Top PDF Demokrasi dan civil society ppt

Demokrasi dan civil society ppt

Demokrasi dan civil society ppt

• Demos=rakyat, kratos= kekusaan,pemerintahan • Demokrasi muncul sebagai antitesis theokrasi kekuasaan atas nama tuhan • Rakyat mempunyai kekuasaan mutlak... Demokrasi dan Syura •[r]

3 Baca lebih lajut

Diskursus Civil Society dalam Perspektif (1)

Diskursus Civil Society dalam Perspektif (1)

menyeluruh). Ruang publik mencerminkan struktur komunikatif yang menjadi rujukan bagi civil society. Unsur-unsur fundamental yang menengarai model normatif civil society adalah: pluralitas, publisitas, privasi, legalitas. Penting untuk menggarisbawahi keniscayaan akan sistem hak-hak dalam desain civil society. Hak-hak ini dimaksudkan untuk melindungi ketaktergugatan ruang privat dan partisipasi efektif warga. Civil society memainkan peran kunci dalam prosedur demokrasi. Ia merupakan basis bagi ruang publik otonom, yang merespon salah satu jaminan paling penting bagi demokrasi yang bersemangat dan bertanggung jawab. Ruang publik adalah tempat di mana warga dapat mendiskusikan masalah-masalah yang menjadi kepedulian bersama, belajar tentang fakta, peristiwa, kepentingan, dan perspektif orang lain. Wacana tentang nilai, norma, hukum, dan kebijakan melahirkan opini publik yang relevan secara politik. Opini publik adalah sarana untuk memengaruhi perdebatan-perdebatan di dalam institusi-institusi politik. Ia bisa menjadi kendali informal atas tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan penguasa dan pembuat hukum. Perspektif yang mengimplikasikan keterbukaan akses dan kesamaan partisipasi ini merupakan ideal-ideal yang menggarisbawahi setiap penyelanggaran institusi yang mengklain diri memperoleh legitimasi demokrasi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

DEMOKRASI DAN CIVIL SOCIETY pdf

DEMOKRASI DAN CIVIL SOCIETY pdf

Sebagai catatan kecil: salah satu gejala internasional yang meng- khawatirkan adalah menguatnya kecondongan-kecondongan primor- dialistik dan sektarian. Berhadapan dengan tantangan ini pun demokratisasi diperlukan. Meskipun belum tentu bahwa demokrasi dapat mengatasi masalah itu, akan tetapi yang jelas bahwa tanpa demokrasi masalah itu tidak mungkin diatasi. Dapat dipastikan bahwa andaikata di Aljazair, FIS yang “fundamentalistik” dibiarkan mencapai kekuasaan secara demokratis, pemerintahannya tentu tidak akan mencapai tingkat kekerasan dan fanatisme sektarian sedemikian tidak proporsional sebagaimana kita menyaksikannya sekarang. Dalam sistem nondemokratis, akses ke kekuasaan dan tanggung jawab seluruhnya tergantung dari koneksi. Dengan demikian jelas bahwa sistem itu condong menciptakan suasana cemburu, iri hati, sarat dengan desas -desus, serta perasaan tak berdaya apabila tidak termasuk inner circle. Akibatnya yang merasa berada di luar otomatis cenderung menjadi lebih radikal, primordial, fundamentalistik, fanatik etnik dan sebagainya. Sedangkan dalam suasana demokratis, masing-masing pihak harus menunjukkan diri sebagai pelaku yang bertanggung jawab, hal mana hanya akan berhasil apabila bukan hanya inti para anggota inner circle, melainkan masyarakat umum merasa tetap aman.
Baca lebih lanjut

315 Baca lebih lajut

PENGUATAN KEPEMERINTAHAN DAERAH YANG BAIK MELALUI PENGEMBANGAN BUDAYA DEMOKRASI: Studi Tentang Good governance Pada Kinerja Aparatur dan Peran Civil Society Dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan di Pemda Provinsi Maluku dan Pemda Kota Ambon.

PENGUATAN KEPEMERINTAHAN DAERAH YANG BAIK MELALUI PENGEMBANGAN BUDAYA DEMOKRASI: Studi Tentang Good governance Pada Kinerja Aparatur dan Peran Civil Society Dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan di Pemda Provinsi Maluku dan Pemda Kota Ambon.

