Top PDF B) Kebijakan Lingkungan di Indonesia

B) Kebijakan Lingkungan di Indonesia

B) Kebijakan Lingkungan di Indonesia

9) Defisiansi lingkungan yang diakibatkan oleh kondisi-kondisi akibat pengembangan dan bencana alam menimbulkan masalah yang mematikan dan paling baik dapat diatasi dengan percepatan pembangunan melalui transfer keuangan dan bantuan teknologi dalam jumlah besar sebagai pelengkap upaya dalam negeri negara- negara berkembang dan semacam bantuan tepat waktu sejauh diperlukan.

5 Baca lebih lajut

Standar BATAN 008-SNI-19-14001:2009 Pedoman tentang Pedoman Tentang Persyaratan dan Panduan Penggunaan Sistem Manajemen Lingkungan - e-Repository BATAN

Standar BATAN 008-SNI-19-14001:2009 Pedoman tentang Pedoman Tentang Persyaratan dan Panduan Penggunaan Sistem Manajemen Lingkungan - e-Repository BATAN

Suatu organisasi mempunyai kebebasan dan keleluasaan untuk menentukan lingkupnya dan dapat memilih untuk menerapkan Standar BATAN ini pada keseluruhan organisasi atau pada unit operasi tertentu organisasi tersebut. Organisasi harus menentukan dan mendokumentasikan lingkup sistem manajemen lingkungannya. Penentuan lingkup tersebut dimaksudkan untuk memperjelas lingkup organisasi yang menerapkan sistem manajemen lingkungan, khususnya bila organisasi tersebut adalah bagian dari organisasi yang lebih besar di suatu lokasi. Setelah lingkup ditentukan, semua kegiatan, produk dan jasa organisasi dalam lingkup tersebut perlu dimasukkan dalam sistem manajemen lingkungan. Pada saat menentukan lingkup, perlu diperhatikan bahwa kredibilitas sistem manajemen lingkungan akan tergantung pada pemilihan batasan organisasi. Bila suatu bagian organisasi tidak dimasukkan dalam lingkup sistem manajemen lingkungannya, organisasi harus mampu menjelaskan pengecualian tersebut. Bila Standar BATAN ini diterapkan pada suatu unit operasi khusus, kebijakan dan prosedur yang dikembangkan oleh unit lain dari organisasi tersebut dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan Standar BATAN ini, asalkan prosedur dan kebijakan tersebut dapat diterapkan pada unit operasi khusus tersebut.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

INSTRUMEN HUKUM LINGKUNGAN DAN KEBIJAKAN

INSTRUMEN HUKUM LINGKUNGAN DAN KEBIJAKAN

bergantung pada bnayak faktor. Menurut Lonergan (1993), untuk menjamin terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan, ada 3 dimensi yang harus dipertimbangkan .pertama, dimensi ekonomi, yang menghubu ngkan pengaruh-pengaruh unsur makroekonomi dan mikroekonomi pada lingkungan dan bagaimana sumber daya lam diperlukan dalam analisa ekonomi.kedua, dimensi politik, yang mencakup proses politik yang menentukan penampilan dan sosok pembangunan, pertumbuhan penduduk, dan degradasi lingkunngan pada suatu negara. Dalam dimensi ini juga termasuk peranan agen masyaraka, struktur sosial dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Ketiga , dimensi sosial dan budaya, yang mengaitkan antara traidsi dan sejarah, dominasi ilmu pengetahuan barat, serta pola pemikiran dan tradisi agama. Ketiga dimensi ini berinteraksi satu sama lain mendorong terciptanya pembangunan ynag berwawasan lingkungan.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Ekonomi dan Lingkungan KEBIJAKAN PEMBANG

Ekonomi dan Lingkungan KEBIJAKAN PEMBANG

waktu penyerahan, serta penganekaragaman produk dan pasar serta pengembangan sentra pemasaran produk Indonesia di luar negeri, yang didukung oleh penyempurnaan sarana dan prasarana perdagangan termasuk jaringan transportasi, informasi pasar, peningkatan promosi serta peningkatan akses pasar inclalui kerja sama perdagangan internasional, baik bilateral maupun multilateral. Berbagai sarana dan prasarana penunjang ekspor terutama kelembagaan perkreditan, pembiayaan, per-asuransian, Ialu lintas keuangan, dukungan perangkat hukum serta pelayanan usaha perlu dimantapkan. Dalam pelaksanaan ekspor perlu dibina keterkaitan yang kuat antara perdagangan internasional dan perindustrian dengan sistem produksi dan sistem pendukungnya; serta keterkaitan yang saling menguntungkan antara produsen dengan lembaga pemasaran, khususnya koperasi, serta memperbesar efek ganda dan perluasan lapangan kerja. Perluasan produk-produk unggulan disertai perluasan pasar negara tujuan ekspor, perlu didorong dan pelaksanaannya dilakukan secara lebih transparan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pustaka Gratis

Pustaka Gratis

Kebijakan lingkungan seharusnya dikomunikasikan kepada semua orang yang bekerja untuk atau atas nama organisasi, termasuk kontraktor yang bekerja di fasilitas organisasi. Komunikasi kepada kontraktor dapat berbentuk alternatif yang berbeda dari pernyataan kebijakan itu sendiri, seperti aturan, perintah, dan prosedur, dan diperbolehkan bila hanya mencakup bagian yang terkait dari kebijakan tersebut. Kebijakan lingkungan organisasi seharusnya ditetapkan dan didokumentasikan oleh manajemen puncak dalam hal kebijakan lingkungan dari badan korporasi yang lebih luas yang mana organisasi merupakan bagian daripadanya , dan dengan persetujuan badan tersebut.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Kebijakan Air dan Ekonomi Lingkungan

Kebijakan Air dan Ekonomi Lingkungan

Seluruh kehidupan di dunia tidak dapat terlepas dari air. Air menjadi prasyarat bagi kelangsungan hidup setiap makhluk. Ketersediaan air adalah hak mutlak yang harus diterima oleh setiap warga negara di Indonesia. Hak tersebut bagi setiap warga negara harus mendapatkan jaminan dan perlindungan. Negara harus mampu mengaturnya seperti yang telah diamanatkan di dalam Pasal 33 ayat 3 Undang Undang Dasar 1945 yang berbunyi “ Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat ”. Berdasarkan amanat konstitusi tersebut, negara mengamanatkan kepada pemerintah melalui UU No.7 Tahun 2004 untuk mengatur dan menjamin kebutuhan dan memberikan perlindungan hak setiap individu bangsa untuk mendapatkan air bagi pemenuhan kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupan yang sehat, bersih, dan produktif, termasuk pula memberikan perlindungan terhadap resiko yang timbul akibat potensi dan daya air.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengelolaan Dan Perlindungan Lingkungan hidup

Pengelolaan Dan Perlindungan Lingkungan hidup

Masalah lingkungan juga dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan dalam berbagai aktivitas bisnisnya.Pemerintah telah melakukan berbagai cara termasuk dengan memperbaiki instrument-instrumen hukum terutama yang terkait dengan lingkungan hidup. Salah satu produk hukum terbaru yang disahkan oleh pemerintah adalah UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang-undang yang berlaku sejak oktober 2009 dan tercatat dalam lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 ini menggantikan peran dari UU No 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.Lingkungan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupuan manusia. Hal ini dikarenakan dimana seseorang hidup maka akan tercipta suatu lingkungan yang berbeda dan sebaliknya. Pembangunan adalah sebagai suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur social, sikap-sikap masyarakat dan institusi-institusi nasional, disamping, tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpaan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan. agar menjadi lebih baik dan sehat.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PROGRAM ADIWIYATA SEKOLAH PEDULI DAN BER

PROGRAM ADIWIYATA SEKOLAH PEDULI DAN BER

Pengembangan Kebijakan Pengembangan Kebijakan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan   Filosofi, visi, misi sekolah yang peduli danFilosofi, visi, misi sekolah yang peduli dan [r]

22 Baca lebih lajut

Kebijakan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Di Indonesia

Kebijakan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Di Indonesia

disebutkan dalam laporan pencapaian Indonesia Sehat (Depkes 2004), angka penderita penyakit yang tertera dalam laporan adalah angka yang diperoleh ”dari data yang berasal dari masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui studi morbiditas dan berasal dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) yang diperoleh melalui sistem pencatatan dan pelaporan” (Depkes 2004 hal. 31). Padahal, Biro Pusat Statistik (2004) menunjukkan bahwa penduduk Indonesia masih banyak yang tidak pergi berobat ke tempat pelayanan kesehatan ketika mengalami gejala sakit fisik, sehingga tidak terdata ketika sakit. Data Susenas 2004 menunjukkan hanya 38,21% dari penduduk yang disensus yang pergi berobat ke tempat pelayanan kesehatan sehingga dikuatirkan angka laporan kasus penderita demam berdarah hanya mencakup sejumlah kecil jumlah penderita yang sesungguhnya. Kurangnya data seperti itu dapat menyebabkan kekeliruan persepsi risiko (Fischoff 1995), (Slovic & Weber 2002).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Kebijakan Keamanan Informasi di lingkungan

