Top PDF PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASIKURIKULUM 2013(Studi Kasus di SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik)

PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASIKURIKULUM 2013(Studi Kasus di SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik)

PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASIKURIKULUM 2013(Studi Kasus di SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik)

disimpulkan bahwa teknik pelaksanaan supervisi di SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik menitikberatkan ke teknik observasi kelas atau kunjungan kelas. Penilaian dinilai langsung dari proses pembelajaan yang berlangsung, dan penilaian juga bisa dilakukan sewaktu-waktu (spontan) tanpa pemberitahuan saat kunjungan kelas. Sedangkan teknik kelompok dilakukan kepala sekolah SMA Negeri 1 Wringinaom Gresik dengan mengadakan rapat setiap hari senin selesai upacara dan mengadakan diskusi kelmpok; (3) peran kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi. Dari temuan yang peneliti peroleh, peran kepala sekolah di SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik berperan sebagai pengawas, pembimbing dan perencana program yang menunjang dalam proses pembelajaran. Peran kepala sekolah sangat penting untuk peningkatan mutu sekolah dan mengembangkan pemberdayaan sekolah dalam hal sarana dan prasarana, kepewaian dan keuangan. Senada dengan yang disebutkan oleh Hamalik (2008: 209) bahwa seorang pemimpin memiliki tugas mengendalikan emosional, sebagai sponsor, sebagai evaluator dan sebagai pengawas sehingga tugas yang akan dikerjakan bisa menjadi lebih baik. Demikian Good Carter dalam bukunya Dictionary of Education (Iskandar, 2009: 42) juga mnyebutkan bahwa segala usaha dari tugas kepala sekolah dalam hal memimpin guru, menyelesaikan dan merevisi tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran dan metode mengajar serta penilaian pengajaran. Tambahan dari Herabudin (2009: 202) mengenai tugas kepala sekolah yakni membuat perencanaan yang berkaitan dengan program pengajaran yang berhubungan dengan kesiswaan, kurikulum dan pelaksanaan pengembangan siswa berupa intra maupun ektrakurikuler. Serta pengembangan dan pemberdayaan kepegawaian dan pengembangan sarana dan prasarana. Masing-masing kepala sekolah memiliki kepribadian yang berbeda. Namun dalam hal sebagai kepala sekolah, pemimpin dituntut untuk menjadi supervisor yang memiliki kualifikasi yang mampu menciptakan kerja sama yang baik dengan guru maupun staff yang lain. Hal ini seperti yang di paparkan oleh Mukhtar & Iskandar (2009: 68-69) bahwa peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. Kualifikasi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah adalah keterampilan kemampuan yang dimiliki dalam berkomunikasi, mengobservasi, dan menganalisis tingkah laku ketika mengajar. Komitmen dalam mengembangkan dirinya sendiri serta berkeinginan keras dalam bidang supervisi harus dimiliki oleh kepala sekolah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DI SDN 02 WINDUROJO KECAMATAN KESESI KABUPATEN PEKALONGAN.

PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DI SDN 02 WINDUROJO KECAMATAN KESESI KABUPATEN PEKALONGAN.

Kegiatan supervisi dimaksudkan sebagai kegiatan kontrol terhadap seluruh kegiatan pendidikan untuk mengarahkan, mengawasi, membina dan mengendalikan dalam pencapaian tujuan. Supervisi dilakukan sejak dari tahap perencanaan sampai pada tahap evaluasi yang akan berfungsi sebagai feed back tindak lanjut dalam rangka perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan ke arah yang lebih baik. Maka supervisi yang dimaksud disini bukanlah kegiatan yang hanya mengamati, memperhatikan proses belajar-mengajar saja, tetapi lebih diarahkan kepada supervisi yaitu mengadakan pembinaan, pengarahan untuk membantu aktivitas guru dalam kegiatan belajar-mengajar. Bukan hanya untuk memperbaiki cara mengajar guru, akan tetapi juga membina implementasi kurikulum, pemilihan dan penggunaan metode mengajar, alat-alat pengajaran, prosedur dan teknik evaluasi pengajaran.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH  DAN LINGKUNGAN KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU  Kontribusi Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah dan Lingkungan Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SD N 1 Ngrompak Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wo

KONTRIBUSI PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN LINGKUNGAN KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU Kontribusi Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah dan Lingkungan Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SD N 1 Ngrompak Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wo

Kinerja adalah prestasi, menunjukkan suatu kegiatan atau perbuatan dan melaksanakan tugas yang telah diberikan (Supardi, 2013: 4). Menurut Wahyudi (2012: 103) kinerja dapat diartikan sebagai suatu hasil dan usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu. Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah sebuah hasil atau prestasi yang menunjukkan suatu kegiatan atau perbuatan baik secara kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisasi. Sedangkan pengertian dari guru adalah salah satu penggerak dan pelaksana dalam kegiatan pembelajaran di sekolah (Kompri, 2015: 127). Menurut Undang-undang No.14 Tahun 2005: Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Menurut Mulyasa dalam Supardi (2013: 28) mengungkapkankan bahwa guru merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar, bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik dalam belajar. Dari uraian tersebut, guru dapat diartikan sebagai faktor penting sebagai penggerak dan pelaksana dalam kegiatan pembelajaran yang mempunyai tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dilihat dari pengertian kinerja dan pengertian dari guru, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja guru adalah keberhasilan seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik yang mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PROGRAM SUPERVISI KEPALA SEKOLAH SD TERBARU

PROGRAM SUPERVISI KEPALA SEKOLAH SD TERBARU

Agar pelaksanaan Supervisi Akademis Tahun Pelajaran ........... ini berlansung efektif dan dapat memvisitasi seluruh guru mata pelajaran maka petugas supervisi terdiri atas : Kepala Sekolah, Pengawas Pembina, Wakil Kepala Sekolah dan Guru-Guru Senior yang kompeten dan dianggap layak dan mampu melaksanakan Supervisi .

33 Baca lebih lajut

SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR SE KECAMATAN BANTUL.

SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR SE KECAMATAN BANTUL.

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa evaluasi supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah termasuk dalam kategori cukup baik dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 58,9% terletak pada interval 51% - 75%. Namun dalam hal program pengembangan guru melalui lokakarya dan diklat masih tergolong dalam kategori kurang baik. Komponen pelaksanaan analisis hasil evaluasi supervisi dan program pengembangan guru melalui MGMP merupakan persentase tertinggi terletak dalam kolom cukup baik. Hal ini diperkuat dengan jawaban kepala sekolah yang menyatakan bahwa pelaksanaan evaluasi jarang dilakukan disebabkan karena kesibukan guru dan tidak ada waktu dalam melakukan evaluasi secara mendalam, hanya evaluasi dilakukan saat jam istirahat atau setelah upacara bendera. Selain itu pada program pengembangan guru, seminar lebih besar jumlahnya daripada MGMP karena kadang jam pelaksanaan MGMP mengganggu waktu mengajar guru sehingga guru tidak datang, sedangkan seminar guru diminati oleh guru untuk menambah nilai dalam sertifikasi guru. Program pengembangan guru berupa lokakarya dan diklat, jarang sekali guru mengikuti program tersebut karena kesibukan guru itu sendiri dan kepala sekolah melibatkan guru itu-itu saja dalam diklat sehingga keterlibatan guru dalam diklat dan lokakrya masih belum merata.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR SE KECAMATAN BANTUL

SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR SE KECAMATAN BANTUL

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa evaluasi supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah termasuk dalam kategori cukup baik dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 58,9% terletak pada interval 51% - 75%. Namun dalam hal program pengembangan guru melalui lokakarya dan diklat masih tergolong dalam kategori kurang baik. Komponen pelaksanaan analisis hasil evaluasi supervisi dan program pengembangan guru melalui MGMP merupakan persentase tertinggi terletak dalam kolom cukup baik. Hal ini diperkuat dengan jawaban kepala sekolah yang menyatakan bahwa pelaksanaan evaluasi jarang dilakukan disebabkan karena kesibukan guru dan tidak ada waktu dalam melakukan evaluasi secara mendalam, hanya evaluasi dilakukan saat jam istirahat atau setelah upacara bendera. Selain itu pada program pengembangan guru, seminar lebih besar jumlahnya daripada MGMP karena kadang jam pelaksanaan MGMP mengganggu waktu mengajar guru sehingga guru tidak datang, sedangkan seminar guru diminati oleh guru untuk menambah nilai dalam sertifikasi guru. Program pengembangan guru berupa lokakarya dan diklat, jarang sekali guru mengikuti program tersebut karena kesibukan guru itu sendiri dan kepala sekolah melibatkan guru itu-itu saja dalam diklat sehingga keterlibatan guru dalam diklat dan lokakrya masih belum merata.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR (SD) ISLAM MARYAM SURABAYA.

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR (SD) ISLAM MARYAM SURABAYA.

Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. Di sana semua konsep, prinsip, nilai, pengetahuan, metode, alat, dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan, yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. Perwujudan konsep, prinsip, dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. Oleh karena itu, gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. Dialah sebenarnya perencana, pelaksana, penilai, dan pengembang kurikulum sesungguhnya. Suatu kurikulum diharapakan memberikan landasan, isi, dan menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. 44
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN TEGALREJO YOGYAKARTA.

PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN TEGALREJO YOGYAKARTA.

Menurut Sahertian (2000: 20) mengemukakan prinsip-prinsip supervisi pendidikan sebagai berikut: (1) prinsip ilmiah (scientific), prinsip ini mengandung arti ciri-ciri antara lain: (a) kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data objektif yang diperoleh dalam kenyataan proses belajar mengajar; (2) prinsip demokratis, servis, dan bantuan yang diberikan kepada guru berdasarkan hubungan kemanusiaan yang akrab dan kehangatan sehingga guru-guru merasa aman untuk mengembangkan tugasnya; (3) prinsip kerja sama, mengembangkan usaha bersama, atau menurut istilah supervisi sharing of idea, sharing of experience, memberika support atau dorongan, menstimulasi guru sehingga mereka merasa tumbuh bersama; (4) prinsip konstruksi dan kreatif, setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan potensi kreativitas kalau supervisi mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, bukan melalui cara-cara yang menakuktkan.
Baca lebih lanjut

157 Baca lebih lajut

Hubungan pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah dengan kinerja guru di MTs Islamiyah Ciputat

Hubungan pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah dengan kinerja guru di MTs Islamiyah Ciputat

Menurut Ngalim Purwanto, supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. 18 Dari definisi tersebut terlihat bahwa kegiatan supervisi yang dimaksud bukan untuk mengawasi dalam pengertian mencari-cari kesalahan, melainkan untuk memberikan bantuan dan arahan. Sebagaimana dikutip Piet A. Sahertian, supervisi adalah suatu usaha menstimulus, mengkoordinasi, dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru- guru di sekolah baik secara individu maupun kolektif, agar lebih baik mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SE-KECAMATAN NGAGLIK KABUPATEN SLEMAN.

PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SE-KECAMATAN NGAGLIK KABUPATEN SLEMAN.

Lebih lanjut, E. Mulyasa (2004: 118-119) menjelaskan bahwa kepala sekolah sebagai innovator akan tercermin dari cara-caranya dalam melakukan pekerjaan secara 1) konstruktif, yaitu membina setiap tenaga kependidikan untuk dapat berkembang secara optimal dalam melaksanakan tugas yang diembannya, 2) kreatif, yaitu berusaha mencari gagasan dan cara-cara baru dalam melaksanakan tugasnya, 3) delegatif, yaitu berusaha mendelegasikan tugas kepada tenaga kependidikan sesuai dengan deskripsi tugas, jabatan serta kemampuan masing- masing, 4) integratif, yaitu berusaha mengintegrasikan semua kegiatan sehingga dapat menghasilkan sinergi untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif, efisien, dan produktif, 5) rasional dan objektif, yaitu berusaha bertindak dengan mempertimbangkan rasio dan objektif, 6) pragmatis, yaitu berusaha menetapkan kegiatan atau target berdasarkan kondisi dan kemampuan nyata yang dimiliki oleh setiap tenaga kependidikan, serta kemampuan sekolah, 7) keteladanan, yaitu kepala sekolah harus menjadi teladan dan contoh yang baik bagi bawahannya, 8) adaptabel dan fleksibel, yaitu mampu beradaptasi dalam menghadapi situasi baru, serta berusaha menciptakan situasi kerja yang menyenangkan dan memudahkan para tenaga kependidikan untuk beradaptasi dalam melaksanakan tugasnya.
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

Hubungan Supervisi Kepala Sekolah, _Motivasi_Kerja dan Kepusaan_Guru

Hubungan Supervisi Kepala Sekolah, _Motivasi_Kerja dan Kepusaan_Guru

Agar peranan guru dalam kaitan dengan tugas mendidik dapat berhasil dengan baik, maka guru perlu diadakan pembinaan dengan cara disupervisi oleh kepala sekolah. Suharsimi Arikunto mengemukakan tentang istilah supervisi. Istilah Supervisi lebih mendekatkan pada sifat manusiawi dalam pelaksanaan supervisi tidak mencari kesalahan atau kekurangan tetapi melakukan pembinaan, agar pekerjaan yang disupervisi diketahui kekurangannya, diberitahukan cara meningkatkan, dan membicarakan bersama sesuatu kekurangan 19 . Kemudian Suharsimi Arikunto menyatakan tentang pengertian Supervisi Pengajaran dengan menyebut sebagai “Supervisi Klinis” yaitu suatu bentuk supervisi yang difokuskan pada peningkatan kualitas mengajar dengan melalui sarana siklus yang simpatik untuk langkah-langkah intensif dan cermat tentang penampilan mengajar yang nyata serta bertujuan untuk mengadakan perubahan dengan cara yang rasional 20 . Glickman dalam Ibrahim Bafadal mendefinisikan Supervisi Pengajaran adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses belajar mengajar demi pencapaian tujuan pengajaran. Daresh mengemukakan Supervisi Pengajaran adalah upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pengajaran 21 . Menurut pendapat Harris dalam Piet A. Sahertian Supervisi Pengajaran adalah apa yang dilakukan oleh petugas sekolah terhadap stafnya untuk memelihara (maintain) atau mengubah pelaksanaan kegiatan di sekolah yang langsung berpengaruh terhadap proses mengajar guru dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa 22
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

MODEL SUPERVISI PEMBELAJARAN OLEH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS MUHAMMADIYAH   Model Supervisi Pembelajaran oleh Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Kota Surakarta.

MODEL SUPERVISI PEMBELAJARAN OLEH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS MUHAMMADIYAH Model Supervisi Pembelajaran oleh Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Kota Surakarta.

Fokus utama penelitian ini adalah Bagaimanakah model supervisi pembelajaran oleh Kepala Sekolah di Sekolah SMA Muhammadiyah Kota Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan model perencanaan supervisi pembelajaran oleh Kepala Sekolah di SMA Muhammadiyah Surakarta 2) Untuk mendeskripsikan model pelaksanaan supervisi pembelajaran oleh Kepala Sekolah di SMA Muhammadiyah 3) Untuk mendeskripsikan model umpan balik dan tindaklanjut supervisi pembelajaran oleh Kepala Sekolah di SMA Muhammadiyah
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kepala Sekolah 25    Evaluasi Program Supervisi Pendidikan

Kepala Sekolah 25 Evaluasi Program Supervisi Pendidikan

Sebagaimana aktivitas pendidikan yang menentukan hasilnya dalam jangka panjang, supervisi pendidikan juga demikian, hasil yang dicapai dalam pelaksanaan supervisi pendidikan terutama yang berkenaan dengan manusia baru dapat dilihat dalam jangka panjang. Sedangkan hasil supervisi pendidikan yang dapat diketahui dengan cepat hanya penampakan hasil sementara. Dan hal ini akan menimbulkan kesulitan bagi kita dalam mengevaluasi program supervisi pendidikan, mengingat ruang lingkup yang akan dievaluasi dalam supervisi pendidikan sangat luas, dimana selain guru dan staf sekolah, programpun merupakan sasaran evaluasi program supervisi pendidikan. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan Elsbree dkk. Dalam buku “ Elementary School Administration and supervision ". yaitu :
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MOVING CLASS DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BANTUL YOGYAKARTA.

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MOVING CLASS DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BANTUL YOGYAKARTA.

WD :“Kalau saya ceritakan sejarahnya sangat panjang mbak, mbak bisa baca sejarahnya di web MUSABA. Sebenarnya secara keseluruhan kami menerapkan sistem pindah kelas setiap harinya, hal ini demi keefektifan ruangan dikarenakan sekolah kami masih kekurangan ruangan. MUSABA mempunyai empat program keahlian, yang masing-masing program keahlian tersebut mempunyai kelas teori (non produktif), dan kelas praktek (produktif). Dari ke empat program keahlian tersebut tempatnya berbeda- beda, ada yang di pusat, ada yang di unit 2 , unit 3, dan unit 4. Oleh karena itu, pada kelas-kelas mata pelajaran produktif membutuhkan ruangan khusus tersendiri sesuai dengan bidang keahlian serta media praktek masing-masing sehingga kelasnya pun harus sendiri-sendiri. Selain itu, kami juga ada mata pelajaran dasar yang harus didapatkan oleh semua siswa MUSABA yang biasa kami sebut dengan mata pelajaran Rancangan Perangkat Lunak (RPL) yang mata pelajaran tersebut diadakan di laboratorium dengan media dan pengajar yang menetap di ruangan atau di laboratorium tersebut. Jadi mungkin hanya untuk kelas-kelas tersebut yang bisa dikatakan pembelajaran secara moving class”.
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

Pelaksanaan kegiatan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah di SMP Yapia : yayasan pendidikan al-hidayah ciputat

Pelaksanaan kegiatan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah di SMP Yapia : yayasan pendidikan al-hidayah ciputat

Supervisi pengajaran yang dilakukan di sekolah yaitu oleh kepala sekolah yang utama, ada empat hal, yaitu: (a) sebagai koordinator, berperan mengkoordinasikan program-program dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran dan harus membuat laporan mengenai pelaksanaan programnya; (b) sebagai konsultan, supervisor harus memiliki kemampuan sebagai spesialis dalam masalah kurikulum, metodologi pembelajaran, dan pengembangan staf, sehingga supervisor dapat membantu guru baik secara individual maupun kelompok; (c) sebagai pemimpin kelompok (group leader), supervisor harus memiliki kemampuan me-mimpin, memahami dinamika kelompok, dan menciptakan berbagai ben- tuk kegiatan kelompok; dan (d) sebagai evaluator, supervisor harus dapat memberikan bantuan pada guru untuk dapat mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran dan kurikulum, serta harus mampu membantu mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi guru, membantu melakukan penelitian dan pengembangan dalam pembelajaran dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Program dan Format Instrumen Supervisi Kepala Sekolah SMK

Program dan Format Instrumen Supervisi Kepala Sekolah SMK

Pelaksanaan Supervisi Akademis Tahun Pelajaran ............... yang disusun berdasarkan hasil evaluasi dan analisis pelaksanaan supervisi akademis tahun sebelumnya diharapkan akan memberikan dampak berupa perbaikan sekaligus peningkatan mutu proses dan output proses pembelajaran langsung yang dilaksanakan guru-guru mata pelajaran di kelas yang diindikasikan dengan adanya perbaikan pada :

34 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH.

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH.

Pendapat lain tentang langkah-langkah supervisi klinis sebagaimana dinyatakan oleh Sukirman (2006), yaitu: (1) pembicaraan pra- observasi, (2) pelaksanaan observasi, (3) analisis hasil observasi, (4) pembicaraan hasil analisis observasi dan (5) analisis sesudah pembicaraan. Bila diperhatikan pendapat tersebut di atas, maka supervisi klinis berfokus pada lima hal, yakni melakukan perencanaan secara mendetail termasuk membuat hipotesis, melaksanakan pengamatan secara cermat, dan menganalisis hasil pengamatan serta memberikan umpan balik kepada guru yang bersangkutan. Tetapi untuk supervisor maupun guru baru, kelima fokus ini belum cukup memberi bekal kepada mereka. Menurut Pidarta (1999) bahwa langkah-langkah dalam pelaksanaan supervisi klinis adalah sebagai berikut: (1) Pertemuan Awal atau Perencanaan, meliputi: (a) menciptakan hubungan yang baik dengan cara menjelaskan makna supervisi klinis sehingga partisipasi guru meningkat, (b) menemukan aspek- aspek perilaku apa dalam proses belajar mengajar yang perlu diperbaiki, (c) membuat prioritas aspek-aspek perilaku yang akan diperbaiki, dan (d) membentuk hipotesis sebagai cara atau bentuk perbaikan pada subtopik bahan pelajaran tertentu; (2) Persipan meliputi: (a) bagi guru tentang cara mengajar yang baru hipotesis; dan (b) bagi supervisor tentang cara dan alat observasi seperti tape-recorder , video-tape recorder , daftar cek, catatan anecdotal dan sebagainya; (3) Pelaksanaan meliputi: (a) guru mengajar dengan tekanan khusus pada aspek perilaku yang diperbaiki, dan (b) supervisor mengobservasi; (4) Menganalisis hasil mengajar secara terpisah, yaitu pertemuan akhir, bisa juga dengan orang-orang lain yang ingin tahu, meliputi: (a) guru memberi tanggapan/penjelasan/pengakuan, (b) supervisor
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Sekolah Dan Kinerja Mengajar Guru

Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Sekolah Dan Kinerja Mengajar Guru

Supervisi dalam bentuk pengawasan profesional merupakan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan teknis edukatif di sekolah, bukan sekedar pengawasan terhadap fisik material. Supervisi Akademik Kepala Sekolah merupakan pengawasan terhadap kegiatan akademik yang berupa proses belajar mengajar, pengawasan terhadap guru dalam mengajar, pengawasan terhadap murid yang belajar dan pengawasan terhadap situasi yang menyebabkannya. Aktivitasnya dilakukan dengan mengidentifikasi kelemahan-kelemahan pembelajaran untuk diperbaiki, apa yang menjadi penyebabnya, dan mengapa guru tidak berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Berdasarkan hal tersebut kemudian diadakan tindak lanjut yang berupa perbaikan dalam bentuk pembinaan. Pembinaan merupakan sebuah pelayanan terhadap guru dalam memperbaiki kinerjanya. Pembinaan selain pelayanan terhadap guru, juga merupakan usaha preventif untuk mencegah supaya guru tidak terulang kembali melalukan kesalahahan serupa yang tidak perlu, menggugah kesadarannya supaya mempertinggi kecakapan dan ketrampilan mengajarnya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MODEL SUPERVISI PEMBELAJARAN OLEH KEPALA SEKOLAHDI SEKOLAH MENENGAH ATAS MUHAMMADIYAH  Model Supervisi Pembelajaran oleh Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Kota Surakarta.

MODEL SUPERVISI PEMBELAJARAN OLEH KEPALA SEKOLAHDI SEKOLAH MENENGAH ATAS MUHAMMADIYAH Model Supervisi Pembelajaran oleh Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Kota Surakarta.

Dalam pelaksanaan supervisi pembelajaran di SMA Muhammadiyah di Surakarta, tidaklah semudah teori, banyak pertimbangan dan hambatan dalam pelaksanaan supervisi pembelajaran di SMA Muhammadiyah di Surakarta yang mengakibatkan tidak optimalnya keberhasilan supervisi pembelajaran dan peningkatan mutu guru dan siswa. Hambatan tersebut antara lain, Pertama, secara legal yang ada dalam nomenklatur adalah jabatan Kepala Sekolah bukan supervisor. Hal ini mengindikasikan paradigma berpikir tentang pendidikan yang masih dekat dengan era inspeksi. Kedua, lingkup tugas jabatan Kepala Sekolah lebih menekankan pada pengawasan administrasi. Asumsi yang digunakan adalah apabila administrasinya baik, maka pengajaran di sekolah tersebut juga baik. Inilah asumsi yang keliru. Ketiga, rasio jumlah Guru dalam satu sekolah sangat tidak ideal bila hanya di supervisi oleh satu orang Kepala Sekolah.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SDN PLUMBON KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA

PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SDN PLUMBON KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA

Pada umumnya di sekolah-sekolah yang memiliki guru dengan kompentensi profesional akan menerapkan pembelajaran dengan melakukan untuk menggantikan cara mengajar di mana guru hanya berbicara dan peserta didik hanya mendengarkan. Kepala sekolah bertanggung jawab memberikan layanan yang terbaik kepada guru, personel sekolah non guru, peserta didik, dan pihak lain yang berkepentingan dengan sekolah. Untuk memberikan layanan yang terbaik kepala sekolah menyusun program sekolah berbasis data dan informasi mengenai sekolah yang dipimpinnya, membina kelompok guru, konselor, laboran, pustakawan, tenaga administratif, dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah. Kepala sekolah sesuai kewenangannya bertanggungjawab untuk menyediakan, merawat fasilitas dan sarana prasarana sekolah. Kemudian menjalin hubungan kerja sama antar sekolah dan masyarakat serta memberdayakan potensi masyarakat untuk kemajuan sekolah.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects