Top PDF KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

plastisitas tanah. Menurut Sutono, et al (2010) menyatakan semua mineral liat, mempunyai sifat plastis dan dapat digulung mejadi benang/ulir tipis pada kadar air tertentu tanpa menjadi hancur. Pada kenyataannya, semua tanah berbutir halus mengandung sejumlah liat, maka kebanyakan tanah tersebut adalah plastis. Lubis (2015) juga menyatakan bahwa batas-batas atterberg (indeks plastisitas) dipengaruhi oleh kandungan air, tipe mineral liat, kation dapat dipertukarkan dan bahan oganik. Indeks plastisitas akan menentukan kemudahan pada tanah dalam pengolahan. Menurut Peorwowidodo (1992) menyatakan bahwa tanah yang mempunyai selang olah tanah yang sama akan lebih sulit diolah jika indeks keplastisitasannya lebih rendah.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

SANDER M. SILALAHI : Kajian Hubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, dibimbing oleh Dr. Kemala Sari Lubis, S.P., M.P. dan Dr. Ir. Hamidah Hanum, M.P.

13 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

SANDER M. SILALAHI : Kajian Hubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, dibimbing oleh Dr. Kemala Sari Lubis, S.P., M.P. dan Dr. Ir. Hamidah Hanum, M.P.

2 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

plastisitas tanah. Menurut Sutono, et al (2010) menyatakan semua mineral liat, mempunyai sifat plastis dan dapat digulung mejadi benang/ulir tipis pada kadar air tertentu tanpa menjadi hancur. Pada kenyataannya, semua tanah berbutir halus mengandung sejumlah liat, maka kebanyakan tanah tersebut adalah plastis. Lubis (2015) juga menyatakan bahwa batas-batas atterberg (indeks plastisitas) dipengaruhi oleh kandungan air, tipe mineral liat, kation dapat dipertukarkan dan bahan oganik. Indeks plastisitas akan menentukan kemudahan pada tanah dalam pengolahan. Menurut Peorwowidodo (1992) menyatakan bahwa tanah yang mempunyai selang olah tanah yang sama akan lebih sulit diolah jika indeks keplastisitasannya lebih rendah.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

(%) Tekstur 1 JHU01 18 22 60 Lempung Berpasir 2 JHU02 24 26 50 Lempung Liat Berpasir 3 JHU03 28 20 52 Lempung Liat Berpasir 4 JHU04 14 16 70 Lempung Berpasir 5 JHU05 10 22 68 Lempung Berpasir 6 JHU06 30 24 46 Lempung Liat Berpasir 7 JHU07 42 18 40 Liat

13 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

Tangketasik, A., N. M. Wikarniti, N. N. Soniari dan I. W. Narka. 2012. Kadar Bahan Organik Tanah pada Tanah Sawah dan Tegalan di bali serta Hubungannya dengan Tekstur Tanah. J. Agrotrop Vol. 2 (2) : 101-107. Tate, R.L. 1987. Soil Organic Matter. Biological & Ecological Effect. John

3 Baca lebih lajut

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

KajianHubungan Kadar Liat, Bahan Organik serta Kandungan Air terhadap Indeks Plastisitas Tanah pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun

udara dan air. Pori pori tanah dapat dibedakan menjadi pori mikro, pori meso dan pori makro. Pori-pori mikro sering dikenal sebagai pori kapiler, pori meso dikenal sebagai pori drainase lambat, dan pori makro merupakan pori drainase cepat. Tanah pasir yang banyak mengandung pori makro sulit menahan air, sedang tanah lempung yang banyak mengandung pori mikro drainasenya jelek. Pori dalam tanah menentukan kandungan air dan udara dalam tanah serta menentukan perbandingan tata udara dan tata air yang baik. Penambahan bahan organik pada tanah kasar (berpasir), akan meningkatkan pori yang berukuran menengah dan menurunkan pori makro. Dengan demikian akan meningkatkan kemampuan menahan air (Atmojo, 2003).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Banyaknya kandungan air dalam tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air dalam tanah. Besarnya tegangan air menunjukkan besarnya tenaga yang diperlukan untuk menahan air tersebut dalam tanah. Air dapat menyerap atau ditahan oleh tanah karena adanya gaya-gaya adhesi, kohesi dan gravitasi, karena air higroskopik dan air kapiler. Tanah tanah bertekstur liat, karena lebih halus maka setiap satuan berat (gram) mempunyai luas pemukaan yang lebih besar sehingga kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara lebih tinggi (Hardjowigeno, 2003).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Umumnya petani di Kecamatan Pamatang Sidamanik melakukan pengolahan tanah sebelum bertanam. Lahan diolah secara intensif terutama untuk budidaya tanaman palawija. Namun, dalam jangka panjang pengolahan tanah secara intensif dapat berpengaruh menurunkan kualitas tanah, yaitu merusak permukaan tanah.

