Top PDF Persepsi Masyarakat terhadap Peranan Partai Politik dalam Pemilihan Kepala Daerah

Persepsi Masyarakat terhadap Peranan Partai Politik dalam Pemilihan Kepala Daerah

Persepsi Masyarakat terhadap Peranan Partai Politik dalam Pemilihan Kepala Daerah

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dijelaskan mengenai persepsi masyarakat terhadap sikap bela negara yaitu berada pada kategori baik Hal ini dapat dilihat dari hasil jumlah rekapitulasi kedua variabel yaitu variabel (X) dan variabel (Y) pada Tabel 20 sebanyak 48 responden (48,5%) masuk dalam kategori kurang baik hal ini karena masyarakat tidak mengalami dan merasakan adanya peran dan pelaksanaan fungsi partai politik dalam prosesp pemilihan kepala daerah dan sebanyak 51 responden (51,5%) masuk dalam kategori baik.. Kategori baik ini dapat terlihat dari pemahaman masyarakat yang baik terhadap peran partai politik, seperti dapat memahami definisi partai politik, fungsi partai politik dan terdapat peran aktif masyrakat dalam berpartisipasi pada pemilihan kepala daerah. Masyarakat juga memahami bahwa peran aktif warga negara sangat dibutuhkan demi mencapai Negara demokrasi yang baik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Partai Politik Lokal Aceh (Studi Etnografi Antropologi Politik Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2012)

Partai Politik Lokal Aceh (Studi Etnografi Antropologi Politik Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2012)

Faktor-faktor kekalahan calon Bupati/Wakil Bupati dari Partai Aceh pada pemilukada tahun 2012 di Aceh Tamiang adalah Partai Aceh tidak mampu mengakomodir kepentingan dan harapan masyarakat, adanya konflik internal dalam Partai Aceh, elit politik Partai Aceh yang tidak berkompeten, Pecahnya lumbung suara dalam menentukan Strategi pemetaan wilayah yang tidak tepat. Dan masyarakat lebih memilih pasangan H.Hamdan Sati, ST/Drs. Iskandar Zulkarnain, MAP. karena Perbedaan tingkat pendidikan, kekecewaan terhadap pasangan Bupati/Wakil Bupati sebelumnya, Strategi Politik, Pencitraan politik, cara kampanye yang dialogis, dan pemetaan wilayah untuk menentukan target dukungan. Disarankan kepada kader- kader partai Aceh Kabupaten Aceh Tamiang agar dapat mengakomodir kepentingan dan harapan masyarakat banyak, dan Pasangan Bupati/Wakil Bupati terpilih agar dapat memenuhi semua janji-janji yang telah dikampanyekan kepada masyarakat, dan dapat mengakomodir kepentingan dan harapan masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Peranan Komisi Pemilihan Umum dalam Penyelenggaraan  Pemilihan Kepala Daerah Untuk Meningkatkan artisipasi Politik   Masyarakat (Studi pada Kantor Komisi Pemilihan umum  Tapanuli Utara)

Peranan Komisi Pemilihan Umum dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Untuk Meningkatkan artisipasi Politik Masyarakat (Studi pada Kantor Komisi Pemilihan umum Tapanuli Utara)

2. Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat pada saat pemungutan suara? Jawaban: Tingkat partisipasi masyarakat dalam hal pemungutan suara sebenarnya sudah dapat dikatakan lumayan baik. Walaupun masih ada sebagian masyarakat yang bersikap apatis terhadap penyelenggaraan pilkada. Hal tersebut terlihat dari banyaknya jumlah pemilih dalam pemilihan kepala daerah 2009 mencapai 70 %. Namun banyak juga masyarakat tersebut yang ikut memilih bukan dengan kesadaran pribadinya, tetapi cenderung memakai hak pilihnya karena faktor- faktor tertentu. Contoh nyata yang sering ditemui adalah, suatu daerah akan sangat sulit didata jika mereka tidak memiliki hubungan keluarga atau hubungan marga (mayoritas Suku Batak) dengan calon yang ada.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Partai Politik Lokal Aceh (Studi Etnografi Antropologi Politik Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2012)

Partai Politik Lokal Aceh (Studi Etnografi Antropologi Politik Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2012)

Saragih, Okta Vina. 2014. Skripsi : Resistensi Masyarakat Terhadap Organisasi Kepemudaan (Studi Kasus Tentang Keberadaan Organisasi Pemuda Pancasila di Desa Perkebunan Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok). Fisip USU: Okta Vina Saragih Departemen Sosiologi Fisip USU.NIM 080901035. Abstrak.

