,
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KRISIS FINANSIAL DI AMERIKA SERIKAT

KRISIS FINANSIAL DI AMERIKA SERIKAT

Isu krisis finansial Amerika Serikat bila kita kaitkan dengan teori marxisme yang unit analisisnya adalah perjuangan kelas dalam mengkategorikan negara- negara yang ada di dunia. Dalam pandangan marxisme ada negara core, negara semi-periphery, dan negara periphery 31 . Amerika serikat dalam hal ini masuk dalam kategori negara core, yang memiliki power untuk mengontrol dan memonopoli dunia melalui kekuasaannya dalam berbagai hal. Misalnya dari segi ekonomi, banyak negara yang mempercayakan Amerika Serikat sebagai negara tujuan investasi. Menurut analisis penulis, penyebab krisis yang terjadi salah satunya adalah usaha Amerika Serikat yang tetap ingin mempertahankan kelasnya atau image sebagai negara core di mata internasional.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Diplomasi HI di Amerika Serikat

Diplomasi HI di Amerika Serikat

Selama berlangsungnya Perang Dunia II, salah satu rintangan bagi perbaikan hubungan antara AS dengan pihak komunis ialah kecurigaan pihak komunis bahwa AS sedang merancang hegemoni dan imperialisme ekonomi dunia. Meskipun lebih sering terdengar Uni Soviet pasca-detente ketimbang dari Cina pasca-Mao, inilah perbedaan ideologi dasar antara Yimur dan Barat yang menjadi pangkal tolak persepsi masing-masing pihak dan merintangi hubungan yang di antara mereka. Menurut kritik neo-leninis, tahap kedewasaan kapitalisme ditandai dengan kejenuhan pasar domestik menyerap surplus modal dan kelebihan produksi. Pemeliharaan struktur keuntungan, tergantung pada penetrasi pasar luar negeri untuk mendapatkan kesempatan investasi yang menjanjikan tingkat keuntungan yang tinggi, tempat pelemparan ekspor, dan sumber-sumber bahn mentah termurah. Bagi AS, keharusan ekspansi dilancarkan dengan kedok antikomunis dan pertahanan dunia bebas. Hal ini dilontarkan untukmenjelaskan dinamika dasar kebijakan Perang Dingin AS dan dominasinya atas sebagian besar negara Dunia Ketiga. Analisis neo-leninis, telah diuraikan secara panjang lebar, ditolak oleh teoritisi ortodoks atas dasar beberapa alasan faktual, sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

Diplomasi HI Di Amerika Serikat

Diplomasi HI Di Amerika Serikat

Selama berlangsungnya Perang Dunia II, salah satu rintangan bagi perbaikan hubungan antara AS dengan pihak komunis ialah kecurigaan pihak komunis bahwa AS sedang merancang hegemoni dan imperialisme ekonomi dunia. Meskipun lebih sering terdengar Uni Soviet pasca-detente ketimbang dari Cina pasca-Mao, inilah perbedaan ideologi dasar antara Yimur dan Barat yang menjadi pangkal tolak persepsi masing-masing pihak dan merintangi hubungan yang di antara mereka. Menurut kritik neo-leninis, tahap kedewasaan kapitalisme ditandai dengan kejenuhan pasar domestik menyerap surplus modal dan kelebihan produksi. Pemeliharaan struktur keuntungan, tergantung pada penetrasi pasar luar negeri untuk mendapatkan kesempatan investasi yang menjanjikan tingkat keuntungan yang tinggi, tempat pelemparan ekspor, dan sumber-sumber bahn mentah termurah. Bagi AS, keharusan ekspansi dilancarkan dengan kedok antikomunis dan pertahanan dunia bebas. Hal ini dilontarkan untukmenjelaskan dinamika dasar kebijakan Perang Dingin AS dan dominasinya atas sebagian besar negara Dunia Ketiga. Analisis neo-leninis, telah diuraikan secara panjang lebar, ditolak oleh teoritisi ortodoks atas dasar beberapa alasan faktual, sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

Kemiskinan di Amerika Serikat terhadap

Kemiskinan di Amerika Serikat terhadap

Kondisi perekonomian Amerika yang maju diiringi dengan meningkatnya jumlah penduduk Amerika dari tahun ke tahun. Namun pertambahan jumlah penduduk tersebut bukanlah masalah yang dihadapi Amerika. Masalah yang sampai saat ini masih dihadapi adalah persoalan kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di Amerika yang terus bertambah menunjukkan bahwa permasalahan ini memerlukan penanganan serius dan analisis yang lebih mendalam mengenai hal tersebut.