Kebijakan Keamanan Informasi di lingkungan

Disamping kebijakan yang bersifat umum, dapat pula diperkenalkan kebijakan yang secara khusus mengatur hal-hal yang diluar kebiasaan atau bersifat ad-hoc (maupun non-rutin). Misalnya adalah hak akses terhadap sumber daya teknologi yang diberikan kepada penegak hukum ketika terjadi proses atau insiden kejahatan kriminal; atau wewenang akses terhadap pihak eksternal yang sedang melakukan aktivitas audit teknologi informasi; atau hak khusus bagi pemilik perusahaan atau pemegang saham mayoritas yang ingin melihat kinerja organisasi atau perusahaan yang dimilikinya.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengendalian intern adalah suatu proses

Pengendalian intern adalah suatu proses

Pengendalian umum merupakan pengendalian menyeluruh yang berdampak terhadap lingkungan sistem informasi computer (SIK), meliputi kebijakan dan prosedur mengenai semua aktifitas PDE, yang bertujuan untuk membuat kerangka pengendalian yang menyeluruh mengenai aktifitas PDE, serta untuk memberikan tingkat keyakinan yang memadai bahwa seluruh tujuan pengendalian intern dapat tercapai. Pengendalian ini diperlukan untuk memberikan jaminan bahwa pengendalian aplikasi berjalan dengan baik sebagaimana mestinya, yang bergantung pada sumber daya komputer. Karena jika pengendalian aplikasi tidak berfungsi, misalnya ada format data yang tidak sesuai tapi dapat dibaca komputer, pengendalian umum akan langsung bereaksi dan memberikan umpan balik. Dengan begitu, petugas dapat segera melakukan koreksi. Adanya pengendalian umum ini merupakan bentuk kombinasi kebaikan yang terdapat pada Auditing Manual dan Auditing PDE.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

FINAL Mendorong Kebijakan dan Implementasi Data Terbuka

FINAL Mendorong Kebijakan dan Implementasi Data Terbuka

Indonesia sudah memiliki prasyarat dasar yang menjalin demokrasi dan keterbukaan dalam satu tarikan nafas. Secara legislasi, konstitusi sudah menjamin berlangsungnya demokrasi yang partisipatif dan juga menjamin hak – hak rakyat untuk mengakses informasi public yang diperlukan oleh rakyat. Tidak cukup dengan konstitusi dan UU Hak Asasi Manusia, pada 2008 Indonesia juga telah mengesahkan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). UU ini menjamin rakyat untuk dapat mengakses informasi yang berada di badan – badan public untuk kepentingan masyarakat. Persoalannya saat ini adalah pada tataran praktek. Meski UU KIP menegaskan agar badan public memastikan prinsip pro active disclosure tapi peratura – peraturan internal yang dikeluarkan badan public itu pada umumnya tidak mengatur sesuai dengan UU KIP, terutama pada informasi yang wajib disediakan secara berkala. Persoalannya juga tidak hanya pada level regulasi teknis, tapi juga kualitas data dan informasi yang disajikan.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

57c93359314ff 6 manajemen lingkungan

57c93359314ff 6 manajemen lingkungan

all industries, including mining, have inevitable environmental impact, both positive and negative creating thereby an exchange between environmental beneit and environmental impact. The government of Indonesia determined mining is imperative for Indonesia’s economic development, and has in place the system to operate our project to be able to provide the economic beneit desired by Indonesia, while wherever possible, mitigating the negative impact towards the environment. PTFI is also committed to rehabilitate/reclaim the impacted area when said area is no longer used for operational purposes.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Kebijakan Hukum Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia

Kebijakan Hukum Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia

Hukum lingkungan dalam bidang ilmu hukum, merupakan salah satu bidang ilmu hukum yang paling strategis karena hukum lingkungan mempunyai banyak segi yaitu segi hukum administrasi, segi hukum pidana dan segi hukum perdata. Dalam pengertian sederhana, hukum lingkungan diartikan sebagai hukum yang mengatur tatanan lingkungan (lingkungan hidup), dimana lingkungan mencakup semua benda dan kondisi, termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan memengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia serta jasad-jasad hidup lainnya. Dalam pengertian secara modern, hukum lingkungan lebih berorientasi pada pada lingkungan atau Environment- Oriented Law, sedang hukum lingkungan yang secara klasik lebih menekankan pada orientasi penggunaan lingkungan atau Use-Oriented Law (Riana, 2009).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Implementasi Kebijakan Ekologi Indonesia sm

Implementasi Kebijakan Ekologi Indonesia sm

Segera setelah surat laporan itu dipublikasikan, maka Pemerintah Indonesia harus menghapus pasal-pasal yang secara logis membuat destruksi hal-hal yang telah dianalisis tadi. Demikianlah esai ini ditulis tidak hanya untuk meramaikan Lomba Esai Mongabay Indonesia 2015, tetapi juga mengkritik para pemilik modal yang turut menyumbang pajak agar berpikir ulang tentang pembangunan proyek yang dapat merusak lingkungan hidup dan pemerintah Indonesia dapat memberi sanksi tegas kepada para pelanggarnya. Apakah masyarakat Kalimantan perlu

6 Baca lebih lajut

2011 03 24 Policy Paper Sawit satu abad sawit di Indonesia

2011 03 24 Policy Paper Sawit satu abad sawit di Indonesia

internasional membuat petani sawit bahkan perusahaan sawit akan terus fluktuasi harga. Petani sawit hanya akan terus menjadi buruh penghasil bahan mentah yang tidak memiliki kepastian. Ketika harga CPO meningkat petani diiming-imingi keuntungan besar untuk menanam sawit bagi industri walau keuntungan yang diterima lebih banyak diserap oleh perusahaan sawit. Kemudian saat harga jatuh petani lah yang paling pertama ditekan agar industri tidak terlalu merugi, petani selalu menjadi obyek. Pada tahun 2010 tidak adanya pengembangan industri hilir yang dikelola oleh negara dan menempatkan posisi petani sebagai subjek maka petani sawit hanya akan terus menjadi buruh di tanahnya sendiri. Dan harga turunan produk sawit yang diproduksi oleh perusahaan akan terus memenuhi pasar LN daripada dalam negeri. Perluasan perkebunan sawit yang telah merusak dan merampas sumber alam yang secara turun temurun dikelola keluarga tani membuat petani tidak memiliki pilihan dan terseret ke dalam rantai industri perkebunan sawit. Jika pemberian ijin perluasan perkebunan ataupun food estate tidak segera dihentikan maka lahan-lahan pertanian yang subur akan menghilang menjadi gurun hijau. Akibatnya konflik-konfik baru diperkebunan akan semakin marak terjadi, konversi lahan hutan, gambut maupun pertanian pangan juga semakin meluas. Terkait pangan ke depan bukan hanya petani namun rakyat secara keseluruhan akan kesulitan memperoleh pangan jika hal ini dibiarkan. Tahun-tahun mendatang konflik diperkebunan sawit terus akan terjadi, mengingat tahun 2010 belum ada penyelesaian konflik yang signifikan disektor perkebunan. Demikian juga persoalan lingkungan, kedaulatan pangan bangsa yang semakin hari mengkwatirkan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Prof. Dr. Arief Rachman M.Pd Pembentukan Karakter Peserta Didik yang Peduli Lingkungan Hidup UI Salemba 20Sept17

Prof. Dr. Arief Rachman M.Pd Pembentukan Karakter Peserta Didik yang Peduli Lingkungan Hidup UI Salemba 20Sept17

12 Landasan Kebijakan Landasan Kebijakan Pendidikan Pendidikan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup lanjutanlanjutan  Piagam Kerja Sama Menteri Negara Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pe[r]

28 Baca lebih lajut

Kebijakan Lingkungan di Indonesia DAN

Kebijakan Lingkungan di Indonesia DAN

Indonesia menghadapi banyak hambatan dalam upaya menyempurnakan peraturan dan kebijakan lingkungan beserta implementasinnya. Hambatan-hambatan tersebut antaa lain struktur lembaga yang masih terfragmentasi, keterbatasan koordinasi antarkementrian dan antarinstansi, baik antar tingkat pusat ataupun daerah, serta keterbatasan sumber daya keuangan dan teknik. Untuk menghadapi tantangan tersebut pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup berusaha (KLH) memberdayakan AMDAL secara efektif dan memperbaiki lingkungan hidup sebelumnya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hukum dan kebijakan lingkungan di Indonesia COVER

Hukum dan kebijakan lingkungan di Indonesia COVER

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user HUKUM DAN KEBIJAKAN LINGKUNGAN DI INDONESIA Dr.. I GUSTI AYU KETUT RACHMI HANDAYANI, SH., MM EDITOR: Prof.[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...