Top PDF Permasalahan Hukum di Lingkungan PA

Permasalahan Hukum di Lingkungan PA

Permasalahan Hukum di Lingkungan PA

4. Dalam proses persidangan Majelis Hakim kurang memanfaatkan Pasal 132 HIR/Pasal 156 Rbg dan Pasal 4 UU Nomor 48 tahun 2009. Dimana Ketua majelis untuk memperlancar persidangan dapat memberikan penjelasan kepada para pihak tentang upaya hukum dan tentang alat bukti yang harus diajukan dalam persidangan oleh para pihak.

8 Baca lebih lajut

PERANAN KOORDINASI PENYELESAIAN PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA LINGKUNGAN DI DIY | Herliana | Mimbar Hukum 16203 30751 1 PB

PERANAN KOORDINASI PENYELESAIAN PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA LINGKUNGAN DI DIY | Herliana | Mimbar Hukum 16203 30751 1 PB

Selain itu KP2LH juga selalu mem- posisikan dirinya sebagai pihak yang netral yang hanya berpihak kepada lingkungan hidup. Hal ini terlihat dari saran-saran yang diberikannya dalam suatu proses mediasi yakni dengan menyarankan agar dimasuk- kan aktivitas reklamasi dalam setiap kese- pakatan mediasi. Hal ini terlihat dari kasus PT KAI dengan menyarankan agar PT KAI melakukan penyedotan rembesan solar dari sumur warga agar sumur dapat digunakan kembali. Dalam kasus PT Kalla Lines pun KP2LH mengupayakan agar diadakan pe- nyedotan minyak dari kawasan pantai, serta ketentuan untuk melakukan revegetasi dan reklamasi pada daerah penambangan pasir di Kepuharjo.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Permasalahan Kesehatan Lingkungan di Ind (2)

Permasalahan Kesehatan Lingkungan di Ind (2)

daratan di permukaan bumi. Kekayaan hayatinya mencapai 11 persen spesies tumbuhan yang terdapatdi permukaan bumi. Selain itu, terdapat 10 persen spesies mamalia dari total binatang mamalia bumi, dan 16 persen spesies burung di dunia.Selain itu, Pemerintah juga pernah mengklaim, sampai dengan tahun 2005,Indonesia memiliki kawasan hutan 126,8 juta hektare dengan berbagaipembagian fungsi. Yaitu, fungsi konservasi (23,2 juta hektare), kawasan lindung(32,4 juta hektare), hutan produksi terbatas (21,6 juta hektare), hutan produksi (35,6 juta hektare), dan hutan produksi konversi (14,0 juta hektare).Sayangnya aset negara tersebut dirusak oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab melalui aksi pembalakan liar.Pembalakan liar atau istilah dalam bahasa inggrisnya illegal logging adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat.Illegal Logging menurut UU No 41/1999 tentang Kehutanan adalah perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh setiap orang/kelompok orang atau badanhukum dalam bidang kehutanan dan perdagangan hasil hutan berupa; menebang atau memungut hasil hutan kayu (HHK) dari kawasan hutan tanpaizin, menerima atau membeli HHK yang diduga dipungut secara tidak sah, serta mengangkut atau memiliki HHK yang tidak dilengkapi Surat Keterangan SahnyaSelama sepuluh tahun terakhir, laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai duajuta hektar per tahun. Penebangan liar (illegal loging) adalah penyebab terbesar kerusakan hutan.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN DI INDONESIA | Herlina | Jurnal Ilmiah Galuh Justisi 93 528 1 PB

PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN DI INDONESIA | Herlina | Jurnal Ilmiah Galuh Justisi 93 528 1 PB

Koesnadi Hardjasoemantri mengambil pendapat dari Moenadjat, bahwa hukum lingkungan adalah Hukum Lingkungan Modern menetapkan ketentuan dan norma-norma guna mengatur tindak perbuatan manusia dengan tujuan untuk melindungi lingkungan dari kerusakan dan kemerosotan mutunya, demi untuk menjamin kelestariannya agar dapat digunakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang. Hukum Lingkungan Klasik atau use oriented law menetapkan norma-norma dengan tujuan terutama sekali untuk menjamin penggunaan dan eksploitasi sumber- sumber daya lingkungan dengan berbagai akal dan kepandaian manusia guna mencapai hasil semaksimal dan dalam jangka waktu yang sesingkat- singkatnya. Dikemukakan pula bahwa terdapat adanya pendapat keliru yang menyatakan bahwa penegakan hukum hanyalah melalui proses di pengadilan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDEKATAN HISTORIS TERHADAP PERMASALAHAN LINGKUNGAN DI INDONESIA