13 Baca lebih lajut

Diplomasi Publik Amerika Serikat Melalui

Diplomasi Publik Amerika Serikat Melalui

Setelah data-data dikumpulkan dan diseleksi, penulis kemudian melakukan analisis yang bersifat kualitatif. Analisis kualitatif digunakan bukan untuk mencari kebenaran absolut yang dapat disimpulkan dari penelitian kuantitatif melalui data yang bersifat numerik, namun analisis ini digunakan untuk mencari pemahaman tentang masalah yang diangkat. Teknik analisa data yang dipergunakan merupakan teknik analisa yang bersifat non statistik. Hal ini menyebabkan berbagai macam data yang diperoleh baik data berupa tabel ataupun grafik angka, akan diuraikan kedalam bentuk paragraf dan kalimat yang sistematis. Terdapat beberapa tahapan yang dilakukan agar memperoleh hasil yang sistematis tersebut. Tahapan-tahapan tersebut adalah klasifikasi data, mereduksi dan memberikan interpretasi pada data yang telah diseleksi dengan berdasar pada konsep yang digunakan.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Analisis Wacana Kritis Berita Penyadapan Australia Terhadap Indonesia Di Republika Online

Analisis Wacana Kritis Berita Penyadapan Australia Terhadap Indonesia Di Republika Online

Di Indonesia Republika Online adalah salah satu media online berhaluan Islam yang secara update menginformasikan berita terbaru mengenai perkembangan seputar ketegangan hubungan antar kedua Negara ini. Pemilihan berita hubungan internasional ini sebagai berita utama menjadi tolak ukur akan pentingnya khalayak mengetahui informasi berita tersebut. Republika Online memilih pemberitaan ketegangan hubungan Indonesia-Australia, karena Indonesia sebagai Negara muslim terbesar di dunia dan berdaulat penuh atas wilayahnya sering kali bersitegang dengan Australia yang merupakan sekutu dari Amerika Serikat di Asia Pasifik. Secara prinsip Republika Online sangat mendukung Indonesia dalam kasus penyadapan yang dilakukan Australia. Hal tersebut yang membuat peneliti tertarik dan ingin melakukan penelitian lebih lanjut.
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

GERAKAN BURUH DI AMERIKA SERIKAT

GERAKAN BURUH DI AMERIKA SERIKAT

Istilah buruh yang dalam bahasa Inggris labor diartikan sebagai seseorang yang melakukan pekerjaan tertentu untuk mendapatkan upah. Namun buruh juga diartikan sebagai prestasi seseorang maupun kelompok yang harus dikaitkan dengan industri modern, produksi, organisasi, tenaga kerja serta tergantung pada keberhasilan perusahaan modern 2 . Pada mulanya kaum buruh di Amerika Serikat bagian Utara mengadakan perjanjian kerja antara pihak pengusaha dengan pihak buruh yang belum berorganisasi, sehingga sistem semacam ini bersifat berat sebelah dan lebih menguntungkan kaum pengusaha. Perjanjian kerja semacam ini biasanya ditetapkan oleh pihak pengusaha dengan melalui upah rendah, jam kerja panjang, kondisi pekerjaan tidak sehat dan membahayakan, sehingga kaum buruh di Amerika Serikat bagian Utara hidupnya sangat memprihatinkan, karena tereksploitasi oleh kaum pengusaha, sehingga mereka mempersatukan diri membentuk serikat buruh untuk memperjuangkan perbaikan kondisi sosial ekonominya. Kaum buruh Amerika Serikat bagian Utara dengan rasa berat hati menerima perjanjian kerja secara perseorangan, karena mendapat tekanan dari kebutuhan keluarga 3 .
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Desentralisasi PWP di Amerika Serikat

