Top PDF Demam Berdarah Dengue (Dbd) Pencegahan Dan Pengobatannya.

Demam Berdarah Dengue (Dbd) Pencegahan Dan Pengobatannya.

Demam Berdarah Dengue (Dbd) Pencegahan Dan Pengobatannya.

Selain memperhat ikan hal t ersebut , juga perlu diperhat ikan kondisi dan sit uasi rumah, sebaiknya diusahakan rumah t et ap t erang dan bervent ilasi cukup , bersirkulasi baik, bebas dari lembab bebas dari genangan, t e t ap t erjaga kebersihannya baik di dalam rumah, t empat kerja dan halaman, bebas dari sampah, akan sangat baik apabila t aman t idak t erlalu rimbun. Bila diperlukan bisa dilakukan penyemprot an nyamuk dengan insekt isida, mem asang kaw at nyamuk dipint u dan jendela, pemakaian kelambu ket ika t idur (khusus pada anak-anak saat t idur siang hari), pemakaian cairan ant i nyamuk dan baju lengan panjang dan celana panjang dengan kaus kaki juga merupakan langkah prevent ip yang bijaksana unt uk mencegah demam berdarah, unt uk sement ara pada w akt u t erjadi w abah demam berdarah, diusahakan anak-anak t idak bermain diluar at au di dalam rumah dengan celana dan baju berlengan pendek at au apabila t erpaksa maka digunakan cairan at au krem ant i nyamuk (m osquit o repellant ) pada bagian t ubuh yang t idak t ert ut up. 5.1.2. Biologis
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP JUMANTIK KECIL SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN PELATIHAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI MIN KETITANG.

PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP JUMANTIK KECIL SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN PELATIHAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI MIN KETITANG.

Salah satu program pemberantasan DBD adalah melalui program pelatihan pada anak usia Sekolah Dasar (SD). Menurut Winch et al., (2002), penyelenggaraan program pencegahan DBD pada anak SD mempunyai hubungan yang signifikan terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku dalam upaya pencegahan DBD. Jumantik kecil diperlukan guna menjaga kesehatan bagi masyarakat madrasah khususnya anak-anak usia dini yang rentan terhadap penyakit. Jam sekolah di madrasah adalah waktu di mana nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopictus yang berperan sebagai vektor DBD beraktivitas untuk menghisap darah (Anonim, 2009). Hasil penelitian Yuliantino (2007), menyimpulkan bahwa keaktifan jumantik mempengaruhi tingginya Angka Bebas Jentik (ABJ) dan tingginya ABJ dapat menurunkan kasus DBD.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Kesempatan, Kemauan, Dan Kemampuan Ibu Terhadap Partisipasi Dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh

Pengaruh Kesempatan, Kemauan, Dan Kemampuan Ibu Terhadap Partisipasi Dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh

dan pemberantasan terhadap jentik-jentiknya, karena vaksin untuk mencegah dan obat untuk membasmi virusnya belum tersedia. Cara yang dianggap paling tepat adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengeu (PSN-DBD) yang harus didukung oleh peran serta masyarakat. Apabila PSN-DBD dilaksanakan oleh seluruh masyarakat maka populasi nyamuk Aedes Aegypti akan dapat ditekan serendah- rendahnya, sehingga penularan DBD tidak terjadi lagi. Upaya penyuluhan dan motivasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkesinambungan dan terus- menerus, karena keberadaan jentik nyamuk berkaitan erat dengan perilaku masyarakat (Depkes RI, 2005).
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

Analisis Implementasi Program Pencegahan Dan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue Dalam Menurunkan Insiden Dbd Berbasis Kelurahan Di Kota Medan Tahun 2014

Analisis Implementasi Program Pencegahan Dan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue Dalam Menurunkan Insiden Dbd Berbasis Kelurahan Di Kota Medan Tahun 2014

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan tesis ini dengan judul “Analisis Implementasi Program Pencegahan dan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue Dalam Menurunkan Insiden DBD Berbasis Kelurahan Di Kota Medan Tahun 2014”.

17 Baca lebih lajut

PARTISIPASI REMAJA SMA DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN SUKOHARJO.

PARTISIPASI REMAJA SMA DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN SUKOHARJO.

Selama ini peran dari remaja dalam kegiatan pencegahan DBD masih kurang. Hal itu terlihat dari masih kurangnya partisipasi atau keikutsertaan dari remaja dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di lingkungan baik dalam bentuk kegiatan gotong royong, membersihkan lingkungan, melakukan 3M dan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Remaja sebagai generasi penerus bangsa, pelopor gerakan pembaharuan yang mempunyai tugas dan tanggungjawab besar dalam keluarga, lingkungan dan masyarakat, harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dimulai dari dirinya sendiri sampai menerapkannya di lingkungan keluarga bahkan masyarakat.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Tindakan Mencegah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi

Pengaruh Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Tindakan Mencegah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi

Lloyd, LS. 2003. Strategic Report 7. Best Practices for Dengue Prevention and Control in the Americas. Environmental Health Project Contract HRN-I-00- 99-00011-00. Office of Health, Infectious Diseases and Nutrition Bureau for Global Health U.S. Agency for International Development Washington, DC 20523.