4 Baca lebih lajut

Partai Politik Lokal Aceh (Studi Etnografi Antropologi Politik Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2012)

Partai Politik Lokal Aceh (Studi Etnografi Antropologi Politik Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2012)

Wilayah Aceh Tamiang dialiri dua cabang sungai besar, yaitu Sungai Tamiang (yang terbagi menjadi Sungai Simpang Kiri dan Sungai Simpang Kanan) dan Sungai Krueng Kaloy.Keberadaan sungai-sungai ini bagi masyarakat Tamiang sangat penting karena di samping dapat digunakan sebagai pengairan tanaman pangan juga dapat digunakan sebagai alat transportasi, seperti untuk mengangkut produksi pertanian, perkebunan, maupun untuk mengangkut bahan-bahan kebutuhan konsumsi, dagang, dan konstruksi.Daerah ini juga memiliki posisi strategis di Aceh, baik karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara, maupun karena keunikan dan potensi sumber daya alam cukup kaya yang dimilikinya.Salah satu
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Partai Politik Lokal Aceh (Studi Etnografi Antropologi Politik Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2012)

Partai Politik Lokal Aceh (Studi Etnografi Antropologi Politik Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2012)

Dalam penelitian ini, metode yang dipergunakan adalah metode etnografi, yang biasa dipakai para antropolog mengkaji kebudayaan manusia dan masyarakat. Menurut Spradley (1997: 12) metode etnografi yaitu mendeskripsikan sebuah kebudayaan dengan cara mempelajari masyarakatnya dan belajar dari masyarakat. Untuk itu, penulis akan mendeskripsikan dalam penelitian ini, bagaimana Partai Aceh mengalami kekalahan ketika mengusung calon bupati (Cabup) dalam Pilkada di Aceh Tamiang dengan berusaha belajar dan tinggal bersama komunitas masyarakat Aceh Tamiang untuk mendapatkan data sebanyak mungkin. Hal ini bukan menjadi persoalan berarti, mengingat penulis adalah penduduk asli karena lahir dan tinggal di daerah Aceh Tamiang, tepatnya di Kota Kuala Simpang sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Tamiang (KAT).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Partai Politik Lokal Aceh (Studi Etnografi Antropologi Politik Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2012)

Partai Politik Lokal Aceh (Studi Etnografi Antropologi Politik Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2012)

Faktor-faktor kekalahan calon Bupati/Wakil Bupati dari Partai Aceh pada pemilukada tahun 2012 di Aceh Tamiang adalah Partai Aceh tidak mampu mengakomodir kepentingan dan harapan masyarakat, adanya konflik internal dalam Partai Aceh, elit politik Partai Aceh yang tidak berkompeten, Pecahnya lumbung suara dalam menentukan Strategi pemetaan wilayah yang tidak tepat. Dan masyarakat lebih memilih pasangan H.Hamdan Sati, ST/Drs. Iskandar Zulkarnain, MAP. karena Perbedaan tingkat pendidikan, kekecewaan terhadap pasangan Bupati/Wakil Bupati sebelumnya, Strategi Politik, Pencitraan politik, cara kampanye yang dialogis, dan pemetaan wilayah untuk menentukan target dukungan. Disarankan kepada kader- kader partai Aceh Kabupaten Aceh Tamiang agar dapat mengakomodir kepentingan dan harapan masyarakat banyak, dan Pasangan Bupati/Wakil Bupati terpilih agar dapat memenuhi semua janji-janji yang telah dikampanyekan kepada masyarakat, dan dapat mengakomodir kepentingan dan harapan masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Partai Politik Lokal Aceh (Studi Etnografi Antropologi Politik Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2012)

Partai Politik Lokal Aceh (Studi Etnografi Antropologi Politik Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2012)

Sepanjang sejarah Kalimantan Barat pasca kemerdekaan, kecuali selama Orde Baru, politik etnis identik dengan politik elite Dayak. Orang Dayak adalah satu- satunya segmen masyarakat Kalimantan Barat yang sering terlibat menggunakan sentimen etnis. Sebagian besar dari mereka menghendaki representasi lebih besar dalam birokrasi yang diakibatkan oleh sejarah panjang marjinalisasi terhadap mereka. Para elite Melayu lebih cenderung menghindari mobilisasi massa namun terlibat dalam politik internal birokrat, ketika mereka mempunyai pengaruh yang lebih baik. Akhir Orde Baru menyaksikan bangkitnya kembali politik etnis. Elite-elite Dayak, yang mulai menggugat rezim pada pertengahan tahun 1990-an, adalah pihak pertama yang memanfaatkan kesempatan yang disodorkan oleh reformasi di 1998. Lewat politik demonstrasi massanya, elite Dayak dan beberapa organisasi etnis mampu menekan pemerintah untuk memilih dua Bupati Dayak. Elite Melayu yang terancam oleh bangkitnya politik Dayak, akhirnya membentuk sebuah organisasi etnis pada tahun 1997. Setelah konflik antara orang Melayu dan Madura pada tahun 1999, orang Melayu mulai menjawab tantangan yang disodorkan oleh orang Dayak. (Nordholt, 2014: 489).
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat dalam Pemilihan Partai Politik di Daerah Rawan Konflik melalui Model Persamaan Struktural (MPS).

Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat dalam Pemilihan Partai Politik di Daerah Rawan Konflik melalui Model Persamaan Struktural (MPS).

Berdasarkan Gambar 10, peubah laten demografi ditunjukkan oleh peubah indikator pengeluaran dan pendidikan responden dengan kontribusi masing-masing sebesar 0.53 dan 0.58. Diartikan bahwa peubah pendidikan memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan peubah indikator pengeluaran. Didukung dengan nilai t-hitung pada Lampiran 9, kedua indikator ini baik dalam merefleksikan peubah laten demografi. Sedangkan peubah laten persepsi valid direfleksikan dengan peubah kesan dan kemampuan dengan nilai loading berturut- turut sebesar 0.34 dan 0.70. Secara berturut- turut sebesar 34% dan 70% keragaman persepsi mampu direfleksikan oleh kesan masyarakat terhadap parpol dan penilaian kemampuan wakil dari parpol di DPR RI. Karena koefisien lintas yang diperoleh bernilai positif maka hubungan tersebut berbanding lurus sebagaimana keadaan pada daerah rawan konflik horizontal. Persepsi dan demografi berhubungan dengan koefisien lintas sebesar 0.42. Semakin baik nilai demog-
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Fungsi Partai Politik Dalam Meningkatkan Partsipasi Pemilih Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah di Kota Medan

Fungsi Partai Politik Dalam Meningkatkan Partsipasi Pemilih Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah di Kota Medan

Sosialisasi dan pendidikan politik yang dberikan oleh lembaga sosial dalam meningkatkan partisiapsi politik ternyata tidak lantas mampu mendorong masyarakat untuk berpartispasi politik secara maksimal. Sehingga dalam hal ini peneliti melihat dari sisi lain mengenai pengaruh rasionalitas pemilih dalam partisipasi politik. Terlepas dari pemahaman manusia sebagai makhluk sosial, pada dasarnya manusia merupakan makhluk individu. Makhluk invidiu memiliki tingkat rasionalitas yang sangat tinggi. Sifat dasar dari makhluk rasional adalah kalkulasi untung rugi yang menjadi dasar setiap tindakanya. Hampir semua manusia akan berusaha mendapatkan barang yang dia ingikan dengan ongkos seminimal mungkin. Barang dalam hal ini memiliki pengertian yang sangat luas. Tidak hanya barang yang berwujud namun juga barang yang tidak berwujud seperti misalnya sebuah kebijakan atau perjanjian. Sedangkan ongkos dalam hal ini tidak selalu berhubungan dengan uang, namun juga termasuk waktu dan tenaga.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Peranan Komisi Pemilihan Umum Daerah dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Langsung dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Kabupaten Halmahera Timur

Peranan Komisi Pemilihan Umum Daerah dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Langsung dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Kabupaten Halmahera Timur

Pemilihan Kepala Daerah secara langsung merupakan langkah maju Demokratisasi lokal di indonesia, dimana dalam hal ini Pemilihan Kepala Daerah memberi peluang bagi para calon Kepala daerah untuk berkopetisi secara jujur dan adil. Pelaksanaan Pilkada secara langsung berupaya untuk menghasilkan Kepala Daerah yang lebih baik, berkualitas, dan memiliki akseptbilitas politik yang tinggi serta derajat legitimasi yang kuat karena Kepala Daerah terpilih mendapat mandat langsung dari masyarakat. Pemilihan Kepala Daerah secara langsung juga akan menghasilkan Kepala daerah yang lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu Indonesia mulai menyusun aturan- aturan yang mendukungnya dan merevisi aturan yang menghambat proses demokratisasi ini.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kebijakan Politik Partai Gerindra Kota Medan Pada Pemilihan Kepala Daerah (Studi Kasus: Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan Tahun 2015)

Kebijakan Politik Partai Gerindra Kota Medan Pada Pemilihan Kepala Daerah (Studi Kasus: Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan Tahun 2015)

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pasangan dari Partai Gerinda berada jauh dari dari pesaingnya. Penurunan suara yang sangat drastis ini tentunya menjadi bahan masukan bagi Partai Gerindra baik itu DPP, DPD, maupun DPC. Mengapa keadaan Partai Gerindra Kota Medan mengalami tren yang semakin menurun dan masyarakat semakin berpaling untuk tidak lagi mempercayai Partai Gerindra baik di tingkat eksekutif maupun legislatif. Khusus mengenai kekalahan telak Pasangan Ramadhan Pohan-Eddi Kusuma di pemilukada lalu banyak kalangan baik dari internal Partai Gerindra sendiri yang mengatakan bahwa kekalahan tersebut adalah kekalahan yang memalukan bagi Partai Gerindra yang harus diperhatikan secara serius baik di pusat maupun di daerah. Kalangan internal Partai Gerindra mengatakan bahwa kekalahan tersebut disebabkan oleh tidak tepatnya calon yang diajukan oleh DPC Kota Medan karena tidak mewadahi dan mendengar suara keinginan konstituen, sedangkan kalangan eksternal mengatakan bahwa kekalahan itu disebabkan oleh ketidakpuasan masyarakat luas terhadap kinerja Partai Gerindra Kota Medan.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Koalisi Partai Politik dalam Pemenangan Pasangan Indra Putra dan Komperensi pada Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Kuantan Singingi 2015

Koalisi Partai Politik dalam Pemenangan Pasangan Indra Putra dan Komperensi pada Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Kuantan Singingi 2015

Dalam demokrasi deliberatif, keputusan mayoritas dapat dikontrol melalui kedaulatan rakyat. Masyarakat dapat mengkritisi keputusan-keputusan yang dibuat oleh para pemegang mandat. Jika masyarakat sudah berani mengkritisi kebijakan pemerintah, maka secara tidak langsung mereka sudah menjadi masyarakat rasional, bukan lagi masyarakat irasional. Opini publik atau aspirasi berfungsi untuk mengendalikan politik formal atau kebijakan-kebijakan politik. Dalam hal ini peran ruang publik untuk masyarakat kuansing benar-benar diperdayakan yang mana masyarakat dapat menyatakan opini-opini, kepentingan-pentingan masyarakat secara diskurtif. Ruang publik juga sarana masyarakat kuansing berkomunikasi ,berdiskusi , berargumen dan menyatakan sikap terhadap problematika politik. Ruang publik tidak hanya sebagai institusi atau organisasi
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERSEPSI ELIT PARTAI POLITIK LAMPUNG TERHADAP WACANA PEMILIHAN GUBERNUR OLEH DPRD PROVINSI

PERSEPSI ELIT PARTAI POLITIK LAMPUNG TERHADAP WACANA PEMILIHAN GUBERNUR OLEH DPRD PROVINSI

Jawab: Tidak, kita ini kan sedang membangun demokrasi, membangun pijakan- pijakan demokrasi, ketika itu banyak mudharatnya keimbang manfaatnya sesuatu yang wajar-wajar saja kalau kita lakukan perbaikan-perbaikan, jadi bukan suatu kemunduran, karena dengan parameter-parameter yang jelas. Seperti contoh, menjelang pilgub, yang kita tau kan ini orang- orang yang kita tahu ketokohannya dan punya uang, banyak mungkin tokoh-tokoh lain yang mungkin punya kewibawaan, punya kemampuan, tetapi mungkin karena mereka tidak punya uang mereka tidak mau memunculkan diri, kan sudah ngukur duluan, contoh begitu, nah itu-itu yang harus di evaluasi. Jadi tidak bisa ini dikatakan sebagai kemunduran demokrasi, justru ini dalam rangka penguatan membangun demokrasi kita yang sebenarnya baru sejak reformasi ini, artinya baru dari 1999 kan, nah inikan butuh bersesuai, Amerika saja butuh waktu yang panjang kan untuk punya pakem demokrasi dalam konteks pemilihan kepala daerah atau presidennya. Sekarang gini, kenapa koq sekarang sistemya harus dirubah, karena kesadaran politik masyarakat kita kan masih rendah, kalau kesadaran politiknya sudah diliat semata-mata dari figur dan kita meyakini kan berbeda. Makanya sistemnya, polanya yang perlu kita rubah.
Baca lebih lanjut

295 Baca lebih lajut

Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung : Relevansi Mekanisme Pemilihan Kepala Daerah dan Demokratisasi Politik Lokal.

Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung : Relevansi Mekanisme Pemilihan Kepala Daerah dan Demokratisasi Politik Lokal.

Akibatnya, proses pemilihan kepala daerah menjadi kehilangan makna sebagai proses politik dan beralih menjadi pragmatisme politik. Sebagian besar pemilihan kepala daerah yang berlangsung selama UU No. 22 Tahun 1999 selalu menimbulkan gejolak di daerah, seperti di Jakarta, Lampung, Jawa Barat, Madura, dan sejumlah daerah lainnya. Dalam kasus-kasus ini, timbulnya gejolak selalu disebabkan oleh penyimpangan-penyimpangan yang sama, yakni distorsi aspirasi publik, indikasi politik uang (money politics), dan oligarkhi partai yang tampak dari intervensi DPP partai dalam menentukan calon kepala daerah yang didukung fraksi. Konsekuensi berikutnya adalah delegitimasi pemerintah daerah yang ditandai dengan menurunnya kepercayaan masyarakat pada DPRD dan kepala daerah. Delegitimasi politik mengarah pada menurunnya akuntabilitas publik, inefisiensi dan inefektivitas manajemen pemerintahan daerah, dan pada akhirnya pelayanan publik terganggu.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pendidikan Politik Kader Partai Persatuan Pembangunan Pada Persiapan Pemilihan Kepala Daerah Kota Cimahi Tahun 2012

Pendidikan Politik Kader Partai Persatuan Pembangunan Pada Persiapan Pemilihan Kepala Daerah Kota Cimahi Tahun 2012

Teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive (pengambilan informan berdasarkan tujuan). Dalam hal ini peneliti menentukan anggota informan berdasarkan pertimbangan peneliti sendiri yang sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian. Dengan demikian prosesnya tidak melalui proses pemilihan sebagaimana yang dilakukan dalam teknik random tetapi sampel ditetapkan secara sengaja oleh peneliti. Pemilihan informan ini didasarkan atas subjek penelitian yang menguasai masalah, memiliki data, dan bersedia memberikan data. Oleh karena itu, informan bagi kepentingan penelitian ini memberatkan kepada para masyarakat terutama pemilih yang akan mengikuti pemilihan walikota Cimahi tahun 2012 dan para kader partai PPP. Melalui pertimbangan bahwa pengalaman dan keikutsertaan yang berintensitas tinggi dalam mengamati dan bahkan berkecimpung dalam pendidikan partai politik.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Peranan Elit Tradisional dalam Dinamika Politik Lokal pada Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Wakatobi 2014

Peranan Elit Tradisional dalam Dinamika Politik Lokal pada Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Wakatobi 2014

Tidak heran modal sosial yang ada dalam masyarakat lokal digunakan oleh politisi, elit lokal dalam memenuhi kepentingan pemilihan kepala daerah. secara logika maka modal sosial seperti, munculnya identitas, suku, agama, ras, budaya, dll, yang tentunya merupakan elemen-elemen politik yang tidak bisa dihindari harus bersentuhan dengan persoalan politik. Politik identitas muncul akibat bagian dari elemen politik sebagai modal sosial dalam masyarakat lokal. Tetapi yang menjadi titik fokus ketika politik identitas turut dilibatkan proses pemilihan kepala daerah oleh elit lokal dijadikan tameng politik dengan muatan yang tidak logis, tetapi rasional bagi elit yang mempunyai kepentingan, memperjuangkan apa yang diinginkan. Tidak heran elit-elit lokal seperti tokoh adat, kepala suku, agama, dijadikan sebagai tameng demi memuluskan kepentingan dalam Pemilukada (Nurhasim, 2003; 15-17).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perspektif Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang

Perspektif Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang

Sosialisasi politik adalah suatu proses agar setiap individu atau kelompok dapat mengenali sistem politik dan menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap fenomena-fenomena politik. Sosialisasi politik berperan mengembangkan serta memperkuat sikap politik di kalangan warga masyarakat yang sadar politik, yaitu sadar akan hak dan kewajiban dalam kehidupan bersama. Peranan tersebut melibatkan keluarga, sekolah, dan lembaga-lembaga tertentu yang ada dalam masyarakat. Sosialisasi politik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pilkada sehingga sosialisasi politik perlu melibatkan semua unsur.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Partai Politik Dalam Pemenangan Suyatno Dan Jamiludin Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2015

Partai Politik Dalam Pemenangan Suyatno Dan Jamiludin Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2015

Partai Politik sangat efektif dalam kampanye Kepala Daerah. Hal itu itu dikarenakan partai politik mampu mendorong masyarakat Kabupaten Rokan Hilir untuk berpartisipasi dalam pemilukada. kemenangan Suyatno-djamiludin selain di tentukan oleh partai politik, tim pemenangan yang selalu solid dalam melakukan optimalisasi kampanye nya. Pada dasarnya partai politiklah yang paling menentukan keberhasilan bagi Suyatno-Jamiludin menjadi Bupati Kabupaten Rokan Hilir dengan di dukung oleh strategi pemenangan yang baik dalam memanfaatkan jaringan eksternal, yang mengacu pada pengarahan pemilih dan melakukan kampanye secara optimal di Kabupaten Rokan Hilir.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pola komunikasi politik Partai Demokrat dalam pemenangan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Rembang Tahun 2010

Pola komunikasi politik Partai Demokrat dalam pemenangan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Rembang Tahun 2010

Keberadaan Partai Demokrat bukan hanya sebagai organisasi politik yang menghimpun suara dalam setiap momen pemilu namun juga sebagai organisas i yang mempunyai kepedulian terhadap konstituen, ini bisa dilihat dari proses komunikasi yang dilakukan secara intens dengan menggali opini masyarakat. Disamping itu Partai Demokrat memberi pendidikan politik kepada masyarakat dan menganjurkan kepada masyarakat untuk lebih dewasa dalam menyikapi isu-isu politik yang berkembang, mengikuti apa yang terjadi, memupuk kebebasan berbicara dan memperoleh kepandaian khusus sehingga mendapatkan kemajuan dalam keadaan sosial politiknya. Selain itu Partai Demokrat dapat menjadi suatu tempat pendidikan politik yang terbuka untuk siapa saja, berguna untuk menambah ilmu pengetahuan dengan latar belakang masing-masing anggota masyarakat. Berangkat dari hasil pengamatan peneliti menemukan bahwa Partai Demokrat tidak hanya sebagai Partai politik namun bisa juga dijadikan obyek penelitian mengenai kinerja dan eksistensinya sebagai lembaga di lingkungan organisasi politik di Rembang.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects