Top PDF Evaluasi Status Keberlanjutan Agropolitan Poncokusumo, Malang, Jawa Timur.

Evaluasi Status Keberlanjutan Agropolitan Poncokusumo, Malang, Jawa Timur.

Evaluasi Status Keberlanjutan Agropolitan Poncokusumo, Malang, Jawa Timur.

Kawasan Agropolitan Poncokusumo merupakan salah satu kawasan pengembangan agropolitan di Kabupaten Malang. Dibalik keunggulan lokal yang ada disana, nampak pula permasalahan dari segi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Berbagai permasalahan tersebut perlu dianalisis secara komprehensif guna pembangunan perdesaan menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi status keberlanjutan Agropolitan Poncokusumo, dari dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode analisis Multidimensional Scaling (MDS) dengan bantuan software Rap-Agro (Rapid Appraisal for Agropolitan Status). Hasil analisis keberlanjutan menunjukkan posisi keberlanjutan dimensi lingkungan dengan nilai 52,80 (cukup keberlanjutan), dimensi sosial dengan nilai 48,41 (kurang berkelanjutan), dimensi ekonomi dengan nilai 50,21 (cukup berkelanjutan), dan secara multidimensional dengan nilai 50,65 (cukup berkelanjutan).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

STUDI KEKERABATAN FENETIK RUSA (Cervus spp.) DI MUSEUM SATWA JAWA TIMUR PARK 2 BATU-MALANG DENGAN PENERAPAN METODE TAKSIMETRI

STUDI KEKERABATAN FENETIK RUSA (Cervus spp.) DI MUSEUM SATWA JAWA TIMUR PARK 2 BATU-MALANG DENGAN PENERAPAN METODE TAKSIMETRI

Menyatakan bahwa skripsi saya berjudul “ Studi Kekerabatan Fenetik Rusa ( Cervus spp.) di Museum Satwa Jawa Timur Park 2 Batu-Malang dengan Penerapan Metode Taksimetri ” adalah bukan skripsi orang lain baik sebagian ataupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah disebutkan sumbernya.

22 Baca lebih lajut

Pengelolaan Pembungaan dan Pembuahan Apel (Malus sylvestris Mill.) di PT Kusuma Agrowisata, Batu, Malang, Jawa Timur.

Pengelolaan Pembungaan dan Pembuahan Apel (Malus sylvestris Mill.) di PT Kusuma Agrowisata, Batu, Malang, Jawa Timur.

Jurnal Kegiatan Magang sebagai Pendamping Pengawas di PT Kusuma Agrowisata, Batu, Malang, Jawa Timur Prestasi Kerja Penulis Satuan/HK Tanggal Status Jenis Kegiatan Lokasi Blok Jumlah K[r]

175 Baca lebih lajut

Evaluasi pengelolaan wisata berbasis sumberdaya di Waduk Selorejo Kabupaten Malang, Jawa Timur

Evaluasi pengelolaan wisata berbasis sumberdaya di Waduk Selorejo Kabupaten Malang, Jawa Timur

Kesejukan dan keasrian alam Waduk Selorejo didukung adanya berbagai jenis flora yang tumbuh di sekeliling waduk. Dari hasil pengamatan jenis-jenis flora yang berada di tepi Waduk Selorejo diantaranya adalah: pinus (Pinus merckusii), cemara (Casuarina equisetifolia), tanjung (Mimusops elengi), palem (Aiphanes caryotafolia), durian (Durio zibenthinus), nangka (Artocpus heterophyllus), jambu biji (Psidium guajava), kersen (Mutingia calabura L.) dan akasia (Acasia siberiana). Fauna yang dijumpai pada saat penelitian dilakukan di sekitar Waduk Selorejo diantaranya adalah burung, serangga, kupu-kupu, dan kucing. Beberapa jenis burung yang ada di kawasan Waduk Selorejo adalah burung bondol jawa (Lonchura leucogastroides), punai lengguak (Treron curvirostra), madu sriganti (Nectarina jugularis), gelatik jawa (Padda oryzivora). Ditemukan fauna yang
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Evaluasi Good Dairy Farming Practices pada Peternakan Rakyat di Karangploso dan Jabung Kabupaten Malang Jawa Timur

