Top PDF BUDIDAYA TANAMAN KAKAO Theobroma cacao L

BUDIDAYA TANAMAN KAKAO Theobroma cacao L

BUDIDAYA TANAMAN KAKAO Theobroma cacao L

Buah cokelat/kakao bisa dipenen apabila perubahan warna kulit dan setelah fase pembuahan sampai menjadi buah dan matang ± usia 5 bulan. Ciri-ciri buah akan dipanen adalah warna kuning pada alur buah; warna kuning pada alur buah dan punggung alur buah; warna kuning pada seluruh permukaan buah dan warna kuning tua pada seluruh permukaan buah. Kakao masak pohon dicirikan dengan perubahan warna buah:a) Warna buah sebelum masak hijau, setelah masak alur buah menjadi kuning.b) Warna buah sebelum masak merah tua, warna buah setelah masak merah muda, jingga, kuning. Buah akan masak pada waktu 5,5 bulan (di dataran rendah) atau 6 bulan (di dataran tinggi) setelah penyerbukan. Pemetikan buah dilakukan pada buah yang tepat masak. Kadar gula buah kurang masak rendah sehingga hasil fermentasi kurang baik, sebaliknya pada buah yang terlalu masak, biji seringkali telah berkecambah, pulp mengering dan aroma berkurang.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.) Di Kabupaten Padang Pariaman.

Sistem Informasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.) Di Kabupaten Padang Pariaman.

Menurut Dinas Perkebunan Propinsi Sumatera Barat (2006), perkembangan lahan di Kabupaten Padang Pariaman diperkirakan akan meningkat di tahun berikutnya. Sehubungan dengan bertambah luasnya lahan untuk budidaya kakao juga harus diikuti dengan peningkatan produksi tanaman kakao. Budidaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produksi tanaman. Budidaya yang tidak sesuai dengan kondisi lahan dan iklim menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak optimal, sehingga produksi tanaman menjadi rendah.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KARAKTER FISIOLOGIS DAN AGRONOMIS BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) YANG

KARAKTER FISIOLOGIS DAN AGRONOMIS BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) YANG

Selain klorofil daun, salah satu faktor yang mempengaruhi fotosintesis tanaman adalah konduktivitas stomata. Nilai konduktivitas stomata pada penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh berbeda nyata pada interaksi antara inokulasi bakteri Synechococcus sp. dan kadar bahan organik media. Nilai konduktivitas stomata tertinggi yaitu pada kombinasi perlakuan inokulasi bakteri Synechococcus sp. dan bahan organik 60% pada media sebesar 8,93 mmol/m 2 s. Hal itu dikarenakan sebagian besar koloni bakteri yang diberikan membantu tanaman dalam memproduksi auksin sehingga kandungan auksin meningkat. Synechococcus sp. diduga membantu peningkatan kandungan auksin pada tanaman dengan mentranslokasikan hasil sintesis auksin melalui titik-titik entry point yang belum diketahui (Soedradjad, 2004). Kandungan auksin yang meningkat akan menurunkan kandungan asam absisat (ABA). Kandungan asam absisat merupakan pemberi sinyal pada tanaman saat lingkungan tidak mendukung untuk menutup stomata. Auksin merupakan hormon pemacu pertumbuhan sehingga berkorelasi positif dengan proses fotosintesis.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Viabilitas Benih dan Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L) pada Beberapa Tingkat Kelembaban dan Media Simpan - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Viabilitas Benih dan Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L) pada Beberapa Tingkat Kelembaban dan Media Simpan - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Benih kakao termasuk benih rekalsitran dengan masa hidup singkat dan tidak mudah untuk disimpan sebab kadar airnya tinggi, menyebabkan benih mudah terkontaminasi mikroba dan lebih cepat mengalami kemunduran. Media penyimpanan benih yang digunakan hendaknya dapat mempertahankan kelembaban disekitar benih. Salah satu peran media penyimpanan benih yakni mampu memelihara keseimbangan kelembaban bagi kebutuhan benih yang disimpan. Kadar air benih dalam penyimpanan masih dapat dipertahankan sampai batas tertentu dengan menggunakan media simpan arang sekam dan serbuk gergaji. Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus atas berkat dan kurniaNya penulis dapat melaksanakan penelitian dan menyelesaikan skripsi dengan judul “ Viabilitas Benih dan Pertumbuhan Bibit Kakao ( Theobroma cacao L) pada Beberapa Tingkat Kelembaban dan Media Simpan” yang merupakan syarat penyelesaian studi sebagai Sarjana Pertanian. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penelitian dan penyusunan skripsi :
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

DAYA ADHESI Streptococcus mutans PADA NETROFIL YANG DIINKUBASI EKSTRAK POLIFENOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao L)

DAYA ADHESI Streptococcus mutans PADA NETROFIL YANG DIINKUBASI EKSTRAK POLIFENOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao L)

Biji tanaman kakao mengandung polifenol sebagai bahan bioaktif yang berfungsi sebagai antiinflamasi. Polifenol sebagai antiinflamasi mampu menghambat adhesi bakteri dan sel netrofil saat mengadakan perlekatan pada interaksi hidrofobik dengan menurunkan hidrofobisitas reseptor pada membran sel karena sifat polifenol yang hidrofilik. Sel netrofil merupakan pertahanan tubuh non spesifik yang pertama kali mengatasi adanya antigen diawali dengan perlekatan dan selanjutnya memfagosit antigen tersebut. Sel netrofil hanya mampu memfagositosit bakteri 3-20 kemudian akan lisis dan terjadi pengeluaran cairan intraseluler termasuk enzim lisosom sehingga menyebabkan kerusakan pada jaringan normal sekitarnya. Bakteri S. mutans merupakan bakteri utama penyebab karies yang mendemineralisasi email gigi hasil fermentasi asam dan selanjutnya akan menginvasi dentin dan menyebabkan inflamasi pulpa (pulpitis) pada kondisi lanjut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui polifenol ekstrak biji kakao mampu sebagai antiinflamasi dengan menurunkan kemampuan adhesi bakteri S. mutans pada sel netrofil.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Substitusi Dedak Padi Dengan Pod Kakao(Theobroma cacao L) Dipermentasi Dengan Rhizopus SP, Saccharomyces SP, Lactobacilus SP Terhadap Performans Ternak Babi Perternakan Larance Jantan

Substitusi Dedak Padi Dengan Pod Kakao(Theobroma cacao L) Dipermentasi Dengan Rhizopus SP, Saccharomyces SP, Lactobacilus SP Terhadap Performans Ternak Babi Perternakan Larance Jantan

fermentasi dengan 17,5% dedak padi sebesar 4,47, perlakuan P2 yaitu pemberian 10% kakao fermentasi dengan 15% dedak padi sebesar 4,08%, perlakuan P3 yaitu pemberian 12,5% kakao fermentasi dengan 12,5% dedak padi sebesar 3,75, perlakuan P4 yaitu pemberian 15% kakao fermentasi dengan 10% dedak padi sebesar 4,28, dan perlakuan P5 yaitu pemberian 17,5% kakao fermentasi dengan 7,5% dedak padi sebesar 4,44. Dan total rataan konversi pakan babi peranakan Landrace jantan sebesar 4,20. Konversi ransum harian hasil penelitian tersebut sesuai dengan yang dianjurkan oleh NRC (1998) yakni 3,68 – 4,21. Ada beberapa data konversi pakan dari setiap perlakuan yang menunjukan diatas batasan 4,21 yaitu pada perlakuan P1 sebesar 4,47, perlakuan P5 sebesar 4,44, dan perlakuan P4 sebesar 4,28 sedangkan perlakuan P2 sebesar 4,08 dan perlakuan P3 sebesar 3,75 termasuk nilai konversi yang baik. Hal ini disebabkan oleh ketidakmurnian keturunan atau kurangnya pencatatan dari ternak babi peranakan Landrace yang diteliti, sehingga efisiensi penggunaan ransum tidak sebaik Landrace murni.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Pengendalian Serangan Colletotrichum sp. Pada Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Menggunakan Isolat Bakteri Kitinolitik

Pengendalian Serangan Colletotrichum sp. Pada Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Menggunakan Isolat Bakteri Kitinolitik

Pengamatan mikroskopis untuk melihat hifa abnormal Colletotrichum sp., dilakukan pada hari ketujuh. Dari uji antagonis yang dilakukan dengan menggunakan Colletotrichum sp., berasal dari tanaman kakao yang diduga terserang fungi dengan kelima isolat bakteri kitinolitik, ternyata hifanya melilit atau menggulung dan lisis (Gambar 7). Hal tersebut diduga karena terjadinya interaksi hiperparasit antara isolat bakteri kitinolitik dan jamur Colletotrichum sp., dimana keberadaan kitin pada dinding sel jamur yang merupakan nutrisi, isolat bakteri kitinolitik mengalami pertumbuhan yang begitu cepat dan melakukan kolonisasi terhadap hifa jamur dan menghasilkan enzim litik berupa kitinase yang mampu menempel kuat pada hifa Colletotrichum sp. sehingga jamur patogen akan terdesak pertumbuhannya. Namun sebelum terjadinya lisis hifa jamur membentuk hifa intraseluler yang berupa lilitan padat dan melengkung. Bersamaan dengan hal tersebut isolat bakteri kitinolitik mengeluarkan enzim litik terus menerus yang mampu merombak dinding sel hifa patogen sehingga jamur patogen mati.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI AKTIFITAS ANTIOKSIDAN, KANDUNGAN PROTEIN, FENOL DAN FLAVONOID PADA JARINGAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

IDENTIFIKASI AKTIFITAS ANTIOKSIDAN, KANDUNGAN PROTEIN, FENOL DAN FLAVONOID PADA JARINGAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

Tiada kata yang dapat penulis ungkapkan selain syukur Alhamdulillah, berkat rahmat serta hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah Tertulis (Skripsi) ini yang berjudul “Identifikasi Aktifitas Antioksidan, Kandungan Protein, Fenol dan Flavonoid pada Jaringan Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.)”.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN 6-benzylamino purine (BAP) DAN VITAMIN UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN INDUKSI EMBRIO SOMATIK KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO - repository perpustakaan

PENGARUH PENAMBAHAN 6-benzylamino purine (BAP) DAN VITAMIN UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN INDUKSI EMBRIO SOMATIK KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO - repository perpustakaan

Maximova, S. N., Alemanno, L., Young, A., Ferriere, N., Traore, A & Guiltinan, M. J. (2002). Efficiency, genotypic variability, and cellular origin of primary and secondary somatic embryogenesis of Theobroma cacao L. In Vitro Celluler Development Biology Plant, 38, 252-259.

7 Baca lebih lajut

ANALISIS EFEK EKSTRAK POLIFENOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao L) TERHADAP UKURAN DAN MORFOLOGI Streptococcus mutans MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM)

ANALISIS EFEK EKSTRAK POLIFENOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao L) TERHADAP UKURAN DAN MORFOLOGI Streptococcus mutans MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM)

Analisis Efek Ekstrak Polifenol Biji Kakao (Theobroma cacao L) Terhadap Ukuran Dan Morfologi Streptococcus mutans Menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM); Nisdian Apriningtyaswati; 091610101051; 2013; 54 halaman; Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.

18 Baca lebih lajut

Efek Senyawa Polifenol Ekstrak Biji Kakao (Theobroma cacao L) terhadap Pertumbuhan Bakteri Lactobacillus acidophilus

Efek Senyawa Polifenol Ekstrak Biji Kakao (Theobroma cacao L) terhadap Pertumbuhan Bakteri Lactobacillus acidophilus

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyele saikan skripsi yang berjudul “ Efek Senyawa Polifenol Ekstrak Biji Kakao (Theobroma cacao L) terhadap Pertumbuhan Bakteri Lactobacillus acidophilus ” . Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.

17 Baca lebih lajut

tanaman kakao MAKALAH BIOLOGI KAKAO Theobroma Cacao

tanaman kakao MAKALAH BIOLOGI KAKAO Theobroma Cacao

Didaerah yang curah hujannya lebih rendah dari 1.200 mm per masih dapat ditanami kakao, tetapi dibutuhkan air irigasi. Hal ini disebabkan air yang hilang karena transpirasi akan lebih besar daripada air yang diterima tanaman dari curah hujan, sehingga tanaman perlu dipasok dengan air irigasi.

12 Baca lebih lajut

PENGARUH 2,4-D (2,4-Diklorofenoksiasetat) DAN BAP (6 – Benzil amino purine) TERHADAP KEBERHASILAN EMBRIOGENESIS SOMATIK BUNGA KAKAO (Theobroma cacao, L.) - repository perpustakaan

PENGARUH 2,4-D (2,4-Diklorofenoksiasetat) DAN BAP (6 – Benzil amino purine) TERHADAP KEBERHASILAN EMBRIOGENESIS SOMATIK BUNGA KAKAO (Theobroma cacao, L.) - repository perpustakaan

Pudjihartati, E. & M.M Herawati. 2010. Perakitan galur gandum (Triticum aestivum L.) toleran salinitas melalui induksi variasi somaklonal dan teknik seleksi in vitro. Laporan penelitian hibah bersaing. Fakultas Pertanian. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

7 Baca lebih lajut

DAYA INSEKTISIDA, JENIS, DAN STRUKTUR ISOLAT MURNI EKSTRAK POLAR SERBUK DAUN GAMAL (Gliricidia maculata Hbr.) TERHADAP KUTU PUTIH (Planococcus minor Maskell ) PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

DAYA INSEKTISIDA, JENIS, DAN STRUKTUR ISOLAT MURNI EKSTRAK POLAR SERBUK DAUN GAMAL (Gliricidia maculata Hbr.) TERHADAP KUTU PUTIH (Planococcus minor Maskell ) PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

Setiap senyawa yang ditemukan pada tahapan fraksinasi dilakukan bioassay terhadap hama kutu putih P. minor dan media uji yang digunakan adalah buah kakao (T. cacao ) tempat P. minor hidup. Hal ini dilakukan untuk menapis senyawa aktif insektisida. Bioassay yang dilakukan adalah uji mortalitas dengan pengaruh residu (residual effect). Uji residu dilakukan dengan merendam media uji dengan 5 taraf tingkatan konsentrasi (0%, 0,015%, 0,030%, 0,045% dan 0,060%) selama 10 menit, 10 ekor serangga uji (P. minor) betina yang sudah diaklimatisasi selama 1 hari sebelum perlakuan diletakkan pada media uji dan dipelihara pada waadah uji.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Aplikasi Kompos Kulit Kakao Sebagai Media Tanam dan Efisiensi Pupuk Anorganik Pada Pembibitan Tanaman Kakao (Theobroma cacao .L)

Aplikasi Kompos Kulit Kakao Sebagai Media Tanam dan Efisiensi Pupuk Anorganik Pada Pembibitan Tanaman Kakao (Theobroma cacao .L)

Kebutuhan tanah lapisan atas sebagai media tanam di pembibitan kakao sangat besar. Pengambilan lapisan tanah di lahan kebun dapat mengakibatkan semakin menipisnya tanah lapisan atas. Oleh sebab itu perlu adanya alternatif sebagai bahan media pembibitan namun alternatif yang digunakan harus memiliki sifat-sifat yang dikehendaki oleh bibit tanaman kakao dan juga dapat mengefisiensikan penggunaan pupuk yang diberikan pada saat pembibitan.

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...