PENDEKATAN HISTORIS TERHADAP PERMASALAHAN LINGKUNGAN DI INDONESIA

Abad ke 19 dengan menghebatnya revolusi industri banyak peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan memuat ketentuan ketentuan mengenai pengendalian asap, mengenai gangguan gangguan yang ditimbulkan mengenai pencemaran air dan terutama di Inggris dengan adanya gerak- an sanitasi juga ketentuan ketentuan mengenai pembuangan dari tinja dan sampah. Telah dimulai pula dengan dikeluarkannya secara sistimatis per- aturan peraturan tentang hygiene perumahan. Dengan adanya penemuan penemuan baru dibi- dang medis, telah dikelurkan pula peraturan per- aturan tentang memperkuat pengawasan terhadap epedemi dan untuk mencegah menjalarnya penyakit dikota kota yang mulai berkembang de- ngan pesat dengan demikian telah diletakkan dasar historis yang kuat untuk pengaturan ling- kungan hidup melalui tindakan pemerintah guna melindungi kesehatan masyarakat. Namun de- mikian, sebagian besar dari hukum, baik berda- sarkan perundang-undangan maupun berdasarkan keputusan-keputusan hakim yang berkembang sebelum abad ke 20 tidaklah ditujukan untuk
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Berbagai Permasalahan Hukum Perkawinan Dibedah

Berbagai Permasalahan Hukum Perkawinan Dibedah

Hakim Agung Dr. H. Habiburrahman, SH mengemukakan hal itu saat menjadi narasumber dalam rapat Komisi II bidang Perdata Agama di hari ke-2 Rakernas. Rapat yang dihadiri para pimpinan pengadilan tingkat pertama dan banding dari lingkungan peradilan agama ini digelar di Ruang Matahari, Hotel Mercure Ancol, Selasa (20/9/2011) pagi.

2 Baca lebih lajut

Aspek Aspek Hukum Internasional Dalam Pa

Aspek Aspek Hukum Internasional Dalam Pa

Selanjutnya sebagaimana kita ketahui bersama, PBB terdiri dari badan-badan utama seperti Majelis Umum, Dewan Keamanan, Dewan Ekonomi dan Sosial, Dewan Perwalian, Mahkamah Internasional dan Sekretariat, semuanya mempunyai wewenang sendiri dan tiap-tiap badan tersebut juga mempunyai sub-sub badan yang disebut badan subsider. 11 Pasukan pemelihara perdamaian yang merupakan bagian dari PBB (biasanya lahir dari Resolusi Dewan Keamanan dan berada dibawah pengawasan Sekretaris Jenderal) secara otomatis akan menikmati kekebalan dan keistimewaan sebagaimana yang diatur dalam General Convention 1946. Permasalahan yang selanjutnya mengemuka adalah pengaturan mana dalam General Convention 1946 yang selanjutnya menjadi justifikasi bahwa pasukan pemelihara perdamaian mendapatkan kekebalan dan keistimewaan yang sama dengan badan subsider PBB lainnya? Pertanyaan ini penting karena General Convention 1946 sendiri tidak pernah menyebutkan Pasukan Pemelihara Perdamaian masuk kedalam kategori pihak yang mendapat kekebalan dan keistimewaan PBB, meskipun ketika beroprasi dilapangan pasukan pemelihara perdamaian selalu mendasarkan kekebalan dan keitimewaan yang dimiliknya dijamin oleh General Convention 1946.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERTANGGUNG JAWABAN JOINT OPERATING BODY PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA TERHADAP PENGENDALIAN DAMPAK EKSPLRASI DAN EKSPLOITASI DI KABUPATEN TUBAN, JATIM.

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERTANGGUNG JAWABAN JOINT OPERATING BODY PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA TERHADAP PENGENDALIAN DAMPAK EKSPLRASI DAN EKSPLOITASI DI KABUPATEN TUBAN, JATIM.

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Hyang Maha Esa yang telah menyertai dan membimbing saya selama kuliah, hingga terselesaikannya penulisan skripsi dengan Judul Pertanggung Jawaban Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java Terhadap Pengendalian Dampak Eksplorasi Dan Eksploitasi Di Kabupaten Tuban, JATIM. Karya tulis ini hendaknya dapat menjadi bahan pelengkap bagi permasalahan hukum yang serupa tentang dampak lingkungan akibat dari pertambangan serta melalui karya tulis ini dapat diketahui kendala – kendala yang muncul dalam mengatasi dampak lingkungan agar sesuai dengan peraturan perundang –undangan pada suatu perusahaan pertambangan dan juga melalui karya tulis ini diharapkan kepada pemerintah yang berwenang dalam bidang lingkungan agar lebih tegas dalam memberikan sanksi kepada perusahaan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Selain itu diharpkan kepada setiap perusahaan pertambangan agar terus memperhatikan lingkungan dan masyarakat sekitar.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Penerapan Klausul Lingkungan Hidup Dalam Perjanjian Kredit Investasi Oleh Lembaga Perbankan

Penerapan Klausul Lingkungan Hidup Dalam Perjanjian Kredit Investasi Oleh Lembaga Perbankan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan klausul lingkungan hidup dalam perjanjian kredit investasi oleh lembaga perbankan. Lembaga perbankan dalam meyalurkan dananya kepada masyarakat dalam bentuk kredit haruslah mempertimbangkan lingkungan hidup demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup. Adapun permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana pengaturan perjanjian kredit oleh lembaga perbankan di Indonesia, bagaimana hubungan hukum klausul lingkungan hidup dengan perjanjian kredit investasi perbankan dan bagaimana penerapan klausul lingkungan hidup dalam perjanjian kredit investasi oleh lembaga perbankan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pencemaran Udara Contoh Kasus Issue dan (1)

Pencemaran Udara Contoh Kasus Issue dan (1)

ISSUE DAN PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP OLEH : ZUMRODI 250120150017 Tugas Mata Kuliah Kebijakan dan Hukum Lingkungan PSMIL Unpad 2016 Isue Masalah Solusi pencemaran udara pencemar [r]

2 Baca lebih lajut

pemecahan permasalahan hukum lingkungan peradilan agama bahan rakernas 2011

pemecahan permasalahan hukum lingkungan peradilan agama bahan rakernas 2011

Makalah Rakernas 2011 | 46 Pembayaran panjar biaya perkara melalui Bank belum dapat dilaksanakan secara merata di satker-satker Pengadilan Agama, hal ini disebabkan jarak tempuh antara Kantor Bank dengan satker Pengadilan Agama cukup jauh, seperti halnya di Pengadilan Agama Sangatta. Kondisi Pengadilan Agama Sangatta dapat dikatakan jauh dari Kantor Bank yang ditunjuk untuk menerima pembayaran panjar biaya perkara (BRI) yaitu lebih dari 10 km, kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya transportasi umum (taksi) yang menuju ke Kantor Bank tersebut, dan apabila menggunakan carter motor (ojeg) dari Kantor PA ke Kantor Bank membutuhkan ongkos cukup besar yaitu sebesar Rp. 75.000,-. Para pencari keadilan hampir 90 % berasal dari daerah Kecamatan yang jarak tempuhnya antara 50 – 100 km, hal ini disebabkan dari 18 Kecamatan yang berada di wilayah Kutai Timur hanya 2 Kecamatan saja yang jaraknya relatif dekat, akibatnya para pencari keadilan datang di kantor PA di atas jam 10.00, bahkan ada yang datang lewat dari jam 14.00.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI HUKUM PERLINDUNGAN ADHERED PA

KONSTRUKSI HUKUM PERLINDUNGAN ADHERED PA

Salah satu putusan pengadilan tentang penerapan kontrak baku adalah putusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung Belanda (Hoge Raad der Nederlanden/ HR) Nomor C06/049 tanggal 21 September 2007 (Unilex, “Unidroit Principle”, www.unilex.info/case.cfm?id=1538). Isu-isu yang harus diputuskan pengadilan terkait sengketa ini antara lain, apakah pembeli telah menerima klausul pembebasan (klausula eksonerasi) yang terkandung dalam kontrak standar, dan apakah pembeli sebagian turut bersalah dalam menyebabkan kerusakan objek perjanjian sebagaimana yang didalilkan oleh pembeli. Menurut Mahkamah, dikenakannya Pasal 2:204 (2) Prinsip Hukum Kontrak Eropa, Pasal 2.20 dari Prinsip UNIDROIT pada kontrak standar yang dibuat oleh penjual tanaman instalasi tersebut dengan cara tidak menempatkan secara eksplisit istilah mengejutkan (surprising terms), serta didasarkan pada asumsi bahwa istilah itu menjadi bersifat mengejutkan karena tidak dalam penggunaan umum di sektor komersial yang relevan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Permasalahan hukum perkawinan

Permasalahan hukum perkawinan

Hukum Perkawinan yang menjadi hukum terapan hakim pada peradilan agama adalah hukum yang diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan antara lain adalah: izin beristeri lebih dari seorang, izin melangsungkan perkawinan bagi orang yang belum berusia 21 (dua puluh satu) tahun dalam hal orang tua wali atau keluarga dalam garis lurus ada perbedaan pendapat, dispensasi kawin, pencegahan perkawinan, penolakan perkawinan oleh Pegawai Pencatat Nikah, pembatalan perkawinan, gugatan kelalaian atas kewajiban suami atau isteri, perceraian karena talak, gugatan perceraian, penyelesaian harta bersama, mengenai penguasaan anak-anak, ibu dapat memikul biaya pemeliharaan dan pendidikan anak bilamana bapak yang seharusnya bertanggungjawab tidak memenuhinya, penentuan kewajiban memberi biaya penghidupan oleh suami kepada bekas isteri atau penentuan suatu kewajiban bagi bekas isteri atau penentuan suatu kewajiban bagi bekas isteri, putusan tentang sah tidaknya seorang anak, putusan tentang pencabutan kekuasaan orang tua, pencabutan kekuasaan wali, penunjukan orang lain sebagai wali oleh Pengadilan dalam hal kekuasaan seorang wali dicabut, menunjuk seorang wali dalam hal seorang anak yang belum cukup umur 18 (delapan belas) tahun yang ditinggal kedua orang tuanya pada hal tidak ada penunjukan oleh orang tuanya, pembenanan kewajiban ganti kerugian terhadap wali yang telah menyebabkan kerugian atas harta benda anak yang ada di bawah kekuasaannya, penetapan asal usul anak, ptutusan tentang hal penolakan pemberian keterangan untuk melakukan perkawinan campuran, pernyataan tentang sahnya perkawinan yang terjadi sebelum Undang-undang znomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan dijalankan menurut peraturan yang lain (Penjelasan Pasal 49 UU No. 7 Tahun 1989).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENERAPAN ASAS ULTIMUM REMEDIUM TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI YANG TERJADI DI LINGKUNGAN BUMN PERSERO

PENERAPAN ASAS ULTIMUM REMEDIUM TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI YANG TERJADI DI LINGKUNGAN BUMN PERSERO

Ketidaksinkronan regulasi terkait status keuangan negara di lingkungan BUMN Persero, kenyataannya telah menimbulkan kesulitan untuk menentukan ada atau tidaknya tindak pidana korupsi serta langkah penyelesaian tindak pidana korupsi di lingkungan BUMN Persero. Asas ultimum remedium sebagai asas yang paling fundamental dalam hukum pidana dapat diterapkan terhadap tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan BUMN Persero dengan menekankan pada penyelesaian melalui hukum perdata dan hukum administrasi. Selanjutnya, sebagai upaya mengatasi ketidaksinkronan regulasi, Kekayaan negara yang dipisahkan dalam BUMN harus diperlakukan sebagai aturan khusus (lex specialis), sehingga berdasar adagium lex specialis derograt legi generale, maka Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN harus menjadi dasar penyelesaiannya. Kemudian dikaitkan dengan waktu pengundangannya atau pemberlakuannya, undang-undang tersebut diundangkan lebih belakangan, maka berdasar adagium lex posteriori derograt legi priori, undang-undang BUMN dimaksud harus menjadi dasar hukumnya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

a. Pertumbuhan Penduduk - PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP

a. Pertumbuhan Penduduk - PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP

Masalah pertumbuhan penduduk merupakan permasalahan sosial yang paling mendesak di negara-negara yang tergolong negara berkembang dan negara terbelakang. Dimana, umumnya negara- negara tersebut memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat menimbulkan berbagai permasalahan ikutan lainnya. Pertumbuhan jumlah penduduk yang terlalu cepat akan menimbulkan implikasi, yaitu semakin besar jumlah penduduk yang harus dipenuhi kebutuhannya akan pangan, sandang, papan, kesempatan kerja, kebutuhan akan hiburan dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Review Jurnal Pengaruh Lingkungan ICT pa

Review Jurnal Pengaruh Lingkungan ICT pa

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan guru di Amerika Serikat memiliki lebih banyak akses ke ICT di bandingkan guru di Jepang. Salah satu temuan penting tentang data demografi adalah jenis kelamin di negara Jepang secara signifikan berpengaruh sedangkan di Amerika Serikat tidak. Ini mungkin karena proporsi berbeda antara guru perempuan dan laki-laki. Sebagian besar guru di Amerika Serikat adalah perempuan sedangkan di Jepang guru laki-laki dan perempuan hampir merata. Temuan lain adalah bahwa usia guru juga sangat berpengaruh pada persepsi kemudahan penggunaan dan kegunaan (PEUU). Bahkan di Amerika Serikat tampak adanya kesenjangan generasi antara guru yang dibesarkan di lingkungan yang kaya teknologi dan di lingkungan pra- teknologi. Usia guru mempengaruhi kemampuan computer dan integrasi computer.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ETIKA dalam BUSINESS PRENEUR

ETIKA dalam BUSINESS PRENEUR

berbudaya, bermoral dan taat/sadar hukum. Kesadaran hukum harus dapat berbudaya, bermoral dan taat/sadar hukum. Kesadaran hukum harus dapat merata diantara pelaku bisnis, para eksekutif. Pata birokrat, yang didukung merata diantara pelaku bisnis, para eksekutif. Pata birokrat, yang didukung pula oleh faktor lingkungan yang sehat dalam berbisnis, sehingga budaya pula oleh faktor lingkungan yang sehat dalam berbisnis, sehingga budaya

67 Baca lebih lajut

PERMASALAHAN HUKUM TENTANG TENAGA KERJA ANAK DI INDONESIA

PERMASALAHAN HUKUM TENTANG TENAGA KERJA ANAK DI INDONESIA

Keterlibatan anak dalam bidang ketenagakerjaan, seperti di Indonesia semakin meningkat. Suatu segi yang sangat menonjol dalam bidang kesejahteraan anak pada umumya, maupun dalam hal perlindungan anak khususnya ialah masalah anak yang bekerja dibawah usia kerja yakni usia 10-14 tahun. Dalam masyarakat Indonesia banyak anak-anak yang terpaksa bekerja guna mendapat penghasilan atau dapat membantu penghasilan orang tuanya yang kurang mampu. Di Indonesia Peraturan Perundang-undangan tentang larangan atau pembatasan tenaga kerja anak dalam UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah ada dan dianggap cukup, namun dalam prakteknya sulit untuk dilaksanakan terutama karena alasan ekonomi. Apabila tenaga kerja anak dibiarkann terus berlangsung tanpa dibatasi pada jenis pekerjaan yang ringan dan tidak berbahaya bagi kesehatan dan keselamatannya serta dengan kondisi kerja yang layak, maka akan mempengaruhi kesejahteraan dan perkembangan kepribadian anak tersebut. Untuk itu dalam kebijaksanaan perlindungan anak dalam bidang ketenagakerjaan perlu dipikirkan jalan keluarnya yaitu dengan membuka kemungkinan anak dapat dipekerjakan pada pekerjaan yang tidak berbahaya, bagi jiwa anak, moral, agama baik secara jasmani maupun rohaninya dengan memenuhi syarat-syarat yang ada pada perjanjian kerja yang berisi perlindungan hukum. Bagi pengusaha yang mempekerjakan anak karena alasan tertentu wajib memperhatikan ketentuan-ketentuan yang ada pada UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Apabila dalam kenyataannya ternyata pengusaha melanggar UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, seperti mempekerjakan anak pada pekerjaan terburuk ( pasal 74 UU No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan ), maka bagi pengusaha yang melanggar akan dikenakan sanksi pidana penjara dan sanksi administratif. Dasar hukum yang memperkuat alasan tersebut terdapat pada pasal 183 jo pasal 190 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

a. Pertumbuhan Penduduk - PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP1

a. Pertumbuhan Penduduk - PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP1

Masalah pertumbuhan penduduk merupakan permasalahan sosial yang paling mendesak di negara-negara yang tergolong negara berkembang dan negara terbelakang. Dimana, umumnya negara- negara tersebut memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat menimbulkan berbagai permasalahan ikutan lainnya. Pertumbuhan jumlah penduduk yang terlalu cepat akan menimbulkan implikasi, yaitu semakin besar jumlah penduduk yang harus dipenuhi kebutuhannya akan pangan, sandang, papan, kesempatan kerja, kebutuhan akan hiburan dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...