Top PDF Pengaruh Manajerial Kepala Sekolah Dan Motivasi Berprestasi Guru Terhadap Efektifitas Mengajar Guru

Pengaruh Manajerial Kepala Sekolah Dan Motivasi Berprestasi Guru Terhadap Efektifitas Mengajar Guru

Pengaruh Manajerial Kepala Sekolah Dan Motivasi Berprestasi Guru Terhadap Efektifitas Mengajar Guru

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh manajerial kepala sekolah dan motivasi berprestasi guru terhadap efektifitas mengajar guru pada beberapa SMA Negeri di Kota Tegal. Hasil belajar siswa yang dalam penelitian ini diambil dari nilai ulangan tengah semester 1 tahun pelajaran 2009/2010 digunakan untuk membandingkan keefektifan mengajar guru. Sampel diambil secara random sebanyak 55 guru kelas X dari populasi sebanyak 120 orang. Analisis data menggunakan angket untuk mengetahui korelasi antar variabel. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) Hubungan manajerial kepala sekolah dengan efektifitas mengajar guru kuat. (2) Hubungan motivasi berprestasi guru dengan efektifitas mengajar guru kuat. (3) Hubungan manajerial kepala sekolah dan motivasi berprestasi guru dengan efektifitas mengajar guru sangat kuat. (4) Pencapaian prestasi belajar siswa yang diajar oleh guru perempuan yang berusia lebih dari empat puluh tahun dengan masa mengajar lebih dari lima tahun bidang studi yang diajar sesuai dengan latar belakang pendidikan memperoleh prestasi akademis lebih tinggi dibandingkan yang diajar oleh guru dengan karakter sebaliknya. (5) Tidak ada perbedaan keefektifan menguar guru yang nyata antara siswa yang memiliki prestasi di atas rata-rata dan siswa yang prestasinya di bawah rata- rata.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU | Sunarsi | Jurnal Administrasi Pendidikan 8032 18340 1 PB

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU | Sunarsi | Jurnal Administrasi Pendidikan 8032 18340 1 PB

Seperti halnya yang sudah disampaikan temuan dalam penelitian ini variabel Kepemimpinan Transformasinal dan motivasi berprestasi guru berpengaruh secara signifikan, namun tingkat presentasenya adalah sekitar 93%, hal ini disebabkan banyaknya faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kinerja mengajar guru dinataranya adalah hasil-hasil penelitian ini yang dilakukan sobandi menunjukkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara kemampuan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja mengajar guru pada kategori sedang (45,10%) dan sistem informasi kepegawaian terhadap kinerja mengajar guru pada kategori rendah (61,60%) dan kemampuan manajerial kepala sekolah dan system
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kontribusi Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah, Budaya Organisasi Dan Motivasi Berprestasi Guru Terhadap Kinerja Guru SD Di Gugus VIII Kecamatan Sukasada

Kontribusi Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah, Budaya Organisasi Dan Motivasi Berprestasi Guru Terhadap Kinerja Guru SD Di Gugus VIII Kecamatan Sukasada

Kinerja guru adalah usaha tertinggi yang dilakukaan oleh guru dalam dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai guru, dalam upayan mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Kinerja guru yang baik menurut Sahertian (1995) adalah : (1) guru dapat melayani pembelajaran secara individual maupun kelompok, (2) mampu memilih dan menggunakan media pembelajaran yang memudahkan siswa belajar, (3) mampu merencanakan dan menyusun persiapan pembelajaran (4) mengikut sertakan peserta didik dalam berbagai pengalaman belajar, dan (5) guru menempatkan diri sebagai pemimpin yang aktif bagi peserta didik.Supriadi (2001) mengatakan untuk menjadi professional seorang guru dituntut memiliki lima hal , yaitu : (1) guru memiliki komitmen yang tinggi pada siswa dan proses pembelajaran, (2) guru memiliki pengetahuan yang mendalam tentang materi yang diajarkan, (3) guru memiliki tanggungjawab terhadap pemantauan hasil belajar, (4) guru berpikir sistematis tentang apa yang diajarkan dan selalu belajar dari pengalaman, dan (5) guru menjadi bagian dari masyarakat belajar dilingkungan profesinya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Motivasi Guru dan Persepsi Guru terhadap Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru SMA Negeri di Pulau Batam

Pengaruh Motivasi Guru dan Persepsi Guru terhadap Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru SMA Negeri di Pulau Batam

Kemampuan manajerial kepala sekolah merupakan kecakapan (skills) yang dimiliki oleh seorang kepala sekolah dalam melaksanakan tugas pengelolaan terhadap seluruh sumber daya yang ada di sekolahnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditatapkan. Kemampuan manajerial kepala sekolah erat kaitannya dengan tugas dan tanggung jawabnya, baik sebagai administrator maupun supervisor di sekolah yang dipimpinnya. Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah tersebut dapat mencakup implementasi kegiatan atau pelaksanaan fungsi-fungsi manajerial, baik perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, maupun pengawasan terhadap seluruh bidang garapan lembaga sekolah yang bersangkutan. Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut, kepala sekolah dituntut menguasai sejumlah kecakapan atau kemampuan manajerial. Kemampuan yang harus dimiliki oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugas pengelolaan di sekolah dapat mencakup kemampuan teknis, kemampuan hubungan manusia, dan kemampuan konseptual. Kemampuan manajerial yang dimiliki oleh seorang kepala sekolah dalam mengelola institusinya secara keseluruhan, akan turut menentukan kinerja guru di sekolah yang bersangkutan.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN DISIPLIN KERJA GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI KECAMATAN SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG.

PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN DISIPLIN KERJA GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI KECAMATAN SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG.

ini identitas responden dapat diketahui melalui 3 (tiga) indikator yang meliputi jenis kelamin, status kepegawaian, dan pendidikan. Gambaran responden dimaksudkan untuk mengetahui lebih jauh keadaan responden yaitu guru SDN Sukasari, SDN Margaluyu, SDN Mulyasari, SDN Puncak, SDN Sukamulya, SDN Genteng, SDN Manglayang I, SDN Manglayang II, SDN Padasuka, SDN Neglasari, dan SDN Nanggerang di Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Keadaan responden berdasarkan jenis kelamin dapat diketahui bahwa responden laki-laki dan wanita berimbang jumlahnya, yaitu 45 responden laki-laki (54,9 %) dan 37 responden perempuan (45,1 %). Kemudian setelah data di kelompokkan berdasarkan jenis kelamin, untuk mengetahui perbedaan tingkat kinerja mengajar guru laki-laki dan perempuan diperoleh skor rata-rata (mean) variabel kinerja mengajar guru untuk kelompok guru laki-laki sebesar 60,07 dan kelompok guru perempuan sebesar 60,68. Jadi hasilnya kelompok guru perempuan lebih tinggi dari kelompok guru laki-laki. Angka ini menggambarkan bahwa kinerja mengajar guru perempuan lebih tinggi dibanding dengan guru laki-laki. Temuan ini sejalan dengan pendapat Sopiah (2008: 14) bahwa “Karyawan wanita memiliki sejumlah kelebihan dibanding karyawan laki-laki. Karyawan wanita cenderung lebih rajin, disiplin, teliti dan sa bar”. Pendekatan psikologi menyatakan bahwa wanita lebih patuh pada aturan dan otoritas. Sedangkan laki-laki lebih agresif, sehingga lebih besar kemungkinan mencapai sukses walaupun perbedaan ini terbukti sangat kecil.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PERAN PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PROFESIONALISME GURU SD NEGERI   Peran Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Berprestasi Terhadap Profesionalisme Guru SD Negeri Se-Kecamata

PERAN PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PROFESIONALISME GURU SD NEGERI Peran Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Berprestasi Terhadap Profesionalisme Guru SD Negeri Se-Kecamata

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) persepsi guru tentang kepemimpinan Kepala Sekolah mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme guru SD Negeri se-Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang pada taraf signifikansi 5%; 2) motivasi berprestasi guru mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme guru SD Negeri se- Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang pada taraf signifikansi 5%; dan 3) persepsi guru tentang kepemimpinan Kepala Sekolah dan motivasi berprestasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme guru SD Negeri se-Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang pada taraf signifikansi 5%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH MADRASAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU MADRASAH ALIYAH DI KABUPATEN SUMEDANG.

KONTRIBUSI KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH MADRASAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU MADRASAH ALIYAH DI KABUPATEN SUMEDANG.

Hal ini diperkuat Koontz, “Kepemimpinan adalah sebagai pengaruh, seni atau proses mepengaruhi orang-orang sehingga mereka mau berjuang bekerja secara sukarela dan penuh antusias ke arah ketercapaian tujuan kelompok” (Burhanuddin, 1984: 62). Lebih lanjut, Siagian (2002: 62), mengemukakan “Kepemimpinan memainkan peranan yang dominan, krusial, dan kritikal dalam keseluruhan upaya untuk meningkatkan produktivitas kerja, baik pada tingkat individual, pada tingkat kelompok, dan pada tingkat organisasi”. Nanang Fattah mengungkapkan, “Praktik manajerial adalah kegiatan yang dilakukan oleh manajer. Kegiatan ini meliputi banyak aspek, namun aspek utama dan esensial adalah perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengawasan” (Fattah, 2000: 13).
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Insentif terhadap Motivasi Berprestasi Guru

Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Insentif terhadap Motivasi Berprestasi Guru

Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan insentif terhadap prestasi guru di SMP Negeri 1 Payakumbuh. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan korelasi. Populasinya adalah guru-guru di SMP Negeri 1 Payakumbuh. Pengambilan sampel dilakukan dengan purpose sampling. Data penelitian berupa pengamatan terhadap perilaku kepala sekolah terhadap guru. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat kontribusi antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru di SMP Negeri 1 Payakumbuh sebesar 8,10% dan adanya kontribusi antara insentif dengan prestasi guru di SMP Negeri 1 Payakumbuh sebesar 7,60%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan insentif terhadap prestasi guru di SMP Negeri 1 Payakumbuh. Kata kunci : kepemimpinan kepala sekolah, insentif, motivasi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dalam Membina Disiplin Mengajar Guru SMA

Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dalam Membina Disiplin Mengajar Guru SMA

Kedua, kepala sekolah SMA Negeri 8 Bengkulu Selatan telah melakukan kegiatan yang berkenaan dengan keterampilan membina guru untuk melaksanakan pembelajaran, yaitu: 1) membuka pembelajaran, kegiatan ini meliputiMembimbing / memberi saran guru dalam membuka pembelajaran dilaksanakan di sekolah dalam rapat koordinasi dan pada saat guru membuat perencaan pembelajaran di awal semester ganjil dan genap yang dilakukan secara Tim yang terdiri dari para guru yang serumpun dan sesama mata pelajaran yang tergabung dalam kelompok MGMP, dengan tujuan agar dalam dalam membuka pembelajaran selalu memberi apersepsi dan motivasi agar dalam proses kegiatan belajar mengajar siswa dapat termotivasi dan mudah memahami materi pembelajaran dengan baik. 2) menyajikan materi pembelajaran, kegiatan ini meliputiMembimbing menyajikan materi pembelajaran dilaksanakan di sekolah dalam rapat pembinbaan guru oleh kepala sekolah pada saat guru membuat
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah dan Iklim Organisasi terhadap Kinerja Mengajar Guru

Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah dan Iklim Organisasi terhadap Kinerja Mengajar Guru

Secara eksplisit dinyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran di dalam kelas adalah kompetensi guru, metode pembelajaran yang di pakai, kurikulum, sarana dan prasarana, serta lingkungan pembelajaran baik lingkungan alam, (psiko) sosial dan budaya (Depdikbud, 1994). Dapat diartikan disini bahwa lingkungan sosial pembelajaran di kelas maupun di sekolah (kantor, guru dan staf tata usaha) mempunyai pengaruh baik langsung maupun tak langsung terhadap proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kinerja Manajerial Kepala Sekolah, Kinerja Mengajar Guru Dan Mutu Sekolah Dasar

Kinerja Manajerial Kepala Sekolah, Kinerja Mengajar Guru Dan Mutu Sekolah Dasar

Sekolah merupakan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Namun, tidak semua sekolah memiliki mutu yang tinggi untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara fenomena empiris dengan teori yang berlaku. Penelitian bertujuan mendeskripsikan dan menganalisa pengaruh dari kinerja manajerial kepala sekolah dan kinerja mengajar guru terhadap mutu sekolah dasar negeri di Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan pengumpulan data dengan kuisioner. Objek penelitian adalah guru dan kepala sekolah dasar di Kota Bandung yang berjumlah 397 guru dan 33 kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan, secara parsial maupun bersama-sama keduanya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap mutu sekolah. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu para kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja manajerialnya, khususnya dalam kemampuan pengambilan keputusan yang tepat, dan para guru bisa memperbaiki kinerja mengajarnya dengan menambah pengetahuan, wawasan, dan keilmuannya, khususnya dalam pelaksanaan proses belajar mengajar guna mewujudkan pembelajaran yang efektif.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN PERSEPSI GURU TERHADAP KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DENGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SMA KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.

HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN PERSEPSI GURU TERHADAP KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DENGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SMA KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.

Di samping dengan keahliannya, sosok profesional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Guru profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa, negara, dan agamanya. Guru profesional mempunyai tanggung jawab pribadi, sosial, intelektual, moral, dan spiritual. Tanggung jawab pribadi yang mandiri yang mampu memahami dirinya. Tanggung jawab sosial diwujudkan melalui kompetensi guru dalam memahami dirinya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sosial serta memiliki kemampuan interaktif yang efektif. Tanggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaaan berbagai perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang tugas-tugasnya. Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui penampilan guru sebagai makhluk yang beragama yang perilakunya senantiasa tidak menyimpang dari norma-norma agama dam moral.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Kontribusi Supervisi Akademik, Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah, Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Guru SMA Negeri Di Kabupaten Tabanan

Kontribusi Supervisi Akademik, Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah, Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Guru SMA Negeri Di Kabupaten Tabanan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi (1) supervisi akademik terhadap kinerja guru, (2) kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru, (3) motivasi berprestasi terhadap kinerja guru, dan (4) secara bersama-sama antara supervisi akademik, kompetensi manajerial kepala sekolah, dan motivasi berprestasi terhadap kinerja guru SMA Negeri di Kabupaten Tabanan. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMA Negeri di Kabupaten Tabanan sebanyak 650 orang dan 227 orang diambil sebagai sampel penelitian dengan teknik proporsional random sampling. Penelitian ini menggunakan rancangan ex-post facto. Data dikumpulkan dengan kuesioner kemudian dianalisis dengan regresi sederhana, regresi ganda, korelasi parsial dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) supervisi akademik berkontribusi 48,90% terhadap kinerja guru dengan sumbangan efektif sebesar 19,10%, (2) kompetensi manajerial kepala sekolah berkontribusi 46,40% terhadap kinerja guru dengan sumbangan efektif sebesar 17,60%, (3) motivasi berprestasi berkontribusi 47,60% terhadap kinerja guru dengan sumbangan efektif 22,40%, dan (4) secara bersama-sama supervisi akademik, kompetensi manajerial kepala sekolah, dan motivasi berprestasi berkontribusi terhadap kinerja guru SMA Negeri di Kabupaten Tabanan dengan determinan sebesar 59,10%. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa: supervisi akademik, kompetensi manajerial kepala sekolah , dan motivasi berprestasi berkontribusi terhadap kinerja guru SMA Negeri di Kabupaten Tabanan secara terpisah maupun simultan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah dan Budaya Kerja Guru Terhadap Kompetensi Guru

Pengaruh Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah dan Budaya Kerja Guru Terhadap Kompetensi Guru

Budaya kerja mencerminkan bagaimana/seperti apa perilaku para pekerja dalam bekerja. Pekerjaan para guru adalah memberi layanan pembelajaran kepada para siswa. Kompetensi guru akan mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar, yang berujung pada peningkatan mutu pendidikan. Guru merupakan tenaga pendidik yang mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Tugas guru tidak ringan karena harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai standar kompetensi tertentu serta norma dan nilai-nilai yang berlaku. Kualifikasi kompetensi yang harus dimiliki pendidik adalah kompetensi sebagai agen pembelajaran, yakni kemampuan pendidik untuk berperan sebagai fasilitator, motivator, pemacu dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik. Kompetensi ini terdiri atas (a) kompetensi pedagogic, (b) kompetensi kepribadian, (c) kompetensi professional dan (d) kompetensi sosial ( Herlina, Syarifudin & Kartika, 2019) .
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kontribusi Gaya Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Berprestasi Guru Dan Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru

Kontribusi Gaya Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Berprestasi Guru Dan Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru

Guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan, sebab inti dari kegiatan pen- didikan adalah belajar mengajar yang memerlukan peran dari guru di dalamnya. Begitu pentingnya peran guru dalam mentransformasikan input-input pendidikan sampai banyak pakar menyatakan bahwa di sekolah tidak akan ada perubahan atau peningkatan kualitas tanpa adanya per- ubahan dan peningkatan kualitas guru. Sayangnya dalam kultur masyarakat Indonesia sampai saat ini pekerjaan guru masih cukup tertutup. Bahkan atasan guru seperti kepala sekolah dan pengawas sekalipun tidak mudah untuk mendapatkan data dan mengamati realitas keseharian performance guru di hadapan peserta didik. Memang program kunjungan kelas oleh kepala sekolah atau pengawas tidak mungkin ditolak oleh guru. Akan tetapi tidak jarang terjadi guru berusaha menampakkan kinerja terbaiknya baik pada aspek perencanaan maupun pelaksanaan pem- belajaran hanya pada saat dikunjungi. Selanjutnya ia akan kembali bekerja seperti sedia kala, kadang tanpa persiapan yang matang serta tanpa semangat dan antu- siasme yang tinggi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Profesionalisme Guru Smk Bismen Di Kota Tegal

Pengaruh Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Profesionalisme Guru Smk Bismen Di Kota Tegal

Beni Habibi 194 yang dikehendaki, yaitu bahwa kepala sekolah yang profesional dalam melaksanakan tugasnya prestasinya akan meningkat, karena melaksanakan tugas sesuai dengan keahliannya yang pada gilirannya dapat meningkatkan profesinalitas guru dan mutu pendidkan. Kepala sekolah selaku manajerial yang baik akan senantiasa bekerja keras untuk mengatasi segala permasalahan yang dihadapi dengan harapan mencapai kinerja yang lebih baik. Tuntutan guru profesional ini akan meningkatkan profesionalismenya yang berujung pada peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan, ini juga merupakan sebuah tantangan dan antisipasi menghadapi globalisasi bahwa guru harus profesional.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI KECAMATAN KERTASARI KABUPATEN BANDUNG - repository UPI T ADP 1009555 Title

PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI KECAMATAN KERTASARI KABUPATEN BANDUNG - repository UPI T ADP 1009555 Title

PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI KECAMATAN KERTASARI KABUPATEN BANDUNG TESIS Diajukan untuk Memenuhi Sebagian da[r]

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Motivasi Berprestasi Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Manajerial Kepala Sekolah

Pengaruh Motivasi Berprestasi Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Manajerial Kepala Sekolah

Adapun dimensi motivasi berprestasi kepala sekolah yang dipakai dalam penelitian ini adalah: 1) Keinginan berprestasi unggul, 2) Berorientasi kemandirian dan bukan untung- untungan (gamebling), 3) Pola pikir berorientasi ke depan, 4) Bersemangat, bekerja keras dan pantang menyerah, 5) Menyukai pekerjaan yang menantang, 6) Keinginan mengetahui umpan balik segera, 7) Susah jika gagal dalam pekerjaan, 8) Praktis, optimis dan berani, 9) Kesukaan terhadap situasi pekerjaan yang menuntut tanggung jawab. (Luthans 2006 dan Kamars 2005)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kontribusi Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah, Motivasi Guru, dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar

Kontribusi Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah, Motivasi Guru, dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada pengaruh kemampuan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru memperlihatkan bahwa seorang Kepala sekolah sangat penting memiliki kemampuan manajerial seperti mengarahkan, mengembangkan orang lain, kerjasama, dan mampu menjadi seorang pemimpin yang baik. Hal tersebut didukung oleh Manfred Strombach (Mitrani, 1995: 27) bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi di lingkungan sekolah harus mampu mengembangkan warga sekolah khususnya para guru dan pegawai. Pengembangan orang lain yang dimaksud berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan tindakan efektif guna meningkatkan ketrampilan dan bakat orang lain.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kontribusi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kinerja Mengajar Guru

Kontribusi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kinerja Mengajar Guru

Oleh karena itu, sub variabel melaksanakan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah harus ditingkatkan lagi agar guru lebih mudah memahami kurikulum dan mengatasi problema yang dialami siswa. Hal ini membuktikan bahwa supervisi yang dilakukan kepala sekolah memberikan pengaruh terhadap pemahaman guru tentang kurikulum yang diterapkan dan mengatasi problema yang dialami siswa. Sementara itu skor rata-rata indikator membimbing guru dalam pelaksanaan kurikulum sekolah bila dibandingkan dengan indikator lain memiliki skor rata-rata rendah. Rendahnya skor rata-rata indikator membimbing guru dalam pelaksanaan kurikulum menunjukkan peran kepala sekolah yang belum optimal. Oleh sebab itu kepala sekolah sebagai supervisor pengajaran di sekolah harus meningkatkan lagi perannya dalam membimbing guru agar guru lebih mudah memahami dan menerapkan
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects