Top PDF KADAR PROTEIN KECAP LAMTORO DENGAN VARIASI VOLUME EKSTRAK PEPAYA DAN LAMA WAKTU HIDROLISIS Kadar Protein Kecap Lamtoro Dengan Variasi Volume Ekstrak Pepaya Dan Lama Waktu Hidrolisis.

KADAR PROTEIN KECAP LAMTORO DENGAN VARIASI VOLUME EKSTRAK PEPAYA DAN LAMA WAKTU HIDROLISIS  Kadar Protein Kecap Lamtoro Dengan Variasi Volume Ekstrak Pepaya Dan Lama Waktu Hidrolisis.

KADAR PROTEIN KECAP LAMTORO DENGAN VARIASI VOLUME EKSTRAK PEPAYA DAN LAMA WAKTU HIDROLISIS Kadar Protein Kecap Lamtoro Dengan Variasi Volume Ekstrak Pepaya Dan Lama Waktu Hidrolisis.

Ketchup is processed or preserved products are usually made from soybeans with liquid or viscous texture. The purpose of this study was to determine levels of protein and soy acceptance lamtoro with papaya extract volume variation and long hydrolysis time. Protein levels were measured as total protein using Kjehdahl. The design of this study with a completely randomized design 2 factors: factor 1: papaya extract 100 ml V1); Papaya extract 120 ml (V2); Papaya extract 140 ml (V3) and factor 2: Time Hydrolysis 1 day (W1); Hydrolysis time 3 days (W2); Hydrolysis time 5 days (W3). In this study, the hydrolysis process is done by adding papaya extract that contains the enzyme papain as a proteolytic enzyme. Papaya extract volume and time of hydrolysis affect protein levels. Results showed that the highest protein content of V3W3 (papaya extract 140 ml with hydrolysis time of 5 days) total 1,478 and the lawlest protein content of . V1W1 (papaya extract 100 ml with hydrolisis time 1 day) total 0,963. Quality soy dominant lamtoro brown, less flavorful typical, with a viscosity of less viscous, and has a less sweet flavor, while its power is less like to thank the panelists.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KADAR PROTEIN KECAP LAMTORO DENGAN  VARIASI VOLUME EKSTRAK PEPAYA DAN   Kadar Protein Kecap Lamtoro Dengan Variasi Volume Ekstrak Pepaya Dan Lama Waktu Hidrolisis.

KADAR PROTEIN KECAP LAMTORO DENGAN VARIASI VOLUME EKSTRAK PEPAYA DAN Kadar Protein Kecap Lamtoro Dengan Variasi Volume Ekstrak Pepaya Dan Lama Waktu Hidrolisis.

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “ Kadar Protein Kecap Lamtoro dengan Variasi Volume Ekstrak Pepaya dan Lama Waktu Hidrolisis” Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat sarjana (S-1) Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kadar Protein Kecap Lamtoro Dengan Variasi Volume Ekstrak Pepaya Dan Lama Waktu Hidrolisis.

PENDAHULUAN Kadar Protein Kecap Lamtoro Dengan Variasi Volume Ekstrak Pepaya Dan Lama Waktu Hidrolisis.

karbohidrat gula reduksi pada kecap lamtoro 16,47%, pati 16,53%, protein 20,10% dan lemak 14,11%. Pada umumnya kecap dibuat dari biji kedelai dengan harga yang relatif mahal, selain itu di Indonesia produksi kedelai belum mencukupi kebutuhan dan masih impor dari luar negeri karenanya, biji lamtoro bisa menjadi alternatif bahan baku pembuatan kecap.

4 Baca lebih lajut

KADAR PROTEIN KECAP KARA BENGUK DENGAN  VARIASI VOLUME EKSTRAK NANAS DAN   Kadar Protein Kecap Kara Benguk Dengan Variasi Volume Ekstrak Nanas Dan Waktu Hidrolisis Enzimatis.

KADAR PROTEIN KECAP KARA BENGUK DENGAN VARIASI VOLUME EKSTRAK NANAS DAN Kadar Protein Kecap Kara Benguk Dengan Variasi Volume Ekstrak Nanas Dan Waktu Hidrolisis Enzimatis.

Velvet bean is native to Indonesia classified in Leguminoseae. Protein content is almost the same that can be processed ketchup. This experiment uses enzyme bromelain from pineapple fruit extracts. The enzyme bromelain works to break down the protein can speed up the manufacture of ketchup. The purpose of experiment to determine the protein levels velvet bean ketchup and quality organoleptic with velvet bean ketchup the addition of pineapple extract volume and hydrolysis time enzymatic. The method used in this research completely randomized design (CRD) two factors. These factors are pineapple extract volume (V) (100 ml, 120 ml, and 140 ml) and hydrolysis time enzymatic (W) (1 day, 3 days, and 5 days). The results showed that addition of pineapple extract influenced the protein content of ketchup. This experiment used 9 treatment that V 1 W 1 , V 2 W 1 , V 3 W 1 , V 2 W 1 , V 2 W 2 , V 2 W 3 , V 3 W 1 ,
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN BIJI KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus) SEBAGAI PENGGANTI KEDELAI DALAM PEMBUATAN  Pemanfaatan biji kecipir (psophocarpus tetragonolobus) sebagai pengganti kedelai dalam pembuatan kecap dengan menggunakan ekstrak nanas dan ekstrak pepaya.

PEMANFAATAN BIJI KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus) SEBAGAI PENGGANTI KEDELAI DALAM PEMBUATAN Pemanfaatan biji kecipir (psophocarpus tetragonolobus) sebagai pengganti kedelai dalam pembuatan kecap dengan menggunakan ekstrak nanas dan ekstrak pepaya.

Kurangnya pemanfaatan kecipir sebagai bahan makanan, kecipir hanya ditanam sebagai tanaman pekarangan dan pemanfaatanya sebatas untuk lalapan serta bahan untuk pecel. Biji pada kecipir dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi kecap. Harga biji kecipir relatif lebih murah serta berprotein tinggi. Pembuatan kecap secara hidrolisis menggunakan ekstrak nanas dan papaya dapat mempercepat waktu pembuatan kecap karena adanya enzim bromelin dan papain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar protein pada kecap biji kecipir dengan menggunakan ekstrak nanas dan ekstrak papaya serta untuk mengetahui tingkat daya terima masyarakat terhadap kecap biji kecipir dengan menggunakan ekstrak nanas dan ekstrak papaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dua faktorial, yaitu jenis ekstrak yang digunakan (ekstrak nanas dan ekstrak pepaya) dan penambahan volume ekstrak (80 ml, 100 ml, 120 ml) dengan 6 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kadar protein pada kecap biji kecipir dengan menggunakan ekstrak nanas dan papaya. Kadar protein tertinggi pada kecap biji kecipir dengan menggunakan ekstrak nanas 120 ml yaitu 3,39% dan kadar protein terendah pada kecap biji kecipir dengan menggunakan ekstrak pepaya 80 ml yaitu 2,29%. Tingkat daya terima masyarakat terhadap kecap biji kecipir sebesar 2,50 pada sampel kecap biji kecipir dengan volume ekstrak nanas 100 ml (J1V2)
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kadar Protein Kecap Kara Benguk Dengan Variasi Volume Ekstrak Nanas Dan Waktu Hidrolisis Enzimatis.

PENDAHULUAN Kadar Protein Kecap Kara Benguk Dengan Variasi Volume Ekstrak Nanas Dan Waktu Hidrolisis Enzimatis.

kecap ikan gabus menggunakan sari nanas mendapatkan hasil konsentrasi protein terbanyak pada waktu hidrolisis 3 hari, konsentrasi sari nanas 10%, dan penambahan NaCl 5% yaitu 90,76 gram/ liter. Berdasarkan penelitian Primerika (2014) kecap biji turi dengan ekstrak nanas sebanyak 120 ml menghasilkan kadar protein sebesar 8,67%. Kecap manis biji turi yang paling banyak disukai masyarakat adalah kecap manis menggunakan ekstrak nanas 120 ml.

4 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN BIJI TURI  SEBAGAI PENGGANTI KEDELAI DALAM BAHAN BAKU PEMBUATAN KECAP SECARA HIDROLISIS DENGAN  Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Pengganti Kedelai DalamBahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis Dengan Menggunakan Ekstrak Pepaya Dan Nanas.

PEMANFAATAN BIJI TURI SEBAGAI PENGGANTI KEDELAI DALAM BAHAN BAKU PEMBUATAN KECAP SECARA HIDROLISIS DENGAN Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Pengganti Kedelai DalamBahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis Dengan Menggunakan Ekstrak Pepaya Dan Nanas.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan biji turi oleh masyarakat sebagai bahan makanan. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan bunganya. Biji turi ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kecap yang belum banyak digunakan oleh masyarakat. Masyarakat lebih mengenal kecap berbahan dasar kedelai. Harga kedelai yang cukup mahal dapat digantikan dengan menggunakan biji turi yang relatif lebih murah dan berprotein tinggi. Pembuatan kecap dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas dapat mempercepat waktu pembuatan kecap secara hidrolisis protein karena adanya enzim papain pada pepaya dan enzim bromelin pada nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas serta untuk mengetahui organoleptik kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial. Faktor tersebut yaitu jenis ekstrak yang digunakan (ekstrak pepaya dan ekstrak nanas) dan penambahan volume ekstrak (80 ml, 100 ml, dan 120 ml) dengan 6 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak pepaya dan nanas berpengaruh pada kadar protein kecap. Hasil kadar protein tertinggi pada perlakuan J 1 V 1 yaitu 12,11%, sedangkan kadar protein terendah pada perlakuan
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KADAR PROTEIN KECAP KARA BENGUK DENGAN  VARIASI VOLUME EKSTRAK NANAS DAN   Kadar Protein Kecap Kara Benguk Dengan Variasi Volume Ekstrak Nanas Dan Waktu Hidrolisis Enzimatis.

KADAR PROTEIN KECAP KARA BENGUK DENGAN VARIASI VOLUME EKSTRAK NANAS DAN Kadar Protein Kecap Kara Benguk Dengan Variasi Volume Ekstrak Nanas Dan Waktu Hidrolisis Enzimatis.

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “ Kadar Protein Kecap Kara Benguk dengan Variasi Volume Ekstrak Nanas dan Waktu Hidrolisis Enzimatis.” Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat sarjana (S-1) Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

15 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN BIJI TURI SEBAGAI PENGGANTI KEDELAI DALAM BAHAN BAKU PEMBUATAN KECAP SECARA HIDROLISIS DENGAN  Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Pengganti Kedelai DalamBahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis Dengan Menggunakan Ekstrak Pepaya Dan Nanas.

PEMANFAATAN BIJI TURI SEBAGAI PENGGANTI KEDELAI DALAM BAHAN BAKU PEMBUATAN KECAP SECARA HIDROLISIS DENGAN Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Pengganti Kedelai DalamBahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis Dengan Menggunakan Ekstrak Pepaya Dan Nanas.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan biji turi oleh masyarakat sebagai bahan makanan. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan bunganya. Biji turi ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kecap yang belum banyak digunakan oleh masyarakat. Masyarakat lebih mengenal kecap berbahan dasar kedelai. Harga kedelai yang cukup mahal dapat digantikan dengan menggunakan biji turi yang relatif lebih murah dan berprotein tinggi. Pembuatan kecap dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas dapat mempercepat waktu pembuatan kecap secara hidrolisis protein karena adanya enzim papain pada pepaya dan enzim bromelin pada nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas serta untuk mengetahui organoleptik kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial. Faktor tersebut yaitu jenis ekstrak yang digunakan (ekstrak pepaya dan ekstrak nanas) dan penambahan volume ekstrak (80 ml, 100 ml, dan 120 ml) dengan 6 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak pepaya dan nanas berpengaruh pada kadar protein kecap. Hasil kadar protein tertinggi pada perlakuan J 1 V 1 yaitu 12,11%, sedangkan kadar protein terendah pada perlakuan
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Pengganti Kedelai DalamBahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis Dengan Menggunakan Ekstrak Pepaya Dan Nanas.

PENDAHULUAN Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Pengganti Kedelai DalamBahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis Dengan Menggunakan Ekstrak Pepaya Dan Nanas.

Keistimewaan enzim papain adalah memiliki kestabilan yang baik pada larutan yang mempunyai pH 5.0, dan memiliki keaktifan sintetik serta tahan terhadap panas yang lebih tinggi dari enzim lain. Disamping itu, enzim papain memiliki kemampuan membentuk protein baru atau senyawa yang menyerupai protein disebut dengan plastein dari hasil hidrolisis protein.(Al-Khaliq, 2011). Penelitian yang pernah dilakukan dalam pemanfaatan pepaya yakni ekstrak pepaya digunakan dalam proses pembuatan kecap tutut yakni kecap yang berasal dari kerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian enzim papain dapat menghasilkan kecap ikan yang berkualitas nomor tiga menurut SII dengan kadar garam sebesar 17,45% dan pH 6,5 (Simanjorang dkk., 2012). Penelitian yang telah dilakukan tentang getah pepaya yakni dengan mensintesis biosurfaktan palmitin etanolamida menggunakan biokatalis lipase imobil dengan menggunakan getah pepaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim lipase getah pepaya dapat digunakan dalam mensintesis biosurfaktan (Hendra dkk., 2013).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Protein Pada Kecap Dengan Metode Kjeldahl

Penetapan Kadar Protein Pada Kecap Dengan Metode Kjeldahl

Pada penentuan protein, seharusnya hanya nitrogen yang berasal dari protein saja yang ditentukan. Akan tetapi, secara teknis hal ini sulit dilakukan dan jumlah kandungan senyawa lain selain protein dalam bahan biasanya sangat sedikit, maka penentuan jumlah N total ini tetap dilakukan untuk mewakili jumlah protein yang ada. Kadar protein yang ditentukan berdasarkan cara Kjeldahl ini sering disebut sebagai kadar protein kasar. Jumlah gram protein dalam bahan pangan biasanya dihitung sebagai hasil perkalian jumlah gram nitrogen dengan faktor 6,25 (Sudarmaji,2010).
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Larutan Asam Asetat Dan  Waktu Perendaman Terhadap Sifat-Sifat Gelatin Ceker Ayam | Ulfah | Agritech 9740 17828 1 PB

Pengaruh Konsentrasi Larutan Asam Asetat Dan Waktu Perendaman Terhadap Sifat-Sifat Gelatin Ceker Ayam | Ulfah | Agritech 9740 17828 1 PB

Semakin lama waktu perendaman, kadar air cenderung semakin menurun. Kadar air gelatin tertinggi diperoleh dari lama waktu perendaman 2 jam yaitu 6,21 %. Penurunan kadar air gelatin ini dikarenakan semakin lama perendaman akan semakin banyak asam yang terdifusi dalam jaringan ceker ayam sehingga struktur kolagen semakin terbuka dan ikatannya lemah, dan menghasilkan struktur gelatin dengan ikatan lemah. Gelatin ceker ayam hasil penelitian mengandung air berkisar antara 4,64 - 6,66 % lebih rendah dari persyaratan karena menurut Anonim (2001) gelatin yang baik mengandung air 10,5 ± 1,5 %, sedangan menurut Cole (2000) sebesar 11 % dan SNI adalah 16 % (Wahyuni dan Rosmawaty, 2003).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pembuatan Edible Film Dari Campuran Ekstrak Pepaya(Carica papaya L.), Kanji Dan Gliserin Sebagai Bahan Pengemas.

Pembuatan Edible Film Dari Campuran Ekstrak Pepaya(Carica papaya L.), Kanji Dan Gliserin Sebagai Bahan Pengemas.

Dipastikan semua peralatan yang digunakan untuk menganalisa ash content dalam keadaan layak dan aman untuk digunakan. Ditimbang sampel yang sudah dihitung kadar airnya. Ditimbang cruisble kosong, catat nomor cruisiblenya. Dipanaskan cruisible berisi sampel diatas hotplate didalam fume cupboard sampai dengan sampel terdekomposisi menjadi karbon lalu dipindahkan ke muffle furnance dengan suhu 550 – 570 o C. Setelah 2 jam, keluarkan cruisible dari muffle furnance dan dimasukkan ke dalam desikator hingga mencapai suhu ruangan. Dilakukan penimbangan cruisible berisi abu dengan teliti untuk mendapatkan hasilnya. Dihitung kadar abunya.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

HIDROLISIS IKAN BERNILAI EKONOMI RENDAH SECARA ENZIMATIS MENGGUNAKAN PROTEASE BIDURI

HIDROLISIS IKAN BERNILAI EKONOMI RENDAH SECARA ENZIMATIS MENGGUNAKAN PROTEASE BIDURI

digunakan dalam bentuk crude (kasar). Witono et al. (2006) melaporkan bahwa enzim protease yang diekstrak secara langsung dari tumbuhan (batang dan daun) biduri masih mengandung klorofil. Menurut Dalimartha (2003) suatu protease kasar juga dapat mengandung saponin, flavonoid, polifenol, tanin, dan kalsium oksalat. Flavonoid dan polifenol merupakan antioksidan, maka semakin banyak konsentrasi ekstrak kasar enzim yang ditambahkan semakin banyak kandungan antioksidan dalam hidrolisat. Hal ini menyebabkan tingkat ketengikan pada hidrolisat dari ikan bernilai ekonomi rendah semakin kecil dengan adanya peningkatan konsentrasi enzim. Antioksidan dapat menghambat proses ketengikan karena antioksidan lebih reaktif bereaksi dengan oksigen daripada reaksi oksigen dengan lemak. Molekul aktif dari antioksidan menggagalkan terbentuknya peroksida dengan mengikat oksigen yang menyebabkan penghambatan ketengikan pada bahan. Sifat antioksidatif dari crude protease biduri ini merupakan fenomena yang menarik untuk ditelaah lebih lanjut.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LAMTORO (Leucaena leucocephala) SEBAGAI BAHAN DASAR TEMPE DENGAN PENAMBAHAN BAHAN ISI JAGUNG  Pemanfaatan Lamtoro (Leucaena leucocephala) Sebagai Bahan Dasar Tempe Dengan Penambahan Bahan Isi Jagung Manis (Zea mays) DAN Bekatul Pada Konsentras

PEMANFAATAN LAMTORO (Leucaena leucocephala) SEBAGAI BAHAN DASAR TEMPE DENGAN PENAMBAHAN BAHAN ISI JAGUNG Pemanfaatan Lamtoro (Leucaena leucocephala) Sebagai Bahan Dasar Tempe Dengan Penambahan Bahan Isi Jagung Manis (Zea mays) DAN Bekatul Pada Konsentras

Tempe merupakan makanan tradisional rakyat Indonesia yang relatif murah dan mudah di dapat. Tempe berasal dari fermentasi kacang kedelai atau kacang-kacangan lainnya menggunakan ragi tempe. Penelitian tempe ini menggunakan lamtoro, tepung jagung dan bekatul sebagai perlakuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadr protein, kadar serat dan organoleptik tempe lamtoro dengan perbedaan bahan isi dan persentase bahan isi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial. Faktor tersebut yaitu penambahan bahan isi (tepung biji jagung dan bekatul) dan konsentrasi bahan isi (15%, 20%, 25%) dengan 8 taraf perlakuan. Analisis data secara deskriptif kualitatif dengan uji kadar protein, serat dan organoleptik tempe. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perbedaan bahan isi dan konsentrasi bahan isi berpengaruh terhadap kadar protein dan kadar serat tempe. Hasil tempe untuk kadar protein tertinggi yaitu pada perlakuan penambahan tepung biji jagung dengan persentase 25% (B1P3) sebesar 3,14%, sedangkan kadar serat tertinggi yaitu pada perlakuan penambahan bekatul dengan persentase 25% (B2P3) sebesar 2,66%. Tempe dengan penambahan tepung jagung dengan persentase 25% (B1P3) merupakan tempe yang memiliki organoleptik yang paling baik.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Pengganti Kedelai DalamBahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis Dengan Menggunakan Ekstrak Pepaya Dan Nanas.

DAFTAR PUSTAKA Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Pengganti Kedelai DalamBahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis Dengan Menggunakan Ekstrak Pepaya Dan Nanas.

Aji, S. B. 2010. Pemanfaatan Keong Sawah dalam Pembuatan Kecap secara Enzimatis (Kajian Penambahan Hancuran Bonggol Nanas dan Lama Fermentasi) . Skripsi: Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”. Jawa Timur.

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK BUAH PEPAYA MUDA TERHADAP KADAR PROTEIN TEMPE KORO.

PENDAHULUAN PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK BUAH PEPAYA MUDA TERHADAP KADAR PROTEIN TEMPE KORO.

Dengan adanya protease di dalam buah pepaya muda maka peneliti ingin melakukan penelitian tentang pengaruh perendaman ekstrak buah pepaya muda terhadap kadar protein tempe koro dengan penelitian yang berjudul ” Pengaruh Perendaman Ekstrak Buah Pepaya Muda Terhadap Kadar Protein Tempe Koro ”.

4 Baca lebih lajut

Pencampuran Tepung Hasil Isolasi Protein Dari Limbah Padat Industri Kecap Dengan Tepung Kaldu Ayam Sebagai Penyedap Rasa Makanan

Pencampuran Tepung Hasil Isolasi Protein Dari Limbah Padat Industri Kecap Dengan Tepung Kaldu Ayam Sebagai Penyedap Rasa Makanan

Berkaitan dengan penggunaan bahan tambahan makanan sumber protein dapat dimaksudkan untuk meningkatkan nilai gizi, misalnya bila dicampurkan dalam pembuatan kerupuk ubi/kanji, tepung gaplek dan lain-lain, maka penulis tertarik untuk memanfaatkan limbah padat industri kecap yang mencapai 85 ton/tahun/pabrik sebagai bahan campuran pembuatan penyedap rasa makanan yang divariasikan dengan tepung kaldu ayam.

43 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...