Evaluasi Good Dairy Farming Practices pada Peternakan Rakyat di Karangploso dan Jabung Kabupaten Malang Jawa Timur

Peternakan sapi perah merupakan salah satu sub sektor peternakan yang dapat membantu pembangunan ekonomi nasional dan berperan besar dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Produksi susu untuk memenuhi kebutuhan susu nasional ternyata masih belum optimal. Perlu peningkatan produktivitas melalui perbaikan genetik, lingkungan, peningkatan populasi dan tatalaksana pemeliharaan. Penelitian dilakukan dengan metode survey di wilayah KUD Karangploso dan KAN Jabung, Kabupaten Malang, pada bulan Mei sampai Juni 2013. Tujuan penelitian adalah mempelajari aspek teknis pemeliharaan sapi perah. Materi yang digunakan adalah sebanyak 34 peternak di wilayah KUD Karangploso dan 38 peternak di wilayah KAN Jabung yang memiliki sapi perah <20 ekor, dengan menggunakan teknik multistage stratified random sampling dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil kajian terhadap penerapan Good Dairy Farming Practices (GDFP) bahwa aspek pemeliharaan sapi perah di wilayah KUD Karangploso sebesar 2.81 atau termasuk dalam kategori cukup, sedangkan penerapan GDFP pada aspek pemeliharaan sapi perah di wilayah KAN Jabung sebesar 3.05 yang termasuk dalam kategori baik. Koperasi Jabung berperan besar dalam memberi penyuluhan secara rutin terkait aspek beternak sapi perah. Berdasarkan capaian hasil kaji GDFP dapat disimpulkan bahwa peternak di wilayah KUD Karangploso perlu peningkatan manajemen pemeliharaan yang lebih baik dari peternak di wilayah KAN Jabung. Kata kunci: GDFP, KAN Jabung, KUD Karangploso, sapi perah
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

DIFUSI INOVASI PELAYANAN PUBLIK (INOVASI PELAYANAN “SAMSAT ON THE SPOT” DI KANTOR BERSAMA SAMSAT KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG)

DIFUSI INOVASI PELAYANAN PUBLIK (INOVASI PELAYANAN “SAMSAT ON THE SPOT” DI KANTOR BERSAMA SAMSAT KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG)

Karangploso untuk bayar pajak. Kompleksitas atau kerumitan pada pelayanan “Samsat on The Spot” berkaitan dengan hambatan pada pelayanan “Samsat on The Spot”. Terjadi kendala apabila terkadang wajib pajak berjumlah banyak dan antri bersamaan, pelayanan akan menjadi lebih lama. Selain itu, kendala jaringan yang jarang terjadi juga dapat menghambat ketika pelayanan berlangsung. Meski begitu beberapa wajib pajak menuturkan mereka tidak menemukan kendala apapun. Uji coba yang dilakukan pertugas yang paling utama yaitu dilakukan trial dan error pada sistem dan hardware dari pelayanan “Samsat on The Spot” dan juga dilaksanakan uji coba pada awal dikenalkannya pelayanan “Samsat on The Spo t” kepada masyarakat. Kemudahan untuk diamati dalam pelayanan “Samsat on The Spot” adalah terkait dengan bagaimana pengamatan petugas dan wajib pajak dalam mengamati pelaksanaan pelayanan “Samsat on The Spot” . Pengamatan terhadap pelayanan “Samsat on The Spot” sudah berjalan dengan bagus karena telah dijalankan sesuai dengan protapnya, diharapkan dapat menjadi icon bagi masyarakat, serta hasil dari pelayanan tersebut juga menambah APBD Jawa Timur dan tentunya amat baik karena programnya yaitu bertujuan untuk membantu wajib pajak yang tidak memiliki waktu atau sibuk untuk bisa bayar pajak. Pengamatan oleh wajib pajak yaitu pelaksanaan pelayanan “Samsat on The Spot”, yakni lancar, tertib, nyaman, cepat, penempatan pelaksanaan yang strategis, pelayanan yang tidak harus lama menunggu serta pelayanan yang bagus.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