2 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Analisis Sidik Ragam Variabel Tetap Kadar Liat Pada tanah Inceptisol ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.. Variabel terikat: Indeks Plastisitas b.[r]

11 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. 2014. Tanah Andosol di Indonesia Karakteristik, Potensi, Kendala, dan Pengelolaannya untuk Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor.

2 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Kecamatan Pamatang Sidamanik merupakan salah satu daerah penghasil komoditas perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar air tanah dengan indeks plastisitas, bahan organik dengan indeks plastisitas dan liat dengan indeks plastisitas pada beberapa vegetasi. Penelitian ini dilakukan metode survei. Sampel diambil dengan metode acak berdasarkan jenis vegetasi dengan parameter yang diukur yaitu Kadar Air Tanah, Bahan Organik, Kadar Liat Tanah dan Indeks Plastisitas Tanah. Data diuji dengan analisis regresi dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linear bahan organik dengan indeks plastisitas memiliki hubungan yang erat dan analisis faktor bahan organik merupakan faktor paling besar yang mempengaruhi indeks plastisitas tanah yakni 54, 818 %.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Indeks Plastisitas Tanah Pada Lahan Kopi ......................................... 19 Indeks Plastisitas Tanah Pada Lahan Teh .......................................... 20 Indeks Plastisitas Tanah Pada Lahan Hortikultura ............................. 21 Hubungan Antara Bahan Organik dengan indeks plastisitas, Kadar Air dengan indeks plastisitas dan Kadar Liat dengan Indeks plastisitas Tanah .................................................................................................. 21 Analisis Faktor .................................................................................... 22 Pembahasan ............................................................................................ 22
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun

Kecamatan Pamatang Sidamanik merupakan salah satu daerah penghasil komoditas perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar air tanah dengan indeks plastisitas, bahan organik dengan indeks plastisitas dan liat dengan indeks plastisitas pada beberapa vegetasi. Penelitian ini dilakukan metode survei. Sampel diambil dengan metode acak berdasarkan jenis vegetasi dengan parameter yang diukur yaitu Kadar Air Tanah, Bahan Organik, Kadar Liat Tanah dan Indeks Plastisitas Tanah. Data diuji dengan analisis regresi dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linear bahan organik dengan indeks plastisitas memiliki hubungan yang erat dan analisis faktor bahan organik merupakan faktor paling besar yang mempengaruhi indeks plastisitas tanah yakni 54, 818 %.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kajian Sifat Fisika Tanah Ultisol Menggunakan Pembenah Kompos Bertanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Dengan Tingkat Pemberian Air Berbeda Chapter III V

Kajian Sifat Fisika Tanah Ultisol Menggunakan Pembenah Kompos Bertanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Dengan Tingkat Pemberian Air Berbeda Chapter III V

Dari hasil pada Tabel 8 didapat nilai bulk density untuk K1<K2<K3. Hal ini disebabkan karena kadar air pada K1>K2>K3, sehingga mempengaruhi terhadap massa tanah. Dimana semakin tinggi kadar air, maka semakin kecil perbandingan massa padatan tanah dengan volume total (air dan udara) setelah kering oven, karena air yang berada pada tanah telah mengalami penguapan. Hal ini sesuai dengan literatur Hossain et al (2015) yang menyatakan bahwa bulk density tanah merupakan ukuran dari berat (massa) tanah per satuan volume daerah tanah, biasanya diukur secara kering oven pada suhu 105-110 o C dan dinyatakan dalam g/cm 3 .
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Tanah dan lingkungan

