Top PDF NILAI DAKWAH DALAM SERAT WULANGREH KARYA PAKUBUWANA IV (PADA TEMBANG GAMBUH DAN ASMARANDANA)

KAJIAN TEMA, NILAI ESTETIKA, DAN PENDIDIKAN DALAM SERAT WULANGREH KARYA SRI SUSUHUNAN PAKUBUWANA IV

KAJIAN TEMA, NILAI ESTETIKA, DAN PENDIDIKAN DALAM SERAT WULANGREH KARYA SRI SUSUHUNAN PAKUBUWANA IV

Pada bait tersebut di atas menjelaskan tentang keihlasan hati untuk menerima segala sesuatu yang diterimanya. Karena semua hal yang diterima merupakan kehendak Tuhan. Itilah dalam bahasa Jawa yaitu lila yang berarti menerima dengan keihlasan hati, segala hal yang ada sudah tidak menganggap adanya kekurangan hal ini sesuai dengan baris tembang berikut ‘aja kurang iya panrimane’. Dalam budi pekerti juga dikenal istilah pasrah hal tersebut sesuai dengan baris tembang yen wis tinitah maring Hyang Widhi, ing badan puniki, wus papancenipun’ jika sudah kehendak Tuhan, digariskan seperti ini, sudah meruakan takdirnya’. Hal tersebut harus dinikmati dan dalam hati pasrah kepada belas kasihan Tuhan. Manusia hidup didunia juga harus berserah diri kepada Tuhan, jadi segala hal yang diusahakan, diperoleh, dicapai ingatlah bahwa semuanya itu milik Allah dan harus berserah diri karena nantinya kembali lagi kepada Tuhan. Beberapa nilai pendidikan budi pekerti yang ada dalam tembang bisa di uraikan sebagai berikut; bijaksana, sabar, trampil, ikhlas (lila), pasrah, dan berserah diri.
Baca lebih lanjut

199 Baca lebih lajut

KONSEP PENDIDIKAN AKHLAQ PADA SYAIR TEMBANG DHANDHANGGULA DALAM SERAT WULANGREH KARYA PAKUBUWANA IV SKRIPSI Disusun Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

KONSEP PENDIDIKAN AKHLAQ PADA SYAIR TEMBANG DHANDHANGGULA DALAM SERAT WULANGREH KARYA PAKUBUWANA IV SKRIPSI Disusun Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Akhlaq merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam, sehingga Rosulullah SAW pernah mendefinisikan agama itu dengan akhlaq yang baik. Kepentingan akhlaq dalam kehidupan manusia dinyatakan dengan jelas dalam Al- Quran. Al-Quran menerangkan berbagai pendekatan yang meletakkan Al-Quran sebagai sumber pengetahuan mengenai nilai dan akhlaq yang paling jelas. Pendekatan Al-Quran dalam menerangkan akhlaq yang mulia, bukan pendekatan teoritikal, melainkan dalam bentuk konseptual dan penghayatan. Akhlaq mulia dan akhlaq buruk digambarkan dalam perwatakan manusia, dalam sejarah dan dalam realitas kehidupan manusia semasa al-Quran diturunkan (Rosihon , : ). Sehingga dengan konsep perwatakan yang telah digambarkan dalam al-Quran tersebut dijadikan satu rujukan utama dalam membentuk akhlaq yang baik. Betapa sangat penting dan vital bagi kehidupan manusia menghadapi situasi zaman saat ini dan kemudian hari.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

Analisis Stilistika dan Nilai Pendidikan Tembang Pupuh Sinom pada Serat Wulang Dalem Warna-Warni Karya Paku Buwono IX dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Membaca Indah Tembang Sinom SMP.

Analisis Stilistika dan Nilai Pendidikan Tembang Pupuh Sinom pada Serat Wulang Dalem Warna-Warni Karya Paku Buwono IX dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Membaca Indah Tembang Sinom SMP.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) gaya bunyi, (2) gaya kata, (3) gaya kalimat, (4) bahasa figuratif, serta (5) pencitraan. Selanjutnya nilai pendidikan yang terdapat dalam teks pupuh Sinom pada Serat Wulang Dalem Warni-Warni meliputi: nilai pendidikan agama, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budaya. Relevansi teks Pupuh Sinom pada Serat Wulang Dalem Warni-Warni karya Paku Buwono IX apabila dijadikan sebagai bahan ajar dalam materi teks Sinom pada jenjang SMP sangat relevan. Hal ini dikarenakan pada teks pupuh Sinom dalam Serat Wulang Dalem Warni-Warni terkandung pitutur luhur, ajaran moral, serta unggah-ungguh yang tinggi. Selain itu, di dalamnya terdapat kriteria yang memenuhi apabila dijadikan sebagai materi ajar membaca indah. Jadi, teks Sinom tersebut dapat diterapkan sebagai materi ajar pada jenjang SMP kelas VIII yang terdapat pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

METAFORA ALAT-ALAT SEKSUAL, AKTIVITAS SEKSUAL, DAN DAMPAK AKTIVITAS SEKSUAL DALAM SERAT CENTHINI KARYA PAKUBUWANA V.

METAFORA ALAT-ALAT SEKSUAL, AKTIVITAS SEKSUAL, DAN DAMPAK AKTIVITAS SEKSUAL DALAM SERAT CENTHINI KARYA PAKUBUWANA V.

This research is a qualitative study, which is descriptive in nature. Latin-written Serat Centhini published by Kamajaya via Centhini foundation in 1986 serves as the source of data. Words, phrases, and language styles containing metaphors about sexual organs, sexual activities, and the effects of sexual activities are used as data in this study. To ensure data validity, data triangulation is utilized. In collecting data, observation method with writing technique and depth interview are used. The process of data analysis in this study is interactive in nature, that is data analysis incorporating data reduction, data presentation, and conclusion making. The data were analyzed using 1) distributional method, with binary opposition, substitution and deletion techniques, and 2) Referensial/Referential (Identity) Method.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

THE IMPLICATURE OF TEMBANG GAMBUH IN SERAT WEDHATAMA AND ITS SIGNIFICANCE FOR THE SOCIETY | Sulistyo | Humaniora 6413 10894 1 PB

THE IMPLICATURE OF TEMBANG GAMBUH IN SERAT WEDHATAMA AND ITS SIGNIFICANCE FOR THE SOCIETY | Sulistyo | Humaniora 6413 10894 1 PB

Tembang Gambuh is part of KGPAA Mangkunagara IV’s speech in Serat Wedhatama. This Tembang (Javanese Song) is comprised of 25 stanzas (R.Ng. Satyopranowo and KRT. Sarjono Darmosarkoro, 2000:iii, Harmanto Bratasiswara, 2002:895; Ardani, 1995:38; Anjar Any, 2001:29; Simuh, 2002:253). As a classic work of literature, Serat Wedhatama (Supreme Wisdom) contains didactic values which idealize moral values or characters in Javanese culture as an adhiluhung (sublime) work (Pamberton, 1994:115; Anjar Any, 2001:5). However, it is contrary to the current reality. Almost every day, the mass media report cases of rape, murder, injustice, corruption, fraud, and the like. Based on these pathetic life events, the public need to be exposed to moral education so hopefully they do not fall into behaviors which are injurious to either themselves or others.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Multimedia Pembelajaran Mandiri Tembang Macapat Maskumambang, Gambuh, dan Mijil.

Multimedia Pembelajaran Mandiri Tembang Macapat Maskumambang, Gambuh, dan Mijil.

7. Deskripsi : Multimedia pembelajaran mandiri tembang macapat merupakan sebuah media interaktif tentang salah satu kesenian suara milik orang Jawa, yakni macapat. Multimedia ini pada dasarnya dibuat sebagai salah satu cara mengajak generasi muda untuk mengenal dan ikut melestarikan tembang macapat. Konten yang terkandung di dalamnya meliputi: (1) materi tentang macapat yakni pengertian macapat, jenis macapat, fungsi macapat, hingga notasi macapat; (2) audio video macapat, yaitu tiga tembang macapat diwujudkan dalam bentuk video yang memuat suara dan teks pembacaannya; serta (3) menu game sebagai hiburan sekaligus media edukasi bagi generasi muda dalam mengenal dan mempelajari tembang macapat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Stilistika Tembang Dhandhanggula dalam Serat Pepeling lan Pamrayoga Karya Djaya Wigata serta Relevansinya dengan Pembelajaran Membaca Indah Tembang Macapat di SMP.

Analisis Stilistika Tembang Dhandhanggula dalam Serat Pepeling lan Pamrayoga Karya Djaya Wigata serta Relevansinya dengan Pembelajaran Membaca Indah Tembang Macapat di SMP.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) gaya bunyi, meliputi purwakanthi swara, purwakanthi sastra, dan purwakanthi basa/ lumaksita , (2) gaya kata, meliputi penggunaan afiksasi arkhais, tembung saroja, tembung baliswara, tembung kawi, tembung garba, tembung entar, tembung dasanama , dan penggunaan kata simbolik/ perlambangan, kemudian (3) gaya bahasa, meliputi apofasis, elipsis, eufimismus, litotes, erotesis/ pertanyaan retoris, hiperbol, simile, metafora, alegori, personifikasi, sinekdoke, ironi, sinisme, dan sarkasme. Berkaitan dengan relevansi aspek-aspek kebahasaan yang terdapat pada tembang dhandhandhanggula dalam Serat Pepeling lan Pamrayoga karya Djaya Wigata dengan pembelajaran membaca indah tembang macapat di SMP hasilnya adalah relevan karena aspek-aspek tersebut dapat dimanfaatkan oleh siswa dalam memahami isi tembang macapat yang dipelajari. Selain itu, aspek kebahasaan tersebut juga berguna untuk menambah pengetahuan siswa terkait pelafalan cakepan tembang yang baik dan benar.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

bawana ageng dan bawana alit

bawana ageng dan bawana alit

3 dalam baris tembang yang berbentuk Gambuh ini terlihat jelas dan lebih tegas diutarakan tentang arti bawana alit dan ageng, maka jelas pula langkah-langkah yang harus kita bawa untuk menelusuri samudra kehidupan ini. Apa yang harus kita lakukan untuk mencapai ”Cipta Waskita” yang artinya kewaspadaan batin yang dapat mengetahui apapun yang bakal terjadi. Mengetahui benar dan salah, kharam dan batal serta mengetahui arti hukum dalam kehidupan dan sebagainya.

3 Baca lebih lajut

Nilai-nilai Islam dalam Teks Tembang Macapat Karya Ranggawarsita.

Nilai-nilai Islam dalam Teks Tembang Macapat Karya Ranggawarsita.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Serat Jaka Lodhang, Serat Kalatidha, Serat Sabdajati, Serat Sabdatama, Serat Jayengbaya, dan Serat Witaradya merupakan enam karya yang berperan sebagai sumber data. Karya-karya tersebut diambil dengan menggunakan teknik cuplikan yang bersifat sampel bertujuan (purposive sample) berdasarkan kriteria tertentu. Untuk menjamin validitas data, digunakan teknik triangulasi data. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Proses analisis data dalam penelitian ini bersifat interaktif, yaitu analisis data dengan menggunakan langkah-langkah: reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

T PKN 1302479 Bibliography

T PKN 1302479 Bibliography

Wardhani, N. W. (2013). Pembelajaran Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sebagai Penguat Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Informal (Studi Deskriptif Kualitatif Tembang Asmaradana dalam Serat Wulang Reh Pada Masyarakat Keraton Kasunanan Surakarta). (Tesis, Universitas Pendidikan Indonesia, 2013, Tidak diterbitkan).

6 Baca lebih lajut

sini Pakepung 1790, Penggagalan Syariat Islam di Keraton Surakarta

sini Pakepung 1790, Penggagalan Syariat Islam di Keraton Surakarta

Pakubuwana IV dikenal sebagai raja Surakarta yang paling religius dalam mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan pribadi maupun kerajaan. Kegemarannya menimba ilmu agama dari kiai dan guru agama menjadikan dirinya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang luas tentang agama Islam. Keluasan pengetahuan Islam yang dimiliki oleh raja Surakarta ini dapat dilihat dari serat-serat piwulang karyanya, seperti Serat Wulang Reh, Wulang Dalem, dan Wulang Brata Sunu. Sebagian besar isi Serat Piwulung Sunan Pakubuwana IV menerangkan ajaran Islam. Tidak jarang dalam serat karyanya tersebut ia mengutip langsung ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits demi memperkuat nasihat yang disampaikannya.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Kajian Stilistika dalam Serat Tripama Karya KGPAA Mangkunegara IV BAB 0

Kajian Stilistika dalam Serat Tripama Karya KGPAA Mangkunegara IV BAB 0

Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data tulis yang meliputi semua satuan bahasa (fonem, morfem, kata, frasa, klausa, kalimat) yang terdapat pada teks têmbang dhandhanggula bait 1-7 dalam Sêrat Tripama . Sumber data penelitian ini berasal dari Sêrat Tripama karya Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV yang berisi teks têmbang dhandhanggula yang disesuaikan dari laman buku elektronik yang berjudul “Buku Sêrat Tripama” oleh Dimas Hendri. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak, dengan teknik lanjutan berupa teknik catat. Analisis data menggunakan metode distribusional dan metode padan. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Serat Wedhatama dan Sosok Pengarangnya - KANDUNGAN NILAI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM SERAT WEDHATAMA II

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Serat Wedhatama dan Sosok Pengarangnya - KANDUNGAN NILAI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM SERAT WEDHATAMA II

Serat Wedhatama mengajarkan agar segala tindak-tanduknya tidak berlebihan, memberi maaf kesalahan orang kain (den ngaksama kasisipaning sesami), menghindari tindakan tercela dan sifat angkara (sumimpanga ing laku dur). Orang juga harus mampu membedakan antara baik dan buruk, agar terpancar pelita yang menerangi hati (pandaming kalbu). Juga dipesankan agar orang mengikuti kebaikan-kebaikan yang telah diajarkan dalam buku itu sebagai langkah mencapai kemuliaan. Meskipun tidak mampu untuk persis, tetapi harus berikhtiar semampunya. Jika tidak demikian berarti sungguh rugi hidup ini (yekti tuna tinitah).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

AFINITAS TEMBANG MACAPAT ASMARADANA KARYA MANGKUNEGARA IV PADA PUISI ASMARADANA KARYA GOENAWAN MOHAMMAD

AFINITAS TEMBANG MACAPAT ASMARADANA KARYA MANGKUNEGARA IV PADA PUISI ASMARADANA KARYA GOENAWAN MOHAMMAD

Apapun yang terjadi dalam kehidupan ini, termasuk kehilangan seseorang yang sangat dicintai merupakan suatu kejadian yang memilukan. Tetapi, kembali lagi pada satu pedoman bahwa hidup tak ada yang abadi. Dalam penggalan syair macapat tersebut jelas terlihat bahwa hati Anjasmara tersayat-sayat karena akan ditinggal suaminya pergi bahkan kemungkinan mati di medan tempur melawan Minak Jingga. Sementara dalam puisi Asmaradana karya Goenawan, amanat dapat dilihat dari penggalan berikut.

10 Baca lebih lajut

Resistensi perempuan JAWA pada nasihat tentang budi pekerti dari Serat Wulangreh Putri.

Resistensi perempuan JAWA pada nasihat tentang budi pekerti dari Serat Wulangreh Putri.

The subject of this research is university student of Sanata Dharma Yogyakarta first semester who have 4 people with Javanese cultural. Before doing the research, the researcher performs the selection of subject and classification research material used in this research. An instrument of data collection was done through three stages there are: informative informative, questionnaire the scale of resistance and focus group discussion compiled by researchers based on aspects of the advice of afeksi serat Wulangreh Putri Sri Susuhunan Pakubuwana IV. Informative interview data and interview in focus group discussion were analyzed using research the coding. The questionnaire scale of resistance data analyzed by calculation manually and the manufacture of a chart resistance. Women resistance on Java categorization of advice about ethics from serat Wulangreh putri grouped into three levels of resistance i.e. high , being , and low.
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

KAJIAN STILISTIKA ”TEKS SEKSUAL DALAM SERAT CENTHINI” KARYA PAKUBUWANA V

KAJIAN STILISTIKA ”TEKS SEKSUAL DALAM SERAT CENTHINI” KARYA PAKUBUWANA V

Isi Serat Centhini secara garis besar dimulai dari pesantren Giri. Jayengresmi adalah anak sulung Sunan Giri. Amongraga mempunyai dua adik, yaitu Jayengsari dan Rancangkapti. Ketiga orang bersaudara itu meninggalkan Pesantren Giri, karena pesantrennya diserang oleh Pangeran Pekik dari Surabaya atas utusan Sultan Agung, Mataram. Giri dianggap menentang Sultan Agung. Jayengresmi dengan kedua adiknya berpisah berkelana mengelilingi tanah Jawa. Jayengresmi mencari kedua adiknya. Jayengresmi diikuti santri Gathak dan Gathuk. Dalam setiap pengembaraan, mereka mendapatkan berbagai ilmu. Ilmu utama yang didapatkan dan kemudian diajarkan kepada yang lain adalah syariat, tarekat, hakikat dan makrifat. Tokoh bawahan di antaranya Mas Cebolang, anak tunggal Seh Akhadiyat di Sokayasa. Ia juga berkelana ke seluruh tanah Jawa. Cebolang kemudian kawin dengan Rancangkapti.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

2 silabus basa jawa kelas 8

2 silabus basa jawa kelas 8

Mengamati:  Peserta didik membaca/mene mbangkan teks piwulang Serat Wulangreh pupuh Gambuh Menanya:  Peserta didik bertanya jawab tentang kata-kata yang dianggap sulit yang terdapat[r]

37 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...