FORMULIR REKRUITMENT ENUMERATOR

FORMULIR REKRUITMENT ENUMERATOR

FORMULIR REKRUITMENT ENUMERATOR PEMANTAUAN STATUS GIZI PSG JAWA TIMUR JURUSAN GIZI POLTEKKES KEMENKES MALANG TAHUN 2016 Nama Lengkap : .... Pernyataan Kesanggupan Menjadi Enumerator P[r]

2 Baca lebih lajut

FORMULIR REKRUITMENT ENUMERATOR 2017

FORMULIR REKRUITMENT ENUMERATOR 2017

FORMULIR REKRUITMENT ENUMERATOR DAN SUPERVISOR PEMANTAUAN STATUS GIZI PSG DAN PEMANTAUAN KONSUMSI GIZI PKG JAWA TIMUR JURUSAN GIZI POLTEKKES KEMENKES MALANG TAHUN 2017 Nama Lengkap [r]

2 Baca lebih lajut

085533 AKJ 2009 01 31 Pelatihan Prapurnabakti PT Chevron

085533 AKJ 2009 01 31 Pelatihan Prapurnabakti PT Chevron

Kota Batu Malang Jawa Timur yang sejuk dan jauh dari polusi / tampaknya cukup representatip ssebagai tempat untuk menentukan perjalanan hidup seseorang/ karena di tempat yang sejuk dan jauh dari keramaian ini/ seseorang dapat berpikir secara jernih//

2 Baca lebih lajut

Status Keberlanjutan Kota Batu Sebagai Kawasan Agropolitan - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Status Keberlanjutan Kota Batu Sebagai Kawasan Agropolitan - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Berdasarkan analisis leverage , pasar cukup memberikan pengaruh terhadap nilai indeks keberlanjutan dimensi ekonomi. Kota Batu dikenal sebagai salah satu sentra komoditas hortikultura di Propinsi Jawa Timur, sehingga sudah mempunyai pasar tersendiri. Pedagang biasanya langsung mendatangi petani untuk membeli hasil produksinya. Pasar yang ada di Kota Batu saat ini dan satu – satunya yaitu Pasar Batu yang berkedudukan di Jalan Dewi Sartika Kecamatan Batu Kota Batu. Petani Kota Batu biasanya menjual hasil panen ke Pasar Batu, tetapi bagi petani – petani yang berada jauh dari pasar menjual hasil panennya ke pedagang langsung di tempat dilokasi pertanian sehingga petani tidak mengeluarkan biaya untuk kegiatan distribusi, semua ditanggung oleh pembeli. Bagi petani yang berada di Desa Giripurno sebagian besar menjual hasil panen sayurnya ke Pasar Karangploso Kabupaten Malang yang lokasinya lebih dekat dibandingkan Pasar Batu ataupun kadang pembeli yang datang langsung ke petani. Pada beberapa kesempatan pedagang/suplier memesan jenis sayuran yang akan ditanam selanjutnya. Komoditas sayuran yang ditanam masyarakat Desa Giripurno sebagian besar merupakan tanaman berumur pendek (± 100 hari).
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH daftar

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH daftar

3. Narasumber berasal dari Konsultan IT, General Manajer Puspa Agro Jawa Timur, PT. Syafrida Snack Surabaya, Bappeda Bondowoso, Bappeda Kabupaten Malang, Dinas Pertanian Prov. Jatim, Dinas Perikanan dan Kelautan Prov. Jatim, Departemen PU Cipta Karya dan Tata Ruang Prov. Jatim, Dinas Perkebunan Prov. Jatim, Dinas Koperasi & UMKM Prov. Jatim dan Konsultan Manajemen PKA Prov. dengan materi bahasan sebagai berikut :

12 Baca lebih lajut

RPJMD KABUPATEN MALANG TAHUN 2016

RPJMD KABUPATEN MALANG TAHUN 2016

Sarana dan prasarana strategis dalam rangka mendukung daya saing daerah, meliputi a) pengembangan Bandar Udara Abdulracman Saleh yang dalam kurun waktu 3 tahun terakhir berkembang sangat pesat dan kedepan perlu di tingkatkan kapasitasnya lebih besar lagi sehingga dapat menambah maskapai dan jumlah penerbangan sesuai dengan kebutuhan untuk melayani beberapa Kabupaten/Kota di bagian Selatan Tengah Jawa Timur; b) pembangunan jalan tol Pandaan-Malang melanjutkan tol Surabaya- Pandaan, sehingga akan terhubung layanan tol antara Kota Surabaya dengan Malang Raya sebagai salah satu pusat pertumbuhan dan Kota Malang sebagai kota terbesar kedua di Jawa Timur; c) pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa Timur dimana wilayah Kabupaten Malang merupakan titik tengah yang akan menghubungkan Malang-Jogjakarta (ke Barat) dan Malang-Denpasar melalui Banyuwangi (ke Timur), dengan demikian potensi yang selama ini belum tergali karena hambatan transportasi di Malang Selatan akan segera berkembang seperti potensi pertambangan perkebunan, dan perikanan laut, serta tidak kalah pentingnya adalah obyek wisata pantai yang cukup banyak di Malang Selatan.
Baca lebih lanjut

388 Baca lebih lajut

Laboratorium Komputer LED Display Hardware

Laboratorium Komputer LED Display Hardware

SDN Bendungan I Pasuruan, Jawa Timur SDN Gempeng II Bangil Pasuruan SDN Tutur I Pasuruan, Jawa Timur SMAN 2 Pasuruan Jawa Timur SMAN 1 Grati Pasuruan, Jawa Timur SMAN 1 Bangil Pasuruan, Jawa Timur SMAN 1 Pandaan Pasuruan, Jawa Timur SMK PGRI Pasuruan, Jawa Timur SMAN 3 Malang Jawa Timur

17 Baca lebih lajut

Gambar - Detail Soal Cabinet Making

Gambar - Detail Soal Cabinet Making

LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR MALANG, September 2015 Gambar 1... LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR MALANG, September 2015..[r]

10 Baca lebih lajut

Eksistensi Infrastruktur dan Performansi Kemandirian Kawasan Agropolitan Poncokusumo

Eksistensi Infrastruktur dan Performansi Kemandirian Kawasan Agropolitan Poncokusumo

Keberadaan pembangunan infrastructure terpadu pada kawasan agropolitan memiliki peran sangat penting dalam menumbuh-kembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut , Kawasan Agropolitan Poncokusumo (KAP) Malang yang berbasis agrobisnis dan ekowisata merupakan satu dari 11(sebelas) kawasan agropolitan di Jawa Timur. Kawasan Agropolitan Poncokusumo (KAP) dengan luas kawasan 10.116,5 Ha yang terdiri dari 17 Desa dengan lebih dari separuh adalah wilayah pegunungan juga merupakan salah satu Kawasan Agropolitan yang dibangun di Indonesia. KAP memiliki ketinggian rata rata ± 842 m diatas permukaan laut yang mana wilayah dengan topografi tertinggi adalah desa Ngadas (2100 m dpl). Secara umum KAP yang terletak dikaki gunung Semeru didominasi dataran tinggi dan perbukitan yang bergelombang dengan tingkat kelerengan >40%. Terkait dengan fungsi kawasan lindung di KAP terdapat dua kawasan lindung yaitu Kawasan taman nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS) yang disanggah oleh desa Poncokusumo, Sumberejo, Pandansari, Gubuklakah, Ngadas dan Wringinanom serta kawasan Perhutani. Aspek aspek pembangunan didalam KAP meliputi Sumber daya manusia, Sumberdaya alam, Tata guna lahan, Pertanian, Perumahan, Infrastruktur terpadu yang berkelanjutan, Teknologi, Permodalan dan Institusi. Dalam pengembangan KAP, pembangunan infrastruktur terpadu yang sustainabel sangat penting untuk mendukung seluruh aktivitas di dalamnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI POTENSI KOMODITI PERTANIAN UNGGULAN DALAM PENERAPAN KONSEP AGROPOLITAN DI KECAMATAN PONCOKUSUMO, KABUPATEN MALANG (IDENTIFICATION OF AGRICULTURAL COMMODITIES POTENTIALS WITHIN APPLICATION OF AGROPOLITAN CONCEPT IN PONCOKUSUMO DISTRICT, MALANG

IDENTIFIKASI POTENSI KOMODITI PERTANIAN UNGGULAN DALAM PENERAPAN KONSEP AGROPOLITAN DI KECAMATAN PONCOKUSUMO, KABUPATEN MALANG (IDENTIFICATION OF AGRICULTURAL COMMODITIES POTENTIALS WITHIN APPLICATION OF AGROPOLITAN CONCEPT IN PONCOKUSUMO DISTRICT, MALANG

Buah apel merupakan tanaman buah andalan untuk kecamatan Poncokusumo, seperti halnya Kota Batu. Varietas tanaman apel yang ada di Poncokusumo sama dengan daerah Batu, karena iklim yang ada sama dan ketinggian tempatnya juga hampir sama. Saat ini sudah ada agroindustri berbahan baku apel seperti keripik apel dan sari buah apel, dan sebagaian besar hasil produksi apel dijual ke luar daerah seperti Jakarta dan daerah di Indonesia yang lain. Namun demikian kendala yang dihadapi petani apel adalah lokasinya yang dekat dengan gunung Bromo dan Semeru, sehingga pada saat tertentu produktivitasnya menurun. Hal ini disebabkan pengaruh dari debu yang dikeluarkan oleh ke dua gunung berapi tersebut. Sedangkan jika ditinjau dari luas lahan dan produktivitasnya, tanaman apel di Kecamatan Poncokusumo tidak kalah dengan di kota Batu dan bahkan lebih besar. Oleh karena itu, keberadaan agroindustri berbahan baku apel sangat penting. Saat ini Dinas Koperasi dan UKM propinsi Jawa Timur memberikan support untuk pengembangan tanaman buah apel di Poncokusumo guna menunjang potensi pariwisata di kawasan Bromo-Tengger.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Status Keberlanjutan Kota Batu Sebagai Kawasan Agropolitan - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Status Keberlanjutan Kota Batu Sebagai Kawasan Agropolitan - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

The resea rch showed that the sustainability status of Batu Municipality as an agropolitan area was less sustainable from the ecological, social, and infrastructural dimensions and moderately sustainable from the economic dimension. Attributes that affected the evaluation of the sustainability status from the applied dimensions were as follows: ecological dimension concerned waste management, new land use, and land ownership; economic dimension dealt with the availability of means of production, contribution to gross domestic income, and supporting industries; social dimension related to family members participation in agricultural activities, conflict threats, and access to information; and infrastructural dimension concerned with sanitation, education, and religious activities. Strategies that beca me the supreme priority in developing the sustainable agropolitan area were organic agricultural system, centers for manufactured products, and socialization of the effects of fertilizers and drugs in particular, synthetic chemical drugs.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS INDEKS DAN STATUS KEBERLANJUTAN

ANALISIS INDEKS DAN STATUS KEBERLANJUTAN

Tulisan ini bertujuan untuk mengideniikasi keberlanjutan peranserta wanita dalam pengembangan usaha perikanan. Peneliian dilakukan pada tahun 2009 di Surabaya, Semarang, Palembang, Pelalawan, Kampar, Pelabuhan Ratu, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Pandeglang. Peneliian ini menggunakan metoda survei dan analisis data menggunakan teknik ordinasi Rapish melalui metode Muli Dimensional Scaling (MDS) untuk menilai indeks dan status keberlanjutan peran serta wanita dalam pengembangan usaha perikanan peneliian ini juga mengideniikasi atribut sensiif yang berpengaruh terhadap indeks keberlanjutan masing-masing dimensi melalui leverage analysis. Dimensi yang diukur yaitu karakterisik individu, karakterisik keluarga, kemitraan, proil usaha serta akses dan kontrol. Hasil analisis menunjukkan nilai indeks seiap dimensi di seiap lokasi beragam sehingga prioritas pengelolaan dimensi berbeda. Bila ingin mempertahankan atau meningkatkan status keberlanjutan “cukup” menjadi “baik” perlu mengelola atribut sensiif yang berpengaruh terhadap kelima dimensi tersebut, kecuali di lokasi Kampar dan Pelabuhan Ratu pada dimensi proil usaha dan dimensi kemitraan dengan indeks lebih dari 75. Darisembilan (9) lokasi riset, dimensi akses dan kontrol mempunyai indeks relaif besar dibandingkan dimensi lainnya dengan indeks 62,41. Namun nilai tersebut berada pada status keberlanjutan “cukup”. Jika ingin meningkatkan status keberlanjutan “cukup” menjadi “baik” perlu mengelola atribut sensiif yang berpengaruh terhadap keberlanjutan dimensi akses dan kontrol, terutama variabel kontrol terhadap kredit, akses terhadap informasi pasar, dan akses permodalan/kredit.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analisis Keberlanjutan Usaha Tani Bawang Merah Di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur

Analisis Keberlanjutan Usaha Tani Bawang Merah Di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur

Usaha tani bawang merah di Indonesia merupakan tumpuan utama kehidupan petani di pedesaan, namun produktivitas belum optimal dibandingkan produktivitas dari negara lain seperti dari Thailand. Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas bawang merah di Indonesia sehingga belum optimal, salah satu di antaranya adalah tingginya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Dalam rangka mengendalikan OPT, petani banyak menggunakan pestisida sebagai pendekatan praktis, namun penggunaan pestisida cenderung berlebihan sehingga berpotensi negatif terhadap lingkungan. Pada sisi lain usaha tani semakin dituntut untuk ramah lingkungan. Berdasarkan latar belakang tersebut, telah dilakukan penelitian untuk melihat efisiensi lingkungan dengan pendekatan analisis regresi stochastic frontier translog. Tujuan penelitian ini adalah: 1) melihat pengaruh beberapa input produksi konvensional dan pengaruh kelebihan penggunaan pestisida terhadap produksi bawang merah menggunakan regresi stochastic frontier translog, 2) menganalisis efisiensi teknis dan efisiensi lingkungan, dan 3) menganalisis efek inefisiensi teknis pada usaha tani bawang merah. Penelitian dilakukan di Kabupaten Nganjuk provinsi Jawa Timur, survei telah dilaksanakan pada bulan Oktober dan November 2013. Berdasarkan hasil analisis regresi stochastic forontier translog diperoleh hasil pendugaan fungsi regresi, dimana variabel input produksi konvensional seperti bibit, penggunaan pupuk organik dan tenaga kerja baik secara sendiri-sendiri maupun bentuk kuadrat dan interaksinya berpengaruh nyata pada produksi bawang merah. Usaha tani bawang merah belum mencapai tingkat efisiensi lingkungan, karena nilai EEnv rata-rata hanya sebesar 0.5674. Begitu juga nilai efisiensi teknis belum tercapai, karena diperoleh nilai ET rata-rata sebesar 0.6107. Analisis dari aspek inefisiensi teknis menunjukkan hanya pengaruh akses ke kelompok tani yang berpengaruh nyata, dimana petani yang memiliki akses ke kelompok tani berpengaruh terhadap efisiensi teknis.
Baca lebih lanjut

206 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...