Top PDF PERPRES NO. 112 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN

PERPRES NO. 112 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN

PERPRES NO. 112 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN

b. bahwa untuk membina pengembangan industri dan perdagangan barang dalam negeri serta kelancaran distribusi barang, perlu memberikan pedoman bagi penyelenggaraan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern, serta norma-norma keadilan, saling menguntungkan dan tanpa tekanan dalam hubungan antara pemasok barang dengan toko modern serta pengembangan kemitraan dengan usaha kecil, sehingga tercipta tertib persaingan dan keseimbangan kepentingan produsen, pemasok, toko modern dan konsumen;

14 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENATAAN TOKO MODERN DI KABUPATEN JEMBER DI TINJAU DARI PERPRES NO. 112 TAHUN 2007 JO. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NO. 53/MDAG/ PER/12/2008 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN

IMPLEMENTASI PENATAAN TOKO MODERN DI KABUPATEN JEMBER DI TINJAU DARI PERPRES NO. 112 TAHUN 2007 JO. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NO. 53/MDAG/ PER/12/2008 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN

Berkaitan dengan pendirian pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan pasar modern telah ditentukan dalam Perpres No.112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern ini, harus mengacu pada rencana tata ruang wi1ayah kabupaten/kota, dan rencana detail tata ruang kabupaten/kota, termasuk peraturan penataannya. Lebih lanjut berkaitan dengan penataan pasar tradisional, Pasal 4 huruf a dan b Perpres No. 112Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern menentukan bahwa pendirian pusat perbelanjaan dan pasar modern wajib memperhitungkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, keberadaan pasar tradisional, usaha kecil dan usaha menengah yang ada di wilayah yang bersangkutan dan memperhatikan jarak antara Minimarket, Supermarket, Department Store, Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan dengan pasar tradisional yang telah ada sebelumnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PERDA BANYUMAS NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN (STUDI KASUS INDOMART)

IMPLEMENTASI PERDA BANYUMAS NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN (STUDI KASUS INDOMART)

Skripsi ini menganalisis tentang bagaimana Implementasi Perda Banyumas No. 3 Tahun 2010 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern (Studi Kasus Indomart) yang terjadi di Kabupaten Banyumas, serta bagaimana cara Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menangani gesekan yang terjadi antara Pasar Tradisional dengan Toko Modern (Indomart).

15 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENATAAN TOKO MODERN DI KABUPATEN JEMBER DI TINJAU DARI PERPRES NO. 112 TAHUN 2007 JO. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NO. 53/M-DAG/PER/12/2008 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN

IMPLEMENTASI PENATAAN TOKO MODERN DI KABUPATEN JEMBER DI TINJAU DARI PERPRES NO. 112 TAHUN 2007 JO. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NO. 53/M-DAG/PER/12/2008 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi dengan judul “IMPLEMENTASI PENATAAN TOKO MODERN DI KABUPATEN JEMBER DI TINJAU DARI PERPRES NO. 112 TAHUN 2007 JO. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NO. 53/M-DAG/PER/12/2008 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN”, adalah hasil karya sendiri dan tidak pernah dipublikasikan dan dipakai pada skripsi orang lain.

15 Baca lebih lajut

Strategi Pengelolaan Pasar Tradisional dalam Meningkatkan Penerimaan Retribusi Pelayanan Pasar pada Dinas Pasar Kabupaten Deli Serdang

Strategi Pengelolaan Pasar Tradisional dalam Meningkatkan Penerimaan Retribusi Pelayanan Pasar pada Dinas Pasar Kabupaten Deli Serdang

66 Tahun 2001 Tentang Retribusi Daerah Perpres No 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern Peraturan Menteri Dalam Negeri Rep[r]

2 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENATAAN PENDIRIAN MINIMARKET DI KABUPATEN BADUNG BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODEREN.

IMPLEMENTASI PENATAAN PENDIRIAN MINIMARKET DI KABUPATEN BADUNG BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODEREN.

BAB III PENGATURAN PENDIRIAN MINIMARKET BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 7 TAHUN 2012 3.1. Pengaturan Pendirian Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.................................................................................................. 38

12 Baca lebih lajut

Implementasi Kebijakan: Studi Implementasi Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2014 Tentang Penataan Toko Swalayan di Kota Surabaya

Implementasi Kebijakan: Studi Implementasi Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2014 Tentang Penataan Toko Swalayan di Kota Surabaya

Toko ritel modern di Kota Surabaya merupakan sebuah permasalahan yang serius dan penting untuk di selesaikan. Dianggap suatu permasalahan yang penting dikarenakan ritel modern ini membawa dampak yang mana dampak positif nya dapat mengurangi angka pengangguran untuk bekerja sebagai pramuniaga di ritel tersebut, namun di sisi yang lain ritel modern ini justru mengancam keberadaan usaha kecil milik masyarakat. Hal ini yang mendorong pemerintah untuk mengeluarkan sebuah Peraturan Presiden No. 112 tahun 2007 tentang Penataan Pembinaan Pasar Tradisional, Pasar Modern dan Pusat Perbelanjaan. Untuk menegaskan Perpres ini, pemerintah mengeluarkan peraturan pendukung yaitu Permendag No. 53 tahun 2008 yang sekarang di revisi menjadi Permendag No. 70 tahun 2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, dalam Permendag lebih rinci mengatur mengenai Zonasi, dan Perizinan, serta Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No.3 tahun 2008 tentang perlindungan, pemberdayaan pasar tradisional dan penataan pasar modern di Provinsi Jawa Timur, sehingga beberapa kota di Indonesia khususnya Surabaya menerapkan regulasi turunan melalui Peraturan Daerah No 8 tahun 2014 Tentang Penataan Toko Swalayan di Kota Surabaya bahwasanya perda ini digunakan untuk melindungi keberadaan usaha milik masyarakat (UMKM), Usaha mikro kecil menengah dan diharapkan agar nantinya bisa membangun kemitraan antara usaha kecil dengan minimarket sehingga tidak ada yang merasa di untungkan ataupun dirugikan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Irma Dwi Iriani R 21020112140031 DAFTAR PUSTAKA

Irma Dwi Iriani R 21020112140031 DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor : 70/M-DAG/PER/12/2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.. Jakarta: Me[r]

2 Baca lebih lajut

ASPEK HUKUM BISNIS TOKO MODERN TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA KECIL DAN PASAR TRADISIONAL DITINJAU DARI PERSAINGAN USAHA YANG SEHAT

ASPEK HUKUM BISNIS TOKO MODERN TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA KECIL DAN PASAR TRADISIONAL DITINJAU DARI PERSAINGAN USAHA YANG SEHAT

Munculnya bisnis toko modern berhadapan dengan usaha kecil dan pasar tradisional memunculkan iklim persaingan usaha tidak sehat sehingga seringkali melanggar Undang-Undang No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Artikel ini mengangkat permasalahan tentang (1) apa latar belakang timbulnya bisnis toko modern dan pasar tradisional, (2) bagaimana tanggung jawab hukum bisnis toko modern dalam menciptakan persaingan usaha yang sehat, serta (3) apa upaya yang dapat dilakukan oleh pedagang pasar tradisional terhadap penguasaan pasar dan pelaku bisnis toko modern. Permasalahan dijawab melalui penelitian yang bertipe yuridis normatif (legal research), dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), dan dengan menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan disertai bahan nonhukum. Kesimpulan yang ditarik bersifat preskriptif dan terapan sebagai berikut. Perkembangan bisnis toko modern dimulai dari tahun 1960-an sampai 1990-an dan semakin berkembang pesat. Perkembangan pasar tradisional dimulai dari sebelum berdirinya negara Indonesia. Pasar ada berbagai jenis, bentuk, dan klasifikasi. Tanggung jawab terhadap pasar tradisional dan usaha kecil adalah bagaimana bisnis toko modern mematuhi Peraturan Presiden RI Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Agar toko modern dapat mematuhi peraturan presiden tersebut, maka perlu Peraturan Daerah yang jelas sehingga menunjang terbentuknya persaingan usaha yang sehat dengan pengawasan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

2 BAB 2  LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PERBELANJAAN MODERN DI YOGYAKARTA STUDI TATA RUANG LUAR DENGAN KONSEP CITYWALK.

2 BAB 2 LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PERBELANJAAN MODERN DI YOGYAKARTA STUDI TATA RUANG LUAR DENGAN KONSEP CITYWALK.

 Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 Tentang Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern menyebutkan bahwa pusat perbelanjaan adalah suatu area tertentu yang terdiri dari satu atau beberapa bangunan yang didirikan secara vertikal dari satu atau beberapa bangunan yang didirikan secara vertikal maupun horizontal, yang dijual atau disewakan kepada pelaku usaha atau dikelola sendiri untuk melakukan kegiatan perdagangan barang.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Aprilia Mulyanti 21020111130100 DAFTAR PUSTAKA

Aprilia Mulyanti 21020111130100 DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2009 B. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional dan Toko Modern. Presiden Republik Indonesia: Jakarta Anonymous. 2013. Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 70/M-DAG/PER/12/2013. Menteri Perdagangan: Jakarta

