Top PDF Fisika Statistik untuk Mahasiswa MIPA - Mikrajuddin Abdullah

Fisika Statistik untuk Mahasiswa MIPA - Mikrajuddin Abdullah

Fisika Statistik untuk Mahasiswa MIPA - Mikrajuddin Abdullah

Hukum pergeseran Wien telah dipakai untuk memperkirakan suhu benda berdasarkan spektrum elektromagnetik yang dipancarkannya. Energi yang dipancarkan benda diukur pada berbagai panjang gelombang. Kemudian intensitas tersebut diplot terhadap panjang gelombang sehingga diperoleh panjang gelombang yang memiliki intensitas terbesar. Panjang gelombang ini selanjutnya diterapkan pada hukum pergeseran Wien guna mempredik- si suhu benda. Gambar 10.2 adalah pengamatan spektrum radiasi mata- hari di sisi atas atmosfer dan di permukaan laut. Kurva radiasi benda hi- tam juga dilukiskan. Tampak bahwa radiasi matahari cocok dengan kurva benda hitam yang memiliki suhu 5250 ◦ C. Para astronom memperkirakan suhu bintang-bintang berdasarkan spektrum energi yang dipancarkan oleh bintang-bintang tersebut. Gambar 10.3 adalah contoh spektrum yang di- pancarkan bintang-bintang yang memiliki warna yang berbeda-beda.
Baca lebih lanjut

270 Baca lebih lajut

Mikrajuddin Abdullah Fisika Dasar I 2016

Mikrajuddin Abdullah Fisika Dasar I 2016

benda. Besaran-besaran tersebut di antaranya adalah posisi, perpindahan, jarak tempuh, kecepatan, laju, percepatan, gaya, momentum linier, momentum sudut, torka, dan sebagainya. Besaran gerak tersebut ada yang berupa besaran vektor dan ada yang berupa besaran skalar. Pembahasan tentang gerak akan lebih lengkap kalau diungkapkan dengan metode vektor. Awalnya penggunaan medote vektor terasa sulit untuk diikuti oleh sebagian mahasiswa. Namun, apabila kita sudah terbiasa dengan metode vektor maka akan menyadari bahwa metode tersebut cukup sederhana. Analisis yang cukup panjang dan rumit yang dijumpai pada metode skalar sering menjadi sangat singkat dan sederhana jika dilakukan dengan metode vektor.
Baca lebih lanjut

1081 Baca lebih lajut

Pengantar Fisika Statistik   Mikrajuddin

Pengantar Fisika Statistik Mikrajuddin

Karena materi buku ini hanya diperuntukkan bagi kuliah satu semester, maka hanya dasar-dasar statistik yang dapat menjadi modal awal bagi mahasiswa untuk mempelajari fisika statistik lanjut yang diberikan. Topik utama yang dibahas meliputi penutunan fungsi distribusi Maxwell-Boltzmann, Bose-einstein, dan Fermi Dirac. Contoh aplikasi sederhana ke tiga macam statsitik tersebut juga diberikan. Konsep ruang fasa dan kerapatan keadan dalam ruang fasa klasik serta ruang fasa kuantum juga diberikan, karena keduanya digunakan untuk menghitung besaran-besaran termodinamika. Agar mahasiswa memiliki pemahaman awal tentang ensembel, maka salah satu jenis ensembel dibahas di sini, yaitu ensembel kanonik.
Baca lebih lanjut

419 Baca lebih lajut

Mikrajuddin Abdullah   Fisika Dasar I 20 (2)

Mikrajuddin Abdullah Fisika Dasar I 20 (2)

benda. Besaran-besaran tersebut di antaranya adalah posisi, perpindahan, jarak tempuh, kecepatan, laju, percepatan, gaya, momentum linier, momentum sudut, torka, dan sebagainya. Besaran gerak tersebut ada yang berupa besaran vektor dan ada yang berupa besaran skalar. Pembahasan tentang gerak akan lebih lengkap kalau diungkapkan dengan metode vektor. Awalnya penggunaan medote vektor terasa sulit untuk diikuti oleh sebagian mahasiswa. Namun, apabila kita sudah terbiasa dengan metode vektor maka akan menyadari bahwa metode tersebut cukup sederhana. Analisis yang cukup panjang dan rumit yang dijumpai pada metode skalar sering menjadi sangat singkat dan sederhana jika dilakukan dengan metode vektor.
Baca lebih lanjut

1081 Baca lebih lajut

Mekanika Statistik Mikrajuddin Abdullah. PDF

Mekanika Statistik Mikrajuddin Abdullah. PDF

Atas pengalaman mengajar sekitar 10 tahun saya mencoba menyusun draft sedikit-demi sedikit dan dicobakan ke mahasiswa tiap semester. Penambahan, koreksi, dan penyesuaian dengan cara tangkap mahasiswa menghasilkan naskah seperti ini. Beberapa bagian yang tidak dijelaskan detail di buku-buku yang ada akan dipaparkan secara detail di buku ini sehingga mudah dipahami mahasiswa. Beberapa ilustrasi yang tidak dijumpai pada buku-buku sebelumnya dimasukkan dalam buku ini untuk memeprmudah pemahaman. Versi awal draft ini telah muncul dalam bentuk diktat kuliah yang diterbitkan Penerbit ITB dan menjadi salah satu pegangan utama mahasiswa magister dan doktor fisika ITB.
Baca lebih lanjut

280 Baca lebih lajut

M_Stat_3_Dewi Retno SS

M_Stat_3_Dewi Retno SS

dengan ε tidak bergantung pada peubah penjelas X ij , f j merupakan bentuk hubungan fungsional antara Y i dengan X ij . Dengan demikian, regresi linear merupakan kejadian khusus dari model aditif. Adapun bentuk fungsional antara peubah penjelas dengan respon dapat berbentuk parametrik, nonparametrik, maupun gabungan antara keduanya. Menurut Eubank (1988), untuk melakukan estimasi terhadap model regresi dapat digunakan dua pendekatan yaitu regresi parametrik dan regresi nonparametrik. Teknik regresi nonparametrik didasarkan pada proses penelusuran informasi yang terkandung dalam data untuk menentukan hubungan antara peubah respon dengan peubah penjelasnya. Metode regresi nonparametrik diklasifikasikan ke dalam klasifikasi besar yakni yang tidak mentransformasikan peubah respon (misalnya Generalized Additive Models (GAM)) dan yang mentransformasikan peubah respon (misalnya alternating conditional expectations (ACE)) (Wang & Michael 2004).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

M_Stat_4_Dewi Retno SS

M_Stat_4_Dewi Retno SS

Curah hujan merupakan salah satu parameter yang berkaitan dengan dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, dalam penelitian klimatologi dan metereologi, parameter tersebut sering dilibatkan. Di Indonesia yang berada di kawasan tropis, simulasi curah hujan merupakan proses yang sukar untuk disimulasikan. Bahkan hingga saat ini, belum ada suatu model iklim yang mampu mensimulasikan curah hujan di Indonesia dengan baik. Beberapa penelitian yang telah dilakukan belum mampu memberikan hasil yang cukup memadai. Namun begitu, beberapa metode telah dikembangkan untuk menduga curah hujan. Salah satu metode yang sering digunakan adalah ARIMA (Auto Regressive Integrated Moving Average) untuk data musiman. Kelemahannya, metode tersebut hanya dapat dipergunakan pada pendugaan curah hujan berdasarkan data curah hujan yang ada di stasiun penakar hujan (temporal) tanpa mempertimbangkan lokasi stasiunnya (spatial). Dengan demikian, diperlukan suatu metode yang mempertimbangkan keduanya, salah satu metode yang dimaksudkan adalah Bayesian Networks (BNs). Struktur BNs dibangun berdasarkan model peluang ketergantungan antar stasiun yang dinyatakan dalam directed acyclic graph (DAC) dan untuk mengoptimalkan peluangnya dipergunakan algoritma K2. Dalam paper ini, disampaikan tentang BNs dalam pendugaan curah hujan, kelemahan dan kelebihannya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KEMIRIPAN WILAYAH DALAM MENGHASILKAN PRODUKSI BEBERAPA KOMODITAS PANGAN STRATEGIS

KEMIRIPAN WILAYAH DALAM MENGHASILKAN PRODUKSI BEBERAPA KOMODITAS PANGAN STRATEGIS

Kata biplot diperkenalkan oleh Gabriel (1971) dalam konteks komponen utama, disini kita sebut biplotGb. Gower (1995) mengembangkan biplot terampat (generalized biplot) berdasarkan konsep MDS (multidimensional scaling) untuk mempertegas hubungan antara komponen utama dan MDS (Hofmann 1998); disini kita sebut biplotGw −yang kemudian dipublikasi oleh Gower dan Hand (1996). Informasi penting dalam biplotGb terletak pada: (1) plot titik-titik contoh, (2) panjang dan arah vektor, dan (3) sudut antarvektor. Titik-titik yang berdekatan dikatakan mirip (similar) dan yang berjauhan dikatakan takmirip (disimilar). Panjang vektor menandai besarnya sumbangan ragam dari peubah dan besarnya sudut antarvektor (intervectors) menandai kuatnya korelasi antarpeubah (intervariables). Interpretasi serupa untuk biplotGw, tetapi dengan perbedaan: (1) panjang vektor digantikan oleh ukuran skala dari peubah aslinya −makin besar ukuran skala makin besar ragam dari peubah, dan (2) sumbu biplot diwakili oleh peubah aslinya yang diberi skala dan tidak ortogonal seperti halnya biplotGb, sehingga biplotGw dapat memvisu- alisasi prediksi dari peubah melalui proyeksi ortogonal dan interpolasi (memposisikan) contoh baru dalam tampilan biplot.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Langkah 1 : Lakukan perhitungan Jordan Dekomposisi dari matriks korealsi dan dapatkan

Langkah 1 : Lakukan perhitungan Jordan Dekomposisi dari matriks korealsi dan dapatkan

Untuk lebih memperjelas pembahasan yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya, maka pada bagian ini akan dijelaskan mengenai penerapan dari metode Partial least square Regression PLSR dan perbandingannya dengan metode pendugaan OLS dan PCR dalam penanggulangan multikoleniritas. Adapun data yang digunakan merupakan data kualitas batubara di daerah Girimulya, Kalimantan Selatan yang diteliti oleh sebuah lembaga yaitu Pusat Penelitian Teknologi Mineral (PPTM). Endapan batubara yang ditemukan di lokasi tersebut mempunyai 9 lapisan dan data yang diambil sebagai sampel adalah data untuk lapisan batubara yang pertama sebanyak 30 buah. Kualitas batubara yang diukur adalah nilai kalori kotor (CGV=Gross Calorivie Value) dalam setiap kkal/gr sebagai variabel Y, berdasarkan kadar air (IM=Inherent Moisture) sebagai variabel X 1 , kadar abu (Ash) sebagai variabel X 2 , kadar zat terbang (VM=Volatille Matter) sebagai variabel
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Regresi Data Panel

Analisis Regresi Data Panel

Analisis regresi data panel diterapkan dalam pemodelan penyerapan tenanga kerja di Jawa Barat. Data panel terdiri dari penggabungan data cross setion dan time series yang diambil pada periode waktu dengan objek yang sama. Data cross section yang digunakan adalah 22 wilayah di Jawa Barat sedangkan data time series digunakan sampel pada tahun 2001 sampai 2004 untuk masing-masing wilayah. Sehingga keselurhan data yang dugunakan adalah sebanyak 88 data cross section-time series.

8 Baca lebih lajut

Definisi 1: Penyelesaian Efisien (Ehrgott dan Ruzika, 2004)

Definisi 1: Penyelesaian Efisien (Ehrgott dan Ruzika, 2004)

Pada makalah ini masalah multiobjektif stokastik ditransformasi menjadi masalah deterministik dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan stokastik dan pendekatan multiobjektif. Pada pendekatan multiobjektif, ada lima model deterministik yang ekuivalen dengan model stokastik sesuai dengan kriteria dalam pemrograman stokastik. Berdasarkan penyelesaian optimal Pareto dalam masalah multiobjektif deterministik diperoleh penyelesaian efisien untuk masalah multiobjektif stokastik. Berdasarkan Teorema 1 yang telah dibuktikan, diperoleh hubungan antara penyelesaian efisien untuk masalah meminimumkan resiko pada level u 1 , . . . ,u q dan masalah
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

M_Stat_1_Agus P

M_Stat_1_Agus P

Dalam era persaingan global, teknologi mengalami perkembangan yang pesat dan selalu menuntut manusia untuk selalu dapat mengikutinya, salah satunya adalah komputer yang sudah menjadi kebutuhan bagi manusia di segala bidang terutama pendidikan, walaupun kadang juga memberikan dampak yang kurang baik. Bahkan di tingkat sekolah dasar, pengenalan ilmu dasar- dasar pengoperasian komputer sudah mulai diterapkan dan dipelajari.

10 Baca lebih lajut

MAKALAH FISIKA PEMANASAN GLOBAL XI MIPA

MAKALAH FISIKA PEMANASAN GLOBAL XI MIPA

Selama dekade terakhir ini, banyak penelitian telah dilakukan untuk memastikan apakah pemanasan global menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan. Kebakaran hutan menyebabkan kerusakan ekosistem dan infrastruktur. Akibat kebakaran hutan, jumlah pelepasan karbon dioksida yang merupakan gas rumah kaca juga akan meningkat yang pada akhirnya memperparah pemanasan global (global warming)

13 Baca lebih lajut

ANALISIS MISKONSEPSI TOPIK TEKANAN PADA SISWA SMA DAN MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA

ANALISIS MISKONSEPSI TOPIK TEKANAN PADA SISWA SMA DAN MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA

Abstrak: Penelitian ini fokus pada analisis miskonsepsi topik tekanan yang dialami oleh siswa SMA dan mahasiswa pendidikan fisika. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mendeteksi miskonsepsi yang terjadi pada siswa dan mahasiswa khususnya pada topik tekanan; 2) untuk mendeskripsikan penyebab terjadinya miskonsepsi; dan 3) untuk menjelaskan alternatif solusi remidiasi miskonsepsi pada topik tekanan oleh siswa dan mahasiswa. Subyek penelitian adalah mahasiswa Fisika FKIP Universitas Jember dan siswa di kelas X SMA Negeri Tanggul tahun ajaran 2012-2013. Miskonsepsi pada siswa dan mahasiswa dideteksi menggunakan tes dan wawancara dengan acuan dari diagram representasi tingkat keyakinan dan penguasaan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dan mahasiswa mengalami miskonsepsi dalam memaknai tekanan pada zat cair dan tekanan pada gas. Remidiasi miskonsepsi dapat dilakukan dengan demonstrasi, pengkontruksian konsep, keterampilan berpikir kritis sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi informasi baru atau situasi-situasi membenarkan konsep yang awalnya terjadi miskonsepsi. Alternatif lain adalah dengan menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing yang membuat pembelajaran dan konsep akan lebih bermakna bagi siswa dan mahasiswa.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ANALISIS MISKONSEPSI MUATAN LISTRIK STATIS PADA MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNIVERSITAS JEMBER

ANALISIS MISKONSEPSI MUATAN LISTRIK STATIS PADA MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNIVERSITAS JEMBER

Fisika merupakan ilmu fundamental yang menjadi dasar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang teramat pesat saat ini, telah mempermudah kehidupan manusia. Mengingat begitu pentingnya peranan ilmu fisika, sudah semestinya ilmu ini dipahami dengan baik oleh siswa. Upaya siswa dalam mempelajari fisika sering menemui hambatan-hambatan yang disebabkan adanya anggapan bahwa fisika sebagai pelajaran yang sulit dipahami, dan didukung oleh pengajaran fisika yang tidak menarik. Para peneliti bidang pendidikan fisika di Indonesia menyebutkan beragam alasan mengenai kurangnya pemahaman fisika siswa. Banyak pihak mengatakan bahwa salah satu penyebab kurangnya pemahaman fisika siswa adalah terjadinya miskonsepsi. Miskonsepsi akan terbentuk bila konsepsi seseorang mengenai suatu materi tidak sesuai dengan konsepsi yang diterima oleh ilmuwan atau pakar dibidangnya (Maharta, 2008).
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

RPP 7 Fisika Zat padat

RPP 7 Fisika Zat padat

Frekuensi getaran Pendahulua Uraian Kegiatan Komponen Langkah MIPA/ Fisika dan Pendidikan Fisika Fisika Zat Padat / FIC 335 3 Semester VI, 150 menit Mendeskripsikan Getaran krista[r]

2 Baca lebih lajut

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM FISIKA DASAR I

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM FISIKA DASAR I

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM FISIKA DASAR I Topik Percobaan : GAYA DAN USAHA PADA BIDANG MIRING... LABORATORIUM PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FKIP.[r]

3 Baca lebih lajut

Catatan Kuliah Fisika Statistik

Catatan Kuliah Fisika Statistik

Pemerian makroskopik suatu sistem meliputi perincian beberapa sifat pokok sistem, atau sifat skala besar dari sistem, yang dapat diukur berdasarkan atas penerimaan indera kita. Termodinamika adalah contoh cabang ilmu fisika yang menerapkan pandangan makroskopik. Sedangkan, pemerian mikroskopik suatu sistem meliputi beberapa ciri khas seperti adanya pengandaian bahwa sistem terdiri atas sejumlah molekul, dan kuantitas-kuantitas yang diperinci tidak da- pat diukur. Contoh penerapan pandangan mikroskopik untuk cabang ilmu fisika yaitu dalam fisika statistik. Bila kedua pandangan itu diterapkan pada sistem yang sama maka keduanya harus meghasilkan kesimpulan yang sama.
Baca lebih lanjut

194 Baca lebih lajut

Remediasi Pembelajaran Fisika dengan Model Guided Discovery Learning pada Materi Momentum dan Impuls untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Fisika Siswa Kelas X MIPA SMA Negeri Kebakkramat - UNS Institutional Repository

Remediasi Pembelajaran Fisika dengan Model Guided Discovery Learning pada Materi Momentum dan Impuls untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Fisika Siswa Kelas X MIPA SMA Negeri Kebakkramat - UNS Institutional Repository

penelitian ini dapat disimpulkan bahwa remediasi pembelajaran Fisika dengan Model Guided Discovery Learning dapat membantu siswa untuk mencapai ketuntasan belajar pada aspek kognitif Fisika pada materi Momentum dan Impuls kelas X MIPA SMA Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran 2017/2018, dari 41,7 % menjadi 100 %.

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...