Tanah dan lingkungan

Buangan dapat mengotori atau mencemari lingkungan karena mengandung zat beracun bagi tumbuhan, hewan dan/atau manusia, menjadi sumber hama dan/atau penyakit bagi tumbuhan, hewan dan/atau manusia, menimbulkan bau tidak sedap, menyebabkan eutrofikasi perairan, dan/atau mengkahatkan perairan akan oksigen terlarut yang mengganggu atau membahayakan kehidupan dalam air. Tanah dapat berfungsi melawan bahaya racun, hama dan penyakit serta menekan timbulnya bau busuk dari buangan padat dan cair. Secara tidak langsung tanah juga dapat mencegah atau mengurangi eutrofikasi dan pengahatan oksigen terlarut di perairan. Fungsi penting melindungi kehidupan dijalankan oleh tanah sebagai sistem penyaring, penyangga kimia (buffer), pengendap, pengalihragaman (transfomer), dan pengendali biologi (Lynch, 1983; Schroeder, 1984). Fungsi menyaring dijalankan tanah dengan tubuhnya yang berbentuk jaringan (berstruktur). Bahan buangan padat yang mengandung zat beracun berupa debu yang mengendap dari udara (endapan eolin), sedimen aluvial dan bahan tersuspensi, ditahan oleh tanah atasan (topsoil) sehingga tidak terbawa air perkolasi. Dengan demikian tanah bawahan (subsoil) dan air tanah terhindar dari kemasukan zat beracun.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pembenahan Sifat Fisika Tanah Entisol Dengan Perlakuan Kompos Chapter III V

Pembenahan Sifat Fisika Tanah Entisol Dengan Perlakuan Kompos Chapter III V

K 5 80,56 11,94 7,94 Pasir Berlempung K 6 78,56 15,28 6,16 Pasir Berlempung Dari Tabel 8 dapat dilihat bahwa dengan perlakuan penambahan kompos menyebabkan penurunan persentase fraksi pasir dan meningkatkan jumlah fraksi debu. Semakin porous tanah (semakin tinggi fraksi pasir) akan semakin mudah akar untuk berpenetrasi, serta semakin mudah air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi baik, air dan udara banyak tersedia bagi tanaman), tetapi semakin mudah pula air untuk hilang dari tanah, dan sebaliknya. Hal ini sesuai dengan literatur Soedarmo dan Pragoto (1985) serta Gaol, dkk (2014) yang menyatakan bahwa tanah yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan yang kecil sehingga sulit menahan air dan unsur hara.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Appendix Kajian Sifat Fisika Dan Kimia Tanah Pada Lahan Kelapa Sawit Dengan Beberapa Jenis Vegetasi Yang Tumbuh Di Kebun PTP. Nusantara III Tanah Raja

Appendix Kajian Sifat Fisika Dan Kimia Tanah Pada Lahan Kelapa Sawit Dengan Beberapa Jenis Vegetasi Yang Tumbuh Di Kebun PTP. Nusantara III Tanah Raja

Flow chart penelitian - Bahan organik tanah - Bulk Density - Particle Density - Porositas tanah - Kadar air kapasitas lapang - Permeabilitas tanah - Kandungan Nitrogen dalam tanah, F[r]

19 Baca lebih lajut

Strategi Pencegahan Keracunan Pestisida Pada Petani Hortikultura Di Kecamatan Jorlang Hataran

Strategi Pencegahan Keracunan Pestisida Pada Petani Hortikultura Di Kecamatan Jorlang Hataran

Berdasarkan temuan diperlukan kerjasama lintas sektor dari dinas kesehatan dan pertanian, meningkatkan organisasi kelompok tani dalam hal penyuluhan serta pengadaan APD dengan harga yang terjangkau melalui koperasi petani dalam mencegah keracunan pestisida serta pencemaran lingkungan terhadap tanah, air dan udara yang dapat menyebabkan pemutusan rantai makanan.

1 Baca lebih lajut

Pengaruh pemberian bahan organik pada tanah liat dan Lempung berliat terhadap kemampuan mengikat air

Pengaruh pemberian bahan organik pada tanah liat dan Lempung berliat terhadap kemampuan mengikat air

Bahan organik yang diberikan dalam tanah akan mengalami proses pelapukan dan perombakan yang selanjutnya akan menghasilkan humus (Handayanto, 1998). Humus bersilat koloid hidrofil yang dapat menggumpal dan berbentuk gel, oleh sebab itu humus penting dalam pembentukan tanah

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...