Top PDF Masalah Kesehatan Reproduksi OKBGT

Masalah Kesehatan Reproduksi OKBGT

Masalah Kesehatan Reproduksi OKBGT

 PIL KB, suntik KB dan Implan tidak mengganggu hubungan seksualsuami isteri bahkan dapat menambah rasa kepuasan yang disebabkan tidak ada lagi perasaan was-was takut hamil, tetapi tida[r]

97 Baca lebih lajut

kesehatan reproduksi remaja.

kesehatan reproduksi remaja.

Seksualitas selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Seksualitas tidak bisa dihindari oleh manusia, karena dengan seks manusia dapat terus bertahan menjaga kelestarian keturunannya. Pada masa remaja rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat penting. Informasi tentang masalah seksual sudah selayaknya mulai diberikan, agar remaja tidak mencari informasi dari sumber-sumber yang tidak jelas atau bahkan keliru sama sekali. Pemberian informasi masalah seksual menjadi penting terlebih lagi mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif, karena berkaitan dengan dorongan seksual yang dipengaruhi hormon dan sering tidak memiliki informasi yang cukup mengenai aktivitas seksual mereka sendiri. Dari sumber informasi yang berhasil mereka dapatkan, pada umumnya hanya sedikit remaja yang mendapatkan seluk beluk seksual dari orang tuanya. Oleh karena itu remaja mencari atau mendapatkan dari berbagai sumber informasi yang mungkin dapat diperoleh, misalnya seperti di sekolah atau perguruan tinggi, membahas dengan teman-teman, buku-buku tentang seks, media massa atau internet.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Kesehatan Reproduksi Remaja

Kesehatan Reproduksi Remaja

Sampai saat ini masalah seksualitas selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Hal ini dimungkinkan karena permasalahan seksual telah menjadi sesuatu yang melekat pada diri manusia. Pengertian seks adalah jenis kelamin, yaitu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan, sedangkan seksual berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan seks.

6 Baca lebih lajut

Hak Kesehatan Reproduksi Definisi Tujuan

Hak Kesehatan Reproduksi Definisi Tujuan

Selain sebab-sebab di atas sering sekali wanita terpaksa hidup dengan tingkat kesehatan yang buruk. Meskipun tidak semua wanita mengalami gangguan kesehatan, sebagian besar akan mengalami 3 masalah: kurang gizi, terlalu sering hamil, dan kelelahan. Setiap masalah tersebut akan mempengaruhi kesehatan umum wanita dan melelahkan tubuh, sehingga rentan terhadap penyakit. Kehamilan juga membuat gangguan kesehatan lainnya bertambah parah, seperti malaria, hepatitis, diabetes, dan anemia, dan penyakit tersebut juga menyebabkan kehamilan sulit. Semua hal tersebut membuat wanita lebih sering kurang sehat dari pada pria.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BOOKLET KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA, SOLUSI MENGATASI KOMPLEKSITAS MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 20 KECAMATAN BAGUALA KOTA AMBON

BOOKLET KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA, SOLUSI MENGATASI KOMPLEKSITAS MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 20 KECAMATAN BAGUALA KOTA AMBON

Pada usia remaja terjadi perkembangan fisik ataupun psikis yang banyak mengalami perubahan signifikan, terutama organ reproduksi yang rentan terhadap infeksi saluran reproduksi, kehamilan, infeksi menular seksual dan penggunaan obat-obatan terlarang (Patimah, 2005). Perubahan ini terjadi karena pengaruh dari beberapa faktor, diantaranya pengaruh perkembangan media, baik media cetak ataupun media elektronik yang seringkali menyajikan fakta-fakta tentang seksualitas yang dahulu dianggap tabu bila dilihat oleh remaja. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar remaja Indonesia tidak mengetahui dampak perilaku seksual yang mereka lakukan. Seringkali remaja sangat kurang matang untuk melakukan hubungan seksual, terlebih lagi jika harus menanggung risiko dari hubungan seksual tersebut. Perilaku remaja sangat dipengaruhi oleh lingkungan, baik lingkungan rumah, sekolah dan lingkungan masyarakat yang sering kali menimbulkan konflik kejiwaan pada remaja (Sarwono, 2005).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Terhadap Sikap Menghadapi Sindrom Pre-Menstruasi Pada Remaja Putri Siswi X Dan XI MAN 2 Madiun.

PENDAHULUAN Hubungan Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Terhadap Sikap Menghadapi Sindrom Pre-Menstruasi Pada Remaja Putri Siswi X Dan XI MAN 2 Madiun.

Masalah reproduksi remaja selain berdampak secara fisik, juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental, emosi, keadaan ekonomi dan kesejahteraan sosial dalam jangka panjang. Dampak jangka panjang tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap remaja itu sendiri, tetapi juga terhadap keluarga, masyarakat dan bangsa pada akhirnya (UNFPA, 2005) .

4 Baca lebih lajut

Zona Kebidanan | Blogger Lampung Tengah

Zona Kebidanan | Blogger Lampung Tengah

Pengaruh Perubahan Sosial Terhadap Perilaku Seks Remaja dan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Sebagai Penangkalnya.. Masalah Kehamilan Pranikah Pada Remaja Ditinjau Dari Kesehatan Rep[r]

2 Baca lebih lajut

Kesehatan Reproduksi

Kesehatan Reproduksi

Per soalan k esehat an r epr oduk si buk an hany a m encak up per soalan k esehat an r epr oduk si w anit a secar a sem pit dengan m engait k anny a pada m asalah seput ar per em puan us ia subur y ang t elah m enik ah, k eham ilan dan per salinan, pendek at an bar u dalam pr ogr am k ependuduk an m em per luas pem aham an per soalan k esehat an r epr odu k si. Dim ana selur uh t ingk at an hidup per em puan m er upak an fok us per soalan k esehat an r epr oduk si. Secar a t em at ik , ada lim a k elom pok m asalah y an g diper hat ik an dalam k esehat an r epr oduk si, y ait u k esehat an r epr oduk si it u sendir i, k eluar ga ber encana, PMS dan pencegahan HI V/ AI DS, sek sualit as hubungan m anusia dan hubungan gender , dan r em aj a. Secar a lebih spesifik , ber bagai masalah dalam k esehat an r epr oduk si adalah per aw at an k eham ilan, per t olongan per salinann, infer t ilit as, m enopause, penggunann k ont r asepsi, k eham ilan t idak dik ehendak i dan abor si baik pada r em aj a m aupun pasangan y ang t elah m enik ah, PMS dan HI V?AI DS ( ber k ait an dengan pr ost it usi, hom osek sualit as, gay a hidup dan pr ak t ek t r adisional) , pelecehan dan k ek er asan pada per em puan, pek osaan, dan lay anan dan infor m asi pada r em aj a.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG REPRODUKSI SEHAT PADA SISWI SMK PERTIWI DESA NGABEYAN, MANGKUYUDAN, KARTASURA, SUKOHARJO

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG REPRODUKSI SEHAT PADA SISWI SMK PERTIWI DESA NGABEYAN, MANGKUYUDAN, KARTASURA, SUKOHARJO

SMK Pertiwi berlokasi di Jln. Indroto Nomor 10, Desa Ngabeyan, Mangkuyudan, Kartasura Sukoharjo. SMK Pertiwi adalah salah satu sekolah menengah kejuruan swasta yang berbentuk SMEA (sekolah menengah ekonomi atas). Sekolah yang telah berdiri sejak tahun 2000 saat ini memiliki 102 siswa (100 putri dan 2 putra) dengan 8 orang staf pengajar dan administrasi. Sebagai sekolah menengah ekonomi atas maka para siswa di SMK Pertiwi tentu saja tidak men- dapatkan mata pelajaran Biologi, sehingga secara formal siswa tidak mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya siswi SMK Pertiwi untuk dapat untuk me- ningkatkan pengetahuan siswa mengenai re- produksi sehat, serta memperbaiki persepsi- persepsi siswa yang tidak tepat tentang kese- hatan reproduksi dan masalah seksualitas
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Gambaran Perilaku Guru terhadap Pendidikan Kesehatan Reproduksi dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual pada Siswa di Sekolah Dasar Harapan 1 dan 2 Medan Tahun 2016

Gambaran Perilaku Guru terhadap Pendidikan Kesehatan Reproduksi dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual pada Siswa di Sekolah Dasar Harapan 1 dan 2 Medan Tahun 2016

khusus sejak adanya Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan ( Internasional Conference on Population and Development, ICPD ), di Kairo, Mesir, pada tahun 1994”. Konferensi tersebut menghasilkan kesepakatan perubahan paradigma dalam pengolahan masalah kependudukan dan pembangunan dari pendekatan pengendalian populasi dan penurunan fertilitas menjadi pendekatan yang terfokus pada kesehatan reproduksi serta upaya pemenuhan hak-hak reproduksi. Maka sejak itulah masyarakat internasional secara konsisten mengukuhkan hak-hak remaja akan informasi tentang kesehatan reproduksi dan pelayanan kesehatan reproduksi termasuk konseling (Rosmulyana, 2014).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Tingkat Kecemasan Ibu Paska Histerektomi di RSUD dr. Pirngadi Medan Tahun 2015

Tingkat Kecemasan Ibu Paska Histerektomi di RSUD dr. Pirngadi Medan Tahun 2015

Latar belakang: Di dalam kesehatan reproduksi wanita mempunyai beberapa masalah antara lain kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang menyebabkan keterlambatan perempuan mendapatkan pelayanan dini dari tenaga kesehatan sehingga penanganan yang dilakukan terkadang harus melalui pengangkatan rahim (histerektomi) dari seorang perempuan Histerektomi adalah tindakan pembedahan untuk mengangkat uterus. Hampir sebagian besar pasien yang akan menjalani operasi pembedahan mengalami kecemasan karena menganggap tindakan operasi merupakan pengalaman yang menakutkan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER RPS PROG

RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER RPS PROG

Ketepatan dalam Mahasiswa mampu :Memberikan asuhan kebidanan pada masalah masalah kesehatan reproduksi A.. Masalah gangguan pada kesehatan reproduksi 1.[r]

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dan Sikap Seksualitas Dengan Perilaku Pacaran Pada Pelajar Slta Di Kota Semarang.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dan Sikap Seksualitas Dengan Perilaku Pacaran Pada Pelajar Slta Di Kota Semarang.

Menurut Kusmiran (2011), faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku seksual pada remaja yakni perubahan biologis yang terjadi pada masa pubertas dan pengaktifan hormonal. Kurangnya peran orangtua melalui komunikasi antara orangtua dengan remaja seputar masalah seksual dapat memperkuat munculnya penyimpangan perilaku seksual. Pengetahuan remaja yang rendah cenderung lebih sering memunculkan aktivitas seksual dibandingkan dengan remaja yang berpengetahuan baik. Kemudian pengaruh teman sebaya sehingga memunculkan penyimpangan perilaku seksual.

8 Baca lebih lajut

Urgensi Partisipasi Politik Perempuan Mi

Urgensi Partisipasi Politik Perempuan Mi

sebuah kebijakan pemerintah baik secara langsung ataupun tidak langsung’. Dalam kaitannya dengan masalah sosialisasi kesehatan reproduksi, maka keikutsertaan seorang atau sekelompok orang perempuan di daerah miskin kota seperti Rawajati Ciliwung dalam melakukan sosialisasi tersebut, adalah bentuk partisipasi politik perempuan, yang dapat menginisiasi lahirnya kebijakan pemerintah mengenai akses pemenuhan hak kesehatan perempuan Indonesia, terutama bagi perempuan di lingkungan miskin perkotaan. Beranjak dari pengalaman fakta lapangan, yaitu di daerah Rawajati Ciliwung, akses untuk perempuan dapat berpartisipasi dan berbicara di depan publik untuk memaparkan masalah dan kebutuhan pemenuhan hak kesehatan reproduksi nya, adalah sangat minim dan di batasi. Pengurus Sekolah Perempuan Ciliwung (SPC) yang telah terlatih untuk menyikapi masalah kekerasan terhadap perempuan secara kritis di sekitar lingkungannya, mengakui bahwa tidak ada ajakan dari pejabat setempat (seperti pak Rt/Rw) dalam hal Musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). 26 Di mana pada Musrembang tersebut, ada beberapa bahasan pokok bagi
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

TAP.COM -   TINDAKAN PERSONAL HYGINE (VULVA HYGINE) - JURNAL ONLINE ... 122 354 1 PB

TAP.COM - TINDAKAN PERSONAL HYGINE (VULVA HYGINE) - JURNAL ONLINE ... 122 354 1 PB

Kebersihan diri (personal hygine) saat menstruasi merupakan hal penting yang perlu dilakukani. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Windayanti (2007), bahwa remaja yang tidak memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang cukup akan cenderung mengabaikan kesehatan reproduksi dan pada akhirnya ia akan memiliki tindakan yang membahayakan bagi dirinya sendiri, maka seseorang akan mudah berperilaku yang membahayakan kesehatan alat-alat reproduksinya. Tingginya masalah kesehatan reproduksi pada remaja salah satunya dikarenakan karena masih rendahnya kebersihan diri pada saat menstruasi, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang personal hygines (vulva hygines) saat menstruasi pada remaja Perilaku higienis Berdasarkan kajian teoritis yang ada, salah satu upaya mengurangi gangguan pada saat menstruasi adalah membiasakan diri berperilaku higienis, namun perilaku higienis pada saat menstruasi tidak akan terjadi begitu saja, tetapi merupakan sebuah proses yang dipelajari karena individu mengerti dampak positif atau negatif suatu perilaku yang terkait dengan keadaan menstruasi ( (Indriastuti, 2009).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PUSAT INFORMASI DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA.

PENGELOLAAN PUSAT INFORMASI DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA.

Namun pada kenyataannya, pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja tidak diimbangi dengan pengelolaan PIK-KRR yang baik di sekolah. Adanya keterbatasan sumber daya manusia yang berkompeten di bidang PIK-KRR menjadi kendala utama dalam pengelolaan PIK-KRR di setiap sekolah. Hal ini berdasarkan persepsi masyarakat bahwa pengelolaan PIK-KRR dapat dilakukan oleh semua orang tanpa perlu memperdalam konsep dan teori tentang pengelolaan PIK-KRR. Atas dasar persepsi tersebut, tidak banyak orang yang benar-benar menekuni PIK-KRR dan kurang bahkan tidak ada petugas khusus yang menangani masalah kesehatan reproduksi remaja (Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya). Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya yang tidak benar-benar menekuni PIK-KRR menjadi kurang memiliki pemahaman tentang pengelolaan PIK-KRR sehingga pengelolaannya didasarkan pada kebiasaan tanpa adanya pengembangan dalam pelaksanaan pengelolaan PIK-KRR.
Baca lebih lanjut

202 Baca lebih lajut

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA SISWA KELAS VII DI SMP N 14 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Penyuluhan terhadap Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Siswa Kelas VII di SMP N 14 Yogyakarta - DI

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA SISWA KELAS VII DI SMP N 14 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Penyuluhan terhadap Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Siswa Kelas VII di SMP N 14 Yogyakarta - DI

International Conference on Population and Development (ICPD) mendefinisikan kesehatan reproduksi sebagai hasil akhir keadaan sehat sejahtera secara fisik, mental, dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala hal yang terkait dengan sistem, fungsi serta proses reproduksi. Remaja memiliki nilai harapan dan nilai kemampuan. Apabila kedua nilai tersebut tidak berjalan seimbang maka akan muncul bentuk-bentuk frustasi yang akan merangsang generasi muda untuk melakukan tindakan-tindakan menyimpang yang mengkhawatirkan seperti masalah yang berhubungan dengan seks bebas, penyebaran penyakit kelamin, kehamilan diluar nikah atau kehamilan yang tidak dikehendaki di kalangan remaja. Masalah tersebut akan menimbulkan aborsi dan pernikahan usia muda ( Marmi, 2013).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP PENGETAHUAN MEMELIHARA ORGAN GENETALIA PADA SISWI SMP MUHAMMADIYAH IMOGIRI BANTUL TAHUN 2014 NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja terhadap Pengetahuan Memelihara Organ

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP PENGETAHUAN MEMELIHARA ORGAN GENETALIA PADA SISWI SMP MUHAMMADIYAH IMOGIRI BANTUL TAHUN 2014 NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja terhadap Pengetahuan Memelihara Organ

Remaja Indonesia saat ini sedang mengalami peningkatan kerentanan terhadap berbagai ancaman risiko kesehatan rerpoduksi khususnya masalah organ genetalia remaja. Masalah yang timbul akibat kebersihan organ genetalia yang kurang baik yaitu timbul beberapa penyakit kelamin. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi adalah melalui penyuluhan kesehatan reproduksi remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang kesehatan rerpoduksi remaja terhadap pengetahuan memelihara organ genetalia pada siswi SMP Muhammadiyah Imogiri Bantul tahun 2014 dengan menggunakan metode pra eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest dan post-test design. Alat analisis data menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pengetahuan kesehatan reproduksi sebelum penyuluhan minimal 50 dan maksimal 90 dengan rata-rata skor 74,84. Nilai pengetahuan kesehatan reproduksi setelah penyuluhan minimal 70 dan maksimal 100 dengan rata-rata skor 88,57. Hasil uji paired t test diperoleh p-value 0.000 < 0,05. Ada pengaruh pemberian penyuluhan kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan memelihara organ genetalia pada siswi SMP Muhammadiyah Imogiri Bantul Tahun 2014.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Makalah Kenakalan Remaja -  Makalah

Makalah Kenakalan Remaja - Makalah

Pelayanan kesehatan juga berperan dalam memberikan tindakan preventif dan tindakan kuratif. Pelayanan kesehatan dapat dilakukan di puskesmas, rumah sakit, klinik, posyandu, dan tempat-tempat lain yang memungkinkan. Dengan akses yang mudah terhadap pelayanan kesehatan, remaja dapat melakukan konsultasi tentang kesehatannya khususnya kesehatan reproduksinya dan mengetahui informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi. Remaja juga dapat melakukan tindakan pengobatan apabila remaja sudah terlanjur mendapatkan masalah-masalah yang berhubungan dengan organ reproduksinya seperti penyakit menular seksual.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...