Top PDF Kecepatan dan Percepatan konstan Relatif

Kecepatan dan Percepatan konstan Relatif

Kecepatan dan Percepatan konstan Relatif

Sebuah penghubung, seperti ditunjukan dalam gambar diatas, berputar terhadap satu pusat tetap, O2, dengan suatu sudut kecepatan sudut ω radian perdetik, kearah melawan putaran jam, percepatan sudut . Jarak antara O2 dan B ditentukan R. Garis O2-B membuat sudut dengan sumbu x. Diinginkan percepatan total B. Kecepatan titik B dalam arah-arah x dan y diberikan oleh

18 Baca lebih lajut

Soal UAS 1 Fisika K13 Kelas 10

Soal UAS 1 Fisika K13 Kelas 10

09. Semua mobil mula-mula diam, kemudian bergerak dengan percepatan konstan sehingga memiliki kecepatan v. Kemudian, mesin mobil dimatikan sehingga mobil mengalami perlambatan konstan dan akhirnya berhenti (perhatikan grafiknya di bawah ini). Jarak yang ditempuh mobil mulai dari keadaan diam sampai keadaan berhenti adalah ....

6 Baca lebih lajut

laporan fisika Glbb dan Glb

laporan fisika Glbb dan Glb

Suatu benda dari keadaan diam atau berkecepatan lambat dapat menjadi bergerak dengan kecepatan yang lebih tinggi. Sebaliknya, suatu benda dapat berkurang kecepatannya atau bahkan berhenti. Benda mengalami keadaan demikian disebabkan adanya suatu percepatan. Jika percepatannya konstan atau tidak berubah terhadap waktu, benda mengalami suatu Gerak Lurus Berubah Beraturan.

23 Baca lebih lajut

SOAL LATIHAN UTS FISIKA SEMESTER 1 KELAS 8 SMP

SOAL LATIHAN UTS FISIKA SEMESTER 1 KELAS 8 SMP

Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut: 1 Benda tersebut diam 2 Resultan gaya benda sama dengan nol 3 Benda mengalami percepatan konstan 4 Benda mungkin bergerak dengan kecepatan t[r]

8 Baca lebih lajut

Disain, Analisa dan Simulasi Dinamik Passive Blade Pitch Control untuk Turbin Angin Kapasitas 10 KW by Edi Purnomo

Disain, Analisa dan Simulasi Dinamik Passive Blade Pitch Control untuk Turbin Angin Kapasitas 10 KW by Edi Purnomo

2. Perubahan kecepatan putar pada rotor, diasumsikan telah termasuk akibat perubahan kecepatan angin dan beban listrik generator, sehingga dengan analisa dinamik pengontrolan sudut blade, diharapkan berguna untuk disain tahap berikutnya, yaitu mendapatkan kecepatan rotor yang relatif konstan. 3. Besarnya blade pitch moment yang diakibatkan gaya aerodinamik diabaikan. 4. Blade yang digunakan adalah blade dengan tipe airfoil S809 untuk turbin

5 Baca lebih lajut

Posting  20c4 SMA Fisika

Posting 20c4 SMA Fisika

Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik 1.1 Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan 1.2 Menganalisis besaran fisi[r]

30 Baca lebih lajut

Jarak, Kecepatan dan Percepatan

Jarak, Kecepatan dan Percepatan

Bila sebuah benda bergerak lurus mengalami perubahan kecepatan yang tetap untuk selang waktu yang sama, maka dikatakan bahwa benda tersebut mengalami Gerak Lurus Berubah Beraturan. Dapat dikatakan bahwa benda memiliki percepatan tetap. Percepatan konstan berarti besar dan arah percepatan selalu konstan setiap saat. Walau besar percepatan suatu benda selalu konstan, tetapi jika arah percepatan berubah maka percepatan benda dikatakan tidak konstan. ada dua macam perubahan kecepatan:
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Bank Soal Gerak Lurus 18

Bank Soal Gerak Lurus 18

Sebuah mobil mulai bergerak dari keadaan diam dengan percepatan 0,2 m/s2 dalam waktu 2 menit.. Kemudian mobil bergerak dengan kecepatan konstan selama 5 menit.[r]

1 Baca lebih lajut

Latihan Soal UAS Fisika Kelas 10 Semester 1

Latihan Soal UAS Fisika Kelas 10 Semester 1

2. Sebuah benda mulai dari keadaan diam bergerak dengan percepatan 2 m.s -2 dalam waktu 20 sekon. Kemudian bergerak dengan kecepatan konstan selama 10 sekon. Setelah itu mengalami perlambatan 2,5 m.s -2 sampai akhirnya berhenti. Tentukan jarak total yang ditempuh dan kecepatan maksimal benda !

6 Baca lebih lajut

PPT Gerak Lurus dengan Kecepatan dan Percepatan Konstan

PPT Gerak Lurus dengan Kecepatan dan Percepatan Konstan

 Menyimpulkan karakteristik gerak lurus berubah beraturan GLBB melalui percobaan dan pengukuran besaran-besaran terkait  Membedakan percepatan rata-rata dan percepatan sesaat  [r]

39 Baca lebih lajut

SOAL DAN PEMBAHASAN  OLIMPIADE FISIKA SMA TINGKAT KABUPATEN (OSK) TAHUN  2015

SOAL DAN PEMBAHASAN OLIMPIADE FISIKA SMA TINGKAT KABUPATEN (OSK) TAHUN 2015

α terhadap horizontal. Di dalam masing-masing kereta terdapat bandul yang massanya dapat diabaikan relatif terhadap massa kereta. Setelah dilepas posisi masing-masing bandul membentuk sudut terhadap garis vertikal serta diasumsikan bahwa bandul tersebut tidak berayun di dalam kereta. Seluruh permukaan bersifat licin. Percepatan gravitasi g ke bawah. Tentukan sudut kemiringan masing-masing bandul relatif terhadap garis vertikal. Asumsikan jari-jari roda sangat kecil dan massanya dapat diabaikan.

10 Baca lebih lajut

Rancang-Bangun Sistem Pengaduk Adonan Dodol dengan Kecepatan Konstan dan Torsi Adaptif

Rancang-Bangun Sistem Pengaduk Adonan Dodol dengan Kecepatan Konstan dan Torsi Adaptif

Pada sistem pada gambar 5, baling-baling yang dikopel dengan motor mengaduk adonan dodol dengan kecepatan konstan 30 rpm. Adonan dodol makin lama makin mengental sehingga akan meningkatkan torsi beban yang mengakibatkan kecepatan motor berkurang. Rotary encoder mendeteksi perubahan kecepatan motor sehingga sensor memerintahkan mikrokontroler untuk mengatur sudut penyalaan pada SCR. Sudut penyalaan yang dibangkitkan pada SCR harus dapat menghasilkan tegangan keluaran yang mampu menghasilkan kecepatan motor sebesar 30 rpm. Titik referensi dari sudut penyalaan didasarkan pada perubahan logika tinggi ke rendah pada rangkaian zero crossing detector. Kecepatan motor ditampilkan pada tampilan serial monitor Arduino.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB III GERAK LURUS - Bab 3  Gerak Lurus

BAB III GERAK LURUS - Bab 3 Gerak Lurus

51. Pada suatu sungai terdapat dua buah dermaga A dan B yang jaraknya satu mil. Dua orang harus melakukan perjalanan dari dermaga A ke B dan kembali lagi ke A. Salah seorang mendayung perahu dengan kecepatan 4 mil • jam -1 terhadap air, dan orang yang lain berjalan sepanjang tepi sungai dengan kecepatan 4 mil • jam -1 . Kecepatan air sungai adalah 2 mil • jam -1 dari A ke B. Berapa lama perjalanan masingmasing orang tadi?

37 Baca lebih lajut

Bank Soal Gerak Lurus 12

Bank Soal Gerak Lurus 12

2. Sebuah mobil bergerak dari kota Bogor ke Jakarta. Mobil melewati jalan tol Jagorawi. Dari pintu tol mobil tersebut dipercepat dan setelah 2 km kecepatannya menjadi 72 km/jam. Kecepatan ini dipertahankan terus selama 5 menit. Tiba-tiba ban mobil pecah, sehingga mobil diperlambat dan berhenti setelah 20 detik.

1 Baca lebih lajut

4. Perhatikan gambar berikut!  Vektor K, L, M dan N ditunjukkan pada gambar.    5. Vektor A dan B dilukiskan seperti pada gambar ! - SOAL ULANGAN FORMATIF II B

4. Perhatikan gambar berikut!  Vektor K, L, M dan N ditunjukkan pada gambar.    5. Vektor A dan B dilukiskan seperti pada gambar ! - SOAL ULANGAN FORMATIF II B

Ketika suatu benda bergerak sepanjang lintasan melingkar dengan kelajuan konstan, benda tersebut mengalami percepatan yang arahnya …... tidak dapat ditentukan 26.[r]

5 Baca lebih lajut

Soal Olimpiade Fisika Tingkat Kabupaten Tahun 2015

Soal Olimpiade Fisika Tingkat Kabupaten Tahun 2015

3. (10 poin) Seperti diperlihatkan dalam gambar, seorang siswa dengan massa M berdiri di atas sebuah meja berbentuk lingkaran, sejauh r dari pusat meja. Katakan koefisien gesek antara sepatu siswa dengan meja tersebut adalah . Pada saat awal t = 0 meja mulai berotasi dengan percepatan sudut    konstan. Anggap gerakan berada dibawah pengaruh percepatan gravitasi konstan g yang arahnya ke bawah.

5 Baca lebih lajut

ARTIKEL REALISASI KONTROLER BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI BAGI PEMBANGKIT LISTRIK NON KONVENSIONAL REALISASI KONTROLER BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SEND

ARTIKEL REALISASI KONTROLER BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI BAGI PEMBANGKIT LISTRIK NON KONVENSIONAL REALISASI KONTROLER BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SEND

Sejauh ini, penentuan tingkat eksitasi generator induksi dilakukan dengan cara terlebih dahulu memodelkan sistem kelistrikan pembangkitan dalam suatu model matematis pada tingkat pembebanan dan kecepatan putaran tertentu yang kemudian diselesaikan secara analitis ataupun iterasi, hal yang sama dilakukan untuk tingkat pembebanan dan kecepatan yang lain, (Muljadi dan Butterfield, 2005). Sedangkan pengendaliannya menggunakan sistem pengendalian klasik yang perancangannya berbasiskan pemodelan matematis sistem tersebut. Cara ini sering mengalami kesulitan khususnya dalam langkah pemodelan seiring dengan semakin kompleksnya sistem dan adanya ketidak-linearan komponen yang membangun sistem tersebut (Sousa dan Bose, 1994). Seperti diketahui, dalam menyelesaikan persamaan model matematis secara analitis ataupun iteratif, parameter-parameter sistem dianggap linear. Penerapan metode ini akan memberikan hasil yang kurang akurat dan menghasilkan sistem pengendalian yang tidak optimal.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

XP MAT 9705

XP MAT 9705

Apabila pada saat percepatan menjadi nol, maka kecepatan benda tersebut pada saat itu adalah ..... Jika adalah vektor posisi A.[r]

9 Baca lebih lajut

SELEKSI OLIMPIADE TINGKAT KABUPATEN KOTA

SELEKSI OLIMPIADE TINGKAT KABUPATEN KOTA

1. (10 poin) Sebuah mobil yang bermassa 2m sedang bergerak dengan kecepatan v pada saat mendekati mobil lain yang bermassa 4m dan sedang dalam keadaan diam. Pada saat tumbukan terjadi, pegas terkompresi (lihat gamgar di bawah!). Jika semua gesekan diabaikan, tentukan:

10 Baca lebih lajut

Pemahaman dan miskonsepsi konsep gaya yang terjadi pada siswa beberapa SMP di Yogyakarta

Pemahaman dan miskonsepsi konsep gaya yang terjadi pada siswa beberapa SMP di Yogyakarta

Hasil penelitian ini menujukkan bahwa (1) siswa beberapa SMP di Yogyakarta memiliki pemahaman yang sangat kurang terhadap konsep hukum III Newton dan gravitasi, pemahaman yang kurang terhadap konsep kinematika, hukum I Newton, hukum II Newton, dan pemahaman yang cukup terhadap konsep prisip superposisi, siswa beberapa SMP di Yogyakarta memiliki pemahaman yang kurang terhadap keseluruhan konsep gaya. (2) konsep yang paling dipahami oleh siswa beberapa SMP di Yogyakarta yaitu pada konsep prinsip superposisi dan konsep yang sedikit dipahami oleh siswa yaitu pada konsep hukum III Newton. (3) miskonsepsi yang banyak terjadi pada siswa beberapa SMP di Yogyakarta adalah siswa tidak dapat membedakan posisi dengan kecepatan, tidak dapat membedakan kecepatan dengan percepatan, kehilangan/ menerima dorongan aslinya, dengan menghilangnya dorongan, massa yang besar memberikan gaya yang lebih besar, perantara/ peralatan yang aktif yang menghasilkan gaya lebih besar, hanya peralatan/ perantara yang aktif menyebabkan gaya, gaya yang mengatasi hambatan sehingga benda dapat bergerak, percepatan menyatakan bertambahnya gaya, pertambahan gravitasi sebanding dengan kecepatan jatuhnya benda, dan benda yang lebih berat jatuh lebih cepat.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...