Desentralisasi PWP di Amerika Serikat

Menurut UU No. 22/1999, Indonesia t elah meninggalkan paradigma pengelolaan sumberdaya alam yang telah berlangsung selama 50 tahun belakangan ini dan melangkah pada suatu paradigma baru, yaitu desentralisasi pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat setempat yang berhubungan langsung d engan sumber day a t er sebut . SWI menggambar k an bagai man a Amer ik a Serik at mengembangkan desent ralisasi program pengelolaan pesisirnya yang menurut sejarah Amerika bertitik tolak 30 tahun lalu. Dar i sini SWI dinilai oleh pesertanya sebagai pengalaman yang amat tepat dan sangat terencana yang menunjukkan pilihan-pilihan baru dalam pengelolaan pesisir tepat, pada saat ide-ide tersebut merupakan hal yang amat bagus dan bisa dit erapkan di Indonesia. Meskipun kedua negara sangat berbeda ditinjau dari segi mana pun, Amerika Serikat telah bergulat dengan masalah serupa dengan yang dihadapi Indonesia dalam hal desentralisasi pengelolaan sumber daya pesisir. Kemiripan ini semakin nyata di mata peserta studi wisata ketika mereka mengikuti jadwal SWI lebih lanjut. Pengalaman ini mencapai puncaknya saat peserta SWI menemukan korelasi ant ara “pengembangan program pengelolaan pesisir” yang ada di Amerika Serikat dengan “kebut uhan pengembangan program pesisir” di Indonesia. Pelajaran utama yang ditangkap oleh peserta SWI disajikan dalam dokumen ini. Berikut adalah sejumlah kesimpulan utama yang didapat oleh peserta SWI.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Kebijakan Amerika Serikat di dalam bidan

Kebijakan Amerika Serikat di dalam bidan

Konflik senjata antara Amerika Serikat dengan Irak pada tahun 2003, ada tiga tujuan yaitu AS ingin menghancurkan senjata pemusnah masal, menyingkirkan ancaman teroris internasional dan membebaskan rakyat irak dari penindasan rezim Saddam Hussein dengan cara memulihkan demokrasi di Irak. Dari tiga alasan tentang masalah Irak yang harus diselesaikan dengan cara AS ( dhancurkan ) ternyata dipenuhi kebohongan, yaitu : Agresi AS ke Irak untuk memusnahkan senjata pemusnah masal adalah upaya AS untuk membohongi masyarakat internasional. Dikatakan oleh Presiden George W. Bush bahwa Irak mempunyai senjata pemusnah atau destruksi missal ( Weapons of mass Destruction ) yang berupa :
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERUBAHAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP PROGRAM NUKLIR INDIA ERA GEORGE W. BUSH PASCA TRAGEDI 11 SEPTEMBER 2001

PERUBAHAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP PROGRAM NUKLIR INDIA ERA GEORGE W. BUSH PASCA TRAGEDI 11 SEPTEMBER 2001

Diplomasi Amerika dalam menghadapi krisis nuklir di Semenanjung Korea (1994-2007). Dari pemerintahan Clinton dengan Bush memiliki perbedaan dalam penggunaan teknik diplomasi, Presiden Bush menolak menggunakan diplomasi yang sama dengan Clinton. Hal tersebut terkait dengan pernyataan Bush yang keluar dari perjanjian Agreed Framework 2002. Bush menganggap permasalahan tersebut menjadi permasalahan tingkat internasional. Sehingga memungkinka untuk melakukan perundingan secara multilateral. Pada perjanjian- perjanjian dan kesepakatan yang dibuat pada masa Clinton dan Bush terlihat bahwa hasil dari perjanjian yang dibuat lebih menguntungkan pihak Korut, semua demi satu tujan yaitu ditutupnya program nuklir dan program missil Korut.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

SISTEM PENDIDIKAN di AMERIKA Serikat

SISTEM PENDIDIKAN di AMERIKA Serikat

I.N. Thut dan Don Adams (2005: 255) mengatakan bahwa Pemerintah Inggris menuntut hak territorial untuk semua daerah yang diserahkan kepada tiga belas kolonial induk menyusul Perang Kemerdekaan. Berdasarkan “The Acts of Uniformary and Supremacy” (UU Keserahaman dan Supermasi) raja Inggris bertindak sebagai pelindung kepercayaan yang sah dan beranggapan dirinya mempunyai otoritas mngelola Negara bagian yang dikuasainya. Inggris tidak menjalankan sekolah, tidak menyediakan dukungan sistematis dan teratur untuk pihak-pihak yang mengelolanya. Pendidikan dianggap sebagai tanggung jawab keluarga dan setiap orang bebas membuka usaha di bidang pendidikan sesuai yang mereka inginkan selama upaya itu tidak bertentangan dengan raja. Prinsipnya sekolah adalah milik rakyat. Pola ini memperngaruhi sistem politik dan pendidikan di Amerika Serikat hingga kini.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Krisis Finansial Amerika Serikat dan Per

Krisis Finansial Amerika Serikat dan Per

Bappenas memperkirakan tingkat kemiskinan di I ndonesia pada tahun 2009 sebesar 14% , angka tersebut hampir sama dengan angka yang ditargetkan oleh pemerintah sebesar 12% – 14% yang masih lebih rendah dibandingkan dengan tingkat kemiskinan I ndonesia tahun 2008 yang mencapai 15,4% (Deputi Kemiskinan, Ketenagakerjaan dan UKM Bappenas Prasetijono di Bali 3 Mei 2009). Bila inflasi dapat ditekan di bawah angka 7% , maka penurunan angka kemiskinan akan lebih cepat. Sementara itu untuk angka pengangguran pada tahun 2009 ini di atas 8% (range 8,3% – 8,4% ) dari jumlah angkatan kerja, yang sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 7% – 8% . Kondisi tersebut di samping akibat krisis global juga dipicu oleh lambatnya realisasi stilmulus dari infrastruktur yang telah direncanakan pemerintah. Manakala DI PA (Daftar I sian Penggunaan Anggaran) selesai, mestinya segera langsung dijalankan, keterlambatan akan berefek negatif. I ntegrasi I ndonesia ke dalam sistem finansial global, memiliki konsekuensi logis, di mana rupiah semakin sensitif terhadap setiap gejolak kegoncangan keuangan global. Melambatnya perekonomian Amerika Serikat yang dilanda krisis finansial telah menimbulkan dampak bagi perekonomian I ndonesia, bahkan menurunkan minat investor global untuk menambah investasi di I ndonesia. Hal ini akan mengakibatkan instability nilai tukar rupiah melemah, karena penurunan capital inflow.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENUTUP  TINDAKAN SPIONASE YANG DILAKUKAN NEGARA AMERIKA SERIKAT TERHADAP KEPALA NEGARA PERANCIS DITINJAU DARI HUKUM DIPLOMATIK.

PENUTUP TINDAKAN SPIONASE YANG DILAKUKAN NEGARA AMERIKA SERIKAT TERHADAP KEPALA NEGARA PERANCIS DITINJAU DARI HUKUM DIPLOMATIK.

1. Pemerintah Amerika Serikat seharusnya tidak melakukan tindakan spionase apalagi terhadap negara yang telah lama menjadi sekutunya, sebab tindakan tersebut bisa merusak hubungan baik antar negara serta Pemerintah Amerika Serikat harus menepati pernyataannya yang tidak akan melakukan tindakan spionase lagi terhadap negara Perancis

5 Baca lebih lajut

Muhammadiyah di Amerika Serikat ke

Muhammadiyah di Amerika Serikat ke

Fenomena di atas itulah yang menyebabkan ilmuwan asing sering menyebut umat Islam Indonesia itu mengalami minority complex di hadapan umat Islam negara lain. Atau, kita ini mayoritas secara angka, namun mental kita adalah mental minoritas. Padahal pada tahun 1970-an yang lalu Fazlur Rahman, tokoh neo-modernis Muslim dari Pakistan/ Amerika Serikat, sering menyebut Indonesia, bersama dengan Turki, sebagai tempat masa depan peradaban Islam. Melihat perkembangan saat ini, sepertinya harapan itu masih jauh terwujud.

2 Baca lebih lajut

silabus kajian p mat internasional 2014 2015

silabus kajian p mat internasional 2014 2015

Menjelaskan sistem pendidikan di Amerika Serikat 2.Menjelaskan kurikulum pembelajaran di Amerika Serikat 3.Menjelaskan strategi pembelajaran di Amerika Serikat 4.Menjelaskan sistem e[r]

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...