Top PDF p3-2-Pengukuran Peminatan Peserta Didik

p3-2-Pengukuran Peminatan Peserta Didik

p3-2-Pengukuran Peminatan Peserta Didik

Penyampaian Laporan Hasil Pengukuran Peminatan Peserta Didik Langkah-langkah dalam mengkomunikasikan hasil pengukuran : 1Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendiskusikan r[r]

26 Baca lebih lajut

p3 2 pengukuran peminatan peserta didik

p3 2 pengukuran peminatan peserta didik

Penyampaian Laporan Hasil Pengukuran Peminatan Peserta Didik Langkah-langkah dalam mengkomunikasikan hasil pengukuran : 1Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendiskusikan r[r]

21 Baca lebih lajut

Modul 3 Asesmen Komponen Peminatan Peserta Didik

Modul 3 Asesmen Komponen Peminatan Peserta Didik

6 Hal penting yang harus dicatat bahwa ukuran yang dihasilkan dalam pengetesan (atau pengukuran psikologis) siftanya nisbi. Dengan kata lain angka hasil pengukuran itu tidak mutlak seperti halnya kalau kita mengukur panjang atau tinggi suatu benda. Setelah menjalankan assesmen, tugas konselor adalah menafsirkan hasil assesmen dan mengkomunasikan hasilnya kepada konseli, sehingga konseli memperoleh pemahaman yang benar, tidak menyesatkan tentang arti skor yang diperoleh dan konseli memperoleh pemahaman diri yang sesuai dengan kenyataan. Pengertian lain yang perlu dipunyai konseli adalah apa yang berhasil diungkapkan melalui assesmen bukan gambaran keseluruhan dirinya melainkan wakil dari keseluruhan segi kepribadian yang diukur.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

1.2 Latar Belakang - MPP indi

1.2 Latar Belakang - MPP indi

Peminatan peserta didik dapat diartikan (1) suatu pembelajaran berbasis minat peserta didik sesuai kesempatan belajar yang ada dalam satuan pendidikan; (2) suatu proses pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik pada kelompok mata pelajaran, lintas mata pelajaran, dan pendalaman mata pelajaran (akademik atau vokasi) yang ditawarkan oleh satuan pendidikan; (3) suatu proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik tentang peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, peminatan pendalaman mata pelajaran (akademik atau vokasi) yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluan yang diselenggarakan pada satuan pendidikan; (4) dan suatu proses yang berkesinambungan untuk memfasilitasipeserta didik mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar serta perkembangan optimal dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional (dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013 : 12-13)
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

modul 4 praktik pelayanan peminatan peserta didik

modul 4 praktik pelayanan peminatan peserta didik

8 studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja. Materi bimbingan klasikal yang dikembangkan dalam bidang belajar peserta didik bertujuan sebagai berikut: 1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, 2) perkembangan karir serta kehidupan peserta didik di masa yang akan datang, 3) mengembangkan potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal, 4) menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dan 5) menyelesaikan permasalahan dalam belajar untuk mencapai kesuksesan dalam mencapai tujuan belajar. Materi bimbingan klasikal yang dikembangkan dalam bidang pribadi dan sosial bertujuan membantu pencapaian kemandirian individu yang meliputi antara lain: self-esteem, motivasi berprestasi, keterampilan pengambilan keputusan, keterampilan pemecahan masalah, perilaku bertanggung jawab, keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, kesadaran akan keragaman budaya, pemahaman fungsi agama bagi kehidupan, kasus-kasus kriminalitas, bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan dampak pergaulan bebas. Materi bimbingan klasikal yang dikembangkan dalam bidang karir meliputi pemantapan pilihan program studi, keterampilan kerja profesional, kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, perkembangan dunia kerja, iklim kehidupan dunia kerja, cara melamar pekerjaan. “ Bimbingan klasikal membantu tercapainya kemandirian peserta didik, perkembangan yang optimal aspek-aspek perkembangan dan tercapainya kesuksesan belajar, kematangan atau kedewasaan diri, penyesuaian diri, dan sukses karir dimasa depannya ”.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Modul Asesmen Komponen Peminatan Peserta Didik   SMA

Modul Asesmen Komponen Peminatan Peserta Didik SMA

8. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengembangan instrumen, yakni: (1) Identifikasi tujuan utama penggunaan instrumen (2) Identifikasi tingkah laku yang mewakili konstruk tertentu; (3) Mengembangkan dimensi dan indikator variabel; (4) Mempersiapkan kisi-kisi instrumendan proporsi butir yang menjadi fokus, (5) Menetapkan besaran atau parameter yang bergerak dalam suatu rentangan kontinum dari satu kutub ke kutub lain yang berlawsanan; (6) Mengkonstruksi sejumlah draf butir; (7) Mereview butir dengan memperhatikan: akurasi, kesesuaian dan relevansi spesifikasi instrumen, kekurangan konstruksi butir yang bersifat teknis, tata bahasa, bias, dan keterbacaan; (8) Melakukan uji coba awal; (9) Melakukan uji coba kepada sampel yang lebih besar; (10) Menentukan analisis statistik yang sesuai dan mengeliminasi butir yang tidak sesuai dengan kriteria; (11) mendesain dan melakukan perhitungan validitas dan reliabilitas instrumen; (12) Mengembangkan panduan atau pedoman untuk pengadministrasian, pemberian skor, dan interpretasi.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Modul 4 Praktik Pelayanan Peminatan Peserta Didik

Modul 4 Praktik Pelayanan Peminatan Peserta Didik

8 studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja. Materi bimbingan klasikal yang dikembangkan dalam bidang belajar peserta didik bertujuan sebagai berikut: 1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, 2) perkembangan karir serta kehidupan peserta didik di masa yang akan datang, 3) mengembangkan potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal, 4) menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dan 5) menyelesaikan permasalahan dalam belajar untuk mencapai kesuksesan dalam mencapai tujuan belajar. Materi bimbingan klasikal yang dikembangkan dalam bidang pribadi dan sosial bertujuan membantu pencapaian kemandirian individu yang meliputi antara lain: self-esteem, motivasi berprestasi, keterampilan pengambilan keputusan, keterampilan pemecahan masalah, perilaku bertanggung jawab, keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, kesadaran akan keragaman budaya, pemahaman fungsi agama bagi kehidupan, kasus-kasus kriminalitas, bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan dampak pergaulan bebas. Materi bimbingan klasikal yang dikembangkan dalam bidang karir meliputi pemantapan pilihan program studi, keterampilan kerja profesional, kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, perkembangan dunia kerja, iklim kehidupan dunia kerja, cara melamar pekerjaan. “ Bimbingan klasikal membantu tercapainya kemandirian peserta didik, perkembangan yang optimal aspek-aspek perkembangan dan tercapainya kesuksesan belajar, kematangan atau kedewasaan diri, penyesuaian diri, dan sukses karir dimasa depannya ”.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

pedoman peminatan peserta didik K13 SMK

pedoman peminatan peserta didik K13 SMK

Kurikulum Tahun 2013 dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum selain kelompok mata pelajaran wajib yang harus diikuti oleh semua peserta didik di SMA/MA dan SMK juga memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan kelompok peminatan, pilihan lintas minat, dan/atau pilihan pendalaman minat. Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan (1) memberikan kesempatan pada peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi, dan (2) mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau keterampilan tertentu. Struktur mata pelajaran peminatan dalam kurikulum SMA/MA adalah kelompok mata pelajaran (a) peminatan Matematika dan Ilmu Alam, (b) peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, dan (c) peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya, (d) untuk MA dapat menambah kelompok mata pelajaran peminatan Keagamaan. Sedangkan untuk Struktur SMK peminatan vokasi meliputi kelompok (a) peminatan teknologi dan rekayasa; (b) peminatan teknologi informasi dan komunikasi (c) peminatan kesehatan; (d) peminatan agribisnis dan agroteknologi ; (e) peminatan perikanan dan kelautan ; (f) peminatan bisnis dan manajemen; (g) peminatan pariwisata (h) peminatan seni rupa dan kriya; (i) peminatan seni pertunjukan.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

