Top PDF HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

Latar Belakang : Kejadian diare di seluruh dunia masih cukup tinggi. Penduduk desa Boloh belum semuanya menerapkan PHBS dan setiap tahunnya mengalami peningkatan penyakit diare yang menyerang semua kelompok umur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian diare pada balita. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian Observasional analitik yang menggunakan rancangan Cross Sectional yang di laksanakan pada tanggal 21 Desember 2015 di Wilayah Kerja Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Populasi penelitian adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 2 bulan – 5 tahun yang berjumlah 50 orang. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan Cuplikan Probability Sample, dengan teknik Cluster Random Sampling.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toro

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toro

Segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan”. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar- besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini terutama kepada:

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

PENDAHULUAN Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Di negara berkembang seperti Indonesia sebanyak 6 juta anak meninggal setiap tahunya (Sukardi & Iskandar 2015). Menurut United Nations Interternasional Children’s Fund (UNITED) perkirakan bahwa setiap 30 detik ada anak yang meninggal karena diare (Widyatama et al 2007). Sekitar 70- 80% dari penyakit diare terjadi pada anak-anak terutama di bawah lima tahun (Maulida et al 2013).

4 Baca lebih lajut

DAFTAR  PUSTAKA  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Dewi, D. 2012. Pengaruh Kelompok Pendukung (KP) Ibu Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Dalam Pemberian ASI Dan MP, ASI, Serta Status Gizi Balita 6-24 Bulan. Tesis Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pasca Sarjanah Fakultas Kedokteran Universitan Gajah Mada Jogjakarta.

4 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA BERULANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKALONGAN SELATAN KOTA PEKALONGAN

ANALISIS FAKTOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA BERULANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKALONGAN SELATAN KOTA PEKALONGAN

monoksida, nitrogen oksida, hidrogen cianida, ammonia, acrolein, acetilen, benzoldehide, urethane, methanol, conmarin, 4-ethyl cathecol, orteresorperyline, dan lain-lain. Berbagai bahan kimia tersebut dapat merangsang silia yaitu bulu- bulu halus yang terdapat pada permukaan saluran napas, sehingga sekret mukus meningkat menjadi 30-50%. Hal ini mengakibatkan silia tersebut akan mengalami kerusakan dan mengakibatkan menurunnya fungsi ventilasi paru (Pradono dalam Khatimah, 2006). Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Winarni, dkk (2010) dalam penelitian Layuk (2010) yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sempor II Kabupaten Kebumen menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku merokok orang tua dan anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sempor II.
Baca lebih lanjut

195 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari uju Statistik Chi squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan Ibu dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal. Hasil uju statistikChi Squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal

2 Baca lebih lajut

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga dengan Kejadian Diare Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ngoresan.

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga dengan Kejadian Diare Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ngoresan.

Studi mortalitas dan riset kesehatan dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia. Diare dapat dicegah bila masyarakatnya dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program peningkatan PHBS yang mengacu pada paradigma sehat diperkenalkan oleh Departemen Kesehatan pada tahun 2009 (Depkes RI, 2009b). Data kesehatan per kabupaten Dinas Kesehatan Jawa Tengah (2013) didapatkan bahwa Kota Surakarta memiliki cakupan rumah tangga ber PHBS 92,00 % lebih rendah dibanding Karanganyar 92,50 %.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti tentang kasus diare dan PHBS, didapat data bahwa angka tertinggi kesakitan yang diakibatkan oleh diare di Jember adalah wilayah kerja Puskesmas Sumbersari, yaitu 2990 jiwa dari semua umur (Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, 2011). Penderita diare pada usia bayi yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari pada bulan Januari-April 2012 mencapai 105 jiwa. Kelurahan Antirogo merupakan kelurahan yang memiliki persentasi kasus terbanyak antara kejadian diare dengan jumlah bayi daripada kelurahan lain di wilayah Puskesmas Sumbersari, yaitu sebanyak 13%. Data tersebut didapat dari data di Puskesmas Pembantu Kelurahan Antirogo tentang ibu yang memeriksakan bayinya. Kelurahan Antirogo juga merupakan kelurahan yang masih belum mencapai target dalam PHBS rumah tangga yaitu pada pemberian ASI eksklusif dan jamban sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang pemberian ASI eksklusif hanya mencapai 60%, sedangkan untuk penggunaan jamban sehat hanya 67%. Indikator PHBS tatanan rumah tangga untuk cuci tangan dan penggunaan air bersih sudah mencapai target.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari uju Statistik Chi squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan Ibu dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal. Hasil uju statistikChi Squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA (1-5 TAHUN) DI POSYANDU MAWAR KELURAHAN MERJOSARI WILAYAH PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA (1-5 TAHUN) DI POSYANDU MAWAR KELURAHAN MERJOSARI WILAYAH PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasional untuk mengetahui hubungan PHBS ibu dengan kejadian diare. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun di Posyandu Mawar Kelurahan Merjosari berjumlah 40 orang dan sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner.Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel Independen (PHBS IBU) dan variabel dependen (kejadian Diare). Agar karakteristik sampel tidak menyimpang dari populasinya, maka sebelum pengambilan sampel perlu ditentukan criteria inklusi, maupun kriteria eksklusi (Notoadmodjo, 2010).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN  SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12 Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

