Top PDF Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu

Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu

Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu

Konsep Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi iptek yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nil[r]

16 Baca lebih lajut

BAB 6. PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN NILAI ILMU - BAB 6 PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU

BAB 6. PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN NILAI ILMU - BAB 6 PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU

Sila ketiga PENDIDIKAN PANCASILA 1 Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Konsep Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Urgensi Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengemb[r]

37 Baca lebih lajut

BAB VII MENGAPA PANCASILA MENJADI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU

BAB VII MENGAPA PANCASILA MENJADI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU

“Universitas Gadjah Mada adalah lembaga pendidikan tinggi nasional bagi pembentukan dan pengembangan kepribadian serta kemampuan manusia seutuhnya bagi pembinaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan bagi pelestarian dan pengembangan secara ilmiah unsur-unsur dan seluruh kebudayaan serta lingkungan hidup dan lingkungan alaminya, yang diselenggarakan dalam rangka pembangunan bangsa dan negara sesuai penjelmaan dan pelaksanaan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 demi tercapainya cita-cita proklamasi kemerdekaan seperti tercantum dalam Pembukaan Undang- undang Dasar 1945” (Koesnadi, 1987: xi -xii). Konsep pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pernah dikemukakan oleh Prof Notonagoro, anggota senat Universitas Gadjah Mada sebagaimana dikutip oleh Prof. Koesnadi Hardjasoemantri dalam sambutan seminar tersebut, yang menyatakan bahwa pancasila merupakan pegangan dan pedoman dalam usaha ilmu pengetahuan untuk dipergunakan sebagai asas dan pendirian hidup, sebagai suatu pangkal sudut pandangan dari subjek ilmu pengetahuan dan juga menjadi objek ilmu pengetahuan atau hal yang diselidiki (Koesnadi, 1987: xii). Penggunaan istilah “asas dan pendirian hidup” mengacu pada sikap dan pedoman yang menjadi rambu normatif dalam tindakan dan pengambilan keputusan ilmiah.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANG (3)

PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANG (3)

Dalam mempertimbangkan sebuah strategi secara imperatif kita meletakkan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pengertian dasar nilai menggambarkan Pancasila suatu sumber orientasi dan arah pengembangan ilmu. Dalam konteks Pancasila sebagai dasar nilai mengandung dimensi ontologis, epistemologis dan aksiologis. Dimensi ontologis berarti ilmu pengetahuan sebagai upaya manusia untuk mencari kebenaran yang tidak mengenal titik henti, atau ”an unfinished journey”. Ilmu tampil dalam fenomenanya sebagai masyarakat, proses dan produk. Dimensi epistemologis, nilai- nilai Pancasila dijadikan pisau analisis/metode berfikir dan tolok ukur kebenaran. Dimensi aksiologis, mengandung nilai-nilai imperatif dalam mengembangkan ilmu adalah sila-sila Pancasila sebagai satu keutuhan. Untuk itu ilmuwan dituntut memahami Pancasila secara utuh, mendasar, dan kritis, maka diperlukan suatu situasi kondusif baik struktural maupun kultural. Peran nilai-nilai dalam setiap sila dalam Pancasila adalah sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

pancasila sebagai nilai pengembangan ilm

pancasila sebagai nilai pengembangan ilm

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka kami bisa menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu. Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan ilmu ”, yang menurut kami dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari dasar negara yang berlaku di Indonesia.

9 Baca lebih lajut

MAKALAH PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PE

MAKALAH PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PE

Dalam mempertimbangkan sebuah strategi secara imperatif kita meletakkan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pengertian dasar nilai menggambarkan Pancasila suatu sumber orientasi dan arah pengembangan ilmu. Dalam konteks Pancasila sebagai dasar nilai mengandung dimensi ontologis, epistemologis dan aksiologis. Dimensi ontologis berarti ilmu pengetahuan sebagai upaya manusia untuk mencari kebenaran yang tidak mengenal titik henti, atau ”an unfinished journey”. Ilmu tampil dalam fenomenanya sebagai masyarakat, proses dan produk. Dimensi epistemologis, nilai- nilai Pancasila dijadikan pisau analisis/metode berfikir dan tolok ukur kebenaran. Dimensi aksiologis, mengandung nilai-nilai imperatif dalam mengembangkan ilmu adalah sila-sila Pancasila sebagai satu keutuhan. Untuk itu ilmuwan dituntut memahami Pancasila secara utuh, mendasar, dan kritis, maka diperlukan suatu situasi kondusif baik struktural maupun kultural.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI ILMU PENGETAHUAN

PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI ILMU PENGETAHUAN

Koesnadi Hardjasoemantri, yang menyatakan bahwa Pancasila merupakan pegangan dan pedoman dalam usaha ilmu pengetahuan untuk dipergunakan sebagai asas dan pendirian hidup, sebagai suatu pangkal sudut pandangan dari subjek ilmu pengetahuan dan juga menjadi objek ilmu pengetahuan atau hal yang diselidiki (Koesnadi, 1987: xii). Penggunaan istilah “asas dan pendirian hidup” mengacu pada sikap dan pedoman yang menjadi rambu normatif dalam tindakan dan pengambilan keputusan ilmiah. Pancasila adalah gagasan vital yang berasal dari kebudayaan Indonesia, artinya nilai-nilai yang benar-benar diramu dari sistem nilai bangsa Indonesia sendiri.Konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu menurut cara pandang Daoed Joesoef adalah sebagai tuntunan dan pertimbangan nilai dalam pengembangan iptek. Oleh karena itu, Pancasila memiliki metode tertentu dalam memandang, memegang kriteria tertentu dalam menilai sehingga menuntunnya untuk membuat pertimbangan tertentu tentang gejala, ramalan, dan anjuran tertentu mengenai langkah-langkah praktikal (Joesoef, 1987: 1, 15).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI INOVASI PEMBELAJARAN PKn BERORIENTASI CIVIC KNOWLEDGE,CIVIC DISPOSITION, DAN CIVIC SKILL DI PERGURUAN TINGGI.

STRATEGI PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI INOVASI PEMBELAJARAN PKn BERORIENTASI CIVIC KNOWLEDGE,CIVIC DISPOSITION, DAN CIVIC SKILL DI PERGURUAN TINGGI.

Pengembangan nilai-nilai Pancasila sekarang ini kian hari kian terkikis, hal ini dibuktikan dalam bentuk pengetahuan, sikap, maupun perilaku yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh bangsa ini. Tindakan-tindakan yang seharusnya tidak dilakukan justru dimunculkan sehingga memicu terjadinya berbagai perselisihan, permusuhan maupun perpecahan. Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional memiliki makna yang sangat jelas bagi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar Negara setidaknya perlu dipahami bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan dasar ataupun pondasi bagi bangsa ini dalam segala penyelenggaraan ketatanegaraan. Pancasila sebagai dasar pembentukan norma hukum dan norma etik bagi bangsa Indonesia ini. Pancasila sebagai ideologi nasional mengandung makna bahwa nilai-nilai Pancasila itu sebagai cita-cita bangsa Indonesia dan alat pemersatu bagi bangsa ini. Selain kedudukan pokok Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila juga memiliki kedudukan lain, sebagai berikut;
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Makalah Pancasila Pengembangan ilmu (1)

Makalah Pancasila Pengembangan ilmu (1)

Berdasarkan fakta objektif secara historis kehidupan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai Pancasila. Atas dasar inilah maka sangat penting bagi para generasi penerus bangsa terutama kalangan intelektual kampus untuk mengkaji, memahami, dan mengembangkan berdasarkan pendekatan ilmiah, yang pada gilirannya akan memiliki suatu kesadaran serta wawasan kebangsaan yang kuat berdasarkan nilai-nilai yang dimilikinya sendiri. Intelektual kampus yaitu mahasiswa yang selalu berupaya untuk mendapat ilmu yang nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ILM

PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ILM

Kalau perkembangan ilmu pengetahuan sungguhsungguh menepati janji awalnya 200 tahun yang lalu, pasti orang tidak akan begitu mempermasalahkan akibat perkembangan ilmu pengetahuan. Bila penerapan ilmu benar-benar merupakan sarana pembebasan manusia dari keterbelakangan yang dialami sekitar 1800-1900-an dengan menyediakan ketrampilan ”know how” yang memungkinkan manusia dapat mencari nafkah sendiri tanpa bergantung pada pemilik modal, maka pendapat bahwa ilmu pengetahuan harus dikembangkan atas dasar patokan-patokan ilmu pengetahuan itu sendiri (secara murni) tidak akan mendapat kritikan tajam seperti pada abad ini. Namun dewasa ini menjadi nyata adanya keterbatasan ilmu pengetahuan itu menghadapi masalahmasalah yang menyangkut hidup serta pribadi manusia. Misalnya, menghadapi soal transplantasi jantung, pencangkokan genetis, problem mati hidupnya seseorang, ilmu pengetahuan menghadapi keterbatasannya. Ia butuh kerangka pertimbangan nilai di luar disiplin ilmunya sendiri. Kompleksitas permasalahan dalam pengembangan ilmu dan teknologi kini menjadi pemikiran serius, terutama persoalan keterbatasan ilmu dan teknologi dan akibatakibatnyabagi manusia. Mengapa orang kemudian berbicara soal etika dalam ilmu pengetahuan dan teknologi?
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

C. Kesatuan Sila Sila Pancasila sebagai

C. Kesatuan Sila Sila Pancasila sebagai

Kemudian pandangan Pancasila tentang pengetahuan manusia. hakikat manusia sebagai makhluk monopluralis merupakan dasar pijak epistemologi Pancasila. Menurut Pancasila bahwa hakikat manusia sebagai makhluk monopluralis adalah hakikat manusia yang memiliki unsur-unsur pokok, yitu susunan kodrat yang teridiri atas raga (jasmani) dan jiwa (rohani).selain itu manusia juga memiliki indra sehingga dalam proses reseptif indra merupakan alat untuk mendapatkan kebenaran pengetahuan yang bersifat empiris. Maka Pancasila juga mengakui kebenaran empiris terutama dalam kaitannya dengan pengetahuan manusia yang bersifat positif. Pancasila juga mengakui kebenaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. Manusia yang pada hakikatnya merupakan makhluk Tuhan Yang maha Esa sesuai dengan sila pertama Pancasila yang mengakui kebenaran Pancasila sebagai kebenaran yang tertinggi. Sedangkan sila ketiga, keempat, dan kelima mengakui kebenaran bahwa pada hakikatnya manusia sebagai makhluk individu dan sosial. Sebagai suatu paham epistemologi maka Pancasila mendasarkan pandangannya bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatya tidak bebas dari nilai karena harus diletakkan pada moralitas kodrat manusia serta moralitas religius. 3. Dasar Aksiologis Sila-sila Pancasila
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ILM (1)

PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ILM (1)

Tidak hanya mendapatkan ilmu, namun seorang mahasiswa juga harus berusaha untuk dapat mengembangkan ilmu tersebut. Banyak sekali sudut pandang atau pedoman yang dapat digunakan dalam mengembangkan ilmu, tetapi sebagai mahasiswa dan warga negara Republik Indonesia diharapkan mampu mengembangkan ilmu serta memahami, menganalisis, dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat bangsanya secara berkesinambungan dan konsisten berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasarnya sehingga sesuai dengan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANG (1)

PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANG (1)

Dalam upaya manusia mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabatnya maka manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) pada hakikatnya merupakan suatu hasil kreativitas rohani manusia.Unsur jiwa (rohani) manusia meliputi aspek akal, rasa, dan kehendak. Akal merupakan potensi rohani manusia dalam hubungan dengan intelektualitas, rasa dalam bidang estetis, dan kehendak dalam bidang moral (etika). Atas dasar kreativitas akalnya manusia mengembangkan iptek dalam rangka untuk mengolah kekayaan alam yang sediakan oleh Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu tujuan essensial dari Iptek adalah demi kesejahteraan umat manusia, sehingga Iptek pada hakikatnya tidak bebas nilai namun terikat oleh nilai. Dalam masalah ini Pancasila telah memberikan dasar nilai-nilai bagi pengembangan Iptek demi kesejahteraan hidup manusia. Pengembangan Iptek sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral Ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Pancasila yang sila-silanya merupakan suatu kesatuan yang sistematis haruslah menjadi sistem etika pengembangan Iptek.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembang (6)

Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembang (6)

Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini menyebabkan dampak yang signifikan pada setiap aspek kehidupan manusia. Negara Indonesia merupakan salah satu dari negara yang terkena dampak perkembangan iptek tersebut. Pada saat ini persebaran iptek sangatlah cepat, didukung dengan jaringan informasi dan komunikasi berupa internet yang mudah diakses oleh semua orang dari berbagai penjuru dunia maka iptek akan tersebar luas. Pengembangan iptek banyak terjadi terutama di negara-negara barat yang maju seperti Inggris, Amerika, Belanda, dsb. Iptek tersebut tersebar sampai ke Indonesia, tentunya mengandung berbagai muatan nilai dari negara pengembang iptek tersebut. Nilai tersebut tentu tidak hanya berisikan nilai positif saja, tetapi mengandung nilai negatif. Nilai tersebut terkadang berbenturan dengan nilai-nilai bangsa Indoesia, artinya nilai tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Sebagai contoh perkembangan internet dari negara barat yang banyak mengandung konten pornografi, konten pornografi tersebut mudah diakses oleh orang Indonesia, tetapi konten pornografi tersebut tidaklah sesuai dengan nilai-nilai Bangsa Indonesia. Bangsa Indoensia memilki Pancasila yang dijadikan sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kehdiupan berbangsa dan bernegara, pancasila dapat dijadikan sebagai landasan nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan itu maka setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang tersebar di Indonesia sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia dan tidak ada lagi suatu iptek yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung di Pancasila.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PP MODUL 12 PANCASILA DASAR ILMU

PP MODUL 12 PANCASILA DASAR ILMU

Paradigma sekarang ilmu bukan sesuatu entitas yang abadi, bahkan ilmu tidak pernah selesai meskipun ilmu itu didasarkan pada kerangka objektif, rasional, metodologis, sistematis, logis dan empiris. Dalam perkembangannya ilmu tidak mungkin lepas dari mekanisme keterbukaan terhadap koreksi. Itulah sebabnya ilmuwan dituntut mencari alternatif-alternatif pengembangannya melalui kajian, penelitian eksperimen, baik mengenai aspek ontologis epistemologis, maupun ontologis. Karena setiap pengembangan ilmu paling tidak validitas (validity) dan reliabilitas (reliability) dapat dipertanggungjawabkan, baik berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan (context of justification) maupun berdasarkan sistem nilai masyarakat di mana ilmu itu ditemukan/dikembangkan (context of discovery).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

A. PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN ID

A. PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN ID

Di bidang Sosial Budaya , Pancasila merupakan sumber normatif dalam pengembangan aspek sosial budaya yang mendasar pada nilainilai kemanusian , nilai Ketuhanan dan niali keberadaban . Dalam pembangunan sosial budaya perlu ditumbuhkembangkan kembali budaya malu, dan budaya keteladanan

9 Baca lebih lajut

Presentasi Pancasila Sebagai Dasar Nilai (1)

Presentasi Pancasila Sebagai Dasar Nilai (1)

• Sebagai contoh dalam pengembangan teknologi nuklir terdapat orang yang setuju tetapi lebih banyak orang yang menolak. Sehingga teknologi nuklir pun ditolak dan tidak dipergunakan. Kendala dalam pengembangan teknologi nuklir pun banyakm seperti sumber daya manusia yang belum mempunyai kemampuan, kondisi geologis indonesia yang sering terjadi letusan gunung dan gempa, dan terdapat kekhwatiran penyalahgunaan nuklir demi kepentingan persenjataan. Hal seperti inilah yang menjadi bahan permusyawarahan  bagi para elit politik beserta rakyatnya sehingga mencapai suatu kebijakan yang bijaksana demi kemaslahatan bangsa indonesia sendiri dan dengan mempertimbangkan faktor-faktot itu maka pembangunan teknologi nuklir tidak dilanjutkan karena dapat membahayakan bangsa indonesia
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANG (5)

PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANG (5)

Bersamaan dengan itu logico positivisme, yaitu sebuah model epistemologi yang dalam langkah-langkah progresinya menempuh jalan : observasi, eksperimentasi, dan komparasi, sebagaimana diterapkan dalam penelitian ilmu alam, mendapatkan apresiasi yang berlebihan sehingga model ini juga mulai dikembangkan dalam penelitian-penelitian ilmu-ilmu sosial. Adanya faktor heuristik mendorong lahirnya cabang-cabang ilmu yang baru. Fenomena perubahan tersebut tercermin dalam masyarakat kita yang dewasa ini sedang mengalami masa transisi simultan, yaitu:
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MAKALAH PANCASILA MERUPAKAN NILAI DASAR

MAKALAH PANCASILA MERUPAKAN NILAI DASAR

Ideologi secara praktis diartikan sebagai system dasar seseorang tentang nilai- nilai dan tujuan-tujuan serta sarana-sarana pokok untuk mencapainya. Jika diterapkan oleh Negara maka ideology diartikan sebagai kesatuan gagasan-gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya, baik sebagai individu, sosial, maupun dalam kehidupan bernegara. Secara etimologis, ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu idea dan logia. Idea berasal dari idein yang berarti melihat. Idea juga diartikan sesuatu yang ada di dalam pikiran sebagai hasil perumusan sesuatu pemikiran atau rencana. Kata logia mengandung makna ilmu pengetahuan atau teori, sedang kata logis berasal dari kata logos dari kata legein yaitu berbicara. Istilah ideologi sendiri pertama kali dilontarkan oleh Antoine Destutt de Tracy (1754 - 1836), ketika bergejolaknya Revolusi Prancis untuk mendefinisikan sains tentang ide. Jadi dapat disimpulkan secara bahasa, ideologi adalah pengucapan atau pengutaraan terhadap sesuatu yang terumus di dalam pikiran.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Peran Pancasila dalam Pengembangan Ilmu

Peran Pancasila dalam Pengembangan Ilmu

pengetahuan, dasar epistemologis ilmu pengetahuan, serta dasar aksiologis ilmu pengetahuan. Kelima pembahasan tersebut saling berkaitan dan selalu berpedoman pada nilai-nilai Pancasila yang diambil dari pandangan beberapa tokoh, salah satunya Notonagoro. Keterkaitan kelima pembahasan tersebut mengandung pandangan mendalam terhadap dasar-dasar ilmu pengetahuan yang berpedoman pada nilai-nilai Pancasila untuk pengembangan ilmu pengetahuan di

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...