Top PDF PERAN POLITIK PERS MAHASISWA TAHUN 19982008(Studi Pada Lembaga Pers Mahasiswa di Kota Malang)

PERAN POLITIK PERS MAHASISWA TAHUN 19982008(Studi Pada Lembaga Pers Mahasiswa di Kota Malang)

PERAN POLITIK PERS MAHASISWA TAHUN 19982008(Studi Pada Lembaga Pers Mahasiswa di Kota Malang)

Pers Mahasiswa di kota Malang mempunyai sejarah dalam memainkan peranannya menjaga stabilitas dan kondisi pers mahasiswa sebelum reformasi 1998. Saat itu kondisi pers mahasiswa dalam melakukan peran dan fungsinya mengalami kendala dari letak geografis. Sehingga akses Informasi yang diterima oleh mereka sering terjadi keterlambatan. Terlebih lagi dari pihak pemerintah memberlakukan Normalisasi Kehidupan kampus/ Badan Koordinasi Kampus (NKK/BKK), hal ini membuat pihak kampus melakukan pengawasan terhadap aktivitas pers mahasiswa. Oleh karenanya, pers mahasiswa juga mengambil sikap hati-hati dan terkadang melakukan perlawanan dengan mengkritisi melewati media yang ada terhadap segala kebijakan yang dikeluarkan oleh birokrasi.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Mengharap Pers Mahasiswa

Mengharap Pers Mahasiswa

Tinggi  Ilmu  Komunikasi  (ASPIKOM).  Penulis  buku  Bonek  :  Komunitas  Suporter  Pertama  dan  terbesar  di  Indonesia,  Menyulap  Kekalahan  :  Operasi  Militer  Amerika  dalam  Film  Hollywood,  Jurnalisme  Penyiaran  dan  Reportase  Televisi,  Komunikasi  Politik  :  Teori,  Aplikasi  dan  Strategi  di  Indonesia,  Komunikasi  Multikultur  :  Melihat  Multikulturalisme  dalam  Genggaman  Media  dan  beberapa  buku yang lain. Bukunya yang akan terbit tengah tahun ini berjudul Manajemen  Media.  

3 Baca lebih lajut

PERAN POLITIK MAHASISWA Studi Kasus Liga

PERAN POLITIK MAHASISWA Studi Kasus Liga

Setelah 16 tahun reformasi, yang dinilai hanya melahirkan demokrasi prosedural karena tidak berimbas pada kesejahteraan rakyat banyak, kini menjadi tantangan berat yang harus diselesaikan oleh mahasiswa dengan solusi berbeda dari pola pikir mainstream yang ada. Selain tantangan eksternal tadi, mahasiswa pun mempunyai tantangan secara internal, yakni gaya hidup yang bertentangan dengan nilai kepribadian bangsa sudah semakin dalam mengakar di tengah budaya organisasi yang berpura-pura ideal. Sehingga tak dapat ditawar lagi, bahwa hal terpenting yang harus dilakukan sekarang adalah mewujudkan gerakan perubahan baru dan maju
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERAN BERITA POLITIK DALAM SURAT KABAR PIKIRAN RAKYAT TERHADAP PENGETAHUAN POLITIK MAHASISWA ILMU SOSIAL SE-KOTA BANDUNG :Studi Kasus Berita Politik Seputar Partai Politik dan Pemilu dalam Pikiran Rakyat Tanggal Terbit 10-21 Maret :.

PERAN BERITA POLITIK DALAM SURAT KABAR PIKIRAN RAKYAT TERHADAP PENGETAHUAN POLITIK MAHASISWA ILMU SOSIAL SE-KOTA BANDUNG :Studi Kasus Berita Politik Seputar Partai Politik dan Pemilu dalam Pikiran Rakyat Tanggal Terbit 10-21 Maret :.

Antara kehidupan politik dengan media terjalin hubungan yang saling membutuhkan dan mempengaruhi bahkan dapat menguntungkan. Media massa mampu membentuk pendapat umum dan mampu mempengaruhi pendapat masyarakat terhadap peristiwa atau isu-isu politik yang sedang terjadi atau berkembang. Media massa bergantung pada sistem pers, dan sistem pers itu juga bergantung pada sistem politik yang ada atau berlaku di suatu negara. Maka dari itu media massa dalam memberikan informasi untuk masyarakat atau dalam penyampaian pesan dalam sebuah peristiwa yang terjadi, media massa dalam hal ini surat kabar harus berada dalam lingkaran regulasi atau aturan yang berlaku dan ditetapkan oleh negara yang bersangkutan.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Pendidikan Politik Peran Mahasiswa dalam

Pendidikan Politik Peran Mahasiswa dalam

Setelah Orde Baru atau pemerintahan Soeharto berhenti dari kursi pemerintahannya pada 1998 yang kemudian diambil alih oleh BJ Habibie, sejak itulah Indonesia mulai memasuki era reformasi. Dan baru berjalan 13 bulan, pemerintah melaksanakan pemilu ke-8 atas desakan publik, yaitu pada tahun 1999. Pada pemilu kali ini, turut sebagai peserta yaitu 48 partai politik. Jumlah yang sangat besar ketika dibandingkan pada pemilu sebelumnya ini dimungkinkan karena adanya kebebasan mendirikan partai politik. (Suprihatini, 2008:46-48)
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERAN GMNI DALAM MELAKUKAN PENDIDIKAN POLITIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN POLITIK MAHASISWA.

PERAN GMNI DALAM MELAKUKAN PENDIDIKAN POLITIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN POLITIK MAHASISWA.

Mahasiswa merupakan sebuah status yang disandang seseorang ketika ia menjalani pendidikan formal pada sebuah perguruan tinggi. Seseorang dapat dikatakan sebagai seorang mahasiswa apabila ia tercatat sebagai mahasiswa secara administrasi sebuah perguruan tinggi yang tentunya mengikuti kegiatan belajar dan mengajar serta kegiatan lainnya. Status ini menjadi mutlak apabila kita berbicara dalam konteks pendidikan formal. Mahasiswa dalam peraturan pemerint ah RI No. 30 Tahun 1990 adalah “p eserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu ”.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

SKRIPSI PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA CABANG SURABAYA TAHUN 1950-1966

SKRIPSI PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA CABANG SURABAYA TAHUN 1950-1966

Skripsi ini akan membahas perkembangan, aktivitas sosial, serta peran politik PWI Cabang Surabaya sebagai organisasi wartawan dan pers dari awal berdirinya hingga proses dinamika yang terjadi dari rentang tahun 1950-1966. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode sejarah yang terdiri dari pengumpulan data (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data- data yang banyak digunakan adalah arsip organisasi yang diperoleh dari Arsip Dewan Pers Jakarta, PWI Cabang Jawa Timur. Secara konseptual skripsi ini menggunakan pendekatan organisasi wartawan dan pers sebagai alat komunikasi politik atau agitasi serta propaganda rezim yang berkuasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWI Cabang Surabaya sebagai organisasi jurnalis dapat menampung aspirasi para wartawan nasionalis yang bekerja di berbagai media surat kabar di Surabaya demi peningkatan kualitas dan kuantitas kewartawanan secara terorganisasi. Keberadaan PWI Cabang Surabaya mampu berperan dalam proses pengabdian di masyarakat yang ditunjukkan dengan aktivitas sosial dan kemanusiaan seperti menggalang bantuan dana untuk korban banjir. Selain itu peran lain yang ditunjukkan PWI Cabang Surabaya terhadap pertumbuhan organisasi pers dan wartawan di Surabaya dibuktikan dengan pendirian Balai Wartawan, IWOS, Press Club, Akademi Wartawan Surabaya. Rentang tahun 1964-1965 merupakan puncak ketegangan politik di tubuh PWI Cabang Surabaya. Kondisi dan situasi perpolitikan yang terjadi di negeri ini, ternyata membentuk karakteristik pertumbuhan dan membawa perubahan yang signifikan bagi organisasi profesi wartawan ini. Organisasi wartawan ini dihadapkan akan dinamika berbangsa dan bernegera era masa pemerintahan Orde Lama di bawah Soekarno. Posisi dan keberadaan PWI Cabang Surabaya sebagai sebuah organisasi profesi wartawan yang besar pada masanya, perannya dapat mengakomodir segala macam permasalahan yang terjadi tidak hanya dikalangan wartawan saja, akan tetapi juga dalam lingkup luas (masyarakat) yakni dengan melakukan aktivitas sosial kemanusiaan, serta mampu berperan secara politik bagi perkembangan organisasi pers dan wartawan di Surabaya.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Pers Mahasiswa

Pers Mahasiswa

Dapat dilihat bahwa sebagian besar universitas di Indonesia, terdapat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa. Misalnya pada tahun 1983 di Unud Bali berdiri Akademika, tahun 1985 terbentuk Balairung di Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Solidaritas di Unas Jakarta pada tahun 1986, Sketsa di Unsoed Puwokerto pada tahun 1988, Pendapa di Universitas Sarjana Wiyata Yogyakarta, serta SUARA USU di Universitas Sumatera Utara pada tahun 1995. di kota Medan, selain SUARA USU juga terdapat pers mahasiswa lainnya seperti Teropong di Universitas Muhammadyah Sumatera Utara (UMSU), Kreatif di Universitas Negeri Medan dan Bom di Istititut Teknologi Medan (ITM) dan masih banyak Pers mahasiswa lainnya di kota medan. Di USU bahkan terdapat pers mahasiswa di tiap fakultas misalnya saja di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terdapat Pijar (Pelita insan terpelajar ).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

3.7 Mengevaluasi peran pelajar, Mahasiswa dan tokoh masyarakat dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia 3.7.1 3.7.2 3.7.3 3.7.4 Menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa politik dan lahirnya Gerakan Pelajar dan Mahasis

3.7 Mengevaluasi peran pelajar, Mahasiswa dan tokoh masyarakat dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia 3.7.1 3.7.2 3.7.3 3.7.4 Menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa politik dan lahirnya Gerakan Pelajar dan Mahasis

Hitam-putih bangsa ini pun tak terlepas dari gerakan-gerakan mahasiswa. Terlalu panjang jika kita menuliskan secara ringkas namun tidak menanggalkan lekatan substansi sejarah yang ada. Gerakan mahasiswa ini berperan untuk mendiskusikan dan memperjuangkan hak-hak bangsa Indonesia yang saat itu sedang dijajah oleh Belanda. Gerakan mahasiswa inilah yang kemudian berpikir akan persatuan seluruh bangsa Indonesia untuk mendapatkan haknya untuk merdeka dan menjadi masyarakat yang adil, sejahtera dan beradab. Mahasiswa di Belanda maupun di Jakarta, terus mendiskusikan dan bermimpi tentang kemerdekaan rakyatnya. Berdirinya Boedi Oetomi di tahun 1908, menjadi salah satu bukti peran mahasiswa dalam merebut kemerdekaan. Dari Boedi Oetomo itulah mahasiswa Indonesia mulai mengadakan persatuan untuk mendiskusikan dan memperjuangkan nasionalisme bangsa Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, gerakan mahasiswa pun mulai tumbuh di Belanda. Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang belajar disana mendirikan organisasi-organisasi pemuda Indonesia, seperti Indoneische Vereeninging, Indische Partij, Indische Sociaal Democratische (ISDV) dan lainnya.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

3.7 Mengevaluasi peran pelajar, Mahasiswa dan tokoh masyarakat dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia 3.7.1 3.7.2 3.7.3 3.7.4 Menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa politik dan lahirnya Gerakan Pelajar dan Mahasis

3.7 Mengevaluasi peran pelajar, Mahasiswa dan tokoh masyarakat dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia 3.7.1 3.7.2 3.7.3 3.7.4 Menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa politik dan lahirnya Gerakan Pelajar dan Mahasis

Hitam-putih bangsa ini pun tak terlepas dari gerakan-gerakan mahasiswa. Terlalu panjang jika kita menuliskan secara ringkas namun tidak menanggalkan lekatan substansi sejarah yang ada. Gerakan mahasiswa ini berperan untuk mendiskusikan dan memperjuangkan hak-hak bangsa Indonesia yang saat itu sedang dijajah oleh Belanda. Gerakan mahasiswa inilah yang kemudian berpikir akan persatuan seluruh bangsa Indonesia untuk mendapatkan haknya untuk merdeka dan menjadi masyarakat yang adil, sejahtera dan beradab. Mahasiswa di Belanda maupun di Jakarta, terus mendiskusikan dan bermimpi tentang kemerdekaan rakyatnya. Berdirinya Boedi Oetomi di tahun 1908, menjadi salah satu bukti peran mahasiswa dalam merebut kemerdekaan. Dari Boedi Oetomo itulah mahasiswa Indonesia mulai mengadakan persatuan untuk mendiskusikan dan memperjuangkan nasionalisme bangsa Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, gerakan mahasiswa pun mulai tumbuh di Belanda. Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang belajar disana mendirikan organisasi-organisasi pemuda Indonesia, seperti Indoneische Vereeninging, Indische Partij, Indische Sociaal Democratische (ISDV) dan lainnya.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Peran Pers dalam Proses Pembuatan Kebija

Peran Pers dalam Proses Pembuatan Kebija

Undang-undang No 32 Tahun 2002 tentang penyiaran lahir dengan semangat penggebrakan otoritarianisme. Ide untuk mengubah sistem otoriter menuju sistem demokratis dengan membawa kembali frekuensi ke ranah publik tertuang dalam undang-undang ini. Terdapat lima indikator dalam melihat undang-undang ini lebih demokratis (1) kehadiran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai regulator penyiaran; (2) munculnya sistem siaran berjaringan; (3) dijaminnya keberadaan lembaga penyiaran komunitas dan publik; (4) pembatasan lembaga penyiaran swasta; dan (5) niatan mendorong lembaga penyiaran (utamanya televisi) lokal. Undang-undang ini kemudian dilengkapi sejumlah regulasi pendukung seperti Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen) dan Keputusan Menteri (Kepmen). Sebagian besar regulasi penyiaran ini mengarah pada penataan teknis sampai perijinan dan segala tata cara penyelenggaraan penyiaran.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Peran Pers dan Media Televisi dalam Pema

Peran Pers dan Media Televisi dalam Pema

* Satrio Arismunandar adalah anggota-pendiri Aliansi Jurnalis Independen atau AJI (1994), Sekjen AJI (1995-97), anggota-pendiri Yayasan Jurnalis Independen (2000), dan menjadi DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1993-95. Pernah menjadi jurnalis Harian Pelita (1986-88), Kompas (1988-1995), Majalah D&R (1997-2000), Harian Media Indonesia (2000-Maret 2001), Produser Eksekutif Divisi News Trans TV (Februari 2002-Juli 2012), dan Redaktur Senior Majalah Aktual – www.aktual.co (sejak Juli 2013). Alumnus Program S2 Pengkajian Ketahanan Nasional UI ini sempat jadi pengurus pusat AIPI (Asosiasi Ilmu Politik Indonesia) 2002-2011.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Independensi Pers Mahasiswa (Studi Komparasi Antara Lembaga Pers Mahasiswa DinamikA IAIN Salatiga dan Lembaga Pers Mahasiswa MISSI UIN Walisongo Semarang). - Test Repository

Independensi Pers Mahasiswa (Studi Komparasi Antara Lembaga Pers Mahasiswa DinamikA IAIN Salatiga dan Lembaga Pers Mahasiswa MISSI UIN Walisongo Semarang). - Test Repository

Jika dimaknai lebih luas, isi dari undang-undang tersebut bersinergi dengan isi yang ada pada Kode Etik Jurnalistik. Perlu dipahami juga bahwa kalimat undang- undang tersebut seolah ditegaskan pada kata terakhir “segala jenis atura n yang tersedia”. Dengan demikian insan pers (khususnya pers mahasiswa-red) penting memaknai kalimat tersebut karena telah banyak dituliskan tentang bagaimana etika mencari hingga menyampaikan informasi kepada publik. Mengingat baru-baru ini marak media bebas yang memuat konten-konten yang bisa dikatakan kurang layak terbit. Lagi, masyarakat sekarang juga berperan sebagai jurnalis yang setiap saat menginformasikan berita dan seringkali tanpa sensor. Contoh pada kejadian-kejadian misal kecelakaan, pembunuhan dan bahkan tindakan asusila kerap sekali disebarkan tanpa memperhatikan rambu-rambu jurnalistik.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Iklan Politik dan Kebebasan Pers (1)

Iklan Politik dan Kebebasan Pers (1)

Ruang ”jihad”, dalam konteks za- man serbakorup yang dihadapi oleh bangsa ini, memanggil pers untuk tersemangati berada di garda depan, memerankan diri sebagai bagian dari civil society yang ikut mengawal, membangun konstruksi kehidupan bernegara dan berpemerintahan yang transparan dan akuntabel. Sa- ngatlah besar tanggung jawab moral itu: betapa determinasi kuat pember- itaan media akan menjaga agar pene- gakan hukum tidak mengalami ke- melempeman.

1 Baca lebih lajut

Peran Pers Dalam Menumbuhkan Nasionalisme

Peran Pers Dalam Menumbuhkan Nasionalisme

Kata nasionalisme dapat mencakup dua arti: Pertama, dalam arti nasionalistis dimaksudkan suatu sikap yang keterlaluan, sempit dan sombong. Sikap kurang dewasa ini tidak menghargai bangsa lain seperti semestinya. Apa yang menguntungkan bangsa sendiri, begitu saja dianggap benar, hak, wajar –right or wrong my country-, sampai kepentingan dan hak bangsa lain diinjak-injak. Jelas bahwa nasionalisme ini menceraiberaikan bagsa yang satu dari yang lainnya. Dalam literatur internasional nasionalisme biasanya dipakai dalam arti negara-negara yang baru merdeka tidak kebal terhadap penyakit ini. Kedua, nasionalisme dapat juga menandakan sikap nasional yang positif, yakni mempertahankan kemerdekaan dan harga diri bangsa dan sekaligus menghargai bangsa lain. Inilah kebangsaan yang luas pendangannya serta dewasa dan adil. Nasionalisme ini antara lain sangat berguna untuk membina rasa bersatu antara penduduk yang heterogen karena perbedaan suku, agama, asal-usul, misalnya negara emigrasi seperti Australia-, berfungsi untuk membina rasa identitas dan kebersamaan dalam negara dan bermanfaat pula untuk mengisi kemerdekaan yang telah diperoleh. (Ensiklopedi Populer Politik Pembangunan Pancasila, 1988: 218-219)
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

20170310145516 PERAN PERS DAN KESADARAN HUKUM

20170310145516 PERAN PERS DAN KESADARAN HUKUM

Opini yang diangkat oleh media massa adakalanya mengungkapkan kesan yang jelek terhadap orang atau institusi tertentu. Kenyataan ini terkait tugas pers yang kerap melakukan kritisi guna memperbaiki kesalahan seseorang atau institusi yang menyangkut kepentingan umum . Kendati melakukan publikasi, menyampaikan informasi dan pendapat guna diketahui masyarakat umum tentang kegiatan-kegiatan positif dari seseorang atau institusi dalam kegiatan pembangunan, juga merupakan bagian tugas dari pers/media massa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PERS MAHASISWA (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Persepsi Mahasiswa Terhadap Eksistensi Pers Mahasiswa Di Universitas Sebelas Maret Surakarta).

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PERS MAHASISWA (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Persepsi Mahasiswa Terhadap Eksistensi Pers Mahasiswa Di Universitas Sebelas Maret Surakarta).

Puji syukur senantiasa terucap untuk Allah SWT, Tuhan Semesta Alam, yang tak pernah bosan untuk memberikan berkah, nikmat, bahkan hidayah bagi hamba-Nya. Atas kehendak-Nya pula, penulis dapat merampungkan masa studi melalui skripsi yang berjudul PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PERS MAHASISWA (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Persepsi Mahasiswa Terhadap Eksistensi Pers Mahasiswa Di Universitas Sebelas Maret Surakarta).

18 Baca lebih lajut

PKN KKM SMA SMK KTSP Kelas XII

PKN KKM SMA SMK KTSP Kelas XII

Mengevaluasi peranan pers dalam masyarakat demokrasi Mendeskripsikan pengertian, fungsi dan peran serta perkem bangan pers di Indonesia Menguraikan pengertian, fungsi pers dalam mas[r]

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...