Top PDF Optimalisasi Sistem Antrian Pelanggan Pada Pelayanan Teller Di Kantor Pos (Studi Kasus Pada Kantor Pos Cabang Sukorejo Kendal)

Optimalisasi Sistem Antrian Pelanggan Pada Pelayanan Teller Di Kantor Pos (Studi Kasus Pada Kantor Pos Cabang Sukorejo Kendal)

Optimalisasi Sistem Antrian Pelanggan Pada Pelayanan Teller Di Kantor Pos (Studi Kasus Pada Kantor Pos Cabang Sukorejo Kendal)

oleh Kantor Pos, perlu menetapkan jumlah pelayan pada setiap tanggal 20 atau minggu kedua dan ketiga setiap bulannya menjadi 3 pelayan dengan rata-rata waktu pelayanan pelanggan yang sama dengan rata-rata waktu pelayanan 2 pelayan, hal tersebut berarti waktu pelayanan pelanggan oleh pelayan adalah tetap, agar kinerja operasional secara keseluruhan tidak terganggu dan proses transaksi dapat berjalan secara optimal sehingga tidak membuat pelanggan menunggu terlalu lama.

10 Baca lebih lajut

APLIKASI TEORI ANTRIAN DAN SIMULASINYA PADA PELAYANAN TELLER BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN KANTOR CABANG MAKASSAR

APLIKASI TEORI ANTRIAN DAN SIMULASINYA PADA PELAYANAN TELLER BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN KANTOR CABANG MAKASSAR

Shafira, dkk (2015), analisis dengan simulasi menggunakan Matlab dan sistem antrian pelayanannya berdasarkan aturan FIFO (First In First Out) hasil simulasi yang telah dilakukan pada sistem antrian, menghasilkan bahwa antrian yang menumpuk dikarenakan banyak pelanggan yang mengantri namun server yang melayani hanya 1 saja oleh karena itu terjadi penumpukan antrian. untuk mengoptimalkan pelayanan maka dilakukan pembatasan banyaknya antrian pada loket atau dengan menambahkan satu teller lagi untuk mengimbangi waktu pelayanan 5 dan penelitian Farkhan (2013), dengan program visual basic untuk
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Antrian Dan Optimalisasi Layanan Teller (Studi Kasus Pada Bank X Di Kota Semarang)

Analisis Sistem Antrian Dan Optimalisasi Layanan Teller (Studi Kasus Pada Bank X Di Kota Semarang)

Waktu Pelayanan (Heizer dan Render 2005). Pada desain penelitian, layanan digolongkan menurut jumlah saluran yang ada yaitu jumlah kasir dan jumlah tahapan. Sedangkan distribusi waktu layanan mengambarkan waktu yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan. Jika waktu layanan konstan maka waktu yang diperlukan untuk melayani setiap orang sama. Distribusi waktu pelayanan juga membahas pola kedatangan di mana pola ini konstan maupun acak. Namun banyak kasus yang terjadi dapat

9 Baca lebih lajut

Penerapan Teori Antrian Pada Pelayanan Teller Bank X Kantor Cabang Pembantu Puri Sentra Niaga

Penerapan Teori Antrian Pada Pelayanan Teller Bank X Kantor Cabang Pembantu Puri Sentra Niaga

Misalkan λ adalah rata-rata jumlah pelanggan yang datang ke tempat pelayanan dalam satu satuan waktu tertentu dan μ adalah rata-rata jumlah pelanggan yang terlayani dalam satu satuan waktu tertentu, maka ρ adalah faktor utilitas atau tingkat kegunaan sistem diartikan sebagai perbandingan antara λ dan μ. Kondisi steady state tercapai ketika nilai λ < μ atau nilai ρ < 1. Dapat dituliskan sebagai: ρ = (Taha, 1996). Menurut Praptono (1986), proses Poisson adalah proses cacah yang mempunyai batasan tertentu yaitu diantaranya N(t) mengikuti distribusi Poisson dengan rata-rata λt dimana λ adalah suatu konstanta. Proses Poisson mempunyai tiga asumsi yaitu independen, Homogen dalam waktu dan regularitas.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENERAPAN TEORI ANTRIAN PADA PELAYANAN TELLER BANK MANDIRI KANTOR CABANG PEMBANTU PURI SENTRA NIAGA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENERAPAN TEORI ANTRIAN PADA PELAYANAN TELLER BANK MANDIRI KANTOR CABANG PEMBANTU PURI SENTRA NIAGA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

membatalkan transaksi dan pindah ke bank lain. Oleh karena itu, perlu ditentukan model antrian yang cocok untuk pelayanan teller. Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu Puri Sentra Niaga memiliki 2 jenis antrian pada bagian teller yaitu Antrian 1 dan Antrian 2. Model antrian untuk Antrian 1 adalah (M/G/1):(GD/ ∞ / ∞ ). Model tersebut menunjukkan distribusi kedatangan nasabah adalah Poisson, distribusi pelayanan nasabah adalah General jumlah loket pelayanan yang disediakan adalah 1, disiplin pelayanan yang digunakan adalah FIFO (First In First Out) serta kapasitas dan sumber pemanggilan pelanggan tak hingga. Model antrian untuk Antrian 2 adalah (M/M/2):(GD/ ∞ / ∞ ). Model tersebut menunjukkan distribusi kedatangan dan pelayanan nasabah adalah Poisson, jumlah loket pelayanan yang disediakan adalah 2, disiplin pelayanan yang digunakan adalah FIFO (First In First Out) serta kapasitas dan sumber pemanggilan pelanggan tak hingga. Simulasi dengan menggunakan software Arena dilakukan untuk membandingkan ukuran kinerja sistem antrian jika dilakukan penambahan jumlah teller.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Antrian Pada Bagian Teller Di PT. BPD Aceh Cabang Medan

Analisis Sistem Antrian Pada Bagian Teller Di PT. BPD Aceh Cabang Medan

Salah satu karakteristik dari sumber (populasi) yang perlu diketahui adalah ukuran (size) dari populasi tersebut. Ukuran dari populasi adalah jumlah langganan yang memerlukan pelayanan dari waktu ke waktu, atau dengan perkataan lain besarnya potensi langganan. Salah satu contoh dari ukuran populasi adalah jumlah pelanggan listrik di Sumatera Utara yang berkewajiban untuk membayar rekening listriknya di kantor PLN. Ukuran populasi ini dikatakan tidak terbatas apabila jumlah anggota dalam populasi ini cukup besar dan sebaliknya dikatakan terbatas apabila jumlahnya kecil. Karena pengertian besar dan kecil dalam hal ini sangat relatif, maka satu satunya cara penentuan yang dipakai adalah ada tidaknya pengaruh dari jumlah langganan yang berada dalam sistem terhadap banyaknya kedatangan baru kedalam sistem tersebut. Apabila populasi terbatas, maka jumlah langganan dalam sistem akan mempengaruhi besarnya kedatangan baru.
Baca lebih lanjut

232 Baca lebih lajut

Penetuan Jumlah Teller Optimal Dalam Sistem Antrian Di PT.Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang(KC)Sisinga Mangaraja Medan

Penetuan Jumlah Teller Optimal Dalam Sistem Antrian Di PT.Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang(KC)Sisinga Mangaraja Medan

Teori antrian (Queueing Theory) mencakup suatu matematik tentang antrian. Barisan antri adalah merupakan suatu phenomena alam yang terjadi bilamana permintaan terhadap suatu pelayanan pada waktu tertentu melebihi kapasitas pelayanan pada waktu itu. Keputusan-keputusan tentang besarnya kapasitas pelayanan yang harus disediakan banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bidang industri, perdagangan, telekomunikasi dan lain-lain. Sebagai contoh adalah dalam hal pembayaran rekening listrik, seiring dijumpai keluhan-keluhan dari para pembayar rekening karena harus menunggu agak lama, baru dapat berhubungan dengan loket tempat pembayaran rekening. Ketidakpuasan para pelanggan ini timbul sebagai akibat kurangnya jumlah loket pembayaran dibanding dengan banyaknya para pelanggan yang datang untuk membayar rekening mereka. Adanya ketidakpuasan ini sering merupakan faktor penyebab terjadinya penunggakan pembayaran rekening oleh para pelanggan, dilain waktu, tidak jarang juga terjadi bahwa sebagian dari loket yang ada dalam keadaan menganggur karena sedikitnya jumlah pembayar rekening yang datang. Contoh lain adalah dalam hal pelayanan bank terhadap pada nasabahnya. Adakalanya ruang tunggu bank itu terlalu penuh dengan para nasabah yang ingin
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Antrian pada Bagian Teller di Bankaltim Kantor Cabang Pembantu Komplek Pasar Sungai Dama Samarinda

Analisis Sistem Antrian pada Bagian Teller di Bankaltim Kantor Cabang Pembantu Komplek Pasar Sungai Dama Samarinda