modul 4 praktek pelayanan peminatan peserta didik

modul 4 praktek pelayanan peminatan peserta didik

33 Penghentian terjadi pada dua tingkatan dalam kelompok, yaitu pada akhir masing-masing sesi, dan pada akhir dari keseluruhan sesi kelompok. Dalam mempertimbangkan penghentian, Guru BK atau konselor membuat rencana terlebih dahulu. Proses penghentian meliputi langkah-langkah : (1) orientasi, (2) ringkasan, (3) pembahasan tujuan, dan tindak lanjut ( Epstein & Bishop,1981 dalam Gladding, 1995:147). Orientasi, yaitu pada saat bersamaan selama proses berlangsung, anggota kelompok diingatkan kapan sebuah sesi atau kelompok akan berakhir. Peringkasan, bahan dan proses yang telah terjadi dalam kelompok dibahas ulang. Secara ideal, Guru BK atau konselor maupun anggota kelompok harus berpartisipasi dalam langkah ini, selama membahas tujuan, fokus dari inti kelompok pada anggota, apa yang akan dilakukan setelah sesi atau kelompok berakhir. Dalam langkah terakhir, tindak lanjut, anggota kelompok menginformasikan satu sama lain kemajuan apa yang telah mereka buat dalam melaksanakan tujuan mereka. Melalui mengingatkan pada diri sendiri pada langkah ini dan prosedurnya, guru BK atau konselor membuat diri mereka, anggota kelompok dan kelompok sebagai sebuah akhir yang berhasil secara keseluruhan. Dalam mengakhiri atau menghentikan kegiatan kelompok, guru BK atau konselor memberikan dorongan tiap anggota mengevaluasi perubahan dan peningkatan perilaku yang dialami selama kelompok berlangsung.Anggota perlu didorong untuk mengubah, menerapkan hal-hal yang positif yang telah diperoleh dalam kegiatan bimbingan kelompok, sehingga akan terjadi pengembangan diri secara baik dan terhindar dari permasalahan yang tidak diinginkan.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Modul PKB BK SMA 2017 Ped KK I

Modul PKB BK SMA 2017 Ped KK I

Fokus pengembangan layanan peminatan peserta didik diarahkan pada kegiatan meliputi; (1) pemberian informasi program peminatan; (2) melakukan pemetaan dan penetapan peminatan peserta didik (pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil analisis data dan penetapan peminatan peserta didik); (3) layanan lintas minat; (4) layanan pendalaman minat; (5) layanan pindah minat; (6) pendampingan dilakukan melalui bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling individual, konseling kelompok, dan konsultasi, (7) pengembangan dan penyaluran; (8) evaluasi dan tindak lanjut. Guru BK/Konselor berperan penting dalam layanan peminatan peserta didik dalam implementasi kurikulum 2013 dengan cara merealisasikan 8 (delapan) kegiatan tersebut. Dalam penetapan peminatan peserta didik/konseli SMA memperhatikan data tentang nilai rapor SMP/MTs atau yang sederajat, nilai Ujian Nasional SMP/MTs atau yang sederajat, minat peserta didik dengan persetujuan orang tua/wali, dan rekomendasi guru BK/konselor SMP/MTs atau yang sederajat. Untuk menuju peminatan peserta didik/konseli yang tepat memerlukan arahan semenjak usia dini, dan secara sistematis dapat dimulai sejak peserta didik di Taman Kanak-kanak.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

KELOMPOK KOMPETENSI I PEDAGOGIK: ESENSI PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SATUAN JENJANG PENDIDIKAN

KELOMPOK KOMPETENSI I PEDAGOGIK: ESENSI PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SATUAN JENJANG PENDIDIKAN

Penguatan Pendidikan Karakter bisa dilakukan secara terintegrasi melalui pendampingan peserta didik/konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Peranan guru BK/konselor tidak terfokus hanya membantu peserta didik/konseli yang bermasalah, melainkan membantu semua peserta didik/konseli dalam pengembangan ragam potensi, meliputi pengembangan aspek belajar/akademik, karir, pribadi, dan sosial. Bimbingan dan konseling di sekolah dilaksanakan secara kolaboratif dengan para guru mata pelajaran, tenaga kependidikan, maupun orang tua dan pemangku kepentingan lainnya. Keutuhan layanan bimbingan dan konseling diwujudkan dalam landasan filosofis bimbingan dan konseling yang memandirikan, berorientasi perkembangan, dengan komponen-komponen program yang mencakup : (1) layanan dasar, (2) layanan responsif, (3) peminatan dan perencanaan individual, dan (4) dukungan sistem (sesuai Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah).
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Bahan pembelajaran diklat calon kepala sekolah/madrasah pengelolaan peserta didik - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Bahan pembelajaran diklat calon kepala sekolah/madrasah pengelolaan peserta didik - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

didik/konseli dengan orientasi pemusatan, perluasan, dan/atau pendalaman mata pelajaran dan/atau muatan kejuruan. Peminatan peserta didik dalam Kurikulum 2013 mengandung makna: (1) suatu pembelajaran berbasis minat peserta didik sesuai kesempatan belajar yang ada dalam satuan pendidikan; (2) suatu proses pemilihan dan penetapan peminatan belajar yang ditawarkan oleh satuan pendidikan; (3) merupakan suatu proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik tentang peminatan belajar yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan pilihan yang tersedia pada satuan pendidikan serta prospek peminatannya; (4) merupakan proses yang berkesinambungan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar serta perkembangan optimal dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional; dan (5) layanan peminatan peserta didik merupakan wilayah garapan profesi bimbingan dan konseling, yang tercakup pada layanan perencanaan individual. Layanan Perencanaan individual adalah bantuan kepada peserta didik/konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas-aktivitas sistematik yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman terhadap peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. Pemahaman konseli secara mendalam, penafsiran hasil asesmen, dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki konseli amat diperlukan sehingga peserta didik/konseli mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal, termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik/konseli.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Panduan dan Pedoman Penyelanggaraan BK SD SMP SMA SMK | File Berkas Sekolah

Panduan dan Pedoman Penyelanggaraan BK SD SMP SMA SMK | File Berkas Sekolah

Peminatan adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik/konseli dengan orientasi pemusatan, perluasan, dan/atau pendalaman mata pelajaran dan/atau muatan kejuruan. Peminatan peserta didik dalam K urikulum 2013 mengandung makna: (1) suatu pembelajaran berbasis minat peserta didik sesuai kesempatan belajar yang ada dalam satuan pendidikan; (2) suatu proses pemilihan dan penetapan peminatan belajar yang ditawarkan oleh satuan pendidikan; (3) merupakan suatu proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik tentang peminatan belajar yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan pilihan yang tersedia pada satuan pendidikan serta prospek peminatannya; (4)merupakan proses yang berkesinambungan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar serta perkembangan optimal dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional; dan (5) layanan peminatan peserta didik merupakan wilayah garapan profesi bimbingan dan konseling, yang tercakup pada layanan perencanaan individual. L ayanan Perencanaan individual adalah bantuan kepada peserta didik/konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas-aktivitas sistematik yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman terhadap peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. Pemahaman konseli secara mendalam, penafsiran hasil asesmen, dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki konseli amat diperlukan sehingga peserta didik/konseli mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal, termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik/konseli.
Baca lebih lanjut

692 Baca lebih lajut

4 modul praktek peminatan peserta didik smp 2014

4 modul praktek peminatan peserta didik smp 2014

Satu hal yang lebih khusus adalah berkenaan dengan pengembangan, pemilihan/ penetapan, penyaluran, dan pendampingan peminatan peserta didik. Sebagian dari substansi peminatan peserta didik itu memang telah terangkatkan melalui penyelenggaraan pembelajaran/pelayanan klasikal terjadwal; tetapi di samping itu ada beberapa hal yang perlu dilaksanakan oleh Guru BK atau Konselor di luar kegiatan terjadwal itu. Kelima langkah pengembangan peminatan peserta didik, empat alternatif dalam pemilihan/penetapan peminatan peserta didik (yang mana satuan pendidikan dapat memilih satu dari empat alternatif tersebut, sesuai dengan kondisi dan kemampuan satuan pendidikan yang bersangkutan), dan adanya dua pola penyelenggaraan pemilihan/penetapan peminatan bagi peserta didik baru yang memasuki SMA/MA dan SMK/MAK perlu mendapat perhatian secara khusus. Dua pola itu adalah (1) pemilihan/penetapan peminatan siswa baru yang diselanggarakan bersamaan dengan pendaftaran masuk siswa baru tersebut, dan (2) pemilihan/penetapan peminatan siswa baru yang diselanggarakan sesudah 1-2 minggu siswa baru diterima. Langkah-langkah pengembangan peminatan, alternatif pemilihan/ penetapan peminatan, dan pola pemilihan/penetapan peminatan siswa baru tersebut sepenuhnya memerlukan perhatian dan partisipasi Guru BK atau Konselor untuk dapat ikut serta menyukseskannya 3) .
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

ANGKET PEMINATAN PESERTA DIDIK SMA NEGER

ANGKET PEMINATAN PESERTA DIDIK SMA NEGER

Angket ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang keinginan anda terhadap pilihan mata pelajaran lintas minat. Pilih salah satu diantara 2(dua) mata pelajaran lintas minat yang telah anda tempuh selama kelas X, untuk menjadi pilihan mata pelajaran lintas minat kelas XI. Informasi/data yang anda sampaikan akan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan penempatan kelompok mata pelajaran Lintas Minat anda di sekolah ini. Untuk itu, isilah secara berhati-hati dan benar sesuai dengan diri anda, karena kekeliruan isian ini akan berpengaruh terhadap karir dan masa depan anda. Semoga anda jadi orang yang berhasil di masa depan.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

p3 3 identifikasi dan pemantapan peminatan pd

p3 3 identifikasi dan pemantapan peminatan pd

PENETAPAN PEMINATAN PESERTA DIDIK Prestasi Belajar Rapor Prestasi Belajar Rapor Nilai UNNilai UN Prestasi Non Akademik Prestasi Non Akademik Minat Peserta Didik Minat Peserta Did[r]

17 Baca lebih lajut

PEMINATAN PESERTA DIDIK Sma Neger

PEMINATAN PESERTA DIDIK Sma Neger

b. Alternatif kedua, proses pemilihan dan penetapan peminatan belajar peserta didik dilaksanakan pada minggu pertama awal tahun pelajaran baru. Pelaksanaan pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik dilaksanakan oleh Guru BK/Konselor bekerjasama dengan pendidik lainnya dan tenaga kependidikan yang ada. Langkah yang dilakukan oleh Guru BK/Konselor meliputi : (1) pemberian informasi dan orientasi tentang macam dan kuota peminatan belajar, mekanisme, komponen yang dipergunakan dalam penetapan, kriteria penetapan; (2) menyiapkan dan menggunakan instrument dan atau format peminatan untuk mengumpulkan data peminatan peserta didik dan orang tuanya; (3) mengumpulkan data peminatan peserta didik baik data dokumentasi, observasi maupun wawancara, (4) analisis data peminatan yang terkumpul; (5) penetapan peminatan peserta didik berdasarkan hasil analisis; (6) melayani konsultasi peminatan bagi peserta didik dan atau orang tua; (7) mengelompok rombongan belajar berdasarkan peminatan peserta didik dan satuan kelas. Proses pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik dilaksanakan oleh berbagai personalia sekolah sesuai tugas masing- asing yang meliputi kepala sekolah, Guru BK/Konselor, guru matapelajaran, orang tua, dan peserta didik serta tenaga kependidikan. Adapun uraian tugas pelaksana peminatan peserta didik pada dasarnya sama dengan proses pemilihan dan penetapan peminatan yang dilaksanakan bersamaan dengan penerimaan peserta didik baru.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

modul 3 pengukuran peminatan peserta didik

modul 3 pengukuran peminatan peserta didik

Kurikulum 2013 adalah dirancang dengan tujuan untuk mempersiapkan insan Indonesia supaya memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Kurikulum 2013 lebih sensitif dan respek terhadap perbedaan kemampuan dan kecepatan belajar peserta didik. Untuk kurikulum SMP/MTs, organisasi kompetensi dasar dilakukan dengan cara mempertimbangkan kesinambungan antarkelas dan keharmonisan antarmata pelajaran yang diikat dengan Kompetensi Inti. Berdasarkan pendekatan ini maka terjadi reorganisasi kompetensi dasar mata pelajaran sehingga Struktur Kurikulum SMP/MTs menjadi lebih sederhana karena jumlah mata pelajaran dan jumlah materi berkurang, dengan demikian diharapkan dapat berkembang secara maksimal sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat dan karakteristik kepribadian.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

PEDOMAN PEMINATAN PESERTA DIDIK. pdf

PEDOMAN PEMINATAN PESERTA DIDIK. pdf

Sehubungan dengan itu, Kurikulum 2013 dalam implementasinya (1) dapat menyiapkan peserta didik sukses dalam menghadapi tantangan kehidupan di era globalisasi dengan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila dan Undang- undang Dasar 1945, (2) menitikberatkan pada pencapaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan sebagai keutuhan yang harus dicapai oleh peserta didik, (3) memiliki spirit yang kuat untuk memulihkan proses pendidikan sebagai proses pembelajaran yang mendidik dan wahana pengembangan karakter, kehidupan yang demokratis, dan kemandirian sebagai softskills, serta penguasaan sains, teknologi, dan seni sebagai hardskills, (4) memandang bahwa peserta didik aktif dalam proses pengembangan potensi dan perwujudan dirinya dalam konteks sosial kultural, sehingga menuntut profesionalitas guru yang mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat menstimulasi peserta didik untuk belajar lebih aktif dalam mencapai keberhasilannya, (5) menekankan penilaian berbasis proses pembelajar an yang mendidik dan hasil belajar peserta didik, (6) mengakui dan menghormati perbedaan kemampuan dan kecepatan belajar peserta didik, hal ini memerlukan pendampingan, remediasi dan akselerasi secara berkala, terutama bagi peserta didik yang belum mencapai batas kompetensi yang ditetapkan, (7) memberikan kesempatan peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya sesuai dengan kesempatan dan layanan pendidikan yang diselenggarakan, (8) menuntut adanya kolaborasi yang baik antara guru mata pelajaran, Guru BK/Konselor dan orang tua/wali dalam mengoptimalkan perkembangan peserta didik, (9) proses pendidikan mengarah kepada orientasi perkembangan dan pembudayaan peserta didik. Oleh karena itu, keberhasilan proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan nasional melibatkan manajemen, pembelajaran, dan bimbingan dan konseling.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Buku Materi Pelatihan BK SMA SMK Implementasi Kurikulum 2013

Buku Materi Pelatihan BK SMA SMK Implementasi Kurikulum 2013

Langkah ini terfokus pada mengidentifikasi potensi diri, minat, dan kelompok peminatan mata pelajaran, lintas mata pelajaran, dan pendalaman materi mata pelajaran yang ada di satuan pendidikan yang dimasukinya. Dalam kurikulum 2013 ini, minimal ada 2 (dua) hal yang menjadi pertimbangan penetapan peminatan peserta didik, yaitu pilihan dan kemampuan peserta didik. Pilihan peserta didik terhadap kelompok peminatan mata pelajaran, lintas mata pelajaran, dan pendalaman materi mata pelajaran dijaring melalui angket. Dalam pemilihan peminatan tersebut, peserta didik diharuskan mempertimbangkan potensi diri, prestasi belajar dan prestasi non akademik yang telah diperolah, cita-cita, minat belajar dan perhatian orang tua. Dalam pemilihan peminatan, peserta didik harus membicarakan dengan orang tua. Apabila terjadi kesulitan atau ketidakcocokan antara pilihan peserta didik dengan orang tua, maka peserta didik dan/atau orang tua dapat berkonsultasi dengan Guru BK/Konselor. Sedangkan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dilakukan oleh Guru BK/Konselor dengan menganalisis nilai raport kelas VII, VIII dan IX, Nilai UN di SMP, dan prestasi non akademik. Dari analisis tersebut ditetapkan kecenderungan peminatan peserta didik baik pilihan kelompok peminatan mata pelajaran, lintas mata pelajaran, dan pendalaman materi mata pelajaran. Bila tersedia data lain seperti deteksi potensi peserta didik dan rekomendasi Guru BK/Konselor SMP/MTs dapat juga dijadikan pertimbangan.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...