Hasil : Sebagian besar balita memiliki status gizi baik sebesar 91,1%. PHBS ibu baik sebesar 97,8%. Jumlah balita yang tidak mengalami diare sebesar 86,7%. Balita dengan status gizi baik tidak menderita diare lebih tinggi sebesar 87,7% dibanding dengan balita yang memiliki status gizi kurang menderita diare sebesar 50%. Ibu balita dengan PHBS baik mempunyai balita tidak diare lebih tinggi sebesar 84,4% dibanding ibu balita dengan PHBS sedang mempunyai balita tidak diare sebesar 2,2%.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KEMBARAN DAN DESA LINGGASARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN I KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Mencapai Derajat

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KEMBARAN DAN DESA LINGGASARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN I KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Mencapai Derajat

minum, memasak, mandi, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian, dan sebagainya haruslah air bersih, agar tidak terkena atau terhindar dari penyakit dan menggunakan jamban sehat adalah setiap rumah tangga harus memiliki dan menggunakan jamban leher angsa dengan tangki septic atau lubang penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir serta cuci tangan pakai sabun selain membantu singkatnya waktu cuci tangan, dengan menggosok jemari dengan sabun dapat menghilangkan bakteri yang tidak tampak, minyak/ lemak/ kotoran di permukaan kulit, serta meninggalkan bau wangi. Perpaduan kebersihan, bau wangi dan perasaan segar merupakan hal positif yang diperoleh setelah menggunakan sabun.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Tingginya angka kejadian diare pada balita banyak disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah perilaku, dan pengetahuan. Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di kabupaten deli serdang kurang baik, sebab pada tahun 2011 angka kejadian diare hasil pemantauan sebanyak dari 129 412 rumah tangga yang di pantau hanya 3,6 07% rumah yang berperilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat yang baik di puskesmas patumbak hanya di lakukan sebanyak 37, 07% keluarga. Tingkat pengetahuan mengenai perilaku yang buruk dapat mempengaruhi kejadian diare. Hubungan antara pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat , oleh karena itu semakin meningkatnya pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat juga dapat semakin baik dengan demikian resiko diare menurun ( Ramdiati, 2012)
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH   TANGGA  DENGAN   KEJADIAN  DIARE   HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

World Health Organization (WHO) pada tahun 2004 menyatakan bahwa diare penyebab nomor satu kematian balita di dunia, dan UNICEF melaporkan setiap detik satu anak meninggal karena diare. Hal ini banyak terjadi di negara- negara berkembang seperti Indonesia karena buruknya perilaku higiene perorangan dan sanitasi masyarakat yang dipengaruhi oleh rendahnya tingkat sosial, ekonomi dan pendidikan. Pada bulan Oktober 2010 kejadian diare di dusun Grobogan Desa Musuk meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kejadian diare di dukuh Grobogan terjadi pada semua umur, tetapi paling banyak menyerang umur 14 tahun sampai 24 tahun. Hasil observasi awal di dusun Grobogan desa Musuk, menunjukkan terdapat beberapa masyarakat yang memiliki perilaku PHBS yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada masyarakat di dusun Grobogan desa Musuk wilayah kerja Puskesmas Sambirejo Sragen. Metode penelitian ini merupakan penelitian correlational dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah keluarga yang tinggal di Dusun Grobogan, Desa Musuk wilayah kerja Puskesmas Sambirejo Kabupaten Sragen. Sampel penelitian sejumlah 98 masyarakat dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian adalah checklist perilaku dan kuesioner kejadian diare. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perilaku PHBS responden sebagian besar adalah cukup baik, (2) sebagian besar penduduk di Grobogan, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen adalah tidak terjadi diare, dan (3) ada hubungan antara perilaku PHBS dengan kejadian diare di Dusun Grobogan, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