The dissertation presents the outcomes of research on good governance in state apparatus performance and civil society roles in the context of civic education in Maluku Provincial Government and Ambon Municipal government. The main issues of this research are economic gap and social instability and insecurity, and the management of regional resources that tends to be dominated by the regional government without involving civil society. The research employed qualitative approach with grounded theory method. Meanwhile, the data were collected through: (1) Documentary studies; (2) Interviews; and (3) Observations. The data were then processed and analysed qualitatively through the processes of data reduction, data display, conclusion and verification. The theories referenced are, among others, Weber’s theory of bureaucracy which emphasizes efficiency and rationality; the theories of the overloading of government and pluralism by Daniel Bell, Huntington, and M. Crozier et al.; the theory of deliberative democracy by Jurgen Habermas, stressing on public sphere openness and community participation. The outcomes of the research have shown: (1) The policies of state apparatus empowerment through the arrangement of the institution, management, personnel, control, accountability, and the change of state apparatus’ mindset formulated by the regional governments have not been effective for good regional governance; hence, the state apparatus' dynamic capabilities need to be encouraged in order to create good bureaucracy; 2) The state apparatus performance in implementing the principles of good governance has not been optimal; the same is true for the cooperation and synergy between the regional governments and civil society, which have not been well-established yet, resulting in the domination of the regional
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Korupsi, Transisi Demokrasi & Peran Organisasi Civil Society (CSO): Sebuah Tinjauan Teoritis - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Korupsi, Transisi Demokrasi & Peran Organisasi Civil Society (CSO): Sebuah Tinjauan Teoritis - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Banyak studi empiris menyimpulkan bahwa demokratisasi, sampai taraf tertentu, sebenarnya telah menciptakan kondisi yang menyuburkan penyebaran korupsi. Moran (2001) misalnya, berpendapat bahwa transisi menuju demokrasi, baik dalam bentuk sebuah transisi dari pemerintahan otoriter atau dari komunisme atau dalam proses dekolonisasi atau munculnya negara-bangsa baru, mempunyai implikasi untuk perluasan korupsi (p.378-9). Dalam penelitian tentang proses demokratisasi di berbagai negara, Rose & Shin (2001) juga berpendapat bahwa proses demokratisasi, sementara di satu sisi dapat menghasilkan keabsahan rezim demokratis; di sisi lain, ia memiliki potensi untuk mengembangbiakkan korupsi. Temuan serupa juga dikelola oleh Bank Dunia (2000); ketika menganalisis Eropa Timur dan negara-negara bekas Uni Soviet, Bank Dunia menemukan bahwa lingkungan transisi demokrasi telah menciptakan lahan subur bagi korupsi karena 'proses transisi memberikan kekuasaan pada lembaga dan pejabat baru di tengah-tengah redistribusi besar- besaran aset negara' (hal. xix).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Makalah Civil Society Masyarakat Madani

Makalah Civil Society Masyarakat Madani

momok yang menakutkan bagi mereka. Ditambah lagi dengan beberapa persoalan dalam masyarakat seperti tingkat pendidikan, pendapatan dan kesadaran hukum masyarakat yang masih sangat rendah. Di sisi lain, masih terdapat kultur masyarakat yang belum sesuai dengan kultur demokrasi, misalnya, sikap paternalistik dan sikap belum menerima perbedaan pendapat sebagian masyarakat. Apalagi pada saat ini muncul gejala baru dalam kehidupan negara di mana terjadi persaingan para elite politik yang lebih berorientasi kepada kepentingan kelompok masing-masing dengan berusaha melemahkan atau menjatuhkan kelompok lainnya, tanpa menghiraukan nilai- nilai etika dan moral politik. Bahkan disinyalir pula, bahwa terjadinya serangkaian konflik dan kekerasan tersebut tidak terlepas dari provokasi sejumlah elite politik yang tidak menghendaki terwujudnya kondisi negara yang stabil. Banyak kalangan mensinyalir, bahwa kekerasan-kekerasan masyarakat yang terjadi di Maluku, Poso dan di berbagai daerah lainnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERAN POLITIK CIVIL SOCIETY DALAM MEWUJU

