Top PDF NILAI-NILAI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DALAM AL-QUR’AN: KEJUJURAN, TANGGUNG JAWAB DAN KESEDERHANAAN Nilai-Nilai Pendidikan Antikorupsi Dalam Al-Qur’an Kejujuran, Tanggung Jawab Dan Kesederhanaan.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DALAM AL-QUR’AN: KEJUJURAN, TANGGUNG JAWAB DAN KESEDERHANAAN  Nilai-Nilai Pendidikan Antikorupsi Dalam Al-Qur’an Kejujuran, Tanggung Jawab Dan Kesederhanaan.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DALAM AL-QUR’AN: KEJUJURAN, TANGGUNG JAWAB DAN KESEDERHANAAN Nilai-Nilai Pendidikan Antikorupsi Dalam Al-Qur’an Kejujuran, Tanggung Jawab Dan Kesederhanaan.

Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, memuat nilai-nilai moral yang menjamin kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. diantaranya adalah kejujuran,tanggung jawab, kemandirian, kepedulian, disiplin, keberanian, kerja keras, keadilan, kesederhanaan. Nilai-nilai tersebut disebut nilai-nilai antikorupsi. Artinya, pribadi yang punya kualitas moral tersebut adalah sosok yang punya integritas moral tinggi dan kebal tehadap godaan korupsi. Dalam terminology al-Qur’an pribadi ini disebut mu’min muttaq ī n.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Nilai-Nilai Pendidikan Antikorupsi Dalam Al-Qur’an Kejujuran, Tanggung Jawab Dan Kesederhanaan.

PENDAHULUAN Nilai-Nilai Pendidikan Antikorupsi Dalam Al-Qur’an Kejujuran, Tanggung Jawab Dan Kesederhanaan.

Melihat fenomena korupsi di atas, korupsi di Indonesia telah berada di fase yang sangat menghawatirkan bahkan telah menjadi ledakan korupsi (an eruption of corruption) sebagaimana yang dikatakan Galtung (Ahmad Fawaid, 2010 : 18), bahkan telah menjadi extra ordinary crime (kejahatan yang luar biasa) (Tim Penulis Buku Pendidikan Anti Korupsi, 2011 : V). Tampak jelas bahwa korupsi, dengan merujuk pada pendapat Edward B. Tylor (H.A.R. Tilaar, 2002 : 39) telah menjadi budaya. Jika budaya negatif ini menyebar lebih luas akan melahirkan masyarakat korup dan melahirkan krisis multidimensi yang akan membawa bangsa ini pada kehancuran, sebagaimana yang terjadi pada bangsa-bangsa terdahulu.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Nilai-Nilai Pendidikan Antikorupsi Dalam Al-Qur’an Kejujuran, Tanggung Jawab Dan Kesederhanaan.

DAFTAR PUSTAKA Nilai-Nilai Pendidikan Antikorupsi Dalam Al-Qur’an Kejujuran, Tanggung Jawab Dan Kesederhanaan.

DjokoSantoso (Direktur jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi). 2012. Surat Edaran tentang Implementasi Pendidikan Anti Korupsi di PerguruanTinggi nomor 1016/E/T/2012. Jakarta :Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Online) (http://id.scribd.com/doc/104404528/Surat-Edaran-PAK) (di akses 13 Januari 2013)

5 Baca lebih lajut

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DALAM AL-QUR’AN : KEJUJURAN, TANGGUNG JAWAB DAN  Nilai-Nilai Pendidikan Antikorupsi Dalam Al-Qur’an Kejujuran, Tanggung Jawab Dan Kesederhanaan.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DALAM AL-QUR’AN : KEJUJURAN, TANGGUNG JAWAB DAN Nilai-Nilai Pendidikan Antikorupsi Dalam Al-Qur’an Kejujuran, Tanggung Jawab Dan Kesederhanaan.