Mengantri merupakan salah satu fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan sering ditemui dalam fasilitas-fasilitas pelayananan umum contohnya pada segala kegiatan perbankan. Mengantri akan terjadi bila banyaknya nasabah yang dilayani belebihi kapasitas layanan yang tersedia. Antrian yang sangat panjang dan terlalu lama tentu saja merugikan pihak yang membutuhkan pelayanan, karena banyaknya waktu terbuang selama menunggu. Disamping itu pihak pemberi layanan secara tidak langsung juga mengalami kerugian, karena akan mengurangi efisiensi kerja, keuntungan yang sedikit, dan bahkan akan menimbulkan citra kurang baikpada pelanggan/nasabahnya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS SISTEM ANTRIAN PADA BAGIAN TELLER DI BANKALTIM KANTOR CABANG PEMBANTU KOMPLEK PASAR SUNGAI DAMA SAMARINDA

ANALISIS SISTEM ANTRIAN PADA BAGIAN TELLER DI BANKALTIM KANTOR CABANG PEMBANTU KOMPLEK PASAR SUNGAI DAMA SAMARINDA

Mengantri merupakan salah satu fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan sering ditemui dalam fasilitas-fasilitas pelayananan umum contohnya pada segala kegiatan perbankan. Mengantri akan terjadi bila banyaknya nasabah yang dilayani belebihi kapasitas layanan yang tersedia. Antrian yang sangat panjang dan terlalu lama tentu saja merugikan pihak yang membutuhkan pelayanan, karena banyaknya waktu terbuang selama menunggu. Disamping itu pihak pemberi layanan secara tidak langsung juga mengalami kerugian, karena akan mengurangi efisiensi kerja, keuntungan yang sedikit, dan bahkan akan menimbulkan citra kurang baikpada pelanggan/nasabahnya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Antrian Layanan Teller pada Bank BRI Kantor Cabang Sungguminasa

Analisis Sistem Antrian Layanan Teller pada Bank BRI Kantor Cabang Sungguminasa

Penelitian ini membahas tentang antrian pelayanan teller pada Bank BRI Kantor Cabang Sungguminasa. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil analisis optimalisasi sistem antrian pada layanan teller pada bank BRI Kantor Cabang Sungguminasa menggunakan model antrian Multi Channel Single Phase. Sistem antrian ini digunakan karena hanya terdapat satu jenis layanan dalam sistem antrian dan terdapat lebih dari satu fasilitas pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat intensitas pelayanan 𝜌 < 1 yang artinya kondisi steady state terpenuhi, maka tingkat optimal kinerja sistem pada Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Sungguminasa saat penelitian dilaksanakan dapat dikatakan optimal.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

ANALISIS SISTEM ANTRIAN DAN OPTIMALISASI LAYANAN TELLER (Studi Kasus pada Bank X di Kota Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS SISTEM ANTRIAN DAN OPTIMALISASI LAYANAN TELLER (Studi Kasus pada Bank X di Kota Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pada jaman modern sekarang ini semua dituntut serba cepat. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya jumlah populasi penduduk didunia, perkembangan teknologi dan pembangunan yang ada disegala bidang juga berlangsung dengan cepat. Suatu perusahaan dibidang jasa maupun manufaktur harus mampu memberikan pelayanan yang cepat serta terbaik sesuai dengan keinginan pelanggan untuk memenuhi kebutuhannya mengingat akan jumlah populasi yang banyak tersebut. Jasa merupakan sektor ekonomi yang berkembang secara cepat dan jasa merupakan sektor ekonomi terbesar dalam masyarakat maju (Heizer, 2004). Di Indonesia sendiri, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi diikuti dengan pertumbuhan sektor jasa dan diiringi oleh pertumbuhan tenaga kerja di sektor tersebut. Sejak tahun 2011, kontribusi sektor jasa terhadap total lapangan kerja, lebih besar dibandingkan dengan kontribusi sektor tradable (Bappenas, 2012).
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Antrian Pelayanan Nasabah Bank X Kantor Wilayah Semarang

Analisis Sistem Antrian Pelayanan Nasabah Bank X Kantor Wilayah Semarang

JURNAL GAUSSIAN Vol. 3, No. 4, Tahun 2014 Halaman 800 3. Model antrian yang sesuai dengan kondisi fasilitas pelayanan pada bagian Teller Khusus yaitu model antrian (M/G/1 ):(GD/∞/∞) artinya pola kedatangan berdistribusi Poisson dan pola pelayanan berdistribisi General dengan jumlah fasilitas pelayanan yang beroperasi sebanyak 1 buah. Pada fasilitas pelayanan ini aturan pelayanannya adalah pelanggan yang pertama datang akan dilayani pertama dengan kapasitas pelayanan tidak terbatas dan sumber pemanggilan tidak terbatas.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS SISTEM ANTRIAN PADA PELAYANAN TELLER DI BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG KOTA TEGAL