PERAN POLITIK CIVIL SOCIETY DALAM MEWUJU

Maraknya praktek oposisi yang dilancarkn oleh kaum civil society terhadap pemerintahan Orde Baru, dalam konteks proses menuju demokratisasi terutama pendidikan politik bagi masyarakat sipil. Dalam tatanan masyarakat demokrasi politik terdapat dua kekuatan sosial yang harus dilihat secara terpisah, ini bukan hanya dalam konteks metodologi, tetapi juga secara substansial sangat signifikan. Yakni, State atau negara dan civil society atau masyarakat. Dua komponen demokrasi ini akan selalu berhadapan satu dengan lainnya. Agar institusi negara tidak terlalu kuat dan jauh mengintervensi kelas-kelas masyarakat, maka civil society harus mampu melakukan pengimbangan kekuatan. Karena prasyarat dari sebuah sistem politik yang demokratis adalah terjadinya proses perimbangan ekonomi politik antara civil society dengan negara, masyarakat harus berfungsi sebagai lembaga pengontrol terhadap kekuasaan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERAN CIVIL SOCIETY DALAM PEMERINTAHAN J

PERAN CIVIL SOCIETY DALAM PEMERINTAHAN J

Civil Society atau masyarakat sipil merupakan kelompok yang sangat bisa diharapkan dalam situasi politik Negara seperti ini. Masyarakat sipil adalah kelompok masyarakat yang tidak memiliki afiliasi kepada pemerintah serta tanpa afiliasi politik praktis. Kelompok civil society biasanya terdapat dalam lembaga swadaya atau badan-badan independen lainya. Dengan harapan civil society menjalankan peran sebagai kelompok kepentingan dan kelompok penekan dalam konstalasi politik antara Eksekutif dan Legislatif, maka stabilitas serta kebijakan yang diproses oleh pemerintah bisa selalu pro rakyat. Dalam kehidupan demokrasi sebenarnya keberadaan civil society sangat penting. Akses terhadap tahap-tahap pemerintah dalam membuat kebijakan pun bisa diakses dan dianalisa oleh civil society untuk memastikan kebijakan tersebut menjadi alat politik yang menguntungkan pihak tertentu.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

civil society vita 2

civil society vita 2

Islam tidak bicara tentang bentuk-bentuk pemerintahan secara detail, menurut Bahtiar Effendy, Islam pada dasarnya hanya berperan sebagai panduan nilai, moral dan etika dalam bentuknya yang global. Demikian pula ketika kita bicara tentang hubungan antara Islam dan demokrasi, Islam dan politik, serta Islam dan masyarakat madani. Alquran hanya memberikan wawasan, bukan konsep tentang masyarakat madani secara detail (Effendi, 1998: 82). Untuk itu, konstruksi bangunan masyarakat madani yang ada dalam suatu negara pasti akan berbeda dengan negara lain. meski harus dikatakan bahwa prinsip dasarnya adalah sama, berperan sebagai inti dari bangunan masyarakat madani atau bangunan politik yang demokratis ( Effendi,1998: 82).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ISLAM DAN CIVIL SOCIETY DALAM KONTEKS KE

ISLAM DAN CIVIL SOCIETY DALAM KONTEKS KE

dan Nahi munkar. Di Barat Secara substansial istilah Civil Society sudah ada sejak zaman Aristoteles, yakni suatu masyarakat yang dipimpin dan tunduk pada hakim. Penguasa, rakyat dan siapapun, menurut Aristoteles, harus taat dan patuh hukum yang telah dibuat secara bersama- sama. Dalam khazanah pemikiran politik, perkembangan istilah Civil Society bisa dirunut sejak Cicero yang pertama kali menggunakan societies civilis dalam filsafat politiknya. Pada tahun 1690 John Lock menulis buku Civilian Government yang berisi penekanan pada peran masyarakat dalam menghadapi kekuatan mutlak para raja dan hak-hak istimewa para bangsa wan, misi John Lock adalah bagaimana membangun pemikiran otoritas masyarakat untuk merealisasikan kemerdekaannya dari hegemoni elit yang memonopoli kekuasaan dan kekayaan, caranya, adalah melalui demokrasi parlementer, disin parlemen dianggap sebagai lembaga yang mewakili rakyat dalam menghadapi hegemoni kekuasaan. Setelah John Luck di Inggris, di Prancis muncul Jean Jacques Rousseau, penulis buku monumental The Social Contract (1762) yang membahas tentang pemikiran mengenai otoritas rakyat dan perjanjian politik yang harus dilaksanakan antara anggota masyarakat dan kekuasaan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL MUSLIM NEO-MODERNIS DALAM PENGUATAN DEMOKRASI DAN CIVIL SOCIETY DI INDONESIA : suatu perspektif keadaban kewarganegaraan (civic virtue).

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL MUSLIM NEO-MODERNIS DALAM PENGUATAN DEMOKRASI DAN CIVIL SOCIETY DI INDONESIA : suatu perspektif keadaban kewarganegaraan (civic virtue).

KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL MUSLIM NEO-MODERNIS DALAM PENGUATAN DEMOKRASI DAN CIVIL SOCIETY DI INDONESIA: Suatu Perspektif Keadaban Kewarganegaraan bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran politik dan gerakan sosiokultural kewarganegaraan Nurcholish Madjid (Cak Nur) dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam penguatan demokrasi dan civil society di Indonesia. Fokus penelitian ini terkait dengan: (a) Perjalanan sejarah sosial intelektual Cak Nur dan Gus Dur dalam peta intelektual Indonesia; (b) Paradigma pemikiran politik Cak Nur dan Gus Dur; (c) Pola gerakan sosiokultural kewarganegaraan Cak Nur dan Gus Dur dalam penguatan demokrasi dan civil society di Indonesia berdasarkan perspektif keadaban kewarganegaraan; (d) Dampak dan relevansi pemikiran politik dan gerakan sosiokultural kewarganegaraan Cak Nur dan Gus Dur dalam konteks penguatan demokrasi dan civil society di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan metode studi tokoh. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka kerja penelitian sejarah sosial intelektual. Data primer penelitian dari sumber pustaka yang ditulis oleh Cak Nur dan Gus Dur, sedangkan data sekunder dari tulisan pihak lain yang memiliki relevansi dengan fokus penelitian ini. Data dianalisis berdasarkan analisis wacana kritis, analisis isi, analisis hermeneutik serta analisis reflektif inkuiri untuk mendapatkan temuan hasil penelitian. Temuan penelitian menegaskan bahwa Cak Nur dan Gus Dur merupakan dua warga negara yang berasal dari daerah dan latar belakang kultural yang sama, namun berbeda dalam strategi gerakan. Keduanya berada dalam titik temu sebagai pemikir dan intelektual neo-modernis dalam merespons masalah-masalah kewarganegaraan. Cak Nur dan Gus Dur berpandangan bahwa Islam sebagai ideologi dan agama menjadi faktor
Baca lebih lanjut

179 Baca lebih lajut

Negara Pasar dan Problem Pendalaman Demokrasi di Indonesia

Negara Pasar dan Problem Pendalaman Demokrasi di Indonesia

Semula, terdapat asumsi-asumsi dari kalangan yang percaya dengan tesis gelombang demokratisasi dari Samuel Huntington. Kaum normatif-liberal juga berasumsi bahwa demokrasi akan melahirkan masyarakat sipil yang kuat dan akan memainkan peran penting dalam fase konsolidasi demokrasi. Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa asumsi-asumsi tersebut tidak adekuat, setidaknya sampai satu dasawarsa sejak proyek reformasi digulirkan. (Hadiwinata, dalam Bunted dan Uwen, 2006: 276). Gerakan civil society di Indonesia pasca Orde Baru memperlihatkan sebuah pola menarik, dari pahlawan reformasi menjadi pembuat gaduh (trouble makers) demokrasi (ibid, 281). Asumsi-asumsi tentang munculnya kekuatan sipil dalam transisi dan pendalaman demokrasi Indonesia juga mengalami hambatan yang luar biasa ketika kelompok civil society yang hadir tidak sepenuhnya kontributif bagi proses pendalaman demokrasi. Civil society yang hadir dalam konstelasi politik Indonesia pasca Orde Baru menampilkan dirinya dalam dua bentuk, yakni good civil society dan bad civil society. 3
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

« RAT-SAT Tutorial Non Pendas (S1-Ilmu Pemerintahan) IPEM4215_RAT

« RAT-SAT Tutorial Non Pendas (S1-Ilmu Pemerintahan) IPEM4215_RAT

Pengertian Studi kasus Menyusun paper untuk menilai praktek demokrasi di Indonesia dengan teori civil society, teori demokrasi dan representasi yang dapat diambil dari Raffiudin, Riat[r]

5 Baca lebih lajut

Sistem Informasi : Soal UAS Agama Islam.

Sistem Informasi : Soal UAS Agama Islam.

Model pemerintahan yang dibangun oleh Rasulullah saw adalah masyarakat madani civil society.. Jelaskan persamaan dan perbedaan antara paham demokrasi Barat dan demokrasi Islam![r]

1 Baca lebih lajut

Civil Society

Civil Society

Tumbuhnya civil society memiliki kaitan yang amat signifikan terhadap tumbuhnya rejim-rejim yang mengusung demokrasi sebagai paham dan ideologinya. Dalam paham demokrasi pemerintah menyediakan kesempatan yang sangat luas kepada semua individu dalam lapangan ekonomi dan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan warga negara membuat masyarakat memiliki posisi tawar terhadap kebijakan pemerintah.

3 Baca lebih lajut

LITERATUR MEDIA RUANG PUBLIK DAN CIVIL S

LITERATUR MEDIA RUANG PUBLIK DAN CIVIL S

Civil Society yang memiliki tujuan untuk menjadi masyarakat yang patuh akan hukum dan juga memiliki prinsip demokrasi dan juga dapat mempengaruhi kebijakan umum hal tersebut diperlukan dengan adanya keberanian mengungkapkan pendapat yang kemudian disatukan dalam sebuah wadah (LSM).

6 Baca lebih lajut

Sejarah Perkembangan Civil Society di In

Sejarah Perkembangan Civil Society di In

Civil Society dipahami sebagai sistem kenegaraan dengan menggunakan istilah koinonia politike, yakni sebuah komunitas politik tempat warga dapat terlibat langsung dalam berbagai percaturan ekonomi-politik dan pengambilan keputusan. Istilah koinonia politike digunakan untuk menggambarkan sebuah masyarakat politis dan etis dimana warga negara di dalamnya berkedudukan sama di depan hukum.

10 Baca lebih lajut

Peran Civil Society dalam Perekonomian M

Peran Civil Society dalam Perekonomian M

Sebagai sebuah civil society yang berusaha menggerakan perekonomian mikro, Catur Makaryo juga menjadi lembaga perkreditan mikro di tingkat desa dengan mewujudkan koperasi simpan pinjam. Koperasi ini melayani simpan pinjam dalam kapasitas yang kecil. Maksimal peminjaman di koperasi ini adalah Rp. 3 juta per orang. Koperasi ini menurut Sogiyanto (Ketua Catur Makaryo) berusaha menghadirkan pinjaman yang berbunga kecil untuk membantu keluarga atau individu yang membutuhkan pinjaman dalam mengatasi kesulitan ekonomi sehari- hari. Koperasi ini hanya melayani anggota Catur Makaryo saja. Keberadaan koperasi ini sangat membantu masyarakat. Hal ini dikarenakan proses untuk mendapatkan layanan keuangannya tidak sarat aturan, sederhana, dan cepat. Hal ini yang menjadi keunggulan koperasi ini. Menurut Kusmulyono (2009: 151), koperasi jenis ini memang sangat merakyat karena sesuai dengan ritme kehidupan masyarakat sehari-hari. Selain itu, juga membantu penyaluran kredit dalam sektor yang kecil.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

CIVIL SOCIETY IN PERSPECTIVE NURCHOLISH MADJID

CIVIL SOCIETY IN PERSPECTIVE NURCHOLISH MADJID

Toleransi adalah salah satu asas masyarakat madani (civil society) yang kita cita-citakan. Dan sebagai asas, ia lebih prinsipil dari pada toleransi seperti apa yang pernah tumbuh di masyarakat Eropa. Jika toleransi diharapkan membawa berkah, yaitu berkah pengalaman suatu prinsip ajaran kebenaran, kita tidak boleh memahaminya seperi di Eropa pada abad-abad yang lalu itu. Toleransi bukanlah sejenis netralisme kosong yang bersifat prosedural semata-mata, tetapi adalah suatu pandangan hidup yang berakar dalam ajaran agama yang benar. (Nurcholish Madjid, 1999:65)
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Konsep Civil Society Posisi Masyarakat d

Konsep Civil Society Posisi Masyarakat d

Berangkat dari perbandingan analisis scholars di atas, penulis berpendapat bahwa pemikiran mengenai civil society mengalami pasang surut dalam perjalanan sejarah. Dalam pemikiran Hegel, civil society adalah masyarakat yang hidupnya tidak dicampuri urusannya oleh negara. Hegel belum memaksudkan civil society seperti yang dikemukakan oleh Larry Diamond. Hegel masih mengartikan sebagai sebuah masyarakat biasa, komunitas yang terdiri dari individu-individu, yang kehidupannya tidak dicampuri oleh negara. Dalam kaitan ini, negara dipandang Hegel sebagai pengatur dan pemersatu civil society melalui hukum, lembaga-lembaga peradilan dan lembaga kepolisian. Pemikiran Hegel ini diinterpretasikan oleh Marx dalam kerangka perjuangan kaum buruh. Masyarakat sipil dipandang sebagai kelompok yang teralieanasi sehingga masyarakat membutuhkan negara. Masyarakat sipil
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...