menghormati hak-hak reponden. Anonimity (tanpa nama) Untuk menjaga kerahasiaan identitas subyek, peneliti tidak akan mencantumkan identitas subyek pada lembar pengumpulan data (kuesioner) yang diisi oleh subyek. Lembar tersebut hanya diberi nomor kode tertentu. Confidentiality (Kerahasiaan) Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti. Hanya kelompok data tertentu yang akan disajikan atau dilaporkan sebagai hasil penelitian. Keterbatasan Aziz Alimul (2002) menyebutkan bahwa keterbatasan, merupakan bagian riset peneliti yang menjelaskan keterbatasan dalam penulisan riset, dalam setiap penelitian pasti mempunyai kelemahan-kelemahan yang ada, kelemahan tersebut ditulis dalam keterbatasan. Adapun keterbatasan yang ada dalam penelitian meliputi, Sampel dan jumlah sampel Banyaknya jumlah Ibu-ibu yang memiliki anak balita yang tinggal di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang sehingga peneliti hanya mengambil sebagian responden yang terpilih sebagai sampel penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian ini.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN SUMBER AIR DAN KEBIASAAN PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT) DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA SAWAHAN KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2008.

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN SUMBER AIR DAN KEBIASAAN PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT) DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA SAWAHAN KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2008.

Penyakit diare masih menjadi penyebab kematian balita (bayi di bawah lima tahun) terbesar di dunia. Menurut catatan United Nations Children federation (UNICEF), setiap detik satu balita meninggal karena diare. Diare seringkali dianggap sebagai penyakit biasa, padahal di tingkat global dan nasional fakta menunjukkan sebaliknya. Menurut catatan World Health Organization (WHO), diare membunuh dua juta anak di dunia setiap tahun. Di negara maju walaupun sudah terjadi perbaikan kesehatan dan ekonomi masyarakat, akan tetapi kasus diare masih tetap tinggi dan masih menjadi masalah. Tingginya kejadian diare di negara barat dikarenakan oleh foodborne infections dan waterborne infections yang disebabkan oleh bakteri Salmonella spp, Campylobacter jejuni, Stafilococcus aureus, Bacillus cereus, Clostridium perfringens dan Enterohemorrhagic Escherichia coli (EHEC) (Amiruddin, 2007).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DANPERILAKU IBU MENCUCI TANGAN DENGAN KEJADIAN Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dan Perilaku Ibu Mencuci Tangan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pucangsawit Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DANPERILAKU IBU MENCUCI TANGAN DENGAN KEJADIAN Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dan Perilaku Ibu Mencuci Tangan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pucangsawit Surakarta.

Mengenai hasil penelitian hubungan perilaku ibu mencuci tangan dengan kejadian diare dikatakan tidak bermakna karena berbagai macam faktor diantaranya tidak ada pemantauan yang aktif oleh peneliti dalam melihat langsung perilaku ibu sehari-hari yang sebenarnya. Perilaku ibu yang diharapkan adalah mencuci tangan dengan sabun, terutama sesudah buang air besar, sesudah membuang tinja anak, sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyuapi makan anak dan sebelum makan (10) . Serta perilaku mencuci tangan itu sendiri harus dilakukan dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun (15) .
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

288 HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN CARA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE

288 HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN CARA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE

bak mandi seminggu sekali, menutup tempat penampungan air, dan menggunakan obat semprot dan bakar sebagai upaya tambahan untuk membasmi nyamuk. Hal ini didukung dengan pendapat Sidiek (2012) yang menyatakan bahwa penyakit DBD yang merupakan penyakit berbasis lingkungan juga dipengaruhi oleh keadaan kebersihan baik perorangan (personal hygiene) maupun kebersihan lingkungan, sanitasi yang baik dan memenuhi syarat kesehatan serta didukung oleh personal hygiene yang baik akan bisa mengurangi resiko munculnya suatu penyakit termasuk penyakit DBD. Personal hygiene dan sanitasi lingkungan perumahan yang baik bisa terwujud apa bila didukung oleh perilaku masyarakat yang baik atau perilaku yang mendukung terhadap program pemberantasan penyakit DBD.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

d. Semua orang agar membuang air besar atau tinja di jamban atau WC. Adanya sungai di sekitar rumah biasanya digunakan untuk membuang limbah sampah oleh masyarakat. Banyak masyarakat berpikir tidak akan rugi appapun saat membuang limbah di sungai karena sungai itu mengalir, tetapi tidak berpiakir jika warga yang ada di hulu juga berfikiran yang sama maka limbah itu juga akan sampai juga kepadanya. Limbah tubuh manusia banyak sekali kandungan zat yang berbahaya dari bau ataupun unsure senyawa di dalamnya. Kebersihan sebagaian dari imam itulah yang mugkin diterapkan agar kesehatan dan kebersihan lingkungan tetap di jaga. e. Semua orang agar menggunakan air bersih dan untuk minum
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Diare pada balita dapat menyebabkan kehilangan air, dan juga demam diatas 38,5 dengan tinja berdarah, mulutnya kering dan sering menagis tanpa air mata. Terlihat sering mengantuk dan mata cekung. Inilah yang mengakibatkan kematian pada balita (Nanny,2011hlm. 20)

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...