Top PDF KOHESI DALAM NOVEL KELANGAN SATANG KARYA SUPARTO BRATA.

KOHESI DALAM NOVEL KELANGAN SATANG KARYA SUPARTO BRATA.

KOHESI DALAM NOVEL KELANGAN SATANG KARYA SUPARTO BRATA.

All data of this research are linguistic and consist of lingual units such as utterances, sentences, and clauses taken from the novel. The lingual data used in this research are the utterances, sentences, or clauses on which the grammatical and lexical discourse devices sticking up for the cohesion of the text are applied. The heart of analysis of this research is focused on the grammatical and lexical cohesion the novel has, and on the role taken by the cohesive markers in presenting the plot of the novel. The data gathering method used in this research is the observation method which is implemented through the use of tapping technique as the basic technique. The distributional method is used for analyzing the grammatical and lexical cohesions. In addition to that method, this research also uses the direct substance division technique that consists of substitution, deletion, and extension techniques.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

WACANA NOVEL JARING KALAMANGGA KARYA SUPARTO BRATA (Suatu Tinjauan Kohesi dan Koherensi)

WACANA NOVEL JARING KALAMANGGA KARYA SUPARTO BRATA (Suatu Tinjauan Kohesi dan Koherensi)

‘dia’ yang termasuk pengacuan persona; kata sesuk ‘besok’, biyen ‘dahulu’, dan kana ‘sana’ yang termasuk pengacuan demonstratif; kata bobrok ‘rusak’ dan risak ‘rusak’ yang merupakan subtitusi; kata nanging ‘tetapi’ yang merupakan konjungsi pertentangan; kata marga ‘karena’ yang merupakan konjungsi kausal. Adapun kohesi leksikal yang terdapat dalam novel tersebut antara lain kata amba ‘luas’ dan jembar ‘luas’ yang merupakan sinonimi, kata mati ‘padam’ dan murup ‘menyala’ yang berupakan antonimi. Penanda koherensi yang terdapat dalam novel Jaring Kalamangga misalnya kata marga ‘karena’ dan sebab ‘sebab’ yang merupakan penanda koherensi sebab akibat; kata pancen ‘memang’ dan saya ‘semakin’ yang merupakan koherensi penekanan; kata lan ‘dan’ dan uga ‘dan’ yang merupakan penanda koherensi penambahan; serta kata dadi ‘jadi’ dan mila ‘maka’ yang merupakan penanda koherensi penyimpulan. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengkaji lebih lanjut mengenai novel tersebut. Penulis merasa tertarik untuk mengkaji dan menemukan penanda kohesi baik meliputi aspek gramatikal maupun leksikalnya dan koherensi atau keterpaduan maknanya sehingga penulis memberi judul penelitian ini Wacana Novel Jaring Kalamangga Karya Suparto Brata (Suatu Tinjauan Kohesi dan Koherensi).
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

PENYULIHAN DALAM NOVEL “EMPRIT ABUNTUT BEDHUG” KARYA SUPARTO BRATA

PENYULIHAN DALAM NOVEL “EMPRIT ABUNTUT BEDHUG” KARYA SUPARTO BRATA

Wacana lisan atau spoken discourse menurut Tarigan (1987: 55) adalah wacana yang disampaikan secara lisan, melalui media lisan. Untuk menerima, memahami, atau menikmati wacana lisan ini sang penerima harus menyimak atau mendengarkannya. Jadi, penerima dapat dikatakan juga penyimak. Wacana lisan sering dikaitkan dengan wacna interaktif (interactive discourse). Wacana lisan sangat produktif dalam sastra lisan di tanah air kita, juga salam siaran-siaran televisi, radio, khotbah, ceramah, pidato, kuliah, deklamasi, dan sebagainya. Dalam uraian yang lain, Tarigan (1987: 123) menyatakan bahwa wacana lisan adalah satuan bahasa yang terlengkap dan terbesar di atas kalimat atau klausa dengan kohesi dan koherensi tinggi yang berkesinambungan yang mempunyai awal dan akhir yang nyata disampaikan secara lisan. Wacana lisan diciptakan atau dihasilkan dalam waktu dan situasi yang nyata. Oleh karena itu, semua bentuk wacana lisan terdapat kaidah- kaidah atau aturan-aturan mengenai siapa yang berbicara, kepada siapa, dan kapan.
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

GAYA BAHASA DALAM NOVEL SER! SER! PLONG! KARYA SUPARTO BRATA.