1 Baca lebih lajut

Pengelolaan Sanitasi Toilet, Pemantauan Jentik Nyamuk Aedes spp dan Analisa Kandungan Jamur Candida albicans pada Air Bak Toilet Umum di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Pengelolaan Sanitasi Toilet, Pemantauan Jentik Nyamuk Aedes spp dan Analisa Kandungan Jamur Candida albicans pada Air Bak Toilet Umum di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisonal, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.. WC Umum Lolos dari Perhatian Pemkot.[r]

4 Baca lebih lajut

STUDI POTENSI KOMPETISI ANTARA PASAR TRADISIONAL DENGAN TOKO MODERN PASCA PERATURAN PRESIDEN (PERPRES) NOMOR 112 TAHUN 2007 DI MADURA

STUDI POTENSI KOMPETISI ANTARA PASAR TRADISIONAL DENGAN TOKO MODERN PASCA PERATURAN PRESIDEN (PERPRES) NOMOR 112 TAHUN 2007 DI MADURA

set iap hari dan lebih panj ang, di mana Layanan sampai pukul 22. 00 WIB. Harga yang dit awar- kan t oko modern relat if sama dengan pasar t ra- disional, namun demikian produk yang dit awar- kan lebih lengkap, sert a dit ambah kenyamanan dan kebersihan, sehingga semakin menempat - kan pasar t radisional pada posisi dan kondisi yang t idak seimbang. Dalam rangka mengant i- sipasi kompet isi t ersebut , seharusnya pendirian pasar t radisional, pusat perbelanj aan dan t oko modern mengacu pada RTRW Kabupat en/ Kot a dan Rencana Det ail Tat a Ruang Wilayah Kabu- pat en/ Kot a t ermasuk perat uran zonasinya (Pa- sal 2 ayat (1) Perpres 112 Tahun 2007). Namun, sampai akhir t ahun 2011, dari 4 (empat ) kabu- pat en di Madura, hanya Bangkalan yang sudah memiliki Perda RT RW, sudah ada ket ent uan t ent ang arahan zonasi kawasan perdagangan dan j asa yait u Perda No. 10 Tahun 2009 t ent ang Rencana Tat a Ruang Wilayah Kabupat en Bang- kalan Tahun 2009-2029 (selanj ut nya disebut Perda RTRW Bangkalan). Tersedianya Perda RT- RW t idak sert a mert a mengindikasikan penat a- an pasar t radisional dan t oko modern lebih baik, karena ada f akt a t elah t erj adi pemindah- an (relokasi) pasar t radisional Ki Lemah Duwur, dulunya berlokasi di dalam kot a yang dekat pe- mukiman penduduk, namun sekarang dipindah- kan ke lokasi yang j auh dari pemukiman pen- duduk dan berdekat an, sert a bersebelahan de- ngan bangunan yang rencananya bernama “ Bangkalan Plasa” .
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

6 TAHUN 2013 (PENATAAN PASAR TRAD DAN TKO MODERN)

6 TAHUN 2013 (PENATAAN PASAR TRAD DAN TKO MODERN)

Tujuan ditetapkannya Peraturan Bupati ini adalah untuk memberikan arahan dan pedoman yang jelas dalam Penataan, Pembinaan Pusat Perbelanjaan, Pasar Tradisional dan Toko Modern guna mewujudkan pola sinergi antara Pusat Perbelanjaan, Pasar Tradisional dan Toko Modern, Usaha Mikro Kecil dan Menengah agar dapat tumbuh berkembang sebagai upaya terwujudnya pola distribusi yang lancar, efisien dan berkelanjutan.

18 Baca lebih lajut

perbup no 23 th 2015

perbup no 23 th 2015

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pengaturan pusat perbelanjaan dan toko modern di Kabupaten Banjar yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan pasar tradisional dan usaha kecil maka dipandang perlu melakukan Perubahan terhadap Peraturan Bupati Banjar Nomor 16 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pembinaan terhadap Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern di Kabupaten Banjar;

5 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS PENGATURAN ASAS KESEIMB

ANALISIS YURIDIS PENGATURAN ASAS KESEIMB

Selain mengatur segala bentuk persaingan usaha, kegiatan-kegiatan yang dilarang, perjanjian-perjanian yang dilarang, dan lain sebagainya, pembentuk undang-undang persaingan usaha juga tetap memperhatikan pelaku usaha kecil dalam melangsungkan usahanya. Dari penjelasan pasal 50 huruf (h) dapat disimpulkan bahwa melindungi pengusaha kecil dalam persaingan menghadapi pesaing dari pengusaha-pengusaha yang tergolong pengusaha besar yang lebih mapan baik permodalan, manajemen maupun jaringan pemasaran produksi merupakan salah satu alasan dikecualikannya pengusaha kecil dalam Undang- Undang ini. Pada kenyataannya pengusaha yang tergolong pengusaha kecil adalah pelaku usaha yang jumlahnya lebih banyak dibanding dengan pengusaha besar, golongan pengusaha kecil ini sering mengalami kesulitan modal, pengembangan perusahaan dan persaingan pasar. Sementara jaringan usaha dan jangkauan pemasaran produksinya sangat terbatas. Oleh karena itu wajar apabila pemerintah memberikan perlindungan bagi mereka agar tetap dapat eksis dalam dunia usaha
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Dampak Kehadiran Ritel Modern terhadap Profitabilitas Pedagang Pasar Tradisional di Kota Bekasi

Dampak Kehadiran Ritel Modern terhadap Profitabilitas Pedagang Pasar Tradisional di Kota Bekasi

Liberalisasi perdagangan pada tahun 1998 menyebabkan terjadinya arus penanaman modal asing yang diikuti perkembangan pada industri ritel. Menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, bisnis ritel atau usaha eceran di Indonesia mulai berkembang pada kisaran tahun 1980an seiring dengan mulai dikembangkannya perekonomian Indonesia. Hal ini timbul sebagai akibat dari pertumbuhan yang terjadi pada masyarakat kelas menengah, yang menyebabkan timbulnya permintaan terhadap supermarket dan department store di wilayah perkotaan. Hal lain yang mendorong perkembangan bisnis ritel di Indonesia adalah adanya perubahan gaya hidup masyarakat kelas menengah ke atas, terutama di kawasan perkotaan yang cenderung lebih memilih berbelanja di pusat perbelanjaan modern. Perubahan pola belanja yang terjadi pada masyarakat perkotaan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan berbelanja saja namun juga sekedar jalan-jalan dan mencari hiburan.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Pengaruh Keberadaan Pusat Perbelanjaan Modern Buana Plaza Terhadap Pedagang Pasar Tradisional...

Pengaruh Keberadaan Pusat Perbelanjaan Modern Buana Plaza Terhadap Pedagang Pasar Tradisional...

Penelitian ini dilakukan di Kota Medan, dengan mengambil objek Pusat Perbelanjaan Buana Plaza dan Pasar Aksara Medan. Dalam penelitian ini pengambilan sampel ditentukan sebanyak 60 responden yang meliputi 11 jenis dagangan, yaitu : pedagang makanan/minuman, sayuran, kelontong, kain, pecah belah, sepatu/sandal, daging, ikan, gilingan kopi/cabe/bumbu, barang sampah, dan kukur kelapa/kelapa. Alat analisis yang digunakan

3 Baca lebih lajut

Jenis Pasar berdasarkan Kebijakan Pemeri (1)

Jenis Pasar berdasarkan Kebijakan Pemeri (1)

umumnya hanya menjual bahan pokok/kebutuhan sehari-hari yang terletak di daerah perumahan/pemukiman, biasa dikenal sebagai toko kelontong. (Tambunan dkk, 2004:4). Pada kelompok Minimarket, hanya terdapat 2 pemain besar yaitu Indomaret dan Alfamart. Minimarket merupakan jenis pasar modern yang agresif memperbanyak jumlah gerai dan menerapkan sistem franchise dalam memperbanyak jumlah gerai. Dua jaringan terbesar Minimarket yakni Indomaret dan Alfamart juga menerapkan sistem ini. Tujuan peritel minimarket dalam memperbanyak jumlah gerai adalah untuk memperbesar skala usaha (sehingga bersaing dengan skala usaha Supermarket dan Hypermarket), yang pada akhirnya memperkuat posisi tawar ke pemasok. (Pandin, 2009)
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Jenis dan Sumber Data

Jenis dan Sumber Data

This study aims to determine the implementation of Presidential Regulation No. 44 of 2016 for retailers in Indonesia as well as to know the application of foreign investment in the retail sector in Makassar. This research is an empirical normative research based on library research with regard to the prevailing laws and regulations, legal literature such as books, journals, articles on the internet as well as other legal materials and field studies. The results of this study indicate that given the opportunity for foreign investors to own a maximum of 67% shares, it is considered a policy that causes no restrictions on ownership in the retail industry, so that the attitude of openness is expected to encourage the growth of modern retail expansively. Given the rapidly growing growth of the retail industry, one of the alternative solutions to zoning problems for large-scale modern retailers is required to be in a mall or shopping mall but so far this location permits are not observed by a number of modern retailers.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...