5 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Demam Berdarah Dengue (DBD) 1. Definisi - Tegar Alam Pambudi BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Demam Berdarah Dengue (DBD) 1. Definisi - Tegar Alam Pambudi BAB II

Penyakit ini didahului oleh demam tinggi yang mendadak, terus menerus, berlangsung 2-7 hari, naik turun dan tidak mampu dengan antipiretik. Kadang suhu tubuh sangat tinggi dan dapat terjadi kejang demam. Akhir fase demam merupakan fase kritis pada DBD pada saat fase demam mulai menurun dan pasien tampak seakan sembuh, hati-hati karena fase tersebut sebagai awal kejadian syok. Biasanya pada hari ke tiga dari demam. Hari ke 3, 4, 5 adalah fase kritis yang harus dicermati pada hari ke 6 dapat terjadi syok. Kemungkinan dapat terjadi perdarahan dan kadar trombosit sangat rendah (<20.000/µl).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Kegawatan Demam Berdarah Dengue pada Anak

Kegawatan Demam Berdarah Dengue pada Anak

Disfungsi sirkulasi atau syok pada DBD, (sindrom syok dengue = SSD) yang biasanya terjadi antara hari sakit ke 2-7, disebabkan oleh peningkatan permeabilitas vaskular sehingga terjadi plasma leakage, efusi cairan serosa ke rongga pleura dan peritoneum, hipo- proteinemia, hemokonsentrasi dan hipovolemia, yang mengakibatkan berkurangnya venous return, preload miokard, volume sekuncup dan curah jantung, sehingga terjadi disfungsi sirkulasi dan penurunan perfusi organ. Gangguan perfusi ginjal ditandai dengan oliguria atau anuria, sedangkan gangguan perfusi susunan saraf pusat ditandai oleh penurunan kesadaran. 5,14 Pada fase awal
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ARTIKEL dan FEATURE KKN REGULER UAD DIVISI XVII.A.2 "Pengetahuan Masyarakat dalam Pencegahan DBD (Demam Berdarah Dengue), DI DUSUN PANTOGKULON, BANJAROYO, KALIBAWANG, KULONPROGO". - Repository Universitas Ahmad Dahlan

ARTIKEL dan FEATURE KKN REGULER UAD DIVISI XVII.A.2 "Pengetahuan Masyarakat dalam Pencegahan DBD (Demam Berdarah Dengue), DI DUSUN PANTOGKULON, BANJAROYO, KALIBAWANG, KULONPROGO". - Repository Universitas Ahmad Dahlan

Penyebab penyakit DBD adalah virus dengue yang termasuk dalam group B Arthropoda Borne Viruse (arboviruses) yaitu virus yang ditularkan melalui serangga. Virus dengue termasuk genus Flavivirus dan mempunyai 4 jenis serotipe, yaitu DEN- 1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Infeksi oleh salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi terhadap serotipe lain yang bersangkutan, sedangkan antibodi yang terbentuk terhadap serotipe lain sangat kurang, sehingga tidak dapat memberikan perlindungan yang memadai terhadap serotipe lain tersebut. Seseorang yang tinggal di daerah endemis dengue dapat terinfeksi 3 atau bahkan 4 serotipe selama hidupnya. Keempat serotipe virus dengue dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Tentang Upaya Pencegahan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Pada Anak Di RSUD Banjarbaru Tahun 2015 Relations Of Parent’s Knowledge And Attitude About Prevention Efforts of Dengue Hemorrhagic Fever (Dhf) P

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Tentang Upaya Pencegahan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Pada Anak Di RSUD Banjarbaru Tahun 2015 Relations Of Parent’s Knowledge And Attitude About Prevention Efforts of Dengue Hemorrhagic Fever (Dhf) P