GAYA BAHASA DALAM NOVEL SER! SER! PLONG! KARYA SUPARTO BRATA.

Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut, saran yang diberikan yaitu (1) penelitian dapat dilakukan lagi oleh peneliti lain pada novel Ser! Ser! Plong! selain dari segi bahasa, dapat juga misalnya dikaji dari sudut psikologinya ataupun unsur-unsur nilai yang terkandung di dalamnya, (2) diksi, gramatikal, bahasa figuratif, serta konteks dan kohesi yang terdapat dalam novel Ser! Ser! Plong! sangat bermacam bentuknya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk bahan ajar di sekolah.

5 Baca lebih lajut

Kepribadian Tokoh Dalam Novel Pawestri Tanpa Idhentiti Karya Suparto Brata

Kepribadian Tokoh Dalam Novel Pawestri Tanpa Idhentiti Karya Suparto Brata

“Aji Kartika lan Rumsari satemene ora patia seneng dikon ngajari Pawestri nglakoni praktek penggaweane kadidene sekretarise Pak Panuluh sedina-dinane. Kajaba wis padha krungu sapa ta Pawestri, uga kuwatir yen wong wadon tanpa idhentiti kuwi bisa pinter nglakoni kadidene sektretarise, bisa uga embuh Aji Kartika apa Rumsari bakal kelangan penggawean. Disulihi dening Pawestri. Nanging marga anggone magang Pawestri oleh palilahe Pak Panuluh mula kepriyea wae wong loro kuwi kudu aweh pengajaran praktek penggaotan sekretaris marang Pawestri uga kanthi ulat mrengut. Omonge uga ora akeh sing semanak. Kepara rada dikerengi. Lan akeh sing diumpetake aja nganti Pawestri ngreti wewadine tugas kesekretariatan kuwi sawutuhe.” (PTI h lm. 98)
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

GAYA BAHASA DALAM NOVEL DOM SUMURUP ING BANYU KARYA SUPARTO BRATA.

GAYA BAHASA DALAM NOVEL DOM SUMURUP ING BANYU KARYA SUPARTO BRATA.

Adhedhasar apa kang wis dijlentrehake ing dhuwur, underaning perkara tumrap panaliten iki, yaiku: kepriye cakrik basa novel ing Dom Sumurup Ing Banyu karya Suparto Brata kang nyakup diksi, gramatikal, basa figuratif, uga konteks lan kohesi. Panaliten iki nduweni karep: mangerteni kaya ngapa cakrik basa ing novel Dom Sumurup Ing Banyu karya Suparto Brata kang nyakup diksi, gramatikal, basa figuratif, uga konteks lan kohesi. Ing babagan teoretis, panaliten iki migunani kanggo ngrembakake teori sastra lan kritik sastra mligine karya sastra sing awujud novel, luwih-luwih trap-trapan teori stilistika. Ing babagan praktis, panaliten iki migunani nambah pangertenan anggone maca novel-novel Jawa.
Baca lebih lanjut

314 Baca lebih lajut

Konsep hitam putih para penyimpang dalam novel kelangan satang karya suparto brata (sebuah pendekatan sosiologi sastra) cover

Konsep hitam putih para penyimpang dalam novel kelangan satang karya suparto brata (sebuah pendekatan sosiologi sastra) cover

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “ Konsep Hitam Putih Para Penyimpang dalam Novel Kelangan Satang Karya Suparto Brata (SebuahPendekatan Sosiologi Sas tra)” dengan baik dan tepat waktu untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra Jurusan Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada:

16 Baca lebih lajut

analisis struktural dan nilai pendidikan karakter novel kelangan satang karya Suparto Brata dan relevansinya sebagai materi pembelajaran apresiasi sastra di kelas XI.

analisis struktural dan nilai pendidikan karakter novel kelangan satang karya Suparto Brata dan relevansinya sebagai materi pembelajaran apresiasi sastra di kelas XI.

Based on the result of this research, Kelangan Satang (Wiradi Series) novel has intrinsic elements, like; characters and their characterizations, setting, plot, point of view, and theme. The character education values in this novel are among others the value related to God, themself, each other, and nature.The conclusion of this research is Kelangan Satang (Seri Wiradi) novel can be used as learning material of literary apreciation in XI grade.

17 Baca lebih lajut

Citra Tokoh Utama Wanita dalam Trilogi Roman Kelangan Satang karya Suparto Brata

Citra Tokoh Utama Wanita dalam Trilogi Roman Kelangan Satang karya Suparto Brata

Hal tersebut tercermin dalam trilogi roman Kélangan Satang karya Suparto Brata. Trilogi roman Kélangan Satang karya Suparto Brata merupakan roman mempunyai kelebihan dibandingkan dengan roman karya Suparto Brata yang lainnya. Kelebihan dari trilogi roman Kelangan Satang terdiri dari Lara Lapane Kaum Republik, Kaduk Wani dan Ketanggor. Trilogi roman Kelangan Satang karya Suparto Brata mengandung unsur cerita yang sangat padu yakni menceritakan kehidupan sebelum dan sesudah masa penjajahan Belanda di kota Sala serta menceritakan tentang kisah Wiradi dan Elok. Roman ini juga menggambarkan mengenai citra tokoh wanita utama secara dominan melalui citra fisik, psikis dan sosialnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KONFLIK DAN KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL ASMARANI KARYA SUPARTO BRATA (TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA).

KONFLIK DAN KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL ASMARANI KARYA SUPARTO BRATA (TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA).

Asiling panalitèn nêdahakên mênawi secara struktural novel Asmarani dipunsusun kalihan satunggal dènè satunggaling unsur punika wonten gandhèng cènèngipun. Kadosta simbolisme kalihan karakter paraga.Kanthi pralambang/simbol paningal sagêd ndadosakên raosipun paraga satêmah sagêd nandhang trèsna.Psikologi sastra wonten ing panalitèn menika nedahaken kapribadhèn paraga saha faktor ingkang saged dados pengaruh. Kapribadhèn paraga punika wonten tiga pèrangan inggih punika sanguinis, plegmatis, lankolerisingkang sabên-sabên pêrangan punika anggadhahi ciri-ciri ingkang bèntên-bèntên lan ing têmbe sagêd ambèntênakên satunggal tokoh kaliyan tokoh sanèsipun. Déné faktor ingkang dados pengaruh kapribadhèn inggih punika faktor lingkungan (environment), antawisipun kaluwarga, kabudayan, saha sekolah.Wujudipun konflik wontên kalih, inggih punika: konflik eksternal (salah satunggaling tokoh kaliyan punapa ingkang wonten jawinipun piyambakipun) lankonflik internal utawi konflik batin utawi konflik kejiwaan.Konflik ingkang kadadosan adhèdhasar dahteng raos ingkang boten puas saking saben-saben paraganipun.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA NOVEL DOM SUMURUP ING BANYU KARYA SUPARTO BRATA.

KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA NOVEL DOM SUMURUP ING BANYU KARYA SUPARTO BRATA.

Munculnya persoalan psikis tokoh utama pada novel Dom Sumurup ing Banyu karya Suparto Brata ini dipengaruhi oleh faktor personal dan faktor situasioal. Faktor personal meliputi faktor biologis dan faktor sosiopsikologis. Faktor sosiopsikologis meliputi komponen afektif,komponen kognitif, dan komponen konatif. Faktor sosiopsikologis yang berkenaan dengan komponen afektif, yaitu motif sosiogenis, sikap, dan emosi. Motif sosiogenis terdiri dari motif ingin tahu, motif kompetensi, motif cinta, motif harga diri dan kebutuhan untuk mencari identitas, motif akan nilai, kedambaan dan makna kehidupan, dan motif kebutuhan akan pemenuhan diri. Sedangkan faktor situasional yang ikut berpengaruh yaitu faktor ekologis, faktor desain dan arsitektur, faktor temporal, faktor suasana perilaku, faktor teknologi, faktor sosial, faktor psikososial, faktor stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku kejiwaan, dan faktor budaya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Tokoh Protagonis dan Tokoh Antagonis dalam Novel Seri Detektif Handaka Karya Suparto Brata.

Tokoh Protagonis dan Tokoh Antagonis dalam Novel Seri Detektif Handaka Karya Suparto Brata.

kasar, pembohong, suka pamer, egois, bringas, tertutup sarta kejam. Kedua tokoh dalam novel seri detektif ini, sama-sama cerdik dalam menjalankan perannya masing-masing, sehingga kedua tokoh tersebut saling berhubungan dalam menentukan jalannya cerita, oleh karena itu novel ini sangat menarik untuk dibaca.

2 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN DIALEK SURABAYA DALAM NOVEL EMPRIT ABUNTUT BEDHUG KARYA SUPARTO BRATA.

PENGGUNAAN DIALEK SURABAYA DALAM NOVEL EMPRIT ABUNTUT BEDHUG KARYA SUPARTO BRATA.

Penelitian ini berjudul Penggunaan dialek Surabaya dalam novel Emprit Abuntut Bedhug karya Suparta Brata. Relevansi kedua penelitian diatas dengan penelitian tersebut adalah pada penelitian yang kedua relevan dengan penelitian ini karena sama-sama membahas bentuk kebahasaan dialek Surabaya, akan tetapi hasil penelitian yang dilakukan oleh Ibnu Bekti Murnilasari tidak semuanya diacu dalam penelitian ini, karena hanya memiliki satu persamaan rumusan masalah ini yaitu bentuk kebahasaan dialek Surabaya. Tentu saja dibalik persamaan tersebut terdapat perbedaan.Perbedaannya ialah subjek penelitian yang dikaji dalam penelitian Ibnu Bekti Kumalasari adalah penggunaan dialek Surabaya dalam novel Cintrong Paju-pat, sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah dialek Surabaya dalam novel EAB karya Suparta Brata. Objek lain yang diteleti dalam penilitian ini yaitu fokus mengenai fungsi penggunaan dialek Surabaya yang terdapat dalam novel.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Novel Suparto Brata’s Omnibus Karya Suparto Brata (Pendekatan Sosiologi Sastra Dan Nilai Pendidikan) KrisnaS441008011

Novel Suparto Brata’s Omnibus Karya Suparto Brata (Pendekatan Sosiologi Sastra Dan Nilai Pendidikan) KrisnaS441008011

Berdasarkan hasil penelitian terhadap SBO dengan kajian struktural, maka dapat diambil kesimpulan bahwa SBO yang terdiri dari tiga novel yaitu AM, CC, dan BRR merupakan kumpulan novel yang bagus. Secara umum ketiga novel tersebut menceritakan hal yang hampir sama, yaitu tentang peran perempuan Jawa. Dalam AM melalui tokoh Astirin pengarang menggambarkan seorang perempuan muda yang kuat, bertekad baja dan tidak menyerah dengan nasib. Dalam CC, pengarang menghadirkan tokoh perempuan bernama Worontinah dan Jujur. Sikap Worontinah dalam merelakan suaminya berhubungan badan dengan perempuan lain menandakan keikhlasan yang dalam serta rasa tanggungjawab yang sangat besar untuk mengabdi kepada suaminya. Di lain sisi, ada Jujur. Sebagai seorang pembantu rumah tangga dia bekerja dengan sangat giat dan penuh kejujuran. Dia mengabdi dengan setia dan sangat menghormati majikannya.
Baca lebih lanjut

229 Baca lebih lajut

NILAI KEGIGIHAN HIDUP SEORANG WANITA DALAM NOVEL CINTRONG PAJU-PAT KARYA SUPARTO BRATA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH (SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA).

NILAI KEGIGIHAN HIDUP SEORANG WANITA DALAM NOVEL CINTRONG PAJU-PAT KARYA SUPARTO BRATA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH (SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskreptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa hasil telaah dokumen novel Cintrong Paju-Pat karya Suparto Brata. Sumber data penelitian ini terdiri dari dua sumber, yaitu sumber data primer berupa novel Cintrong Paju- Pat karya Suparto Brata dan sumber sekunder berupa artikel dan jurnal baik nasional maupun internasional dari internet serta hasil wawancara dengan guru dan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Cepu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik simak dan catat. Teknik analisis data mengunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga tahapan yaitu: (1) Reduksi data, (2) Sajian data, (3) Penarikan simpulan dan verifikasi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERILAKU TOKOH UTAMA NOVEL SAKSI MATA KARYA SUPARTO BRATA KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA

PERILAKU TOKOH UTAMA NOVEL SAKSI MATA KARYA SUPARTO BRATA KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA

Daniel J Kruger, dkk dalam artikelnya yang berjudul Human Nature In Nineteenth-Century British Novel: Doing The Marth (2009) mengkaji karakter dalam karya sastra yaitu karakter protagonis dan antagonis. Penelitian ini diterapkan dalam kelompok sosial tertentu dan dapat menunjukkan bahwa karya sastra mempunyai fungsi sosial yang adaptif. Penelitian ini dilakukan dengan cara pembaca menganalisis peran dan karakter tokoh. Penelitian ini dilakukan pengambilan data tertulis para koresponden yang membaca karya sastra tersebut. Pembaca merasakan peranan tokoh yang ada dalam karya sastra sehingga menimbulkan berbagai macam perasaan terhadap tokoh yang dibaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk membentuk karakter atau sifat yang berupa motif, emosi, kepribadian, preferensi dalam sebuah hubungan perkawinan.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Novel Tak Ada Nasi Lain Karya Suparto Brata (Kajian Psikologi Sastra, Nilai Pendidikan Karakter, dan Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA).

Novel Tak Ada Nasi Lain Karya Suparto Brata (Kajian Psikologi Sastra, Nilai Pendidikan Karakter, dan Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA).

Relevansi kajian psikologi sastra dengan penanaman pendidikan karakter sangat diperlukan untuk mencapai kualitas manusia yang memiliki karakter baik. Berdasarkan hal tersebut, konflik psikis dalam novel Tak Ada Nasi Lain karya Suparto Brata penting untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwatakan tokoh utama, mendeskripsikan konflik psikis tokoh utama berdasarkan aspek kepribadian id, ego, dan superego, dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Tak Ada Nasi Lain, serta mendeskripsikan relevansi kajian novel Tak Ada Nasi Lain dengan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

STRUKTURALISME GENETIK NOVEL JEMINI ANGGITANIPUN SUPARTO BRATA.

STRUKTURALISME GENETIK NOVEL JEMINI ANGGITANIPUN SUPARTO BRATA.

Radian ngumbar kanepsone. Jemini mung bisa jerit-jerit karo mbrebes mili. Ora nangis gero-gero, mung njerit yen krasa lara. Malah bareng wis rada suwe kena ajar, ora sambat babarpisan. Dijambaki, ditepangi, digeceki, ora sambat, ora mbantah. Ora keduman papan nerangake apa sing kedadean esuk mau! Nalika wusanane Radian banjur leyeh-leyeh neng kursi males. Nalika kuwi Jemini bali daden geni setlika, clana sing kena reged ditelesi, dikuconi, terus disetlika maneh. Kanthi luh dleweran ing pipi, nangis ora mbrengengeng nangis, Jemini ikhtiyar nggaringake clana, ben sesuk kena dianggo Radian melu parade. Radian mau ngancam, yen ngantia clanane ora garing lan resik, aja takon dosa, sesuk Jemini sida diethet- ethet, dijejuwing. Lan adate Radian ora lali karo ancamane! (Brata, 2012: 96-97)
Baca lebih lanjut

220 Baca lebih lajut

DARI TULISAN MENJADI LISAN: REPETISI DAN PENDIDIKAN DALAM NOVEL GADIS TANGSI KARYA SUPARTO BRATA

DARI TULISAN MENJADI LISAN: REPETISI DAN PENDIDIKAN DALAM NOVEL GADIS TANGSI KARYA SUPARTO BRATA

Abstract: A written literary work has its oral tradition form. The basic concept from formula at oral tradition is repetition that has continually been done. Repetition is a kind of repeating in oral tradition in order to develop idea of story to attract audience. Suparto Brata’s novel of Gadis Tangsi has a style that uses oral tradition form with repetition in each part text the story. This novel can be investigated by showing the oral elements in the novel. The oral tradition form always exists in written literature as culture in certain community has been in the author’s person- ality.. Expectation of audience that literature must have education content has been performed in Gadis Tangsi novel. Education content in this novel gives more concernd on the proses of increas- ing a sense of human being than a critical thinking. Finally, sense of human being has to be expressed orally.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...