Top PDF Pengaruh Independensi dan Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi

Pengaruh Independensi dan Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi

Pengaruh Independensi dan Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi

Alhamdulillah, Puji dan syukur selalu kita ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya, serta memberikan kemudahan dan ilmu pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik,Skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Independensi dan Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi” ini yang berjudul “Pengaruh Independensi dan Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi” sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Starata-1 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Serta tidak lupa pula Shalawat dan salam selalu kita haturkan untuk Nabi Muhammad SAW sebagai huswatun hasanah bagi kita semua.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KUALITAS AUDIT  Pengaruh Kompetensi, Independensi Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Surak

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KUALITAS AUDIT Pengaruh Kompetensi, Independensi Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Surak

INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta) ” yang mana merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi Program Sarjana (S1) Program Studi Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta telah selesai di susun.

18 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGALAMAN KERJA, KOMPETENSI, DAN INDEPENDENSI TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris pada Inspektorat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta).

PENGARUH PENGALAMAN KERJA, KOMPETENSI, DAN INDEPENDENSI TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris pada Inspektorat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta).

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas semua limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir Skripsi yang berjudul Pengaruh Pengalaman Kerja, Kompetensi, dan Independensi terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Auditor Internal Inspektorat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) dengan baik, lancar dan tepat waktu. Tugas Akhir Skripsi ini merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Negeri Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

185 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pengaruh Akuntabilitas, Pengalaman Kerja dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Surakarta dan Yogyakarta).

DAFTAR PUSTAKA Pengaruh Akuntabilitas, Pengalaman Kerja dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Surakarta dan Yogyakarta).

Kurnia, Winda dan Khosiyah Sofie. 2014. Pengaruh Kompetensi, Independensi, Tekanan Waktu dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta). e-Journal Akuntansi. Volume. 1 Nomor. 2 Hal. 49-67

5 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPEDENSI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KUALITAS AUDIT  Pengaruh Kompetensi, Independensi Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Suraka

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPEDENSI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KUALITAS AUDIT Pengaruh Kompetensi, Independensi Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Suraka

Teori keagenan yang dikembangkan oleh Jensen dan Meckling dan Ng dalam Kharismatuti (2012) mencoba menjelaskan adanya konflik kepentingan antara manajemen selaku agen dan pemilik serta entitas lain dalam kontrak (misal kreditur) selaku prinsipal. Prinsipal ingin mengetahui segala informasi termasuk aktifitas manajemen, yang terkait dengan investasi atau dananya dalam perusahaan. Hal ini dilakukan dengan meminta laporan pertanggungjawababan dari agen (manajemen). Berdasarkan laporan tersebut, prinsipal dapat menilai kinerja manajemen. Namun yang seringkali terjadi adalah kecenderungan manajemen untuk melakukan tindakan yang membuat laporannya kelihatan baik, sehingga kinerjanya dianggap baik. Untuk mengurangi atau meminimalkan kecurangan yang dilakukan oleh manajemen dan membuat laporan keuangan yang dibuat manajemen lebih dapat dipercaya, maka diperlukan pengujian dan dalam hal itu pengujian tersebut hanya dapat dilakukan oleh pihak ketiga yaitu auditor independen.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB 1  Pengaruh Kompetensi, Independensi Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta.

BAB 1 Pengaruh Kompetensi, Independensi Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta.

Independensi sama pentingnya dengan keahlian dibidang praktik akuntansi dan prosedur audit yang harus dimiliki oleh setiap auditor. Independensi merupakan sikap mental yang diharapkan dari seorang akuntan publik untuk tidak mudah dipengaruhi dalam melaksanakan tugasnya. Auditor tidak hanya berkewajiban mempertahankan sikap mental independen, tetapi juga harus menghindari hal-hal yang dapat mengakibatkan independensinya diragukan masyarakat. Independensi dapat diproksikan menjadi empat subvariabel, yaitu (1) lama hubungan dengan klien ( audit tenure ), (2) tekanan dari klien, (3) telaah dari rekan (peer preview), (4) jasa non-audit. Dengan tingkat independensi yang tinggi akan menghasilkan audit yang berkualitas tinggi. Hal ini diperkuat lagi dengan hasil penelitian oleh Alim dkk , (2007) & Elfarini, (2007) yang menyatakan bahwa independensi mempengaruhi kualitas audit. Berdasarkan penelitian tersebut telah membuktikan bahwa independensi mempunyai pengaruh terhadap kualitas audit.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Akuntabilitas, Pengalaman Kerja dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Surakarta dan Yogyakarta).

PENDAHULUAN Pengaruh Akuntabilitas, Pengalaman Kerja dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Surakarta dan Yogyakarta).

Seorang auditor juga harus memperhatikan standar umum yang kedua yaitu mengharuskan auditor tidak boleh berpihak dengan siapapun dan dapat menghadapi tekanan apa pun dari klien sehingga auditor harus memiliki sikap independen dalam menjalankan tugasnya dalam melakukan audit. Nirmala dan Cahyonowati (2013) berpendapat bahwa auditor yang independen adalah yang tidak mudah dipengaruhi, tidak memihak siapapun, dan berkewajiban untuk jujur tidak hanya kepada manajemen dan pemilik perusahaan, tetapi juga kepada pihak lain pemakai laporan keuangan yang mempercayai hasil pekerjaannya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH AKUNTABILITAS, PENGALAMAN KERJA DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN  Pengaruh Akuntabilitas, Pengalaman Kerja dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada

PENGARUH AKUNTABILITAS, PENGALAMAN KERJA DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN Pengaruh Akuntabilitas, Pengalaman Kerja dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada

The purpose of this study was to examine the effect of accountability, work experience and independence of the audit quality with the auditor ethics as moderating variables. This study was conducted by using survey method with questionnaire. The population in this study is the auditor of KAP in the Surakarta dan Yogyakarta. Determination of sample, using a convience sampling and obtained a sample of 40 respondents. Data analysis was conducted using multiple regression model and Moderated Regression Analysis (MRA). These results prove that the accountability, work experience, auditor independence and ethics of positive and significant impact on audit quality. Interaction of work experience and ethics compliance auditor positive and significant effect on audit quality. Interaction accountability and ethics compliance, as well as the interaction of ethics compliance auditor's independence and has no effect on audit quality. Value determination coefficient of 0.662. This means that 66.2% of audit quality variable variation can be explained by the variable accountability, work experience variable, the variable independence, as well as interaction variables accountability and ethics of auditors, variable interactions work experience and ethics of auditors, variable interactions auditor independence and ethics, while the remaining 33.8% is explained by other factors outside the model studied. studied.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH AKUNTABILITAS AUDITOR, PENGALAMAN KERJA DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA  Pengaruh Akuntabilitas, Pengalaman Kerja dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi

PENGARUH AKUNTABILITAS AUDITOR, PENGALAMAN KERJA DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA Pengaruh Akuntabilitas, Pengalaman Kerja dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi

Enron merupakan perusahaan gabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. Enron jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar $ 31.2 miliyar. Dalam peristiwa ini Enron melakukan manipulasi laporan keuangannya dengan mencatat keuntungan fiktif sebesar 600 juta dolar AS. Enron sengaja melakukan manipulasi laporan keuangannya agar investor tetap tertarik dengan saham yang dijualnya. Dalam kasus ini ternyata KAP Andersen berperan aktif dalam mendukung manipulasi laporan keuangan Enron. Hal ini didorong oleh fakta bahwa sebagian besar staff Enron berasal dari KAP Andersen (Badjuri, 2011). Kasus tersebut menunjukkan lemahnya independensi KAP Andersen terhadap Enron. Akhinya Enron dan KAP Andersen dituduh melakukan tindakan kriminal dalam bentuk manipulasi dan penghancuran dokumen yang berkaitan dengan kebangkrutan Enron. Hal ini terjadi karena Andersen lebih mendukung Enron dari pada mengungkapkan kebenaran yang terjadi. Terkait dengan konteks inilah, muncul pertanyaan bagi peneliti seberapa tinggi tingkat independensi dan akuntabilitas auditor saat ini dan apakah tanggungjawab dan independensi auditor tersebut berpengaruh terhadap kualitas audit yang dihasilkan oleh akuntan publik. Kualitas audit ini penting karena dengan kualitas audit yang tinggi maka akan menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dalam pengambilan keputusan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, OBYEKTIVITAS DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS AUDIT INTERNAL DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI

PENGARUH KOMPETENSI, OBYEKTIVITAS DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS AUDIT INTERNAL DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI

Beberapa prinsip audit internal yang dijelaskan diatas bahwa audit internal harus menerapkan prinsip tersebut agar terjaganya etika auditor di dalam perusahaan agar perilaku auditor tidak melakukan penyimpangan yang akan berdampak bagi masyarakat maupun perusahaan itu sendiri dan menjaga kesejahteraan di lingkungan pekerjaan maupun masyarakat. Secara umum etika merupakan suatu prinsip moral dan perbuatan yang menjadi landasan bertindaknya seseorang sehingga apa yang dilakukannya dipandang oleh masyarakat sebagai perbuatan yang terpuji dan meningkatkan kualitas audit (Munawir,2007). Setiap auditor diharapkan memegang teguh etika profesi yang sudah ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), agar situasi persaingan tidak sehat dapat dihindarkan.Etika auditor menjadi isu yang sangat menarik.Hal ini seiring terjadinya beberapa pelanggaran etika yang dilakukan baik auditor independen, auditor intern perusahaan maupun auditor pemerintah. Berdasarkan hal ini maka efektivitas auditor internal dengan etika auditor dijadikan variabel pemoderasi maksudnya dengan etika auditor akan apakah membawa pengaruh terhadap efektivitas audit internal.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, DAN AKUNTABILITAS TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, DAN AKUNTABILITAS TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI

Hasil pengujian hipotesis pertama membuktikan bahwa pengaruh positif kompetensi terhadap kualitas audit yang ditunjukan dengan nilai t hitung adalah 2,261 karena nilai t hitung 2,261 > dari t tabel 1,660 dan arah koefisien regresi positif. Maka hipotesis pertama (H1) diterima. Hasil tersebut menunjukan bahwa variabel kompetensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit.Penelitian ini mendukung hasil penelitian oleh Tritamas dan Astika (2018) yang menyatakan bahwa semakin tinggi kompetensi auditor maka semakin tinggi kualitas auditnya. Hal tersebut berarti bahwa kualitas audit yang baik dapat dihasilkan dari auditor yang memiliki kompetensi yang baik.Penelitian lain oleh Achmat (2011), Lauw Tjun dkk ( 2012 ), Restu dan Pertiwi ( 2013), Ditia dan Chariri ( 2015), Fieotoria dan Manulu ( 2016), Hamzah (2018) menyatakan bahwa kompetensi auditor berpengaruh positif dan signfikan terhadap kualitas audit juga turut mendukung hasil penelitian iniKompetensi terdiri dari dua dimensi yaitu pengetahuan dan pengalaman. Seorang auditor yang memiliki Pengetahuan yang terus diperbaharui dan ditambah, dapat membantu auditor untuk melaksanakan tugasnya dalam memeriksa laporan keuangan perusahaan serta menghasilkan kualitas audit yang baik dan dapat diandalkan dan pengalaman kerja auditor dibidang audit, semakin membantu auditor dalam melaksanakan pemeriksaan laporan keuangan perusahaan kliennya maka kompetensi auditor merupakan faktor penting yang harus dimiliki oleh seorang auditor dalam menjalankan pekerjaan karena berkaitan dengan pemberian opini audit.Dalam penelitian ini auditor yang memiliki kualitas personal yang baik, pengetahuan yang memadai, keahlian khusus dibidang audit serta pengalaman yang cukup maka auditor dapat melakukan audit secara objektif, auditor akan lebih mudah untuk melakukan tugas-tugas auditnya, auditor akan mampu mendeteksi sebuah kesalahan dalam penyajian laporan keuangan sehingga dapat meningkatkan kualitas audit yang dilakukan sehingga auditor dapat menyajikan laporan keuangan dengan kualitas yang tinggi, relevance dan dapat diandalkan maka sebaliknya apabila tingkat kompetensi auditor rendah dalam melaksanakan tugasnya, auditor akan kesulitan yang menyebabkan kualitas audit yang dihasilkan akan rendah juga.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Independensi Auditor,Pengalaman Auditor Dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Audit

Pengaruh Independensi Auditor,Pengalaman Auditor Dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Audit

Dalam penelitian Rizmah Nurchasanah dan Wiwin Rahmanti (2004) menunjukkan bahwa faktor pengalaman audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Nizarul, Trisni dan Liliek (2007) menemukan bahwa independensi berpengaruh signifikan tehadap kualitas audit, selanjutnya interaksi independensi dan etika auditor sebagai variabel moderasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hal ini berarti kualitas audit didukung oleh sampai sejauh mana auditor mampu bertahan dari tekanan klien disertai dengan perilaku etis yang dimiliki. Namun, dalam penelitian Nurul Dwi Ayuni (2008) menemukan bahwa pengalaman berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kulitas audit atas sistem informasi berbasis komputer. Susiana dan Arleen (2007) membuktikan bahwa independensi dan kualitas audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap integritas laporan keuangan.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, PENGALAMAN KERJA DAN AKUNTABILITAS TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN  Pengaruh Kompetensi, Independensi, Pengalaman Kerja Dan Akuntabilitas Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderating (Studi Emp

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, PENGALAMAN KERJA DAN AKUNTABILITAS TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN Pengaruh Kompetensi, Independensi, Pengalaman Kerja Dan Akuntabilitas Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderating (Studi Emp

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kualitas audit; (2) Menganalisis pengaruh interaksi kompetensi dan etika auditor terhadap kualitas audit; (3) Menganalisis pengaruh independensi terhadap kualitas audit; (4) Menganalisis pengaruh interaksi independensi dan etika auditor terhadap kualitas audit; (5) Menganalisis pengaruh pengalaman kerja terhadap kualitas audit; (6) Menganalisis pengaruh interaksi pengalaman kerja dan etika auditor terhadap kualitas audit; (7) Menganalisis pengaruh akuntabilitas terhadap kualitas audit; (8) Menganalisis pengaruh interaksi akuntabilitas dan etika auditor terhadap kualitas audit.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh kompetensi dan independensi terhadap kualitas audit dengan etika auditor sebagai variabel moderating.

PENDAHULUAN Pengaruh kompetensi dan independensi terhadap kualitas audit dengan etika auditor sebagai variabel moderating.

Guna menunjang profesionalisme sebagai akuntan publik maka auditor dalam melaksanakan tugas audit harus berpedoman pada standar audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), yakni standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. Dimana standar umum merupakan cerminan kualitas pribadi yang harus dimiliki oleh seorang auditor yang mengharuskan auditor untuk memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup dalam melaksanakan prosedur audit. Sedangkan standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan mengatur auditor dalam hal pengumpulan data dan kegiatan lainnya yang dilaksanakan selama melakukan audit serta mewajibkan auditor untuk menyusun suatu laporan atas laporan keuangan yang diauditnya secara keseluruhan (Indah, 2010).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, DAN ROFESIONALISME TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN  Pengaruh Kompetensi, Independensi, Dan Profesionalisme Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik d

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, DAN ROFESIONALISME TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN Pengaruh Kompetensi, Independensi, Dan Profesionalisme Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik d

Hasil pengujian hipotesis yang kedua mendapatkan hasil bahwa independensi memiliki nilai t hitung sebesar -0,874 < 2,004 dan nilai signifikan sebesar 0,386 > 5%, sehingga H 2 ditolak, yang artinya independensi tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Hasil ini dapat dijelaskan bahwa tingkat independensi yang terlalu tinggi dapat memberikan dampak yang sebaliknya, yaitu rendahnya kualitas audit yang dihasilkan. Hal tersebut dikarenakan bebasnya auditor dari pengaruh siapapun membuat auditor bebas memutuskan apa yang akan dilakukannya, sehingga seringkali auditor bertindak kurang hati-hati, tidak memperhatikan arahan dari manajemen atau supervisor audit, atau bahkan tidak melaksanakan semua prosedur audit ketika diberikan waktu yang singkat dalam melakukan proses audit pada suatu klien.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, DAN PROFESIONALISME TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA  Pengaruh Kompetensi, Independensi, Dan Profesionalisme Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Kantor Akuntan P

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, DAN PROFESIONALISME TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA Pengaruh Kompetensi, Independensi, Dan Profesionalisme Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Kantor Akuntan P

The objectives of this research to empirically analyze the influence of competency, independency, and professionalism on audit quality, and to the influence of competency, independency, and professionalism to audit quality is moderated by auditor ethics, especially in the auditor working in KAP Surakarta and Yogyakarta.The population in this research are all auditors who worked on the KAP in Surakarta and Yogyakarta. Sampling was conducted using a purposive sampling method and number of samples of 70 respondents. Primary data collection method used is questionnaire method. The data are analyzed by using technical analyze Multiple Regression Analyze and Moderate Regression Analyze (MRA).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGALAMAN KERJA, OBYEKTIFITAS, INDEPENDENSI, KOMPETENSI, AKUNTABILITAS DAN ETIKA AUDITOR TERHADAP  Pengaruh Pengalaman Kerja, Obyektifitas, Independensi, Kompetensi, Akuntabilitas Dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Hasil Audit (Studi Kasus pada

PENGARUH PENGALAMAN KERJA, OBYEKTIFITAS, INDEPENDENSI, KOMPETENSI, AKUNTABILITAS DAN ETIKA AUDITOR TERHADAP Pengaruh Pengalaman Kerja, Obyektifitas, Independensi, Kompetensi, Akuntabilitas Dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Hasil Audit (Studi Kasus pada

Pusdiklatwas BPKP (2005), menyatakan obyektifitas sebagai bebasnya seseorang dari pengaruh pandangan subyektif pihak-pihak lain yang berkepentingan, sehingga dapat mengemukaan pendapat menurut apa adanya. Unsur perilaku yang dapat menunjang obyektifitas antara lain (1) dapat diandalkan dan dipercaya, (2) tidak merangkap sebagai panitia tender, kepanitiaan lain dan atau pekerjaan-pekerjaan lain yang merupakan tugas operasional obyek yang diperiksa, (3) Tidak berangkat tugas dengan niat untuk mencari- cari kesalahan orang lain, (4) dapat mempertahankan kriteria dan kebijaksanaan- kebijaksanaan yang resmi, serta (5) dalam bertindak maupun mengambil keputusan didasarkan atas pemikiran yang logis.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI AUDITOR, INDEPENDENSI AUDITOR,PENGALAMAN AUDITOR DAN ETIKA AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT

PENGARUH KOMPETENSI AUDITOR, INDEPENDENSI AUDITOR,PENGALAMAN AUDITOR DAN ETIKA AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT

Penulis menyadari sebagai manusia biasa dalam penelitian ini tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan akibat keterbatasan pengetahuan serta pengalaman. Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bimbingan, bantuan dan dukungan yang sangat berarti dari berbagai pihak, khususnya Ibu Nurul Hidayah, SE,Ak.,M.Si.,CA, selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan saran, waktu,bimbingan,semangat,pengetahuan dan nasehat-nasehat yang sangat bermanfaat yang telah diberikan kepada penulis. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis haturkan alhamdulillah atas kekuatan Allah SWT yang telah mencurahkan anugerahnya dan ingin berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini terutama kepada :
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Kompetensi dan Independensi terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus pada beberapa KAP di Bandung).

Pengaruh Kompetensi dan Independensi terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus pada beberapa KAP di Bandung).

Penelitian yang dilakukan oleh Libby dan Frederick (1990) dalam Kusharyanti (2003:26) menemukan bahwa auditor yang berpengalaman mempunyai pemahaman yang lebih baik atas laporan keuangan. Mereka juga mampu memberikan penjelasan yang lebih masuk akal atas kesalahan- kesalahan dalam laporan keuangan dan dapat mengelompokkan kesalahan berdasarkan pada tujuan audit dan struktur dari sistem akuntansi yang mendasari. Kemudian Tubbs (1990) dalam Kusharyanti (2003:26) berhasil menunjukkan bahwa semakin berpengalamannya seorang auditor, mereka semakin peka terhadap kesalahan penyajian laporan keuangan dan semakin memahami hal-hal yang terkait dengan kesalahan yang ditemukan tersebut.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Kompetensi, Independensi, Pengalaman, dan Etika Auditor terhadap Kualitas Audit.

Pengaruh Kompetensi, Independensi, Pengalaman, dan Etika Auditor terhadap Kualitas Audit.

Hipotesis pengujian statistik kempat menunjukkan bahwa data dari studi kasus tidak mendukung hipotesis keempat dimana etika auditor berpengaruh signifikan positif terhadap kualitas audit. Hasil analisis data pada uji t menunjukkan hasil t hitung < t tabel (1,952 < 1,9939) dan tidak signifikan pada taraf signifikansi 5% (0,055 > 0,05) sehingga H4 ditolak. Hasil tersebut dapat dilihat dari distribusi jawaban responden pada pernyataan 30 dengan jawaban tidak setuju. Bahwa pada saat melakukan pemeriksaan, terdapat auditor yang merasa kurang memiliki kepercayaan diri yang besar pada saat menghadapi berbagai kesulitan, sehingga masih ada auditor yang merasa bahwa berkualitas atau tidaknya suatu laporan audit tidak ditentukan dari rasa kepercayaan diri yang besar pada diri auditor tersebut.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects