Top PDF PENGENDALIAN BAHAYA KEBAKARAN MELALUI OP

PENGENDALIAN BAHAYA KEBAKARAN MELALUI OP

PENGENDALIAN BAHAYA KEBAKARAN MELALUI OP

Terjadinya bencana kebakaran di kota kota besar di Indonesia terutama dikawasan perumahan jumlahnya meningkat dengan cukup cepat. Kawasan perumahan yang tingkat kepadatan penduduknya tinggi dan jarak antar rumah yang cukup rapat, merupakan salah satu tempat yang sering mendapat bencana tersebut. Penataan lahan perumahan yang mendukung terhadap pengendalian bencana kebakaran dirasa sangat diperlukan. Penelitian ini akan mengkaji undang undang dan peraturan pemerintah lainnya serta standar nasional Indonesia yang terkait dengan pengelolaan kawasan perumahan dan bencana kebakaran. Perbandingan tata kelola lahan perumahan dengan negara lainnya juga ditampilkan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas. Selanjutnya juga diberikan rekomendasi agar pengelolaan tata lahan perumahan dapat mendukung terhadap pengendalian bahaya kebakaran.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

POTENSI BAHAYA KEBAKARAN DAN LEDAKAN PAD

POTENSI BAHAYA KEBAKARAN DAN LEDAKAN PAD

Tangki timbun BBM jenis Premium di Depot X memiliki risiko kebakaran dan ledakan karena Premium bersifat sangat mudah terbakar. Oleh karena itu, sebagai dasar upaya pengendalian risiko terhadap bahaya kebakaran dan ledakan, serta dalam upaya memenuhi tuntutan hukum, diperlukan penilaian terhadap potensi bahaya kebakaran dan ledakan pada tangki timbun Premium di Depot X. Penelitian ini menggunakan metode Dow’s Fire and Explosion Index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F&EI pada tangki Premium adalah sebesar 118,82 sehingga masuk dalam klasifikasi tingkat bahaya intermediate.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pencegahan dan pengendalian terhadap bahaya kebakaran di pt. Pertamina ep region jawa field cepu jawa tengah toto

Pencegahan dan pengendalian terhadap bahaya kebakaran di pt. Pertamina ep region jawa field cepu jawa tengah toto

Untuk tindakan kadaan darurat PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu sudah menyediakan jalur atau pintu darurat khususnya dikantor, apabila ada bahaya kebakaran maka suara sirine akan berbunyi untuk menandakan kalau ada kebakaran. Untuk pekerja yang berada pada tempat terjadinya kebakaran agar melakukan upaya penyelamatan diri dengan menjauh dari sumber kebakaran keluar melalui pintu darurat yang ada dengan mengikuti arah dan mendekat atau berkumpul di Muster Point . Setelah itu akan ada Tim Penanggulangan Keadaan Darurat datang untuk mengevakuasi dan membawa semua pekerja ke Muster Area .
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN SEBAGAI ANTISIPASI DINI TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN DI PUSDIKLAT MIGAS CEPU

UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN SEBAGAI ANTISIPASI DINI TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN DI PUSDIKLAT MIGAS CEPU

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang selanjutnya disebut system manajemen K3 sesuai yang tertuang didalam Permenaker RI No. Per. 05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen K3 merupakan bagian dari sistem manajemen organisasi secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja untuk mencuiptakan tempat kerja yang aman, efisien dan produktif (Tarwaka, 2008).

65 Baca lebih lajut

Pengumuman Pengadaan Alat alat Pemadam Kebakaran

Pengumuman Pengadaan Alat alat Pemadam Kebakaran

Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran, Pekerjaan Pengadaan Alat-alat Pemadam Kebakaran pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Tegal akan melaksanakan Pemilihan Langsung dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan konstruksi secara elektronik sebagai berikut:

1 Baca lebih lajut

Buku Panduan Pengendalian Kebakaran Huta

Buku Panduan Pengendalian Kebakaran Huta

WI-IP bekerjasama dengan WHC melalui Proyek CCFPI (Climate Change, Forest and Peatland Indonesia) yang didanai oleh CIDA (Canadian Internasional Development Agency) antara tahun 2002-2004 memberikan sejumlah dana hibah kepada kelompok masyarakat untuk kegiatan konservasi di lahan gambut, kegiatan ini diberi nama Small Grant Funds. Setelah melalui beberapa tahap (Sosialisasi, pengajuan proposal, seleksi administrasi dan verifikasi di lapangan) maka ditetapkan kelompok pemenang small grant diantaranya yaitu Kelompok Masyarakat Desa Jebus (Kelompok Tani Suka Maju) yang berjumlah 16 orang Kepala Keluarga. Desa Jebus terletak di Kecamatan Kumpe Hilir Kabupaten Muaro Jambi yang merupakan salah satu desa penyangga Taman Nasional Berbak. Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah bertani dan nelayan. Namun bentuk lahan pertanian penduduk tidak menguntungkan yakni pada musim hujan selalu terendam dan pada musim kemarau tidak dapat diari. Dengan kondisi ini banyak masyarakat mencari usaha tambahan lain misalnya dengan cara berkayu. Bentuk usaha yang akan dikembangkan oleh kelompok tani ini adalah usaha peternakan ayam kampung. Sebagai kompensasinya kelompok akan menanam dan merawat sejumlah pohon/tanaman keras di area gambut di seberang desa dan ikut berperan aktif dalam rangka menanggulangi bahaya kebakaran yang terjadi di lahan gambut dekat desa mereka. Pelaksanaan sistem
Baca lebih lanjut

179 Baca lebih lajut

616 Kisi Teknik Furnitur

616 Kisi Teknik Furnitur

pengendalian Bahan Furnitur pengendalian Bahan Furnitur terhadap bahaya kebakaran 52 Profesional Mengorganisasi Rekayasa dan Pemodelan Furnitur Mengorganisasi Rekayasa dan Pemodelan Fu[r]

10 Baca lebih lajut

MAGANG TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. INDO ACIDATAMA. Tbk. KEMIRI, KEBAKKRAMAT, KARANGANYAR

MAGANG TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. INDO ACIDATAMA. Tbk. KEMIRI, KEBAKKRAMAT, KARANGANYAR

PT. Indo Acidatama. Tbk. Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar sadar akan besarnya potensi dan faktor bahaya kebakaran di lingkungan kerja mereka, karena perusahaan ini bergerak dalam bidang industri kimia berbahaya dan ada banyak berbagai bahan yang sangat berpotensi menimbulkan kebakaran serta peledakan, maka dilakukan upaya pengendalian secara dini atau upaya preventif dengan mewajibkan dan mengikutsertakan semua karyawan dan Security untuk ikut berpartisipasi dalam upaya mengamankan, menyelamatkan, mencegah dan menjaga aset perusahaan dari bahaya kebakaran. Pelatihan pemadaman kebakaran dilakukan minimal 2 minggu sekali atau setiap saat tergantung kondisi lingkungan kerja dan kondisi karyawan dengan anggota semua karyawan dan pada 1 kali pelatihan terdiri dari 10 orang dan dikoordinir oleh Safety Unit.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Implementasi Pre Fire Planning Pada Tank 38t-105 Di Pt Pertamina (Persero) Refinery Unit Iv Cilacap, Jawa Tengah bab 1

Implementasi Pre Fire Planning Pada Tank 38t-105 Di Pt Pertamina (Persero) Refinery Unit Iv Cilacap, Jawa Tengah bab 1

1. Bagaimana pengendalian risiko pada bahaya kebakaran di PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap dalam pencegahan dan penanggulangan api yang digunakan untuk sistem proteksi kebakaran. 2. Bagaimana implementasi Pre Fire Planning pada tanki di PT Pertamina

7 Baca lebih lajut

op 038i kebakaran hutan di indonesia penyebab biaya dan implikasi kebijakan

op 038i kebakaran hutan di indonesia penyebab biaya dan implikasi kebijakan

LSM nasional dan internasional, badan-badan yang memberikan bantuan dan media telah menggunakan angka estimasi biaya kebakaran hutan 1997/98 untuk menekankan keparahan ‘masalah kebakaran hutan,’ kebutuhan akan tindakan pemerintah untuk mencegah timbulnya kebakaran hutan selanjutnya dan mengendalikannya. Kebijakan yang direkomendasikan sangat bervariasi dan menyangkut sektor-sektor kehutanan dan pertanian, termasuk perkebunan kelapa sawit dan HTI, begitu juga perkebunan rakyat. Kebijakan- kebijakan ini meliputi pelarangan atau pembekuan konversi hutan sampai ke perbaikan kebijakan alokasi lahan dan prosedur pengendalian kebakaran hutan telah tersedia, dengan adopsi pengurangan dampak kegiatan pembalakan, memperkokoh peraturan dan hukuman bagi yang membuka lahan di perkebunan dengan cara membakar lahan dan rasionalisasi tata guna lahan yang melibatkan masyarakat untuk mengembangkan konsensus tata guna lahan dan menetapkan tanggung jawab dan komitmen masyarakat (BAPPENAS- ADB 1999; Barber dan Schweithelm 2000; Applegate dkk. 2001; Glover 2001; Qadri 2001; Siegert dkk. 2001).
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PENGENALAN DAN PENGENDALIAN   BAHAYA

PENGENALAN DAN PENGENDALIAN BAHAYA

MENILAI BAHAYA Merupakan kegiatan dalam melakukan assessment atau analisis terhadap hasil rekognisi sehigga dapat ditentukan apakah suatu lingkungan kerja berbahaya atau tidak terhadap[r]

44 Baca lebih lajut

Pengendalian Bahaya (Revised)

Pengendalian Bahaya (Revised)

Moderate Engineering Control 50% you are reducing hazard controlling hazard Hazard controlled through isolation using an engineering measure Moderate Administrative Control [r]

54 Baca lebih lajut

BAB VI KERANGKA KELEMBAGAAN DAN REGULASI KOTA SURAKARTA - DOCRPIJM 15039819316  BAB VI Kerangka Kelembagaan dan Regulasi Kota Surakarta edit

BAB VI KERANGKA KELEMBAGAAN DAN REGULASI KOTA SURAKARTA - DOCRPIJM 15039819316 BAB VI Kerangka Kelembagaan dan Regulasi Kota Surakarta edit

3) Penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang lingkungan hidup yang meliputi Tata Lingkungan, Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Ruang Terbuka Hijau dan Pertamanan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, penataan hukum dan pengembangan kapasitas lingkungan 4) Pembinaan jabatan fungsional

25 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI DAN STRATEGI BAHAYA KIMIA AKIBAT KEBAKARAN

IDENTIFIKASI DAN STRATEGI BAHAYA KIMIA AKIBAT KEBAKARAN

Prevention Strategy • Flammable and Combustible Materials – Materials that contribute to a flammable liquid fire should not be stored with flammable liquids... Prevention Strategy • [r]

43 Baca lebih lajut

PERDA 8 2010.doc

PERDA 8 2010.doc

Sebagai konsekuensi logis dari terus bertambahnya jumlah penduduk, berakibat kepada semakin padatnya keadaan bangunan khususnya di lingkungan perkotaan. Semakin padatnya kondisi bangunan yang ada akan semakin riskan pula terhadap terjadinya bahaya kebakaran yang dapat menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda yang tidak sedikit.

1 Baca lebih lajut

Nur Ahmad Zulfasani bab5

Nur Ahmad Zulfasani bab5

Dasar pendekatan diantaranya dengan sistem tata ruang yang memudahkan dalam perlindungan terhadap kebakaran, optimalisasi sistem perlindungan terhadap pencegahan kebakaran, sistem perlindungan bahaya kebakaran yang terintegrasi terhadap sistem lain sehingga memudahkan dalam antisipasi, pencegahan dan pemadaman kebakaran. Sistem ini meliputi:

9 Baca lebih lajut

Materi Fire Modeling Wahyu Sujatmiko versi 20 11 2012

Materi Fire Modeling Wahyu Sujatmiko versi 20 11 2012

SFPE [2000] : model kebakaran = suatu prosedur fisika atau matematika yang terkait dengan prinsip-prinsip rekayasa dan ilmiah dalam penganalisaan kebakaran dan efek kebakaran untuk mensimulasi atau memprediksi karakteristik kebakaran dan kondisi lingkungan kebakaran.

11 Baca lebih lajut

Wangsajaya's Weblog | Semangat berbagi untuk peningkatan kompetensi para siswa, guru dan masyarakat umum. Salam sukses dan tetap semangat

Wangsajaya's Weblog | Semangat berbagi untuk peningkatan kompetensi para siswa, guru dan masyarakat umum. Salam sukses dan tetap semangat

y Je n is ba h a y a antara lain mencakup bahaya y p y geologi (geological hazards), bahaya hidrometeorologi (hydrom et eorological hazards), bahaya biologi (biological hazards), bahaya teknologi (t echnological hazards), dan penurunan kualitas lingkungan

5 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO (IBPR) PADA AKTIVITAS COAL HAULING SITE SEKAYAN DI PT PESONA KHATULISTIWA NUSANTARA KALIMANTAN TIMUR.

IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO (IBPR) PADA AKTIVITAS COAL HAULING SITE SEKAYAN DI PT PESONA KHATULISTIWA NUSANTARA KALIMANTAN TIMUR.

Simpulan : Prosedur Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Hauling yang ada di PT Pesona Khatulistiwa Nusantara meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko (analisa dan evaluasi risiko), pengendalian risiko, komunikasi dan konsultasi, pemantauan dan tinjauan ulang. Penerapan Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Hauling yang ada di PT Pesona Khatulistiwa Nusantara belum sesuai dengan Prosedur Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko (IBPR) (Pro-09-ALL-EHS) karena belum melibatkan semua pihak dalam hal ini belum melibatkan pekerja yang terlibat langsung dalam pekerjaan tersebut baik dalam identifikasi bahaya maupun penilaian risiko dan belum dikomunikasikan sepenuhnya kepada semua pihak yang terkait.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

5.1.  Zoning  SEKOLAH PENDIDIKAN DASAR TERPADU DI SURAKARTA.

5.1. Zoning SEKOLAH PENDIDIKAN DASAR TERPADU DI SURAKARTA.

Kebakaran Untuk sistem pengaman terhadap bahaya kebakaran dilakukan dengan menyediakan : - Hidran pada titik-titik strategis dalam site - Sprinkler dalam bangunan yang dipasang pada[r]

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...