Top PDF MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

:67) Risiko kredit adalah risiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban melunasi kredit pada bank. Pada aktivitas pembe- rian kredit, baik kredit komersial mau- pun konsumsi, terdapat kemungkinan debitur tidak dapat memenuhi kewaji- bannya kepada bank karena berbagai alasan, seperti kegagalan bisnis, karena karakter dsri debitur yang tidak mempu- nyai iktikad baik untuk memenuhi kewa- jibannya kepada bank, atau memang terdapat kesalahan dari pihak bank da- lam proses persetujuan kredit.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

1. Variabel LDR, LAR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 2 dan Buku 3 dari periode triwulan satu tahun 2011 sampai dengan triwulan dua tahun 2016. Artinya risiko likuiditas, risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 2 dan Buku 3 yang menjadi sampel penelitian. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa LDR, LAR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 2 dan Buku 3 diterima.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 - MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 - MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

PDN dapat berpengaruh positif atau negatif dengan Rasio Kecukupan Modal Inti. Hal ini dapat terjadi apabila PDN meningkat, berarti terjadi peningkatan aktiva valas dengan persentase lebih besar daripada persentase peningkatan pasiva valas. Apabila kondisi ini diikuti dengan kenaikan nilai tukar maka akan menyebabkan kenaikan pendapatan valas lebih besar dibandingkan dengan kenaikan biaya valas sehingga akan menyebabkan bertambahnya laba dan meningkatnya modal sehingga berakibat pada kenaikan Rasio Kecukupan Modal inti. Namun apabila diikuti oleh penurunan nilai tukar maka akan menyebabkan penurunan pendapatan valas lebih besar dibandingkan dengan biaya valas sehingga akan menyebabkan berkurangnya laba dan mengurangi modal sehingga berakibat pada penurunan Rasio Kecukupan Modal inti.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

Oleh karena itu, bank diwajibkan untuk memenuhi persyaratan kecukupan modal inti (TIER 1) yang telah dite- tapkan oleh Bank Indonesia, dengan mempertimbangkan nilai pos-pos aset dan kewajiban serta mempertimbangkan tentang Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Guna menampung ris- iko kerugian yang diakibatkan dalam operasional bank, menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan dana untuk keperluan pengembangan usaha, serta untuk mengukur tingkat kesehatan bank, dapat dihitung dengan mengguna-kan rasio permodalan yaitu Rasio Ke-cukupan Modal Inti (TIER 1). Rasio Kecukupan modal inti seharusnya meng-alami peningkatan dari waktu ke waktu. Namun tidak demikian dengan bank-bank kelompok buku 3 dan buku 4 yang ditunjukkan dalam tabel lampiran 1.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

Dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “ Pengaruh Risiko Usaha Terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 3 Dan Buku 4 ” .

13 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

1. Variabel LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR secara bersama- sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 3 dan Buku 4 yang menjadi sampel penelitian bank-bank sampel penelitian dari periode triwulan satu tahun 2010 sampai dengan triwulan dua tahun 2015. Artinya risiko likuiditas, risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1). Besarnya pengaruh LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada bank-bank sampel penelitian sebesar 68,3 persen. Sedangkan sisanya 31,7 persen dipengaruhi oleh variabel selain variabel penelitian. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 3 dan Buku 4 diterima.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

Sample selection based on purposive sampling technique and samples of this research are four banks Bank Keb Hana Indonesia, Bank Mayapada, bank UOB Indonesia and Bank Bukopin. The data that is used in this research is secondary data from published financial statements it start from quarter I 2011 until quarter II 2016. Methods to collect data that used in this research is documentation method. And then technique data analysis is used regression linear analysis

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 - MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1 - MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK - BANK KELOMPOK BUKU 2 DAN BUKU 3 - Perbanas Institutional Repository

Dari penjelasan diatas juga dapat disimpulkan bahwa risiko likuiditas berpengaruh negatif terhadap rasio kecukupan modal inti. Karena apabila risiko likuiditas meningkat dengan ditandai oleh turun nya IPR akan mengakibatkan beban bunga lebih besar daripada pendapatan hasil investasi dan laba akan turun sehingga mempengaruhi modal yang diperoleh serta menyebabkan rasiokecukupan modal inti menurun.

17 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

IPR berpengaruh negatif (berlawanan arah) terhadap risiko likuiditas. Peningkatan IPR disebabkan oleh peningkatan persentase surat berharga yang dimiliki oleh bank lebih besar dibandingkan dengan persentase peningkatan total dana pihak ketiga (DPK) akibatnya pendapatan dari hasil investasi akan lebih besar dibandingkan dengan peningkatan biaya bunga yang harus dikeluarkan, sehingga kemampuan bank dalam mengelola surat-surat berharga yang dimiliki semakin meningkat, berarti risiko likuiditas semakin menurun.

16 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PDN dapat berpengaruh positif atau negatif dengan Risiko Pasar. Hal ini dapat terjadi apabila PDN meningkat, berarti terjadi peningkatan aktiva valas dengan persentase lebih besar daripada persentase peningkatan pasiva valas. Apabila kondisi ini diikuti dengan kenaikan nilai tukar maka akan menyebabkan kenaikan pendapatan valas lebih besar dibandingkan dengan kenaikan biaya valas sehingga akan menyebabkan bertambahnya laba, sehingga kemampuan bank dalam mengelola risiko nilai tukar semakin meningkat, berarti risiko pasar semakin menurun. Namun apabila diikuti oleh penurunan nilai tukar maka akan menyebabkan penurunan pendapatan valas lebih besar dibandingkan dengan penurunan biaya valas sehingga akan menyebabkan berkurangnya laba, sehingga kemampuan bank dalam mengelola risiko nilai tukar semakin menurun, berarti risiko pasar semakin meningkat.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

1. Risiko usaha yang dihadapi oleh bank meliputi 8 risiko yaitu risiko likuiditas, risiko kredit, risiko operasional, risiko pasar, risiko kepatuhan, risiko hukum, risiko reputasi, dan risiko strategik. Namun tidak semua risiko dapat dihitung menggunakan rasio keuangan yang dimiliki oleh perbankan.Rasio yang dapat diukur antara lain yaitu risiko likuiditas, risiko kredit, risiko operasional, dan risiko pasar yang dapat dihitung besarannya melalui rasio-rasio yang ada pada sector perbankan. Berdasarkan Teori ini, maka hipotesis 1 penelitian ini adalah: LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN dan BOPO secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti pada Bank Usaha Swasta Nasional Devisa 2. Menurut Ikatan Bankir Indonesia (2015:11),
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

Pada era globalisasi saat ini banyak lembaga keuangan yang tumbuh dan berkembang secara cepat di dalam perekonomian Indonesia. Lembaga keuangan dapat dikelompokan menjadi 2 (dua) yaitu bank dan non bank. Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan, dan deposito. Kemudian, bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkan dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat luas.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

2. Variabel LDR secara parsial memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap Kecukupan Modal Inti (Tier 1 ). Dapat disimpulkan bahwa risiko likuiditas secara parsial mempunyai pengaruh positif yang tidak signifikan terhadap Kecukupan Modal Inti (Tier 1). Besarnya pengaruh LDR secara parsial terhadap Kecukupan Modal Inti (Tier 1) sebesar 3,72 persen. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan LDR secara parsial memliki pengaruh ngatif yang tidak signifikan terhadap Kecukupan Modal Inti (Tier 1) pada Bank Pembangunan Daerah di Indonesia adalah di tolak.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18/POJK.03/ 2016, risiko kepatuhan adalah risiko akibat bank tidak mematuhi dan/atau tidak melaksankan peraturan perundangan-undangan dan ketentuan, seperti ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), Penilaian Kualitas Aktiva Produktif, Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), ketentuan Posisi Devisa Netto (PDN), risiko strategik terkait dengan ketentuan Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) bank, dan risiko lain yang terkait dengan ketentuan tertentu.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

Lampiran 1 Posisi Perhitungan LDR Lampiran 2 Posisi Perhitungan IPR Lampiran 3 Posisi Perhitungan NPL Lampiran 4 Posisi Perhitungan IRR Lampiran 5 Posisi Perhitungan PDN Lampiran 6 Posisi Perhitungan BOPO Lampiran 7 Posisi Perhitungan FBIR Lampiran 8 Posisi Perhitungan ROA

14 Baca lebih lajut

Pengaruh risiko usaha terhadap kecukupan modal inti tier 1 pada bank pembangunan daerah - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh risiko usaha terhadap kecukupan modal inti tier 1 pada bank pembangunan daerah - Perbanas Institutional Repository

3. Variabel IPR secara parsial mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank Pembangunan Daerah yang menjadi sempel penelitian dari periode triwulan satu tahun 2013 sampai dengan triwulan empat tahun 2017. Dapat ditarik kesimpulan bahwa risiko likuiditas secara parsial mempunyai pengaruh negatif terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1). Besarnya kontribusi variabel IPR adalah sebesar 1.82 persen terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank pembangunan daerah. Maka hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa IPR secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank Pembangunan Daerah ditolak.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh risiko usaha terhadap kecukupan modal inti tier 1 pada bank pembangunan daerah - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh risiko usaha terhadap kecukupan modal inti tier 1 pada bank pembangunan daerah - Perbanas Institutional Repository

Pada tahun 2016 membahas “pengaruh business risk terhadap capital adequacy ratio (CAR) pada Banak Umum Swasta Nasional Devisa Go P ublic”. Populasi terdiri dari Bank Komersial Asing Nasional Swasta yang go public. Pengambilan data yang digunakan purposive sampling,variabel bebas yaitu, LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, FBIR, dan BOPO. Sedangkan variabel terikatnya adalah CAR. menggunakan data skunder,metode pengumpulan datanya dokumentasi yang diperoleh dari laporan publikasi BI pada BUSN Devisa Go Publicperiode 2010 – 2015. Teknik analisis menggunakan persamaan regresi berganda. Hasil dari penelitian ini yaitu :
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA DAN PROFITABILITAS TERHADAP KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

Ketidak sesuaian ini dikarenakan secara toiritis PDN mengalami peningkatan yang artinya persentase peningkatan selisih of balance sheet lebih besar daripada peningkatan modal, akibatnya peningkatan pendapatan lebih besar dibanding peningkatan biaya dan laba meningkat selanjutanya Kecukupan Modal Inti (Tier 1) juga meningkat. Hal ini seharusnya menyebabkan Kecukupan Modal Inti (Tier 1) mengalami peningkatan. Namun selama periode penelitian mulai triwulan I tahun 2010 sampai dengan triwulan II tahun 2014 mengalami penurunan yang dibuktikan dengan rata-rata trend negatif sebesar 0,12 persen. Penurunan Kecukupan Modal Inti (Tier 1) ini disebabkan karena terjadi peningkatan Modal Inti (Tier 1) dengan rata-rata trend sebesar 5,18 persen lebih besar dibanding peningkatan ATMR dengan rata-rata trend sebesar 5,05persen. Hasil penelitian ini dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya, maka hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Fahmi Nur Hidayat (2012) yang menyatakan bahwa PDN berpengaruh negatif terhadap CAR. Tetapi hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian oleh Asdiani (2009) yang menyatakan bahwa PDN berpengaruh positif terhadap CAR. Sedangkan hasil penelitian ini tidak dapat dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Akmilia Candra Kartika (2013), karena pada penelitiannya tidak menggunakan variabel PDN.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK UMUM KEGIATAN USAHA (BUKU) 2 DAN 3 - Perbanas Institutional Repository

PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK UMUM KEGIATAN USAHA (BUKU) 2 DAN 3 - Perbanas Institutional Repository

Untuk memperkuat ketahanan dan daya saing perbankan, Bank Indonesia menerbitkan kebijakan pengaturan kegiatan usaha dan perluasan jaringan kantor bank berdasarkan modal. Berdasarkan ketentuan ini, terdapat empat kelompok usaha bank umum yang didasarkan pada besaran modal inti. Dalam masing-masing kelompok usaha tersebut, terdapat kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh bank sesuai jumlah modal inti yang dimilikinya. Posisi suatu bank dalam kelompok usaha tertentu akan menentukan apakah bank tersebut hanya dapat melakukan kegiatan yang bersifat basic banking services atau dapat melakukan kegiatan yang lebih luas bahkan yang bersifat kompleks.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK UMUM KEGIATAN USAHA (BUKU) 2 DAN 3 - Perbanas Institutional Repository

PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK UMUM KEGIATAN USAHA (BUKU) 2 DAN 3 - Perbanas Institutional Repository

Sensitivitas adalah kemampuan bank dalam menghadapi keadaan pasar (nilaitukar) yang sangat berpengaruh pada tingkat profitabilitas suatu bank. Untuk melakukan pengukuran, rasio ini memiliki beberapa janis rasio yang masing masing memiliki beberapa maksud dan tujuan tersendiri. Adapun jenis-jenis rasio sensitivitas sebagai berikut (Mudrajad Kuncoro dan suhardjono 2011:273-274) 1. Interest Rate Ratio

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...