Top PDF Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BIRO HUKUM DAN HAM

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BIRO HUKUM DAN HAM

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BIRO HUKUM DAN HAM

DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2017 PROVINSI SUMATERA SELATAN RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2016 SKPD : BIRO HUKUM DAN HAM TABEL 5.3 Urusan/Bidang Urusan Pemerintah D[r]

2 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Memasuki tahun 2006 masyarakat juga akan masih menghadapi ketidakpastian hukum serta praktek-praktek kehidupan yang diskriminatif termasuk gender, serta lemahnya pelayanan publik. Ketidakpastian hukum masih tinggi. Akibatnya penghargaan dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pembangunan hukum, khususnya penegakan hukum masih rendah. Kapasitas dan kualitas aparat penegak hukum masih jauh dari memadai. Di sisi lain tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan penegakan hukum terutama dalam penanganan kasus-kasus korupsi berskala besar dan melibatkan pelaku tindak pidana korupsi yang mempunyai kedudukan sosial yang tinggi, dan perkara pelanggaran HAM semakin menguat. Sementara itu, lembaga-lembaga publik dan birokrasi belum berfungsi dengan baik sesuai dengan perannya dalam memberikan pelayanan publik dan sebagai dinamisator pembangunan, bahkan seringkali menjadi penghambat pelaksanaan pembangunan. Tantangan utama antara lain adalah belum adanya komitmen moral bersama yang utuh dari aparatur negara, masih relatif rendahnya kapasitas dan kesejahteraan aparatur negara, belum tuntasnya proses reformasi sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan penyelenggaraan negara yang bersandarkan pada prinsip-prinsip good governance , serta belum terjalinnya sinergi antara aparatur negara, dunia usaha dan masyarakat dalam mewujudkan penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa.
Baca lebih lanjut

714 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Globalisasi, termasuk di bidang perdagangan dan HAM, dan berbagai fenomena lintas batas seperti terorisme, penyelundupan manusia dan migrasi internasional baik untuk tujuan ekonomi maupun politik, akan terus menjadi pertimbangan penting dalam hubungan luar negeri. Di samping itu, dinamika hubungan internasional telah memunculkan isu-isu baru yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya termasuk yang bersifat non-konvensional. Selain itu masalah ketidakseimbangan hubungan negara-negara maju dengan negara-negara berkembang khususnya dalam konteks hubungan perdagangan dan ekonomi, secara umum masih terus mendominasi warna pergaulan internasional. Menyusul kegagalan pertemuan World Trade Organization (WTO) di Cancun, Meksiko, WTO menyelenggarakan Konperensi Tingkat Menteri (KTM) ke VI untuk mencari kesepakatan Program Kerja Agenda Pembangunan Doha, perdagangan jasa, aturan main, dan isu-isu pembangunan. Partisipasi aktif Indonesia dalam pertemuan tersebut mencerminkan pengakuan negara-negara penting anggota WTO bahwa Indonesia memainkan peran kunci dalam membentuk format perdagangan multilateral di masa datang. Salah satu hasil penting dari KTM IV tersebut adalah dicantumkannya batas akhir penurunan subsidi ekspor untuk produk-produk pertanian dari negara-negara maju sampai dengan tahun 2013. Indonesia akan terus mengupayakan terciptanya suatu sistem perdagangan multilateral yang lebih adil, terbuka, tidak diskriminatif dan dapat mendukung kepentingan pembangunan di negara- negara berkembang. Pada saat yang sama, Indonesia juga akan terus mendorong peningkatan solidaritas dan kerjasama ekonomi, perdagangan dan pembangunan antarnegara berkembang.
Baca lebih lanjut

676 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Isi

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Isi

a. Pertumbuhan kekuatan masyarakat sipil (civil society) di Kabupaten Lombok Utara merupakan komponen strategis dalam rangka (1) memobilisasi dan menyatukan kepentingan, perhatian dan kebutuhan masyarakat atau bagian - bagiannya, dan untuk menyampaikannya kepada para pemegang kekuasaan atau wakil – wakil partai politik; (2) membantu pemantauan dan pengendalian lembaga – lembaga publik serta pelaksanaan Undang – Undang dan peraturan – peraturan; dan (3) memediasi antar kepentingan – kepentingan sosial, agama dan budaya yang bertentangan, merekonsiliasi konflik dan menemukan resolusi – resolusi konflik yang konstruktif dan berkelanjutan. Masyarakat sipil di Kabupaten Lombok Utara merupakan kekuatan utama dalam upaya menciptakan mekanisme chek and balance, terwujudnya good goverment, distribusi kekuasaan yang sehat dan fair, akuntabilitas pemerintahan, tegaknya supremasi hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), serta struktur dan budaya politik yang demokrasi, adil dan berorientasi kepada masyarakat luas. Namun demikian hingga saat ini tumbuhnya kekuatan masyarakat sipil masih terkendala oleh belum berkembangnya sistem informasi dan komunikasi, belum berdayanya masyarakat terutama yang tinggal di wilayah – wilayah yang terpencil dan hidup di bawah standar kemiskinan, selain itu juga belum mampu diaskesnya nilai – nilai keterbukaan, kebebasan dan pemerataan dalam lingkup global. b. Berkenaan dengan Pemilu, keberhasilan yang telah dicapai adalah telah
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah AKHIR Biro Hukum

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah AKHIR Biro Hukum

9 1.20.1.20.03.02.71.05 Monitoring Pelaksanaan RANHAM Dan Penilaian Kreteria Kab/Kota Peduli HAM Provinsi; SKPD; Monitoring Pelaksanaan RANHAM Dan Penilaian Kreteria Kab/Kota Peduli HA[r]

7 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah AKHIR Biro Umum

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah AKHIR Biro Umum

No Kode Rek Kegiatan Lokasi Indikator dan Target Pagu Pagu N+1 Syarat Kelengkapan Keterangan 3 1.20.1.20.03.07.02.03 Pembangunan Lingkungan Perkantoran Gubernur Kalsel di Banjarbaru SK[r]

5 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah AKHIR Biro Keuangan

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah AKHIR Biro Keuangan

Aplikasi Sistem Informasi Pelaksanaan Keuangan Daerah SIPKD SKPD; Banjarbaru Banjarbaru; Terlaksananya Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi 100 %; 0 ; 350000000 385000000 Ap[r]

12 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Perubahan dunia di era globalisasi memberi pengaruh yang cukup mendasar kepada bangsa Indonesia. Krisis ekonomi dan moneter sejak pertengahan tahun 1997 sampai dengan saat ini masih belum sepenuhnya pulih. Implikasi otonomi daerah juga memberikan sumbangan yang tidak kecil terhadap lemahnya kesatuan dan persatuan bangsa di dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia. Terjadinya konflik horisontal maupun vertikal sampai dengan saat ini masih sering terjadi walaupun tidak sesering pada kurun waktu 1997–2000. Namun yang lebih memprihatinkan dan juga mengakibatkan meningkatnya kemiskinan dan pengangguran adalah adanya aksi terorisme. Dimulai dari kasus bom Bali yang sangat memukul perekonomian Indonesia dan disusul dengan kejadian-kejadian teror lainnya, menyebabkan kondisi keamanan dan keselamatan tidak saja masyarakat Indonesia namun juga warga negara asing menjadi terancam. Sebagai negara berkembang yang masih sangat memerlukan investasi asing maupun dalam negeri, maka meningkatnya kejahatan terorisme sangat mengganggu ketenteraman dan keselamatan para pelaku usaha yang sebanarnya masih banyak ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Untuk itu penanganan yang komprehensif terhadap kejahatan terorisme sudah sangat mendesak untuk dilakukan baik dari sisi pembangunan materi hukum guna menetapkan sanksi hukum yang tegas maupun dari sisi peningkatan kesadaran hukum serta kewaspadaan terhadap segala aktivitas yang mencurigakan di dalam kehidupan masyarakat. Upaya saling mendukung baik dari aparat penegak hukum maupun masyarakat untuk medeteksi adanya upaya- upaya untuk melakukan tindakan teror sejauh ini sudah cukup baik. Tindakan hukum terhadap pelaku tindak kejahatan terorisme selama ini juga cukup memberikan rasa keadilan bagi sebagian masyarakat, walaupun mungkin tidak bagi keluarga yang menjadi korban kejahatan terorisme. Namun upaya untuk meningkatkan kerjasama yang lebih baik lagi agar kejahatan terorisme dapat dicegah sedini mungkin sangat diperlukan.
Baca lebih lanjut

321 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

bagi keberlanjutan fungsi hutan, baik dari aspek ekonomi, ekologis, maupun sosial. Kerugian hutan Indonesia akibat praktik pembalakan liar diperkirakan mencapai USD 5,7 miliar atau setara dengan Rp 46,74 triliun per tahun, tidak termasuk kerugian dari aspek ekologis yang berpotensi menimbulkan dampak bencana seperti tanah longsor, banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan. Upaya untuk mengatasi masalah pembalakan liar ini merupakan usaha yang sulit mengingat pelakunya memiliki jaringan sangat luas dan sulit tersentuh. Namun demikian upaya penegakan hukum yang tegas diharapkan mampu memutus jaringan pembalakan liar baik di dalam negeri maupun antar negara. Dalam upaya mengatasi masalah tersebut dari segi yuridis Pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2005 tentang Pemberantasan Penebangan Kayu secara Ilegal di Kawasan Hutan dan Peredarannya di Seluruh Wilayah Republik Indonesia. Dalam upaya memberantas praktek-praktek illegal logging telah dilakukan beberapa kegiatan diantaranya: merevitalisasi kelembagaan polisi hutan sebagai bagian dari desentralisasi kewenangan, peningkatan pengamanan hutan berbasisi sumber daya masyarakat, dan penegakan undang-undang dan peraturan serta mempercepat proses penindakan pelanggaran hukum di sektor kehutanan. Sementara itu dalam rangka penanggulangan pencurian ikan (illegal fishing), telah dilakukan upaya pengendalian sumber daya kelautan dan perikanan melalui penerapan sistem monitoring, controlling, and surveilance yang diantaranya berupa pemasangan transmitter dalam rangka pengembangan vessel monitoring system dengan sasaran kapal perikanan Indonesia; pembangunan pos pengawas dan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Pengawasan di 5 lokasi yaitu Belawan, Jakarta, Pontianak, Bitung dan Tual; kerja sama operasional pengawasan dengan TNI AL dan Polri serta operasi pengawasan oleh kapal pengawas DKP ; dan pembentukan Pengadilan Khusus Perikanan yang diresmikan pada bulan Oktober 2006.
Baca lebih lanjut

810 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BIRO PEREKONOMIAN

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BIRO PEREKONOMIAN

DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2017 PROVINSI SUMATERA SELATAN RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2016 SKPD : BIRO PEREKONOMIAN TABEL 5.3 Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Da[r]

2 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Kurangnya profesionalisme lembaga kepolisian. Salah satu sebab utama belum optimalnya penanganan kriminalitas, penegakan hukum, pengelolaan ketertiban masyarakat, serta kelambatan antisipasi penanganan kejahatan transnasional adalah lemahnya profesionalisme lembaga kepolisian. Oleh karena itu diperlukan lembaga kepolisian yang efektif, efisien, dan akuntabel. Lembaga kepolisian harus memiliki profesionalisme dalam mengintegrasikan aspek struktural (institusi, organisasi, susunan dan kedudukan); aspek instrumental (filosofi, doktrin, kewenangan, kompetensi, kemampuan, fungsi, dan iptek); dan aspek kultural (manajemen sumber daya, manajemen operasional, dan sistem pengamanan di masyarakat). Sumberdaya manusia sebagai tulang punggung institusi Polri masih memprihatinkan, kuantitas Polri belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh PBB yaitu 1 personil polisi untuk 400 orang penduduk. Rasio jumlah personil Polri dengan jumlah penduduk pada tahun 2004 adalah 1 berbanding 750, meskipun hal ini sudah lebih baik dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 1 berbanding 900. Peningkatan profesionalisme Polri secara keseluruhan memerlukan penguatan kapasitas yang meliputi budaya kerja, motivasi, pendidikan, dan pelatihan, serta peralatan. Di samping itu, agar masyarakat mampu membina sistem keamanan dan ketertiban di lingkungannya, polisi harus berperan sebagai pembina dan penyelia dalam rangka mendukung terbentuknya mekanisme community policing.
Baca lebih lanjut

384 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi, dengan memberikan perhatian yang lebih besar pada peran usaha mikro, kecil dan menengah, perlu dilakukan penyederhanaan penyelenggaraan pelayanan terpadu. Dasar hukum dari pelayanan terpadu antara lain, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melayani 38 jenis perizinan guna mempermudah para pelaku usaha meningkatkan investasinya di daerah itu. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mulai melaksanakan penyelenggaraan PTSP sejak pertengahan 2011 bertempat di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BP2TPM), penyelenggaraan PTSP ini didasarkan pada Peraturan Gubernur Nomor 40 tahun 2010 tertanggal 27 Desember dengan jumlah pelayanan perizinan dan non perizinan sebanyak 31 jenis baik perizinan penanaman modal maupun perizinan teknis bersifat sektoral. Kewenangan PTSP dalam pelayanan perizinan bertambah menjadi 38 jenis sejak disahkannya Peraturan Gubernur Nomor 44 tahun 2014 tertanggal 12 Mei. PTSP melayani hampir semua perizinan baik di sektor penanaman modal, komunikasi dan informatika, koperasi dan UKM, sektor kehutanan, perhubungan, kelautan dan perikanan serta sektor perindustrian dan perdagangan. Ini merupakan kebijakan pemerintah provinsi dalam memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha dalam berinvestasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dari 38 jenis
Baca lebih lanjut

691 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BIRO PENGHUBUNG

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BIRO PENGHUBUNG

DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2017 PROVINSI SUMATERA SELATAN RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2016 SKPD : BIRO PENGHUBUNG TABEL 5.3 Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daer[r]

2 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BIRO PEMERINTAHAN

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BIRO PEMERINTAHAN

DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2017 PROVINSI SUMATERA SELATAN RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2016 SKPD : BIRO PEMERINTAHAN TABEL 5.3 Urusan/Bidang Urusan Pemerintah[r]

3 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Upaya perlindungan anak dari berbagai tindak kekerasan sampai tahun 2012 telah mencatat beberapa kemajuan. Terkait akta kelahiran anak, cakupan anak balita dan anak yang memiliki akta kelahiran masing-masing telah mencapai 59 persen dan 63,7 persen (Susenas 2011). Selain itu, sudah diterbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 6 tahun 2012 Tentang Pedoman Penetapan Pencatatan Kelahiran Yang Melampaui Batas Waktu Satu Tahun Secara Kolektif, yang diedarkan kepada seluruh hakim dan Pengadilan Negeri dalam rangka mempermudah pengurusan akta kelahiran bagi anak yang usianya sudah lebih dari satu tahun. Upaya perlindungan bagi anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) mencatat kemajuan yang progresif dengan disyahkannya Undang-Undang No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Sebagai tindak lanjutnya, telah disusun pula Modul Terpadu Dalam Rangka Perlindungan dan Penanganan ABH Bagi Aparat Penegak Hukum dan Instansi Terkait. Selanjutnya, telah disusun dan atau disahkan beberapa perundang-undangan lainnya yang bertujuan untuk melindungi anak, antara lain: (1) Rancangan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengasuhan, Perwalian dan pengangkatan Anak sebagai penyempurnaan dari PP No. 54 tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak; dan (2) PP No. 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif, sebagai peraturan pelaksanaan dari Pasal 116 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. PP tersebut diantaranya berisi larangan untuk menjual rokok kepada anak dibawah usia 18 tahun dan ibu hamil.
Baca lebih lanjut

1246 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 23. Ro. Hukum

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 23. Ro. Hukum

3 4 6 10 2 1 Kode 5 Target Capaian Kinerja Rencana Tahun 2016 Kebutuhan Dana / Pagu Indikatif 8 9 Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program/Kegiatan Kebutuhan Dana / [r]

2 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah KOREKSI BAG HUKUM

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah KOREKSI BAG HUKUM

Pemerintah Kabupaten Banyumas sedang melaksanakan proses penyusunan RKPD Tahun 2016, dan proses penyusunan RKPD dilakukan secara bertahap sebagai berikut : Musrenbang Tingkat Desa/Kelurahan; Musrenbang Tingkat Kecamatan; Forum SKPD dan Musrenbang Tingkat Kabupaten. Untuk penyusunan RKPD Tahun 2014 kami merencanakan akan melaksanakan Musrenbang Kecamatan dengan pola Musrenbang Gabungan Kecamatan (Eks Kawedanan), hal ini seperti yang diamanatkan pasal 123 (3) Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 bahwa untuk efisiensi dan efektifitas musrenbang RKPD kabupaten/kota di Kecamatan dapat diselenggarakan dengan penggabungan penyelenggaraan beberapa musrenbang kecamatan di kecamatan tertentu yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Sedangkan pada tahun 2009 perkiraan pencapaian pembangunan transportasi antara lain: (1) peningkatan jalan Lintas Timur Sumatera dan Pantura Jawa sepanjang 640 km; peningkatan jalan dan jembatan pada lintas utama yaitu lintas selatan Kalimantan, lintas barat Sulawesi, dan lintas lainnya serta non lintas sepanjang 1.725,8 km dan jembatan sepanjang 6.243,9 m; penyelesaian dan pengoperasian jembatan Suramadu; pembangunan jalan baru dan strategis sepanjang 101 km; pembangunan flyover sepanjang 4.745,7 km; pembangunan jalan lintas selatan jawa sepanjang 73 km jalan dan 765 m jembatan; pembangunan jalan akses Kuala Namu sepanjang 6 km; jalan akses tol Tanjung Priok sepanjang 1,9 km; peningkatan kapasitas jalan nasional berupa penambahan lajur jalan menjadi 84.985 lajur km pada akhir 2009 dari 74.930 lajur km pada tahun 2005. (2) pengembangan angkutan massal di perkotaan/metropolitan yang didukung oleh feeder service yang terpadu dengan pelayanan angkutan pada wilayah pengembangan kawasan; serta meningkatkan pengawasan pelanggaran muatan lebih melalui pengoperasian jembatan timbang yang didukung dengan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran muatan lebih di jalan; (3) melanjutkan pembangunan jalur ganda dan double-double track di Jawa; melanjutkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta; (4) pengembangan jaringan pelayanan ASDP di Jawa dan Madura, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku dan Papua. (5) dimulainya pelaksanaan konstruksi pembangunan pelabuhan Tanjung Priok; persiapan pembangunan pelabuhan Belawan; Persiapan pembangunan Indonesia Ship Reporting System (INDOSREP) di Selat Sunda dan Selat Lombok dan Vessel Traffic Services (VTS) di wilayah Selat Malaka; Pembangunan Sistem Telekomunikasi Pelayaran Tahap IV yang tersebar di seluruh Indonesia; Peningkatan sistem pengamanan pelabuhan (Port Security System Improvement) di 9 Pelabuhan (Belawan, Dumai, Tg. Pinang, Tlk Bayur, Palembang, Pontianak, Benoa, Bitung, dan Makassar); pengembangan pelabuhan Bitung, Manado, Manokwari, Raja Ampat di Papua untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia; serta (6) pembangunan bandara Kualanamu-Medan dan bandara-bandara di ibukota provinsi dan kabupaten/kota.
Baca lebih lanjut

790 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Pembangunan Semesta

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Pembangunan Semesta

Selandjutnja didapat pula dibawah ini suatu ichtisar dari 8 pro- jek B jang diharapkan akan memberi hasil kekajaan alam Indonesia dengan djumlah minimal sedjumlah Rp. 240 milj. Hasil akan ber - tambah, apabila diolah lebih intensif dan lebih efficien dari pada biasa. Pembangunan membutuhkan Rp. 240 milj., jaitu 50% berupa rupiah Rp. 120 milj. dan 50% berupa dollar jaitu 270 djuta dollar. Djum- lah projek B itu dapat ditambah dengan projek lain, misalnja dengan pengolahan tambang emas, nickel dan perak ; tentu sadja dengan me - mikirkan akibatnja apabila didjadikan projek B dan tidak projek A.
Baca lebih lanjut

253 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...