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is the disease that is caused by dengue virus that infected through mosquito bite aedes aygypti. South Kalimantan is one of six provinces that has improvement of extraordinarily Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) phenomenon in Banjarbaru city has upgraded in every year. Based on prevalensi data report, the rate of DHF in RSUD Banjarbaru has upgraded. In 2014, noted down 54 person who are victim of dengue hemorrhagic fever (DHF) and 1 person who is died. While, in the beginning 2015 (January-March) the victim of dengue hemorrhagic fever (DHF) is 153 person. The purpose of this research is to know the reletionship of parent’s knowledge and attitude about prevention efforts of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) phenomenon in children at RSUD Banjarbaru 2015. This research used analytic method and cross sectional approach. The population of the research is all parents whose their children have suffering of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) disease in kid room of RSUD Banjarbaru on April-June, 2015 totalled 66 person by taking the sample of 66 respondent. The instrument of this research is quesioner. The result of the research is knowed that parent’s knowledge is less 20 people (40,2%), enough 27 people (30,9%), and good 19 person (28,9%). Negative parents attitude is 45 people (68%) and positive attitude 21 people (32%). The positive rate of people who is suffering of DHF 45 people (61,9%) and negative DHF 21 people (32%). Based on chi square test there is the relationship beetwen parents knowledge and attitude about prevention efforts and dengue hemorrhagic fever (DHF) phenomenon of the children in RSUD Banjarbaru in 2015. By this research, the researcher hope to all family could be understand the way of dengue hemorrhagic fever (DHF) prevention, give the attention to residence area cleanliness and doing 3M+.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG MENGURAS, MENGUBUR, DAN MENUTUP (3M) DENGAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA SELOKERTO KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG MENGURAS, MENGUBUR, DAN MENUTUP (3M) DENGAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA SELOKERTO KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN

terarah dan terpadu. Salah satu sektor pembangunan tersebut adalah program-program kesehatan. Upaya kesehatan merupakan satu kesatuan antara upaya peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif ) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif). Oleh karenanya perlu adanya suatu Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang bertujuan tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal (Ali, 2000). Hal tersebut dapat dilakukan oleh setiap penduduk mulai dari lingkup keluarga masing-masing. Potter dan Perry (2005) menjelaskan bahwa keluarga secara kuat mempengaruhi perilaku sehat dari setiap anggotanya begitu juga status kesehatan dari setiap individu mempengaruhi bagaimana fungsi unit keluarga dan kemampuannya untuk mencapai tujuan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA KELAS V SD MENGENAI PENCEGAHAN DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN GERAKAN 3M (MENGURAS, MENUTUP, DAN MENGUBUR BARANG YANG DAPAT MENAMPUNG AIR) DI SDN JALAN ANYAR KOTA BANDUNG.

GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA KELAS V SD MENGENAI PENCEGAHAN DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN GERAKAN 3M (MENGURAS, MENUTUP, DAN MENGUBUR BARANG YANG DAPAT MENAMPUNG AIR) DI SDN JALAN ANYAR KOTA BANDUNG.

Upaya yang telah dilakukan Pemerintah terhadap pencegahan telah banyak dilakukan, seperti pada peringatan hari kesehatan pada tanggal 19 April 1998 Menteri Kesehatan mencanangkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) dengan mensosialisasikan Gerakan 3M yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur barang yang bisa menampung air sebagai upaya untuk menghilangkan sarang nyamuk. Usaha yang dilakukan pemerintah nampaknya belum berhasil bila melihat angka kejadian pada tahun 2007 yang relatif tinggi.Hal ini kemungkinan pelaksanaan Gerakan 3M dilakukan secara individual, temporer dan kurangnya kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam menyikapi upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Mawatdah Yusoh BAB II

Mawatdah Yusoh BAB II

Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue dari genus Flavivirus, familyFlaviviridae. DBD ditularkan kemanusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus Dengue. Virus Dengue penyebab Demam Dengue (DD), Demam Berdarah Dngue (DBD) dan Dengue Shock Syndrom (DSS) termasuk dalam lelompok B Arthropod Virus(Arbovirosis) yang sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus, famili Flaviviride, dan mempunyai 4 jenis serotype, yaitu: Den-1, Den2 ,Den-3 ,Den-4 (Kemenkes RI, 2010).

25 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MELALUI METODE LEAFLET DI PERUMAHAN BTN PALUPI PERMAI KELURAHAN PALUPI PALU TAHUN 2012 | Arwan | EJurnal Preventif FKIK 2702 8146 1 PB

ANALISIS PERBEDAAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MELALUI METODE LEAFLET DI PERUMAHAN BTN PALUPI PERMAI KELURAHAN PALUPI PALU TAHUN 2012 | Arwan | EJurnal Preventif FKIK 2702 8146 1 PB

DBD masih merupakan masalah kesehatan di Sulawesi Tengah yang memerlukan penanganan dan perhatian yang serius, hal ini dapat dilihat dengan masih adanya insiden yang terjadi dalam masyarakat yang cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jumlah penderita penyakit ini di kota Palu tahun 2008 meningkat sangat drastis yaitu 334 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 20 orang. Kemudian pada tahun 2009 jumlah penderita turun menjadi 115 kasus dengan jumlah kematian 2 orang. Berdasaarkan data dinas Kesehatan kota Palu khususnya kelurahan Palupi pada tahun 2010 tercatat 35 kasus dan 1 orang meninggal dunia, pada tahun 2011 meningkat menjadi 39 kasus tanpa ada yang mengalami kematian (Anonim, 2010).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Galih Estu Pambudi BAB II

Galih Estu Pambudi BAB II

Penyebab penyakit DBD ada 4 tipe (Tipe 1, 2, 3, dan 4), termasuk dalam group B Antropod Borne Virus (Arbovirus) Dinkes Jateng (2005). Dengue tipe 3 merupakan serotip virus yang dominan yang menyebabkan kasus yang berat. Penularan penyakit demam berdarah dengue umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes Albopictus yang hidup dikebun, Selain itu, spesies Ades polynesiensis dan beberapa spesies dari kompleks Aedes scutellaris juga dapat berperan sebagai vektor yang mentransmisikan virus dengue (Djunaedi, 2006).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Asuhan Keperawatan Pada An.V Dengan Dengue Hemoragic Fever (DHF) Grade I Di Ruang Anggrek RSUD Surakarta.

PENDAHULUAN Asuhan Keperawatan Pada An.V Dengan Dengue Hemoragic Fever (DHF) Grade I Di Ruang Anggrek RSUD Surakarta.

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit dengan vektor nyamuk. DBD disebabkan oleh virus dengue (den-1,den-2,den-3,dan den-4). Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Ae. Albopictus. Nyamuk penular DBD terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia. (Widagdo, 2011)

5 Baca lebih lajut

Daya Repelen Lavender Oil Spray (Lavandula officinalis L) terhadap Nyamuk Aedes sp.

Daya Repelen Lavender Oil Spray (Lavandula officinalis L) terhadap Nyamuk Aedes sp.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui cucukan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. DBD masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian anak di Asia Tenggara. WHO memperkirakan setiap tahun terdapat sekitar 50-100 juta kasus DBD, dengan sekitar 500.000 memerlukan perawatan di rumah sakit. Sementara di Indonesia, pada tahun 2014 tercatat penderita DBD di 34 provinsi sebanyak 71.668 orang dan 641 diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2013 dengan jumlah penderita sebanyak 112.511 orang dan jumlah kasus meninggal sebanyak 871 penderita (Balitbangkes, 2015).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

ANALISIS SPASIAL PREVALENSI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA  Analisis Spasial Prevalensi Kasus Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari.

ANALISIS SPASIAL PREVALENSI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA Analisis Spasial Prevalensi Kasus Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari.

Analisis spasial bertujuan untuk menggambarkan kejadian demam berdarah dengue (DBD) yang sudah terdaftar di Puskesmas Gambirari kedalam bentuk peta. Kelurahan Kadipiro yang merupakan wilayah kerja dari Puskesmas Gambirsari adalah salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Sejak tahun 2012-214 terdapat kasus demam berdarah dengue (DBD) sebanyak 103 orang yang tersebar di 30 RW dari total 34 RW yang ada, RW 20 menjadi yang tertinggi dengan jumlah kasus sebanyak 10 orang. Banyaknya kasus di RW 20 ini dikarenakan pemukiman padat penduduk dan juga kenampakan lingkungan sekitar yang masih terlihat banyak sampah kaleng dan sampah lainnya yang tidak terurus.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Karakteristik Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUP Haji Adam Malik Pada Tahun 2015

Karakteristik Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUP Haji Adam Malik Pada Tahun 2015

Temuan konstan pada DBD adalah aktivasi sistem komplemen, dengan penurunan besar dalam kadar C3 dan C5. Fenomena perdarahan pada infeksi dengue dan mediator yang mengakibatkan permeabilitas vaskular yang belum pasti. Kompleks imun ditemukan pada DBD tetapi peran mereka belum jelas. Peningkatan replikasi virus dalam makrofag oleh antibodi heterotipik merupakan penunjang akan DBD. Pada infeksi sekunder dengan serotipe yang berbeda dari penyebab infeksi primer, antibodi-virus dengue masuk ke dalam sel. Reaksi-silang CD4+ dan CD8+ limfosit sitotoksik diaktifkan. Aktivasi sel T dan lisis monosit yang terinfeksi dimedia oleh limfosit sitotoksik menyebabkan pelepasan cepat sitokin yang dapat mengakibatkan rembesan plasma dan perdarahan DBD. 7
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB 2 DEMAM BERDARAH DENGUE 2.1 Definisi

BAB 2 DEMAM BERDARAH DENGUE 2.1 Definisi

Demam berdarah dengue tersebar di wilayah Asia Tenggara, Pasifik Barat dan Karibia. Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air. Insiden DBD di Indonesia antara 6 hingga 15 per 100.000 penduduk (1989 hingga 1995); dan pernah meningkat tajam saat kejadian luar biasa hingga 35 per 100.000 penduduk pada tahun 1998, sedangkan mortalitas DBD cenderung menurun hingga mencapai 2% pada tahun 1999.

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...