Bahkan dunia pendidikan pun tidak luput dari kejahatan yang luar biasa ini. Banyak kepala sekolah yang terbukti menyalahgunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) (Johan Budi SP et.al, 2011: 12-13) dan Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (APBS). Pungutan liar (pungli) (Benny N Joewono, 2011 (artikel online)), praktik perjokian dalam seleksi mahasiswa baru (Pito Agustin Rudiana, 2012 (artikel online)), mencontek massal dalam UASBN (Ujian Akhir Sekolah Bersama Nasional) (Johan Budi SP et.al , 2011 : 18) terungkap di media massa.

16 Baca lebih lajut

INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAMI DALAM PENDIDIKAN ANTIKORUPSI PADA MUATAN MATERI PENDIDIKAN  Internalisasi Nilai-Nilai Islami Dalam Pendidikan Antikorupsi Pada Muatan Materi Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Pertama Kelas Viii (Studi Kasus Di Se

INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAMI DALAM PENDIDIKAN ANTIKORUPSI PADA MUATAN MATERI PENDIDIKAN Internalisasi Nilai-Nilai Islami Dalam Pendidikan Antikorupsi Pada Muatan Materi Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Pertama Kelas Viii (Studi Kasus Di Se

Hasil dari penelitian ini adalah, bahwa pertama, SMP N 3 Wonogiri telah menerapkan Pendidikan Antikorupsi di sekolah. Bentuk dari pelaksaannya yaitu pada kegiatan pembelajaran di kelas dan pada kegiatan ekstrakurikuler melalui pembiasaan dan pembudayaan tindakan antikorupsi. Kedua, penerapan Pendidikan Antikorupsi pada muatan materi Pendidikan Kewarganegaraan yaitu dengan menyisipkan nilai-nilai Pendidikan Antikorupsi pada materi yang akan diajarkan dengan dipilah-pilah sesuai materi yang akan diberikan. Nilai-nilai itu adalah nilai kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan. Ketiga, nilai-nilai Islami telah terinternalisasi dalam muatan materi Pendidikan Kewarganegaraan. Hal tersebut terbukti dengan sesuainya nilai-nilai Pendidikan Antikorupsi dengan nilai-nilai Islami yang dijelaskan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

Jika dilihat dari data tersebut Korupsi kini telah menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa Indonesia, Setelah berbagai usaha pemberantasan korupsi diambil oleh berbagai lembaga yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia mendapatkan hasil yang beragam, kini pemerintah mulai melirik dunia pendidikan yang nampaknya mulai merasa bertanggung jawab akan pentingnya penanaman kesadaran melawan perilaku korupsi melalui institusi resmi sekolah yaitu pendidikan anti korupsi. 12 Hal ini merupakan cara yang efektif untuk mencegah tindakan koruspsi di masa yang akan datang melalui penanaman pendidikan dari beberapa sektor guna mencegah adanya kecenderungan korupsi dari faktor Internal siswa. Adapun nilai-nilai yang bisa kita tanamkan kepada generasi muda guna mencegah tindakan korupsi di masa yang akan datang, ialah nilai kejujuran, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian dan keadilan. 13 Disinilah peran pendidikan sangat lah penting untuk menumbuh kembangakan nilai-nilai tersebut kepada penerus bangsa sehingga di suatu hari kelak ketika mereka menjadi pemimpin bangsa bentuk implementasi dari nilai-nilai tersebut akan kelihatan perwujudannya.
Baca lebih lanjut

175 Baca lebih lajut

View of Kearifan Lokal Sebagai Media Pendidikan Karakter Antikorupsi pada Anak Usia Dini Melalui Strategi Dongkrak

View of Kearifan Lokal Sebagai Media Pendidikan Karakter Antikorupsi pada Anak Usia Dini Melalui Strategi Dongkrak

Terkait dengan aktivitas bermain, Vygotsky (1962) dalam Agustin memandang bahwa bermain merupakan variabel penting bagi kegiatan bermain anak, terutama untuk kepentingan pengembangan NDSDVLWDVEHU¿NLU/HELKODQMXWEDKNDQ9\JRWVN\VDPSDLSDGDVXDWX hipotesis bahwa perkembangan perilaku moral anak juga berakar dari aktivitas bermain anak, yakni pada saat anak mengembangkan empati serta memahami peraturan dan peran kemasyarakatan. Aktivitas- aktivitas bermain anak yang bernuansakan dua hal tersebut, yaitu empati serta peraturan dan peran kemasyarakatan memfasilitasi proses berkembangnya perilaku moral pada diri anak (2008: 63—64). Permainan tradisional dapat digunakan untuk menanamkan nilai- nilai karakter yang baik, seperti permainan congklak (nilai kejujuran), ucing sumput (tanggung jawab), bebentengan (kerja keras), perepet jengkol (kerjasama), kastik (disiplin) dan permainan eggrang (sikap rendah hati).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI TERINTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN UNTUK MEMBERDAYAKAN BERFIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA AL-KAUTSAR BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI TERINTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN UNTUK MEMBERDAYAKAN BERFIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA AL-KAUTSAR BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar serta proses pembelajaran peserta didik secara aktif. Potensi peserta didik mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat serta Negara. Potensi peserta didik dapat dikembangkan melalui kegiatan pendidikan dengan menekankan pada potensi kecerdasan sosial, ketaqwaan dan keimanan. Sehingga, pendidikan sangatlah penting sebagai upaya untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan. Arifin berpendapat bahwa, pendidikan dapat menumbuhkan personalitas (kepribadian) serta menanamkan rasa tanggung jawab. 1 Proses pendidikan yang baik akan memberikan pengalaman belajar yang dapat menunjang keahlian-keahlian tertentu dibidang pembelajaran yang sangat dibutuhkan terutama dibidang spiritual. Keahlian – keahlian tertentu yang akan dibutuhkan sesuai perkembangan jaman.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SALAT TAHAJUD (Kajian Surat al-Israa’ Ayat 79 dan al-Muzzammil Ayat 1-4) - Test Repository

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SALAT TAHAJUD (Kajian Surat al-Israa’ Ayat 79 dan al-Muzzammil Ayat 1-4) - Test Repository

Setiap muslim meyakini bahwa nasip hidupnya di akhirat ditentukan oleh perilakunya selama di dunia. Dengan mengerjakan kebaikan, berarti ia telah menanam benih yang baik. Suatu saat kelak, ia akan menuai hasilnya. Akan tetapi, jika ia lebih senang menceburkan dirinya ke dalam kubangan maksiat, maka ia harus siap menelan penderitaan yang akan menimpanya. Setiap orang akan menuai apa yang ditanamnya. Karena itu, seorang muslim mesti menata langkah dan perilakunya. Inilah yang dimaksud dengan berakhlak kepada diri sendiri. Dalam surat al-Muzzammil ayat 1-4 dijelaskan untuk melakukan amalan yang saleh agar kelak di akhirat orang muslim menuai hasilnya dengan apa yang sudah dilakukannya. Seharusnya seorang muslim mengisi hari-harinya dengan amal saleh untuk mendapatkan ridha Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Ia sadar bahwa dunia adalah ladang amal, sedangkan akhirat adalah memanen.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Kisi-kisi Ulangan Tengah Semester Genap Tahun 2016 2017 | KKG Genuk kisi kisi

Kisi-kisi Ulangan Tengah Semester Genap Tahun 2016 2017 | KKG Genuk kisi kisi

Dengan koordinasi yang baik dalam permainan sederhana, serta nilai kerjasama, toleransi, kejujuran dan tanggung jawab dan menghargai lawan atau sendiri.. Siswa dapat mengenali sikap pada[r]

3 Baca lebih lajut

Kearifan Lokal Sebagai Media Pendidikan

Kearifan Lokal Sebagai Media Pendidikan

Keinginan yang positif dapat dikejar dengan kerja keras, bukan dengan jalan pintas. Makna proses dalam meraih sesuatu itulah yang perlu diperkenalkan pada anak sejak usia dini. Selanjutnya, sikap tanggung jawab diperlukan juga dalam proses meraih keinginan. Tanggung jawab memiliki nilai menghargai diri dan orang lain. Terakhir, karakter rendah hati perlu ditanamkan juga sebagai karakter antikorupsi pada anak. Nilai-nilai rendah hati yang dapat ditanamkan adalah tahu posisi diri, tidak mengambil hak-hak milik orang lain.

20 Baca lebih lajut

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TAFSIR AL-MISHBAH Q.S AL-‘ANKABUT AYAT 45 DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAKUL KARIMAH

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TAFSIR AL-MISHBAH Q.S AL-‘ANKABUT AYAT 45 DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAKUL KARIMAH

Pada mulanya, tafsir ini ditulis secara sederhana, bahkan merencanakan tidak lebih dari tiga volume, namun karena kenikmatan ruhani yang dirasakan oleh penulisnya bersama Al- Quran, sehingga tanpa terasa karya ini mencapai lima belas volume. Kewajiban para ulama untuk memperkenalkan Al- Quran dan menyuguhkan pesan-pesannya sesuai dengan harapan dan kebutuhan pembacanya. Para pakar Al- Quran telah berhasil melahirkan sekian banyak metode dan cara menghidangkan pesan-pesan Al- Quran. Salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan metode maudū‟i atau metode tematik. Metode ini dinilai dapat menghidangkan pandangan dan pesan Al- Quran secara mendalam dan menyeluruh menyangkut tema-tema yang dibicarakannya. Ia lahir setelah para pakar menyadari bahwa metode yang diterapkan sebelumnya sangat menyita waktu bahkan menghidangkan aneka informasi yang tidak selalu dibutuhkan oleh pembacanya. Karena banyaknya tema yang dikandung oleh kitab suci umat Islam itu, maka tentu saja pengenalan menyeluruh tidak mungkin terpenuhi, paling tidak hanya pada tema-tema yang dibahas itu.70
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

NILAI-NILAI ANTIKORUPSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Tinjauan Normatif Aspek Kurikulum Pendidikan Agama Islam Terhadap Pendidikan Antikorupsi) SKRIPSI

NILAI-NILAI ANTIKORUPSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Tinjauan Normatif Aspek Kurikulum Pendidikan Agama Islam Terhadap Pendidikan Antikorupsi) SKRIPSI

Beberapa acuan lain peneliti dapatkan dari beberapa kajian yang dilakukan oleh beberapa institusi. Seperti Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) yang berbasis kultural kaum Nahdliyin. Lembaga ini telah melaksanakan sejumlah bahtsul masa’il (diskusi hukum Islam) mengenai korupsi serta menerbitkannya dalam beberapa buku. Diantaranya Buku yang berjudul Menolak Korupsi: Membangun Kesalehan Sosial, berisi kumpulan naskah khotbah Jum’at yang mengambil tema korupsi. Buku terbitan P3M lain adalah Korupsi di Negeri Kaum Beragama: Ikhtiar Membangun Fikih Antikorupsi, berisikan kumpulan makalah yang disajikan dalam acara Munas Bahtsul Masail NU (Mei 2004).
Baca lebih lanjut

152 Baca lebih lajut

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL QUR’AN SURAT LUQMAN AYAT 18-19 - Raden Intan Repository

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL QUR’AN SURAT LUQMAN AYAT 18-19 - Raden Intan Repository

penting adalah berbicara. Ketika berbicara hendakalah dilakukan dengan nada yang lembut dan sopan santun terhadap orang yang diajak bicara. Jadi, dalam mendidik anak hendaknya mengikuti tuntunan ajaran agama, seperti yang terdapat dalam surah Luqman ayat 18-19 yang menunjukkan bahwa sebelum anak dididik tentang masalah dunia sebaiknya diperkenalkan lebih dulu dengan masalah akidah (tauhid), akhlak, dan ibadah. Dalam memberikan pendidikan hendaknya didasari dengan rasa kasih sayang, hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kecerdasan emosional anak, agar lebih peka terhadap keadaan di sekitarnya sehingga melahirkan sifat empati atau peduli.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - FILE 4 BAB I

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - FILE 4 BAB I

Dalam menciptakan masyarakat yang madani, musyawarah adalah kunci utama. Kerja sama dan tukar pendapat mutlak dibutuhkan. Pemimpin tidak boleh bersikap gengsi menerima apresiasi rakyatnya. Pemimpin yang diktator hanya akan membuat rakyatnya tertekan dan tidak berkembang. Sikap pemimpin yang demokratis seperti ini jelas terekam dalam sejarah para khulafa‟ ar -rasyidin. Sejarah mencatat bagaimana Khalifah Abu Bakar as- Shiddiq dengan penuh demokratis memusyawarahkan masalah pengamanan orang-orang murtad. Amir al- mu‟minin „Umar bin Khottab pernah mengatakan: “Wahai manusia, barang siapa melihat dari kalian melihat kebengkokan dariku maka luruskanlah”. Maka salah seorang Baduwi berkata: “Demi Allah jika kami menemukan kebengkokan dari anda akan kami luruskan dengan pedang kami”. Selanjutnya dengan rela tanpa ada rasa marah sedikitpun sang Khalifah mengatakan: “segala puji bagi Allah yang telah
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ISLAM DAN INTERNALISASI NILAI-NILAI ANTIKORUPSI

ISLAM DAN INTERNALISASI NILAI-NILAI ANTIKORUPSI

Kewajiban untuk “beramar ma’ruf”, artinya perintah kepada semua orang Islam – baik perseorangan maupun kolektif -- untuk melakukan sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai Islam ke dalam semua bentuk aktivitas kepada siapa pun, di mana pun dan kapan pun. Di samping itu juga melakukan upaya pemberdayaan bagi umat manusia agar mereka berkemauan dan – sekaligus – berkemampuan untuk berpihak kepada kebenaran, melaksanakan dan memperjuangkannya. Sedang kewajiban “bernahyi munkar”, artinya perintah kepada semua orang Islam -- baik perseorangan maupun kolektif – untuk tidak berpihak kepada “ketidakbenaran”, menghindarkan diri dan mencegah dirinya dan orang lain untuk tidak berbuat sesuatu yang tidak dibenarkan oleh agama, baik dalam wilayah ibadah (hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan), maupun dalam wilayah mu’amalah (hubungan horisontal antarmanusia), termasuk di dalamnya hubungan antara manusia dengan makhluk-makhluk Tuhan (selain manusia).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENANAMAN NILAI KESOPANAN, KEJUJURAN DAN TANGGUNG JAWAB MENGGUNAKAN MODEL TADZKIRAHDISEKOLAH DASAR KOTA PONTIANAK

PENANAMAN NILAI KESOPANAN, KEJUJURAN DAN TANGGUNG JAWAB MENGGUNAKAN MODEL TADZKIRAHDISEKOLAH DASAR KOTA PONTIANAK

Rasa keikhlasan (Zakiyah) juga ditanamkan ke diri peserta didik. Cara menanamkan rasa keikhlasan adalah berbuat ikhlas dan mencontohkan peserta didik dengan teladan. Zakiyah terlihat dari sikap guru yang membantu peserta didik mendirikan tenda, membuat masakan untuk makan bersama, serta berbagi tugas antara satu guru dengan guru yang lain.Kontinuitas (sikap pembiasaan) yang dilakukan SD Islam Terpadu Al Mumtaz dan SD Islam Al-Azhar 21 berupa hal-hal positif seperti minum dan makan sambil duduk, membungkukkan badan, memulai aktivitas dengan Basmallah dan do’a, serta pembiasaan untuk tidak memotong pembicaarn orang lain. Mengingatkan juga bagian dari langkah penanaman karakter dari model Tadzkirah. Peserta didik melakukan kesalahan, guru kemudian mengingatkan dan membimbing peserta didik dengan menyampaikan alasan kenapa hal tersebut tidak boleh dilakukan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

REKONSTRUKSI TATA NILAI EKONOMI DALAM AL-QUR`AN.

REKONSTRUKSI TATA NILAI EKONOMI DALAM AL-QUR`AN.

Dengan demikian di dalam al-Qur`an terdapat data-data yang dapat disusun hingga membentuk bangunan tata nilai ekonomi. Tentu saja pengertian ini tidak berarti bahwa al-Qur`an memuat segala macam ilmu secara terperinci. Data- data tersebut perlu dipahami dan ditafsirkan dengan benar agar dapat memperlihatkan kebenaran al-Qur`an seperti apa yang diperlihatkan ilmu pengetahuan. Ketika ditanya alasannya masuk Islam, Granier, seorang Muslim Perancis dan mantan anggota Majlis Perwakilan, mengatakan, “Jika tiap ahli di suatu bidang ilmu pengetahuan membandingkan ayat-ayat al-Qur`an dengan apa yang ia pelajari, maka tanpa ragu lagi akan masuk Islam, sepanjang dilakukan secara rasional dan tanpa tendensi” 22 .
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Konsep Pempikiran Al   ‘Ijazul Al – ‘Ilmi (Mu’jizat Ilmiah) Harun Yahya Dalam Analisis Pemberdayaan Masyarakat Islam

Konsep Pempikiran Al ‘Ijazul Al – ‘Ilmi (Mu’jizat Ilmiah) Harun Yahya Dalam Analisis Pemberdayaan Masyarakat Islam

Dari definisi tersebut nampak bahwa ilmu terapan lah yang menjadi alat pembantu untuk memahami nash, dan bukan penilai kebenaran nash tersebut. Dia juga menambahkan ketika hasil dari Tafsir Ilmi Tajribi tersebut digunakan untuk membuktikan kebenaran risalah Muhammad saw, maka saat itu ia menjadi I‟jaz Ilm i Tajribi (kemukjizatan AlQur‟an dalam aspek sains terapan). Patut digaris bawahi, inti dari kajian I‟jaz Ilmi Tajribi adalah keyakinan bahwa Al- Quran mengandung isyarat -isyarat dan pembicaraan tentang alam dan ilmu pengetahuan, yang secara realitas baru terbukti jauh setelah Al- Quran diturunkan, dan belum diketahui pada masa nabi saw. Hal ini menunjukkan kebenaran Al- Quran, bahwa tak mungkin ia buatan makhluk. Sebagaimana Allah menurunkan Al- Quran, Dia pula yang menciptakan alam, tak mungkin ada kontradiksi. Dalam upaya memahami korelasi antara penemuan sains terapan dengan makna Al- Quran, perlu adanya rambu-rambu agar tak melampaui batas. Karena secara riil banyak upaya yang justru malah serampangan dan cenderung mencocok-cocokkan meski sebenarnya tak ada kaitan. Rambu-rambu Tafsir Ilmi Tajribi antara lain;
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

Konsep Pemikiran Al 'Ijazul Al 'Ilmi (Mu'jizat Ilmiah) Harun Yahya Dalam Analisis Pemberdayaan Masyarakat Islam

Konsep Pemikiran Al 'Ijazul Al 'Ilmi (Mu'jizat Ilmiah) Harun Yahya Dalam Analisis Pemberdayaan Masyarakat Islam

Dari definisi tersebut nampak bahwa ilmu terapan lah yang menjadi alat pembantu untuk memahami nash, dan bukan penilai kebenaran nash tersebut. Dia juga menambahkan ketika hasil dari Tafsir Ilmi Tajribi tersebut digunakan untuk membuktikan kebenaran risalah Muhammad saw, maka saat itu ia menjadi I‟jaz Ilm i Tajribi (kemukjizatan AlQur‟an dalam aspek sains terapan). Patut digaris bawahi, inti dari kajian I‟jaz Ilmi Tajribi adalah keyakinan bahwa Al- Quran mengandung isyarat -isyarat dan pembicaraan tentang alam dan ilmu pengetahuan, yang secara realitas baru terbukti jauh setelah Al- Quran diturunkan, dan belum diketahui pada masa nabi saw. Hal ini menunjukkan kebenaran Al- Quran, bahwa tak mungkin ia buatan makhluk. Sebagaimana Allah menurunkan Al- Quran, Dia pula yang menciptakan alam, tak mungkin ada kontradiksi. Dalam upaya memahami korelasi antara penemuan sains terapan dengan makna Al- Quran, perlu adanya rambu-rambu agar tak melampaui batas. Karena secara riil banyak upaya yang justru malah serampangan dan cenderung mencocok-cocokkan meski sebenarnya tak ada kaitan. Rambu-rambu Tafsir Ilmi Tajribi antara lain;
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...