ANALISIS SISTEM ANTRIAN PADA PELAYANAN TELLER DI BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG KOTA TEGAL

Analisis antrian dengan gabungan kedatangan dan keberangkatan dimulai berdasarkan kondisi transient dan secara bertahap mencapai kondisi steady state setelah cukup banyak waktu berlalu, asalkan paremeter dari sistem tersebut memungkinkan dicapainya steady state. Diasumsikan bahwa kedatangan pelanggan di Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Kota Tegal menghasilkan satu populasi tak hingga sesuai dengan distribusi poisson dengan laju kedatangan rata – rata (λ). Distribusi waktu pelayanan ditiap halte adalah eksponensial (µ). Dalam kondisi ini hasil steady state akan terjadi hanya jika :
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ANALISIS ANTRIAN PADA SISTEM PELAYANAN TELLER DI BANK TABUNGAN NEGARA (BTN) KANTOR CABANG SURAKARTA.

ANALISIS ANTRIAN PADA SISTEM PELAYANAN TELLER DI BANK TABUNGAN NEGARA (BTN) KANTOR CABANG SURAKARTA.

Antrian adalah masalah yang sering dijumpai pada pelayanan pelanggan di teller bank. Pada pelayanan teller Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Surakarta terdapat dua teller yang aktif untuk melayani pelanggan. Tu- juan penelitian ini adalah menentukan model antrian pelayanan teller di BTN. Selain itu, kinerja utama sistem antrian yang berkaitan dengan aktivitas teller dan antrian pelanggan dihitung. Analisis data meliputi pengecekan ukuran ke- setimbangan (steady-state) dan uji kecocokan distribusi pada data waktu antar kedatangan dan lama waktu pelayanan pelanggan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Antrian Dan Optimalisai Pelayanan Teller Pada PT. Bank Sulutgo

Analisis Sistem Antrian Dan Optimalisai Pelayanan Teller Pada PT. Bank Sulutgo

Antrian adalah orang-orang atau barang dalam barisan yang sedang menunggu untuk dilayani (Heizer & Render, 2005:221). Menurut Taha (1997:176), fenomena menunggu (antri) adalah hasil langsung dari keacakan dalam operasi pelayanan. Secara umum, kedatangan pelanggan dan waktu perbaikan tidak diketahui sebelumnya, karena jika dapat diketahui, pengoperasi sarana tersebut dapat dijadwalkan sedemikian rupa sehingga akan sepenuhnya menghilangkan 5 keharusan untuk menunggu. Dalam hal memberikan layanan kepada pelanggan di bank, fenomena mengantri tidak dapat dihindari lagi dan sering dijumpai dan menjadi masalah yang harus segera ditemukan jalan keluarnya. Dimana terlihat jelas bahwa banyaknya para pelanggan menunggu untuk dilayani. Panjang dan lamanya antrian membuat pelanggan merasa tidak nyaman, karena menganggap waktu mereka terbuang percuma saat mereka mengantri sebelum dilayani, maka peneliti tertarik untuk membahas cara menganalisa untuk optimalisasi kerja layanan teller pada bank.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penerapan Metode Waiting Line pada Pelayanan Antrian Pelanggan Jasa Ekspedisi

Penerapan Metode Waiting Line pada Pelayanan Antrian Pelanggan Jasa Ekspedisi

“Teori Antrian (waiting line) merupakan ilmu pengetahuan utama tentang bentuk antrian dan merupakan sebuah bagian penting operasi serta alat yang sangat berharga bagi manajer operasi”,[12]. Sedangkan “Teori antrian bertujuan untuk meminimumkan sekaligus dua jenis biaya yaitu biaya langsung untuk menyediakan pelayanan dan biaya individu yang menunggu untuk memperoleh layanan”,[13]. Fenomena menunggu atau mengantri merupakan hasil langsung dari keacakan dalam operasional layanan fasilitas. Secara umum, kedatangan pelanggan kedalam suatu sistem dan waktu layanan untuk pelanggan tersebut tidak dapat diatur dan diketahui waktunya secara tepat, namun sebaliknya fasilitas operasional dapat diatur sehingga dapat mengurangi antrian,[14].
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

EVALUASI SISTEM ANTRIAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFISIENSI PELAYANAN TELLER PADA BANK RAKYAT INDONESIA CABANG SIDOARJO Repository - UNAIR REPOSITORY

EVALUASI SISTEM ANTRIAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFISIENSI PELAYANAN TELLER PADA BANK RAKYAT INDONESIA CABANG SIDOARJO Repository - UNAIR REPOSITORY

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga penulis diberikan kelancaran untuk menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “ Evaluasi Sistem Antrian Sebagai Upaya Peningkatan Efisien Pelayanan Teller pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Sidoarjo”, sebagai salah satu persyaratan akademik untuk mendapatkan gelar Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

14 Baca lebih lajut

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Studi Kasus pada PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Lawang)

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Studi Kasus pada PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Lawang)

Menurut Aaker (1997), ada lima cara untuk menciptakan dan memelihara loyalitas konsumen. Pertama adalah memperlakukan hak pelanggan, yaitu pelanggan atau konsumen mempunyai hak untuk dihormati dalam artian memperlakukan mereka sesuai dengan keinginannya dan kehendak mereka, agar tetap terpelihara loyalitasnya maka perusahaan harus memperhatikan apa saja keinginan dan harapan mereka terhadap kinerja produk perusahaan. Kedua adalah tetap dekat dengan pelanggan, dimana kedekatan tersebut merupakan modal yang berharga karena perusahaan akan tahu perubahan-perubahan dari keinginan konsumen, kedekatan ini sangat efektif untuk mengetahui harapan konsumen dengan cepat. Ketiga adalah mengukur kepuasan pelanggan, dimana hal tersebut sangat penting untuk dijadikan masukan yang berarti, dan harus dilakasanakan secara kontinu dan bertahap pada setiap dekade untuk mengetahui sikap konsumen terutama mengenai loyalitas mereka. Keempat adalah menciptakan biaya-biaya peralihan antara lain berupa pemberian harga, serta potongan yang dinegosiasi yang mana harga yang telah ditetapkan dapat berkurang dengan cara negosiasi dengan pertimbangan khusus bagi para pelanggan yang setia. Kelima adalah memberikan ekstra, yang mana bisa berupa pemberian hadiah-hadiah untuk para pelanggan sehingga mereka merasa diperhatikan dan dihargai, yang pada akhirnya dapat mengikat mereka agar tetap loyal dan setia.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

ANALISIS SISTEM ANTREAN PADA PELAYANAN TELLER DI PT BANK BPD DIY KANTOR CABANG SLEMAN.

ANALISIS SISTEM ANTREAN PADA PELAYANAN TELLER DI PT BANK BPD DIY KANTOR CABANG SLEMAN.

Masalah yang dihadapi nasabah ini memerlukan solusi berupa kebijakan baru sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada para nasabah. Matematika menyediakan solusi bagi masalah tersebut, yaitu dengan adanya Teori Antrean. Teori Antrean merupakan teori yang mengangkat studi matematis dari baris-baris penungguan. Formasi ini merupakan suatu fenomena yang terjadi apabila kebutuhan akan suatu pelayanan melebihi kapasitas yang tersedia untuk menyelenggarakan pelayanan tersebut (Dimyati & Dimyati, 2002, p. 349). Berdasarkan penelitian terdahulu mengenai model antrean multiserver dengan vacation oleh Elyzabeth, Maman Suherman, dan Rini Mawarti (2015) di Bank BCA Cabang Ujung Berung dimana berfokus pada transaksi tunai diatas 10 juta rupiah dengan 3 server. Penelitian yang dilakukan oleh Esti Nur Kurniawati dan Retno Subekti (2012) dimana terdapat 2 server dengan program matlab sebagai pembanding hasil manual. Dari penelitian tersebut sebagai dasar dari penelitian di PT Bank BPD DIY Kantor Cabang Sleman karena memiliki kasus yang sama.
Baca lebih lanjut

206 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN CITRA PT POS INDONESIA (PERSERO) DI MATA PELANGGAN (Kasus: Kualitas Pelayanan PT Pos Indonesia (Persero) di Kantor Pos Yogyakarta).

PENDAHULUAN CITRA PT POS INDONESIA (PERSERO) DI MATA PELANGGAN (Kasus: Kualitas Pelayanan PT Pos Indonesia (Persero) di Kantor Pos Yogyakarta).

Perusahaan harus pandai mengelola citra yang mereka harapkan agar dapat selaras dengan apa yang publik lihat. Dengan adanya keselarasan tersebut, kedua belah pihak, baik perusahaan maupun publik, dapat merasakan manfaat yang mereka peroleh dari hubungan yang terbina di antara keduanya. Dapat kita lihat bahwa dalam jenis citra di atas, terdapat citra yang diharapkan (wish image) dan citra yang berlaku (current image). Kedua jenis citra tersebut merupakan citra versi perusahaan dan citra versi publik dalam hal ini pelanggan. Adakalanya citra tersebut ternyata memiliki kesenjangan karena persepsi tiap orang berbeda – beda.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects